Memaknai Ekuilibrium Manusia, Selalu Ada Kelebihan di Balik Kekurangan

31.10.18

BARISTA INKLUSIF TEMU INKLUSI 2018

Kedua lengannya sibuk menyiapkan gelas plastik. Lengan itu pula terlihat gesit mengambil beberapa biji kopi, menuangkan air, hingga menambahkan susu kental manis pada kopi yang hampir siap disajikan.

Lengan itu terlihat kuat. Hanya bahasa tubuh pemiliknya yang terlihat sedikit canggung. Mungkin karena keberadaan kami di depannya yang sibuk mengambil gambar. Juga beberapa pembeli yang terlihat tidak sabar. Cuaca siang itu panas menyengat. Ingin rasanya duduk bersantai menikmati segelas es kopi.

Saya mengenalnya dengan nama Mas Eko Sugeng, sosok pemilik lengan yang kokoh itu. Lengan yang menopang hidupnya untuk bisa berkarya sebagai peracik kopi. Mas Eko, begitu biasa dia disapa, adalah peserta dari program Barista Inklusi. Barista Inklusi adalah program kerja sama Program Peduli, Pusat Rehabilitasi Yakkum Yogyakarta dan Stara Coffee yang memberikan pelatihan kepada rekan difabel untuk menjadi barista profesional. Para peserta pelatihan belajar mulai dari hal dasar, seperti mengenal berbagi jenis kopi, mengoperasikan berbagai peralatan, hingga pratik membuat bermacam-macam kopi yang nikmat. Pengetahuan mengenai manajemen perencanaan bisnis, dan aktivitas promosi melalui media sosial juga peserta pelatihan dapatkan.

TEMU INKLUSI 2018
Eko Sugeng bersama rekan di booth Barista Inklusif
TEMU INKLUSI 2018

Saya sudah pernah bertemu dengan Mas Eko sebelumnya, namun baru kali ini saya menyaksikan langsung caranya meracik kopi. Prasangka dengan kamampuannya tentu saja ada. Namun, beliau bisa membuktikan bahwa meski kedua tangannya tidak utuh, semangat yang menunjukkan bahwa dia bisa. 

Kecelakaan yang terjadi di masa lalu, memang membuat kedua tangan Mas Eko diamputasi. Sejak saat itu pulalah, ia hidup menjadi bagian kaum difabel. Yang "masih" menjadi kelompok marginal di Indonesia. Yang pada mereka disematkan berbagi label keterbatasan.

Manusia Itu Ekuilibrium

Mungkin saya, juga masyarakat Indonesia pada umumnya lupa, bahwa Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam hidup berdampingan dengan para difabel. Herman Sinung Janutama, seorang pemerhati budaya mengisahkan pada saya pada acara Lokakarya Agama, Budaya dan Difabel di desa Plembutan, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta, 24 Oktober 2018, bahwa  Keraton Kartasura, kerajaan turunan Mataram pernah diperintah oleh seorang difabel bergelar  Amangkurat III.

TEMU INKLUSI 2018
KH. Imam Aziz dan Herman Sinung Janutama dalam Lokakarya Tematik Temu Inklusi 2018

Mas Herman yang juga penulis buku Polowijan,  buku tentang difabel dalam perspektif budaya ini juga menyebutkan bahwa dalam pewayangan Jawa banyak tokoh pewayangan yang dilukiskan sebagai sosok difabel namun memiliki pengaruh yang kuat dalam tatanan masyarakat. 

Sebut saja Punakawan.  Punakawan sejatinya adalah dewa yang turun ke bumi untuk menjadi manusia yang bertugas menjadi abdi para kesatria. Mereka terdiri dari Semar yang memiliki tiga orang putra bernama Gareng, Petruk dan Bagong. Keempatnya memiliki keterbatasan dari segi fisik. Gareng misalnya, yang memiliki cacat tangan, kaki pincang dan mata juling. Juga Petruk yang  memiliki hidung, telinga, mulut, kaki, dan tangan yang lebih panjang dari ukuran normal.

Meski memiliki kekurangan  fisik, Punakawan adalah penasihat para ksatria, penghibur, kritis terhadap isu sosial dan sumber kebenaran dan kebijakan. Terlebih pada sosok Semar yang bijaksana dan  selalu mencari kebenaran terhadap segala masalah. Petuahnya selalu didengar, bahkan oleh para dewa. 

Mendengar apa yang dijelaskan Mas Herman, saya menjadi paham bahwa sejatinya bangsa kita dibangun atas kesadaran terhadap penghargaan pada umat manusia, bagaimanapun wujud fisiknya. Suatu hal yang memalukan jika kemudian kita yang dianggap normal "secara fisik" menjadi merasa ekslusif dibandingkan orang lain yang memiliki keterbatasan fisik.

Saya sampai merinding ketika Mas Herman menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat dunia akan persamaan hak difabel baru terjadi setelah era perang dunia kedua sekitar tahun 1972. Dulu, di Eropa bahkan, mereka yang terlahir cacat dianggap sebagai produk gagal evolusi, yang kemudian dibunuh karena dianggap tidak berguna.

Hal ini tentu berlawanan dengan konsep manusia pada budaya Jawa. Bahwa manusia itu ekuilibrium (asas kesetimbangan). Jika disatu sisi memiliki kekurangan, maka di sisi yang lain dia akan memiliki kelebihan yang sulit disaingi oleh orang lain. Kita perhatikan saja rekan kita yang tuna netra, biasanya memiliki kepekaan yang tinggi di indra pendengarannya.

Kita Semua Menjadi Disabel Pada Saatnya Nanti

KH. Imam Aziz

Jadi untuk apa mengolok-olok orang lain, jika pada akhirnya kita akan mengalami hal yang sama? KH. Imam Aziz, Ketua PBNU yang juga hadir sebagai pembicara di Lokakarya Agama, Budaya dan Difabel di Temu Inklusi 2018, berhasil mengetuk hati saya saat mengatakan  "akan tiba waktunya kita semua menjadi disabel. Entah karena kecelakan, atau karena usia yang menua."

Ajaran berbuat baik dengan sesama manusia juga telah ditegaskan dalam AlQur'an pada surat al-Hujarat ayat 11, yang berbunyi “Wahai orang-orang yang beriman!, janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-ngolok, dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-ngolokkan perempuan lain, karena boleh jadi perempuan yang diolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-ngolok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk”. 

Tuhan tidak melihat manusia berdasarkan cantik dan tampan wajahnya, namun dari derajat ketaqwaan yang dimiliki. Hal ini tentu semakin memperjelas bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk hidup setara dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk dalam menikmati berbagai fasilitas beribadah, kesehatan, pendidikan, transportasi juga dalam mencari lapangan pekerjaan.

Maka, ketika masih banyak masyarakat marginal yang terdiskriminasi, tentu menjadi tugas kita untuk bersama- sama mempromosikan terwujudnya inklusi sosial dalam masyarakat.

Masyarakat inklusif itu yang seperti apa? 

Yakni, masyarakat yang mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan perbedaan serta mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun infra struktur yang ada di masyarakat. Bentuk perbedaan dan keberagaman antara lain seperti keberagaman budaya, bahasa, gender, ras, suku bangsa, strata ekonomi, serta termasuk juga didalamnya adalah perbedaan kemampuan fisik/ mental atau difabilitas.


Jadi, siapkah kita menjadi bagian masyarakat Indonesia influsif?


* Temu Inklusi (TI) 2018 merupakan agenda lanjutan dari kegiatan dua tahunan yang diinisiasi
Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia. Temu Inklusi merupakan
wadah terbuka yang mempertemukan berbagai pihak pegiat inklusi Difabel.


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,

Mudah, Begini Cara Membersihkan Sepatu Putih!

27.10.18

Ngomongi dunia per-fashion-an, salah satu must have item yakni sepatu. Meski hanya sebagai alas kaki, ternyata banyak orang justru suka mengoleksi sepatu. Kaya saya juga sih... Makanya, bukan cuma rajin beli sepatu, saya juga harus siap merawatnya. Apalagi sepatu wanita bentuknya macem-mecem gitu. Belum juga kalau punya sepatu warna putih. Duh, ribet deh merawatnya.

Tahu sendiri kan, kalau warna putih akan lebih cepat kotor dibandingkan warna lainnya. Jadi kalo kamu agak -agak jorok, wah mesti harus  waspada supaya sepatu putihmu nggak mudah kumal.

Tetapi tenang, kalau kamu bingung bagaimana cara membersihkan sepatu putih, kamu simak saja  beberapa cara dan tips berikut ini:

1. Menggunakan Alkohol 70 persen

Ya, kalau mengalami masalah dengan noda yang membandel pada sepatu putihmu,  nggak ada salahnya untuk mencoba menghilangkannya dengan bantuan bahan medis ini. Yakni dengan alkohol.  Tentunya alkohol ini bukan untuk diminum ya. Jaga juga agar tidak terhirup terlalu banyak. 

Nah, caranya mudah nih untuk menghapus noda membandel. Kamu hanya perlu menyiapkan kapas yang dimasukkan ke dalam cairan alkohol tersebut, lalu oleskan secara perlahan pada noda yang membandel pada sepatu putihmu.

2. Menggunakan Semir Sepatu

Pakai semir sepatu itu cara paling praktis untuk membersihkan sepatumu. Hal yang perlu diingat bahwa gunakan semir sepatu khusus untuk sepatu putih ya, jangan keliru menggunakan semir sepatu untuk warna hitam atau warna gelap lainnya. Bisa bisa warna sepatumu berubah.


3. Gunakan pula Campuran Air dengan Sabun

Memang kita tidak dapat mengelak bahwa terkadang kita pun bisa saja terjebak pada jalanan berlumpur.. Atau bisa saja dengan tidak sengaja menjejakkan kaki di tanah yang basah atau becek. Kalau seperti itu kejadiannya, jelas deh sepatu putihmu bakal kotor banget.

Makanya, sesampai di rumah coba campurkan air dan sabun ke dalam wadah. Lalu rendamlah sepatu putih kesayanganmu selama semalaman. Cuci dan bilas keesokan paginya, dan kamu akan mendapatkan warna sepatu putihmu menjadi cemerlang kembali.

Baca Juga : 4 Masker Oke kamu Wajib Coba


4. Sikat Noda yang Membandel

Selain butuh perawatan yang ekstra, sepatu putih  juga harus senantiasa dijaga. Menyikat sebuah sepatu memang terkadang butuh tenaga ekstra. Gunakan sikat khusus untuk mencuci sepatu, bila masih terdapat bagian-bagian ternoda yang terselip dan tak bisa terjangkau. Oiya, kamu juga dapat menggunakan sikat gigi bekas untuk meraihnya.


5. Gunakan Penghapus

Cara lain untuk menghapus noda pada sepatu berwarna putih adalah dengan menggunakan penghapus. Caranya pun mudah, cukup gosok secara perlahan dengan arah yang berlawanan dengan arah noda. Cara ini cocok untuk sepatu putih berbahan suede.

Baca Juga : Cara Merias Mata dengan Tepat


6. Menggunakan Bahan Pemutih

Bahan pemutih bisa membuat sepatu putih yang kotor jadi bersih kembali. Coba kamu buat konsentrasi sebanyak 1 banding 5 antara pemutih dengan air. Lakukanlah proses perendaman, lalu bilas seperti biasa. Hati-hati ya dengan bahan pemutih. Untuk beberapa orang, bisa menyebabkan iritasi jika terkena tangan.

Nah, dari beberapa cara membersihkan sepatu putih di atas, cara mana nih yang biasa kamu gunakan?

Oiya, kalau kamu mau tahu sepatu yang wajib dikoleksi wanita, baca deh artikel ini : https://review.bukalapak.com/fashion/trendy-7-jenis-sepatu-wanita-ini-wajib-dikoleksi-21304


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,

Yang Muda Yang Berdaya. Sekarang Giliranmu!

26.10.18
INDONESIA BERDAYA DOMPET DHUAFA

Minggu lalu, saya berdiskusi dengan mahasiswa di kelas mengenai tingkat turn over yang tinggi dikalangan karyawan milenial. Seperti yang kita tahu, bahwa generasi Y atau para milenial kelahiran tahun 80 hingga 90an awal  memang saat ini cukup mendominasi lapangan pekerjaan.

Berdasarkan data BPS di tahun 2016, dari total jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 160 juta, hampir 40% di antaranya tergolong millennials yakni sebesar 62,5 juta.

Generasi ini dikenal sebagai generasi yang cakap dalam menggunakan teknologi. Mereka juga memiliki kreativitas yang tinggi, dan cepat belajar.

Meski demikian, generasi milenial dianggap gemar berpindah tempat kerja. Salah satu hal yang perlu dikritisi dari para milenial ini adalah semangat juang mereka yang cukup rendah. Cenderung mudah menyerah. Jika ada ketidak nyamanan terjadi di tempat kerja, mereka akan lebih memilih untuk out daripada menghadapinya.

Tentu saja hal ini akan mempengaruhi pilihan-pilihan profesi yang disenangi para milenial. Pekerjaan yang banyak memiliki tantangan seperti petani misalnya, akan sangat jarang dilirik oleh mereka.


Buat Apa Jadi Petani?

Pertanyaan ini juga terbersit dibenak saya. Apa enaknya kembali ke desa dan mengolah lahan? Sementara segala kemudahan dan kenyamanan hidup bisa ditemukan dengan hidup diperkotaan.

Saya dan kebanyakan masyarakat lupa, bahwa pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia. Pertanian juga memiliki peran nyata dalam menyumbang devisa negara melalui ekspor.

