3 Prediksi Tren Influencer Marketing di Tahun 2018

11/19/17
Bisa dikatakan saya terlambat. Dalam hal?

Memonetize blog.

Meski demikian, saya menjadi salah satu orang yang menikmati tahun 2017 sebagai tahunnya para influencer. 

pic : b3net.com
Seperti yang kita pahami, bahwa saat ini masyarakat menjadi skeptis bahkan tidak percaya dengan iklan. People no longer trust ads, they do trust people. Itulah yang terjadi. Maka kemudian "figure" yang dianggap berpengaruh dan dipercaya banyak orang, yang kemudian disebut sebagai influencer, dipilih untuk membantu dalam aktivitas marketing perusahaan khususnya promosi. Mereka adalah public figure, expert, blogger, vlogger, social media activist, dan lain sebagainya.

Umumnya, para influencer ini memanfaatkan seluruh social media yang mereka miliki. Konten yang mereka hasilkan dapat berupa teks, gambar atau video. 

Influencer marketing ini memanfaatkan electronic word of mouth dari sumber/ komunikator yang realiable.

Dan ternyata influencer marketing ini BERHASIL. Baik itu untuk tujuan awarness, act maupun brand loyalty

Lalu, apakah influencer marketing masih berjaya di tahun 2018? 3 Hal berikut ini adalah prediksi dari para marketer.

1. Micro-influencer akan LEBIH dipertimbangkan.

Jika selama ini brands lebih percaya pada public figure dengan follower jutaan, mungkin tren ini akan mengalami pergeseran. Hal ini karena, target market (konsumen) merasa apa yang disampaikan oleh para influencer sama dengan iklan yang "tidak jujur". Mereka akan dengan mudah beralih menawarkan satu merek ke merek yang lain, tidak berbeda dengan iklan di televisi. Lagi-lagi hal ini membuat konsumen tidak percaya.

Inilah peluang bagi micro influencer yang mungkin jumlah follower di social media tidak terlalu banyak, antara 10.000-100.000 namun memiliki pengikut yang loyal.

Apa yang disampaikan micro-influencer ini dianggap lebih jujur dan mewakili perspektif pribadi.

2. Brands akan memilih influencer yang expert di bidangnya

Jika di tahun 2017, brands akan memilih mereka yang memiliki follower tinggi dan aktif diberbagai social media, di tahun 2018 brands akan lebih jeli dalam menyeleksi influencer yang bekerja sama dengan mereka.
2017 menjadi tahunnya mereka yang pandai bergaya, atau yang hobi memamerkan kemesraan dengan kekasihnya, mendapatkan porsi yang besar dalam aktivitas promosi hanya karena jumlah pengikut mereka yang ratusan ribu.

Tahun 2018 diprediksi, brands akan memastikan apakah influencer tersebut memiliki kapasitas, keahlian, pengalaman yang mewakili produknya.

"Siapa yang sedang berbicara" akan memiliki pengaruh lebih besar. Dan apakah figure tersebut mampu merepresentasikan image produknya.

Pict : bluleadz.com
3. Konten Video

Di tahun 2017 90% konten yang di share di social media berupa video. Bagi brands yang belum menggunakan video sebagai bagian dari aktivitas sosmed mereka, itu artinya mereka harus segera memulai.

Para influencerpun dituntut untuk membuat video dengan high quality tetapi juga memiliki engagement yang tinggi. Itu mengapa perlu adanya startegi dalam memproduksi konten video. Video creators have to become more skilled at creating truly valuable content. Tantangan terbesarnya adalah, bagaimana video mampu menarik perhatian audience pada 3 detik pertama. Audience dapat bertahan, hingga seluruh pesan tersampaikan.

Tahun 2017 segera usai. Sudah waktunya kita mengevaluasi perjalanan 11 bulan di tahun ini, sembari menyiapkan strategi di tahun depan.

Personal branding masih menjadi catatan utama. Selain itu, meningkatkan skill penulisan dan kreativitas dalam membangun konten lainnya juga harus semakin ditingkatkan.
Jika kita ingin dianggap menjadi influencer sebenarnya, bukankah sebelum mempengaruhi orang lain kita perlu memperbaiki diri terlebih dahulu?

Saya pribadi masih belajar dari beragam referensi bagaimana mengolah konten dengan baik dan menerapkannya dalam aktivitas social media. Dan ternyata tidak mudah!! Belum lagi dipusingkan dengan berbagai hal teknis seperti SEO, DA, PA dan segala macam ukuran statistik lainnya.

Saya jadi penasaran, apa yang teman-teman blogger lakukan untuk meningkatkan performa blognya dan social media di tahun depan? Mungkin kita bisa saling cerita di kolom komentar.


Referensi
https://www.inc.com/nina-ojeda/how-this-startup-is-redefining-influencer-marketing.html [diakses 19 November 2017]
https://www.smartinsights.com/social-media-marketing/social-media-marketing-trends-2018/amp/ [diakses 19 November 2017]
https://www.forbes.com/sites/ajagrawal/2016/12/27/why-influencer-marketing-will-explode-in-2017/amp/ [diakses 19 November 2017]

Mendorong UMKM Melek Digital

11/13/17
Sejak 2011 saya membangun usaha di bidang jasa event organizer. Sejak saat itu pula, saya mulai mengenal bagaimana memanfaatkan teknologi informasi internet. Saya menyadari, internet membantu dalam mempromosikan usaha yang saya miliki. Hasilnya, hampir 90% klien yang datang mengetahui informasi usaha saya juga dari internet.

Awal membangun usaha ini, saya bermodalkan 0 rupiah. Saya hanya perlu memasang promosi berupa tulisan baik itu di blog, social media dan beberapa forum online. Hasilnya, sampai tahun ke 6 bisnis ini masih bertahan. Selebihnya, word of mouth communication yang bekerja.


Bisnis event organizer saya merupakan salah satu bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM adalah usaha dengan kekayaan bersih maksimal Rp 10 miliar di luar tanah dan bangunan atau memiliki omzet maksimal Rp 50 miliar per tahun (UU No 20 tahun 2008 tentang UMKM). Dan ternyata, 99 % usaha di Indonesia adalah UMKM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. 

