The Kubler Ross Change Model Curve

24.4.22

The Kubler  Ross Change Model Curve


Depresi. Tahap terendah ketika ada perubahan dalam hidup kita. Perubahan ini nggak melulu sesuatu yang besar misalnya ganti kerjaan, atau hal menyakitkan seperti putus cinta.

Perubahan bisa dari keinginan kita mengubah kebiasaan. Misalnya dengan mengurangi screen time setiap hari. Di atas jam 19.00 udah nggak pegang hape lagi.

Pasti di minggu- minggu awal akan muncul perasaan gelisah, bingung mau melakukan apa, penasaran ada yang ngechat di WA atau nggak, gatel denger bunyi notifikasi dan parahnya justru jadi uring- uringan karena ada keinginan pegang hape yang tertahan.

Nggak nyaman banget.
Apakah berhasil melawati fase ini? Menjadi sosok yang lebih baik, atau lebih terpuruk lagi?
Lebih bijaksana menggunakan gadget, atau kembali ketagihan scroll sosmed berjam- jam?

Tahapan perubahan nggak selalu sesuai dengan kurva di atas ya. Kubler- Ross juga memberi catatan bahwa ada orang yang melewati (skip) beberapa tahapan. Ada yang mengalami dalam urutan tahapan yang berbeda. Sebagian akan mengalami kembali (berulang) satu tahapan yang sama. Bahkan ada orang yang mungkin akan terjebak pada satu tahapan yang sama dan nggak bisa move on.

Apapun perubahan yang terjadi dalam hidup kita, semoga semakin menguatkan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

 

Posted on instagram @neyrhiza : 23 April 2022

Tips Membaca CV Pembicara Saat Jadi Moderator

17.4.22

 

MEMBACAKAN CV PEMBICARA MENJADI MODERATOR


"Acara selanjutnya pemberian materi yang disampaikan pembicara. Berikut saya bacakan CV pembicara hari ini.” Kalimat pengantar ini sangat sering terdengar dari seorang moderator.


Mengenalkan pembicara adalah salah satu tugas yang diemban MC atau moderator baik pada acara seminar, talkshow, diskusi, dan lain sebagainya. Tujuan pengenalan ini agar hadirin merasa lebih familiar dengan pembicara, sekaligus merasa yakin dengan kompetensi, kapabilitas, atau kapasitasnya. Mengenalkan pembicara juga perlu dilakukan dengan menarik dan meyakinkan, bukan sekadar membaca daftar riwayat hidup yang terasa bertele- tela dan membosankan.


Untuk dapat mengenalkan pembicara dengan baik, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan :


1. Pelajari Terlebih Dahulu

Ambil waktu untuk membaca CV yang sudah disiapkan oleh panitia. Pelajari dan buat catatan terutama cara membaca ejaan nama dan gelar pembicara juga istilah asing yang sulit diucapkan (biasanya berkaitan dengan perusahaan tempat bekerja, penelitian yang dilakukan, juga penghargaan yang didapat).


Ingin terlihat mengenal pembicara dengan baik? Coba cari hal- hal menarik yang tidak ditemukan di Google. Caranya? Kita bisa cari riset melalui postingan media sosial pembicara tersebut. Biasanya akan ada cerita atau aktivitas keseharian yang sedikit orang mengetahui.


2. Pilih yang Relevan

Jangan sampaikan semua informasi  pendidikan, pekerjaan dan juga prestasi/ penghargaan yang tertulis pada CV jika jumlahnya terlalu banyak. Apalagi sampai menyebutkan satu-per-satu jenjang pendidikan sejak taman kanak- kanak. Ampun deh, pasti membosankan sekali. 

Cukup pilih 2-3 dari masing- masing kategori informasi yang relevan dengan topik atau materi agar tidak bertele- tele.


  • Pendidikan : Fokus pada pendidikan tingginya saja, S1, S2, S3.
  • Pekerjaan : Pilih pekerjaan yang relevan dengan topik atau hanya pada pekerjaan yang saat ini dilakukan.
  • Penghargaan : Pilih 2-3 penghargaan terbaru, terutama yang masih nyambung dengan topik materi yang disampaikan pembicara tersebut.
  • Penelitian : Pilih 2-3 penelitian terbaru, atau penelitian dengan apresiasi tertinggi.
  • Buku : Pilih buku yang relevan dengan topik. Jika ada, pada buku solo dan bukan antologi.

3. Ngobrol dengan Pembicara

Cari kesempatan untuk ngobrol sejenak dengan pembicara sebelum acara di mulai. Tanyakan "bagaimana ia ingin diperkenalkan" kepada audiens. Jika kita ragu dengan penyebutan nama dan gelar beliau, jangan malu untuk mengkonfirmasi.


4. Gunakan bahasa tutur

Meskipun moderator membaca CV, tapi jangan terlihat "seperti membaca" yang terkesan kaku. Gunakan bahasa tutur yang persuasif sehingga membuat pembicara menjadi sosok menarik yang layak didengarkan oleh audiens.


5. Keep it short and simple

Dari daftar riwayat hidup atau CV yang panjang lebar, buatlah sebuah rangkuman yang bisa moderator baca hanya dalam 1- 2 menit saja.


Contoh mengenalkan narasumber dalam seminar :

Siapa bilang menjadi seorang ibu tidak bisa menjalankan bisnis dari rumah. Hal ini dibuktikan langsung oleh pembicara kita hari ini, Ibu Riani Subrato, S.E, pemilik Butik Pramudia yang menjual beragam produk batik tulis berkualitas yang berhasil diekspor hingga ke mancanegara.

Perempuan lulusan jurusan ekonomi Universitas Indonesia ini juga mendapatkan penghargaan sebagai Wirausahawan Perempuan Berbakat Indonesia di tahun 2022. Dengan segala kesibukan yang ada, Ibu Riani Subrato juga menulis buku berjudul Warisan Leluhur yang mendokumentasikan berbagai pola batik tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak sabar untuk belajar seni berwirausaha dari beliau? Kita hadirkan Ibu Riana Subrato, S.E.


Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

10.4.22

 

Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

Ketika ngobrol, kok nggak nyambung? 


Bisa jadi bukan materinya yang nggak sesuai, tapi kepribadian dua orang yang berkomunikasi yang kurang cocok. Setiap orang memang memiliki ciri kepribadian yang berbeda. Hal ini sudah jauh dipelajari bahkan sejak 430 SM oleh Hippocrates. Hippocrates adalah seorang ahli pengobatan Yunani yang dipandang sebagai Bapak Kedokteran, di mana ia mengembangkan teori Humorism atau Humourism untuk menjelaskan bagaimana tubuh manusia bekerja. Hippocrates mengenalkan 4 tipe kepribadian pada manusia yang masih menjadi rujukan untuk ilmu psikologi hingga saat ini.  Kita mengenalnya dengan koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis.


Berdasarkan keempat kepribadian tersebut, Erwin Parengkuan, seorang praktisi komunikasi yang juga saya anggap sebagai salah seorang "guru public speaking" mencoba untuk menyederhanakan konsep koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis menjadi si kuat, si gesit, si rinci dan si damai. Hal ini juga dibahas secara mendalam di buku beliau yang baru saja rilis berjudul Understand-inc People 2.0 : Cara Menjadi Ambivert dengan Menavigasi 4 Tipe Kepribadian.


Meski saya belum membaca buku tersebut, beberapa waktu lalu saya beruntung mengikuti sesi webinar bersama Erwin Parengkuan yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur. Dalam durasi 60 menit, Mas Erwin memberikan gambaran secara umum bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki "gaya" komunikasi yang berbeda.


Memahami gaya komunikasi dari orang yang kita hadapi kana memudahkan proses komunikasi. Sehingga komunikator bisa menjadi asertif, percaya diri namun memiliki empati, tidak egois. Pada akhirnya komunikasi dapat berlangsung secara efektif, apa yang disampaikan dapat dipahami.


Kepribadian dan gaya komunikasi?


Yuk, membedah lebih jauh bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki gaya uniknya tersendiri dalam berkomunikasi.


1. Koleris ( si Kuat)

Terlahir sebagai seorang pemimpin yang semakin berenergi ketika bertemu dengan banyak orang. bergerak dengan kemampuan logika, sehingga cenderung abai dengan perasaan orang lain. Ketika berkomunikasi, ia tidak suka berbasa basi, langsung pada pokok pembahasan. Singkat dan spesifik. Koleris suka mendominasi situasi, tidak ragu untuk tampil menonjol. Meski demikian, ia kesulitan menerima masukan dari orang lain. 


2. Sanguinis (si Gesit)

Sanguinis adalah orang yang bersahabat yang menyukai suasana yang nyaman. Dikenal memiliki kepribadian yang periang juga ramah, termasuk dengan orang baru.

Ketika berbicara dengan orang lain, sanguinis cenderung ceplas- ceplos dan kurang terstruktur. Maka penting untuk berhati- hati ketika berbicara dihadapan banyak orang. Jika tidak menyiapkan materi dengan baik, ia akan dianggap tong kosong berbunyi nyaring.


3. Melankolis (si Rinci)

Sosok melankolis adalah penyuka kesendirian. Cenderung sensitif karena mengandalkan feeling daripada thinking. Karena tidak suka berbuat salah dan menyakiti orang lain, ia cenderung berhati- hati sebelum bertindak (bahkan cenderung takut), karena semua hal harus dianalisis terlebih dahulu. Ketika menjelaskan sesuatu ia berbicara secara terperinci dan terstruktur karena sifatnya yang perfeksionis.


4. Plegmatis (si Damai)

Jangan menganggap plegmatis adalah sosok anti sosial yang menjauh dari kerumunan. Justru ia adalah pribadi yang mudah bergaul yang tidak menyukai terlibat konflik. Ia adalah penyuka ketenangan, suasana damai, dan tidak suka menonjolkan diri. Sangat menyenangkan memiliki sahabat seorang plegmatis karena ia sosok pendengar yang baik. Jangan memintanya tampil di depan, karena itu bukanlah hal yang disukainya. Plegmatis lebih memilih diperintah daripada harus tampil di depan dan memerintah orang lain.


Dengan mempelajari keempat tipe kepribadian ini, kita akan belajar menjadi seorang komunikator yang bijaksana. Tidak mudah memberikan penghakiman terhadap orang lain, namun berusaha adaptif dengan siapa saja yang ditemui.


Referensi : Materi  yang disampaikan Erwin Parengkuan dalam webinar Personality Development melalui Komunikasi yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, Kamis, 7 April 2022.

Tips Merekam Podcast dengan Handphone

17.3.22



Cuma punya alat seadanya. Nggak masalah. Untuk membuat podcast dari rumah, kamu nggak perlu beli laptop baru, microphone, headphone, audio mixer, soundcard, dan berbagai perlengkapan merekam suara lainnya yang harganya cukup mahal. Akan jadi sia- sia setelah investasi alat, justru nggak konsisten dalam produksi podcast.


Maka, ada baiknya mulailah dulu dengan perangkat yang kamu miliki. Seperti handphone misalnya. Yang notabene, smartphone zaman now memang sudah se"smart" itu sehingga proses merekam suara jauh lebih mudah.


Untuk memulai merekam suara dengan handphone agar hasilnya bisa maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.


1. Usahakan tidak terlalu banyak kesalahan bicara

Sebelum mulai merekam suara dengan smartphone, pastikan kamu sudah memahami apa yang kamu bicarakan. Jika terlalu banyak filler word seperti "ehmm...humm.." atau kesleo lidah lainnya, sehingga kamu akan kesulitan dalam proses memotong track audio (nge- trim). Terlalu banyak kesalahan dalam pengucapan kata juga membuat kamu terlihat tidak siap dan kurang meyakinkan pendengar.


2. Siapkan naskah kata- per- kata

Untuk memudahkan proses merekam suara, jangan pernah melupakan naskah podcast. Bagi kamu yang masih pemula, ada baiknya menyiapkan naskah manuskrip yang bisa kamu baca saat merekam suara. Naskah ini akan mengurangi tingkat stres, sehingga kamu tidak perlu improvisasi. Cukup fokus saja dengan teks yang ada di naskahmu.


Baca Juga : Contoh Naskah Podcast


3. Jauhi perangkat elektronik

Pilih tempat dan situasi yang nggak berisik. Termasuk, lokasi yang dekat dengan perangkat elektronik seperti TV AC, kulkas dan kupas angin. Perangkat elektronik baik dalam kondisi menyala maupun mati akan memancarkan sinyal elektromagnetik yang memungkinkan menambah noise pada proses perekaman suara. Efeknya adalah suaramu menjadi tidak jelas karena tumpang tindih dengan suara lainnya.


Jangan lupa, turn off atau set ke airplane mode handphone yang kamu gunakan untuk merekam suara. Notifikasi media sosial yang masuk juga akan mengganggu proses rekaman dan menghilangkan fokus.


4. Hindari pake earphone


Berdasarkan pengalaman merekam suara yang saya lakukan, ternyata menggunakan mic dari earphone justru hasilnya tidak optimal. Noisenya lebih besar. Maka, saya merekomendasikan untuk menggunakan microphone internal dari handphone untuk hasil suara yang lebih jernih.


Baca Juga : Merekam Suara dengan Handphone


Jika memegang handphone saat merekam suara justru membuatmu kesulitan karena tangan gampang tremor, kamu bisa meletakkan handphone di meja, dan posisikan mulut dekat dengan mic saat merekam suara.


5. Mainkan imajinasi


Meski di depanmu cuma ada hape, tapi mainkan theater of mind seolah-olah lagi ngobrol/ telpon sama seseorang. Hal ini akan membantumu untuk dapat bertutur secara natural dan tidak terkesan membaca naskah. Kalau podcastmu berformat storytelling, kamu bisa latihan intonasi dan tone suara juga biar suara lebih atraktif dan berdinamika.



Itu tadi 5 hal yang dapat kamu perhatikan jika merekam podcast dengan menggunakan handphone. Meski alat terbilang sederhana, ketika kita mempersiapkan dengan baik, output suara juga akan lebih optimal. Selamat mencoba ya!




Full Day Public Speaking Training

18.2.22


Saya kembali punya kesempatan untuk memberikan materi public speaking untuk mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Seingat saya, tepat sebelum pandemi di 2020 saya juga diminta menjadi pembicara di workshop yang sama. 


Bagi mahasiswa kemampuan presentasi wajib dikuasai. Bukan hanya untuk kepentingan tugas kuliah, tapi juga sebagai modal untuk membuka peluang di dunia pekerjaan.


Belajar teknik presentasi bukan sekadar berbicara di depan umum. Selain harus mampu menyusun materi yang baik, membuat visual aid seperti slide presentasi, seorang presenter juga harus memperhatikan penampilan dan penyampaian yang menarik. Oleh karena itu, training kali ini dilaksankan secara full day agar semakin lengkap experience yang didapatkan. Selain menyimak paparan materi, setiap peserta juga melakukan praktik dan mendapatkan evaluasi.


Full day public speaking training ini diikuti oleh 150 orang peserta, dilaksanakan pada 22 Januari 2022.


ZAHRA NOOR ERIZA

Liputan media suaramerdeka.com

Teknik Blocking Saat Presentasi

15.2.22

TEKNIK PRESENTASI YANG  BAGUS

Apakah kamu memperhatikan caramu bergerak ketika melakukan public speaking? Atau selama ini hanya sekadar melangkahkan kaki tanpa arti?


Tidak banyak orang yang menyadari, bahwa blocking adalah salah satu elemen pendukung dalam performa seorang public speaker di atas panggung. Bagaimana caranya bergerak dan memindahkan tubuh, dapat memberikan makna yang kuat dalam komunikasi lisan yang dilakukan. Blocking adalah pegerakan dan perpindahan tubuh saat melakukan public speaking.


Tidak jarang seorang pembicara publik hanya berdiri tagak di samping screen. Atau bergerak mondar- mandir seperti setrika yang bekerja menghaluskan pakaian. Pergerakan tanpa arti ini hanya membuang- buang energi.


Blocking bisa dipelajari. Ketika mampu menggunakannya dengan baik, blocking dapat memberi manfaat


1. Mengurangi level adrenalin saat gugup. 

Ketika kita merasa stres karena akan tampil berbicara dihadapan banyak orang, sering kali tidak menyadari bahwa tubuh kita memproduksi hormon adrenalin berlebihan. Salah satu efeknya adalah, detak jantung yang semakin intens, keluar keringat dingin, hingga membuat seseorang berbicara dengan terbata- bata. Denganb ergerak selama sesi public speaking, tubuh kita bisa menyalurkan energi berlebih ini sehingga level stres bisa menurun.


2. Menambah energi dan terlihat lebih percaya diri.

Apa yang kita lakukan bisa menjadi perhatian audiens. Ketika bergerak, seorang public speaker akan nampak lebih percaya diri membawa tubuhnya sehingga tidak terpaku hanya pada posisi tegak dan foksu menyampaiakn materi saja.


3. Memberi variasi dalam penampilan.

Public speaking hampir serupa dengan sebuah pertunjukkan. Audiens tidak hanya ingin mendapatkan materi, namun juga keharmonisasian aksi. Suara yang jelas dan nyaman didengar, visual yang menarik, gaya yang atraktif, sehingga apa yang ditampilkan seorang presenter tidak membosankan atau sekadar formalitas.


Jika blocking mampu memberikan manfaat yang besar dalam sebuah penampilan presentasi di depan khalayak, lantas bagaimana cara menetukan blocking yang tepat?


Berikut ini adaah beberapa alternatif ide blocking yang bisa dipraktikkan.


1. Power Position

Saat menyampaikan materi utama presentasi, posisikan diri kita tepat di tengah dan dekat dengan audiens. Pertahankan posisi ini dalam diam (nggak mondar- mandir)


2. A Stage Timeline

Pindahkan posisi berdiri kita sesuai dengan struktur atau alur presentasi.

3. Story Time

Ketika menjelaskan pokok materi dengan panjang lebar, kita bisa bergerak di seluruh area kosong yang tersedia.


4. Move Close for Emphasis

Mendekatlah ke arah audiens, untuk memberikan tekanan atau membangun chemistry yang lebih kuat dengan audiens yang hadir.





Jadi, apakah kamu hanya ingin terpaku diam saat melakukan presentasi, atau mencoba variasi blocking agar penampilanmu lebih optimal?










Berkomunikasi dengan Bahasa Ruang atau Proksemika

31.1.22


Hayo, siapa nih yang kalau lagi berantem dengan pasangan, milih duduknya berjauhan pas naik motor? Atau memilih tidur di pojokan kasur, biar nggak bersenggolan saat tidur? 

Pernah nggak kita menyadari bahwa selain berkomunikasi dengan kata- kata dan tulisan, manusia juga berkomunikasi dengan jarak ruang (spasial). Komunikasi ruang disebut proksemika.

Proksemika masuk dalam salah satu pesan non-verbal. Hanya dengan melihat jarak antara diri kita dengan lawan bicara, kita bisa memahami lho sedekat apa hubungan kita dengan orang tersebut dan bagaimana kondisi psikologis atau emosi di antara keduanya.

Menurut Edward Hall dalam buku The Silent Language (1959) ada 4 jenis jarak ruang yang menggambarkan hubungan seseorang dengan orang lain. 


1.Jarak Intim
Mulai dari bersentuhan sampai sekitar 15-45 cm. Jarak intim ini bisa terjadi pada lingkungan terdekat seperti pasangan suami istri, atau orang tua dengan anak. Jarak intim terjadi pada saat berciuman, berpelukan atau komunikasi intim lainnya.

2. Jarak Pribadi
Jarak pribadi tidak bisa diakses sembarang orang. Hanya orang yang kita percaya. Jarak pribadi ini antara 45- 75 cm, di mana kita masih bisa bersentuhan dengan orang lain dengan cara mengulurkan tangan. Bila ruang pribadi diganggu, kita sering merasa tidak nyaman dan tegang.

3. Jarak Sosial
Jarak yang kita gunakan untuk berkomunikasi pada pertemuan bisnis dan interaksi sosial dengan tetangga, teman kuliah, dll.  

Jarak ini sekitar 210- 360 cm.Agar komunikasi berjalan efektif maka kuncinya ada pada kontak mata diantara orang yang berkomunikasi.

4. Jarak Publik
Pada jarak ini, seseorang bisa mengambil tindakan defensif bila terancam.  Jarak publik ini sekitar 360-450 cm. Jarak publik kita gunakan ketika berhadapan dengan orang yang tidak kita kenal dengan baik.


Lantas, apa yang memengaruhi komunikasi dengan bahasa ruang ini? 
Ada beberapa faktor seperti status sosial, kultur, konteks, masalah yang dibahas, usia, jenis kelamin dan evaluasi positif dan negatif. Contohnya nih, ketika seorang perempuan masuk dalam ruangan yang di dalamnya terdapat laki- laki dan perempuan yang tidak dikenalnya, maka perempuan tersebut pasti akan cenderung mendekati perempuan yang lain. 


Lalu, kenapa ketika marahan dengan pasangan kita cenderung menjauh? Hal ini terjadi karena ketika lagi marahan dengan pasangan, kita memberikan penilaian negatif terhadap dirinya, penilaian ini bisa karena situasi, sikap, perbuatan atau perkataannya. Sehingga kita memilih untuk menjauh agar merasa lebih nyaman. Maka, proksemika ini sangat erat kaitannya juga dengan kenyamanan fisik dan emosional.



See you on the next blogpost.







Thank you, 




Pelatihan Public Speaking Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret

16.1.22

Menutup 2021, saya berkesempatan untuk mengisi pelatihan secara offline. Kali ini saya kembali ke almamater saya di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pelatihan public speaking ini berlangsung selama dua jam dengan fokus materi mengenai teknik presentasi. Peserta yang hadir berasal dari lintas program studi di Fakultas Teknik. Sangat menyenangkan bertemu dengan mahasiswa yang memiliki antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan. Semoga bermanfaat ya..




See you on the next blogpost.







Thank you, 


Review Charming, Freshy, Jolly Shower Scrub Scarlett Whitening

6.1.22


Mengawali 2022 biasanya mood kita lagi bagus- bagusnya. Berusaha melupakan hal- hal tidak menyenangkan di tahun kemarin, sembari memompa harapan untuk tahun yang baru. Momen ini juga tepat banget untuk memperbaiki kulitas diri baik dari sisi rohani maupun jasmani.


Ngomongin soal jasmani, aktivitas membersihkan tubuh jadi ritual wajib setiap hari. Sebagian orang mungkin nganggepnya cuma formalitas, mandi ya mandi aja. Tapi hal itu nggak berlaku buat saya. Sejak dulu, mandi selalu jadi hal menyenangkan yang perlu dilakukan setelah rasa penat bekerja seharian. Nggak peduli capekmu kaya gimana, kalau habis berkegiatan ya wajib mandi. (Apalagi pas pandemi, sehari bisa 3- 4 kali mandi lho!)


Sejak remaja, saya udah tahu tuh mana aja produk yang wanginya tahan lama, dipake mandi bikin kulit jadi halus dan lembab, terus jadi makin pede tiap ketemu sama orang. Tapi ya, masih mengandalkan sabun batangan. Ya namanya abege gitu lho..  yang duitnya pas- pasan :D Setelah dewasa jadi beda ceritanya. Saya jadi bebas memilih produk terbaik apa yang bisa bikin saya seneng dan kasih hasil maksimal.


Setahun lebih saya selalu loyal sama produk Scarlett Whitening, baik itu body care maupun face carenya. Scarlett Whitening by Felicya Angelista ini punya banyak varian yang wanginya itu enak- enak banget. Dan mereka juga inovatif banget merilis varian baru. Kita sebagai konsumen jadi dimanjakan dengan pilihan produk dan varian wangi yang beragam


Setelah sebelumnya mencoba Shower Scrub Scarlett Whitening varian mango, pomegrante dan coffee, kali ini saya mencoba 3 varian shower scrub yang punya wangi enak banget. 


Tekstur Scarlett Whitening Shower Scrub


Scarlett Whitening Shower Scrub punya kemasan botol dengan tutup yang mudah untuk dibuka. Botolnya bening , jadi kita bisa lihat warna gel cerah yan ada di dalamnya. Setiap varian memiliki isi 300ml. Dikemasan tercetak nama varian, cara pemakaian, komposisi, juga informasi produk yang not tested animal dan tersertifikasi BPOM dan halal dari MUI.


Dengan label "scrub" mungkin kamau bakal berpikir kalau teksturnya kaya scrub dipasaran yang kasar kaya gula pasir atau ampas kopi. But, kamu salah! Shower Scrub Scarlett Whitening ini teksturnya gel , dengan sccub warna- warni yang lembut banget di kulit. Dan bisa dibilang nggak kerasa ketika digosokkan ke badan. Bagusnya adalah, dalam sekali pakai kamu bisa mendapatkan kulit yang kerasa bersih, seger, tanpa ada rasa lengket atau kering. Nggak masalah banget kalau dipakai setiap hari, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui.


Tiga varian shower scrub yang saya coba ini punya tekstur yang  sama tapi punya wangi yang berbeda- beda. Ketiganya mampu mengangkat kotoran di kulit secara optimal karena mengandung butiran scrub yang halus dan tidak menyebabkan iritasi. Selain itu juga mengembalikan kelembapan dan juga mencerahkan kulit.


Charming Brightening Shower Scrub



Kalau kamu sudah coba body lotion Scarlett Whitening varian Charming yang kemasannya warna pink itu, maka kamu bisa dapetin aroma body shower yang sama persis. Wanginya iconic ya, terinspirasi parfume Baccarat Rouge 540 Eau De yang so classy, memadukan Jasmine, Saffron, Cedar Wood dan Ambergris.  So, kamu harus pake body lotion dan shower scrubnya untuk wangi yang nampol seharian.


Freshy Brightening Shower Scrub




Dengan warna gel kuning segar, dan butiran scrub lembut warna merah dan biru di dalamnya, kamu pasi langsung jatuh cinta dengan perpaduan aroma Patchouli, Melon, English Pear dan Freesia mirip Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Seger, lembut dan ada aroma powdery bedak bayi.


Jolly Brightening Shower Scrub


Shower scrub Jolly membawa aroma vanila dengan top notes  buah- buahan segar di hidung saya. Kesannya nggak terlalu manis kaya Charming dan Freshy, tapi tetap memberi efek relaksasi di indra penciuman. Varian Jolly ini memadukan Coffee, Jasmine, Cedar Wood dan juga  Vanilla.



Buat saya jadi nggak aneh ya, kalau Scarlett Whitening jadi produk yang viral. Karena apa yang mereka berikan nggak cuma sekadar strategi marketing yang wow. Produknya berkualitas bagus, harga yang affordable, dan juga awet meski dipakai setiap hari. Satu botol shower scrub bahkan bisa sampe dua bulan kalo saya pakai, baru habis nggak bersisa.


Busanya juga lebay, dan ini justru bagus karena menjadi bukti kalau kandungan SLSnya rendah dan aman buat kulitmu yang sensitiffff.


Charming, Freshy dan Jolly ini punya tiga kandungan andalan yang bisa kasih efek nyata di kulitmu. Yakni Glutathione, Vitamin E dan Collagen. Apa aja sih fungsi masing- masing kandungan ini?


Glutathione

  • Membantu mencerahkan dan meratakan warna kulit
  • Mampu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit.
  • Memberikan perlindungan dari radikal bebas.
  • Kandungan anti-oksidannnya membuat kulit lebih kuat, sehat, dan terlihat lebih glowing.


Vitamin E

Udah nggak asing kan dengan manfaat Vitamin E? Yup bener banget, vitamin E mampu :

  • Mengurangi peradangan.
  • Membantu pembentukan kolagen
  • Meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit.
  • Mempercepat regenerasi kulit
  • Mencegah kerusakan kulit
  • Melindungi dari kanker kulit.


Collagen

Semakin bertambahnya usia, collagen di tubuh juga berkurang. Dan salah satu efeknya adalah munculnya penuaan kulit. Itu kenapa kita juga butuh Collagen di shower scrub Scarlett Whitening ini untuk memberi manfaat:

  • Meningkatkan elastisitas kulit
  • Meningkatkan kelembapan kulit
  • Memperlambat penuaan
  • Mengurangi kerutan


Shower scrub Charming, Freshy dan Jolly ini bukan hanya bikin mandimu tembah menyenangkan, tapi juga memberi manfaat buat kulit. Apalagi kalau kamu pakai setiap hari, plus menyempurnakan dengan produk Scarlett Whitening lainnya seperti Body Scrub dan Body Lotion.


Oiya, saya juga mereview produk Scarlett Whitening lainnya lho. Silakan baca tulisan di bawah ini ya :)


Baca Juga : Review Body Lotion Scarlett Whitening


Baca Juga : Scarlett Brightening Shower Scrub dan Body Scrub Coffee

Pelatihan Podcast Korporasi Untuk Bank Indonesia Solo

12.12.21



PELATIHAN PODCAST KORPORASI


Hampir 2 tahun, saya tidak bersedia memberikan pelatihan atau menjadi pembicara seminar offline. Bukannya sok- sokan, tapi saya cukup waspada akan penularan virus corona ketika berinteraksi dengan banyak orang. Ini adalah pertama kalinya saya siap mengambil tanggung jawab hadir di depan publik.


Dari pukul 09.00-21.00 WIB dengan total 7 jam pemberian materi, saya bersama Budi Pasadena memberikan pelatihan podcast untuk jajaran pejabat dan karyawan Bank Indonesia Solo. Materi yang dibahas sangat mendalam, mulai dari proses riset audiens, menentukan niche, teknik penulisan naskah, proses rekaman suara untuk podcast, teknik interview, editing audio, branding dan promosi podcast, serta praktik dan evaluasi setiap tugas yang dikumpulkan.


Saya sangat mengapresiasi komitmen Bank Indonesia Solo yang sangat menjaga protokol kesehatan. Semua tim SPEAKING.id dan peserta harus melakukan swab antigen H-1 acara. Sehingga semua yang hadir di acara yang diselenggarakan tanggal 27 November 2021 di Best Western Hotel Solo Baru ini, dinyatakan sehat. 


Secara pribadi saya juga menjaga komitmen untuk selalu memakai masker, bahkan selama memberikan materi. Saya juga menghindari makan bersama (buffet) dan memilih makan sendiri di dalam kamar hotel. Semata- mata sebagai wujud kehati- hatian.

Memberikan pelatihan podcast baik online maupun oflline terasa  menyenangkan, apalagi ketika melihat para peserta antuasias untuk praktik merekam suara di kamar disela jadwal istirahat mereka, tidak terkecuali para pejabat di lingkungan Bank Indonesia Solo.


Semoga teori dan praktik membuat podcast yang kami berikan bisa mendukung konten digital Bank Indonesia Solo lainnya. Tidak sabar mendengarkan Naik Bis Solo (Podcast Bank Indonesia Solo ) episode- episode selanjutnya.


PELATIHAN PODCAST PERUSAHAAN


PELATIHAN PODCAST PERUSAHAAN PEMERINTAH
PELATIHAN PODCAST PERUSAHAAN SWASTA


PELATIHAN PODCAST VIDEO DAN AUDIO

KELAS PODCAST INSTANSI

PELATIHAN PODCAST INTERVIEW

PELATIHAN PODCAST BANK INDONESIA

PELATIHAN PODCAST KORPORASI


PELATIHAN PODCAST KORPORASI


See you on the next blogpost.







Thank you, 



Auto Post Signature