Belajar Bicara dengan Mendengar, Membaca dan Menulis

6.6.22

 

“Ngomong itu nggak doang!” kalau kata Pandji Pragiwaksono, sosok yang mungkin lebih dikenal sebagai komika, tapi juga wara- wiri mengisi berbagai kelas public speaking.

Setelah lebih dari 15 tahun berkarir di bidang komunikasi, dan suka public speaking sejak kelas 3 SD, saya sadar betul bahwa buat bicara yang “bener” kita perlu menajamkan dan asah skill yang lain.

- Mendengar/ menyimak ✅
- Membaca ✅
- Menulis ✅


Kecerdasan berbahasa tidak hanya diukur dari cakapnya berbicara. Buktinya, berapa banyak orang kepleset bertutur, membuat konten tapi tak beretika, tampil di publik tapi tidak layak jadi panutan.

Ngomong, TAPI nggak mau MENDENGAR
: jadi egois, maunya selalu didengar, minim empati, berpikiran tertutup.

Ngomong, TAPI nggak mau MEMBACA
: tong kosong berbunyi nyaring. Yang diomongin nggak ada isinya, minim referensi.

 Ngomong, TAPI nggak mau MENULIS
: yang disampaikan berantakan, tidak terstruktur rapi dan efektif.


Maka, buat siapapun yang belajar untuk berbicara efektif (termasuk saya sendiri) jalan terbaik untuk memulai adalah dengan mendengarkan. Asah ketajaman telinga untuk peka terhadap lingkungan, buka mata untuk adaptif terhadap siapa yang kita hadapi. Perluas wawasan dengan rajin membaca, dan tuangkan pemikiran melalui tulisan untuk mengikatnya. Sehingga ketika pada akhirnya berkomunikasi secara lisan, apa yang kita sampaikan tidak sembarangan, pun tidak menyakitkan, apalagi merugikan.


Solo, 5 Juni 2022
 

Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial Korporasi Pemkot Salatiga

1.6.22

 


Beberapa waktu lalu saya berkesempatan memberikan pelatihan pembuatan konten media sosial untuk Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu dan tenaga teknis/admin PPID di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga.


Acara yang dikemas dalam Workshop PPID dengan tema “Pemanfaatan Media Sosial Serta Elektronik Sebagai Sarana Komunikasi Publik Dalam Rangka Meningkatkan Keterbukaan Informasi Publik”, diadakan di Alana Hotel Solo.


Dalam durasi 120 menit, saya memberikan materi berkaitan dengan penentuan tujuan pembuatan konten, analisis audiens, menentukan citra kelembagaan hingga strategi pembuatan konten untuk berbagai platform  korporasi seperti intagram, youtube, tiktok dan website.


Media sosial menjadi salah satu saluran komunikasi yang memerlukan pengelolaan secara baik, khususnya untuk lembaga pemerintah. Terlebih di era banjir informasi dan banyaknya hoaks di internet, pemerintah harus mampu menyajikan informasi yang kredibel.

Media sosial juga menjadi salah satu saluran komunikasi bersifat 2 (dua) arah. Artinya antara pemberi infomasi dengan penerima informasi (publik) dapat saling berinteraksi secara langsung dalam 1 (satu) media yang sama. Adanya komunikasi 2 (dua) arah ini memberikan beberapa manfaat bagi lembaga, seperti : 

a. Menjamin kelancaran informasi

b. Menjaga reputasi lembaga

c. Mendorong aspirasi dan partisipasi publik 

d. Efisiensi distribusi informasi karena menjangkau publik yang luas

e. Dokumentasi online atas seluruh kegiatan dan distribusi informasi ke masyarakat


Media sosial membuka ruang publik yang luas dan bebas untuk berinteraksi yang lebih intens dengan publik. Namun demikian, setiap pembuat konten dan admin lembaga pemerintah perlu memperhatikan setiap konten yang dibuat dengan menjaga etika berinternet.

Review Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner

25.5.22

 


Menggunakan hijab di negara tropis kaya Indonesia memang cukup menantang. Cuaca yang panas, udara yang lembab, sangat berpengaruh terhadap kulit, termasuk kulit kepala. Begitu juga dengan kondisi rambut yang terbungkus kain sepanjang hari. Kesan lepek karena rambut berkeringat dan berminyak bikin nggak nyaman. Rambut saya yang cukup lebat tapi bertekstur kering ini, punya masalah kerontokan yang cukup tinggi. Dan ketika berkeramas dengan sampo yang tidak cocok, pasti ketombean.


Aduh, masalah rambut ini sebenarnya bikin kepikiran. Cuma, karena ngerasa nggak "dilihat orang" akhirnya untuk urusan perawatan sering kali di nomor duakan. Saya juga nggak suka tuh, melakukan hair care kaya hair mask atau hair spa. Selain nggak sempat, perawatan rambut juga merogoh kantong yang lumayan.


Sejak bulan lalu saya mulai kepikiran untuk  lebih peduli dengan kesehatan rambut. Kebetulan saya habis treatment oleoshapping yang bikin rambut saya lebih tipis, nggak mengembang seperti biasanya. Akhirnya, mulai cari tuh kira- kira shampoo dan conditioner apa ya yang bisa membuat rambut lebih sehat dan wangi. Akhirnya nyobain deh produknya Scarlett yang Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner.


Scarlett bukan brand baru buat saya. Sampai hari ini saya masih rajin menggunakan berbagai produknya, mulai dari body lotion, shower scrub, juga skincare seriesnya. Yang paling seneng kalau pake produknya Scarlett itu isinya banyak, nggak gampang habis. Jadi ngirit :)




Kenalan dulu sama Scarlett yang Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner, yuk!


Kemasan 

Dari kemasan, sejujurnya saya belum pernah lihat produk shampoo dengan model kemasan sejenis. Jadi lumayan  eye catching juga ketika lihat pertama kali. Dengan tutup model fliptop, kita lebih bisa ngatur banyaknya produk yang keluar. Beda sama model pump yang cenderung ngeluarin produknya berlebihan.


Shampoo dan conditioner punya kemasan yang bening, jadi kita bisa lihat cairan produk di dalamnya.


Warna, tekstur dan wangi.



Yordanian Sea Salt Shampoo punya warna kebiruan. teksturnya lebih light daripada conditionernya yang berwarna pink ke-ungu-an. Kalau soal wangi kayaknya nggak perlu diragukan lagi deh kalau ngomongin produknya Scarlett. jelas wangi dan tahan lama banget.


Buat pecinta aroma floral, wangi Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner ini perfecto banget. Yordanian Sea Salt Shampoo  dengan wangi bunga Magnolia dan conditionernya punya aroma Evening Prime Rose (bunga sedap malam). Kedua wanginya nggak pasaran, dan cukup kuat. 


Ada apa dengan Sea Salt?

Banyak orang yang percaya bahwa sea salt punya banyak manfaat untuk kulit, termasuk kulit kepala. Apalagi buat pemilik rambut berminyak yang terjadi karena kelenjar sebaceous pada kulit kepala menghasilkan sebum berlebih. Buat yang males keramas, kotoran yang menumpuk di rambut dan kulit kepala justru bikin rambut makin berminyak.

Sea salt secara alami memberikan manfaat untuk rambut berminyak, mulai dari :

  • Menyerap minyak berlebih di kulit kepala
  • Membantu mengatasi penumpukan kotoran yang menempel pada kulit kepala
  • Membantu membuka kutikula rambut sehingga perawatan selanjutnya akan menyerap dengan baik 

Dengan menggunakan serangkaian Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner, manfaat yang di dapat juga lebih optimal.

  • Akar rambut makin kuat
  • Rambut lebih bervolume
  • Mencegah rambut rontok dan bercabang (khususnya untuk pemilik rambut kering)
  • Membantu menyehatkan folikel rambut dan kulit kepala
  • Membuat rambut lebih berkilau 


Setelah 2 minggu pemakaian Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner.


