Neutrogena Ultra Sheer Dry-Touch Sunscreen SPF 50 (PA+++)

13.1.18
Saya masih rajin membaca blog para Beauty Blogger dalam dan luar negeri. Dan salah satu postingan favorite yakni skin routine yang mereka lakukan.

Salah satu pernyataan seragam dari para beauty expert tersebut adalah mengenai penggunaan sunscreen. Ya, semua mengatakan bahwa penggunaan sunscreen/ sunblock itu maha penting.


Memang efeknya tidak langsung terasa. Namun, menggunakan suncreen terutama ketika di luar ruangan akan memproteksi kulit dari paparan sinar matahari yang jahat. Seperti yang kita ketahui, bahwa sinar UVA dan UVB memberikan dampak pada kerusakan kulit. Salah satunya, membuat kulit mudah teriritasi, kusam bahkan menyebabkan penuan dini. Siapa coba yang ngga takut.
High doses of UV radiation kill most of the skin cells in the upper skin layer, and cells that are not killed get damaged. In its mildest form, sunburn consists of a reddening of the skin called erythema. This appears shortly after UV radiation exposure and reaches a maximum intensity between 8 and 24 hours. It then fades over the course of a few days. However, a strong sunburn may cause the skin to blister and peel, which is not only painful but also leaves the very white and new skin underneath unprotected and even more prone to UV damage. (www.who.int)

Awalnya, saya cuma pakai moisturizer yang ada kandungan SPFnya. Tapi ternyata, itu belum cukup, dan tetap harus menggunakan tabir surya. Setelah memakai sunscreen pun kita nggak bisa juga sembarangan, berpanas-panasan di siang yang terik. Kandungan SPF yang rendah juga mengharuskan kita rajin mengaplikasikannya berulang-ulang.

Akhirnya, mau tidak mau saya ikut terpengaruh juga mulai rajin memakai sunscreen

Tetapi mencari sunscreen yang cocok ternyata tidak mudah. Apalagi kulit saya cenderung beminyak. Penggunaan sunscreen sering kali membuat wajah saya semakin terlihat berminyak.

Belum lagi, kandungan kimia pada sunscreen juga rentan bagi pemilik kulit sensitif. Jadi tidak heran, kalau saya harus trial error mencoba beberapa sunscreen hingga akhirnya menemukan sunscreen yang cocok suntuk kulit berminyak sekaligus untuk kulit sensitif.
Dan produk terakhir yang sukses bikin saya happy adalah Neutrogena Ultra Sheer Dry-touch Sunscreen SPF 50 (PA+++)


Packaging

Neutrogena ini berbentuk tube yang lumayan besar dan sedikit bulky, menurut saya. Jadi secara kemasan  dia mirip banget dengan facial foam. Tapi lumayan jugalah, kalau isinya ternyata banyak jadi bisa lebih awet dalam menggunakannya.

Tekstur dan Formula

Neutrogena ini memiliki tekstur yang lumayan pekat dengan warna putih susu. Meski begitu, ternyata ketika diaplikasikan ke wajah, sunscreen ini cepat sekali meresap dikulit dan terasa ringan.


Untuk efek oilynya bisa dibilang nggak terlalu kelihatan. Biasanya langsung saya tumpuk di atasnya BB Cushion dan setting powder. Sampai dengan 2 jam wajah masih bebas kilap (kecuali kalau memang lagi panas-panasan)

Neutrogena Sunscreen ini masuk dalam golongan chemical sunscreen. Seperti yang kamu tahu, chemical suncreen memiliki UV filter kimia yang meresap ke kulit. Kandungan ini kemudian menyerap sinar matahari -melalui serangkaian reaksi kimia- mengubahnya menjadi panas dan memantulkannya kembali ke atmosfer

Informasi ingredients di belakang kemasan
Baca Juga : Sunscreen dari H2 Health & Happiness

Performance

Pertama kali mencium baunya, saya langsung jatuh cinta. Sunscreen ini punya wangi seperti facial foam juga. Tapi tenang, buat yang nggak suka produk dengan pewangi, setelah diaplikasikan ke kulit wanginya tidak akan tercium lagi.

Pertama di oleskan ke kulit, dia akan telihat putih beberapa saat. Namun, akan segera hilang karena meresap cepat ke kulit.

Yang saya suka dari Neutrogena sunscreen ini yakni dia waterproof dan sweatproof. Jadi, lumayan aman, tanpa harus sering-sering mengulang mengaplikasikan ke wajah.

Seperti chemnical sunscren kebanyakan, sebaiknya aplikasikan sunscreen ini 15-30 sebelum terpapar sinar matahari. Dan selanjutnya bisa diaplikasikan ulang tiap 2-3 jam.

Sejauh ini, Neutrogena Sunscreen ini adalah yang terbaik yang pernah saya pakai. Apalagi untuk kulit saya sensitif, produk ini tidak menimbulkan iritasi sama sekali.

Product's verdict

+ Ringan, tidak lengket, tidak bikin oily
+ Tidak menimbulkan iritasi kulit
+ Harga masih cukup terjangkau. Saya beli Rp 200.000,-
+ Bisa dipakai untuk wajah dan tubuh

- Susah mendapatkannya.  Saya beli di tokopedia, itupun susah mendapatkan produk yang ready stock.

Repurchase? YES! Ini Sunscreen terbaik yang sudah saya temukan.

Jogja Cushy Cheese dari Ria Ricis

6.1.18
The Secret Ingredient is always CHEESE
Saya suka sekali segala sesuatu tentang keju. Tidak perlu heran jika saya lebih memilih mengunyah keju cheddar dari pada sepotong coklat. Keju yang lumer di mulut adalah hal yang tidak bisa saya tolak. Kamu suka keju juga? Say Cheese...


Kemarin saya sedang ingin memakan Japanese Cheese Cake, sponge cake yang lembut dan halus di lidah. Biasanya, saya harus order dulu sekitar 1 minggu untuk menikmati Japanese Cheese Cake di toko roti langganan, karena tidak ada yang ready stock.

Nah, tiba-tiba saja, ada salah seorang teman yang membuka jasa titip beli roti kekinian karena dia sedang ada di Jogja. Tidak ragu, sekalian saja saya titip beli Japanese Cheese Cake ala Ria Ricis yang outletnya ada di Jogja juga namanya
Jogja Cushy Cheese.

Apa  Jogja Cushy Cheese ? 
( baca :  Ku:Shi Cheese)

Setelah hadir Surabaya Patata hasil kolaborasi dengan kakaknya Oki Setiana Dewi, kini Ria Ricis juga punya Jogja Cushy Cheese.  Cake Ria Ricis ini praktis menambah daftar cake artis di Kota Gudeg menyusul Dude Harlino dengan Jogja Scrummy, Zaskia Adya Mecca dengan Mamahke Jogja, dan juga Syahrini yang menawarkan Bakpia Princess Cake.

Selebgram dan youtuber yang demen banget dengan mainan Squishy ini memang sengaja membawa tren Japanese Cake ke masyarakat Jogja, dan sekaligus menjadi diferensiasi dengan cake lain yang sudah ada.

Jogja Cushy Cheese yang mengsusung tagline "Manisnya Kebaikan" ini punya beberapa varian rasa seperti, 

Bluberia (bluberi) ✔️
CarameloNut (kacang karamel) ✔️
Ohricis (original) ✔️
Cokelet (coklat) ✔️
Ria Miss U (tiramizu) ✔️
Cas Cheese Cus (keju) ✔️


Dari 6 varian di atas, saya baru coba varian Cas Cheese Cus (Keju). Meski namanya Jogja Cushy Cheese, varian yang saya makan ini memang rasa kejunya lebih dominan. 

Seperti apa reviewnya?

Di bawah ini ⬇️

Jogja Cushy Cheese ini bentuknya persegi panjang. Cake ini dibungkus dengan box terbuat dari cardboard tebal. Wadahnya ini sebenarnya lumayan slim, jika dibandingkan dengan cake lain yang punya box berbentuk persegi. Jadi, mungkin bisa lebih comfortable ketika dibawa jika pada box ini ada pegangannya juga sehingga gampang ditenteng tanpa dimasukkan ke dalam plastik.



Dibagian box ada beberapa informasi yang tertulis di sana. Seperti nama varian, komposisi, daftar social media, dan juga alamat outlet.

Cas Cheese Cus

Kalau diperhatikan cake ini punya empat layer. Bagian paling bawah ada lapisan tipis (saya kurang tau namanya apa) seperti butter tapi lebih bertekstur. Agak mirip crust tapi lebih lembut. Untuk rasanya, saya mengecap rasa keju, sedikit mix dengan kacang. Gurih tapi ada manisnya juga.


Dibagian atasnya adalah lapisan paling dominan yakni  sponge cakenya. Lembut sih, tapi sejujurnya tidak selembutnya  yang saya bayangkan. Karena saya sudah sering membeli Japanese Cake lainnya, Cas Cheese Cus ini punya standar kelembuatan yang biasa aja. Meski begitu, rasa kejunya lumayan terasa.

Lapisan ketiga adalah cream yang menyatu dengan crust dan topping teratas yaitu parutan keju yang melimpah. Yup, keju bagian atas memang lumayan banyak. Jadi ketika kita gigit mulai dari lapisan teratas hingga yang paling bawah, barulah rasanya sempurna. 


Cerita di balik foto : Cake ini datangnya malam hari sekitar jam 19.00. Pengennya memfoto cake ini waktu pagi, keesokan harinya. Tapi apa daya, si kecil udah nggak sabar pengen nyobain. Akhirnya, difoto dengan pencahayaan yang terbatas :)

Jika dari rasa Cas Cheese Cus ini memang tidak terlalu manis. Tapi, hampir mirip dengan cake kekinian lainnya, ketika memakan 1 slice saja udah terasa eneg dan kenyang.

Suka nggak?

Suka..Semua tentang keju kan saya suka. Mungkin akan lebih obyektif lagi seandainya saya bisa merasakan varian lainnya sebagai pembanding.

Cake ini tahan lumayan lama. Sekitar 4 hari setelah tanggal pembelian. Expired Date tertera pada kemasan.

Harga ?

Untuk urusan harga tidak terlalu berbeda dengan cake lainnya. Varian Original harganya Rp 48.000,-, untuk varian lainnya Rp 58.000,-

Tertarik Membeli Lagi?

Lumayan tertarik. Kadang memang muncul rasa kangen makan cake "agak" mahal gini. Apalagi kalau kita memang penggemar berat keju. Selain itu, cake artis seperti ini memang paling layak untuk dijadikan oleh-oleh. Jadi, buat yang main ke Jogja, bertambah satu lagi pilihan buah tangannya.


Jogja Cushy Cheese
Jl. Ipda Tut Harsono / Jl. Timoho No. 56 Yogyakarta

Instagram : @chusyjogja

Es Poconk Balekambang Solo, Minum Es Sambil Makan Seafood

2.1.18
"Nama adalah hanya sebuah nama. Apalah arti sebuah nama". Sebuah ujaran yang sering kita dengar. Seolah "nama" hanya sebagai panggilan selintas yang lewat tak sengaja dalam pikiran kemudian terucapkan.

Namun, tidak ada nama yang "hanya sebuah kata". Orang akan begitu sibuk memilih nama. Mengulik berbagai referensi untuk menemukan satu kata yang pas merepresentasikan suatu hal yang betul-betul berarti. Nama adalah suatu hal yang berharga.

Maka bukan menjadi hal yang mustahil, bahwa butuh perenungan mendalam hingga menemukan suata nama yang pas, yang dianggapnya terbaik.

Lantas apa yang kemudian terbersit dari nama Poconk. Apakah akan langsung terbayang buntelan kain warna putih yang katanya berjalan dengan melompat menembus kegelapan malam? Ya, orang Jawa menyebutnya dengan "pocongan", berupa makhluk tertutup kain kafan.

Tulisan ini tidak akan mengangkat urban legend Tanah Jawa. Cerita pengalaman ini akan membawa kesegaran dalam derita dahaga atau obat dari rasa suntuk yang menerpa.


Es Poconk. Bagi anak muda Solo, nama Es Poconk cukup melenggenda. Tapi beberapa tahun belakangan, suaranya hanya terdengar sayup-sayup. Mungkin tergantikan dengan kafe-kafe kekinian.

Memilih nama Es Poconk, tentu bukan sembarangan. Toh, mereka yang mendengar langsung terbawa penasaran. Es Poconk becomes associated with a level of credibility, quality, and satisfaction in the consumer's mind.

Sekitar 5 tahun yang lalu, terakhir kali saya menikmati Es Poconk, lapaknya masih berada di emperan city walk Jalan Slamet Riyadi. Meski lokasinya strategis dan selalu didatangi gerembolan remaja yang ingin menyegarkan siang hari yang panas, tapi tempat ini memang bukanlah area berjualan. Sehingga kemudia Es Poconk pindah ke sebuah ruko.

Perjalanan saya ke Balekambang tepat di hari pertama tahun 2018, membawa saya kembali untuk menikmati Es Poconk. Namanya terasa begitu familiar diingatan saya. Hingga hanya butuh sepersekian detik, untuk memutuskan melangkahkan kaki masuk ke tempat makan ini.



Apa itu Es Poconk?

Es Poconk adalah tempat yang menjual minuman bernama Es Poconk juga. Tidak butuh waktu lama untuk menerka, ketika sajian Es Poconk ini ada di depan mata, bayangan akan cita rasa es buah langsung memenuhi kerongkongan. Semua itu dikarenakan sirupnya yang berwarna merah jambu.

Bukan Es Buah tentu saja.

Tengok saja komposisi dari Es Poconk ini yang terlihat begitu bervariasi.

Jelly ✔️
Bubur Sum-Sum ✔️
Mutiara ✔️
Mochi ✔️
Nata de Coco ✔️
Melon ✔️
Nangka ✔️
Sirup ✔️
Es Serut ✔️

Siapa yang menyangka bahwa dari sebuah minuman es, akan hadir rasa gurih. Bubur sum-sum yang terbuat dari tepung beras inilah yang menjadi idola. Diferensiasi rasa yang langsung membuat jatuh cinta.

Tak cukup dikejutkan begitu saja, rasa happy menghinggapi manakala gigi menggigit kenyalnya Mochi, kue Jepang yang terbuat dari beras ketan, ditumbuk sehingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk menjadi bulat.

Nikmat! Tidak ada rasa sungkan. Toh, semangkuk Es Poconk ini hanya 9000 rupiah. Silakan tambah, selagi belum pulang.

Es Poconk Oreo
Es Poconk Original
Es Poconk Coco Crunch
Es Poconk ini juga memiliki varian topping seperti Jelly, Oreo dan Choco Crunch. Semuanya dengan harga tetap di 9.000 rupiah.

Jika apa yang saya sampaikan tidak cukup menggoda, beberapa hal menarik ini mungkin akan membawa langkah kaki segera menuju ke Es Poconk.

1. Punya tempat yang asyik dan kekinian

Selain lokasinya berada di tengah kota dan mudah diakses dengan berbagai mode transportasi, ketika sampai di Es Poconk ini kita dapat melihat gambar-gambar ilustrasi di sepanjang tembok ruangan. 

Tembok yang penuh gambar menjadi sudut favorite untuk mengabadikan gambar. Tidak perlu heran jika banyak pengunjung yang menggunakan tembok ini sebagai latar swafoto.





Tempatnya  terbagi menjadi 2, bagian atas dan bawah. Ada banyak meja dan kursi sehingga nyaman didatangi bersama banyak teman dan keluarga.

Sembari makan cobalah tengok melalui kaca hamparan lokasi pembudidayaan ikan . Ya, Es Poconk ini sekaligus menjadi outlet pemasaran olahan ikan di Kota Solo.

2. Menu seafood dengan harga murah........

Jika dulu Es Poconk ini hanya menjual es, tetapi sekarang mereka juga menjual berbagai macam olahan seafood. Harganyapun sangat bersahabat. Seporsi olahan kerang hijau yang dibumbui dengan bawang bombai dan cabai ini dihargai hanya dengan Rp.12.000,-

Rasanya juga enak. Bumbunya merasuk sempurna.

Kerang Hijau RP 12.000,-

Otak-Otak Tuna Rp 10.000,-
Menu-menu lain juga tersedia mulai dari lele, bawal, nila, udang, ayam, telur , tempe, steak, sayur dan beraneka macam sambal.

Es Poconk ini bukan cuma menyajikan pilihan es, milkshake dan juice, tetapi juga menghadirkan pilihan sea food dan lauk pauk seperti warung penyetan.

3. Free air putih dan nasi putih sepuasnya

Begitu datang ke tempat ini, saya langsung ditawari segelas air putih gratis. Sungguh sebuah kesadaran dan kebijaksanaan, menyadari bahwa air putih adalah penetral terbaik ketika rasa manis memenuhi mulut dan kerongkongan.

Bonus nasi sepuasnya ini juga tidak akan ditolak. Makan saja sekenyangnya, tapi lebih baik sewajarnya.

4. Ada Sop Ikan Hiu

Salah satu menu unggulan di Es Poconk ini adalah Sop Ikan Hiu. Tenang saja, ini bukan ikan hiu yang dikonservasi oleh pemerintah, tetapi baby hiu yang memang dibudidayakan untuk konsumsi.

Hanganya juga murah cuma Rp 15.000/porsi

5. Langsung belanja oleh-oleh

Jika sudah kenyang makan di tempat, kita juga bisa membeli oleh-oleh di sini.

Ada 2 jenis oleh-oleh, yaitu berbagai olahan kering, dan makanan beku seperti bakso, sosis, dan otak-otak. Harganya juga murah. Per bungkus mulai dari Rp 7.500,-


Sayapun mengakui bahwa bakso tuna seharga 7.500 rupiah yang saya beli rasanya sangat enak. Juga tidak berbahan pengawet.


Es Poconk, tentu namanya tidak akan menjadi hal yang menakutkan. Silakan didatangi.  Tiga cabang juga telah hadir yakni di Mojosongo, Klaten dan Solo. Untuk lokasi di Balekambang Solo ini baru saja diresmikan tanggal 8 Desember 2017 kemarin.

Spot favorite untuk berfoto
Es Poconk

Jalan Balekambang No 5 Manahan Solo
Buka Pukul 10.00-22.00
Akun Instagram @espoconk


My Highlight of 2017

31.12.17
Selalu ada kecewa dalam limpahan bahagia. Agar tidak terlena dan lupa.

Penghujung Tahun.

Seperti kebanyakan orang, saya kembali membuka buku diary yang tertuliskan resolusi di sana. Saya kembali melihat apakah semua sudah terpenuhi dan kemudian siap merancang misi satu tahun ke depan. 

Kembali ke masa lalu sejenak.

Awal 2017 saya masih disibukkan dengan menyeleseikan studi. Harapan saya Januari sudah selesai semua. Hanya saja, kendala kebijakan kampus yang mengharuskan mahasiswa pasca sarjana menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi membuat kelulusan saya meleset 2 bulan dari yang saya perkiraan.

Saya bahagia akhirnya dapat selesai 3 semester saja. Meski kemudian dihinggapi kecewa karena pembayaran semester tetaplah harus sampai 4 semester. Nominal yang tidak sedikit cukup menguras tabungan saya. "Semua pasti ada gantinya", batin saya, sambil meringis melihat saldo yang menipis.

Menyelesaikan sekolah ini membuat saya jungkir balik. Mungkin mudah untuk orang lain, tapi cukup berat untuk saya.

Dulu saya ingin melanjutkan sekolah, setelah bangku sarjana selesai saya tempuh. Tetapi kemudian ajakan menikah dari sesorang yang sudah dekat dengan saya selama 7 tahun tidak dapat saya tolak. Namun, saya punya 1 syarat, setelah saya punya anak, saya harus lanjut sekolah.

Tahun 2015 setelah si kecil lahir, suami saya memenuhi janjinya. Dia mengizinkan saya sekolah, bekerja, sembari momong si kecil yang masih bayi. Meninggalkan anak yang saat itu masih 5 bulan bukan perkara mudah. Saya yang masih memberinya ASI, setiap pagi dan malam hari harus memompa payudara agar persediaan ASIP tercukupi. Pagi-pagi saya harus menyiapkan segala perlengkapan dan membawa si kecil ke rumah mama saya untuk dititipkan hingga saya pulang kuliah. 

Presentasi sambil gendong anak
Dari hari Senin sampai Jumat saya terus berkutat dengan kuliah, mengajar, mengerjakan tugas dan mengurusi tanggungjawab rumah tangga. Meski harus jumpalitan, saya sangat bersyukur suami saya mensupport segalanya. Terkadang, beliau harus saya tinggal di rumah sendiri, jika saya begitu kelelahan dan memilih untuk menginap di rumah mama saya. Belum lagi, menghadapi rengekan saya jika Sabtu Minggu minta diajak jalan-jalan sebagai obat kebosanan.

Namun, semua sudah berakhir. Untuk obsesi yang satu ini, saya sudah merepotkan banyak orang. Termasuk mama dan kedua adik saya yang bergantian mengasuh anak saya ketika saya tinggal.
Dibalik perjuangan seseorang, ada orang lain yang turut berkorban.Terima Kasih.
Memonetize Blog.

Setelah lulus, saya meminta izin suami lagi untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi. Suami cukup paham, bahwa menikah diusia 23 dan memiliki anak di usia 24 tahun, membuat tantangan berumah tangga datang lebih awal. Itu mengapa ketika saya ingin bergabung dengan komunitas, beliau tidak melarang.

Bulan Maret 2017 saya bergabung di Komunitas Blogger Solo dan Kumpulan Emak Blogger Solo. Melalui 2 komunitas itu, hobi saya menulis blog tersalurkan dengan baik. Saya juga berkenalan dengan banyak orang baru.

Aktivitas momotret produk bersama rekan Blogger Solo
Awalnya saya menulis blog sebagai media dokumentasi aktivitas pekerjaan saya ketika menjadi penyiar dan reporter radio. Agar pengalaman tersebut tersimpan dalam bentuk tulisan. Namun, sejak mengenal komunitas blogger, saya mulai memonetize blog. Membuat blog saya menjadi lebih profesional.

Sayapun tidak ragu untuk bergabung dengan komunitas blogger berskala nasional. Sejak itulah, berbagai tawaran kerja sama masuk. Mulai dari campaign bagian dari promosi suatu merek, content placement, content creation, dan product endorser. Belum lagi undangan event mulai banyak yang berdatangan. Bukan hanya dari berbagai instansi/ perusahaan di Solo, tetapi juga luar kota.

Nominal pendapatan dari aktivitas menulis blog dan social media ini terbilang lumayan, terutama untuk saya yang mulai menjalankan blog di lini komersial. Hobi ini menjanjikan.

Saya sangat bersyukur bertemu dengan banyak teman yang menyenangkan. Mereka memotivasi agar saya selalu merawat blog ini dengan baik. Blogging selalu menjadi hiburan disela-sela mengerjakan tugas kantor dan mengurus keluarga.

Riska dan Si Gembul

Bulan Juni, adalah kali pertama serial Riska dan si Gembul diputar di MNC TV. Salah satu serial animasi, dimana saya menjadi dubber karakter utamanya bernama  Riska.


Meski menjadi dubber dan voice over talent adalah pekerjaan yang sudah saya geluti sejak 10 tahun lalu, namun ini kali pertama suara saya muncul di televisi. Saya senang mendapatkan pengalaman baru ini. Selain sebagai pengisi suara, saya juga menyanyikan theme song serial ini, serta turut menyumbang sebagai penulis cerita untuk beberapa episode.


Selain di televisi, serial Riska dan Si gembul saat ini juga dapat disaksikan di kanal Youtube. 
Ah, ya,,,salah satu fans saya adalah anak saya sendiri. Terima Kasih Nak..

Duta Cerita, Mengenal Keberagaman

Bertemu dengan teman-teman yang beragam, salah satu yang saya cita-citakan. Meski singkat hanya melalui workshop selama 3 hari, saya bertemu dengan Duta Cerita. 

Bersama rekan Duta Cerita
Duta Cerita adalah program iklusivitas yang digagas oleh Yayasan Habibie Center. Melalui program ini saya beremu dengan banyak orang dari lintas suku, agama dan ras. Kami saling bertukar pikiran dan bercerita. Menghargai perbedaan dan menguatkan keyakinan bahwa kami semua adalah Indoneisa. Tidak selayaknya bermusuhan, karena takdir kita memang beragam. Unity in Diversity.


Kekecewaan Sebagai Bagian Pelajaran Hidup

2 Bulan terakhir di tahun 2017 lebih banyak diisi dengan aktivitas mengajar di kampus. Khususnya dikelas manajemen event yang saya ampu. Saya membimbing 9 kelompok untuk melaksanakan tugas membuat event yang berbeda-beda. Sekali lagi saya bersyukur, event-event mahasiswa berjalan dengan baik. Goal untuk mendapatkan publikasi dari media massa juga dapat teraih.

Ironisnya, setelah saya mengevaluasi kinerja saya selama 1 tahun ini, saya harus mengakui bahwa beberapa lini usaha saya tidak berjalan mulus. Event organizer saya misalnya.

Target bulanan yang harusnya diraih ternyata tidak dapat dicapai. Beberapa klien yang mencoba mendekat, akhirnya pergi tanpa pamit, juga tanpa ada kesepakatan yang terjadi.


Pernah ada 1 event saya gagal total. Bahkan, setelahnya saya menangis semalaman. Berpuluh kali mengerjakan event ulang tahun, baru kali ini saya salah menuliskan nama anak yang berulang tahun pada MMT Backdrop. Tentu saja sang tuan rumah marah besar. Saya tidak dapat berbuat apa-apa, karena waktu yang sudah mepet dimulainya acara.
 Saya merasa begitu bodoh. 
Pengalaman ini begitu menyesakkan jiwa hingga saya ngambek dan takut menerima job yang sama. Karena kecerobohan ini saya harus membayar mahal. Bukan hanya malu tetapi juga nama baik. Pelajaran berharga dalam hidup saya untuk lebih teliti dan berhati-hati seberapa tinggi jam terbang yang dimiliki.

Ya, 2017 telah berakhir. Saya bersyukur seluruh keluarga diberikan kesehatan. Alhamdullilah, tahun ini menyenangkan. Dan seperti biasa tidak ada perayaan dan kembang api dipergantian tahun.

Malam tahun baru kami tidur di rumah seperti biasa. Tidak ada pesta. Kami sudah kekenyangan hanya dengan memesan nasi goreng bakso kesukaan. Meski kemudian tetap bangun kesiangan. Seolah-olah ikut begadang.

Tahun 2018

Banyak cita-cita seperti biasa. Namun, saya ingin sekali menyelesaikan menulis buku. Diperam, namun tak matang-matang. Jelas saja, karena tidak dikerjakan. Mohon doanya semoga segera paripurna. Buku ini seperti hutang yang harus segera dibayar.

Di tahun ini saya ingin terus menulis blog. Saya begitu mencintai kegiatan ini. Menulis seperti self healing. Jika saya sedang sedih, menulis bagai obat penghibur. Dan kemudian menjadi bahagia jika kemudian invoice klien telah cair. :)

Awal tahun ini saya juga akan terlibat dalam kelas Institut Ibu-Ibu Profesional Solo Raya. Saya sudah tidak sabar ingin belajar banyak hal baru dan bertemu dengan kawan-kawan baru. Tentu saja suami saya mendukung sepenuhnya. "Bersenang-senanglah, namun tetaplah jadi ibu dan istri sepenuhnya," pesan dari suami saya.

Semoga di tahun 2018 kita semua selalu diberi limpahan kesehatan dan perlindungan. Apapun yang kita cita-citakan dapat bermanfaat untuk banyak orang.


31 Desember 2017
Di bawah lampu temaram

Pengalaman Belanja Saat Harbolnas. Harga Murah Nggak Murahan Lho!

30.12.17
Bulan Desember selalu ditunggu. Ada Apa?

Buat para shopaholic, angka 12.12 bagai angka keramat. Mereka menyebutnya Harbolnas - Hari Belanja Online Nasional-. Berbagai e-commerce merayakan momen ini karena penjualan mereka naik bekali- kali lipat.


Saya biasanya tidak terlalu peduli dengan Harbolnas. Nggak usah nunggu Desember, bulan apa aja pasti saya belanja online. Pantas aja sering bokek :p

Tapi gara-gara di tahun 2017 ini saya terlaibat campaign dengan salah satu e-commerce tentang event akbar Harbolnas ini, mau nggak mau saya melirik kesana kemari, berkunjung dari satu website ke website lainnya. Ternyata, banyak juga onlineshop (seperti di instagram) yang juga memberikan diskon besar. Tambah banyak godaan pastinya.

Harbolnas tidak lepas dari tren Black Friday. Hari belanja Black Friday dilaksanakan pada hari Jumat setelah Thanksgiving Day (hari libur di Amerika Utara memperingati syukuran panen akhir tahun). Saat Black Friday para karyawan libur, toko-toko memberikan diskon besar dan buka lebih lama. 
It's considered the kickoff of the holiday shopping season. 

Black Friday juga mengilhami Cyber Monday. Tidak jauh berbeda, namun Cyber Monday ini dirayakan pada hari Senin setelah Thanksgiving.


Indonesia juga tidak ingin ketinggalan. Tren belanja online yang semakin meningkat, serta  tujuan mengedukasi masyarakat Indonesia, bahwa berbelanja daring saat ini menjadi aktivitas yang mudah, aman, nyaman dan dapat dilakukan kapan saja, maka sejak 12 Desember 2012 dicetuskanlah sebagai Harbolnas. Perayaan ini diprakarsai oleh perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia yang bergabung di Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdeA) yaitu Lazada, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak.

Sekarang saya ingin berbagai pengalaman berbelanja saat Harbolnas. Ada beberapa barang yang akhirnya saya beli. Diantara barang itu, satu kotak produk Laneige ini yang buat saya kegirangan.

Di tanggal 12 Desember 2017, iseng-iseng saya membuka akun instagram Lazada, dan menemukan informasi bahwa ada diskon 40 % untuk produk Laneige. Maka segera meluncurlah saya ke lazada.co.id

Benar saja, saya menemukan sebuah paket produk Laneige seharga Rp 600.000,- Yang membuat saya bahagia adalah dengan harga 600 ribu saya langsung mendapatkan beberapa produk sekaligus, yakni 

2 buah BB Cushion (Pore Control) + Refill ❤️
1 buah Multi Cleanser_EX ❤️
1 buah Water Bank Mineral Skin Mist ❤️
1 buah Ultra Mini Fan ❤️



Padahal jika dihitung per item, bisa jadi paket produk itu bernilai 1,2 juta rupiah. 
Tahu nggak, BB Cushion ini biasa saya beli  seharga Rp 560.000,- di counternya. Selisih harganya, jauhhhhhh kan?
Wah..saya paling happy kalau dapat belanja murah seperti ini. Jadi, tahun depan belanja di Harbolnas lagi? Sepertinya IYA!


Nah, mungkin buat yang masih apatis atau takut-takut untuk berbelanja di Harbolnas, mungkin saya dapat memberikan beberapa tips agar mendapatkan barang dengan harga terjangkau dan memuaskan.

1. Sebelum Harbolnas tiba, jangan ragu untuk mengunjungan official social media dari produk yang kita cari. Biasanya di sana akan ada info mengenai diskon dan promosi lainnya. ✔️

2. Cari juga e-commerce yang memberikan banyak penawaran menarik. Selain diskon, ada juga yang memberikan freeongkir, gift dan cash back. ✔️

3. Setelah menemukan barang yang akan dibeli di e-commerce/ market place, jangan lupa untuk mengecek penjual apakah terverifikasi atau belum. Kalau saya, lebih memilih membeli langsung dari official storenya. Jadi sekarang itu, berbagai brand punya official store di e-commerce. Kalau langsung belanja di official store pasti lebih terjamin barangnya. ✔️

4. Jangan males baca review. Sehingga semakin meyakinkan barang yang akan kita beli. Termasuk cari informasi ada garansi produk atau tidak. ✔️

5. Jika ada fasilitas COD (Cash on Delivery), saya lebih memilih fasilitas tersebut. Selain alasan keamanan, juga agar barang yang kita terima sesuai dengan yang dipesan. ✔️

Well. itu tadi cerita pengalaman saya belanja di Harbolnas. Boros nggak ya? Intinya, barang yang saya beli adalah barang yang saya butuhkan. Dan pas sekali produk Laneige di rumah sudah hampir habis. 

Barang-barang yang ditawarkan saat Harbolnas memang menggiurkan. Tetapi pastikan untuk jeli dalam memilihnya serta efisien dalam mengeluarkan dana juga. Jangan mubazir deh. ^^

Kira-kira Harbolnas kemarin kamu belanja apa? Atau malah tidak tertarik berbelanja online? Cerita di kolom komentar dong...

Rangkaian Event Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS

29.12.17
Manajemen Event merupakan salah satu mata kuliah yang saya ampu di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bisa dibilang juga, ini adalah mata kuliah yang saya suka, karena tidak melulu belajar teori. Mahasiswapun juga akan ditantang untuk dapat mempraktekkan pengetahuannya secara langsung.


Dalam mengelola sebuah event dapat dikatakan gampang-gampang susah. Ada 4 strategi yang harus diterapkan yakni, 

📌 1. Strategi Manajemen Event

Bagaimana suatu event dirancang dengan baik mulai dari perumusan ide, studi kelayakan, penulisan proposal, mengelola sumber daya manusia, anggaran dan sistematis pengawasan.

📌 2. Strategi Marketing Event

Marketing berkaitan dengan usaha-usaha mencapai target event baik kuantitatif (profit, jumlah peserta, dll) juga kualitatif (brand image, kepuasan, liputan media, dll)

📌 3. Strategi Manajemen Risiko

Resiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian yang akan dihadapi. Pada fase pra event, para pengelola event harus mampu memprediksi kemungkinan risiko. Sehingga memiliki langkah strategis untuk menghadapi risiko tersebut dengan merencanakan plan B sampai dengan Z.

📌  4. Strategi Pengawasan

Pengawasan terhadap event perlu dilakukan sejak masa pra event. Semua dilakukan agar event dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan. Pengawasan perlu dilakukan, hingga proses evaluasi/ pertanggugnjawaban selesai dilakukan.

Nah, dikelas manajemen event semester ini, saya mengampu 3 kelas. Masing-masing kelas dibagi atas 3 kelompok. Sehingga total ada 9 kelompok. Mereka saya tugasnya untuk membuat event. Goal dari mata kuliah ini adalah tercapainya target kualitatif yakni mendapat publikasi dari media massa baik lokal maupun nasional.

Selama kurang lebih 3 minggu 9 event telah diadakan. Saya bersykur event-event mahasiswa dapat terlaksana dengan baik.

Lomba Mewarnai
12 November 2017
Goro Assalam Hypermarket

Deskripsi Acara : Lomba mewarnai untuk anak usia 6-8 tahun dalam rangka memperingati Hari Pahlawan



Workshop Travel Writing
13 November 2017
Ruang Seminar Fak. Ekonomi dan Bisnis UMS

Deskripsi Acara : Workshop penulisan cerita perjalanan dengan menghadirkan wartawan Solopos.


Solopos, 13 November 2017
Fun Baking Class
18 November 2017
Toko Roti Ganeps

Deskripsi Acara : Kelas memasak roti yang diikuti peserta anak-anak dari panti asuhan



Joglo Semar

 Kampanye Hari Anak Universal
19 November 2017
Car Free Day Slamet Riyadi Solo

Deskripsi Acara : Kampanye memperingati Hari Anak Universal dengan mengangkat tema "Anti Kekerasan pada Anak". Kampanye dilakukan dengan membentangkan kain sepanjang 10 meter dan melibatkan pengunjung car free day untuk turut serta mengecapkan tangan pada lembar kain tersebut dengan cat warna warni.



Jawa Pos, 19 November 2017

 Beauty & Hijab Class
23 November 2017
Kolonial Resto

Deskripsi Acara : Workshop kecantikan dan hijab bekerja sama dengan Make Up Artist dari Wardah



Solopos, 23 November 2017
Seminar Entrepreneur
24 November 2017
Play Ground Cafe

Deskripsi Acara : Seminar wirausaha dengan menghadirkan wirausahawan muda Kota Solo


Fokus Jateng, 25 November 2017
Pelatihan, Hunting, Diskusi dan Gelar Karya
26 November 2017
Car Free Day Jl. Slamet Riyadi Solo

Deskripsi Acara : Acara dilakukan selama 3 hari dalam waktu berbeda. Acara ini melibatkan siswa dari YPAC Solo. Setelah dilakukan pelatihan dan hunting bersama, pada tanggal 26 November dilaksanakan diskusi dan gelar karya di car free day.



Aktivitas Menanam Pohon
28 November 2017
SLB Surakarta

Deskripsi Acara : Kampanye hari Menanam Pohon Nasional dilakukan dengan mengajak siswa -siswi SLB Surakarta untuk menanam berbagai jenis tumbuhan.

Solopos
Seminar Videografi
2 Desember 2017
Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS

Deskripsi Acara : Seminar videografi yang menghadirkan salah satu youtuber Anjas Maradita


Dengan selesainya seluruh event dan proses evaluasi, maka saya sebagai dosen pengampu mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah bekerja keras, dan mengeluarkan banyak waktu, dana, dan tenaga. Tidak lupa dukungan Program Studi yang memberikan dukungan terkait kebijakan, izin dan lain sebagainya.

Tidak lupa terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung baik secara materiil maupun non materiil sehingga membawa event-event tersebut bermanfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya, saya melakukan penilaian berdasarkan berbagai aspek manajemen event, yakni :

1. Kedisiplinan dalam mencapai target persiapan, seperti penulisan proposal, membuat desain poster dan publikasi lainnya. ✔️

2. Kreativitas dalam merencanakan ide event (ide tidak mainstream), publikasi media sosial, pelaksanaan pada hari H, dan pembuatan laporan berupa video audio visual. ✔️

3. Kerja keras, kekompakan dan manajemen SDM. ✔️

4.  Pencapain target publikasi media massa ✔️

5. Kedisiplinan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban. ✔️

Maka saya telah memilih kelompok yang terbaik berdasarkan kelima indikator tersebut. Yakni kelompok dengan event

PELATIHAN, HUNTING, DISKUSI DAN GELAR KARYA "AKU BISA"
DAN
 PLANTING ACTIVITY DAY

Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk semua kelompok. Semoga tugas kuliah ini menambah portofolio pengalaman rekan-rekan mahasiswa dan bermanfaat baik di dunia kerja atau ketika bersosialisasi dimasyarakat. Sukses Selalu!




Auto Post Signature