Anak Mulai Sekolah, Ibu Wajib Perhatikan 5 Hal Ini

15.12.17
Tiga bulan ini saya mulai disibukkan hal baru. Yakni, menyiapkan segala perlengkapan si kecil sebelum berangkat sekolah.


Ya, saya memutuskan memasukkan Lila, anak saya, ke PAUD ketika dia baru berumur 2 tahun 7 bulan. Dibandingkan dengan teman-temannya, usia dan tubuhnya memang yang paling kecil. Namun, untuk urusan semangat dan energi, saya melihat dia tidak kalah dengan teman-temannya. Buktinya, dia terus saja meminta sekolah meski itu hari sabtu dan minggu, juga ketika malam hari tiba. Dia ingin sekolah dan bertemu dengan teman-temannya.

Bukan karena alasan sibuk bekerja, saya memasukkan Lila ke PAUD. Perkembangan si kecil yang baik, seharusnya didukung dengan kemampuan bersosialisasi dengan teman-teman seumurannya. Di lingkungan rumah kami, memang tidak ada yang sebaya dengannya. Biasanya, dia lebih sering bergaul dengan nenek dan tantenya ketika saya titipkan di rumah omanya.

Awalnya, saya ingin memasukkan dia ke daycare dari pagi hingga sore. Namun, dengan berbagai alasan dan prinsip, termasuk support suami yang bersedia mengasuh Lila ketika saya sedang di kantor, maka PAUD adalah pilihan yang terbaik.

Lila bersekolah mulai pukul 08.00 hingga 12.30 di sekolah yang jaraknya hanya sekitar 700 meter dari rumah. Jika saya masuk kerja pagi, waktu pulang kerja selalu bersamaan dengan saat dia pulang sekolah. Jika saya masuk siang, disitulah dibutuhkan kerja sama papanya untuk merawat Lila hingga saya pulang.

Sejauh ini, semua berjalan dengan baik dan menyenangkan.

Meski bukan sekolah mahal, saya melihat guru-guru PAUDnya cukup baik dalam mengajar murid. Pergaulan dengan teman-teman juga terbilang wajar. Yang saya suka, pengajaran yang ada di rumah selaras dengan di sekolah. Disiplin membaca doa sebelum beraktivitas, misalnya. Hapalan doa makan, doa mau tidur dan doa sederhana lainnya ternyata juga diterapkan dengan baik di sekolah.

Memutuskan untuk menyekolahkan anak di usia belia bukannya tanpa konsekuensi. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak ada berubah menjadi proritas. Meski demikian, ini adalah fase anak  belajar untuk lebih disiplin. Namun, ibu tetap dapat mencurahkan cintanya dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Berikut ini adalah 5 hal yang perlu ibu perhatikan, ketika anak mulai masuk sekolah.

☑️ 1.  Waktu tidur anak

Karena anak akan bangun pagi keesokan harinya, pastikan ia cukup tidur ketika malam hari. Jika si kecil kurang tidur, dia akan cenderung malas-malasan dan bete ketika beraktivitas pagi. Waktu tidur yang cukup juga membantu anak berkonsentrasi belajar.

Biasanya, saya sudah mengajak Lila tidur jam 20.00 meski terkadang akan molor sampai jam 21.00 karena kami berdua atau bertiga dengan papanya asyik bercerita atau bermain games di tempat tidur hingga si kecil terlelap. Pukul 5.30 atau 06.00 Lila sudah bangun dan siap untuk dimandikan atau sarapan.

☑️ 2. Sarapan

Sarapan menjadi sumber energi ketika anak belajar dan bermain di sekolah. Kebiasaan sarapan sangat baik diterapkan ketika anak masih kecil. Jumlahnyapun tidak perlu banyak, bahkan bisa digantikan dengan cemilan sehat.

Pic : pixbay
Meski nanti di sekolah ada snack, namun wajib buat saya menyuapi si kecil makan pagi. Berdasarkan pengamatan saya, Lila akan lebih terkontrol emosinya jika perutnya kenyang di pagi hari. Jika saya terlambat memasak, dia sudah berubah menjadi uring-uringan dan menangis sepanjang pagi.

Menu sarapan juga tidak macam-macam. Paling gampang, saya buatkan dia telor dadar dengan parutan keju. Ditambah segelas susu, jika memang dia mau. Atau saya bisa menyiapkan nasi dengan ayam goreng. Kalau mau lebih mudah lagi bisa satu lembar roti tawar dengan selai atau meses. Untuk perutnya yang mungil, porsi tersebut sudah cukup.

☑️ 3. Perlengkapan sekolah

Urusan menyiapkan perlengkapan sekolah masih menjadi kewajiban ibu. Si anak masih belum peduli terhadap tanggungjawab yang dimiliki.

Biasanya, perlengkapan ini ada 2, yang dipakai dan yang dibawa ke sekolah. Untuk perlengkapan yang dipakai, sudah ada seragam yang disesuaikan dengan hari sekolah. Juga sepasang sepatu yang akan dia pakai untuk beraktivitas.

Untuk di bawa ke sekolah, ada 1 buah tas yang berisi beberapa bawaan. Berikut ini adalah contoh perlengkapan yang di bawa Lila ke sekolah

Baju ganti ✅
Untuk cadangan jika Lila mengompol, bermain air, atau menumpahkan makanan.

Diaper ✅
Meski Lila sudah lepas diapers tapi saya masih membawakannya diaper untuk jaga-jaga jika dibutuhkan.

Sebotol air putih ✅
Lila adalah penggemar air putih. Jika lupa membawakan air putih, dia bisa ngomel-ngomel ketika pulang sekolah.

Sekotak snack ✅
Meski sudah ada snack, saya suka membawakan makanan tambahan. Siapa tahu snack di sekolah tidak sesuai dengan seleranya. Pilihan paling mudah adalah selembar roti tawar dengan topping meses, atau biskuit-biskuit kesukaannya. Tidak lupa sekotak susu coklat.

Perlengkapan yang dibawa memang banyak, terkadang masih di tambah beberapa mainan yang sengaja dimasukkan olehnya.

☑️ 4. Manajemen waktu antar jemput sekolah

Untuk waktu mengantar ke sekolah mungkin tidak terlalu repot karena dapat bersamaan dengan ayah atau bunda pergi bekerja. Namun, lain halnya ketika menjemput anak dari sekolah. Jangan ditunda-tunda ya, Mom. Kalau nggak ingin sikecil jadi sebal. Jika sudah saatnya pulang, segera jemput.

Manajemen waktu menjemput anak ini juga bukan perkara mudah. Termasuk bagi ibu rumah tangga. Kesibukkan mengurus rumah yang tak kunjung selesai, eh, tidak terasa waktu menjemput sekolah sudah tiba.

Menggunakan jasa antar jemput sekolah, saya rasa juga belum tepat untuk anak usia PAUD. Karena, usia mereka yang masih belia masih mudah untuk dimanfaatkan atau dibujuk rayu oleh orang baru yang tidak dikenal. Lebih baik urusan antar jemput tetap menjadi tanggung jawab orang tua.

☑️ 5. Merawat ketika anak jatuh sakit

Siap bersosialisasi artinya anak siap bertemu dengan berbagai tantangan. Kemungkinan untuk tertular penyakit salah satunya. Mungkin orang tua telah menjaga kebersihan anak kita dengan baik. Namun, tidak ada yang menjamin hal itu berlaku dengan anak lain. Sementara, kita tidak dapat terus mengawasi pergaulan mereka di sekolah, bagaimana cara mereka bermain, makanan yang dimakan di sekolah dan lain sebagainya.

Di tiga bulan awal si kecil sekolah ini, memang frekuensi Lila sakit sedikit meningkat. Misalnya demam, batuk atau pilek. Hal ini tidak terlalu mengagetkan saya, terutama ketika saya lihat teman sekolahnya menderita sakit yang sama.

Awalnya saya merasa cukup sedih. Karena ketika si kecil mulai demam dia menjadi rewel baik saat siang maupun malam lagi. Belum lagi, nafsu makannya yang berkurang secara tiba-tiba. Dan akhirnya, dia tidak sekolah dan harus seharian di rumah.

➡️ Mengatasi Demam pada Anak

Demam pasti sering terjadi pada anak. Demam adalah kondisi kenaikan suhu tubuh di atas 38 derajat, yang merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Sering kali sebelum anak terserang batuk atau pilek, dia akan mengalami demam.

Kondisi ini memang tidak menyenangkan. Umumnya anak akan berubah menjadi lebih rewel, lemas dan malas makan.

Anak yang demam menjadi susah tidur
Demam juga memiliki gejala lain yang menyertainya, seperti

Sakit kepala
Sakit tenggorokan
Keluar keringat dingin
Dehidrasi
Batuk-batuk
Sakit pada telinga
Merasa mudah lelah
Menggigil
Diare dan muntah-muntah

Meski umumnya demam tidak berbahaya, namun tetap saja saya merasa khawatir jika Lila demam.

Ketika masih awal menjadi ibu dan cukup paranoid dalam mengatasi anak yang sakit, jika demam menyerang, saya langsung panik dan membawanya ke dokter spesialis anak atau ke puskesmas.

Tapi kemudian dokternya mengatakan,
"Ibu, harus selalu sedia obat penurun panas di rumah. Sebagai langkah awal mengatasi demam pada anak. Jika selama 2 hari demam tidak turun, baru di bawa ke dokter"
Sejak saat itulah saya selalu bersiaga di rumah dengan menyediakan obat penurun panas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Jika Lila tiba-tiba demam, saya memberinya Paracetamol sembari melakukan observasi terhadap kondisi tubuhnya.

➡️ Tempra Syrup Paracetamol

Paracetamol berfungsi membantu meredakan nyeri ringan sampai sedang dan demam untuk bayi di atas usia 1 bulan, anak-anak, dan orang dewasa. Paracetamol yang bersifat anti-piretik (menurunkan suhu) yang dikandungnya, berguna untuk gejala pilek, flu, dan batuk.


Sejak Lila berusia 1 tahun, saya memilih Tempra Syrup Paracetamol untuk membantu menurunkan panasnya. Hal ini karena Tempra Syrup Paracetamol

Aman di lambung ✔️

Tidak perlu dikocok, larut 100% ✔️

Dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis) ✔️

Harga terjangkau dan  mudah ditemukan di berbagai apotik ✔️

Paracetamol dengan varian rasa buah, mempermudah untuk diminumkan ke anak yang tidak menyukai ras pahit. ✔️

Tempra Syrup Paracetamol memiliki 3 varian yaitu, Tempra Drops untuk bayi, Tempra Syrup untuk balita dan Tempra Forte untuk anak. Karena Lila semakin besar dan mulai menyukai "rasa", akhirnya saya memilih Tempra Syrup Paracetamol yang memiliki rasa anggur. Selain anggur juga ada rasa jeruk.

Ketika Lila demam, saya meminumkan Tempra Syrup
Ketika mengkonsumsi Tempra Syrup Paracetamol, pastikan penggunaan dosis yang tepat.

Gunakan sesuai anjuran dokter, bila perlu satu dosis setiap 4 jam, namun tidak lebih dari 5 kali sehari.

Umur                                                    Dosis
Dibawah 2 tahun                 Sesuai petunjuk 
                                                 dokter/gunakan 
                                                 Tempra Drops
2 – 3 tahun                                          5 ml
4 – 5 tahun                                          7.5 ml
6 – 8 tahun                                        10 ml atau 
                                      gunakan Tempra Forte

Selain memberikan Tempra Syrup Paracetamol , biasanya saya melakukan beberapa hal ini untuk mempercepat proses penyembuhan buah hati.

1. Memakaikan baju berbahan tipis dan nyaman ✔️
2. Membuat kamar bersuhu sejuk ✔️
3. Mengompres dengan air hangat ✔️
4. Sering memberikan air minum ✔️
5. Menyuapi anak dengan sup ayam hangat ✔️
6. Sering memeluk anak dan menemaninya tidur ✔️

Ketika anak mulai aktif sekolah, ternyata sebagai ibu juga dituntut untuk lebih siaga dengan berbagai kondisi tubuh si kecil. Itu mengapa wajib bagi ibu, untuk selalu menyediakan Tempra Syrup Paracetamol di rumah. Sehingga ketika anak demam, dapat segera diobati. Jika si kecil kembali sehat, tentu dapat kembali belajar dan bermain di sekolah.

Itu tadi ke 5 hal yang wajib ibu perhatikan, ketika anak mulai sekolah. Mulai dari urusan perlengkapan, manajemen waktu hingga masalah kesehatan. Semoga buah hati dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal, dengan dukungan cinta dari orang tua.

Pastinya, melihat anak yang sehat dan aktif, membuat Ibu bahagia, kan?




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

Referensi :

medicinenet.com/aches_pain_fever/article.htm. Diakses 12 Desember 2017, pukul 17.30
13 comments on "Anak Mulai Sekolah, Ibu Wajib Perhatikan 5 Hal Ini"
  1. Di tempatku juga PAUD milik desa yabg murahnya ampun2an. Menurutku juga bisa menjadi ajang untuk anak bersosialisi atau menjalin pertemanan dengan sekitar. Ah iya, di rumah juga sedia tempra buat jaga2 kalo bujang sm gadis demam. Soalnya anak2 rentan demam. Heuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang beenr ya mbak, dikit-dikit demam..kecapekan juga demam, makan es, berenang..hehe..yah namanya anak-anak..

      Delete
  2. Bener banget, anak sakit kadang bikin panik jd buru2 ke dokter padahal bisa ditangani sdri dulu. Sedia obat kek tempra pas banget, untuk antisipasi jika demam datang sewaktu-waktu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mak..paling nggak menemukan cara mengatasi demam dengan cepat. agar tidak terjadi hal-hal buruk kemudian

      Delete
  3. Wah umur 2 taun 7 bulan udah masuk PAUD, luar bisa mbak. Semoga menjadi anak yang cerdas membanggakan kedua orang tuanya. Aamiin

    ReplyDelete
  4. Pertimbangan lain memilih PAUD ketimbang Daycare ada lagi gak mba? Selain waktu Daycare yg lebih panjang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak..saya menuliskan pertimbangan dalam memilih PAUD di sini http://www.neyrhiza.com/2017/10/memilih-paud-yang-tepat-bagi-anak.html

      Delete
  5. Pertimbangan lain memilih PAUD ketimbang Daycare ada lagi gak mba? Selain waktu Daycare yg lebih panjang?

    ReplyDelete
  6. Waa udah PAUD anaknya. Sama mbak aku jg slalu sedia tempra utk bayiku. Mampir blogku yuk bun 😄

    ReplyDelete
  7. Wah, dek Lila cantik udah berani sekolah, ya. Enak juga nih PAUD-nya dekat. Moga tetap ceria dan sehat, ya. Yups, saya sedia Tempra juga di rumah tuk anak-anak saya :)

    ReplyDelete
  8. anak-anak memang bisa kena demam kapan saja ya mba, sedia Tempra di rumah jadi keharusan. Semoga anak-anak sehat selalu. Salam kenal mba.

    ReplyDelete
  9. biasanya kalo udah sekolah jadi sering sakit ya, entah karena kecapekkan atau tertular teman, tapi emang ibu harus selalu sedia obat untuk pertolongan pertama

    ReplyDelete

Terima kasih ya sudah berkunjung dan berkomentar.
Maaf, komentar dengan link hidup akan dihapus.

Salam

Auto Post Signature