Penggunaan Yordanian Sea Salt Shampoo dan conditioner tidak berbeda dengan produk yang lain. Untuk penggunaan sampo fokuskan pada kulit kepala dan akar rambut, karena fungsinya lebih ke membersihkan kotoran dan minyak rambut. Sedangkan untuk penggunaan conditioner, usapkan pada batang dan ujung rambut. Hindari menggunakan conditioner di kulit kepala ya, karena tekstur conditioner yang pekat, jika menempel pada kulit kepala dan tidak bersih ketika membilas, justru menumpuk di kulit dan bikin ketombe. Jadi sekali lagi, kalau pake conditioner fokuskan pada batang rambut, diamkan dan bilas dengan bersih.


Setelah 2 minggu menggunakan Yordanian Sea Salt Shampoo dan conditioner yang paling terasa adalah kesan bersih dan wanginya. Wanginya bahkan bisa bertahan sampai dua hari, padahal rambut sudah bercampur keringat akibat beraktivitas sehari - hari. Untuk efek mengurangi rambut rontok sepertinya belum terlihat. saya pastikan akan menggunakan Yordanian Sea Salt Shampoo  dan conditioner lebih lama untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.


Tertarik untuk mencoba Yordanian Sea Salt Shampoo  dan conditioner ? Tenang, kalau mau gampang kita bisa pesan di https://shopee.co.id/scarlettofficialshop atau bisa juga melalui WhatsApp https://api.whatsapp.com/send/?phone=6287700353000


Yordanian Sea Salt Shampoo dan conditioner bisa kamu dapatkan dengan harga cuma 75K. Kalau saran saya sih, pakai shampoo dan conditionernya sekaligus ya, biar wanginya juga makin tahan lama.


The Kubler Ross Change Model Curve

24.4.22

The Kubler  Ross Change Model Curve


Depresi. Tahap terendah ketika ada perubahan dalam hidup kita. Perubahan ini nggak melulu sesuatu yang besar misalnya ganti kerjaan, atau hal menyakitkan seperti putus cinta.

Perubahan bisa dari keinginan kita mengubah kebiasaan. Misalnya dengan mengurangi screen time setiap hari. Di atas jam 19.00 udah nggak pegang hape lagi.

Pasti di minggu- minggu awal akan muncul perasaan gelisah, bingung mau melakukan apa, penasaran ada yang ngechat di WA atau nggak, gatel denger bunyi notifikasi dan parahnya justru jadi uring- uringan karena ada keinginan pegang hape yang tertahan.

Nggak nyaman banget.
Apakah berhasil melawati fase ini? Menjadi sosok yang lebih baik, atau lebih terpuruk lagi?
Lebih bijaksana menggunakan gadget, atau kembali ketagihan scroll sosmed berjam- jam?

Tahapan perubahan nggak selalu sesuai dengan kurva di atas ya. Kubler- Ross juga memberi catatan bahwa ada orang yang melewati (skip) beberapa tahapan. Ada yang mengalami dalam urutan tahapan yang berbeda. Sebagian akan mengalami kembali (berulang) satu tahapan yang sama. Bahkan ada orang yang mungkin akan terjebak pada satu tahapan yang sama dan nggak bisa move on.

Apapun perubahan yang terjadi dalam hidup kita, semoga semakin menguatkan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

 

Posted on instagram @neyrhiza : 23 April 2022

Tips Membaca CV Pembicara Saat Jadi Moderator

17.4.22

 

MEMBACAKAN CV PEMBICARA MENJADI MODERATOR


"Acara selanjutnya pemberian materi yang disampaikan pembicara. Berikut saya bacakan CV pembicara hari ini.” Kalimat pengantar ini sangat sering terdengar dari seorang moderator.


Mengenalkan pembicara adalah salah satu tugas yang diemban MC atau moderator baik pada acara seminar, talkshow, diskusi, dan lain sebagainya. Tujuan pengenalan ini agar hadirin merasa lebih familiar dengan pembicara, sekaligus merasa yakin dengan kompetensi, kapabilitas, atau kapasitasnya. Mengenalkan pembicara juga perlu dilakukan dengan menarik dan meyakinkan, bukan sekadar membaca daftar riwayat hidup yang terasa bertele- tela dan membosankan.


Untuk dapat mengenalkan pembicara dengan baik, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan :


1. Pelajari Terlebih Dahulu

Ambil waktu untuk membaca CV yang sudah disiapkan oleh panitia. Pelajari dan buat catatan terutama cara membaca ejaan nama dan gelar pembicara juga istilah asing yang sulit diucapkan (biasanya berkaitan dengan perusahaan tempat bekerja, penelitian yang dilakukan, juga penghargaan yang didapat).


Ingin terlihat mengenal pembicara dengan baik? Coba cari hal- hal menarik yang tidak ditemukan di Google. Caranya? Kita bisa cari riset melalui postingan media sosial pembicara tersebut. Biasanya akan ada cerita atau aktivitas keseharian yang sedikit orang mengetahui.


2. Pilih yang Relevan

Jangan sampaikan semua informasi  pendidikan, pekerjaan dan juga prestasi/ penghargaan yang tertulis pada CV jika jumlahnya terlalu banyak. Apalagi sampai menyebutkan satu-per-satu jenjang pendidikan sejak taman kanak- kanak. Ampun deh, pasti membosankan sekali. 

Cukup pilih 2-3 dari masing- masing kategori informasi yang relevan dengan topik atau materi agar tidak bertele- tele.


  • Pendidikan : Fokus pada pendidikan tingginya saja, S1, S2, S3.
  • Pekerjaan : Pilih pekerjaan yang relevan dengan topik atau hanya pada pekerjaan yang saat ini dilakukan.
  • Penghargaan : Pilih 2-3 penghargaan terbaru, terutama yang masih nyambung dengan topik materi yang disampaikan pembicara tersebut.
  • Penelitian : Pilih 2-3 penelitian terbaru, atau penelitian dengan apresiasi tertinggi.
  • Buku : Pilih buku yang relevan dengan topik. Jika ada, pada buku solo dan bukan antologi.

3. Ngobrol dengan Pembicara

Cari kesempatan untuk ngobrol sejenak dengan pembicara sebelum acara di mulai. Tanyakan "bagaimana ia ingin diperkenalkan" kepada audiens. Jika kita ragu dengan penyebutan nama dan gelar beliau, jangan malu untuk mengkonfirmasi.


4. Gunakan bahasa tutur

Meskipun moderator membaca CV, tapi jangan terlihat "seperti membaca" yang terkesan kaku. Gunakan bahasa tutur yang persuasif sehingga membuat pembicara menjadi sosok menarik yang layak didengarkan oleh audiens.


5. Keep it short and simple

Dari daftar riwayat hidup atau CV yang panjang lebar, buatlah sebuah rangkuman yang bisa moderator baca hanya dalam 1- 2 menit saja.


Contoh mengenalkan narasumber dalam seminar :

Siapa bilang menjadi seorang ibu tidak bisa menjalankan bisnis dari rumah. Hal ini dibuktikan langsung oleh pembicara kita hari ini, Ibu Riani Subrato, S.E, pemilik Butik Pramudia yang menjual beragam produk batik tulis berkualitas yang berhasil diekspor hingga ke mancanegara.

Perempuan lulusan jurusan ekonomi Universitas Indonesia ini juga mendapatkan penghargaan sebagai Wirausahawan Perempuan Berbakat Indonesia di tahun 2022. Dengan segala kesibukan yang ada, Ibu Riani Subrato juga menulis buku berjudul Warisan Leluhur yang mendokumentasikan berbagai pola batik tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak sabar untuk belajar seni berwirausaha dari beliau? Kita hadirkan Ibu Riana Subrato, S.E.


Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

10.4.22

 

Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

Ketika ngobrol, kok nggak nyambung? 


Bisa jadi bukan materinya yang nggak sesuai, tapi kepribadian dua orang yang berkomunikasi yang kurang cocok. Setiap orang memang memiliki ciri kepribadian yang berbeda. Hal ini sudah jauh dipelajari bahkan sejak 430 SM oleh Hippocrates. Hippocrates adalah seorang ahli pengobatan Yunani yang dipandang sebagai Bapak Kedokteran, di mana ia mengembangkan teori Humorism atau Humourism untuk menjelaskan bagaimana tubuh manusia bekerja. Hippocrates mengenalkan 4 tipe kepribadian pada manusia yang masih menjadi rujukan untuk ilmu psikologi hingga saat ini.  Kita mengenalnya dengan koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis.


Berdasarkan keempat kepribadian tersebut, Erwin Parengkuan, seorang praktisi komunikasi yang juga saya anggap sebagai salah seorang "guru public speaking" mencoba untuk menyederhanakan konsep koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis menjadi si kuat, si gesit, si rinci dan si damai. Hal ini juga dibahas secara mendalam di buku beliau yang baru saja rilis berjudul Understand-inc People 2.0 : Cara Menjadi Ambivert dengan Menavigasi 4 Tipe Kepribadian.


Meski saya belum membaca buku tersebut, beberapa waktu lalu saya beruntung mengikuti sesi webinar bersama Erwin Parengkuan yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur. Dalam durasi 60 menit, Mas Erwin memberikan gambaran secara umum bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki "gaya" komunikasi yang berbeda.


Memahami gaya komunikasi dari orang yang kita hadapi kana memudahkan proses komunikasi. Sehingga komunikator bisa menjadi asertif, percaya diri namun memiliki empati, tidak egois. Pada akhirnya komunikasi dapat berlangsung secara efektif, apa yang disampaikan dapat dipahami.


Kepribadian dan gaya komunikasi?


Yuk, membedah lebih jauh bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki gaya uniknya tersendiri dalam berkomunikasi.


1. Koleris ( si Kuat)

Terlahir sebagai seorang pemimpin yang semakin berenergi ketika bertemu dengan banyak orang. bergerak dengan kemampuan logika, sehingga cenderung abai dengan perasaan orang lain. Ketika berkomunikasi, ia tidak suka berbasa basi, langsung pada pokok pembahasan. Singkat dan spesifik. Koleris suka mendominasi situasi, tidak ragu untuk tampil menonjol. Meski demikian, ia kesulitan menerima masukan dari orang lain. 


2. Sanguinis (si Gesit)

Sanguinis adalah orang yang bersahabat yang menyukai suasana yang nyaman. Dikenal memiliki kepribadian yang periang juga ramah, termasuk dengan orang baru.

Ketika berbicara dengan orang lain, sanguinis cenderung ceplas- ceplos dan kurang terstruktur. Maka penting untuk berhati- hati ketika berbicara dihadapan banyak orang. Jika tidak menyiapkan materi dengan baik, ia akan dianggap tong kosong berbunyi nyaring.


3. Melankolis (si Rinci)

Sosok melankolis adalah penyuka kesendirian. Cenderung sensitif karena mengandalkan feeling daripada thinking. Karena tidak suka berbuat salah dan menyakiti orang lain, ia cenderung berhati- hati sebelum bertindak (bahkan cenderung takut), karena semua hal harus dianalisis terlebih dahulu. Ketika menjelaskan sesuatu ia berbicara secara terperinci dan terstruktur karena sifatnya yang perfeksionis.


4. Plegmatis (si Damai)

Jangan menganggap plegmatis adalah sosok anti sosial yang menjauh dari kerumunan. Justru ia adalah pribadi yang mudah bergaul yang tidak menyukai terlibat konflik. Ia adalah penyuka ketenangan, suasana damai, dan tidak suka menonjolkan diri. Sangat menyenangkan memiliki sahabat seorang plegmatis karena ia sosok pendengar yang baik. Jangan memintanya tampil di depan, karena itu bukanlah hal yang disukainya. Plegmatis lebih memilih diperintah daripada harus tampil di depan dan memerintah orang lain.


Dengan mempelajari keempat tipe kepribadian ini, kita akan belajar menjadi seorang komunikator yang bijaksana. Tidak mudah memberikan penghakiman terhadap orang lain, namun berusaha adaptif dengan siapa saja yang ditemui.


Referensi : Materi  yang disampaikan Erwin Parengkuan dalam webinar Personality Development melalui Komunikasi yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, Kamis, 7 April 2022.

Tips Merekam Podcast dengan Handphone

17.3.22



Cuma punya alat seadanya. Nggak masalah. Untuk membuat podcast dari rumah, kamu nggak perlu beli laptop baru, microphone, headphone, audio mixer, soundcard, dan berbagai perlengkapan merekam suara lainnya yang harganya cukup mahal. Akan jadi sia- sia setelah investasi alat, justru nggak konsisten dalam produksi podcast.


Maka, ada baiknya mulailah dulu dengan perangkat yang kamu miliki. Seperti handphone misalnya. Yang notabene, smartphone zaman now memang sudah se"smart" itu sehingga proses merekam suara jauh lebih mudah.


Untuk memulai merekam suara dengan handphone agar hasilnya bisa maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.


1. Usahakan tidak terlalu banyak kesalahan bicara

Sebelum mulai merekam suara dengan smartphone, pastikan kamu sudah memahami apa yang kamu bicarakan. Jika terlalu banyak filler word seperti "ehmm...humm.." atau kesleo lidah lainnya, sehingga kamu akan kesulitan dalam proses memotong track audio (nge- trim). Terlalu banyak kesalahan dalam pengucapan kata juga membuat kamu terlihat tidak siap dan kurang meyakinkan pendengar.


2. Siapkan naskah kata- per- kata

Untuk memudahkan proses merekam suara, jangan pernah melupakan naskah podcast. Bagi kamu yang masih pemula, ada baiknya menyiapkan naskah manuskrip yang bisa kamu baca saat merekam suara. Naskah ini akan mengurangi tingkat stres, sehingga kamu tidak perlu improvisasi. Cukup fokus saja dengan teks yang ada di naskahmu.


Baca Juga : Contoh Naskah Podcast


3. Jauhi perangkat elektronik

Pilih tempat dan situasi yang nggak berisik. Termasuk, lokasi yang dekat dengan perangkat elektronik seperti TV AC, kulkas dan kupas angin. Perangkat elektronik baik dalam kondisi menyala maupun mati akan memancarkan sinyal elektromagnetik yang memungkinkan menambah noise pada proses perekaman suara. Efeknya adalah suaramu menjadi tidak jelas karena tumpang tindih dengan suara lainnya.


Jangan lupa, turn off atau set ke airplane mode handphone yang kamu gunakan untuk merekam suara. Notifikasi media sosial yang masuk juga akan mengganggu proses rekaman dan menghilangkan fokus.


4. Hindari pake earphone


Berdasarkan pengalaman merekam suara yang saya lakukan, ternyata menggunakan mic dari earphone justru hasilnya tidak optimal. Noisenya lebih besar. Maka, saya merekomendasikan untuk menggunakan microphone internal dari handphone untuk hasil suara yang lebih jernih.


Baca Juga : Merekam Suara dengan Handphone


Jika memegang handphone saat merekam suara justru membuatmu kesulitan karena tangan gampang tremor, kamu bisa meletakkan handphone di meja, dan posisikan mulut dekat dengan mic saat merekam suara.


5. Mainkan imajinasi


Meski di depanmu cuma ada hape, tapi mainkan theater of mind seolah-olah lagi ngobrol/ telpon sama seseorang. Hal ini akan membantumu untuk dapat bertutur secara natural dan tidak terkesan membaca naskah. Kalau podcastmu berformat storytelling, kamu bisa latihan intonasi dan tone suara juga biar suara lebih atraktif dan berdinamika.



Itu tadi 5 hal yang dapat kamu perhatikan jika merekam podcast dengan menggunakan handphone. Meski alat terbilang sederhana, ketika kita mempersiapkan dengan baik, output suara juga akan lebih optimal. Selamat mencoba ya!




Full Day Public Speaking Training

18.2.22


Saya kembali punya kesempatan untuk memberikan materi public speaking untuk mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Seingat saya, tepat sebelum pandemi di 2020 saya juga diminta menjadi pembicara di workshop yang sama. 


Bagi mahasiswa kemampuan presentasi wajib dikuasai. Bukan hanya untuk kepentingan tugas kuliah, tapi juga sebagai modal untuk membuka peluang di dunia pekerjaan.


Belajar teknik presentasi bukan sekadar berbicara di depan umum. Selain harus mampu menyusun materi yang baik, membuat visual aid seperti slide presentasi, seorang presenter juga harus memperhatikan penampilan dan penyampaian yang menarik. Oleh karena itu, training kali ini dilaksankan secara full day agar semakin lengkap experience yang didapatkan. Selain menyimak paparan materi, setiap peserta juga melakukan praktik dan mendapatkan evaluasi.


Full day public speaking training ini diikuti oleh 150 orang peserta, dilaksanakan pada 22 Januari 2022.


ZAHRA NOOR ERIZA

Liputan media suaramerdeka.com

Teknik Blocking Saat Presentasi

15.2.22

TEKNIK PRESENTASI YANG  BAGUS

Apakah kamu memperhatikan caramu bergerak ketika melakukan public speaking? Atau selama ini hanya sekadar melangkahkan kaki tanpa arti?


Tidak banyak orang yang menyadari, bahwa blocking adalah salah satu elemen pendukung dalam performa seorang public speaker di atas panggung. Bagaimana caranya bergerak dan memindahkan tubuh, dapat memberikan makna yang kuat dalam komunikasi lisan yang dilakukan. Blocking adalah pegerakan dan perpindahan tubuh saat melakukan public speaking.


Tidak jarang seorang pembicara publik hanya berdiri tagak di samping screen. Atau bergerak mondar- mandir seperti setrika yang bekerja menghaluskan pakaian. Pergerakan tanpa arti ini hanya membuang- buang energi.


Blocking bisa dipelajari. Ketika mampu menggunakannya dengan baik, blocking dapat memberi manfaat


1. Mengurangi level adrenalin saat gugup. 

Ketika kita merasa stres karena akan tampil berbicara dihadapan banyak orang, sering kali tidak menyadari bahwa tubuh kita memproduksi hormon adrenalin berlebihan. Salah satu efeknya adalah, detak jantung yang semakin intens, keluar keringat dingin, hingga membuat seseorang berbicara dengan terbata- bata. Denganb ergerak selama sesi public speaking, tubuh kita bisa menyalurkan energi berlebih ini sehingga level stres bisa menurun.


2. Menambah energi dan terlihat lebih percaya diri.

Apa yang kita lakukan bisa menjadi perhatian audiens. Ketika bergerak, seorang public speaker akan nampak lebih percaya diri membawa tubuhnya sehingga tidak terpaku hanya pada posisi tegak dan foksu menyampaiakn materi saja.


3. Memberi variasi dalam penampilan.

Public speaking hampir serupa dengan sebuah pertunjukkan. Audiens tidak hanya ingin mendapatkan materi, namun juga keharmonisasian aksi. Suara yang jelas dan nyaman didengar, visual yang menarik, gaya yang atraktif, sehingga apa yang ditampilkan seorang presenter tidak membosankan atau sekadar formalitas.


Jika blocking mampu memberikan manfaat yang besar dalam sebuah penampilan presentasi di depan khalayak, lantas bagaimana cara menetukan blocking yang tepat?


Berikut ini adaah beberapa alternatif ide blocking yang bisa dipraktikkan.


1. Power Position

Saat menyampaikan materi utama presentasi, posisikan diri kita tepat di tengah dan dekat dengan audiens. Pertahankan posisi ini dalam diam (nggak mondar- mandir)


2. A Stage Timeline

Pindahkan posisi berdiri kita sesuai dengan struktur atau alur presentasi.

3. Story Time

Ketika menjelaskan pokok materi dengan panjang lebar, kita bisa bergerak di seluruh area kosong yang tersedia.


4. Move Close for Emphasis

Mendekatlah ke arah audiens, untuk memberikan tekanan atau membangun chemistry yang lebih kuat dengan audiens yang hadir.





Jadi, apakah kamu hanya ingin terpaku diam saat melakukan presentasi, atau mencoba variasi blocking agar penampilanmu lebih optimal?










Berkomunikasi dengan Bahasa Ruang atau Proksemika

31.1.22


Hayo, siapa nih yang kalau lagi berantem dengan pasangan, milih duduknya berjauhan pas naik motor? Atau memilih tidur di pojokan kasur, biar nggak bersenggolan saat tidur? 

Pernah nggak kita menyadari bahwa selain berkomunikasi dengan kata- kata dan tulisan, manusia juga berkomunikasi dengan jarak ruang (spasial). Komunikasi ruang disebut proksemika.

Proksemika masuk dalam salah satu pesan non-verbal. Hanya dengan melihat jarak antara diri kita dengan lawan bicara, kita bisa memahami lho sedekat apa hubungan kita dengan orang tersebut dan bagaimana kondisi psikologis atau emosi di antara keduanya.

Menurut Edward Hall dalam buku The Silent Language (1959) ada 4 jenis jarak ruang yang menggambarkan hubungan seseorang dengan orang lain. 


1.Jarak Intim
Mulai dari bersentuhan sampai sekitar 15-45 cm. Jarak intim ini bisa terjadi pada lingkungan terdekat seperti pasangan suami istri, atau orang tua dengan anak. Jarak intim terjadi pada saat berciuman, berpelukan atau komunikasi intim lainnya.

2. Jarak Pribadi
Jarak pribadi tidak bisa diakses sembarang orang. Hanya orang yang kita percaya. Jarak pribadi ini antara 45- 75 cm, di mana kita masih bisa bersentuhan dengan orang lain dengan cara mengulurkan tangan. Bila ruang pribadi diganggu, kita sering merasa tidak nyaman dan tegang.

3. Jarak Sosial
Jarak yang kita gunakan untuk berkomunikasi pada pertemuan bisnis dan interaksi sosial dengan tetangga, teman kuliah, dll.  

Jarak ini sekitar 210- 360 cm.Agar komunikasi berjalan efektif maka kuncinya ada pada kontak mata diantara orang yang berkomunikasi.

4. Jarak Publik
Pada jarak ini, seseorang bisa mengambil tindakan defensif bila terancam.  Jarak publik ini sekitar 360-450 cm. Jarak publik kita gunakan ketika berhadapan dengan orang yang tidak kita kenal dengan baik.


Lantas, apa yang memengaruhi komunikasi dengan bahasa ruang ini? 
Ada beberapa faktor seperti status sosial, kultur, konteks, masalah yang dibahas, usia, jenis kelamin dan evaluasi positif dan negatif. Contohnya nih, ketika seorang perempuan masuk dalam ruangan yang di dalamnya terdapat laki- laki dan perempuan yang tidak dikenalnya, maka perempuan tersebut pasti akan cenderung mendekati perempuan yang lain. 


Lalu, kenapa ketika marahan dengan pasangan kita cenderung menjauh? Hal ini terjadi karena ketika lagi marahan dengan pasangan, kita memberikan penilaian negatif terhadap dirinya, penilaian ini bisa karena situasi, sikap, perbuatan atau perkataannya. Sehingga kita memilih untuk menjauh agar merasa lebih nyaman. Maka, proksemika ini sangat erat kaitannya juga dengan kenyamanan fisik dan emosional.



See you on the next blogpost.







Thank you, 




Auto Post Signature