Salah satu pekerjaan rumah terbesar pemerintah adalah mengupayakan agar UMKM lebih mengenal teknologi digital. Bank Dunia menyebutkan, keterlibatan UMKM dalam menggunakan teknologi digital menjadi pendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi nasional. 

Meski demikian, hal ini menjadi ironis ketika Kementerian Koperasi memiliki data di tahun 2016, yang menyebutkan bahwa 37 % UMKM di Indonesia tidak mempunyai akses internet, 36 % mempunyai akses internet namun tidak digunakan untuk berjualan, dan `18 % menggunakan smartphone hanya untuk berjejaring sosial. Sisanya, yakni 9% merekalah yang memanfaatkan e-commerce dengan serius.


UMKM di Indonesia sendiri memiliki banyak persoalan yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas. Ada beberapa permasalahan yang dipaparkan oleh narasumber Seminar Ekonomi Digital" Mendorong Ekonomi Lokal Melek Digital" yang saya ikuti  di Gedung Heritage Bank Indonesia, beberapa waktu lalu. Salah satunya, sekitar 40 juta UMKM, yang hampir semuanya tergolong usaha mikro, tidak pernah mendapatkan dukungan permodalan dari bank. 

Seminar Ekonomi Digital dengan Pembicara Rizki Siwu, VP Business Merchant Doku, Corporate Secretary BRI dan Junanto Herdiawan, Kepala Financial Technology Office BI. Dipandu oleh Ariyo Ardi
Mereka yang tidak mendapat modal seperti petani, nelayan, tukang ojek, buruh, penjual warteg dan semacamnya, berusaha dengan memutar uang sendiri, uang pinjaman dari tetangga dan saudara, atau meminjam dari tengkulak dengan bunga mencekik leher. Mereka tidak memiliki dana untuk mengembangkan usaha dan bekerja untuk bertahan hidup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Stagnan.

Permasalahan mendasar ini yang membuat UMKM menjadi ragu untuk mencoba berbagai inovasi. Sehingga, UMKM tertinggal dalam menguasai teknologi, manajemen, informasi dan pasar. Hal inilah, yang menggerakkan pemerintah untuk memberikan berbagai dukungan kepada UMKM, baik berupa pelatihan hingga ke pengembangan kemitraan.

Tentu ini menjadi tantangan yang besar. Perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan mengadopsi konsep Pentahelix Academician–Business–Community– Government-Media (ABCGM). Di konsep ini Akademisi berperan sebagai konseptor seperti melakukan standarisasi model  bisnis, sertifikasi, dan lainnya. Business player sebagai enabler dengan menghadirkan infrastruktur ICT, Media menjalankan peran sebagai expander, komunitas untuk akselerator, dan pemerintah sebagai regulator. Jika hal ini berjalan dengan baik, maka cita-cita menjadikan 6 juta UMKM melek digital di tahun 2020 menjadi bukan angan-angan.

Bersama Junanto Herdiawan, Kepala Financial technology Office Bank Indonesia

Tulisan yang Disukai Pembaca Millenial

11/12/17
Pasti kita merasa senang , jika tulisan kita bermanfaat bagi orang lain. Betul?

Tulisan merupakan komunikasi verbal, yakni proses penyampaian suatu pesan atau informasi kepada orang lain dengan menggunakan kata-kata. Agar suatu komunikasi menjadi efektif, perlu adanya kesamaan referensi dan pengalaman antara penulis dan pembacanya.


Generasi Millenial adalah pengguna terbesar internet. Generasi ini mengacu pada Generasi Y yakni yang lahir antara tahun 1980 hingga tahun 2000. Pew Research Center dalam riset berjudul Millennials: Confident. Connected. Open to Change menyebutkan Generasi Milenial adalah generasi yang open minded, terhubung dengan orang lain dan berekspresi melalui teknologi dan social media

Jika para content writer atau blogger ingin menarik perhatian para pembacanya yang merupakan Generasi Millenial, KONTEN adalah yang utama perlu diperhatikan. Berikut ini adalah jenis konten yang disukai para pembaca Millenial, seperti yang dijelaskan oleh Silvi Ayudia Noorty,  Editor Hipwee, pembicara dalam acara Arisan Ilmu, Kumpulan Emak-emak Blogger Solo Raya  5 November 2017 .

Arisan Ilmu KEB Solo Raya. Pict : @dunialingga
📌 1. Tulisan yang Ringan

Pembaca Millenial menyukai tulisan yang tidak membuat berpikir terlalu berat. Pesan tulisan langsung dapat diterima tanpa memerlukan analisis mendalam. Meski demikian, pembaca juga menyukai tulisan yang inovatif dan kreatif. Salah satunya dengan penggunaan gambar atau grafis,  yang semakin menguatkan/ memperjelas pesan tulisan.

Pembaca Millenial juga berharap bahwa tulisan yang mereka baca mampu membantu memecahkan permasalahan yang mereka hadapi, tetapi...

📌 2. Tulisan Tidak Menggurui

Penulis tidak menempatkan dirinya menjadi orang yang "sok tahu", sehingga pembaca seolah menjadi "pesakitan yang selalu salah". Pembaca menginginkan sebuah tulisan yang menjadi "teman" mereka. Membantu menemukan jawaban atau kegelisahan yang dihadapi pembaca. Solutif.

Tulisan boleh persuasif, namun sampaikan dengan cara yang menyenangkan.

"Kamu yang jerawatan, pakai produk ini dong! " 

Menjadi pernyataan yang arogan jika dibandingkan dengan 

" Saya rasa, produk ini dapat membantu mengatasi masalah jerawat yang kamu miliki."


📌 3. Emosional dan Familiar

Jika ada kesamaan pengalaman, pembaca akan lebih mudah tertarik. Tulisan-tulisan yang emosional dan dekat dengan pembaca akan mudah diterima oleh pembaca, karena mereka seperti memiliki "rasa" yang sama dengan apa yang dituliskan.

Terlebih lagi, jika penulis menyematkan judul yang "Clik-able" untuk menarik perhatian pembaca, seperti artikel ini.

Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/jodoh-memang-di-tangan-tuhan-tapi-bukankah-menjemputnya-pun-perlu-kamu-lakukan/?ref=terkait_single
Dari judul artikel di atas, pembaca yang memiliki permasalahan dalam pencarian jodoh merasa "terpanggil" untuk membaca cerita/ tulisan yang senasib dengannya.  Mereka para pembaca berharap mendapat dukungan atau jawaban atas rasa yang mereka miliki saat itu.

Di sinilah, tulisan bukan hanya bentuk ekspresi penulis, kan? Di lain pihak, penulis juga harus memperhatikan keinginan dari pembaca yang ingin menemukan tulisan yang ringan menyenangkan namun juga solutif terhadap permasalahan mereka.

Jadi bagaimana, sudah siap untuk ngedraft tulisan hari ini?

Afternoon Tea Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo, Nikmati Berdua dengan Orang Tersayang

11/4/17
Siapa yang dapat menyangkal bahwa senin sampai jumat adalah hari yang menyibukkan. Setiap hari harus melakoni pelbagai peran dengan banyak tanggungjawab. Itu mengapa, ketika sabtu dan minggu tiba, ingin rasanya bersantai sejenak.

Salah satu hal terbaik yang bisa saya usahakan untuk memanjakan diri adalah  mengobrol bersama orang yang kita sayangi, sembari menyeduh teh dan menikmati kudapan manis. Membicarakan soal cita-cita, mengenang kenangan indah yang telah terlewati atau sekedar pembicaraan santai terkait isu terkini.

Ada saatnya juga, saya memilih bersua dengan kawan di akhir pekan. Tertawa bersama, bergoship dan saling bertukar kabar. Suasana semakin hangat dengan secangkir kopi dan menyantap sepotong cake. Dan semuanya akan sempurna saat afternoon.


Barelo Restaurant, tempat dimana saya berada sore itu. Restaurant yang terletak di Lantai 5 Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo ini, memiliki kesan elagance dan mewah dikelilingi dinding kaca yang modern. Spot kesukaan saya tentu saja area outdoor beratapkan langit. Sambil duduk, pandangan saya akan melintasi riuh ramainya Jalan Slamet Riyadi Kota Solo dari ketinggian. 

Saya sedang menikmati Afternoon Tea
Tea (n) a hug in a cup
Afternoon Tea salah satu tradisi yang diperkenalkan di Inggris mulai tahun 1840an yang menjadi jeda antara makan siang dan makan malam. Disaat perut sudah lapar, namun makan malam masih cukup lama, Afternoon Tea biasa dilakukan di pukul 4 sore hingga 7 malam. Makanan yang disajikan seperti sandwich, scone, sweet pastries dan juga cakes.

Awalnya, tradisi ini adalah tradisi kalangan wanita Inggris kelas atas, yang kemudian mulai era Queen Victoria, Afternoon Tea menjadi sebuah acara formal yang dihadiri hingga ratusan orang atau dikenal dengan sebutan Tea Receptions.

Di Inggris saat ini, Afternoon Tea menjadi perayaan  special event seperti ulang tahun, pre wedding atau baby shower party bersama teman-teman.

Afternoon Tea Package dihadirkan pula oleh Swiss Belinn Hotel. Menyajikan pelbagai cake dan pastries seperti bruschetta, bitterballen, brownies, bananacake, donat kentang, spring roll, avocado mousse, dan samosa.
Dengan Rp 70.000/nett, menu ini dapat dinikmati untuk 2 orang, dilengkapi dengan seduhan tea or coffee.

Pilihan kudapan yang disajikan dalam paket Afternoon Tea
Baca Juga : Nasi Campur Ini Enak dan Bikin Kenyang. Wajib Coba!



Coba Juga Pancake & Waffle

Dari Inggris, kita ke Belanda di awal abad ke 17 yang menjadi tempat awal mula pancake dan waffle yang dulu disebut dengan pannekoeken dan stroopwafels. Di zaman Kolonial, pancake biasa disiram dengan labu dan rempah-rempah.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat pancake dan waffle adalah tepung, ragi, gula, garam susu, buttermilk, telur, melted butter dan minyak.

Pancake dan waffle di Barelo Restaurant juga layak dicoba. Ada beberapa topping yang bisa dipilih seperti almond, choco chips, ice cream dan bananas foster. Harganya ? cukup Rp 35.000,-/nett

WAFFLE  topping CARAMEL and CHEESE

PANCAKE topping BANANAS FOSTER

Well, Afternoon Tea ini bisa dibilang Perfect. Rasanya enak semua dan pas dilidah. Wafflenya adalah favorite saya. Rasanya renyah di bagian luar, tapi lembut dan manis di dalam. 

Tidak sabar ingin mencoba?  Menu ini ada di akhir pekan Sabtu dan Minggu pukul 14.00 hingga 18.00.

Afternoon Tea
IDR 70.000/nett untuk 2 orang

Barelo Restoran Hotel Swiss Belinn Saripetojo

Jalan Slamet Riyadi Nomer 437, Surakarta, Jawa Tengah 57147
(Satu kawasan dengan Robinson)



Nasi Campur ala Swiss Belinn Hotel Solo, Seporsi Bikin Kenyang Banget!

Di mana kamu biasanya makan Nasi Campur? Kondangan a.k.a Jagongan! 
Mungkin, saya termasuk orang yang jaran "njajan" Nasi Campur di Solo. Karena di Solo memang tidak semua warung atau resto punya menu ini. Beda dengan soto, yang hampir di tiap ruas jalan besar atau bahkan jalan kampung ada saja penjualnya.


Nasi Campur, Semua Lauk Dicampur

Ya! Nasi Campur memang makanan khas Indonesia. Nasi putih yang dihidangkan dengan berbagai lauk pauk ini pasti menggoda. Yang  asyik dari menu ini adalah, porsi nasinya lebih sedikit dari lauknya. Dan sebagai orang yang makan, kita gak perlu repot-repot ambil lauknya satu per satu, karena semua lauk sudah tersaji dalam 1 piring.


Jika selama ini beranggapan Nasi Campur adalah makanan warteg, wah, bagaimana kalau mencoba  Nasi Campur ala Hotel. Dijamin masalah variasi lauk, cita rasa,  penyajian, dan kebersihannya bikin makan Nasi Campur lebih nikmat.

Saya sudah mencicipi Nasi Campur di Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo. Secara khusus, saya dan rekan diundang oleh manajemen Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo melalui mbak Emma Warnida selaku Public Relations. Dan sekaligus diajak berkenalan dengan jajaran manajemen hotel mulai dari General Manager hingga staff sales.

Nasi Campur ala Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo.

Dalam Paket seharga Rp 55.000++  saya menikmati sepiring Nasi Campur + free Ice Tea.

Nasi Campur ini betul-betul membawa cita rasa Tradisional Indonesia. Dari platingnya saja, nasi dan lauk pauk dihidangkan di atas piring tembikar dengan alas daun pisang. Nasi putih dibentuk kerucut dengan hiasan daun pisang dengan bentuk kerucut pula.

Dalam satu porsi Nasi Campur, ada banyak lauk Nusantara yang menggugah selera makan saya.
Apa saja ?



Urap kuning khas Banyuwangi ✔️
Telur dadar rawis ✔️
Perkedel yang diadopsi dari sesajian hidangan khas Mangkunegaran ✔️
Telur balado ✔️
Pepes ikan dori ✔️
Ayam goreng Kalasan ✔️
Sate lilit ayam dengan serai ✔️
Rendang sapi cita rasa Sumatera ✔️

Ada 2 jenis sambal yang dihidangkan, yakni 
Sambal matah khas Bali ✔️
Sambal terasi✔️
Bagaimana lengkap banget kan?

Jujur saja, porsinya bener bikin saya kenyang. Jadi, dengan lauk sebanyak itu, berasa makan besar, semua tersaji dalam 1 piring.

In My Humble Opinion as Wong Solo Asli, saya ingin ada  1 lauk yang rasanya manis.  Karena, dominan rasa lauk yang disajikan lebih banyak gurihnya. Dan sepertinya dengan tambahan krupuk udang, bakal lebih sempurna.


But, dari seluruh lauk di Nasi Campur  Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo ini, saya paling suka urap dan pepes ikan dorinya. Ini pertama kalinya saya menyantap pepes ikan dori. Dan rasanya, enak!

Jadi untuk menyantap Nasi Campur, bisa langsung ke Barelo Restaurant yang ada di Lantai 5 Swiss Belinn Hotel, mulai pukul 10.00 hingga 15.00. 

Nasi Campur + free Ice Tea
IDR 55.000,-++

Barelo Restoran Swiss Belinn Saripetojo Hotel  Solo
Jalan Slamet Riyadi Nomer 437, Surakarta, Jawa Tengah 57147
(Satu kawasan dengan Robinson)


Workshop Storytelling dan Transformasi Konflik, Berani Hargai Perbedaan!

CERITA (Community Empowerment in Raising Inclusivity and Trust through Technology ) yang digagas oleh Habibie Center, adalah sebuah workshop yang menyinergikan kemampuan storytelling dan transformasi konflik untuk membangun inklusivitas. Inklusivitas adalah sudut pandang positif terhadap berbagai keberagaman dan perbedaan. Belajar menggunakan sudut pandang orang lain dalam melihat dan menganalisis permasalahan.



Workshop ini mengajak para anak muda dari berbagai latar belakang untuk saling berdiskusi dan bercerita mengenai kerukunan dan keberagaman yang mereka miliki

Saya sebagai Duta Cerita Solo dibantu Mas Andy Hermawan, Duta Cerita Jogja berkesempatan untuk bertemu beberapa kawan baru. Selama 8 jam, kami berdua berbagi bagaimana berlatih menjadi storyteller yang baik.


Mengapa Storytelling?

Storytelling pada dasarnya adalah sebuah bentuk penyampaian pesan. Pesan dalam konteks ini adalah suatu cerita, kisah mengenai suatu hal yang menarik. Seorang storyteller tidak hanya dituntut memiliki kemampuan public speaking yang baik. Namun, juga kreatif dalam membangun cerita, sehingga makna, pesan atau amanah dari cerita yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

Bersama Mas Andy memberi materi teknik bercerita yang baik
Saat ini, kami menyadari atau mungkin kita, bahwa kemajuan teknologi membawa sebuah dampak yang tidak selalu positif. Akses informasi yang begitu mudah melalui internet, ternyata tidak selalu menyediakan informasi yang benar. Hasilnya, berbagai berita bohong dapat tersebar dengan luas.

Parahnya, informasi hoax ternyata mampu memecah belah persatuan. Keenganan orang untuk menyaring dan mencari kebenaran atau dalam istilah agama islam juga disebut "tabayyun", menyebabkan orang mudah dihasut bahkan adu domba.
When people are overloaded with new information, they tend to rely on less-than-ideal coping mechanisms to distinguish good from bad, and end up privileging popularity over quality, the study suggests. It’s this lethal combination of data saturation and short, stretched attention spans that can enable fake news to spread so effectively. (Qiu, Xiaoyan.,et al. 2017. Limited Individual Attention and Online Virality of Low Quality Information. Nature Human Behavior Journal)
Dengan workshop CERITA ini, kami berusaha mengajak sebanyak mungkin anak muda atau mereka yang peduli untuk menyadari bahwa perbedaan yang ada di Indonesia saat ini, baik itu agama, budaya, ras, suku, golongan bahkan bentuk fisik adalah sebuah keniscayaan yang memang sudah digariskan yang Di Atas. Oleh karena itu, dengan menyadari keberagaman Indonesia kita tidak akan lupa untuk saling bertoleransi, hidup rukun agar tercipta kehidupan berbangsa yang aman, selaras dan sejahtera.
Unity in Diversity
Mendengar Cerita 

Di luar kewajiban sebagai trainer, workshop ini justru memberikan feed back bagi diri saya sendiri. Saya belajar untuk mendengarkan. Mendengarkan cerita dengan berbagai latar belakang. Ada yang sedih, ada yang lucu, namun semua menginspirasi. 

Para peserta saling berdiskusi dengan berbagai topik menarik
Dari cerita kawan-kawan,saya memahami bahwa setiap orang memiliki konfliknya masing-masing. Namun, untuk dapat melangkah maju selain berpegang teguh pada prinsip masing-masing, kita harus terus menjaga harmoni dengan lingkungan kita berada baik alam, makhluk hidup lainnya maupun sesama manusia.


Ramen Pizza dari The Sunan Hotel Solo, Satu Gigit Nagih Lagi

11/3/17
Saat ini semakin banyak masyarakat yang penasaran dengan fusion food. Mereka yang khususnya anak muda, sering kali ingin tahu bagaimana cita rasa hidangan hasil perpaduan tradisi masakan antar negara itu.


Ceruk inilah yang kemudian dilirik juga oleh The Sunan Hotel Solo, dengan berinovasi menggabungkan masakan khas Jepang dan Italia.


Apakah kamu penggemar Ramen? Mie kuah ini ternyata berasal dari Cina. Meski demikian, Ramen lebih terkenal di Jepang. Bahkan di Jepang terdapat Museum Ramen Shin-Yokohama.

Ketika musim hujan tiba, saya sering menjatuhkan pilihan untuk menyantap Ramen. Menikmati gurihnya kaldu, berpadu dengan mie dan aneka topping di atasnya. Lezat!

Sama seperti Ramen, Italia juga punya makanan khas yakni Pizza. Jika menelisik sejarah, Pizza ini katanya berasal dari Mesir dan Yunani. Namun, bentuk roti bundar pipih dengan aneka topping ini memang menjadi populer di Italia.

The Sunan Hotel mencoba untuk memadukan Ramen dan Pizza sehingga terwujudlah Ramen Pizza.


Executive Sous Chef The Sunan Hotel Solo, Boedi Prasetyo mengkreasikan mie Ramen dengan menjadikannya sebagai "roti" untuk Pizza. Jadi, rotinya ya mie itu tadi. Selanjutnya tinggal di tambahkan beberapa topping pizza seperti beef, chicken, sosis, mushroom, dan mozarella.

Ada banyak varian yang bisa dicoba, seperti meat lover, seafood, cheese melt, vegetable, fresh fruit pizza dan pizza rendang.

Jika kamu ingin mencobanya, seporsi Ramen Pizza berukuran diameter 20 cm ini bisa dipotong menjadi 6 slice. Harganya cukup terjangkau Rp 50.000,- dan bisa langsung dinikmati di Nerendra Restaurant pukul 13.00 - 21.00 WIB

Well, Ramen Pizza ini rasanya enak. Gak seberat Pizza roti, yang mana biasanya 2 slice aja sudah bikin kenyang. Saus, topping, mozarella menyatu sempurna. Jadi setiap gigitan manis, gurih, segarnya tomat dan paprika semua terasa.

Meat Ramen Pizza

Vegetable Ramen Pizza

Varian khusus vegetarian.
Fruity Ramen Pizza
Menu dessert yang memadukan Ramen dan segarnya buah-buahan

Narendra Restaurant
The Sunan Hotel Solo
Jl. Ahmad Yani No. 40, Solo, Kerten, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57143


Beauty Haul Purbasari [Part 2], Yakin Nggak Pengen Coba Facial Scrubnya?

11/1/17
Jika ditanya produk make up apa yang paling sering saya pakai di tahun ini, jawabnnya tentu adalah Purbasari. Bagaimana tidak, beberapa kali saya beruntung untuk mencoba berbagai produknya secara cuma-cuma. Dan beberapa diantaranya kesukaan saya.


Setelah beberapa waktu lalu memenangkan Purbasari Photo Challlenge ini, akhirnya sampai juga sepaket makeup Purbasari di tangan saya. Dan, well, saatnya untuk mereview dan menunjukkan mana saja yang menjadi kesukaan saya.


1. Lulur Wajah Facial Scrub

Di buka dengan salah satu produk yang saya suka. Banget! Pertama lihat sih, gak terlalu menggoda. Tapi setelah pake saya malah jadi suka. Kemasan standart tube seperti facial foam kebanyakan, dengan dominasi warna biru dan putih.

Lulur wajah ini memadukan ekstak ketimun dan beras. Butiran scrubnya lembut. Dan punya efek menyegarkan setelah pemakaian. Facial scrub ini juga membantu memutihkan wajah munurut informasi di belakang kemasan.

Sebenarnya facial scrub ini untuk normal skin sih. Cuma sejauh ini, di wajah saya yang kulitnya cenderung berminyak, oke-oke saja.


2. Handbody Lotion Olive Oil

Teksturnya cepat meresap dikulit jadi nggak bikin lengket. Handbody ini diperkaya dengan olive oil, vitamin E dan tabir surya untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Untuk wanginya yang mungkin saya agak kurang suka. Saya sering menemukan wangi sejenis "hampir mirip" seperti wangi handbody yang berharga 3000an yang dipakai embak-embak. :)

3. Two Way Cake

Varian yang saya dapatkan adalah nomor 03 Light Beige. By the way, saya adalah pengguna two way cake garis keras. Kalo nggak pake two way cake berasa bukan bedak.

Jadi ketika pertama kali coba two way cake Purbasari, entah kenapa langsung suka. Kebetulan tone warnanya sesuai dengan warna kulit saya. Coveragenya juga bagus. Jadi kalau lagi malas, biasanya setelah pakai pelembab langsung deh ditumpuk sama bedak ini. Udah nampol dan oil controlnya juga bagus.


4. Liptick Color Matte No 95

Nambah lagi satu koleksi Liptick Matte Purbasari yang saya miliki. Untuk No 95 ini warnanya pink. Mungkin buat kamu yang lebih suka warna nude, warna ini lumayan ngejreng di bibir. But, No 95 ini memang memberi  efek instan wajah jadi kelihatan lebih segar lho..

5. Eyebrow dan Eyeliner Pencil

Keduanya berwarna hitam. Untuk pensil alisnya, saya merasa agak keras pensilnya. Tapi, dia punya warna lumayan pigmented, jadi nggak perlu ulas beberapa kali untuk bikin alis tebal.

Kalau eyelinernya, pensilnya lumayan lembut. Sering saya pakai ketika di rumah untuk membingkai kelopak mata supaya lebih lebar. Kalau di luar rumah, saya lebih suka eyeliner cair yang lebih waterproof.

6. Kanna

Saya baru beberapa kali memakai Kanna, jadi efek memutihkannya belum kelihatan. Nah buat kamu yang belum tahu Kanna itu apa, Kanna adalah krim yang membantu mengatasi bagian kulit tubuh yang kering dan kasar seperti siku dan lutut serta telapak kaki yang pecah-pecah. Kanna mengandung protein gandum alami, yang membantu melembabkan kulit.

Mama saya sih suka banget pakai Kanna, terutama ketika telapak kakinya pecah-pecah di saat cuaca panas dan musim kemarau.

Total saya mendaptkan 7 produk Purbasari dan sudah mencoba semuanya. Yang paling saya suka? Lulur Wajah Facial Scrub dan Two Way Cake-nya !!

Saya rasa Purbasari memang salah satu produk lokal yang bagus dan harganya terjangkau. Jadi tertarik buat nyoba nggak??

Ide Bisnis Berasaskan Generosity, Cari Laba Sekaligus Cari Pahala

10/31/17
Pernah nggak mengalami situasi seperti ini
Hati merasa bahagia, setelah memberikan barang atau kado kepada orang lain
Ya, hal ini seperti sebuah keajaiban. Ada perasaan bahagia di relung hati terdalam ketika kita mampu memberikan sesuatu kepada orang lain. 

Apakah ini hanya kesan sentimentil semata? Ternyata tidak! Berbagai penelitian mengungkapkan, bahwa memberi memberikan efek bahagia. 


Generosity adalah Harfiah Manusia

Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain. Berbagi dengan orang lain seperti makanan, barang, pengetahuan dan lain sebagainya membawa manusia untuk membangun kehidupan yang selaras. Charless Darwin, dalam penelitiannya mengungkapkan
“Communities, which included the greatest number of the most sympathetic members, would flourish best”.
Intinya, generosity atau kemurahan hatilah yang membawa manusia untuk bertahan hidup. Jika manusia bertahan dengan sikap egois, menolak untuk saling berbagi, mungkin manusia telah punah sejak dahulu kala.

Memberi Membuat Happy

Siapa sangka, ketika kita berbagi dengan orang lain, tubuh melepaskan hormon endorphin atau yang biasa dikenal dengan hormon cinta.

Saya ingat, ketika saya memberikan hadiah kecil pada teman. Kemudian ia membuka kotak hadiah tersebut di depan saya, yang kemudian secara refleks tersungging senyum lebar di wajahnya. Hal tersebut spontan membuat jantung saya berdebar-debar. Sayapun kemudian ikut tersenyum, melihat ekspresi teman saya yang bahagia. 

Begitu pula ketika saya memberikan mainan baru untuk anak. Ketika dia membuka bungkusnya, anak saya kaget kemudian dia teriak "Hore..mainanku baru...". Langsung saja menyelinap rasa haru dan senang di dalam hati. Saya turut bahagia.

Memberi Sebagai Sebuah Kebudayaan

Memberi dengan niat bersedekah memiliki arti ibadah. Bukan hanya nilai kebaikan tetapi bila kita ikhlas, Tuhan akan mengganjarnya dengan pahala.

Beruntungnya, banyak perayaan juga hari besar di rayakan umat manusia di dunia. Berbagai perayaan agama, selebrasi hari jadi, ulang tahun, pernikahan , atau mungkin tradisi-tradisi budaya lainnya yang memungkinkan masyarakat untuk saling berbagi.Maka, kesempatan untuk meberikan sesuatu kepada orang lain, salah satunya berupa hadiah/kado/gift, terbuka lebar. 

Namun, sayangnya tidak semua orang memiliki effort yang besar untuk melakukan hal tersebut. Entah karena sibuk, tidak ada waktu atau malas mencari barang yang cocok, tidak sedikit orang kemudian enggan memberi kado kepada orang lain. Bukan karena pelit atau malas mengeluarkan uang.

Mendukung Generosity

Untuk mendukung orang bermurah hati pada orang lain, salah satunya dengan memberikan hadiah/kado, saya memiliki ide bisnis yakni membangun e-commerce, sebuah digital platform yang memberikan kemudahan untuk memberikan kado atau hadiah kepada orang lain. 

Customer create their own personal gift,
1. Membeli produk yang diinginkan ✔️
2. ‎Memilih kotak atau bungkus kado sesuai yang diinginkan ✔️
3. ‎Memodifikasi /menentukan ucapan selamat/ greeting ✔️
4. ‎Mendapatkan kemudahan dalam membayar seluruh personal gift yang dibuat,
melalui transaksi online ✔️
5. ‎Tanpa perlu repot, personal gift tersebut dikirim kepada penerima. ✔️
6. ‎Mendapatkan notifikasi jika gift sudah diterima oleh si penerima. ✔️


Simulasi Transaksi Melalui E-commerce I GIFT YOU

1. Pembeli memilih barang yang akan dijadikan kado
2. Pembeli memilik pembungkus kado baik berupa box, kardus, acrylic dan sebagainya
3. Pembeli memilih kertas pembungkus kado
4. Pembeli melakukan custom kartu ucapan
5. Setelah pengisian data, pembeli melakukan pembayar
6. Setelah dilakukan pengecekan pembayaran, pesanan pembeli disiapkan, kemudian kado dikirim ke penerima
7. Setelah penerima menerima kado, penerima dapat melakukan selfie dengan kado tersebut
8. Foto selfie dari penerima menjadi notifikasi untuk pembeli bahwa kado telah diterima dengan baik
9. Hadiah tambahan bagi penerima yang telah melakukan selfie, mendapat pulsa 5.000-25.000

The Business of Generosity

Saya melihat, bisnis ini memiliki peluang yang baik untuk dijalankan. Berikut ini adalah analisis SWOT yakni perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari sebuah ide bisnis yang saya beri nama
-I GIFT YOU-


Ide bisnis ini masih sangat sederhana, dan perlu dijabarkan lebih detail. Banyak tantangan yang perlu dianalisis lebih dalam, sembari mengukur resource yang dimiliki.

Bagi saya yang sudah beberapa kali menjalankan bisnis, bisnis online memerlukan ketelatenan yang luar biasa. Bukan sekedar bagaimana memanfaatkan teknologi informasi, namun juga memanajemen sumber daya manusia yang terlibat, menjalin komunikasi terhadap seluruh aspek value chain, hingga menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan. 