Namun ternyata minat para pemuda untuk menjadi petani sangatlah rendah. Sosiolog pedesaan asal Belanda Prof. Ben White, Ph.D, Guru Besar emeritus dari Institutes of Social Studies, Denhaag,  telah melakukan penelitian dari tahun 70an yang menyebutkan bahwa masa depan pertanian semakin terancam dengan berkurangnya minat pemuda untuk menjadi petani. Apalagi dalam pendidikan di sekolah para remaja tidak diajarkan untuk jadi petani, (sumber: ugm.ac.id).

Ini pula kenyataan yang ada di sekitar kita. Semakin sedikit pemuda yang ingin bekerja di desa sebagai petani.

Mungkin saatnya kita bisa belajar dari Agung Kharisma, seorang Sarjana Pendidikan Pertanian berusia 27 tahun. Jika kebanyakan pemuda merantau ke kota, dia justru mengabdi di desa untuk mengedukasi para petani. Agung mengajak masyarakat desa untuk kembali bertani, memberdayakan lahan yang ada, dan mengelola para petani menjadi satu kelompok tani yang solid dan produktif.

Pemuda ini berhasil meyakinkan para penduduk lokal tentang kekayaan dan potensi yang ada di kampungnya sendiri. Agung juga  mengubah mindset petani setempat bahwa di kampung sendiri mereka bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi. 

Hebatnya lagi, Agung tidak hanya membimbing soal teknik mengolah lahan. Ia pun sedikit demi sedikit menanamkan nilai-nilai kerja keras, mengubah kebiasaan para petani, memotivasi, bahkan mendampingi para petani agar tetap terjaga kerjanya dengan bingkai keislaman yang kuat seperti shalat dan mengaji.

Baca Juga : Taman Gesang, Riwayatmu Kini


Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa

Agung merupakan mitra dari Dompet Dhuafa.  Dompet Dhuafa melalui program Indonesia Berdaya (IB) berusaha membangun masyarakat produktif di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat. Program yang sudah berjalan sekitar tiga tahun ini merupakan upaya Dompet Dhuafa untuk memberdayakan masyarakat di sektor perekonomian.

Indonesia Berdaya mengembangkan program dengan membeli lahan 10 hektare di kawasan Cirangkong, Subang, yang dijadikan Kluster Pertanian dan akan digarap oleh masyarakat setempat.
Tentu saja ini menjadi bukti nyata peran Dompet Dhuafa dalam memberdayakan dan mengangkat potensi lokal daerah. Pembelian lahan ini paling tidak memiliki dua dampak positif.  Pertama adalah menyelamatkan lahan produktif dari tangan asing dan yang kedua adalah memberdayakan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan lahan tersebut.

Hasil dari program Indonesia Berdaya ini sangat baik. buah-buahan hasil Kluster Indonesia Berdaya sudah dapat dipasarkan hingga ke berbagai kota. Hasil penjualannya menjadi sumber pendapatan bagi para petani lokal hingga mereka bisa berdaya di kampungnya sendiri.

Saatnya Pemuda Berdaya

Saat ini kita tidak lagi perlu mengangkat senjata untuk berjuang. Namun, pemuda Indonesia dapat berjuang menjaga kemerdekaan dengan membangun bangsa ini menjadi lebih baik.

Jika selama ini kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi, maka sekarang saatnya kita berdaya untuk membangun masyarakat dan lingkungan sekitar. Kita dapat lebih kritis melihat berbagai permasalahan sosial. Berbekal ilmu pengetahuan pemuda hadir dengan membawa solusi.

Siapa lagi yang berdaya, jika bukan kita. Generasi milenial atau setelahnya pasti akan mendapat dukungan teknologi yang lebih mutakhir. Maka, tidak ada alasan untuk tidak bergerak maju. Bersama berdaya membangun Indonesia, dimulai dari sekitar kita.

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Yang Muda Yang Berdaya.


Referensi :
http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/385/buka-lahan-untuk-berdayakan-masyarakat-dan-potensi-lokal
http://marketeers.com/karyawan-milenial-yang-loyal/



Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you,

Review Swiss Vita Micrite 3D All Use Series Pack dari All Young

25.10.18
Review Swiss Vita Micrite 3D All Use Series Pack dari All Young

Sebenarnya saya tuh nggak terlalu ambil pusing untuk urusan kulit wajah jadi putih. Yang penting bersih dan cerah. Lho? Nggak sama aja tuh? hehehe

Saya sudah lumayan sadar diri, kalau kulit wajah saya jelas nggak bakal seputih gadis Korea. Saya lihat di kulit lengan yang tertutup baju, dan saya sudah paham banget bahwa maksimal tingkat keputihan kulit saya ya cuma sampai di situ.

Tetapi, saya masih aware untuk membuat kulit saya jadi bersih dan syukur-syukur glowing. Karena siapa sih yang pengen kulitnya terlihat kusam dan tidak terawat? Minimal nih meski usia sudah yang 25++ tapi jangan kalah dong  sama mahasiswi yang rajin perawatan.

Meski nggak hobi skin treatment di klinik kecantikan, tapi soal perawatan dengan skincare, saya nggak pernah melewatkan barang satu haripun. Wajib banget kulit dirawat. Mau sesibuk apa kek, sengantuk apa, tetap skincare dipakai siang dan malam hari. 

Karena ngerawat kulit itu nggak bisa yang sehari dua hari. Musti rajin dan sabarrrrrr...

Kulit Wajah Sensitif dan Berminyak


Saya mau ngomongin tipe kulit wajah dulu ya, kalau kulit saya itu berminyak. Dan lumayan nggak nyaman kalau pake craem yang tumpuk-tumpuk. Tapi ya mau gimana lagi, kalau rangkaian skincarenya nyuruh gitu. Mulai dari serum, toner, moisturizer, sunscreen and bla-bla..banyak deh. Karena banyak produk yang dipakai, saya biasanya pilih produk yang light jadi ketika ditumpuk tetep nggak kerasa berat atau terlihat pakai topeng.

Saya juga suka skincare dengan formula water based. Supaya nggak nambah-nambah minyak di wajah.

Oiya, kulit saya lumayan sensitif juga lho. Kalau nggak cocok, nggak butuh waktu lama untuk merasakan reaksi iritasinya. Biasanya sekali pakai, kalau produk itu nggak cocok dikulit langsung berasa gatal dan panas diikuti bruntusan setelahnya. Jadi, produk yang saya pakai sudah pasti ramah dengan kulit saya. Kalau nggak cocok nggak mungkin saya pakai terus menerus.

Nah, tiga minggu ini saya pakai produk Swiss Vita dan terbukti nggak bikin saya iritasi. 

Swiss Vita dari All Young Muslima


REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Jadi saya coba Swiss Vita Micrite 3D All Use Series Pack dari All Young. Terdiri dari 5 produk di dalamnya, yang ukuran travel size atau trial kit set. Jadi emang kecil-kecil kemasan 5 gram.

Macamnya apa aja?

1. Eye Cream 🗸
2. Whitening Serum 🗸
3. Anti Spot Serum 🗸
4. Anti Wrinkle Serum 🗸
5. All Use Skin Serum 🗸

Kelima produk ini adalah serum ya. Seperti yang kita tahu, kalau serum itu umumnya memiliki 70% kandungan bahan aktif yang diformulasikan khusus untuk mengatasi permasalahan tertentu di kulit. Serum diciptakan agar langsung bekerja ke dalam lapisan kulit yang bermasalah. Konsistensinya juga cenderung lebih cair dan ringan dibandingkan pelembab wajah, sehingga lebih mudah menyerap dan tidak meninggalkan residu.

To be honest, baru tiga, produk yang saya coba yakni All Use Skin Serum, Eye Serum dan Whitening Serum. Karena memang tiga produk ini yang saya butuhkan untuk mengatasi permasalahan kulit di wajah saya. Sejauh ini, saya nggak ada bekas jerawat, flek hitam atau keriput, jadi produk lainnya belum saya butuhkan.


Kemasan Swiss Vita Micrite 3D All Use


REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Pertama lihat, lumayan surprise karena kemasannya pakai aluminum, jadi langsung inget salep oles. Tetapi ternyata aluminum sealed itu punya fungsi bagus lho untuk menjaga krim di dalamnya tetap dalam konsentrasi yang stabil dan tidak terpolusi. Pernah lihat kan, warna cream tiba-tiba berubah? Nah, kalau pake kemasan aluminum, krim di dalamnya itu lebih terjaga kualitasnya.

Meski bentuknya ergonomis dan asyik banget kalau dibawa travelling, cuma produknya jadi berkesan murah gitu lho, apalagi tutup plastiknya yang jadi mirip tutup lem. Meski begitu, yang penting kalau dibawa kemana-mana nggak makan tempat di pouch. 

Nah, ini dia tiga produk dari Swiss Vita yang sudah saya coba..

Micrite 3D All Use Skin Serum 

Buibu, Mbak Embak.. pakai moisturizer itu wajib lho, meskipun kulitmu berminyak. Justru dengan menjaga kelembapan kulit, minyak bakal lebih terkontrol. Produk pertama yang saya pakai dari All Young adalah Micrite 3D All Use Skin Serum. Produk ini diklaim memiliki beberapa fungsi, yakni :

1. Mencegah penuaan 🗸
2. Mencegah kulit kendur 🗸
3. Mempertahankan elastisitas kulit 🗸
4. Memudarkan garis halus 🗸

Jadi bisa dibilang varian All Use Skin Serum ini multifungsi dalam mencegah berbagai tanda-tanda penuan dini.

Saya biasanya  memakainya di pagi hari (masuk dalam rangkaian day routine) setelah memakai toner dan sebelum memakai sunscreen. Warnanya kecoklatan, ringan dan cepat meresap. Nyaman sekali dikulit, dan nggak meninggalkan kesan berminyak.


Micrite 3D All Use Whitening Serum

REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Selanjutnya saya tulis Whitening Serum ya. Secara tekstur dia light dan mudah banget menyerap.  Warnanya putih dan aromanya mirip seperti salep. Nggak ada wangi-wanginya.

Produk ini diklaim selain bisa mencerahkan kulit,  juga menghidrasi kulit.

Sebenarnya Whitening Serum ini bisa dipakai pagi dan malam hari. Tetapi saya memang pakai di malam hari sebagai night cream untuk tahu hasilnya lebih nyata tanpa dimix produk lainnya.

Jujur, saya suka Whitening Serum Swiss Vita ini. Selain nggak lengket dikulit, dia bisa memberi hasil yang nyata. Jadi setelah pakai produk ini, saya merasa kulit lebih glowing ketika bangun tidur. Selain itu, juga memperbaiki tekstur kulit. Saya kok ngerasa dia bikin warna dan permukaan kulit wajah saya lebih merata. Jadi halus!

So far, memuaskan. Padahal saya  pakainya dikit-diki banget supaya awet.hehehe

Karena berfungsi dengan baik dan nggak bikin iritasi, saya pengen beli lagi setelah produk ini habis.

Micrite 3D All Use Eye Serum

REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Akhir-akhir ini saya memang kurang tidur. Dan tiba-tiba muncul kantong hitam di bawah mata.  Makanya saya langsung cobain Eye Serum dari Swiss Vita ini.

Teksturnya light juga dengan warna yang kekuningan. Setelah diaplikasikan ada sensasi kaya mentol gitu di bawah mata. Nggak perih kok, cuma dingin semriwing aja dan itu juga nggak lama.

Setelah saya pakai beberapa waktu, saya nggak bisa ambil kesimpulan apakah krim ini bekerja atau nggak. Karena ternyata kantong mata saya itu timbul tenggelam. Kalau cukup tidur dia tiba-tiba hilang, kalau rajin begadang eh muncul lagi.

Tapi yang pasti gini deh, Eye Cream itu sebenarnya adalah rangkaian perawatan untuk pencegahan. Jadi meski nggak punya mata panda, eye cream ini bisa mencegah kerutan dan lingkaran hitam disekitar mata yang biasanya muncul akibat usia dan pola hidup.

Jadi saya sih senang hati saja setiap malam sebelum tidur memakai Eye Cream Swiss Vita ini, sebagai upaya pencegahan munculnya keriput disekitar mata. Begitu...



Nah, itu tadi tiga produk Swiss Vita dari All Young yang sudah saya coba. Ketiganya cocok dikulit saya dengan performa yang bagus. 

Saya seneng banget ketemu produk yang nggak membuat wajah saya jadi lebih berminyak. Selain itu  Swiss Vita dari All Young ini memang skincare yang aman dan tidak bikin iritasi. Dan pastinya cocok untuk kulit berminyak dan sesitif seperti saya.

Kalau kamu tertarik untuk mencobanya, silakans aja akses informasi selengkapnya di bawah ini :


LINE : @allyoungindonesia

Selamat mencoba dan selalu awet muda ya...

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,


Kecanduan Media Sosial Membuat Kesehatan Mental Terganggu?

21.10.18
PRAKTISI ILMU KOMUNIKASI DI SOLO

Ngelihat postingan di sosmed, terus jadi baper? Beneran? Kalau saya sih percaya. Nggak mulu karena postingan dari mantan deh, bahkan postingan fashion blogger yang lagi nenteng tas mahal keluaran Dior aja bikin baper dan mupeng.

Belum lagi ngepoin para artis yang hobi travelling keluar negeri. Kalau nggak kuat mental, udah siap-siap tuh celengan dicongkel untuk beli tiket pesawat.

Lihat berbagai isu politik terus jadi marah dan kesel? Habis itu keluar semua hate speech? Wah, sepertinya bukan hal yang baru. Jadi nggak heran kalau tuntutan terhadap kasus pencemaran nama baik atau pelanggaran UU ITE makin sering.

Itulah fenomena social media saat ini.

Ngomongin sosmed memang nggak ada habisnya. Ada penelitian menarik nih! Diantara berbagai  social media, instagram yang paling tinggi efek negatifnya terhadap kesehatan mental remaja. The Royal Society for Public Health and the Charity Young Health Movement melakukan survei di 2017 terhadap 1.500 orang muda (usia 14 -24 tahun) di Inggris 

Para responden diminta untuk menilai bagaimana setiap situs media sosial mempengaruhi 14 daftar masalah kesehatan dan kesejahteraan termasuk anxiety, depression, loneliness, sleep, bullying dan ‘FoMo’ (Fear of Missing Out).

Hasilnya instagram dianggap memberikan pengaruh terhadap persepsi terhadap bentuk tubuh, FoMo atau ketakutan ketinggalan suatu berita dan gangguan tidur. More : here

Apakah saya percaya terhadap hasil riset ini?

Saya berkaca pada diri sendiri saja deh. Nggak jauh-jauh. Sejak mengenal instagram, tingkat belanja online saya meningkat. Ada saja barang "lucu" yang saya temui di feed instagram yang menggoda saya untuk melakukan pembelian. Belum lagi, intensitas saya pegang handphone hanya untuk scroll up down melihat feed para influencer di dunia ternyata sangat sering. And i do every single day. Sampai kurang tidur, terlebih jika menyangkut ke urusan pekerjaan saya sebagai blogger dan social media buzzer.

Itu terjadi pada saya yang sebenarnya sudah teredukasi mengenai bagaimana framing di dunia maya itu bagian dari strategi komunikasi. Tetapi tetap juga kena dampaknya. Lantas, bagaimana untuk mereka kaum remaja yang memang lebih rentan terganggu mentalnya?

Social Media dan Gangguan Mental


Please, kalau ngomongin kesehatan mental jangan buru-buru berpikir tentang orang dengan ganguan kejiwaan. Karena gangguan mental itu bisa menyerang siapa saja, yang bahkan dirinya tidak sadari.

Kesehatan mental itu ketika kita menikmati hidup.

Kesehatan mental yakni ketika kita merasa sejahtera secara  emosional, psikologis, dan sosial yang kemudian akan memengaruhi cara kita berpikir, merasakan sesuatu, dan bertindak. (mentalhealth.gov)

Jadi gini, orang yang kesehatan mentalnya baik, umumnya akan mudah mengelola stres dalam dirinya. Kemudian dia mudah berhubungan/ bersosialisasi dengan orang lain dan tepat dalam mengambil pilihan dan keputusan.

Nah, terus bagaimana social media bisa mengganggu kesehatan mental?

Social media has been described as more addictive than cigarettes and alcohol - Shirley Cramer, chief executive of the RSPH
Yang pertama adalah masalah ketergantungan. Swansea University melakukan riset yang hasilnya menyatakan bahwa pengguna media sosial menunjukkan gejala seperti kecemasan, sedih dan merasa kesepian ketika berhenti menggunakan social media. Juga ada kecenderungan membandingkan dirinya dengan orang lain. 

Membandingkan hidup diri sendiri dengan hidup orang lain juga menjadi gejala bahwa kesehatan mental terganggu. Hal ini  memang sulit dicegah jika setiap hari kita menerima terpaan pesan gambar atau video yang menunjukkan kehidupan menyenangkan orang lain. Yang mungkin itu bukanlah kenyataan yang sebenarnya namun hanya framing di media.

Baca Juga : Ngapain sih Harus Membangun Personal Branding di Sosmed?


Memahami Framing Media Massa


Teori framing dalam komunikasi massa adalah teori atau proses tentang bagaimana pesan media massa memperoleh dan membuat perspektif, sudut pandang dari suatu peristiwa.

Framing bertujuan membingkai sebuah informasi agar melahirkan citra/kesan sesuai yang diinginkan pembuat konten (media) yg akan ditangkap audience/ khalayak/ follower/ komunikan dll.

Mudahnya begini, bahwa pembuat konten di media sosial akan menentukan bagian mana yang akan ditampilkan di media sosial, sehingga para pengguna media sosial atau pengikut akan memiliki perspektif tersebut.

Framing bukan kebohongan, tetapi menyeleksi informasi yang akan ditampilkan.

Contoh jika seorang foodblogger ingin menujukkan eksistensinya, tentu dia akan mengunggah foto-foto makanan yang terlihat enak. Padahal mungkin saja makanan tersebut dibuat di dapur resto yang kotor. Namun foto dapur kotor itu tidak akan pernah ditunjukkan karena akan mempengaruhi persepsi followernya.

Memahami Teori Framing

Jadi intinya gini, bahwa apa yang kita lihat di social media adalah apa yang memang ingin ditunjukkan oleh pembuat konten. Bisa kenyataan yang sebenarnya, bisa juga tidak. Ada motif dibalik konten tersebut. Entah untuk pamer, entah promosi, entah hanya ingin mendokumentasikan dan menjadikkannya portofolio pekerjaan.

Baca Juga : Tulisan yang Disuka Pembaca Milenial


Nah..nah...kalau kita sudah  memahami bahwa konten (pesan) di social media itu penuh framing dan agenda setting  (dan motif), sebagai user tentu saja kita harus bijak dan tidak mudah baperan. Kita harus paham bagaimana tujuan konten itu dibuat. Karena siapa tahu, tujuannya memang untuk membuat kamu baper. Kalau kamu jadi baper beneran, berarti berhasil deh si pembuat konten.

Terlebih jika menemukan konten yang menimbulkan kemarahan. Pastikan cek dan ricek untuk memutuskan bahwa konten tersebut apakah fakta atau hoax yang memprovokasi. Istilah saring before sharing saya rasa tepat di sini. Dan kita harus tegas menentukan kapan keep playing or stop, agar social media tidak mengganggu kehidupan kita di dunia nyata.


Ajakan untuk bijak ber sosial media ini juga saya utarakan kemarin saat menjadi pembicara di acara Archetype 2018 Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tema yang saya angkat mengenal Heal-Net : How to be a Good Netizen. Di acara tersebut saya membedah unsur-unsur komunikasi yakni komunikator, pesan, komunikan, saluran media dan efek. Saya berharap sebagai netizen kita kritis terhadap berbagai pesan informasi di internet. Juga sebagai content creator, kita dapat menghasilkan informasi yang benar bagi audience atau masyarakat.

Oiya, saya jadi tertarik untuk tahu, apakah social media juga mempengaruhi hidupmu di dunia nyata?
Cerita di kolom komentar yuk...

PEMBICARA SOCIAL MEDIA DI SOLO

A GOOD NETIZEN

MEDIA SOSIAL DAN KESEHTAN MENTAL

ARCHETYPE 2018 UNS


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,

Susahnya Ngurangin Porsi Makan. Cerita Diet Suka-Suka Saya.

15.10.18

"Jangan sensi, jangan sensi kalau ngomongin berat badan", kata saya pada diri sendiri.

Yah, tapi bagaimana dong. Ketika ada beberapa baju yang dipakai, kemudian bentuk tubuh jadi berasa aneh, disitulah saya mulai sadar. Kayaknya ada yang nggak beres? hahaha

Sebenarnya bukan masalah penampilan saja sih. Tetapi ketika saya melihat timbangan di angka 52 kg, di waktu yang sama saya merasa lebih cepat capek. Kok kayaknya kerja dikit aja, jadi gampang lesu ya? Belum lagi kalau saya ngajar di lantai 4, duh, udah keringetan, nafas kaya hilang separuh.

Yaelah, mbak, baru juga 52 kg...

Itu yang sering saya dengar dari kawan ketika saya mulai merasa insecure masalah BB ini. Ya gimana ya? Saya inget saja dulu pas awal nikah BB 46 kg. Ketika hamil jadi 57 kg. Saat menyusui jadi 48 kg. Terus sekarang 52 kg? No..no!

Apalagi,  i have a petite body. Tinggi cuma 150 cm. Yang kalau gemuk, udah bisa diglindingin gitu kaya bola ( body shamming ke diri sendiri gak papa kan?)

Saya sih iseng-iseng cek indeks massa tubuh a.k.a BMI. Hasilnya masih yang normal ideal. Tetapi kalau lihat timbunan lemak di perut dan lengan..ha..ha..ha ini juga sudah jauh dari ideal namanya.


Ngurangin porsi makan. Yakin bisa?


Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan seorang kawan, namanya Mbak Tiara Rukmaya Dewi. Gara-gara obrolan ini, saya jadi punya mindset berbeda soal menurunkan berat badan. Yang awalnya karena masalah penampilan, sekarang jadi mikir soal kesehatan. Apalagi setelah cek dan ricek, kayaknya saya memang kurang gerak. Nggak pernah olahraga!

Rutin olahraga terakhir kapan ya? Sepertinya saat masih single. Setelah itu nggak pernah tuh yang namanya aerobik. Jadi yakin nih, saya bisa olahraga rutin?

Saya mulai kepo deh membaca artikel-artikel kesehatan. Katanya sih, kalau mau menurunkan berat badan mulailah dulu dari mengurangi porsi makan. Yang biasanya makan sepiring penuh, jadi setengahnya. Banyakin makan buah, sayur dan air putih. Saya juga baca buku Dewi Hughes yang diet kenyang.  Hindarin deh itu karbo dan gula. Tapi kan susah tho..

Tapi kalau nggak pernah dicoba mana bisa tahu?

Akhirnya, hampir dua bulan ini saya mencoba. Cari-cari pola yang paling sesuai untuk badan saya. Ingin berat badan kurang, tapi stamina tetap terjaga.


Baca Juga : Seneng-seneng di Transmart. Happylah...

Belajar diet yang enak


Seperti kata orang bijak "Yang penting niat!"

Makanya, niat dibulatin dulu, selanjutnya menjaga komitmen. Program menurunkan BB ini bener-bener saya cari yang paling nyaman. Kalau ngomongin diet kan banyak . Ada diet mayo, diet ala militer, diet OCD dan sebagainya.

Saya memilih mengurangi asupan gula dan karbo. Jadi kalau biasanya pagi-pagi jam 7 sudah sarapan nasi soto (sekalian bareng nyuapin anak kan), saya memilih untuk makan buah jeruk dan satu ikat bayam. Kadang-kadang, saya menggantinya dengan sebutir telor. Itu saja menu saat sarapan.

Siang hari, saya memilih tetap makan karbo. Alasannya, ternyata kalau nggak makan karbo sama sekali, saya nggak bisa BAB (buang air besar). Waduh, kan bahaya... Makanya, saya tetap makan nasi atau roti saat siang hari dengan menu lengkap, ada daging, tempe, sayur dan lainnya.

Malam hari, saya menghindari makan di atas jam 7 malam. Biasanya saya makan telur atau sayur-sayuran dan buah-buahan lagi. Makan dalam porsi yang banyak. Kalau nggak, jam 10 saya sudah laper lagi.


Saya kurangi juga konsumsi gula. Jadi nggak ada tuh, ceritanya saya ngopi sachet.

Oiya, cheating day itu perlu... biar gila

Saya pilih hari minggu untuk makan yang saya suka. Indomie Salted Egg misalnya. Atau makan silverqueen walau cuma 3 potongan kecil. Yang penting lidah masih bisa merasakan makan enak.


Rutin Lari Tiap Pagi


Nah, sambil belajar diet yang nggak terlalu menyiksa, saya coba untuk lari setiap hari. Nggak jauh-jauh, paling 1 km lari, dan 500 meter jalan kaki cepat. Ada salah seorang teman saya yang berprofesi sebagai TNI, dia memberi semangat untuk rajin lari. Lihat badannya yang bagus, mupeng juga kan saya.

Awalnya, saya pikir bakal nggak kuat. Tetapi ternyata bisa konsisten juga. Efek dibadan mulai terasa setelah 2 minggu. Saya merasa lebih bugar dan lebih semangat untuk bangun pagi. Ini penting buat saya, karena berhasil mengubah pola hidup jadi lebih disiplin. Jam 5 pagi saya harus sudah siap dengan pakaian dan sepatu olah raga.


Oiya, kalau malam harus begadangpun, badan rasanya nggak lemes kalau harus aktivitas pagi keesokan harinya. 

Kalau saya punya banyak waktu longgar di pagi hari, saya tambah dengan workout dipandu aplikasi di handphone. Lumayan 15 menit melatih otot perut, biar kempesan dikit.

Saya mulai menyadari deh, kalau lambung itu melar sesuai kebiasaan. Jadi gini, kalau kita biasa isi lambung penuh, makan banyak, rasanya jadi nggak kenyang- kenyang dan pengen nambah makan terus. Nah, setelah saya coba kurangi porsi makan, daya tampung lambung "sepertinya" mengecil. Makan sedikit saja jadi berasa kenyang. Lebih bisa terkendalikan rasa laparnya.

Biarnya lebih afdol, asupan air putih juga harus dijaga. Dari jam 5 pagi, tiap jam ganjil 5, 7, 9, 11 dan seterusnya sampai jam 19.00 saya minum segelas air. Dipaksa biar jadi terbiasa.

Dan akhirnya setelah menimbang tadi pagi, keluarlah angka 48 kg ditimbangan. Lumayan lah...meski belum sesuai target saya. Yang membuat saya happy adalah ternyata bisa juga mengendalikan hawa nafsu makan. Walaupun sebenarnya sudah terlatih saat puasa Ramadhan juga. Tapi konsisten memilih menu yang sehat dan rajin olah raga, itu belum pernah saya lakukan seumur hidup.

Terus habis ini mau ngapain lagi?

Saya ingin tetap bisa rajin lari dan jaga pola makan sampai ketemu BB diangka yang saya inginkan. Nggak ngoyo, tapi nggak pengen malas juga.


Dan yang terpenting bisa selalu sehat dan... disayang suami pastinya. Gotcha!

Kamu, lagi diet juga? Cerita dong di kolom komentar...

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,


6 Fakta Penting Ini Dapat Membantu Mengurus Masalah Listrik Dirumahmu dengan Aman

14.10.18
CARA MENGATASI MASALAH LISTRIK DI RUMAH


Sebagai pemilik rumah sendiri tentu kamu harus paham dong seluk beluk rumahmu dalam berbagai aspek, seperti kondisi atap, interior, jaringan air, maupun instalasi listrik. Apalagi tentang listrik, karena masalah jaringan listrik pada rumahmu bukanlah masalah yang sepele, dan butuh perhatian khusus dalam mengatasinya. Memanggil seorang teknisi listrik mungkin adalah sebuah tindakan yang bijak dalam mengatasi masalah ini, akan tetapi kita tidak bisa bergantung pada mereka secara terus menerus. Karena bagi seorang pemiliki rumah pribadi, kamu tentu harus paham dengan masalah listrik dirumah agar kamu dapat dengan mudah mengatasinya seorang diri. Lalu bagaimana jika kamu belum begitu paham dengan masalah listrik sama sekali? Tenang saja 6 tips ini dapat membantu dalam mengurusi masalah listrik dirumahmu.

1. Jangan Meremehkan Arus Listrik

Arus listrik tetaplah arus listrik, tidak peduli seberapa besar tegangannya. Sebagai pemilik rumah, kamu harus pastikan arus listrik rumah yang kamu miliki selalu aman dari korsleting. Terjadinya korsleting dari arus listrik kecil saja sudah cukup untuk memicu terjadinya kebakaran.

2. Tangga Berserat

Jika kamu membutuhkan sebuah tangga dalam melakukan pekerjaan yang melibatkan listrik, selalu gunakan tangga yang berserat kaca. Tangga berserat kaca tidak dapat menghantarkan listrik dan aman digunakan dibandingkan dengan tangga berbahan alumunium. 

3. Hindari Air

Air sangat cepat dalam menghantarkan arus listrik. Selalu gunakan peralatan atau perlengkapan safety yang anti basah. Dan juga hindari melakukan perbaikan pada jaringan listrik dirumahmu pada situasi sekitar yang lembab atau basah seperti saat terjadinya hujan.

4. Sepatu Pengaman

Jika kamu ingin mencoba memperbaiki masalah listrik dirumahmu seorang diri, selalu pertimbangkan untuk membeli berbagai peralatan safety gear, terutama peralatan keamanan yang anti listrik yang dapat membantumu mengatasi masalah listrik dirumahmu. Sepatu safety sangat penting dipakai dalam pekerjaan ini, dan selalu pastikan sepatu safety yang kamu pakai berbahan karet. Bahan karet tidak bisa menghantarkan listrik.

5. Waspadai Stop Kontak

Korsleting dan juga gagalnya aliran arus listrik sering terpicu dari stop kontak. Hal ini sering biasa terjadi pada stop kontak yang sudah tidak layak pakai atau juga yang digunakan secara berlebih. Selalu mengganti stop kontak rusak dengan yang baru sesegera mungkin. Jika tidak memungkinkan, selalu menutup atau melakban ke beberapa stop kontak yang menurutmu sudah tidak layak pakai.

6. Peralatan Yang Memadai

Berbagai peralatan listrik terkadang terlihat sangat mahal, tapi percaya atau tidak kualitas pada sebuah alat perkakas atau peralatan sangatlah berpengaruh dalam pemakaiannya. Seringnya terjadi korsleting itu terjadi dikarenakan peralatan yang tidak bagus dan juga tidak memadai. Padahal dengan sedikit biaya sebenarnya kita bisa mendapatkan peralatan yang memadai dan aman untuk digunakan.


Seperti yang kamu baca sebelumnya, dengan 6 fakta di atas seharusnya kamu dapat yakin bahwa  tindakan keamanan dalam mengatasi masalah dengan arus listrik sangatlah mudah diterapkan. Dengan penerapan yang disiplin dan juga peralatan yang memadai, dapat dijamin kamu bisa mengatasi masalah aliran listrik dirumahmu  dengan aman dan nyaman tanpa gangguan lainnya. 


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Bagaimana Menentukan Sofa yang Tepat untuk Ruang Tamu?

11.10.18
HARGA SOFA MINIMALIS

Ngomong-ngomong, sekarang lagi musim banget ya buibu pada unjuk kemampuan menata perabotan rumah tangga di dalam rumah. Saya banyak lihat tuh akun instagram yang feednya cantik-cantik dengan dekorasi rumah yang tertata rapi.

Saya kadang ngiri lho. Iya, ngiri, karena nggak punya sense of interior designer yang bagus. Ketika menata perabotan rumah tangga, seperti kurang estetikanya. Nggak jarang lho saya kesulitan memilih warna yang tepat dan cocok agar ruang tamu terlihat manis. Atau menata meja makan agar nggak memenuhi ruangan.

Buibu ngalamin juga?

Nah, biasanya saya harus beli majalah atau cari beberapa referensi di website dulu nih untuk cari ide tentang cara mendekor atau mempercantik ruang tamu. Karena buat saya ruang tamu bagian rumah yang paling penting. Apalagi sering ada tamu datang bekunjung.

Berbicara soal ruang tamu, satu benda yang paling mencolok dan paling menarik perhatian biasanya adalah tempat duduk atau sofa. Pilihan sofa dengan bentuk dan ukurannya bermacam-macam juga seringkali membuat saya kebingungan. Karena sadar tidak punya sense of art, saya sering merasa takut salah pilih ketika membeli sofa baru.

Kebetulan saya menemukan tips bagaimana menentukan sofa yang tepat untuk ruang tamu. Coba deh, cek tips di bawah ini, siapa tahu sekarang lagi mau belanja sofa baru juga.

1. Identifikasi terlebih dahulu ruang tamu yang dimiliki

Apa saja yang perlu diidentifikasi?

1. Ukuran ruang tamu
2. Bentuk ruang tamu
3. Warna ruang tamu dan perawatannya

Setelah mengidentifikasi ruang tamu, sekarang akan lebih mudah kan untuk menentukan ukuran dan warna sofa serta jenisnya. Untuk ruang tamu yang kecil atau ruang tamu minimalis, sofa minimalis bisa jadi pilihan yang cocok. Harga sofa minimalis  bisa dicek langsung melalui toko online jika tidak ingin repot pergi ke toko furniture.

Begitu juga dengan warnanya. Setelah kamu mengidentifikasi warna paling dominan di ruang tamu, selanjutnya  bisa mencocokkannya dengan warna-warna tertentu yang sebaiknya menjadi patokan untuk memilih warna sofa. Lagi lagi, agar tak kesulitan mencari sofa dengan warna yang sesuai dengan pilihan  sebelumnya, saya sarankan sih mencari sofa di toko online seperti Bukalapak. Gampang, nggak pakai ribet.

2. Tentukan jenis rangka dan kain pelapis yang digunakan untuk sofa

HARGA SOFA MINIMALIS

Oiya, biasanya kita lebih tertarik mencari sesuatu berdasarkan harganya yang murah terlebih dahulu. Hal tersebut nggak  sepenuhnya salah, mengingat banyak di antara kita yang hanya memiliki budget sangat terbatas. Karena mencari yang paling murah, biasanya pilihan kita pun berakhir pada sofa-sofa yang berkualitas rendah.

Biar nggak salah beli, cek dulu di toko online. Kita bisa cari tuh sofa berkualitas yang terbuat dari rangka-rangka terbaik serta dilapisi kain sofa sesuai keinginan. Bisa yang berbahan dasar kulit atau mungkin kain yang lebih terkesan kasual.
Belanja di toko online juga banyak keuntungan, karena di toko online seringkali ada diskon, voucher belanja, hingga promo besar-besaran yang umumnya dilangsungkan pada saat Lebaran, Imlek, Natal, harbolnas, dan momen-momen besar lainnya termasuk hari-hari besar nasional. Pada momen seperti ini, harga sofa minimalis yang tadinya mahal bisa jadi jauh lebih murah dan terjangkau. Dengan memanfaatkan diskon dan voucher belanja, anggaran yang tadinya terbatas dan hanya bisa digunakan untuk membeli sofa berkualitas rendah pada akhirnya bisa menjangkau harga sofa minimalis yang berkualitas dan lebih mahal.

3. Tentukan tema ruang tamu

HARGA SOFA MINIMALIS

Tema ruang tamu bisa dijadikan sebagai patokan untuk memilih apakah akan menggunakan sofa yang dilengkapi dengan motif tertentu atau tidak. Jika ruang tamu menggunakan tema-tema natural, maka akan lebih mudah untuk memilih sofa yang juga menampilkan tema natural dengan motif bunga-bunga, dedaunan, atau yang lainnya.


4. Rekomendasi tempat beli sofa minimalis yang murah


Walaupun disebut minimalis, namun bukan berarti harga sofa minimalis semuanya murah. Ada juga yang mahal tergantung dari bahan pembuatan dan rangka yang digunakan. Seperti yang saya ungkapkan diatas, jika ingin membeli sofa minimalis yang pilihannya lengkap dan murah. Saya sarankan sih berbelanja di toko online seperti Bukalapak.

Baca Juga : Belanja Kosmetik Online


Di Bukalapak, selain pilihannya banyak, tersedia juga lho fitur tawar-menawar yang bisa kita manfaatkan untuk menekan harga, tersedia juga opsi memilih toko furniture yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal kita. Sehingga, kita bisa menampilkan atau menyortir sofa-sofa yang ingin dibeli berdasarkan daerah asal tokoh atau penjualnya. Cara ini bisa memungkinkan kita untuk menekan biaya ongkos kirim. Karena semakin dekat lokasi toko, maka biaya kirimnya pun akan semakin kecil.

Itu tadi beberapa tips menemukan sofa terbaik untuk ruang tamu. Selamat berburu sofa minimalis ya...

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Apsara Suki - Steam Boat di Adhiwangsa Hotel. Udah coba?

5.10.18
ADHIWANGSA HOTEL SOLO


Meski sekarang belum musim hujan, tetapi saya tidak pernah menolak untuk menikmati hidangan berkuah. Terlebih lagi jika disantap bersama rekan-rekan. Kebetulan beberapa waktu lalu saya mampir ke Adhiwangsa Hotel Solo. 

Jujur saja ini kali pertama saya ke Adhiwangsa. Cukup surprise dengan lokasinya yang teduh dan banyak pepohonan. Sebuah kolam renang berada di tengah. Beberapa spot foto juga tampak disiapkan.

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

Pasti bakal menyenangkan sekali seusai berenang kita menyantap yang hangat-hangat. Pas sekali, karena Adhiwangsa juga punya Ankara Suki- Steamboat. 

Pertama kali mendengar namanya, saya sedikit bingung nih, jadi ini Suki atau Steamboat, ya?

Keduanya memang mirip secara penyajian. Jadi baik Suki maupun Steamboat adalah  sejenis hidangan yang terdiri dari kuah dalam panci besar yang dipanaskan di atas kompor. Kompornya sendiri biasanya sudah diletakkan di atas meja-meja restauran.

Di Asia, ada beberapa versi Suki. Di Jepang orang-orang mengenalnya dengan sebutan Shabu-shabu, di Cina dikenal dengan nama Hot pot atau Steamboat, sementara nama Suki sendiri untuk sebutan salah satu sajian dari Thailand.

Secara penyajian tidak ada perbedaan yang besar antara Shabu-shabu, Steamboat, juga Suki, yakni dengan menggunakan kuah kaldu ayam untuk merebus berbagai macam isian yang disajikan. Tetapi karena Thailand memiliki kuah dengan cita rasa yang khas, yang dikenal dengan Tom Yam, maka biasanya Suki ditambahkan dengan variasi kuah Tom Yam tersebut di dalam pancinya.

Nah, untuk Apsara Suki - Steam Boat di Adhiwangsa Hotel ini tersedia 3 pilihan kuah yakni Original, Miso dan Tom Yam juga.

Kuah Tom Yam menjadi kesukaan saya. Pedasnya pas, gurih dan segar.

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

ADHIWANGSA HOTEL SOLO


Baca Juga : Hotel di Solo 200ribuan dengan Kolam Renang


ADHIWANGSA HOTEL SOLO

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

Apsara Suki - Steam Boat disajikan dengan berbagai sayuran hijau seperti pakcoy, sawi putih dan jamur. Juga daging-dagingan, mulai dari daging sapi yang diris tipis, daging ayam, juga seafood sepeti udang.

Jika ingin rasa lebih kuat, kita bisa menambahkan dengan kecap asin, kecap manis atau mungkin kecap teriyaki. Bisa juga ditambah bawang putih cincang, daun bawang atau sambal. 

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

Apsara Suki - Team Boat tersedia dalam dua pilihan paket, Combo Large Package dengan harga Rp 120.000,- (untuk 3-4 orang) dan Combo Small dengan harga Rp 80.000,- (1-2 orang). Apsara Suki - Steam Boat ini bisa dinikmati setiap hari mulai pukul 10.00 WIB.

Selamat mencoba ya..

SARA NEYRHIZA

Adhiwangsa Hotel Solo
Jalan Adi Sucipto No.146, Jajar, Laweyan, Jajar, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144
Telepon: (0271) 7464999

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Auto Post Signature