Mengatasi Mitos dan Ketakutan Berbicara di Depan Umum

14.11.18


Berbicara di depan umum apakah susah?

Susah!
Menurut saya.

Kesulitan terbesar terletak bagaimana menyampaikan pesan yang ber"value", serta membuat audience memahami nilai tersebut.

Mungkin kita sudah terbiasa berbicara di depan banyak audience, seperti saat presentasi tugas di perkuliahan. Namun, bukan berarti pengalaman tersebut menjadikan kita sebagai public speaker yang baik. Itu belum cukup.

Goal dari seorang public speaker tidak hanya sebatas memberikan informasi ke audience, atau menjelaskan pemikiran dihadapan orang banyak. Namun, public speaker harus mampu meninggalkan kesan dan nilai melalui kata-kata yang mereka sampaikan untuk  mengubah emosi audience, mengubah sikap hingga mengajak mereka untuk bertindak sesuatu.

Seni Mempengaruhi Melalui Kata-kata

Retorika atau seni berbicara sebenarnya bukan hal yang baru kok. Kalau kita melihat sejarah, retorika yang masuk dalam ilmu bahasa (linguistik) ini, bertujuan membantu dalam mempersuasi atau membujuk orang lain.

Retorika adalah komunikasi dua arah (face to face) dengan satu atau lebih orang. 
Retorika diartikan sebagai seni membangun argumentasi dan seni berbicara “the art of constructing arguments and speech making”.

Retorika ini bisa menjadi dasar keilmuan ketika seseorang belajar menjadi public speaker. Aristoles seorang filsuf Yunani, memberika tiga rules dasar dalam mempersuasi orang lain.

1. Ethos (Kredibilitas)


Hal pertama sebelum sesorang public speaker menyampaikan pemikiran dihadapan audience, dia harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup terhadap topik tersebut. Jadi jangan sampai, bicara omdo alias "omong doang", sementara kita tidak paham apa yang dibicarakan. Bagaimana mempengaruhi orang lain, jika kita sendiri tidak mengerti?

2. Logos (Logika)


Agar pesan dapat diterima dengan baik oleh audience, pastikan pesan tersebut dapat diterima oleh nalar atau logika. Berikan bukti-bukti konkret, agar pesan mudah dipahami dan kemudian diyakini kebenarannya oleh audience.

3. Pathos (Emosi)


Agar audience selalu perhatian dan menerima persuasi tersebut, seorang public speaker harus mempu membangun ikatan emosi dengan audiencenya. Jangan buat jarak terlalu jauh dengan audience, seolah-olah audience sebagai pihak penerima yang tidak mengerti apa-apa. Buat audience terlibat, jalin interaksi, dan tanyakan apa yang mereka butuhkan.


Mengatasi Ketakutan dalam Public Speaking


Tidak bisa dipungkiri bahwa public speaking menjadi momok bagi sebagian orang. 
Mengkomunikasikan pikiran saja sudah sulit, masih harus mempengaruhi orang lain.

Ada empat hal dasar yang bisa dipelajari untuk menjadi public speaker yang baik. Saya sudah pernah menuliskannya di sini.

Meski demikian, banyak mitos yang masih juga dipercaya banyak orang terkait ketrampilan berbicara. 

1. Pembicara yang baik itu bakat dari lahir.


Memang beberapa orang dapat berbicara dengan mudah di depan khalayak. Sama seperti sesorang memiliki bakat menggambar, atau menyanyi tanpa harus bersusah payah.

Tetapi sebagian besar public speaker yang handal, memiliki kemampuan yang mumpuni karena sering berlatih. Jam terbang yang menguji kemampuan mereka. Bukan hanya sekedar pasrah terhadap bakat dari lahir. Practice and practice.

2. Takut berbicara di depan umum adalah hal negatif.


Apakah saya masih grogi ketika bicara di depan mahasiswa atau mengisi seminar? Jawabannya, IYA. Sampai detik ini jantung saya masih deg-degan, tangan menjadi dingin dan nafas lebih cepat jika saya akan naik panggung.

Dan itu sangat NORMAL.

Terlebih jika audience adalah sosok yang dianggap lebih tinggi secara status sosial atau kemampuan intelektual.

Tetapi jangan jadikan hal tersebut menjadi alasan. Seorang public speaker yang baik harus dapat mengubah kondisi "deg-degan" tersebut menjadi lecutan untuk tampil lebih fokus dan prima. Beberapa psycologist menjelaskan, ketakutan yang dirasakan seseorang dapat membantu meningkatkan perhatian dan konsentrasi, mempertajam pikiran dan meningkatkan energi.

Jadikan ketakutan itu sebagai stimulus untuk tampil dengan lebih baik.

Baca Juga : Temukan Passionmu dengan Cara Ini!


Ketakutan saat berbicara di depan umum seharusnya tidak menjadi kendala, khususnya bagi seorang profesional. 

Ada enam hal yang bisa dipraktikkan untuk melawan ketakutan ketika berbicara di depan umum.

1. Berdoa


2. Deep Breathing


Rasa takut yang berlebih kadang mengakibatkan reaksi fisik yang tidak terkontrol, seperti berkeringat, jantung berdetak lebih kencang atau mungkin rasa mules yang datang tiba-tiba. Cobalah kontrol reaksi tersebut dengan duduk sejenak dan tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan. Kuasai emosi dan tubuhmu untuk dapat bertindak dengan normal.


3. Mengubah fokus


Kebanyakan orang berusaha fokus pada penampilan luar, sepeti cara berbicara, baju yang dipakai, gestur ketika berbicara, hal yang memalukan yang mungkin terjadi dan sebagainya. Cobalah untuk fokus pada pesan yang ingin disampaikan ke audience. Alihkan pikiran  dari how we feel and look to the message we want to share with our audience.

4. Visualizing


Visualization atau mental rehearsal sering digunakan oleh para atlet sebagai latihan sebelum mereka bertanding. Hal ini juga dapat dipraktikkan oleh public speaker untuk meningkatkan performa mereka. 

Cobalah beberapa hari sebelum jadwal tampil, alokasikan 10-15 menit untuk bersantai sambil menutup mata dan membayangkan ruangan tempatmu akan tampil, audience di auditorium, bayangkan juga dirimu sedang tampil penuh percaya diri, tersenyum dan tampil dengan baik di atas panggung.

Bayangkan hal-hal positif yang mempu memperkuat rasa percaya dirimu.

5. Afirmasi positif untuk diri sendiri


Daripada berpikiran tentang mind going blank atau audience getting bored, cobalah untuk berikan sugesti positif ke diri sendiri seperti "Aku pakar kok di topik ini. Aku pasti bisa" "Aku sudah mempersiapkan dengan baik, semua akan berjalan lancar". 

Berpikir hal positif akan membuatmu lebih siap ketika pada akhirnya akan terjadi kesalahan pada saat tampil.

6. Bangun informasi yang jelas


Stop berpikir untuk memberikan banyak informasi penting bagi audience, sehingga membuat kepala penuh dengan hal-hal kompleks terkait materi. Buat informasi menjadi lebih sederhana dan jelas. Sampaikan poin-poin yang penting sehingga pesan lebih efektif di terima audience.



Buat saya pribadi, pengalaman berbicara di depan umum selalu menjadi pembelajaran untuk tampil dikesempatan selanjutnya. Ketika selesai tampil, saya selalu berusaha mengevaluasi apa saja yang harus diperbaiki. Jangan pernah bosan belajar dan berlatih karena situasi tidak pernah sama. Baik keilmuan, setting tempat hingga audience yang dihadapi. 

Ketakutan pasti dirasakan. Tapi jadikan booster untuk tampil dengan optimal. Bayangkan semangat audience yang membayar dan datang "hanya" untuk melihat penampilanmu. Jangan lupa untuk selalu percaya diri akan kemampuan yang kamu miliki.

How well people perceive you and the conclusion that they make about your professionalism and character will be largely influenced by your confidence when presenting yourself.


Seminar Dare to Speak Well in Public and Relation
Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Surakarta
3 November 2018



Referensi : 

Dan Nimmo, Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan, dan Media. 1989. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Morissan dan Andy Corry, Teori Komunikasi: Komunikator, Pesan, Percakapan, dan Hubungan . 2009. Bogor: Ghalia Indonesia

Let's be friends!


Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you,


Tempat Wisata Terbaru Di Medan

8.11.18

Hayo, siapa nih yang lagi pengen liburan? Saya bakal angkat tangan pertama dong, karena sudah lama mengagendakan rehat sejenak dari rutinitas. Niatnya pengen pergi agak jauhan dari Solo. Syukur-syukur bisa mampir ke ibu kota Sumatra Utara. 

Kebetulan banget nih, Traveloka memiliki list tempat wisata terbaru di Medan yang bisa kita kunjungi.

Pengen tahu apa saja? Berikut ulasannya. 

Kongsi atau dikenal juga dengan Kampoeng Selfie


Kongsi atau kampoeng selfie merupakan salah satu tempat wisata yang menggunakan kampung sebagai objeknya. Sebuah desa yang berlokasi di Jl. Dr Cipto Lingkungan I ini menjadi salah satu tempat wisata yang populer mulai November 2017 kemarin. Di kampung ini setiap bangunan dicat warna warni sehingga tampilannya menjadi ceria.  Pastinya sangat instagramable.

Taman Air Percut

Gambar : klikpiknik.com

Satu lagi tempat wisata kekinian terbaru yang bisa kita kunjungi di Medan yakni Taman Air Percut. Taman ini merupakan taman yang dibangun di area yang sangat luas. Selain taman  juga ada penginapan sehingga sangat cocok untuk kamu yang berwisata dari luar kota dengan menggunakan tiket dari Traveloka. 

Selain memiliki penginapan, Taman Air Percut ini juga memiliki banyak wahana, 10 tenan dan juga 7 restoran. Karena banyaknya wahana yang dimiliki oleh tempat wisata ini kamu tidak akan bosan menghabiskan waktu di sini. 

Ada banyak aktifitas yang bisa dilakukan antara lain adalah berjalan di dalam bola balon, mengayuh perahu hingga bermain flying fox. Karena saya punya anak, saya pengen juga mendatangi Mini Zoo, salah satu tempat yang direkomendasikan Traveloka. Banyak hewan unik di sini, seperti merak albino contohnya.

Upside Down World

Untuk kamu yang hobi foto di tempat-tempat yang unik, Upside Down World Medan bisa menjadi tempat wisata pilihan. Upside Down World merupakan sebuah museum 3 dimensi yang memang sangat populer belakangan ini. Lokasinya di Jl Wahid Hasyim No. 29 dan bisa dikunjungi pada jam 10 pagi hingga jam 8 malam. 

Seperti namanya, Upside Down World merupakan sebuah bangunan yang berisi gambar-gambar dekoratif yang penampilannya mirip dengan gambar asli karena adanya ilusi optik yang digunakan dalam pembuatannya. Kalau kamu tertarik mengunjungi tempat ini, tinggal merogoh kocek Rp 80.000 untuk dewasa dan Rp 40.000 untuk anak-anak.


Hairos Water Park

Kamu suka main air? Nah, salah satu tempat wisata di Medan terbaru yang di rekomendasikan oleh Traveloka adalah Hairos Water Park. 

Hairos Water Park merupakan sebuah taman air yang memiliki banyak wahana kolam. Ada kolam ombak, water boom, kolam anak atau bahkan kolam malas untuk  bersantai tanpa bermain air. Selain wahana berupa kolam-kolam, Hairos Water Park juga dilengkapi dengan permainan air yang populer seperti papan seluncuran yang melengkapi  area water boom. 


Mickey Fun Land

Website Mickey Fun Land

Tempat wisata selanjutnya yang bisa digunakan untuk berwisata bersama dengan keluarga adalah Mickey Fun Land. Mickey Fun Land merupakan tempat wisata permainan yang sangat kaya. Di dalam tempat permainan ini ada sekitar 35 macam wahana. Ada yang santai dan ada juga permainan yang akan membuat andrenalin naik.

Mickey Fun Land berlokasi di Jalan Ginting, Brastagi, Karo. Jika ingin membeli tiketnya bisa langsung melakukan pemesanan dengan mudah melalui situs travel online seperti situs Traveloka.  Atau bisa mencoba juga mengecek website yang dimiliki oleh Mickey Fun Land, untuk mendapatkan beragam promo yang menarik. 

Bagaimana, banyak tempat wisata seru kan di Medan? Aduh, jadi pengen buru-buru liburan dan ajak keluarga juga. Kalau kita mau liburan bareng, segera saja yuk pesan tiket di Traveloka!


Let's be friends!


Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you,


Cara Screenshot di Samsung J5, J5 Pro, dan J5 Prime

7.11.18

Cara Screenshot di Samsung J5

Sudah tahu cara screenshot Samsung J5? Meskipun beroperasi menggunakan platform yang sama namun setiap tipe Smartphone android punya cara screenshot yang berbeda-beda. Demikian juga dengan Samsung Galaxy J5.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan screenshot?

Screenshot adalah proses pemgambilan gambar (capture) yang sedang ditampilkan layar ponsel dengan cara-cara khusus. Cara ini biasanya digunakan untuk mengambil informasi atau mendokumentasikan hal-hal yang dianggap penting seperti hasil permainan, notifikasi, tampilan error, riwayat percakapan, atau sekedar iseng untuk membagikan apa yang sedang dilihat di layar ponsel.

Seperti yang kita tahu, Samsung mengeluarkan banyak sekali tipe Smartphone dengan harga spesifikasi berbeda-beda. Untuk cara screenshotnya, ada beberapa tipe menggunakan cara yang sama namun beberapa tipe terbaru menggunakan cara berbeda.

Bagaimana cara screenshot Samsung J5?

SpekSamsung J5, Samsung J5 Pro, dan Samsung J5 Prime memang sedikit berbeda namun untuk cara screenshotnya ketiga tipe Samsung J Series ini menggunakan cara yang sama. Ada 3 cara untuk capture atau screenshot Samsung J5 yaitu dengan tombol kombinasi (menekan beberapa tombol bersamaan), Palm Swipe Capture, serta cara untuk screenshot panjang.

1. Screenshot dengan tombol kombinasi

Tentukan area yang ingin di-capture pada layar ponsel. Pastikan semua sisi yang akan diambil sudah sesuai. Selanjutnya tekan tombol Home + Volume bawah secara bersamaan. Tombol Home terletak di tengah bawah layar dan tombol Volume di sisi kanan atas ponsel.
Ingat, harus ditekan bersamaan, jangan bergiliran. Tahan hingga perangkat merespon. Proses screenshot selesai setelah terdengar bunyi shutter kamera bersamaan dengan layar berkedip.

2. Screenshot dengan Palm Swipe Capture

Sebelum menggunakan cara screenshot ini aktifkan dulu fitur Swipe Capture di perangkat Samsung J5. Buka menu “Settings” lalu pilih “Advanced Feature” pilih “Palm Swipe to Capture” kemudian aktifkan. Jika fitur ini sudah aktif tinggal mengusapkan jari-jari ke layar ponsel untuk screenshot tampilan layar.

Setelah itu tentukan target di layar ponsel yang ingin di-screenshot lalu usapkan jari-jari dari kanan ke arah kiri. Jika sudah terdengar suara shutter kamera dan layar berkedip maka proses screenshot sudah selesai.

3. Screenshot panjang (Scroll Screenshot)

Scroll screenshot adalah cara mengambil tampilan layar namun tidak hanya sebatas yang terlihat di layar ponsel saja melainkan seluruh isi layar baik bagian atas maupun bawah yang tidak terlihat di layar ponsel.

Untuk menikmati fitur screenshot panjang atau scroll screenshot ini harus melalui menu “Settings” kemudian pilih “Advanced Features” lalu  pipih opsi “Smart Capture”. Berikutnya Anda bisa mengambil gambar tampilan layar menggunakan tombol fisik maupun Palm Swipe Capture.

Setelah terlihat layar berkedip sesaat, maka hasil screenshot akan tampil dan secara otomatis juga tampil menu Scroll Capture. Selanjutnya klik opsi Scroll Capture tersebut. Jika sudah berikutnya akan muncul instruksi untuk mengambil screenshot panjang hingga ke bagian bawah.


Seluruh hasil screenshot Samsung J5, J5 Pro, dan J5 Prime bisa dilihat di gallery ponsel atau file manager. Buka menu gallery atau file manager kemudian temukan folder Screenshot. Seluruh hasil screenshot tersimpan di folder tersebut.

Cara screenshot Samsung J5 tadi sekaligus bisa dijadikan informasi bahwa semua merk ponsel berbasis android sudah dilengkapi dengan cara screenshot masing-masing. Dengan demikian untuk dapat meng-capture tampilan layar ponsel kita tidak perlu melakukan rooting pada perangkat. Screenshot juga tidak membutuhkan aplikasi pihak ketiga yang berbayar maupun tidak berbayar. 

Oiya, kalau kamu mau lihat spesifikasi handphone Samsung J5 dan J7 bisa di klik link ini
 https://review.bukalapak.com/gadget/daftar-harga-dan-spek-samsung-galaxy-j5-dan-j7-21136


Let's be friends!


Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,


Penyiar Radio Era Digital, Bisa Siaran Saja Nggak Cukup

5.11.18
ZAHRA NOOR ERIZA

Kalau cuma muterin lagu, spotify juga bisa.

Sekarang radio punya saingan yang maha berat. Bukan lagi televisi yang mulai juga ditinggalkan. Tetapi internet dengan variasi konten yang luar biasa banyak. Kita dimanjakan dengan konten audio visual yang membuat ketagihan. Tidak lagi supplay by demand, tanpa diminta pun mereka memberi kita cuma-cuma. Asal modal kuota.

Lalu bagaimana nasibnya media auditif seperti radio?

Ketakutan akan ditinggalkan penikmatnya, jelas menghantui para pelaku industri radio. Bayang-bayang berbagai media cetak yang tutup usia sepeti Bola, Gogirl dan Hai bagai mimpi buruk.

Melihat data Nielsen tahun 2016, jumlah pendengar radio di Indonesia ada 20 juta orang. Kebanyakan dari mereka mendengarkan radio saat dimobil. Ketika di rumah, kita lebih asyik bersama handphone dan disibukkan dengan aktivitas chatting atau youtube-an. Bentuk pesawat radio  juga makin jarang dimiliki.

Lantas, masihkah radio dicintai?

#RadioGueMati


Tahun lalu tepatnya tanggal 11 Desember 2017, beberapa stasiun radio di Jakarta sengaja mematikan siaran mereka selama 15 menit, mulai pukul 07.45-08.00 WIB secara serempak. Dalam kondisi dead air tersebut, ternyata para netizen twitter riuh karena kaget dan penasaran mengapa radio mereka mati mendadak. Ada rasa sepi yang menghinggapi, lantaran perjalanan mereka tak lagi ditemani alunan musik dari radio.

Campaign ini berhasil mengingatkan masyarakat bahwa radio masih menjadi bagian dari hidup. Meski minor, tapi ketika tidak ada baru merasa kehilangan. Pada kampanye ini Presiden Jokowi pun ikut terlibat. Lihat video di bawah ini.



Jika memang radio masih dicintai, apa kemudian masih banyak anak muda yang ingin jadi penyiar radio?


Buat saya pribadi, radio adalah jiwa. Ingin rasanya saya kembali bersua di udara dengan pendengar. Tiga bulan sudah saya memutuskan untuk resign dari radio terakhir tempat saya bersiaran. Dan sekarang  terasa rindu untuk kembali ke kabin siar.

Menjadi penyiar radio masa kini, bisa siaran saja tidak cukup. Jika dulu mengoperasikan komputer, mixer dan berbicara dalam satu waktu dianggap kemampuan yang mumpuni seorang penyiar, sekarang tidak lagi.

Penyiar bukan hanya sekedar pemutar musik, mereka harus bisa lebih dari itu. Penyiar harus kreatif dalam produksi konten diluar program acara. Tentunya harus didukung tim produksi radio juga. Maka jika perusahaan radio, masih sibuk membangun "radio"nya saja, tanpa bersinergi dengan media lainnya, ya..siap-siap saja untuk menua ditelan zaman.

Belum lagi nih, radio sekarang memang hobi banget muter lagu doang. Radio A muter lagu si Penyanyi ini, radio B, C, D eh, muter lagu penyanyi ini lagi- penyayi ini lagi. Terus kapan penyiar ngomongnya? Padahal nih, penyiar itu bagian dari karakteristik radio. Brandingnya radio itu juga dari penyiarnya. Kalau penyiarnya jarang ngomong, ya..gimana pendengar bisa kenal dia.

Baca Juga : #SKYTALK Program Konvergensi Media

Konvergensi Media Sebuah Keharusan


Ketika saya berada di Radio Gesma FM, saya memproduseri dan membawakan sebuah program konvergensi media. Ketika menyusun program ini, saya memahami betul bahwa media radio sudah tidak bisa berdiri sendiri. Konten di radio sudah sangat terbatas. Maka, seperti televisi yang menggandeng internet, begitulah seharusnya yang radio lakukan.

Belajar dari Program Inspirasi Pagi, selain disiarkan secara live, program tersebut dapat dinikmati melalui youtube, soundcloud dan di blog milik saya ini. Tujuannya apa? Bagi mereka yang tidak bisa mendengarkan siaran langsungnya di radio, pendengar tetap bisa mengakses media lainya. Kontennya satu, tetapi dimodifikasi dalam berbagai media dan cara.

Ribet? Tentu saja iya, bagi sang pembuat konten.

Namun konvergensi media ini menembus batas-batas geografis, sehingga audience menjadi lebih luas dan dapat diakses di mana saja. Tidak terbatas jangkauan frekuensi radio.

Baca Juga : Program Konvergensi Media. Radio Talkshow Terbaik


Penyiar Era Digital


19 Oktober 2018 saya berkesempatan untuk menjadi pembicara di Seminar " Creativity Without Limit in Broadcast" yang diadakan Rapma FM Universitas Muhammadiyah Suraarta. Peserta yang hadir cukup banyak, sekitar 300 orang. 

Ketika saya gulirkan kepada mereka apakah ingin mejadi penyiar radio? Ternyata masih banyak peminatnya diantara mereka.

Saya mengatakan pada peserta yang hadir, bahwa untuk menjawab tantangan era digital pandai berbicara saja tidak cukup bagi penyiar radio. Namun, butuh integritas yang tinggi terhadap profesi. Integritas di sini mulai dari disiplin waktu, ketrampilan siaran, kepahaman terhadap program dan kode etik, serta kemauan untuk belajar dan meningkatkan kreativitas.


Jika saya boleh merangkum, beberapa hal berikut ini yang seharusnya dimiliki oleh penyiar radio di era digital

1. Kemauan untuk belajar


Sudah pasti penyiar radio harus memiliki wawasan yang luas. Wawasan ini bukan hanya mengikuti tren dan isu terbaru, tetapi juga wawasan dalam hal teknis pemrograman acara.

Mudahnya begini, penyiar itu adalah orang yang membawakan acara di radio. Jika penyiar nggak paham program dan kode etiknya, dia ibarat sopir mobil tapi buta.

Misalnya nih, jangan sampai iklan rokok diputar jam 10 pagi. Nah, ketahuan kan kalau si penyiar tidak paham Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS)

Hal-hal seperti ini  yang seharusnya penyiar juga pelajari. Bukan hanya hafalin penyanyi dan judul lagu saja. Penyiar radio tidak boleh lupa, bahwa radio memiliki empat  fungsi, yakni memberikan

1. Informasi
2. Edukasi
3. Persuasi
4. Hiburan

Penyiar radio sebagai garda depan industri radio harus mampu menjalankan keempat fungsi radio tersebut dalam siaran yang dilakukan.

2. Menjadi Public Relations yang Baik


Dalam struktur manajemen radio, penyiar memang berada di bottom line management. Namun, dari fungsional penyiarlah yang menjadi ujung tombak. Mengapa? Karena penyiar yang berinteraksi secara langsung dengan audience.

Penyiar harus membangun kedekatan dengan pendengar. Bukan hanya saat bersiaran, namun juga saat pendengar main ke radio atau saat berinteraksi di dunia maya. Apa artinya seorang penyiar jika tanpa pendengar. Itu mengapa penyiar harus juga mampu memposisikan dirinya sebagai public relation yang baik. Membangun relasi bukan hanya dengan tim radio, tetapi dengan audience juga.

3. Membangun Personal Branding

SARA NEYRHIZA

Jadikan diri berbeda dengan penyiar lainnya agar lebih mudah dikenali. Bangun personal branding di udara. Misalnya dengan membangun ciri unik ketika bersiaran. Bisa dengan nama on air, dengan jargon khusus, atau style siaran yang kreatif dan beda.

Selanjutnya, bangun juga branding di social media. Hari gini siapa sih yang nggak mainan sosmed? Nah, agar citra positif penyiar semakin dikenal, tunjukkan juga dirimu di dunia maya. Buka kesempatan untuk bertemu orang atau klien baru diluar ranah siaran. Siapa tahu lompatan karir akan kamu dapatkan.

Baca Juga : Penyiar Radio yang Baik ala GM Solo Radio

4. Kembangkan Diri di Luar Profesi Penyiar


Sayang rasanya kalau penyiar cuma bisa siaran doang. Padahal banyak bidang (di industr radio) yang bisa dicoba. Dalam divisi penyiaran sendiri ada produser, script writer, music director yang bisa dipelajari.

Atau ingin mengembangkan ketrampilan bersuara dengan menjadi dubber dan voice over talent. Di luar itu bisa juga menjadi MC dan event organizer.

Banyak sekali pekerjaan lain yang bisa dicoba. Side job ini bukan hanya meningkatkan kemapuan diri, tetapi juga menambah pundi-pundi uang.

Jadi please, penyiar jangan siaran saja. Sayang banget jika keilmuan lainnya tidak terjamah. Pastikan untuk memikirkan karir ke depan yang jauh lebih tinggi. 



Tulisan ini adalah rangkuman apa yang saya sampaikan di acara Seminar "Creativity Without Limit in Broadcast". Semoga dapat memberikan wawasan untuk berkembangnya skill kepenyiaran di era digital saat ini.

SARA NEYRHIZA

ZAHRA NOOR ERIZA

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,




Memaknai Ekuilibrium Manusia, Selalu Ada Kelebihan di Balik Kekurangan

31.10.18

BARISTA INKLUSIF TEMU INKLUSI 2018

Kedua lengannya sibuk menyiapkan gelas plastik. Lengan itu pula terlihat gesit mengambil beberapa biji kopi, menuangkan air, hingga menambahkan susu kental manis pada kopi yang hampir siap disajikan.

Lengan itu terlihat kuat. Hanya bahasa tubuh pemiliknya yang terlihat sedikit canggung. Mungkin karena keberadaan kami di depannya yang sibuk mengambil gambar. Juga beberapa pembeli yang terlihat tidak sabar. Cuaca siang itu panas menyengat. Ingin rasanya duduk bersantai menikmati segelas es kopi.

Saya mengenalnya dengan nama Mas Eko Sugeng, sosok pemilik lengan yang kokoh itu. Lengan yang menopang hidupnya untuk bisa berkarya sebagai peracik kopi. Mas Eko, begitu biasa dia disapa, adalah peserta dari program Barista Inklusi. Barista Inklusi adalah program kerja sama Program Peduli, Pusat Rehabilitasi Yakkum Yogyakarta dan Stara Coffee yang memberikan pelatihan kepada rekan difabel untuk menjadi barista profesional. Para peserta pelatihan belajar mulai dari hal dasar, seperti mengenal berbagi jenis kopi, mengoperasikan berbagai peralatan, hingga pratik membuat bermacam-macam kopi yang nikmat. Pengetahuan mengenai manajemen perencanaan bisnis, dan aktivitas promosi melalui media sosial juga peserta pelatihan dapatkan.

TEMU INKLUSI 2018
Eko Sugeng bersama rekan di booth Barista Inklusif
TEMU INKLUSI 2018

Saya sudah pernah bertemu dengan Mas Eko sebelumnya, namun baru kali ini saya menyaksikan langsung caranya meracik kopi. Prasangka dengan kamampuannya tentu saja ada. Namun, beliau bisa membuktikan bahwa meski kedua tangannya tidak utuh, semangat yang menunjukkan bahwa dia bisa. 

Kecelakaan yang terjadi di masa lalu, memang membuat kedua tangan Mas Eko diamputasi. Sejak saat itu pulalah, ia hidup menjadi bagian kaum difabel. Yang "masih" menjadi kelompok marginal di Indonesia. Yang pada mereka disematkan berbagi label keterbatasan.

Manusia Itu Ekuilibrium

Mungkin saya, juga masyarakat Indonesia pada umumnya lupa, bahwa Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam hidup berdampingan dengan para difabel. Herman Sinung Janutama, seorang pemerhati budaya mengisahkan pada saya pada acara Lokakarya Agama, Budaya dan Difabel di desa Plembutan, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta, 24 Oktober 2018, bahwa  Keraton Kartasura, kerajaan turunan Mataram pernah diperintah oleh seorang difabel bergelar  Amangkurat III.

TEMU INKLUSI 2018
KH. Imam Aziz dan Herman Sinung Janutama dalam Lokakarya Tematik Temu Inklusi 2018

Mas Herman yang juga penulis buku Polowijan,  buku tentang difabel dalam perspektif budaya ini juga menyebutkan bahwa dalam pewayangan Jawa banyak tokoh pewayangan yang dilukiskan sebagai sosok difabel namun memiliki pengaruh yang kuat dalam tatanan masyarakat. 

Sebut saja Punakawan.  Punakawan sejatinya adalah dewa yang turun ke bumi untuk menjadi manusia yang bertugas menjadi abdi para kesatria. Mereka terdiri dari Semar yang memiliki tiga orang putra bernama Gareng, Petruk dan Bagong. Keempatnya memiliki keterbatasan dari segi fisik. Gareng misalnya, yang memiliki cacat tangan, kaki pincang dan mata juling. Juga Petruk yang  memiliki hidung, telinga, mulut, kaki, dan tangan yang lebih panjang dari ukuran normal.

Meski memiliki kekurangan  fisik, Punakawan adalah penasihat para ksatria, penghibur, kritis terhadap isu sosial dan sumber kebenaran dan kebijakan. Terlebih pada sosok Semar yang bijaksana dan  selalu mencari kebenaran terhadap segala masalah. Petuahnya selalu didengar, bahkan oleh para dewa. 

Mendengar apa yang dijelaskan Mas Herman, saya menjadi paham bahwa sejatinya bangsa kita dibangun atas kesadaran terhadap penghargaan pada umat manusia, bagaimanapun wujud fisiknya. Suatu hal yang memalukan jika kemudian kita yang dianggap normal "secara fisik" menjadi merasa ekslusif dibandingkan orang lain yang memiliki keterbatasan fisik.

Saya sampai merinding ketika Mas Herman menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat dunia akan persamaan hak difabel baru terjadi setelah era perang dunia kedua sekitar tahun 1972. Dulu, di Eropa bahkan, mereka yang terlahir cacat dianggap sebagai produk gagal evolusi, yang kemudian dibunuh karena dianggap tidak berguna.

Hal ini tentu berlawanan dengan konsep manusia pada budaya Jawa. Bahwa manusia itu ekuilibrium (asas kesetimbangan). Jika disatu sisi memiliki kekurangan, maka di sisi yang lain dia akan memiliki kelebihan yang sulit disaingi oleh orang lain. Kita perhatikan saja rekan kita yang tuna netra, biasanya memiliki kepekaan yang tinggi di indra pendengarannya.

Kita Semua Menjadi Disabel Pada Saatnya Nanti

KH. Imam Aziz

Jadi untuk apa mengolok-olok orang lain, jika pada akhirnya kita akan mengalami hal yang sama? KH. Imam Aziz, Ketua PBNU yang juga hadir sebagai pembicara di Lokakarya Agama, Budaya dan Difabel di Temu Inklusi 2018, berhasil mengetuk hati saya saat mengatakan  "akan tiba waktunya kita semua menjadi disabel. Entah karena kecelakan, atau karena usia yang menua."

Ajaran berbuat baik dengan sesama manusia juga telah ditegaskan dalam AlQur'an pada surat al-Hujarat ayat 11, yang berbunyi “Wahai orang-orang yang beriman!, janganlah suatu kaum mengolok-ngolok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-ngolok, dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-ngolokkan perempuan lain, karena boleh jadi perempuan yang diolok-olokkan lebih baik dari perempuan yang mengolok-ngolok. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk”. 

Tuhan tidak melihat manusia berdasarkan cantik dan tampan wajahnya, namun dari derajat ketaqwaan yang dimiliki. Hal ini tentu semakin memperjelas bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk hidup setara dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk dalam menikmati berbagai fasilitas beribadah, kesehatan, pendidikan, transportasi juga dalam mencari lapangan pekerjaan.

Maka, ketika masih banyak masyarakat marginal yang terdiskriminasi, tentu menjadi tugas kita untuk bersama- sama mempromosikan terwujudnya inklusi sosial dalam masyarakat.

Masyarakat inklusif itu yang seperti apa? 

Yakni, masyarakat yang mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan perbedaan serta mengakomodasinya ke dalam berbagai tatanan maupun infra struktur yang ada di masyarakat. Bentuk perbedaan dan keberagaman antara lain seperti keberagaman budaya, bahasa, gender, ras, suku bangsa, strata ekonomi, serta termasuk juga didalamnya adalah perbedaan kemampuan fisik/ mental atau difabilitas.


Jadi, siapkah kita menjadi bagian masyarakat Indonesia influsif?


* Temu Inklusi (TI) 2018 merupakan agenda lanjutan dari kegiatan dua tahunan yang diinisiasi
Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia. Temu Inklusi merupakan
wadah terbuka yang mempertemukan berbagai pihak pegiat inklusi Difabel.


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,

Mudah, Begini Cara Membersihkan Sepatu Putih!

27.10.18

Ngomongi dunia per-fashion-an, salah satu must have item yakni sepatu. Meski hanya sebagai alas kaki, ternyata banyak orang justru suka mengoleksi sepatu. Kaya saya juga sih... Makanya, bukan cuma rajin beli sepatu, saya juga harus siap merawatnya. Apalagi sepatu wanita bentuknya macem-mecem gitu. Belum juga kalau punya sepatu warna putih. Duh, ribet deh merawatnya.

Tahu sendiri kan, kalau warna putih akan lebih cepat kotor dibandingkan warna lainnya. Jadi kalo kamu agak -agak jorok, wah mesti harus  waspada supaya sepatu putihmu nggak mudah kumal.

Tetapi tenang, kalau kamu bingung bagaimana cara membersihkan sepatu putih, kamu simak saja  beberapa cara dan tips berikut ini:

1. Menggunakan Alkohol 70 persen

Ya, kalau mengalami masalah dengan noda yang membandel pada sepatu putihmu,  nggak ada salahnya untuk mencoba menghilangkannya dengan bantuan bahan medis ini. Yakni dengan alkohol.  Tentunya alkohol ini bukan untuk diminum ya. Jaga juga agar tidak terhirup terlalu banyak. 

Nah, caranya mudah nih untuk menghapus noda membandel. Kamu hanya perlu menyiapkan kapas yang dimasukkan ke dalam cairan alkohol tersebut, lalu oleskan secara perlahan pada noda yang membandel pada sepatu putihmu.

2. Menggunakan Semir Sepatu

Pakai semir sepatu itu cara paling praktis untuk membersihkan sepatumu. Hal yang perlu diingat bahwa gunakan semir sepatu khusus untuk sepatu putih ya, jangan keliru menggunakan semir sepatu untuk warna hitam atau warna gelap lainnya. Bisa bisa warna sepatumu berubah.


3. Gunakan pula Campuran Air dengan Sabun

Memang kita tidak dapat mengelak bahwa terkadang kita pun bisa saja terjebak pada jalanan berlumpur.. Atau bisa saja dengan tidak sengaja menjejakkan kaki di tanah yang basah atau becek. Kalau seperti itu kejadiannya, jelas deh sepatu putihmu bakal kotor banget.

Makanya, sesampai di rumah coba campurkan air dan sabun ke dalam wadah. Lalu rendamlah sepatu putih kesayanganmu selama semalaman. Cuci dan bilas keesokan paginya, dan kamu akan mendapatkan warna sepatu putihmu menjadi cemerlang kembali.

Baca Juga : 4 Masker Oke kamu Wajib Coba


4. Sikat Noda yang Membandel

Selain butuh perawatan yang ekstra, sepatu putih  juga harus senantiasa dijaga. Menyikat sebuah sepatu memang terkadang butuh tenaga ekstra. Gunakan sikat khusus untuk mencuci sepatu, bila masih terdapat bagian-bagian ternoda yang terselip dan tak bisa terjangkau. Oiya, kamu juga dapat menggunakan sikat gigi bekas untuk meraihnya.


5. Gunakan Penghapus

Cara lain untuk menghapus noda pada sepatu berwarna putih adalah dengan menggunakan penghapus. Caranya pun mudah, cukup gosok secara perlahan dengan arah yang berlawanan dengan arah noda. Cara ini cocok untuk sepatu putih berbahan suede.

Baca Juga : Cara Merias Mata dengan Tepat


6. Menggunakan Bahan Pemutih

Bahan pemutih bisa membuat sepatu putih yang kotor jadi bersih kembali. Coba kamu buat konsentrasi sebanyak 1 banding 5 antara pemutih dengan air. Lakukanlah proses perendaman, lalu bilas seperti biasa. Hati-hati ya dengan bahan pemutih. Untuk beberapa orang, bisa menyebabkan iritasi jika terkena tangan.

Nah, dari beberapa cara membersihkan sepatu putih di atas, cara mana nih yang biasa kamu gunakan?

Oiya, kalau kamu mau tahu sepatu yang wajib dikoleksi wanita, baca deh artikel ini : https://review.bukalapak.com/fashion/trendy-7-jenis-sepatu-wanita-ini-wajib-dikoleksi-21304


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,

Yang Muda Yang Berdaya. Sekarang Giliranmu!

26.10.18
INDONESIA BERDAYA DOMPET DHUAFA

Minggu lalu, saya berdiskusi dengan mahasiswa di kelas mengenai tingkat turn over yang tinggi dikalangan karyawan milenial. Seperti yang kita tahu, bahwa generasi Y atau para milenial kelahiran tahun 80 hingga 90an awal  memang saat ini cukup mendominasi lapangan pekerjaan.

Berdasarkan data BPS di tahun 2016, dari total jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 160 juta, hampir 40% di antaranya tergolong millennials yakni sebesar 62,5 juta.

Generasi ini dikenal sebagai generasi yang cakap dalam menggunakan teknologi. Mereka juga memiliki kreativitas yang tinggi, dan cepat belajar.

Meski demikian, generasi milenial dianggap gemar berpindah tempat kerja. Salah satu hal yang perlu dikritisi dari para milenial ini adalah semangat juang mereka yang cukup rendah. Cenderung mudah menyerah. Jika ada ketidak nyamanan terjadi di tempat kerja, mereka akan lebih memilih untuk out daripada menghadapinya.

Tentu saja hal ini akan mempengaruhi pilihan-pilihan profesi yang disenangi para milenial. Pekerjaan yang banyak memiliki tantangan seperti petani misalnya, akan sangat jarang dilirik oleh mereka.


Buat Apa Jadi Petani?

Pertanyaan ini juga terbersit dibenak saya. Apa enaknya kembali ke desa dan mengolah lahan? Sementara segala kemudahan dan kenyamanan hidup bisa ditemukan dengan hidup diperkotaan.

Saya dan kebanyakan masyarakat lupa, bahwa pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia. Pertanian juga memiliki peran nyata dalam menyumbang devisa negara melalui ekspor.

Namun ternyata minat para pemuda untuk menjadi petani sangatlah rendah. Sosiolog pedesaan asal Belanda Prof. Ben White, Ph.D, Guru Besar emeritus dari Institutes of Social Studies, Denhaag,  telah melakukan penelitian dari tahun 70an yang menyebutkan bahwa masa depan pertanian semakin terancam dengan berkurangnya minat pemuda untuk menjadi petani. Apalagi dalam pendidikan di sekolah para remaja tidak diajarkan untuk jadi petani, (sumber: ugm.ac.id).

Ini pula kenyataan yang ada di sekitar kita. Semakin sedikit pemuda yang ingin bekerja di desa sebagai petani.

Mungkin saatnya kita bisa belajar dari Agung Kharisma, seorang Sarjana Pendidikan Pertanian berusia 27 tahun. Jika kebanyakan pemuda merantau ke kota, dia justru mengabdi di desa untuk mengedukasi para petani. Agung mengajak masyarakat desa untuk kembali bertani, memberdayakan lahan yang ada, dan mengelola para petani menjadi satu kelompok tani yang solid dan produktif.

Pemuda ini berhasil meyakinkan para penduduk lokal tentang kekayaan dan potensi yang ada di kampungnya sendiri. Agung juga  mengubah mindset petani setempat bahwa di kampung sendiri mereka bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi. 

Hebatnya lagi, Agung tidak hanya membimbing soal teknik mengolah lahan. Ia pun sedikit demi sedikit menanamkan nilai-nilai kerja keras, mengubah kebiasaan para petani, memotivasi, bahkan mendampingi para petani agar tetap terjaga kerjanya dengan bingkai keislaman yang kuat seperti shalat dan mengaji.

Baca Juga : Taman Gesang, Riwayatmu Kini


Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa

Agung merupakan mitra dari Dompet Dhuafa.  Dompet Dhuafa melalui program Indonesia Berdaya (IB) berusaha membangun masyarakat produktif di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat. Program yang sudah berjalan sekitar tiga tahun ini merupakan upaya Dompet Dhuafa untuk memberdayakan masyarakat di sektor perekonomian.

Indonesia Berdaya mengembangkan program dengan membeli lahan 10 hektare di kawasan Cirangkong, Subang, yang dijadikan Kluster Pertanian dan akan digarap oleh masyarakat setempat.
Tentu saja ini menjadi bukti nyata peran Dompet Dhuafa dalam memberdayakan dan mengangkat potensi lokal daerah. Pembelian lahan ini paling tidak memiliki dua dampak positif.  Pertama adalah menyelamatkan lahan produktif dari tangan asing dan yang kedua adalah memberdayakan masyarakat sekitar melalui pemanfaatan lahan tersebut.

Hasil dari program Indonesia Berdaya ini sangat baik. buah-buahan hasil Kluster Indonesia Berdaya sudah dapat dipasarkan hingga ke berbagai kota. Hasil penjualannya menjadi sumber pendapatan bagi para petani lokal hingga mereka bisa berdaya di kampungnya sendiri.

Saatnya Pemuda Berdaya

Saat ini kita tidak lagi perlu mengangkat senjata untuk berjuang. Namun, pemuda Indonesia dapat berjuang menjaga kemerdekaan dengan membangun bangsa ini menjadi lebih baik.

Jika selama ini kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi, maka sekarang saatnya kita berdaya untuk membangun masyarakat dan lingkungan sekitar. Kita dapat lebih kritis melihat berbagai permasalahan sosial. Berbekal ilmu pengetahuan pemuda hadir dengan membawa solusi.

Siapa lagi yang berdaya, jika bukan kita. Generasi milenial atau setelahnya pasti akan mendapat dukungan teknologi yang lebih mutakhir. Maka, tidak ada alasan untuk tidak bergerak maju. Bersama berdaya membangun Indonesia, dimulai dari sekitar kita.

Selamat Hari Sumpah Pemuda. Yang Muda Yang Berdaya.


Referensi :
http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/385/buka-lahan-untuk-berdayakan-masyarakat-dan-potensi-lokal
http://marketeers.com/karyawan-milenial-yang-loyal/



Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you,

Review Swiss Vita Micrite 3D All Use Series Pack dari All Young

25.10.18
Review Swiss Vita Micrite 3D All Use Series Pack dari All Young

Sebenarnya saya tuh nggak terlalu ambil pusing untuk urusan kulit wajah jadi putih. Yang penting bersih dan cerah. Lho? Nggak sama aja tuh? hehehe

Saya sudah lumayan sadar diri, kalau kulit wajah saya jelas nggak bakal seputih gadis Korea. Saya lihat di kulit lengan yang tertutup baju, dan saya sudah paham banget bahwa maksimal tingkat keputihan kulit saya ya cuma sampai di situ.

Tetapi, saya masih aware untuk membuat kulit saya jadi bersih dan syukur-syukur glowing. Karena siapa sih yang pengen kulitnya terlihat kusam dan tidak terawat? Minimal nih meski usia sudah yang 25++ tapi jangan kalah dong  sama mahasiswi yang rajin perawatan.

Meski nggak hobi skin treatment di klinik kecantikan, tapi soal perawatan dengan skincare, saya nggak pernah melewatkan barang satu haripun. Wajib banget kulit dirawat. Mau sesibuk apa kek, sengantuk apa, tetap skincare dipakai siang dan malam hari. 

Karena ngerawat kulit itu nggak bisa yang sehari dua hari. Musti rajin dan sabarrrrrr...

Kulit Wajah Sensitif dan Berminyak


Saya mau ngomongin tipe kulit wajah dulu ya, kalau kulit saya itu berminyak. Dan lumayan nggak nyaman kalau pake craem yang tumpuk-tumpuk. Tapi ya mau gimana lagi, kalau rangkaian skincarenya nyuruh gitu. Mulai dari serum, toner, moisturizer, sunscreen and bla-bla..banyak deh. Karena banyak produk yang dipakai, saya biasanya pilih produk yang light jadi ketika ditumpuk tetep nggak kerasa berat atau terlihat pakai topeng.

Saya juga suka skincare dengan formula water based. Supaya nggak nambah-nambah minyak di wajah.

Oiya, kulit saya lumayan sensitif juga lho. Kalau nggak cocok, nggak butuh waktu lama untuk merasakan reaksi iritasinya. Biasanya sekali pakai, kalau produk itu nggak cocok dikulit langsung berasa gatal dan panas diikuti bruntusan setelahnya. Jadi, produk yang saya pakai sudah pasti ramah dengan kulit saya. Kalau nggak cocok nggak mungkin saya pakai terus menerus.

Nah, tiga minggu ini saya pakai produk Swiss Vita dan terbukti nggak bikin saya iritasi. 

Swiss Vita dari All Young Muslima


REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Jadi saya coba Swiss Vita Micrite 3D All Use Series Pack dari All Young. Terdiri dari 5 produk di dalamnya, yang ukuran travel size atau trial kit set. Jadi emang kecil-kecil kemasan 5 gram.

Macamnya apa aja?

1. Eye Cream 🗸
2. Whitening Serum 🗸
3. Anti Spot Serum 🗸
4. Anti Wrinkle Serum 🗸
5. All Use Skin Serum 🗸

Kelima produk ini adalah serum ya. Seperti yang kita tahu, kalau serum itu umumnya memiliki 70% kandungan bahan aktif yang diformulasikan khusus untuk mengatasi permasalahan tertentu di kulit. Serum diciptakan agar langsung bekerja ke dalam lapisan kulit yang bermasalah. Konsistensinya juga cenderung lebih cair dan ringan dibandingkan pelembab wajah, sehingga lebih mudah menyerap dan tidak meninggalkan residu.

To be honest, baru tiga, produk yang saya coba yakni All Use Skin Serum, Eye Serum dan Whitening Serum. Karena memang tiga produk ini yang saya butuhkan untuk mengatasi permasalahan kulit di wajah saya. Sejauh ini, saya nggak ada bekas jerawat, flek hitam atau keriput, jadi produk lainnya belum saya butuhkan.


Kemasan Swiss Vita Micrite 3D All Use


REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Pertama lihat, lumayan surprise karena kemasannya pakai aluminum, jadi langsung inget salep oles. Tetapi ternyata aluminum sealed itu punya fungsi bagus lho untuk menjaga krim di dalamnya tetap dalam konsentrasi yang stabil dan tidak terpolusi. Pernah lihat kan, warna cream tiba-tiba berubah? Nah, kalau pake kemasan aluminum, krim di dalamnya itu lebih terjaga kualitasnya.

Meski bentuknya ergonomis dan asyik banget kalau dibawa travelling, cuma produknya jadi berkesan murah gitu lho, apalagi tutup plastiknya yang jadi mirip tutup lem. Meski begitu, yang penting kalau dibawa kemana-mana nggak makan tempat di pouch. 

Nah, ini dia tiga produk dari Swiss Vita yang sudah saya coba..

Micrite 3D All Use Skin Serum 

Buibu, Mbak Embak.. pakai moisturizer itu wajib lho, meskipun kulitmu berminyak. Justru dengan menjaga kelembapan kulit, minyak bakal lebih terkontrol. Produk pertama yang saya pakai dari All Young adalah Micrite 3D All Use Skin Serum. Produk ini diklaim memiliki beberapa fungsi, yakni :

1. Mencegah penuaan 🗸
2. Mencegah kulit kendur 🗸
3. Mempertahankan elastisitas kulit 🗸
4. Memudarkan garis halus 🗸

Jadi bisa dibilang varian All Use Skin Serum ini multifungsi dalam mencegah berbagai tanda-tanda penuan dini.

Saya biasanya  memakainya di pagi hari (masuk dalam rangkaian day routine) setelah memakai toner dan sebelum memakai sunscreen. Warnanya kecoklatan, ringan dan cepat meresap. Nyaman sekali dikulit, dan nggak meninggalkan kesan berminyak.


Micrite 3D All Use Whitening Serum

REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Selanjutnya saya tulis Whitening Serum ya. Secara tekstur dia light dan mudah banget menyerap.  Warnanya putih dan aromanya mirip seperti salep. Nggak ada wangi-wanginya.

Produk ini diklaim selain bisa mencerahkan kulit,  juga menghidrasi kulit.

Sebenarnya Whitening Serum ini bisa dipakai pagi dan malam hari. Tetapi saya memang pakai di malam hari sebagai night cream untuk tahu hasilnya lebih nyata tanpa dimix produk lainnya.

Jujur, saya suka Whitening Serum Swiss Vita ini. Selain nggak lengket dikulit, dia bisa memberi hasil yang nyata. Jadi setelah pakai produk ini, saya merasa kulit lebih glowing ketika bangun tidur. Selain itu, juga memperbaiki tekstur kulit. Saya kok ngerasa dia bikin warna dan permukaan kulit wajah saya lebih merata. Jadi halus!

So far, memuaskan. Padahal saya  pakainya dikit-diki banget supaya awet.hehehe

Karena berfungsi dengan baik dan nggak bikin iritasi, saya pengen beli lagi setelah produk ini habis.

Micrite 3D All Use Eye Serum

REVIEW SWISS VITA ALL YOUNG

Akhir-akhir ini saya memang kurang tidur. Dan tiba-tiba muncul kantong hitam di bawah mata.  Makanya saya langsung cobain Eye Serum dari Swiss Vita ini.

Teksturnya light juga dengan warna yang kekuningan. Setelah diaplikasikan ada sensasi kaya mentol gitu di bawah mata. Nggak perih kok, cuma dingin semriwing aja dan itu juga nggak lama.

Setelah saya pakai beberapa waktu, saya nggak bisa ambil kesimpulan apakah krim ini bekerja atau nggak. Karena ternyata kantong mata saya itu timbul tenggelam. Kalau cukup tidur dia tiba-tiba hilang, kalau rajin begadang eh muncul lagi.

Tapi yang pasti gini deh, Eye Cream itu sebenarnya adalah rangkaian perawatan untuk pencegahan. Jadi meski nggak punya mata panda, eye cream ini bisa mencegah kerutan dan lingkaran hitam disekitar mata yang biasanya muncul akibat usia dan pola hidup.

Jadi saya sih senang hati saja setiap malam sebelum tidur memakai Eye Cream Swiss Vita ini, sebagai upaya pencegahan munculnya keriput disekitar mata. Begitu...



Nah, itu tadi tiga produk Swiss Vita dari All Young yang sudah saya coba. Ketiganya cocok dikulit saya dengan performa yang bagus. 

Saya seneng banget ketemu produk yang nggak membuat wajah saya jadi lebih berminyak. Selain itu  Swiss Vita dari All Young ini memang skincare yang aman dan tidak bikin iritasi. Dan pastinya cocok untuk kulit berminyak dan sesitif seperti saya.

Kalau kamu tertarik untuk mencobanya, silakans aja akses informasi selengkapnya di bawah ini :


LINE : @allyoungindonesia

Selamat mencoba dan selalu awet muda ya...

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,


Auto Post Signature