Diet Be 4 Die on #pestafilmsolo4 #moviemorphosis

31.5.13
captured from twitter kineklubfisipuns


Thanks Kine Klub FISIP UNS untuk pemutaran Diet Be 4 Die di Taman Budaya Jawa Tengah, 31 Mei 2013  

Cherrybelle Beat Solo

29.5.13
29 Mei 2013 Sritex Arena Solo
Groovin Street

my fam

Talkshow Bisnis Lokal Go Online



28 Mei 2013, pukul 16.00 di Solo Grand Mall, diselenggarakan Grand Launching sebuah portal yang khusus  berisi pemberitaan tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bernama terasolo.com .

gambar diambil dari www.terasolo.com

terasolo.com hadir turut memsupport bisnis lokal yang kian berkembang terutama dari sisi promosi, dimana saat ini bukan hal yang asing, sebuah bisnis yang go online.
Dengan semangat membawa bisnis lokal go online, maka setelah acara ceremonial launching terasolo.com, dilanjutkan talkshow yang kebetulan saya pandu sebagai moderator yang menghadirkan Nugroho Arief Harmawan (Ketua HIMPI Solo, Owner Harian Joglosemar, PTPN Radio, SoloBlitz.co.id, Cafe Toejoe), Budi Santoso (Ketua TDA Solo, Managing Director Cozmeed), Hendri Destiwanto (CEO terasolo.com), dan Esti Kriswandani (Jaringan Perempuan Usaha Kecil, Owner Batik Sekar) .











Liputan lainnya dari www.timlo.net

 diambil dari   timlo.net



Travel Writer "Kita Punya Cerita"

21.5.13
Siang kemarin 20 Mei 2013, saya bertemu dengan Raden Yudasmoro Minasiani (Travel Writer) dan Yus Mei Sawitri (Editor Harian Solopos) dalam event Talkshow Travel Writer "Kita Punya Cerita" yang diselenggarakan Lunar Event Organizer di Aula FISIP UNS.



Seiring profesi Travel Writer yang kian booming, diacara yang saya pandu mulai pukul 13.00 ini ,mengajak para peserta untuk mengenal lebih jauh sosok penulis perjalanan sekaligus menikmati berbagai pengalaman dari kedua pembicara yang telah melakukan banyak perjalanan diberbagai tempat yang kemudian juga dituangkan dalam www.yudasmoro.net dan www.usemay.wordpress.com .

dokumentasi @Lunar_EO

Yus Mei Sawitri, Agustinus Wibowo (Travel Writer), Me, Yudasmoro Minasiani

Dalam Talkshow yang dikemas dengan nuansa santai ini, para peserta yang hadir diberikan kesempatan pula untuk menuliskan pengalaman pejalanan yang pernah mereka lakukan. Kemudian tulisan tersebut ditempelkan diatas papan peta buta yang disiapkan.



Jelajahi Gelapnya Luar Angkasa Bersama Star Trek

18.5.13
Malam minggu 18 Mei 2013 terasa begitu menyenangkan.Saya bersama beberapa rekan berkesempatan untuk mengikuti acara Nonbar Star Trek : Into Darkness di XXI Solo Square yang diselenggarakan oleh Telkomsel.



Pukul 16.30, saya memimpin jalannya Press Conference pihak Telkomsel dihadapan para awak media. Pada Press Conference ini, pihak Telkomsel sekaligus menginformasikan program baru mereka bernama Flash Star Trek, dimana pengguna Telkomsel dapat mengakses www.flashstartrek.com melalu mobile browser dan memenangkan berbagai hadiah.




Civitas Berbicara - Sebelas Maret

16.5.13
Almamater saya akhirnya memiliki sebuah surat kabar yang dikelola secara profesional.Terbit dua minggu sekali, bernama Sebelas Maret . Koran Sebelas Maret ini mewadahi berbagai informasi terkait intern kampus mulai dari profil mahasiswa, alumni dan kelembagaan. Melalui Sebelas Maret, diharapkan mampu menaikan brand image UNS di mata Nasional maupun Internasional.


Melalui sebuah rubrik Civitas Berbicara, saya mencoba mengkritsi bagaimana sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) seharusnya dikelola secara lebih profesional sehingga langkah-langkah organisasional  melalui program kerja bisa senantiasa terfokuskan pada pencapaian visi bersama.

Sebelas Maret, 15 Mei 2013 - Serba Unik dari Diet Be4 Die

Diet Be4 Die

Dwi Mingguan Sebelas Maret
Edisi 15 Mei 2013
Rubrik Karya, halaman 14
Jurnalis : Khairina

Juara Tarung Solo ! Festival Film Solo 2013

5.5.13
SELAMAT !!!!

this photo taken from this-> KLIK


Diet Be4 Die, Tarung Solo!

4.5.13



Diet Be4 Die, telah melakukan pertarungannya melawan 2 film diajang Tarung Solo! Festival Film Solo 2013 yakni BLIP-BLIP karya Bani Nasution dan DAMN IT "V" karya Alvin Ramandey.

GOOD PRESS!! 
chic-id.com



Melebihi ekspektasi saya, ternyata cukup banyak penonton yang hadir, walaupun diputar cukup "pagi" pukul 16.00.Dipandu MC garing, Don Mazda, 3 film diputar secara berurutan dan kemudian dilanjutkan oleh diskusi bersama 3 sutradara.


Ketika keluar, para penonton tidak lupa untuk memilih 1 dari 3 film yang menjadi favoritnya.


Pengumuman pemenang akan diumumkan pada hari Minggu, 5 Mei 2013.. So, thanks for support and vote.. :)


Behind The Frequency : Ada Konglomerat Dibalik Media

Kurang lebih selama 1 jam dari total durasi 144 menit, di ruang aula FISIP UNS 2 mei 2013, saya menikmati tayangan film dokumenter pada sebuah screen yang tidak terlalu lebar, terlebih saya duduk di paling belakang. Behind The Frequency. 


Rangkaian gambar bergerak yang bercerita, lebih banyak menampilkan potongan-potangan berita dari beberapa stasiun telivisi swasta di Indonesia. Masyarakat sebagai konsumen media yang ada saat ini berusaha disadarkan  bahwa saat ini pemberitaan di media (cetak, elektronik, online) tidak lebih dari sebuah alat yang digunakan para pemilik media tersebut untuk kepentingan mereka sendiri

" Ribuan media dengan aneka format baik itu cetak, online, radio, televisi, yang informasinya kita baca, kita simak, kita lihat, kita dengar setiap hari ternyata cuma dikendalikan oleh 12 group media saja."- behind the frequency

Mengambil 2 kisah yang berbeda,  Film garapan sutradara Ucu Agustin dan diproduseri bersama oleh Ursula Tumiwa dan Ucu Agustin bercerita mengenai

"Luviana adalah  seorang jurnalis, telah bekerja 10 tahun di Metro TV, di-PHK kan karena mempertanyakan sistem manajemen yang tak berpihak pada pekerja, dan ia juga mengkritisi newsroom. Hari Suwandi dan Harto Wiyono adalah dua orang warga korban lumpur Lapindo yang berjalan kaki dari Porong - Sidoarjo ke Jakarta. Menghabiskan waktu hampir satu bulan demi tekad untuk  mencari keadilan bagi warga korban Lapindo yang pembayaran ganti ruginya oleh PT Menarak Lapindo Jaya belum lagi terlunasi." behind the frequency

Note by me: Masih jelas diingatan saya, bagaimana dosen di kampus saya terdahulu begitu bangganya bila melihat alumni bekerja di media massa. Seolah ilmu yang mereka berikan tidak hilang percuma. Namun, ketika kita diposisikan sebagai seorang pekerja di sebuah media, akan kan kode etik, idealisme, prinsip keberpihakan kepada publik yang diajarkan dibangku kuliah akan mampu terimplementasikan?
Tanpa menonton dokumenter di atas, saya telah memiliki jawabannya. TIDAK.
Kita bekerja pada sebuah INDUSTRI media.Adakah yang menduduki nomer satu selain mancari keuntungan ketika sebuah industri berjalan? Maka dimanakah idealisme itu ditempatkan ketika kita bekerja pada sebuah industri media?


Beberapa gambar berikut captured by official trailer Behind The Frequency










Auto Post Signature