Dikotomi Kendali, Biar Nggak Gampang Baperan

14.1.20


Mau update foto di instagram tapi takut dikira pamer. Mau mengajukan diri jadi sebagai ketua panitia, tapi nanti dikira temen-temen kita sok-sokan.

Sering memikirkan hal ini? Atau sekarang sedang mengalaminya? Mungkin selama ini kita sibuk dengan persepsi diri kita sendiri. Berusaha menginterpretasikan suatu peristiwa dengan sembarangan. Hasilnya, kita menjadi resah, tertekan, merasa lemah dan tidak aman.

Saya teringat sebuah peristiwa. Saat itu saya sedang berulang tahun ke-17. Seperti kebanyakan gadis remaja, bagi saya ulang tahun ke 17 adalah sesuatu yang saya nantikan. Saya berharap mendapatkan kado sebuah boneka beruang atau mungkin buket bunga dari pacar saya kala itu. Tapi yang terjadi, betapa kaget dan kecewanya ketika akhirnya saya mendapatkan sebuah gelas plastik yang dibungkus dengan tes kresek warna hitam. Itulah hadiah yang saya terima. Saya merasa tidak bahagia.
Tapi bagi pacar saya itu adalah hal luar biasa. Seumur hidupnya dia belum pernah sekalipun memberi hadiah pada perempuan.

Dari hal yang kelihatannya begitu sepele, nyatanya kita tidak bisa menggantungkan kebahagiaan terhadap hal-hal yang ada diluar kendali kita. Di dunia ini banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan. Termasuk persepsi dan perasaan orang lain.


Dikotomi Kendali


Sebuah prinsip yang menarik dari buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring, Dikotomi Kendali. Dari buku ini saya belajar memahami bahwa semua hal dalam hidup di dunia ini terbagi menjadi 2, yaitu hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan

Hal-hal yang tidak bisa dikendalikan seperti misalnya bencana, cuaca, kemacetan lalu lintas, persepsi orang lain bahkan perasaan pasangan hidup kita sendiri yang sudah kita kenal belasan tahun lamanya. Pernah mungkin kita mengalami akan pergi ke pesta, sudah berdandan rapi, mobil bersih dan tiba-tiba turun hujan. Padahal ketika mengecek aplikasi BMKG diprediksi hujan tidak turun. Lalu kita bisa apa? Marah pada Malaikat Mikail?

Meski demikian, kita masih punya hal-hal yang dapat kita kendalikan. Contohnya seperti persepsi diri sendiri, perasaan diri sendiri, pada dasarnya adalah semua hal yang kita bisa kendalikan dari dalam diri sendiri. 

Saya, perempuan dengan tubuh mungil dengan tinggi 150 cm. Ada suatu masa merasa kurang percaya diri ketika tampil sebagai MC di depan audience. Saya mengkhawatirkan bagaimana penilaian orang lain terhadap fisik saya yang kurang mumpuni.

Hingga suatu titik saya memahami bahwa, saya tidak bisa berbuat banyak dengan tubuh mungil ini. Tidak mungkin melakukan operasi. Saya berusaha mengendalikan dengan memperbaiki penampilan. Memakai highheels,baju dengan garis- garis vertikal, atau memperbaiki body language agar tampak ilusi lebih tinggi, percaya diri dan profesional. Itu yang coba saya lakukan Perkara nanti audience memiliki persepsi lain, saya tidak ambil pusing.

Di sinilah saya rasa sudah berhasil mengatasi insecurity dalam diri. Perasaan lemah dan takut yang semula saya rasakan, dapat dikendalikan.

Jangan Pasrah


Meski banyak hal yang tidak dapat kita kendalikan, tapi kita tidak boleh pasrah. Kita masih dapat mengendalikan sebagian. Ketika mengikuti kompetisi blog misalnya, kita bisa mengendalikan diri kita dengan menulis dengan baik, melakukan riset mendalam, membuat variasi konten seperti video dan infografis sehingga tulisan kita mampu menyajikan informasi dengan detail. Meski penilaian dari juri dan kemenangan adalah hal yang tidak dapat kita kendalikan. Tapi paling tidak kita sudah berusaha semaksimal mungkin.

Kembali dengan dikotomi kendali. Prinsip ini menekankan bahwa kita hanya perlu fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan, untuk bisa bahagia. Ketika hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan terjadi, maka tugas kita untuk mencoba berpikir positif dari hal tersebut. Kesannya klise, namun pemikiran itulah yang membuat kita tidak terlalu perfeksionis, tidak setres dan tentu saja tidak baperan.

Saya mengajak rekan saya Bella Zadithya, seorang Social Media Strategist untuk bercerita bagaimana ia mengendalikan insecurity yang pernah ia rasakan.

Seperti biasa, kamu bisa mendengarkannya di podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza di episode Dealing with Insecurity


See you on the next blogpost.






Thank you, 


Your Brand = Your Image + Your Mission + Your Values + Your Vision

PRAKTISI KOMUNIKASI
foto oleh Ranny Afandi
Apakah personal branding sekedar pamer skill?

Banyak yang mungkin mengambil kesimpulan bahwa branding adalah aktivitas promosi kelebihan yang dimiliki seseorang. Tidak ubahnya seperti sebuah barang yang hanya dinilai dari segi utilitas atau kebermanfaatannya saja. Apakah memang sesederhana itu?

Jika menggunakan analogi sebuah produk, ketika wanita lebih memilih membeli tas channel seharga ratusan juta rupiah daripada tas merek lokal seharga ratusan ribu rupiah, apa sebenarnya yang dicari oleh konsumen? Apakah hanya sekedar fungsi tas dalam membawa barang? Atau ada hal lainnya? Temukan alasan mengapa perempuan rela membeli tas ratusan juta di sini


You are your own brand


Diri kita tidak hanya sekedar "thing". Setiap orang begitu unik, berbeda antara satu dengan lainnya. Jika seseorang lebih sukses dibandingkan dengan yang lain, berarti ada hal-hal dalam dirinya yang lebih unggul. 

Nilai unggul ini yang belum disadari banyak orang. Maka, ketika memutuskan untuk membangun merek sendiri, maka saatnya untuk memadukan berbagai elemen diri untuk mencapai suatu visi kesuksesan. Sukses ini beragam bentuknya, bisa penghargaan, kesempatan, manfaat, materi, relasi, kekuasaan dan lain sebagainya.

Your Brand = Your Image + Your Mission + Your Values + Your Vision


Lantas bagaimana menggambarkan sebuah personal branding? Personal branding dibangun dengan pondasi image atau citra diri. Pahami dulu konsep diri kita, siapa diri kita, potensi yang kita miliki, passion dan temukan hal unik yang berbeda dari orang kebanyakan (selling unique propotition).

Mission. Ketika membangun branding, tidak cukup hanya dengan bekerja, bergabung di komunitas, atau update portofolio di instagram. Namun, buatlah sebuah misi, atau rangkaian aktivitas yang digunakan untuk membentuk merek diri. Contohnya, jika ingin dikenal sebagai penyanyi seriosa muda, selain rajin berlatih, cobalah untuk sering mengikuti kompetisi, bersosialisasi sesama penyanyi, dan rajin mangupload video dokumentasi aktivitas menyanyi. Buat orang lain mengenal siapa diri kita dengan lebih baik. Misi= langkah-langkah dalam mencapai visi.

Value, nilai yang diyakini seseorang. Keunikan seseorang bukan hanya dari skill, tapi juga value hidupnya. Value yang menjadi penjaga, pengawas dalam bertindak profesional.  Inilah yang membuat seseorang sesuai jalurnya. Memahami mana yang baik dan buruk, mana yang harus diprioritaskan mana yang harus ditinggalkan. Jika nilai ini selalu dipegang, ia akan memiliki integritas dalam mencapai visinya.

Strategi branding tidak akan dapat kita evaluasi jika sedari awal kita tidak menetapkan visi atau tujuan. Maka, ketika memutuskan membangun merek sendiri, maka tentukan di awal apa ujungnya, apa goals yang ingin dicapai. Buat target-target yang reliable sehingga branding tidak sekedar omong kosong belaka.

Sama seperti membangun sebuah produk, tentu perlu riset yang mendalam hingga akhirnya produk itu siap dipasarkan. Begitu pula dengan personal branding. 

Temukan image seperti apa yang ingin kita bangun, tentukan strategi untuk mengoptimalkannya, jadi diri sendiri dan pegang teguh nilai yang diyakini, konsisten hingga mencapai tujuan yang diharapkan.

Baca Juga : Personal Branding Bukan Narsis


Dengarkan Podcast : Mengapa Perlu Membangun Personal Branding



***
PEMBICARA PUBLIC SPEAKING

Minggu, 12 Januari 2020 saya berkesempatan menjadi pembicara dalam acara bertajuk Event Collaboration Marketing Yourself : Developing Your Personal Brand yang diadakan Kumpulan Emak Blogger Solo (KEB). Dengan semangat women empowerment, KEB menggandeng SPEAKING.id , sebuah ruang belajar public speaking yang saya dirikan sejak awal 2019. Di acara yang sama, juga menghadirkan brand manager Ro.Na, brand fashion muslimah Indonesia, yang memberikan materi bagaimana membangun personal style untuk menguatkan citra diri.

KUMPULAN EMAK BLOGGER

SARA NEYRHIZA

foto oleh Ety Abdoel


See you on the next blogpost.






Thank you, 


Aroma Tubuh, Bahasa Nonverbal Master of Ceremony (MC)

10.1.20
REVIEW VITALIST BODY WASH

Ingin sebuah event sukses dan berjalan lancar? Berarti butuh master of ceremony alias MC. Tanpa MC sebuah acara akan menjadi tidak teratur. Bisa aja sih sie acara atau ketua panitia merangkap sebagai MC sekaligus, tapi jangan heran kalo acara jadi amburadul karena beban pekerjaan terlalu banyak. Jadi sebuah event memang membutuhkan orang yang khusus bertanggungjawab terhadap jalannya acara dari mulai hingga selesai.

Sudah lebih dari 10 tahun, MC menjadi salah satu freelance job saya. Umumnya, saya mengambil tema-tema yang tidak jauh dari dunia edukasi, bisnis dan komunitas. Sekian lama berkecimpung di aktivitas public speaking ini, ternyata menjadi MC tidak hanya membutuhkan kecakapan dalam berbicara. Selain berkomunikasi secara verbal, master of ceremony juga dituntut mampu membawa diri dengan baik, yakni melakukan komunikasi nonverbal bahkan sejak pertama kali berdiri di hadapan audience suatu event.

Biasanya dalam berkomunikasi nonverbal, seseorang akan fokus bagaimana mengendalikan bahasa tubuhnya (body languange) seperti postur, gestur, voice dan eye contact. Padahal sebenarnya ada detail- detail lain yang juga tidak kalah penting. Salah satunya adalah pakaian yang dikenakan dan aroma tubuh.

Personal Style Seorang Master of Ceremony


Jika berbicara mengenai gaya seseorang tentu akan berkaitan dengan evolusi gaya hidupnya. Pengalaman, interaksi maupun referensi seseorang akan mendasari bagaimana ia memilih gaya tertentu untuk dirinya. Termasuk juga bagaimana penerimaan terhadap tubuh yang dimiliki (self love).

Ketika seorang master of ceremony harus berbicara di hadapan banyak orang, first impression dari audience tidak melulu berasal dari stimulus bahasa tubuh. Tetapi  juga gaya berbusana dan riasan wajah. Maka menjadi penting bagi para public speaker menemukan personal stylenya agar ketika berinteraksi dengan orang lain dia dapat mempresentasikan dirinya dengan baik dan penuh percaya diri.

Ada beberapa gaya yang umumnya mewakili penampilan seseorang seperti 

1. Natural / Relaxed ✔️
2. Classic / Traditional ✔️
3. Artistic / Creative ✔️
4. Dramatic / Edgy ✔️
5. Romantic / Feminine ✔️
6. Alluring / Sexy ✔️

Pilihan gaya dipengaruhi bagaimana seseorang  menggambarkan gaya  dan apa yang penting dalam hal berpakaian bagi dirinya. Termasuk sifat kepribadian serta tujuan dalam memilih gaya tersebut.

Saya adalah pemilik gaya natural casual. Memilih potongan pakaian yang sederhana, minim detail dan motif, menggunakan bahan menyerap keringat seperti katun dan denim, dan bermain dalam colorblock. Berbeda saat menjadi MC, pilihan warna pakaian yang saya kenakan akan lebih fleksibel, tergantung dengan color identity acara atau perusahaan yang menghire. Dengan gaya demikian, saya merasa lebih santai, playfull, energic dan bebas berkeringat tanpa takut bau ketek.


Selalu Wangi Bikin Percaya Diri


Selain mempresentasikan secara visual melalui pakaian yang dikenakan serta membawa personal style yang kita banget, percaya diri menjadi aset utama seorang master of ceremony. Apa gunanya pintar bicara, apa fungsinya wajah cantik dan berpakaian bagus, kalau sebagai MC kita tidak memiliki percaya diri menunjukkan diri kita di hadapan banyak orang.

Percaya diri bukanlah suatu bakat, tetapi mental yang harus dipersiapkan dan dilatih. Jika memakai pakaian yang sesuai kepribadian adalah hal penting, maka merawat tubuh agar sehat dan segar adalah kunci utama tampil percaya diri. 

Sebelum berangkat bekerja sebagai MC saya harus pastikan dulu tubuh saya bersih dan segar. Badan yang bersih membuat pikiran saya lebih jernih, dan ringan dalam membawa diri. Itu mengapa urusan memilih body wash bukan hal sepele buat saya. Bersih aja belum cukup, tapi juga mampu meninggalkan keharuman yang lebih lama di tubuh. Seperti Vitalis Body Wash.

Sebelumnya, saya mengenal Vitalis sebagai merek parfum. Saya sempat bertahun-tahun memakai Vitalis Blosssom dengan kemasan warna pink dan setia tersimpan di tas saya setiap hari. Feminim, glamor, mewah dan tahan lama.

Dengan rekam pengalaman sebelumnya, maka bukan hal yang mengagetkan buat saya kalau Vitalis Body Wash ini memberikan sensasi #MandiParfum. Ketika pertama kali menemukan di supermarket, saya terlebih dahulu melakukan tes terhadap wanginya. Saya berharap dengan hanya memakai body wash saat mandi, bisa secara instan memberikan wangi di tubuh saya seolah-olah sudah memakai parfum.

Dan hasilnya, sabun kecantikan ini berhasil membuat kesan elegan dan feminim yang kuat. Pemilihan aroma wewangian dari Vitalis body wash juga tidak pasaran, karena dilakukan riset terlebih dahulu mengenai olfactive (aroma karakter) yang disesuaikan dengan pasar Indonesia.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash dikemas dengan botol reguler yang elegan, seolah menampilkan siluet tubuh wanita yang menawan. Hadir dengan tiga pilihan wewangian White Glow (vitalis warna pink), Fresh Dazzle (vitalis warna hijau) dan Soft Beauty (vitalis warna ungu)

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty Kesukaan Saya


Saya akan ajak kamu untuk berkenalan dengan tiga variasi keharuman dari Vitalis Body Wash yang sudah saya pakai untuk mandi setiap hari. White Glow, vitalis dengan kemasan warna pink memiliki top notes wangi buah  Cherry dan Raspberry, sedangkan middle notesnya adalah Marshmallow dan Gardenia yang memberikan kesan manis dan feminim. Jika kamu usapkan ke seluruh tubuh saat mandi, kita akan mencium bootom notes aroma Woody dan Suede yang memberikan sensasi aroma glamor.


Teksturnya sama seperti sabun cair kebanyakan, dan berwarna putih susu karena di dalamnya terdapat ekstrak Milk dan Licorice. Selain wanginya yang tahan lama, White Glow memberikan sensasi bersih, segar dan busa yang melimpah. Jika rutin memakainya, varian ini juga diklam membuat kulit nampak bercahaya.


Vitalis warna hijau adalah varian kedua yang saya coba. Pertama mencium wanginya, langsung bisa terasa kesegaran jeruk di dalamnya. Pantas saja, rupanya varian Fresh Dazzle  ini mengandung ekstrak Yuzu Orange danTeh Hijau yang kaya anti oksidan. Jika kamu adalah penyuka wewangian buah, Fresh Dazzle memberikan top notes wangi jeruk Bergamot dan Floral Bouquet. Semakin lama menggunakannya, bottom notes Musk Amber  akan menempel lebih lama  pada tubuh.


Nah, yang ketiga ini adalah yang paling saya suka. Soft Beauty, vitalis warna ungu. Saya yang mengalami kulit kering, merasa terbantu ketika menggunakan varian Soft Beauty ini.  Soft Beauty mampu membuat kulit saya terasa lembab bahkan setelah mandi dengan air panas sekalipun. Tidak sembarangan, karena di dalamnya ternyata diperkaya dengan Vitamin E dari ekstrak Avocado yang ampuh melembutkan kulit. Wanginya terasa menyenangkan dengan kesan femenim yang kuat dengan notes Rosedan Violet dan diakhiri dengan manisnya Tonka Bean dan Sandalwood alias cendana.

Mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash dengan aroma parfum yang mewah membuat saat me time membersihkan diri di kamar mandi menjadi menyenangkan. Bukan hanya badan jadi bersih dengan kulit yang lembut dan lembab, namun juga mampu menjernihkan pikiran dan memotivasi untuk tampil lebih percaya diri terlebih saat saya akan tampil sebagai master of ceremony.

Saya yakin kamu bisa segera mencobanya, karena Vitalis body wash dapat ditemukan diberbagai minimarket seperti alfamart, indomart, maipun retail besar seperti hypermart, transmart, dll dengan harga mulai dari Rp 16.000,- untuk kemasan botol 200ml dan Rp 27.000,- untuk kemasan refill 450ml.

See you on the next blogpost.






Thank you, 

Bagaimana Merawat Toleransi di Indonesia

9.1.20
SARA NEYRHIZA PRAKTISI KOMUNIKASI

Sudah tolerankah kita?
Toleransi itu sejak dalam pikiran. Menghormati, menghargai dan sengaja tidak mengganggu orang lain/ kelompok yang memiliki pandangan dan pilihan yang berbeda. Bisa perbedaan agama, kepercayaan, budaya, adat istiadat, cara beribadah, politik, kondisi fisik bahkan dalam pilihan yang kelihatannya sepele, seperti pilihan club bola, idol grup Korea, atau kamu suka bubur diaduk saya suka bubur gak diaduk krupuk dimakan terakhir. 

Merawat toleransi dari mana?

Dari berpikir kritis, berpikiran terbuka dan sering berinteraksi dengan keberagaman itu sendiri.
Kalau boleh mengutip dari Sabang Merauke bahwa “toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.”

***

SABANG MERAUKE

Rabu, 8 Januari 2020, saya berkesempatan sebagai moderator "Keliling Indonesia, Merawat Toleransi" Antero- Science Discussion bersama Sabang Merauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali), Kok Bisa? Channel Edukasi Terbesar seAsia Tenggara, didukung oleh Uni Eropa dan United Nation Development Program (UNDP) Indonesia.
Pembicara yang dihadirkan adalah Reynold Hamdani, Managing Director Sabang Merauke, Barajiwa A. Sentausa, Editor Kita Bisa, dan Dewi Candraningrum, Pembinana Yayasan Kembang Gula.

See you on the next blogpost.






Thank you, 

Tips Menjadi Narasumber Talkshow di Radio

SARA NEYRHIZA

Banyak orang mendapatkan kesempatan utuk diundang sebagai narasumber sebuah talkshow di radio. Talkshow radio sendiri merupakan program radio yang membahas suatu topik tertentu antar 2 orang (1 host dan 1 narasumber) atau lebih dengan durasi tertentu.

Talkshow radio  bisa jadi adalah program reguler  radio, namun bisa juga accidental program karena adanya kesepakatan antara radio dengan pihak tertentu untuk mengadakan suatu talkshow. Hal ini biasanya berkaitan dengan promosi event, atau produk suatu perusahan.

Persiapan Menjadi Narasumber Talkshow di Radio

Jika kamu mendapatkan undangan atau akan melakukan talkshow di radio, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Terlebih untuk kamu yang baru pertama kali melakukan aktivitas ini.

Sebelum Hari H


1. Persiapkan materi yang akan dibahas

Penting bagi narasumber untuk menguasai materi yang akan dibahas pada talkshow radio. Tidak ada salahnya untuk menyiapkan materi tertulis, yang nantinya dapat dibawa saat talkshow berlangsung. Jika dibutuhkan, narasumber dapat memberikan naskah materi dan beberapa highlight pertanyaan kepada pihak radio agar dapat dipelajari lebih dahulu oleh penyiar radio yang nantinya akan bertugas. Sehingga baik narasumber maupu host memiliki cukup pemahaman mengenai topik yang akan dibicarakan.


2. Pastikan detal hari, tanggal, jam serta durasi talkshow

Program di radio sudah diatur sedemikian rupa., maka sebagai tamu narasumber harus tepat jadwal ketika hadir di studio. Termasuk durasi talkshow tersebut. Sehingga obrolan atau diskusi yang dilakukan bisa tepat dan tidak bertele-tele.

3. Gunakan pakaian yang sopan sesuai dengan identitas radio

Sebuah radio memiliki identitas dan karakteristik masing-masing. Maka penting bagi narasumber untuk memastikan pakaian yang dikenakan sesuai dengan identitas radio tersebut. Misalnya, ketika diundang disebuah radio dakwah, meskipun topik pembahasan bukan mengenai dakwah dan keislaman, namun penting untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan kesopanan.

4. Datang 15-30 lebih awal

Agar dapat mempersiapkan materi dan mental dengan baik, narsumber jangan sampai datang terlambat. Karena sebelum program talkshow radio di mulai, biasanya host akan mengobrol sebentar dengan narasumber hanya untuk sekedar berkenalan, memastikan topik dan materi bahasan dan juga mempersiapkan kelengkapan alat seperti headphone dan microphone serta posisi duduk yang nyaman.

Empat hal di atas, adalah yang sebaiknya dipersipakan sebelum hari dilaksanakan talkshow di radio. Di bawah ini adalah hal-hal lain yang perlu dipersiapakan atau ditanyakan terlebih dahulu kepada host/announcer atau program director sebelum talkshow berlangsung. 

Baja Juga : Penyiar Era Digital, Bisa Siaran Aja Nggak Cukup


Saat Hari H


1. Memastikan durasi acara

Selain memastikan durasi acara, perlu ditanyakan juga jumlah segmen dalam program talkshow yang akan dilaksanakan. Sehingga sebagai narasumber kita akan menyiapkan poin-poin mana saja yang akan disampaikan pada masing-masing segmen.


2. Nama penyiar dan call listener

Agar obrolan terlihat natural, maka kita perlu menanyakan nama penyiar dan panggilan pendengar radio (call listener). Panggilan pendengar ini beragam dan berbeda-beda di tiap radio, seperti misalnya jaka dara, dimas diajeng, sahabat kita, sobat muslim, kawula muda, dan lain sebagainya.

3. Meminta izin jika ingin menkomunetasikan talkshow

Jika ingin mengambil gambar atau video selama talkshow berlangsung, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu. Agar sebagai narasumber dapat berlaku sesuai peraturan yang ada.

4. Matikan atau senyapkan handphone selama talkshor berlangsung

Agar tidak menggangu jalannya talkshow, maka matikan atau mensilent nada dering pada handphone. Microphone di ruang siaran cukup peka dalam menangkap suara, termasuk bunyi notifikasi dari handphone kita.


5. Hanya minum saat break atau jeda iklan

Biasanya sebagai tamu akan disuguhkan minuman/ makanan. Agar tidak menggangu jalnnya talkshow, lebih baik minum dan makan hanya pada saat break saja, bukan saat open mic. Pastikan juga tidak meninggalkan sampah di dalam studio siaran.

6. Hindari menyebutkan nama-nama brand lain

Terkadang dalam sebuah obrolan antara announcer dan narasumber karena saking asyiknya, kita keceplosan atau tidak sengaja menyebut nama brand. Hal ini sebaiknya dihindari, terutama bila merek tersebut bukanlah partner kerjasama atau sponsor dari produk atau event yang akan kita laksanakan. Hal ini mengingat radio adalah sebuah media massa, maka segala bentuk penyebutan merek merupakan bentuk iklan.


Demikian beberapa tips dan hal-hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan talkshow di radio. Karena radio bersifat auditif maka sebaiknya saat menjadi narasumber talkshow radio, kita berbicara dengan santai dan jangan terlalu cepat. Agar informasi yang narsumber sampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pendengar.

Baca Juga : Menjadi Penyiar Radio yang Baik dan Handal


***
RADIO DAKWAH SYARIAH SOLO

Minggu, 5 Januari 2020 saya bersama Fajrina Addien melakukan talkshow di Radio Dakwah Syariah Solo. Dalam talkshow radio  berdurasi 90 menit ini, kami berdua mengangkat topik "Present Your Best Self" Menemukan Unique Value dari Dalam Diri. Di program yang sama, kami juga melakukan promosi untuk acara workshop yang akan kami lakukan pada 18 Januari 2020.



See you on the next blogpost.






Thank you, 


Auto Post Signature