Ave Communicare 2015 "Day Core " FISIP UNS : Radio dan Hal- hal Menyenangkan lainnya



Memilih jurusan kuliah, itu susah- susah gampang. Kalau tidak dipikir baik-baik, nantinya bisa tersesat.he..he.. Tapi begitulah, yang mungkin akan dihadapi para mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS, ketika memilih spesialisasi jurusan nantinya di semester 5. Beruntung, HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi) cukup peka dengan hal tersebut dan menyelenggarakan acara ini.

Saya yang kebetulan diminta untuk mengisi acara ini lebih banyak bercerita mengenai susah senang  bekerja di dunia radio. Menjadi peka dengan segala perubahan zaman. Dimana radio yang semakin tersingkir, harus mampu digeliatkan kembali dari ide-ide kreatif para pelakunya dalam menarik pendengar dan pengiklan. Karena tentu saja, mahasiswa nantinya akan dituntut menjadi seorang profesional yang tidak hanya bisa berteori. Kita  juga harus tahu betul, jurusan yang kita pilih bisa menjadi investasi ilmu untuk berkarir ke depannya.

SLIDE PPT klik DI SINI




tengah : Ketua Himakom, kanan : teman sejawat.Paramita yang turut mengisi materi ke PRan

MC - Kolosal Drum - International Creative City Conference


Kota Solo menjadi tuan rumah gelaran event International Creative City Conference. Sebagai puncaknya, tepat di tanggal 25 Oktober 2015, disepanjang car free day Jalan Slamet Riyadi hingga tugu titik nol Kota Solo digelar banyak pertunjukkan.
Saya sendiri ditunjuk menjadi MC untuk acara Kolosal Drum di Ngarsopuro. Acara ini melibatkan 32 drummer dari Gilang Ramadhan Studio Band.






Penyerahan Piagam dari Republik Aeng-Aeng

Demo Damai Seniman Anti Pembajakan

Isu pembajakan masih terus disoroti di tanah air. Bukanlah suatu hal yang mengherankan, karena para seniman dan industri rekaman adalah pihak-pihak yang dirugikan.
Dalam rangka kampanye anti pembajakan karya seni inilah, diadakan sebuah acara Demo Damai Seniman Anti Pembajakan di Lokananta hari ini, 15 Oktober 2015, yang dibuka langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Turut hadir juga Roma Irama, juga Sam Bimbo.




Pemusnahan vcd bajakan

25

Tidak ada yang istimewa. Kue inipun hanya berharga 25 ribu rupiah pemberian suami (meskipun ada perayaan-perayaan lanjutan..hehee). Tapi...Alhamdulillah. Allah masih memberikan kesempatan untuk saya berkumpul bersama orang-orang yang saya sayangi, ditambah lagi hadirnya My Lil dalam kehidupan keluarga kecil kami.
"Maka nikmat Allah mana lagi yang kau dustakan........."

Semoga hidup saya Barokah..


Street Food Fest

Apa yang paling menyenangkan ketika sore tiba, dan kesibukan sudah berakhir?
Yah...jalan -jalan sambil makan. 5 menit dari rumah, saya mencoba menikmati keramaian di pelataran The Park Mall, setelah sebelumnya ikut bersenandung dengan Seventeen yang kebetulan menjadi guest star event di Atriumnya.



Lalu, apa yang lidah saya coba sore ini ? Chicken Stacko by Chicken Friday dengan rasa Garlika. Sepintas mungkin hampir mirip burger atau kebab. Tapi yang berbeda di sini, daging ayam krispinya yang mengatup pada nasi putih dengan telor dadar dan daun selada di dalamnya. Rasanya? Enak dan mengenyangkan. Harganya cukup terjangkau yakni Rp 20.000,-


Sarasehan Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 3 Surakarta - 2015

10 yang lalu saya menjabat sebagai Ketua Umum di organisasi ini. Dan sekarang, saya masih diundang jika MPK mengadakan acara. Sejujurnya saya tersanjung. Masih bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik SMA. Bisa sekaligus reuni juga jika ada teman seangkatan yang hadir.




Festival Payung 2015

sekali-kali kita kompakan :D

MM UNS

Menyempatkan diri berfoto bersama usai pelantikan.


Pameran Wayang Potehi

Salah satu budaya Tionghoa yang hampir punah adalah Wayang Potehi. Pergolakan politik era tahun 65, diperkirakaan memiliki andil yang besar dalam semakin sedikitnya budaya Tionghoa di tanah air. namun, sejak era Gus Dur, perlahan budaya Tionghoa seperti Barongsai mulai kembali bisa dinikmati.

Beruntung, saya bisa menyaksikan pameran beberapa bentuk Wayang Potehi di Bale Soejatmoko hari ini.

Pernah menyaksikan serial Kera Sakti? Mungkin tidak asing dengan Wayang di atas






HALAL BIHALAL

Masih dalam suasana Bulan Syawal, terima kasih atas undangan beberapa pihak yang mengundang saya bersama keluarga dalam acara Halal Bihalal. Semoga jalinan silaturahmi membawa berkah panjang umur.

Halal Bihalal FKI UMS - Sahid Jaya Prince Hotel
9 Agsutus 2015
Terimakasih juga untuk BCA Cabang Solo Baru atas undangannya pada 11 Agustus 2015 di Allana Hotel, Colomadu.

Juga untuk warga Panularan RT 5 RW 1, pada 16 Agustus 2015 bersamaan dengan acara Tirakatan 17-an.

MC Grebeg Foto Jumbo Indonesia

Turut memeriahkan peringatan 17-an HUT Indonesia ke 70, Republik Aeng-Aeng bersama beberapa pihak mengadakan pameran foto jumbo di Koridor Budaya Ngarsopuro.
Sebagai ceremonial pembukaannya, dilakukan di area car free day pada 16 Agustus 2015.
Beragam foto ukuran 2 x 2 m dipamerkan. Foto-foto hasil karya para pewarta foto itu sangat dekat dengan kehidupan khas Indonesia, menjadikan sebuah refleksi Indonesia yang kaya akan keberagaman.

Thanks for having me



by Gudang Hiphop Solo





Musisionline.com - Peluang Bisnis Studio Rekaman di Rumah

Menemukan jejak event yang saya adakan 2 tahun silam, yang saya sengaja buat untuk calon suami saya kala itu dengan buku perdananya berjudul Panduan Mudah Membuat Studio Rekaman di Rumah. Event ini bekerja sama dengan toko buku Toga Mas dan Penerbit Andi.




Artikel selengkapnya

Musisionline.com- sobat musisi kini, rekaman musik sekarang tak perlu lagi dilakukan di studio musik ataopun perusahaan rekaman skala besar. Seiring kemajuan teknologi, di rumah pun, sekarang masyarakat dapat membuat studio rekamannya sendiri di rumah.dalam hal ini akan menepis cost produksi rekaman anda

Budi Pasadena, Pemilik Budi Pasadena Studio Recording Rekaman di kota Solo menjelaskan, kini industri rekaman di Indonesia tengah berkembang pesat. Dan berbisnis studio rekaman di rumah menjadi peluang bisnis yang cukup besar saat ini.

“Peluang bisnis studio rekaman rumahan di Kota Solo masih cukup besar. Apalagi pelaku bisnisnya saat ini baru sekitar 10-15 orang, jadi pemainnya masih sedikit,” ujarnya sebelum acara Bedah Buku dan Diskusi Panduan Mudah Membuat Studio Rekaman di Rumah,di mulai Selasa.

“Untuk nilai investasinya minimal Rp 15 juta. Kalau dari segi penghasilan, rata-rata penghasilan jika membuka studio rekaman sendiri secara amatir, minimal Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per jam

Dijelaskan Budi, perkembangan penjualan alat-alat rekaman semenjak era 1990-an hingga saat ini mencapai peningkatan hingga 100 kali lipat. Sehingga prospek ke depan, bisnis studio rekaman rumahan ini sangat cerah. Akan tetapi, karena bisnis tersier, kunci kesuksesan terletak pada tingkat kepercayaan masyarakat.

“Walaupun industri rekaman termasuk bisnis hobi, namun bakat musik dan pengontrolan manajemen bisnis sangat diperlukan, agar bertahan dan tidak kolaps nantinya. Misalnya, di Solo dulu banyak studio rekaman yang seharga Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Namun, akibat kurang pandai dalam mengontrol manajemen bisnisnya, membuat mereka akhirnya bangkrut. Industri studio rekaman itu tidak sekedar hobi, namun jika dibangun sedemikian rupa bisnis ini akan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” bebernya.

Festival Jajanan Bango 2015

Apa yang asyik dilakukan ketika sore tiba? Yup, saya, suami dan baby Lila bermain ke pelataran parkir The Park Mall.
Hanya bermodal Rp 18.500 untuk membeli produk kecap Bango, kami mendapatkan free photo booth, lunch box dan voucher Rp 5.000 untuk menikmati jajanan di tenant yang disediakan.


voucher saya pakai di tenan ini :)




Solo Food Fest 2015

Sore ini, kami sempatkan mampir ke Solo Food Fest di area antara Paragon Mall dan Tea n Tea....







Outing Class mahasiswa/i Radio Workshop ke Radio PTPN Surakarta

Kali ini saya mengajak para mahasiswa Radio Workshop Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk outing class ke Radio PTPN. Bertemu langsung dengan para praktisi selama 3 jam, ada beberapa materi yang disampaikan seperti manajemen perusahaan radio, penyiar radio dan observasi langsung ke ruang siaran dan produksi. Terima kasih kepada Mas Wibi Perkasa selaku Statuion Manager, Mas Farhan Arief Manager Siaran, Dewa Mahesa, penyiar, dan Fahrezi bagian produksi serta seluruh keluarga Radio PTPN.

















Auto Post Signature