Jika kamu memiliki inovasi bisnis lainnya yang ingin kamu wujudkan, jangan ragu untuk menuliskan juga dan menyertakannya dalam Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC.)





Dinasty Smart Hotel Solo, Hotel Murah Fasilitas Lengkap

10/27/17
Jumat siang minggu lalu, saya bersama suami dan si kecil menghabiskan waktu di sebuah hotel. Staycation ini memang sengaja disisipkan diantara weekday yang lumayan padat dan weekend yang padat banget. Cuma kali ini, memang saya memilih hotel di Kota Solo saja.



Meski tidak berpindah kota ternyata kami punya beberapa checklist  yang harus dipenuhi.

1. Di tengah kota ✔️
2. Akses tempat makan mudah ✔️
3. Dapat sarapan gratis ✔️
4. Ada kolam renang ✔️
5. Dan harga di bawah 300 ribu :) ✔️

Nah, poin yang kelima itu yang bikin geli. Karena jarang banget sih hotel dengan kolam renang harga di bawah 300 ribuan.

Untungnya saya ingat salah satu teman blogger (mysukmana.info) pernah menyarankan hotel ini. Dinasty Smart Hotel Solo.

Setelah cek traveloka dan telpon langsung receptionist, kami mendapatkan kamar termurah di harga 250 ribu rupiah. YEY!

Akhirnya, meski nggak booking duluan, kami nekat langsung menuju lokasi.

🏨 Lokasi dan Parking Area

Lokasinya mudah sekali di temukan, karena memang terletak di tengah kota dan dipinggir jalan besar. Nggak masuk gang kecil gitu. Dekat juga dengan terminal Tirtonadi, dan masih masuk area Manahan. Pakai Google Maps bakal aman terkendali.


Ketika sampai lokasi, sudah langsung kelihatan desain luarnya yang dominan warna merah. Sebuah papan LED bertuliskan, harga room start from 250 ribu ternyata sudah termasuk fasilitas fitness
"Wah, asyik nih ", batin saya.

Area parkir lumayan. Meski tidak bisa dibilang luas juga. Mungkin cukup untuk sekitar 6-8 mobil. Area parkir terletak pas di depan hotel, tanpa ada gerbang masuk atau pagar. Area parkir motor juga di tempat yang sama. Tapi ada pos satpam dan satpamnya yang menjaga.

Lobi hotel dua lantai ini tidak terlalu besar. Ketika masuk, langsung disambut meja receptionist. Disampingnya ada 2 sofa besar dengan beberapa surat kabar tersedia.


🏨 Fasilitas Kamar

Dengan harga Rp 250.000,- kami mendapat Standart Room dengan King Size Bed. Untung bukan twin bed, supaya si kecil bisa bobok di tengah antara saya dan suami.

Pertama kali memasuki kamar, langsung tercium bau lembabnya.  Kemudian kami mulai memeriksa area kamar mandi dan tempat tidur.




Fasilitas di kamar bisa dibilang standar. Kasur,  2 bantal dan selimut. Ada 2 air mineral dan 2 gelas disiapkan.

Di kamar mandi ada 2 handuk. Untuk toiletries ternyata tidak disediakan. Untung saya selalu bawa sikat dan pasta gigi di tas. Dispenser sabun dan shampoo ada. Tapi isinya ternyata juga hampir habis. Jadi saya memilih memakai sabun dan shampoo yang saya bawa sendiri.

🏊 Kolam Renang dan Fitness Area

Well, keluarga saya memang paling hobi soal berenang. Bahkan si kecil sudah siap dengan pelampungnya. Kolam renang terletak di bagian belakang hotel dan teduh oleh beberapa pepohonan. Untuk ukuran kolam cukup lah untuk berolah raga yakni 10 x 5m dan bersih.



Baca Juga : Tips Mengajak Balita Berenang




Untuk Fitness area ada di lantai 2. Ruangannya tidak terlalu besar dan hanya ada 3 buah alat olah raga. Cukup untuk mengisi waktu luang.

🍲 Sarapan

Restauran terletak didekat kolam renang. Tempatnya tidak terlalu besar. Menu sarapan sendiri tidak buffet. Menu yang kami dapatkan hari itu nasi goreng dengan telor ceplok. Di tambah 2 potong tahu, mentimun dan kerupuk.

Untuk minuman bisa memilih teh atau kopi. Juga roti tawar dengan selai. Nah, untuk minuman, roti, dan buah pengunjung bebas mengambil porsinya.

👨 Karyawan dan staff

Karyawan dan staf baik. Saya sempat mengalami pintu kamar mandi yang tidak bisa dibuka. Untungnya, segera diatasi dengan cepat dan tanggap.

✔️ Fasilitas Lainnya

Wifi di hotel ini kencang. Terlebih saat malam hari, saya berhasil mengupdate beberapa aplikasi handphone dengan cukup cepat.

Saluran TV berlangganan juga lengkap. 

✔️ Performance

Hotel budget dengan harga yang sangat kompetitif ini memiliki fasilitasyang lengkap yakni kolam renang, sarapan dan  fitness.  Mungkin susah ditemukan padanannya di kota ini.

Sejak awal, kami memang tidak terlalu memiliki ekspektasi yang tinggi. Ada beberapa poin yang menjadi catatan. Salah satu yang harus digaris bawahi adalah masalah kebersihan. Khususnya di kamar. Kami sempat menemukan 2 kecoa memasuki wadah makanan yang terbuka. Hal ini cukup mengganggu, karena kami terpaksa membuang 1 wadah penuh makanan karena jijik.

Meski demikian, hotel ini lebih dari lumayan. Khususnya bagi wisatawan yang memang hanya ingin datang untuk menginap dan beristirahat. Failitas yang disediakan lebih dari cukup.

Penilaian
Dinasty Smart Hotel Solo  [7,0]

Jl. MT Haryono No.80, Manahan, Banjarsari,
Kota Surakarta, Jawa Tengah 57139
Phone: (0271) 718000


Menurunkan Bounce Rate Blog

10/25/17
Hasil obrolan dengan seorang kawan, yang juga berprofesi sebagai website developer, membuat saya jadi sibuk mempelajari Google Analytic. Salah satu bahasan kami yang menarik sore itu adalah 
"Mengapa bounce rate bisa tinggi? Memangnya salah ya jika bounce rate tinggi"



Ya, Google Analytic menjadi salah satu tools  dalam melihat blog performance . Salah satu item data yang diperlihatkan adalah bounce rate. Bounce rate adalah ukuran/ persentase seberapa banyak pengunjung blog (visitor) meninggalkan blog kita setelah membuka 1 halaman saja. Misalnya pada halaman "home" saja, atau pada 1 artikel saja. Semakin tinggi bounce rate, hal ini berarti semakin tinggi pula tingakat visitor meninggalkan blog kita.

Mengapa perlu mereduksi (mengurangi ) bounce rate?

Ada situasi dimana, pengunjung sudah puas hanya dengan membaca sebuah artikel. Tanpa ingin melihat artikel lain, reader tersebut langsung meninggalkan blog kita.
Contoh  : Saya sedang mencari tools untuk import pdf ke word. Kemudian saya menemukan sebuah artikel pada blog/website yang menjelaskana dan memberikan tutorial mengenai permasalahan tersebut. Setelah membaca, saya langsung meninggalkan blognya, tanpa membuka artikel atau halaman lain.
Sebagai blogger, ketika tulisan kita bermanfaat untuk orang lain, mungkin hal tersebut sudah cukup. 

Tapi, bukankah kita juga ingin pembaca membaca artikel lainnya? Kemudian, pembaca juga  menuliskan komentarnya, subscribe dan membagi artikel tersebut ke sosial media yang mereka miliki. Itu mengapa, tidak ada yang salah jika ingin membangun blog yang kita miliki menjadi lebih baik. In short, you want to improve your bounce rate, because it’s actually a sound measure of your blog’s success

Jika demikian, bounce rate menjadi ukuran seberapa tinggi kita meraih dan beinteraksi dengan pembaca. Dan sekaligus menjadi ukuran seberapa "sehat" blog yang kita miliki.

So,  we need people to click around. 

Mengapa bounce rate blog tinggi? Bagaimana cara mengatasinya?

Hasil belajar dan mencoba mencari beberapa referensi saya coba tuliskan di sini. Meski rendahnya bounce rate tidak selalu menjadi ukuran, namun paling tidak hal ini menjadi perhatian agar blog menjadi lebih baik dan nyaman bagi pembaca.

1. Judul artikel yang tidak menarik dan tidak mendeskripsikan isinya.

Artikel yang ditawarkan tidak menarik perhatian pembaca. Kita dapat mempelajari Google Trends untuk melihat keyword yang popular di cari visitor.

Kita juga dapat mempelajari Click Bait, judul-judul artikel yang menggoda pengunjung untuk mengkliknya. Seperti Ini Profesi Keren, Kerjanya Gampang. Emak-emak Harus Coba! 

2. Terlalu banyak warna

Beberapa pembaca tidak terlalu menyukai banyak warna pada blog dan tulisan. Hal ini bersifat subyektif memang, karena beberapa blog lain memang sengaja memasang font berwarna-warni sebagai diferensiasi dan menarik perhatian pembaca.

Hanya saja, seperti saya, pilihan warna monokrom lebih membuat mata saya nyamana untuk berlama lama membaca artikel di layar.

3. Pembaca masuk di blog yang salah

Sering kali ketika mencari "sesuatu" di google justru membawa kita mengunjungi blog yang tidak tepat. Entah tidak sesuai dengan yang kita cari, entah ternyata cuma iklan, atau artikelnya kurang menarik dan lain sebagainya.

4. No related content links

Sematkan link artikel menarik lainnya pada tulisan kita. Misalnya seperti ini ;

Baca Juga : Membaca Kepribadian dari Foto Instagram

5. Tidak ada grafis yang mendukung

Terutama ketika membaca artikel tutorial, namun tidak ada grafis yang mendukung. Hal tersebut membuat pembaca bosan dan memilih untuk mencari artikel di blog lain yang lebih lengkap. 

Jadi berikan grafis yang mendukung agar semakin memperjelas isi artikel.

6. Tidak ada tombol yang dibutuhkan

Pasang tombol share atau kolom komentar yang user friendly sehingga ketika pembaca ingin "action" mereka menemukan apa yang dibutuhkan.

7. Font sulit di baca

Tidak semua font tulisan nyaman untuk dibaca. Font yang bagus secara desain belum tentu nyaman di mata pembaca, terlebih ketika dibaca melalui layar bukan versi cetak. Saya sampai harus bolak-balik ganti font di blog ini untuk mencari font yang tepat di mata saya. Mengesampingkan nilai grafis lebih ke asas manfaat dan kenyamanan.

8. Pembaca menemukan typo

Terlebih di judul atau di awal artikel yang membuat pembaca langsung "ilfil' dan memilih pergi. 

Typo ini salah satu kendala yang saya hadapi, meski sudah bolak-balik cek, pasti ada aja yang salah. :) Jadi sudah menemukan typo di tulisan ini? Jika berkenan, bisa mengoreksi di kolom komentar. Akan saya perbaiki :)

9. Header yang berantakan

Siapa sangka, header menjadi bagian dari "first impression" pembaca blog. Jadi, sebelum mengizinkan pembaca berselancar lebih jauh di blog, header seolah sebagai ucapan selamat datang untuk para pengunjung yang sekaligus memberikan identitas blog tersebut. 

Tips dan trik mengenai header ini cukup banyak, mungkin saya akan mencari referensi lebih lanjut dan menuliskannya di artikel yang lain.

10. Menemukan link yang tidak bisa di "klik"

Salah satu contoh kasusnya, blog yang saya datangi menyematkan halaman -about me- . Sayangnya ketika di klik ternyata tidak bisa. Padahal saya tertarik untuk mencari tahu sang penulis lebih lanjut. Hal ini, membuat saya menjadi tidak tertarik untuk mengklik bagian blog lainnya. Rasanya mungkin seperti di PHP

Saya rasa masih banyak hal, yang membuat pembaca meninggalkan blog kita tanpa membuka artikel atau halaman lain. Pasti akan lebih menyenangkan, jika kamu menuliskan di kolom komentar, sesuai pengalamanmu sendiri, sehingga menjadi masukan untuk pembaca lainnya.



Auto Post Signature