Launching Album Pesan Yang Tertunda - Gilbert Pohan

5/17/14
Sosok Gilbert Pohan tidak asing bagi saya. Tidak pula dengan suaranya yang khas. Berkawan lama dengan suami, menjadikan beberapa track lagu yang direkamnya di studio suami menjadi sering saya perdengarkan. Salah satu yang menjadi kesukaan adalah ini...

segelas cokelat yang panas
temani dinginnya malam…
sempurna…
bersama mu tepat disisiku
bersama uhh…
sempurna….
inilah saat yang kunantikan
saat rinduku ini berbunga…
berbunga….
di satu malam yang sempurna
bisakah ini cukup bagiku
bisakah ini cukup bagiku
menanggung dahaga hanya
dengan semalam ini
jangan biarkan semua berlalu
tak kubiarkan semua berlalu
bicara tentang keseharian
meleburkan hatiku ooh
hatiku dan hatimu
kini menjadi satu
tapi….
suasana indah pun memudar
saat kau utarakan tuk pulang
inilah saat yang menyebalkan
bunga rinduku layu dan ooh
layu dan hilang…
dia layu dan hilang
saat mengantarmu pulang
bisakah ini cukup bagiku
bisakah ini cukup bagimu
menanggung dahaga
hanya dengan semalam ini
jangan biarkan semua berlalu
tak kubiarkan semua berlalu
bisalah sedikit
lebih lama lagi .. ..
aku tahu….
kaupun menyesalinya…
bisakah ini cukup bagiku
bisakah ini cukup bagimu
menanggung dahaga
hanya dengan semalam ini
jangan biarkan semua berlalu
tak kubiarkan semua berlalu
berlalu….
disatu malam yang sempurna
segelas coklat yang panas
bersamamu disisiku
sempurna… - SATU MALAM
Beruntungnya lagu ini menjadi single perdana di album perdana yang bertajuk "Pesan Yang Tertunda" milik Gilbert yang juga merupakan finalis 4 besar asuhan Glenn Fredly di ajang pencarian bakat The Voice Indonesia.
Yang pasti, semua lagu di album ini begitu menyenangkan terdengar ditelinga saya. Dan pada akhirnya saya bilang SUKA!.

Anak Negeri - Salah satu lagu kolaborasi Gilbert Pohan dan Budi Pasadena (my suami) ditampilkan di acara Launching album Pesan Yang Tertunda di D'Colonel Cafe, 17 Mei 2014

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature