Merekam Jejak Hidup

2.10.17
Sejarah adalah relatif, hal tersebut yang saya yakini. Artinya, sejarah bersifat subjektif dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki.

Namun, diri kita adalah bagian dari sejarah itu sendiri. Apa yang kita alami saat ini, menjadi kisah lampau bagi hidup kita di masa depan. Mungkin bukan hanya cerita untuk diri kita sendiri atau keluarga, bisa juga untuk masyarakat, bangsa dan negara atau yang lebih hebat adalah bagi peradaban dunia.


Sejarah ialah masa lalu yang dilukiskan berdasarkan urutan waktu (kronologis) yang di dukung dengan bukti empiris. Apa yang kemudian dapat kita lakukan, agar hidup kita memiliki jejaknya?

1. Dokumentasi Gambar

Sebuah foto yang terabadikan entah hanya tersimpan di ponsel, terupload di social media atau sudah di cetak dan ditempel di album foto menjadi bukti nyata keberadaan kita. Wujud fisik tentu akan sulit untuk dipalsukan.

2. Tulisan
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.― Pramoedya Ananta Toer, House of Glas

Maka menulislah selagi bisa. Apa saja. Tulisan mungkin tidak menangkap rupa, namun tertuang di sana dalamnya pemikiran manusia semasa hidupnya.

Tidak heran bahwa kemudian prasasti- tulisan yang dipahatkan pada batu-, merekam banyak sejarah.

Juga kitab suci Alqu'an yang mulai di tuliskan dengan sarana seadanya di pelepah kurma, potongan kulit, permukaan batu cadas atau tulang belikat unta. Melalui tulisanlah akhirnya kita dapat mempelajarinya.

3. Karya

Tulisan menjadi bagian dari karya manusia. Namun selain tulisan terdapat karya lain seperti lagu, lukisan, desain, pahat, teknologi dan lain sebagainya.

Sebuah serpih batu yang digunakan manusia purba untuk membuat api pun pada akhirnya menjadi sebuah jejak sejarah. Kita di masa kini, dapat belajar banyak dari benda yang mungkin dulu tidak banyak gunanya.

Berkarya, selagi bisa. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Orang bijak berkata "Lukislah sejarah yang baik." Agar kita dikenang sebagai manusia yang baik pula.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia.
8 comments on "Merekam Jejak Hidup"
  1. Harus mulai meninggalkan jejak entah tulisan atau gambar yang kelak bisa dilihat oleh anak cucu kita...

    ReplyDelete
  2. di antara ketiga poin itu saya pilih menulis. Soalnya saya ga bisa gambar dan fotografi saya alakadarnya banget, mba.

    Yakali dengan menulis akan ada karya yg dihasilkan. Seperti punya blog kan termasuk karya yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak. Minimal nulis di blog..asal hosting nya nggak down aja..hihi

      Delete
  3. Tiga hal yang bisa mengukir sejarah ya mbak Sara. Dan alhamdulillah ketiga hal itu ada di blog ya :-)

    ReplyDelete
  4. Rizki Prima RamadhaniOctober 22, 2017 at 8:24 PM


    Masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah misteri, masa sekarang adalah anugrah memang manusia di hadapkan pada sebuah kenyataan bahwa mereka selalu dipenuhi oleh batas waktu yang kian berkurang dan setiap detik waktu yang dihabiskan sangat bermakana entah untuk dirinya sendiri atupun untuk orang disekitarnya maka alangkah lebih baik jika kita berguna untuk sesama walaupun terkadang tak berati di mata orang lain. :D

    ReplyDelete
  5. Kurang suka nulis dan gambar jadi lebih suka fotografi. Lebih mudah untuk dipahami dan dinikmati. Lebih mudah dishare juga.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature