Djoeragan Cafe

10/2/12
Tempat ini, namanya Djoeragan Cafe.



   
Dari namanya DJOERAGAN dan CAFE kita bisa melihat bahwa ada perpaduan dua unsur bahasa di sini.Ternyata hal tersebut juga diwujudkan melalui sajian menu di Djoeragan cafe yang bukan hanya menjual menu daerah ala wedangan tapi ada banyak menu western maupun Italiano.. :D



Djoeragan Cafe ini sangat nyaman kalau kita pengen ngumpul-ngumpul bareng komunitas atau teman-teman. Beberapa  tempat duduk di setting dengan meja kursi, namun kita juga bisa duduk lesehan di tempat yang disediakan. Taman dengan tumbuhan yang menyejukkan menghiasi area outdoor beratapkan langit. Ya, karena ada konsep indoor dan outdoor. Jadi buat kita yang ingin ngadain pertemuan dan membutuhkan Screen dan Projector, Djoeragan Cafe menyiapkan juga buat kamu...plus wifi yang kenceng dan alunan musik yang menambah syahdu..

bersama Mas Jateng 2008 dan Theofilus Hartono salah seorang pemrakarsa Djoeragan Cafe


28 September 2012, saya diminta untuk MC di acara launching Djoeragan Cafe yang dihadiri oleh beberapa rekan media, perwakilan komunitas, organisasi, dan Putra-putri Solo. Acara ini sekaligus sosialiasi Gerakan 1001 Susu Gratis.

Mengutip dari Press Release yang diberikan...


"Kepedulian Djoeragan Cafe terhadap kesehatan masyarakat diwujud nyatakan dengan membagikan 1001 gelas  susu gratis setiap hari untuk masyarakat Solo. Gerakan ini diadakan untuk memperkenalkan masyarakat Solo dengan hidangan yang sehat tanpa harus mengurangi citarasa dikemas dalam balutan budaya alami masyarakat Solo untuk berkumpul bersama dan bersosialisasi dengan nuansa akulturasi unik antara wedangan dan  kemodernan cita rasa cafe. Keunikan ini ditambah dengan kepedulian Djoeragan Cafe akan unsur kesehatan dan kecukupan gizi karena Djoeragan cafĂ© dikelola oleh seorang nutritionist Warih Yogi Wijayanto S. Gz yang lulus cumlaude dari Universitas Gajah Mada, dan disupervisi oleh dr. Kristian Sanjaya, M.Biomed (AAM) seorang dokter lulusan Universitas Sebelas Maret yang mendalami anti aging di Universitas Udayana, sehingga setiap sajian sangat diperhatikan unsur kebersihan dan nilai gizinya. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat Solo akan memiliki gaya hidup yang sehat  dalam kesehariannya."
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature