Penerima Manfaat Panti Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta

21.4.19

SARA NEYRHIZA

"Lihat perempuan yang itu, Mbak! Dia baru sembuh dari retak tulang belakang. Dia memanjat tembok setinggi 4 meter untuk kabur. Tapi akhirnya jatuh. Tiga bulan di rawat di rumah sakit, kami juga yang merawat. Mulai dari memandikan sampai menyuapi." Saya melirik seorang perempuan bertubuh kecil. Dia sedang tertawa bersama teman-temannya.

Sepenggal kisah ini saya dengar dari Bu Ninik. Beliau adalah salah seorang staf pendamping di Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta.

Ini adalah kali pertama saya mengunjungi panti sosial. Sebuah situasi yang begitu asing. Tidak pernah ada dalam wawasan saya bagaimana puluhan perempuan berkumpul di panti ini.

Ada sekitar 120 perempuan yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Mereka di bawa ke panti oleh Satpol PP. 

"Saya di bawa ke sini karena berdagang nasi kucing, Mbak," ujar seorang porempuan berusia 50 tahunan kepada saya. Si Ibu ini juga bercerita kalau dia harus meninggalkan anaknya yang berusia 3 tahun di Jepara bersama suaminya. Sang anak menderita asma dan sering kambuh. Sembari bercerita, saya mendengar suara paraunya menahan tangis. "Anak saya minta sebuah apel, itu saja saya tidak bisa membelikan karena tidak punya uang," pengakuan ibu itu kembali.

Dada saya sesak, menahan perih di dalam.

Pagar ini dibuat untuk mencegah penghuni panti kabur


Tentang Panti Sosial Wanodyatama

PANTI SOSIAL WANITA WANODYATAMA

Kembali saya mengobrol dengan Bu Ninik untuk mengenal panti Wanodyatama lebih dekat. Panti ini menampung perempuan yang memiliki latar belakang hampir sama. Mereka terlibat dunia prostitusi. Baik yang berusia belasan sampai yang sudah eyang-eyang berusia 60 tahunan.

Namun tidak semua kisah sama.

Ada diantara mereka yang terjerumus di pekerjaan tersebut karena dijual oleh orang tuanya. Ada juga yang mendapatkan pelecehan dari kakeknya, juga keluarga terdekat. Lainnya, ada yang hidup di jalanan dan terbiasa dengan pergaulan bebas. Atau mereka yang terdesak kehidupan ekonomi yang berat sehingga memilih pekerjaan yang salah. Semua cerita tentu tidak ada yang menyenangkan. Bukanlah kehidupan yang ringan untuk dijalani.

Bagaimana dengan yang sudah lanjut usia? Menurut Bu Ninik, awalnya mereka membuka jasa pijat. Meski akhir berakhir ke palayanan seksual juga. Uang yang didapat tidak seberapa. Hanya cukup untuk menyambung hidup di hari itu.

Setelah berada di panti ini, para perempuan atau yang biasa disebut Penerima Manfaat harus mengikuti berbagai peraturan dan jadwal pendidikan. Tidak ubahnya seperti mengikuti diklat, banyak aktivitas yang mereka lakukan. Mulai dari belajar kelompok, diskusi, olahraga, pengajian, solat berjamaah, juga hiburan seperti karaoke.

Minimal mereka tinggal di panti ini selama enam bulan. Akan lebih lama jika mereka melakukan pelanggaran.

"Pelanggaran seperti apa, Bu?' tanya saya pada Bu Ninik lagi. "Bermacam-macam. Bisa berkelahi, merokok atau kadang ada yang mengoplos minuman soda dengan CTM agar teler."

Saya kembali menarik nafas dalam-dalam.

Tidak mudah tentu saja hidup di panti ini. Ada saat mereka harus menahan rindu dan ingin kembali ke keluarga. Maka ada jadwal di mana penghuni panti bisa menelpon keluarga mereka. Ternyata ada beberapa perempuan yang tengah hamil. Juga seorang ibu yang harus terpisah dengan anaknya yang berusia satu bulan.

Mereka yang sudah keluar bisa saja kembali tertangkap. Namun, diantaranya banyak juga yang akhirnya  berhasil berubah menjadi lebih baik. Tidak sedikit yang sukses menjalani dagang dan bisnis. Juga sebagai karyawan yang bekerja di kantor-kantor.

Tentu saja semua adalah pilihan.


Rise From Adversity

DOSEN ILMU KOMUNIKASI UMS

Jika bukan karena event dari mahasiswa Manajemen Event, mungkin saya tidak akan pernah ke Panti Wanodyatama. Mata kuliah yang saya ampu ini, mengangkat tema tentang pemberdayaan masyarakat di semester ini. Itu mengapa kelompok mahasiswa yang menamai diri mereka We Can Organizer, mencoba mewujudkan tema melalui sebuah event bertajuk Rise From Adversity - Bangkit Dari Keterpurukan.

Acara mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta ini diselenggarakan Rabu, 18 April 2019 mulai pukul 08.00 hingga 15.00. Acara terdiri dari talkshow dan mini competition berupa lomba makeup dan fashion show.

Saya bersama Mbak Admira Eka seorang Psikolog, berkesempatan untuk menjadi pembicara. Jujur saja, ketika berhadapan dengan Penerima Manfaat di panti ini saya merasa deg-degan. Ada kebingungan mengenai apa yang harus saya sampaikan. Memberi motivasi rasanya seperti angin lalu. Mereka yang ada di sini memiliki kehidupan yang jauh lebih berat dari yang dapat saya pahami.

Setelah 5 menit awal berinterkasi, saya menyadari bahwa saya harus belajar mendengarkan mereka dan berbagi keceriaan. Cukuplah kami bersenang-senang dan saling mengenal.

Paling tidak perjumpaan yang sebentar ini memberi pembelajaran bagi saya. Rasa syukur akan kehidupan yang diberikan Tuhan. Selama ini mungkin kita terlalu sibuk dengan urusan di zona nyaman. Tapi kita tidak menyadari, ada banyak orang yang sungguh-sungguh berjuang untuk terbebas dari belenggu di hidup mereka.

Dari sini saya juga belajar akan pentingnya saling menguatkan dan mendukung. Kita akan tumbuh semakin tinggi, jika kita mengajak orang lain untuk tumbuh bersama.


Hari Kartini 2019


Tulisan ini tepat saya publikasikan di Hari Kartini, 21 April 2019 . Tidak biasanya saya merasa sentimentil dengan harinya para perempuan ini. Pertemuan saya dengan para penghuni Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama betul-betul membekas di hati.

Sekali lagi, saya belajar tentang arti menguatkan dan saling mendukung. Tidak perlulah kita menjatuhkan dengan sesama perempuan. Tidak perlu juga kita memaksakan pilihan hidup kita pada orang lain. Mari belajar menghargai pilihan hidup orang lain. Jika memang salah, maka ingatkan dengan cara yang santun dan beradab.

Semoga hidup kita di dunia yang hanya sementara ini dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Untuk para perempuan di Indonesia, karena Kita Berdaya, Mari Kita Berguna. Selamat Hari Kartini

Bundafluencer SGM Eksplor, Menjadi Bunda Digital Sayang Keluarga

1.4.19
BUNDAFLUENCER SGM EKSPLOR

 Kalau mau punya anak cerdas, ibunya juga harus cerdas. Eh, bener nggak sih?

Iya, dong! Sosok ibu adalah teladan sekaligus pendidik. Tingkah laku sang ibu akan menjadi panutan buah hati mereka. Termasuk kebiasaan hidup sehat sehari-hari. Jika sang ibu, menjaga kesehatan dengan baik, peduli terhadap nutrisi keluarga, memenuhi asupan yang bergizi setiap hari, maka kebiasaan baik ini akan mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal.

Tetapi tidak sesederhana itu.

Kadang sebagai ibu, saya sudah mencoba menyiapkan berbagai menu yang bernutrisi tinggi. Tapi ada kalanya anak mogok makan, anak menjadi picky eater, kadang anak mudah sakit tertular temannya di sekolah. Kalau sudah kaya gini, menjaga anak tumbuh dan berkembang dengan baik itu jadi PR yang berat!

Baca Juga : Kenalan, Yuk! dengan Mombassador SGM Eksplor


Indonesia Darurat DHA dan Stunting


BUNDAFLUENCER SGM EKSPLOR
Ibu Ade, Brand Director SGM
Kemarin, saya diundang di acara Kick Off Bundafluencer SGM Eksplor. Ada beberapa informasi yang dipaparkan kepada kami para peserta terkait dengan kondisi anak-anak di Indonesia.

Ternyata 8 dari 10 anak di Indonesia itu kekurangan DHA. Data ini sesuai dengan hasil penelitian British Journal of Nutrition.

Jelas, ini bukan perkara sepele. Anak-anak yang mengalami defisit DHA, yakni asam lemak omega 3, akan mengalami beberapa akibat, seperti :

1. Menurunnya kinerja otak dan konsentrasi ✔️
2. Tidak optimalnya perkembangan dan pertumbuhan otak ✔️
3. Berkurangnya imunitas✔️

Bagaimana dengan stunting?


Stunting di Indonesia menduduki peringkat ke-empat di dunia. Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya. 

Mengapa terjadi stunting?

Hal ini terjadi karena kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama yang disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, terutama dalam periode emas seribu hari pertama kehidupan. Seribu hari pertama kehidupan dihitung sejak 9 bulan anak di dalam kandungan ibu hingga 2 tahun kehidupannya.

Melihat persoalan ini tentu para orang tua harus waspada. Perlu kesadaran yang tinggi akan pemberian nutrisi yang baik. Makanan bergizi bukanlah makanan yang mahal. Yang terpenting, makanan tersebut memenuhi porsi gizi seimbang. Rekomendasi dari American Academics of Pedriatics, untuk anak usia 4-8 tahun setidaknya perlu  mengkonsumsi 0,8 gram Omega 3/hari dan 10 gram Omega 6/ hari. Makanan yang tinggi Omega 3 dan 6 antara lain seperti ikan tuna, ikan lele, ikan salmon dan tempe.

Selain didapat dari makanan yang berizi, meminum susu pertumbuhan juga membantu memenuhi kebutuhan asam lemak dan DHA lho!✔️

Bundafluencer SGM Eksplor, Belajar Manajemen Gadget untuk Anak

BUNDAFLUENCER SGM EKSPLOR

Saya senang sekali belajar tentang nutrisi anak di acara Bundafluencer bersama 54 bunda lainnya di Hermitage Hotel Jakarta, yang diadakan oleh SGM Eksplor Minggu, 31 Maret 2019.

Bundafluencer sendiri merupakan para Bunda yang sekaligus aktif sebagai Influencer. Bundafluencer adalah program SGM Eksplor yang menyeleksi secara khusus Mombassasor SGM Eksplor yang nantinya bertugas untuk turut mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemenuhan nutrisi anak dan keluarga.

Baca Juga : Serunya Mombassador SGM Eksplor Batch 7


Acara ini juga menghadirkan beberapa narasumber. Salah satunya adalah Firesta Fariza, seorang psikolog Klinis Anak & Direktur Kinik Psikologi Anak Mentari Anakku.

Firesta Fariza menjelaskan bagaimana manajemen gadget yang bijak bagi anak. Kita tahu dong, anak zaman sekarang banyak yang digital native. Meski bermain gadget juga bermanfaat, namun kalau berlebihan juga tidak baik.

Anak-anak yang kecanduan gadget, akan menunjukkan beberapa dampak negatif seperti gangguan konsentrasi, agresivitas, juga konsumtif. 

Nah, itu kenapa sebagai ibu kita harus atur baik-baik penggunaan gadget. Untuk anak usia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan gadget sama sekali. Untuk anak 2-6 tahun masimal 1 jam/ hari dalam menggunakan gadget. Dan anak usia 6-12 tahun maksimal 2 jam/ hari.

Gimana nih, Bunda, berapa jam anak youtube-an setiap hari?

Terkait penggunaan gadget ini, Firesta Fariza mengingatkan tiga hal yaitu perhatikan lama waktunya, awasi penggunaanya dan perhatikan kontennya.

Bundafluencer SGM Eksplor, Membuat Konten yang Baik

SARA NEYRHIZA BLOGGER KOTA SOLO

Menjadi bunda era milenial, harus melek digital. Bisa dibilang para Bundafluencer SGM Eksplor memang aktif bersosialisasi di dunia maya. Tapi tetep dong, mainan sosmed harus yang bermanfaat. Syukur-syukur bisa mengedukasi dan menginspirasi perempuan lainnya.


Di acara Kick Off Bundafluencer kemarin, juga dihadirkan dua orang influencer tanah air. Mereka adalah Jonathan End dan Vendryana, istri Bena Kribo. Pas banget tuh, kedua narasumber langsung memberi tips bagaimana cara memproduksi konten yang baik dan sekaligus mendapatkan engagement yang tinggi dari audience.

Caranya ?
📌 Jujur sama diri sendiri 
(Bersikap apa adanya, dan tidak perlu malu untuk berbagi kegelisahan)

📌 Perhatikan audience sosmed
(Pilih gaya bahasa yang sesuai dengan audience. Riset juga informasi-informasi yang bermanfaat untuk mengedukasi audience)

📌 Personal Branding
(Branding diri sendiri sesuai dengan passion)

Kira-kira, instagram Bunda memang sudah terkonsep dengan baik atau asal posting aja nih?

Di sesi ini kami para Bundafluencer juga ditantang untuk membuat postingan instagram dengan storytelling yang baik. Dan postingan saya ini, berhasil menjadi salah satu yang terbaik dan berhak mendapat voucher belanja. :)


Intinya, meskipun sekarang kita sudah disibukkan dengan berbagai aktivitas, jangan pernah lupa dengan tugas utama kita sebagai ibu. Termasuk dalam pemberian nutrisi anak. Tentu boleh, kita aktif di dunia nyata, dunia maya dan mengikuti perkembangan zaman. Namun, tetap harus bijaksana dalam menggunakan berbagai teknologi yang ada.

Setuju kan, Bunda?


See you on the next blogpost.





Thank you, 

Berjumpa Dubber Riska dan si Gembul

25.3.19
DUBBER RISKA DAN SI GEMBUL

Seru nggak sih jadi dubber film animasi?

Seru dong, terlebih kalau film tersebut banyak disukai anak-anak. Seperti serial animasi Riska dan si Gembul yang berhasil menarik banyak menarik perhatian. Sempat tayang di MNC TV, serial ini sekarang bisa dinikmati melalui channel youtube.

Yang special, karena ada tiga bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar. Inggris, Indonesia dan Jawa.



Terhitung, ini adalah tahun ketiga saya memerankan tokoh Riska di serial Riska dan si Gembul ini. Kalau kamu ingin tahu bagaimana proses casting dan proses mengisi soundtrack di animasi ini, kamu bisa membaca artikelnya di sini.

DUBBER RISKA DAN SI GEMBUL

Sabtu, 23 Maret 2019 kemarin saya sengaja mengundang orang-orang dibalik produksi audio Riska dan si Gembul, untuk mengisi kuliah umum mata kuliah Audio dan Radio yang saya ampu di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka adalah Budi Pasadena, penata suara dan Monica Nares, dubber untuk tokoh Gembul.

Para mahasiswa yang hadir sekitar 150 orang. Selama tiga jam, kami mempelajari basic audio dan teknik mic-ing, proses rekaman audio dan editing, foley hingga dubbing.

Harapannya, setelah acara ini mahasiswa memiliki gambaran bagaimana proses produksi audio yang benar untuk media radio maupun media audio visual seperti film dan televisi.

DUBBER RISKA DAN SI GEMBUL

See you on the next blogpost.





Thank you, 

Berwisata ke Bangunan Peninggalan Belanda di Bandung dengan Shuttle Bus Mewah

23.3.19
BANGUNAN BERSEJARAH DI BANDUNG


"Work hard, play hard."

Sering mendengar ungkapan ini? Meski terkesan sederhana, namun buat kamu yang sedang merintis karir ungkapan ini bisa menjadi penyemangat. Bekerja dan menjadi workaholic boleh, tapi jangan sampai lupa main. Jangan lupa jalan-jalan dan bersenang-senang gitu, maksudnya.

Bener lho, soalnya rutinitas pekerjaan itu memang nggak ada habisnya. Jadi pastikan, setiap bulan atau bahkan setiap minggu, kita alokasikan waktu untuk merefresh otak dari tumpukan deadline. 

Nggak perlu jauh-jauh dan berbiaya mahal. Mungkin hanya dengan nonton film atau makan enak di restauran itu bisa jadi mood boostermu. Tapi, kalau kamu ingin menyiapkan waktu lebih untuk jalan-jalan ke luar kota juga nggak ada salahnya. Apalagi kalau memang sedang ambil cuti atau dapat libur panjang akhir pekan.

Kalau kamu pengen jalan-jalan, tempat wisata di Bandung selalu menyenangkan untuk dikunjungi. Apalagi banyak tempat bersejarah di Bandung yang bukan hanya asyik untuk koleksi foto-foto tetapi juga menambah khasanah pengetahuan kita. Apalagi kalau datang ke bangunan zaman Belanda di Bandung. Wah, pasti seru banget tuh!

Nah, buat kamu yang penasaran dan ingin mengunjungi bangunan peninggalan Belanda di Bandung, yuk baca referensinya berikut ini!


1. Observatorium Bosscha

Sumber gambar : infobdg.com
Bosscha adalah bangunan yang berfungsi sebagai observatorium atau tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Menurut wikipedia, Observatorium Bosscha dulunya  bernama Bosscha Sterrenwacht dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. 

Lokasinya berada di  Lembang, Jawa Barat. Dapat ditempuh dengan jarak 15 km di utara Bandung. Fasilitas yang dimiliki Observatorium Bosscha antara lain Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Schmidt Bima Sakti, Teleskop Refraktor Bamberg, Teleskop Cassegrain GOTO, Teleskop Refraktor Unitron, Teleskop Surya, dan Teleskop radio 2,3m.

Menurut kabar, Observatorium Bosscha yang berfokus pada penelitian akan dipindahkan ke Kupang, Nusa tenggara Timur lho. Hal ini karena pemukiman di daerah Lembang dan kawasan Bandung Utara yang berkembang pesat. Akibatnya banyak intensitas cahaya dari kawasan pemukiman yang menyebabkan terganggunya penelitian atau kegiatan peneropongan.

2. Gedung Sate

Sumber gambar : wikipedia.org
Gedung Sate berdiri tanggal 27 Juli 1920 di zaman pemerintahan kolonial Belanda dengan nama Gouvernements Bedrijven atau GB. Pada awalnya Gedung Sate dibangun sebagai kantor Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum. Namun kemudian Gedung Sate berubah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda.

Nah, sejak tahun 1980, Gedung Sate digunakan sebagai Kantor Gubernur dan pusat kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Meski berusia lebih dari seratus tahun, Gedung Sate masih berdiri indah dan kokoh. Jika diperhatikan, Gedung Sate memiliki perpaduan gaya arsitektur timur dan barat yang bertemakan Renaissance Italia, dengan jendelanya bergaya Moor Spanyol dan menara gedung yang memiliki gaya atap pura Bali atau pagoda dari Thailand. 


3. Gedung Merdeka

Sumber gambar : merdeka.com
Gedung Merdeka awalnya merupakan bangunan Sociëteit Concordia, yaitu tempat rekreasi dan sosialisasi sejumlah ekspatriat Belanda yang bermukim di Bandung pada masa pendudukan Belanda.

Parahnya, gedung ini dulu juga sebagai ikon rasisme dari masyarakat Belanda. Pada masa pendudukan Belanda terdapat sebuah larangan keras bagi warga pribumi untuk masuk ke dalam area gedung ini. Larangan tersebut berbunyi 'Verbodden voor Honden en Inlander' yang artinya dilarang masuk bagi anjing dan pribumi.

Di tahun 1954, ketika akan diselenggarakan Konferensi Asia-Afrika, Presiden Soekarno mengistruksikan penggantian nama gedung menjadi Gedung Merdeka. Konferensi Asia-Afrika adalah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrikayang bertujuan  mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan anatar negara di Asia dan Afrika serta bersama -sama melawan kolonialisme atau neokolonialisme yang dilakukan Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya. Melihat fakta ini, tentu saja Gedung Merdeka memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Maka kemudian di tahun 1968 - 1970 Gedung Merdeka mulai dilakukan pembenahan karena akan digunakan sebagai tempat berbagai perhelatan nasional dan internasional. Dan di 1980, Presiden Soeharto meresmikan seluruh kompleks Gedung Merdeka sebagai Museum Konferensi Asia Afrika.


Baca Juga : Intip Bangunan Belanda di Pulau Jawa Lainnya. Serem nggak ya?


4. Museum Wangsit Mandala Siliwangi

Sumber gambar : disparbud.jabarprov.go.id

Museum Wangsit Mandala Siliwangi ini dibangun di era kolonial Belanda antara tahun 1910-1915. Dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal para perwira Belanda. Juga pernah digunakan untuk bersembunyi pihak Jepang di tahun 1942.

Setelah kemerdekaan, bangunan ini diambil alih oleh pasukan Siliwangi dan digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi. Siliwangi sendiri merupakan nama komando daerah militer TNI-AD di Jawa Barat dan Banten.

Museum Wangsit Mandala Siliwangi berdiri di atas tanah seluas 4.176 m2 dengan luas bangunan 1.674 m2 dan berlokasi di Jalan Lembong, kecamatan Sumurbandung. Pada 23 Mei 1966 bangunan ini mulai beralih fungsi menjadi Museum Militer yang diresmikan oleh panglima divisi Siliwangi ke-8 yaitu Kolonel Ibrahim Adjie.

Jika ingin belajar sejarah Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan, Museum Wangsit Mandala Siliwangi ini sangat layak dikunjungi. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi peralatan perang yang digunakan oleh pasukan Kodam Siliwangi, mulai dari yang tradisional sperti tombak, panah, keris, kujang, dan bom molotov. Hingga senjata modern seperti panser rel buatan Indonesia, meriam, dan kendaraan lapis baja.

Ada juga lho galeri lukisan yang menggambarkan kerja paksa atau romusha yang terjadi di zaman pendudukan Jepang. Juga koleksi fotografi mengenai peristiwa Bandung Lautan Api pada tanggal 24 Maret 1946 di Bandung.


Nah, banyak kan tempat bersejarah di Bandung yang kita bisa eksplorasi. Kalau kamu tinggal di Jakarta, banyak kok moda transportasi ke Bandung yang bisa dijadikan pilihan. Salah satu yang sudah berpengalaman di bidang pariwisata dan transportasi yaitu Jackal Holidays .

Jackal Holidays punya lebih dari 100 armada dengan berbagai tipe sepeti luxury coach, small coach (6-18 kursi), medium coach (31-35 kursi), dan big bus (47-59 kursi).

Kalau ingin layanan mewah, kamu bisa memilih luxury shuttle (shuttle mewah) yang menawarkan pengalaman bepergian yang nyaman menggunakan armada minibus Toyota HiAce Commuter. Lebih asyik lagi karena interior armada juga dirancang menyerupai interior pesawat pribadi yang dilengkapi dengan  karpet, CCTV di dalam armada, porta USB (pengisi daya elektronik) di setiap kursi, sistem GPS, sabuk pengaman, dan WiFi gratis.

Oiya, kalau kamu mau bepergian dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya, menyewa Shuttle Bus Jackal Holidays ini nggak bakal repot dan ribet deh. Pesan Jackal Holidays di Traveloka aja di sini https://www.traveloka.com/tiket-bus-travel/jackal-holidays

Untuk kantor pusat Jackal Holidays sendiri berlokasi di Bandung, tepatnya di Jalan Dipatiukur No. 26, Lebakgede, Coblong, Bandung. Lokasinya di pusat kota dan nggak jauh dari Universitas Padjadjaran dan Monumen Perjuangan Jawa Barat. 

Gimana, udah siap jalan-jalan ke bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Bandung? Bakal lebih seru, ajak kawan dan keluarga juga ya... Selamat berlibur!


See you on the next blogpost.





Thank you, 

Menulis Review Produk yang Baik, Jangan Asal Copy!

17.3.19
MENULIS REVIEW PRODUK DENGAN BAIK


Suka nggak belanja online? Suka dong, itu jawaban saya. Akhir-akhir ini, saya sering beli kosmetik di e-commerce. Selain harganya lebih murah, pilihan merek dan varian juga lebih lengkap.

Tetapi sebelum belanja online, saya harus baca review dulu. Saya cari tahu dulu tuh, bagaimana pengalaman orang lain dalam memakai produk yang saya inginkan. Kalau banyak review positif, saya beli deh. Kalau ternyata banyak ulasan negatif, saya pikir-pikir lagi.

Baca Juga : Kenapa Baca Review Dulu, Sebelum Beli Kosmetik?


Kebiasaan membaca review ini juga saya lakukan jika ingin menginap di suatu hotel. Biasanya saya tracking performa suatu hotel/ penginapan di aplikasi macam traveloka, tripadvisor, agoda dan sebagainya.

Kalau kamu pernah membaca tulisan saya di sini, kamu akan menemukan bahwa  perilaku konsumen era digital itu unik. Mereka akan mencari pertimbangan saat akan membeli suatu produk dengan cara membaca review di internet. Persis seperti yang saya lakukan. Hal ini disebut dengan electronic word of mouth (EWOM) atau rekomendasi mulut-mulut melalu media elektronik dan internet.

Sebagai blogger, saya juga memanfaatkan era EWOM ini. Antusiasme yang tinggi para pembaca, membuat tulisan review memiliki traffic yang tinggi di blog. Sebenarnya, memberi review bisa dilakukan di berbagai media. Bisa juga melalui status dan caption di media sosial. Termasuk dengan memanfaatkan media cetak seperti koran dan majalah.

Apa itu Review Produk?


Review produk adalah ulasan atau testimoni mengenai kualitas suatu produk barang atau jasa berdasarkan pengalaman faktual pengguna. 

Teknisnya, seseorang menggunakan suatu produk, kemudian menuliskan pengalaman tersebut serta memberikan penilai berdasarkan tingkat kepuasaan yang ia rasakan.

Produk yang diberikan ulasan sangat beragam, mulai dari kosmetik, peralatan rumah tangga, buku, film, lagu, juga layanan jasa seperti e-commerce, restauran, hotel dan masih banyak lainnya.

Tujuan Review Produk


1. Memberikan informasi kepada calon pengguna lainnya

Informasi ini akan memberikan gambaran mengenai merek, fungsi dan manfaat dari suatu produk. 

2. Memperkenalkan merek/ brand awareness

Banyak perusahaan melibatkan konsumen, blogger atau key opinion leader untuk memberikan ulasan positif terhadap suatu produk. Meskipun sebuah brand memiliki official website atau official account di social media, namun review dari pengguna dianggap lebih obyektif dan efektif membangun brand awareness dalam benak masyarakat.

3. Memberikan persuasi

Sebuah tulisan review produk dapat secara sengaja (terencana) atau tidak terencana memberikan suatu dorongan atau motivasi kepada konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Seperti apa yang saya sebutkan di atas, ketika banyak ulasan positif pada suatu produk, hal itu membuat saya semakin yakin untuk membeli produk tersebut.

Niatan seseorang dalam menulis review tidak selalu karena motif promosi seperti yang dilakukan perusahaan. Banyak penulis atau konsumen yang secara suka rela dan senang hati serta tidak dibayar untuk memberikan ulasan terhadap suatu barang atau jasa. Bagi sebagian orang, menulis review adalah bagian dari membantu orang lain dalam mendapatkan informasi yang benar.


Baca Juga : Review Safi White Expert. Banyak yang Cocok!


Apa yang Diinginkan Pembaca dari Sebuah Review Produk?


Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bright Local, 84% orang percaya terhadap review online yang mereka baca. Sehingga penilaian pada sebuah tulisan review menjadi rekomendasi personal bagi pembacanya. Ada beberapa hal yang diinginkan oleh pembaca saat membaca tulisan review produk, yakni :

1. Alasan mengapa kamu butuh produk tersebut
2. Kesan pertama
3. Pengalaman menggunakan produk
4. Pro dan kontra dari produk
5. Siapakah target market dari produk
6. Apakah produk tersebut efektif dan berkualitas
7. Saran dan rekomenadasi

Persiapan dalam Menulis Review Produk


Sering kali saya membaca review produk yang bagus, lengkap dan sangat informatif. Tetapi tidak sedikit yang menuliskannya dengan asal-asalan seperti hanya mencopy informasi dalam kemasan barang.

Jika kamu ingin menulis sebuah review produk yang terstuktur dan rapi, kita perlu melakukan beberapa hal berikut ini. 

1. Lakukan Riset Sebelum Menulis Review Produk


Jika mendengar kata riset, jangan beranggapan bahwa kita akan menulis skripsi atau tesis. Bukan! Riset di sini berarti kita sedang mengumpulkan data guna menjadi bahan tulisan.

Riset yang kita lakukan akan mengumpulkan dua macam data :

1. Data primer : Data ini berasal dari pengalaman kita sendiri dalam menggunakan suatu produk barang atau jasa. Agar data semakin lengkap tidak ada salahnya kita juga mencari data dari pengalaman penggunaan orang lain.

2. Data sekunder : Yakni informasi yang kita dapat melalui data yang terdokumentasi di buku, di internet dan lain sebagainya. Termasuk informasi yang disediakan oleh perusahaan yang ditampilkan pada official website.

2. Melakukan pengujian


Bagaimana caranya kamu bisa menulis review produk yang baik kalau kamu nggak tahu barang apa yang ingin kamu ulas?

Pengujian di sini berarti kita secara sadar menggunakan produk tersebut. Jika kita ingin mengulas suatu film berarti kita harus menontonnya. Kalau ingin mengulas buku, berarti kita harus membaca buku tersebut.

Cobalah untuk meluangkan waktu untuk menggunakan produk yang ingin kamu ulas. Dengan mencoba sendiri produk secara langsung, nantinya akan mempermudah dalam menulis review produk. Tulisan yang dihasilkan juga lebih jujur,  kredibel dan genuine.


3. Memahami demografi pembaca


Mengenali siapa yang akan membaca review produkmu itu penting. Hal ini membantu dalam menentukan gaya bahasa dalam tulisan. Jika pembaca kita banyak dari kalangan pelajar, hindari diksi yang menyulitkan. Berikan sudut pandang yang sesuai dengan demografi pembaca juga. Sehingga konten dalam tulisan akan sesuai dengan apa yang pembaca butuhkan.

Contohnya, katakanlah pembaca tulisan kita adalah pelajar SMA. Jika ingin menuliskan suatu review skin care, coba cari keunggulan dari skin care tersebut yang relevan  bagi pembaca pelajar SMA. Harga barang tentu menjadi poin yang tidak boleh ketinggalan, mengingat pelajar SMA umumnya memiliki anggaran yang terbatas dalam belanja skin care.


4. Menyiapkan Kerangka Review Produk


Seperti jenis tulisan lainnya, menyiapkan kerangka akan mempermudah kita dalam menulis ulasan produk lho. Kerangka tulisan akan membuat review menjadi terstruktur dan mendetail.

Tuliskan mulai dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus.

Contoh menulis kerangka review produk seperti di bawah ini :

a. Judul Review Produk
b. Nama Produk
c. Background/ alasan kondisi menggunakan produk
d. Diskripsi Produk
- Manfaat Produk /Klaim
- Kemasan Produk
- Formula
- Harga
e. Performance
f. Kesimpulan

5. Menyiapkan Konten Visual 

Agar tulisan review produk tidak membosankan karena hanya berupa teks, lengkapi pula dengan konten visual seperti gambar, infografis, juga video. Selain membuat tulisan semakin lengkap, konten visual ini akan menjadi bukti bagi pembaca bahwa kamu memang menggunakan produk tersebut.

Konten visual juga dapat memperjelas hal-hal yang sulit digambarkan melalui bahasa tekstual.
TIPS FOTO PRODUK
Sesi foto untuk materi review

Menulis Review Produk dengan Mudah


Setelah menyiapkan beberapa hal di atas, sekarang saatnya menulis review produk. Apa saja yang harus di tulis dalam review produk?

Kita lihat, yuk!

1. Mendiskripsikan produk secara lengkap


Mulailah dengan menuliskan first impression terhadap produk tersebut. Jika kita akan menulis review buku, coba perhatikan sampulnya, ilustrasi, kualitas kertasnya dan lain sebagainya.

Lalu deskripsikan lebih mendetail, sehingga pembaca dapat mengimajinasikan seolah-olah ia sedang merasakan/ menikmati produk tersebut.

2. Masukkan gambar pendukung


Lengkapi tulisan kita dengan gambar yang sudah kita siapkan sebelumnya.

3. Menuliskan kelebihan dan kekurangan


Berikan ulasan berdasarkan pengalaman yang kita rasakan. Jika produk tersebut memberikan banyak dampak positif maka jelaskanlah pada pembaca. Begitu pula sebaliknya.

Menuliskan kekurangan produk memang membutuhkan ketrampilan tersendiri. Cobalah menuliskan kekurangan secara elegan dan baik. Dibeberapa kasus, tidak semua produsen mampu menerima kritik dengan baik. Jangan sampai penulis justru dianggap melakukan marketing hitam dan dituduh melanggar UU ITE.

Terlebih lagi jika review produk tersebut adalah pesanan suatu brand (sponsored post/ advertorial). Penulis/ blogger harus pandai-pandai dalam mengemas tulisan. Jika ada kekurangan tidak perlu ditutupi, namun kemaslah dengan baik. Sehingga pembaca akan lebih fokus pada kelebihan produk.

Saya pernah punya pengalaman seperti ini. Suatu kali saya di hire untuk menulis review produk skin care dengan kandungan vitamin C. Ternyata setelah memakainya pada wajah, justru saya mengalami iritasi. Maka kemudian saya bereksperimen lagi dengan memakai produk tersebut pada leher. 

Lantas, bagaimana cara saya menuliskan ulasan produk tersebut? Saya tulis seperti ini "Produk vitamin C ini sepertinya tidak cocok jika saya pakai di wajah. Tapi ternyata, begitu saya pakai di leher hasilnya memuaskan. Jadi, produk vitamin C ini tetap bisa saya gunakan. Seneng deh, akhirnya wajah dan leher tidak belang" - Seperti ini, saya mencoba memberikan rekomendasi lain, ketika pada pemakaian yang seharusnya hasilnya tidak cukup baik.


4. Memberi Bukti


Review produk berfungsi sebagai bahan pertimbangan untuk konsumen dalam memutuskan suatu pembelian. Maka, penting bagi reviewer membuktikan bahwa layak atau tidak produk itu dibeli. 

Misalnya kita mereview smartphone, maka berikan bukti berupa foto atau video saat menggunakan berbagai fitur di smartphone tersebut.

5. Lakukan Komparasi 


Untuk membuat ulasan lebih lengkap, kita bisa melakukan komparasi dengan produk lainnya. Sama seperti ketika menuliskan kekurangan suatu produk, melakukan komparasi dengan produk beda varian atau mungkin kompetitor perlu dilakukan dengan bahasa yang baik.

6. Berikan kesimpulan

Sumber Gambar : https://www.humanproofdesigns.com

Tidak jarang suatu produk memiliki beberapa poin kelebihan dan kekurangan. Pada akhir ulasan, reviewer dapat memberikan kesimpulan akhir sesuai dengan tingkat kepuasan yang dirasakan. 
Pada intinya, pembaca menginginkan ulasan yang jujur. Maka, bersikaplah obyektif mengenai produk yang di ulas, jika bagus katakan bagus, jika tidak katakan tidak.


Yang perlu dipahami adalah produk yang bagus untuk seseorang, belum tentu bagus untuk orang yang lain. Hal ini sangat dipengaruhi oleh selera, pengalaman, referensi, juga kondisi yang berbeda -beda pada tiap individu. Maka review produk itu juga bersifat subjektif. Lantas, dimanakan letak obyektifitas penulis? Yakni, pada kejujuran memberikan penilaian berdasarkan pengalaman yang dia rasakan. Jangan menuliskan kebohongan atas sebuah produk yang belum pernah kita pakai.


Nah, itu tadi informasi bagaimana menulis review produk dengan baik. Semoga bermanfaat ya...


Informasi ini disampaikan pada KulWap Rumah Belajar Literasi Ibu Profesional Solo Raya.



See you on the next blogpost.





Thank you, 

Auto Post Signature