Tangan Di Atas (Solo Raya) : Broadcasting for Entrepreneur

10/3/12
Matur suwun, saya diberikan kesempatan untuk sedikit sharing mengenai Broadcasting for Entrepreneur di Forum Salam Tangan Diatas Solo Raya.


Kondisi radio lokal saat ini sedang dalam masa kritis. Ada beberapa hal yang mendasari.
1. Jumlah radio lokal yang kian banyak
2. Pendapatan melalui iklan yang kian sedikit

Sehingga tidak bisa dipungkiri, radio-radio saling berebut untuk mendapatkan iklan baik Nasional maupun lokal.
Namun, dibalik kesulitan ini, justru terdapat peluang bagi para pengusaha lokal yang ingin mengiklankan produk atau usahanya melalui radio. Usaha lokal yang menjadi target marketing radio, memperoleh kesempatan untuk mengiklankan produknya dengan harga yang lebih bersahabat dan "negoable". Harga atau rate iklan yang di tawarkankan tiap radio semakin bervariasi. Sehingga sebagai pengiklan kita akan menjadi "Raja" dan lebih mudah menyesuaikan dengan anggaran promosi yang dimiliki.

Sedikit tips, bagaimana mengiklankan produk usaha melalui radio, yakni
1. Kenali target market produk, kepada siapa produk ini dipasarkan

2. Memilih radio yang tepat. Hal ini meliputi :
a. Format radio tempat kita beriklan
Hal ini menjadi satu hal yang cukup penting. Sebagai contoh, bila produk kita target pasarnya adalah anak muda, sedang format radio tempat kita memasang iklan adalah radio budaya atau radio bisnis yang pendengar anak mudanya relatif terbatas, tentu akan menjadi hal yang sia-sia ketika iklan produk usaha kita disiarkan namun sangat terbatas yang mendengarkan
b. Format program acara atau jam siar dimana iklan produk disiarkan.

3. Materi
Materi iklan adalah permasalahan yang susah-susah gampang. Perlu adanya ke'unik'an tersendiri untuk mampu memancing minat pendengar secara auditori.
Pemasang iklanpun tidak ada salahnya untuk turut menyumbangkan ide kreatif yang kemudian nanti diolah oleh pihak kreatif radio sebelum iklan tersebut layak siar.

4. Melalukan survei secara berkala
Satu hal yang menjadi keterbatasan manajemen periklanan radio, yakni tidak adanya tim survei yang meneliti sebuah iklan yang telah di siarkan di radio terebut apakah efektif atau tidak efektif terhadap penjualan produk usaha pemasang iklan. Sehingga, pemasang iklan perlu secara mandiri melakukan survei kecil-kecilan untuk mengukur seberapa efektif pemasangan iklan melalui radio tersebut.
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature