7 Tips Sukses Mendapatkan Kerja Freelance Agar Pemasukan Lancar

12.10.20


TIPS MENJADI FREELANCER SUKSES

Bagi sebagian orang, menerapkan etos kerja freelance yang baik terdengar mudah. Namun faktanya, ada beberapa hal yang perlu kita kembangkan agar sukses dan pemasukan lancar. Daya tarik dan minat masyarakat dalam menekuni bidang freelance, terus meningkat dari waktu ke waktu. Jadwal kerja yang fleksibel serta tak diatur manajemen, menjadi salah satu alasan kenapa saya juga memiliki kerja paruh waktu. 

Bekerja freelance dalam berbagai posisi nyatanya, membutuhkan keseimbangan waktu serta produktivitas. Kita mesti bisa mengatur segala hal karena menyangkut kedisiplinan diri sendiri.
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang freelance, yakni kita hanya duduk di rumah dan menunggu peluang dari layar komputer. Padahal, kita harus berjuang keras untuk mencarinya!

Memang betul bahwa kerja freelance lebih fleksibel, tapi kerja tetaplah kerja dong. Meski tak dipatok dari jam 9 pagi hingga 5 sore, saya mesti menyelesaikan berdasarkan tenggat waktu.
Tingkat kesulitan kerja freelance kian terasa saat kita tahu bahwa ada banyak pesaing di luar sana yang siap berebut proyek. Apalagi jika kamu adalah freelancer pemula.

Tiga tahun terakhir, saya merasa bahwa pendapatan saya justru lebih besar berasal dari kerja freelancer. Semula saya hanya menganggap pekerjaan menulis blog, digital content creator dan menjadi voice over talent tak ubahnya dengan side hustle yang mengisi kejenuhan. Tapi nyatanya, pos- pos income inilah yang kini lebih saya andalkan.

Tertarik untuk menjadi freelancer? Atau ingin menemukan side hustle yang sesuai dengan passion tanpa meninggalkan pekerjaan utama? Ini tips untuk mendapatkan kerja freelance agar tetap lancar dan sukses. Apakah sajakah itu? Simak di bawah ini...

7 Tips Mendapatkan Kerja Freelance 

1. Memperkenalkan Diri pada Khalayak Luas


Hal pertama yang perlu dilakukan untuk memantapkan kiprah kerja freelance adalah personal branding. Kenalkan diri kita serta bidang yang ditekuni sebagai seorang freelancer. Beri tahu aspek keahlian kita pada masyarakat luas, semisal lewat media sosial. 

Personal branding menjadi salah satu kunci sukses saat hendak berkecimpung lebih serius sebagai seorang freelancer. Agar lebih meyakinkan, buat resume serta portofolio pribadi. Buat saya, menjaga konsistensi membuat konten di sosmed dan di blog wajib dilakukan. Terlebih di era digitalisasi, di mana orang mencari dan menemukan semua informasi melalui internet. Pastikan people find about you when typing your name on Google.

2. Dukung dengan Resume dan Portofolio

MEMBUAT CURRICULUM VITAE


Perkenalan yang baik, mesti disertai dengan resume dan portofolio yang mendukung. Sebelum itu, sudahkah kamu menyusun daftar riwayat hidup untuk persiapan wawancara kerja freelance?

Lihat sejauh apa persiapan diri kita dari segi CV dan portofolio. Jika sebelumnya pernah bekerja, tentu upaya pencarian lowongan freelance akan lebih mudah karena telah memiliki reputasi.

Lantas, bagaimana dengan pekerja freelance baru? Awali dengan langkah sederhana seperti membuat situs portofolio, sering berbagi ilmu pada orang sekitar, hingga perbarui profil medsos.

3. Pasang Tarif Sesuai Kemampuan dan Pengalaman


Setiap freelancer memang mematok harga berbeda, namun kamu juga bisa menaruh harga sendiri. Hal ini penting untuk mempersiapkan saat proses negosiasi berlangsung. Ada yang menaruh tarif per jam, ada juga yang menaruh tarif per proyek. Sesuaikan kebutuhan dengan membuat berbagai jenis tarif dasar tersebut.

Sebelum memasang tarif,  cobalah untuk berkonsultasi pada rekan sejawat hingga mencari informasi terbaik lewat internet mengenai harga di industri/ bidang kerja kita. Ingat, jangan terlalu rendah atau tinggi saat memberikan harga!

Baca Juga : Ini Cara Menentukan Harga  Voice Over Talent


4. Teliti Saat Membaca Kontrak


Kontrak membantu freelancer memperkuat beberapa hal seperti tarif hasil negosiasi, ruang lingkup proyek, tenggat waktu, hingga revisi. Pembatalan proyek juga turut disisipkan di sana.

Terdengar seperti bekerja tetap? Tunggu dulu! Faktanya, kontrak dapat membantu melindungi diri dari potensi masalah hukum, perselisihan, dan memastikan nominal dan metode pembayaran.

So, bacalah kontrak secara teliti, pastikan semua kesepakatan telah tertuang di dalamnya. Jangan ragu untuk bertanya, jangan sampai kamu  melewatkan ketentuan penting.


5. Buat Jadwal Pekerjaan yang Teratur


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak masyarakat berpandangan bahwa kerja freelance bebas dan tak terikat waktu. Padahal, anggapan ini tak sepenuhnya benar.
Sangat penting bagi kita untuk mengatur jadwal serta menaati sesuai kesepakatan. Manfaat pengaturan jadwal yang baik, antara lain:

- Memenuhi tenggat waktu penting (deadline)
- Menghormati klien 
- Menciptakan keseimbangan kerja dan hidup (work life balance)

Semakin bebas, berarti harus makin pandai atur prioritas. Catat setiap detail pekerjaan, patuhi tenggat waktu, serta diskusikan segala hal terkait aturan proyek dengan klien sebelum dibuat kesepakatan kerja.


6. Berdiskusi dengan Freelancer Profesional


Meski saling bersaing, namun bukan berarti kamu tidak bisa berdiskusi dengan freelancer profesional lainnya. Belajarlah dari pengalaman mereka saat menekuni bidang ini.

Pada dasarnya, para freelancer bekerja masing-masing antara dia dengan klien. Jika kamu masih merasa awam, biasakan bertanya pada yang sudah ahli terkait kiprah dan pengalaman mereka. 
Sekali pun berbeda haluan dari segi keahlian, kamu bisa bertanya tentang hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari. Pertanyaan umum biasanya berkutat mengenai menentukan rate card dan negosiasi harga.

7. Fokus, Tentukan Target, dan Tetap Termotivasi


Setelah semua upaya di atas dilakukan, kita harus tetap fokus, termotivasi dengan kerja freelance, hingga membuat target pribadi untuk dicapai.

Sebagai contoh, kita perlu fokus untuk mengasah keterampilam. Usahakan tetap berada pada bidang yang kita kuasai, atau passion yang kita lakukan, semisal sebagai seorang desainer grafis.
Meski bisa menekuni bidang lain, namun tetaplah fokus agar reputasikita kian solid di luar sana.

Semakin mantap, semakin banyak perusahaan mengajak kita bekerja freelance!

Tak lupa, tentukan target untuk dicapai setiap bulan. Misalnya, kamu dapat menargetkan perolehan uang dan jumlah pekerjaan freelance yang ingin digeluti.

Baca Juga : Cara Atur Duit Bagi Freelancer


Sudah? Kini saatnya menjaga api dalam diri agar tetap termotivasi dalam menjalani kerja freelance. Teruslah usaha, negosiasi, dan mencari objek pekerjaan paling tepat sesuai keahlian.

Selamat mencoba!

See you on the next blogpost.








Thank you, 

Post Comment
Post a Comment

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature