Ide Bisnis Berasaskan Generosity, Cari Laba Sekaligus Cari Pahala

10/31/17
Pernah nggak mengalami situasi seperti ini
Hati merasa bahagia, setelah memberikan barang atau kado kepada orang lain
Ya, hal ini seperti sebuah keajaiban. Ada perasaan bahagia di relung hati terdalam ketika kita mampu memberikan sesuatu kepada orang lain. 

Apakah ini hanya kesan sentimentil semata? Ternyata tidak! Berbagai penelitian mengungkapkan, bahwa memberi memberikan efek bahagia. 


Generosity adalah Harfiah Manusia

Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain. Berbagi dengan orang lain seperti makanan, barang, pengetahuan dan lain sebagainya membawa manusia untuk membangun kehidupan yang selaras. Charless Darwin, dalam penelitiannya mengungkapkan
“Communities, which included the greatest number of the most sympathetic members, would flourish best”.
Intinya, generosity atau kemurahan hatilah yang membawa manusia untuk bertahan hidup. Jika manusia bertahan dengan sikap egois, menolak untuk saling berbagi, mungkin manusia telah punah sejak dahulu kala.

Memberi Membuat Happy

Siapa sangka, ketika kita berbagi dengan orang lain, tubuh melepaskan hormon endorphin atau yang biasa dikenal dengan hormon cinta.

Saya ingat, ketika saya memberikan hadiah kecil pada teman. Kemudian ia membuka kotak hadiah tersebut di depan saya, yang kemudian secara refleks tersungging senyum lebar di wajahnya. Hal tersebut spontan membuat jantung saya berdebar-debar. Sayapun kemudian ikut tersenyum, melihat ekspresi teman saya yang bahagia. 

Begitu pula ketika saya memberikan mainan baru untuk anak. Ketika dia membuka bungkusnya, anak saya kaget kemudian dia teriak "Hore..mainanku baru...". Langsung saja menyelinap rasa haru dan senang di dalam hati. Saya turut bahagia.

Memberi Sebagai Sebuah Kebudayaan

Memberi dengan niat bersedekah memiliki arti ibadah. Bukan hanya nilai kebaikan tetapi bila kita ikhlas, Tuhan akan mengganjarnya dengan pahala.

Beruntungnya, banyak perayaan juga hari besar di rayakan umat manusia di dunia. Berbagai perayaan agama, selebrasi hari jadi, ulang tahun, pernikahan , atau mungkin tradisi-tradisi budaya lainnya yang memungkinkan masyarakat untuk saling berbagi.Maka, kesempatan untuk meberikan sesuatu kepada orang lain, salah satunya berupa hadiah/kado/gift, terbuka lebar. 

Namun, sayangnya tidak semua orang memiliki effort yang besar untuk melakukan hal tersebut. Entah karena sibuk, tidak ada waktu atau malas mencari barang yang cocok, tidak sedikit orang kemudian enggan memberi kado kepada orang lain. Bukan karena pelit atau malas mengeluarkan uang.

Mendukung Generosity

Untuk mendukung orang bermurah hati pada orang lain, salah satunya dengan memberikan hadiah/kado, saya memiliki ide bisnis yakni membangun e-commerce, sebuah digital platform yang memberikan kemudahan untuk memberikan kado atau hadiah kepada orang lain. 

Customer create their own personal gift,
1. Membeli produk yang diinginkan ✔️
2. ‎Memilih kotak atau bungkus kado sesuai yang diinginkan ✔️
3. ‎Memodifikasi /menentukan ucapan selamat/ greeting ✔️
4. ‎Mendapatkan kemudahan dalam membayar seluruh personal gift yang dibuat,
melalui transaksi online ✔️
5. ‎Tanpa perlu repot, personal gift tersebut dikirim kepada penerima. ✔️
6. ‎Mendapatkan notifikasi jika gift sudah diterima oleh si penerima. ✔️


Simulasi Transaksi Melalui E-commerce I GIFT YOU

1. Pembeli memilih barang yang akan dijadikan kado
2. Pembeli memilik pembungkus kado baik berupa box, kardus, acrylic dan sebagainya
3. Pembeli memilih kertas pembungkus kado
4. Pembeli melakukan custom kartu ucapan
5. Setelah pengisian data, pembeli melakukan pembayar
6. Setelah dilakukan pengecekan pembayaran, pesanan pembeli disiapkan, kemudian kado dikirim ke penerima
7. Setelah penerima menerima kado, penerima dapat melakukan selfie dengan kado tersebut
8. Foto selfie dari penerima menjadi notifikasi untuk pembeli bahwa kado telah diterima dengan baik
9. Hadiah tambahan bagi penerima yang telah melakukan selfie, mendapat pulsa 5.000-25.000

The Business of Generosity

Saya melihat, bisnis ini memiliki peluang yang baik untuk dijalankan. Berikut ini adalah analisis SWOT yakni perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari sebuah ide bisnis yang saya beri nama
-I GIFT YOU-


Ide bisnis ini masih sangat sederhana, dan perlu dijabarkan lebih detail. Banyak tantangan yang perlu dianalisis lebih dalam, sembari mengukur resource yang dimiliki.

Bagi saya yang sudah beberapa kali menjalankan bisnis, bisnis online memerlukan ketelatenan yang luar biasa. Bukan sekedar bagaimana memanfaatkan teknologi informasi, namun juga memanajemen sumber daya manusia yang terlibat, menjalin komunikasi terhadap seluruh aspek value chain, hingga menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan. 

Jika kamu memiliki inovasi bisnis lainnya yang ingin kamu wujudkan, jangan ragu untuk menuliskan juga dan menyertakannya dalam Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest (IWIC.)





13 comments on "Ide Bisnis Berasaskan Generosity, Cari Laba Sekaligus Cari Pahala"
  1. Saya percaya kekuatan memberi bisa membahagiakan semua orang, baik yang memberi maupun yang menerima. Mari budayakan kebiasaan memberi dan betbagi.

    ReplyDelete
  2. aaah ide bisnis kita samaan hihi

    keren mba tulisannya..so deep

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti kita punya kegelisahan yang sama juga mbak..susahnya cari kado..hehe

      Delete
  3. I Gift U. keren mbak. berasa belanja kado terus minta dibungkusin sekalian gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak..sekalian dikirimin juga..hihihi

      Delete
  4. Aku oernah bisnis kek gini jaman kuliah mba. Manfaatin momen valentine jualan boneka, coklat, jasa bungkusin, anterin plus bikinin puisi romantisnyaa. Jaman dl blum aada internet tapinya. Ah keren deh ini idenya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kreatif sekali mbak Rahma..memang sekarang zamannya custom. Hal-hal yang lebih personal lebih menarik perhatian dan lebih memuaskan

      Delete
  5. Aku oernah bisnis kek gini jaman kuliah mba. Manfaatin momen valentine jualan boneka, coklat, jasa bungkusin, anterin plus bikinin puisi romantisnyaa. Jaman dl blum aada internet tapinya. Ah keren deh ini idenya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature