Mempersiapkan Diri Untuk Kehidupan New Normal

25.5.20
SARA NEYRHIZA

Jam tepat menunjukkan pukul 04.00. Saya membuka mata, keluar kamar, menuju meja kerja. Saya buka kalender, lupa ini tanggal berapa.
Waktu begitu cepat berlalu. Tujuh puluh hari sudah saya masih setia di rumah aja. Bulan puasa yang baru saja usai seolah menjadi saat "perpeloncoan" buat kita. Bener- bener berusaha untuk menahan hawa nafsu. Bukan cuma menahan diri dari lapar dan haus, tapi juga menahan diri untuk nggak banyak ngeluh, lebih fokus  terhadap prioritas dan mempersiapkan diri menuju kehidupan new normal.

Apa Arti New Normal?


Pada tahun 2008 istilah new normal mulai digunakan untuk mendefinisikan kondisi dunia di bidang ekonomi dan bisnis pasca krisis finansial global. Setelah itu, istilah new normal digunakan dalam berbagai konteks lain yang memiliki arti bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal telah menjadi biasa.

Masyarakat yang melakukan self quarantine akibat pandemi Covid-19, mulai banyak melakukan perubahan dalam gaya hidupnya. Beberapa negara di dunia seperti Korea dan Vietnam, sudah mulai menjalani kehidupan new normal mereka. Presiden Jokowi juga memberikan himbauan beberapa waktu lalu, bahwa kita harus berdamai dengan virus corona. Selama belum ditemukan vaksin yang teruji pada virus ini, suka nggak suka, mau nggak mau, kita harus melanjutkan hidup.

Kehidupan baru inilah yang harus dipersiapkan baik- baik. Sebagai makhluk yang paling adaptif, manusia akan senantiasa mencari solusi dalam keadaan sempit. Dan Covid-19 ini menjadi salah satu variabel yang tidak terprediksi sampai beberapa bulan ke depan. So, penting banget untuk bersiap diri menghadapi masa depan yang belum pasti.

Mempersipakan Diri Untuk New Normal


Lalu, apa saja daftar persiapan yang harus kita lakukan supaya bisa moving on dan terus produktif? Nah, inilah beberapa hal yang sebaiknya masuk dalam daftar prioritas untuk menuju kehidupan new normal kita.

1. Kesehatan adalah Investasi Penting

SARA NEYRHIZA

Kita nggak bakal bisa ngapa- ngapain deh kalau sakit. Jika selama ini masih abai dengan kesehatan, maka harus setting ulang prioritas di sini. Kurangi begadang, asupan junk food, rokok dan semua makanan minuman yang nggak berfaedah. Lebih rajin masak di rumah, menambah asupan buah dan sayur dan berolahraga.

Perbaiki juga gaya hidup. Kalau dulu rasanya aneh pake masker ketika beraktivitas di luar rumah, sekarang bakal jadi hal yang lumrah. Masker, hand sanitizer dan cuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan baik yang tidak boleh ditinggalkan. 

Protokol kesehatan ini sudah diterapkan di berbagai aktivitas dan ruang. Baik di kantor, tempat ibadah, sekolah dan kampus, pusat berbelanjaan dan tentu saja rumah sakit.

Nantinya, mungkin kita juga akan lebih hati- hati ketika berjabat tangan dan cipika cipiki dengan orang lain. Bukan bersikap paranoid, tapi kesadaran akan penyebaran virus dan penyakit akan lebih baik dari sebelumnya.

2. Mengatur Rencana Kerja


Buat pekerja kantoran maupun wirausaha, harus sudah mulai menyiapkan ulang rencana kerja untuk beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Kebiasan baru melakukan virtual meeting rasanya bisa diadaptasi berkelanjutan untuk efisiensi waktu dan tenaga. Nantinya akan lebih banyak ruang- ruang diskusi online yang bisa diikuti untuk menambah pengetahuan.

Selain menerapkan protokol kesehatan, tempat kerja juga harus mampu mengembalikan produktivitas kerja para karyawannya. Tidak bisa dipungkiri, beberapa bulan work from home mampu mengubah pola hidup. Yang biasanya bangun pagi berdandan rapi, kini jadi lebih fleksibel. Maka, ketika nanti kembali efektif ngantor, para karyawan akan kembali beradaptasi dengan kebiasaan sebelum pandemi plus tantangan menjaga kesehatan mereka.

Baca Juga : Apa Kelebihan dan Kekurangan Work From Home

Jika selama ini hanya fokus pada satu pekerjaan, new normal juga memaksa kita untuk memikirkan alternatif sumber penghasilan. Jika penghasilan utama terganggu, maka penghasilan dari pekerjaan yang lain dapat menutupi kebutuhan. Pada akhirnya tidak ada pekerjaan yang 100% mapan. Kita harus bergerak dan kreatif menjemput berbagai peluang yang ada.

3. Tabungan dan Dana Darurat


Orang yang beruntung dalam masa pandemi Covid-19 adalah mereka yang menabung, menyiapkan dana darurat dan melakukan investasi. Setiap orang pasti terdampak, tetapi kesiapan finansial ini menjadi pondasi untuk menjalani hidup dengan normal. 

Pandemi terbukti membuat beberapa perusahaan melakukan pemotongan upah kerja, mem-PHK karyawan, banyak pedagang yang berhenti berjualan, hingga ketidaksanggupan membayar cicilan.

Ketika Ramadan kemarin saya menyimak IG Live #DiRumahAjaBarengFWD  yang menghadirkan Aidil Akbar seorang financial expert dan dipandu oleh Dono Pradana (Kumparan) yang membahas bagaimana cara mengelola keuangan yang baik di tengah pandemi Covid-19.

KOLABORASI BERBAGAI FWD


Di rumah aja bareng FWD melalui instagram yang berlangsung selama 2 jam ini seru banget. Obrolan keuangan terasa ringan, tapi nggak mengurangi kualitas materi yang dipaparkan. Dari acara ini saya mendapat banyak inspirasi seputar mengatur keuangan untuk menghadapi new normal ini, seperti :

- Mengatur anggaran belanja dengan baik. Catat semua uang masuk dan keluar✔️
- Membedakan kebutuhan dengan keinginan✔️
- Kelola hutang dengan bijaksana. Pastikan jumlah cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan kita✔️
- Pentingnya menyiapkan dana darurat sekitar 3- 6 kali gaji bulanan✔️
- Prioritaskan tabungan, investasi dan asuransi✔️

Setelah nonton IG Live berbagi bareng FWD ini saya mulai menata ulang keuangan. Terutama soal mengatur uang masuk dan keluar secara lebih bijaksana.

4. Menjaga Kesehatan Mental

MENJAGA KESEHATAN MENTAL

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. 

Jaga kesehatan fisik penting, maka menjaga kesehatan mental tidak kalah penting. Siapa sih yang nggak stres menghadapi Covid-19 ini? Ngerasa kan kalau tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah dibanding biasanya. Ruang gerak terbatas, minim sosialisasi tatap muka.

Bayangkan hal ini terjadi berbulan- bulan lagi? 

Maka, penting juga untuk tetap menjaga diri kita tetap waras. Nggak heran, banyak orang memulai kembali hobinya. Ada yang masak, urban farming, menggambar, karaokean, nonton drama Korea, apapun yang bikin hati bahagia.

Masukkan juga aktivitas olahraga dan meditasi untuk penyegaran pikiran. Dan pastinya tidak ketinggalan untuk berdoa pada Tuhan untuk segala kemudahan.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Mental


5. Berkolaborasi Untuk Kebaikan


Nggak bertatap muka, bukan berarti nggak bisa kerja sama. New normal ini membuat kita semakin nggak bisa lepas dari teknologi. Internet adalah solusi terbaik untuk tetap menjaga komunikasi. Saat di rumah aja saya bisa kolaborasi podcast dengan teman- teman tanpa bertemu. Dan ternyata tetap nyaman dan berjalan dengan baik.

Kolaborasi bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga berbagi kebaikan. Wabah virus corona ternyata berdampak bagi banyak keluarga. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan pangan saja banyak yang kesusahan. Menurut data FWD Life, di Indonesia ada lebih dari 4.500 anak di lebih dari 2.400 keluarga yang tersebar di 10 lokasi berbeda yang terkena dampak pandemi ini. Orang tua tidak bekerja, tidak ada penghasilan untuk membeli makan.

Kondisi ini direspon dengan baik oleh FWD Life yakni perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia yang menyediakan perlindungan jiwa, kesehatan, investasi dan kecelakaan. Kolaborasi FWD Life bersama SOS Children’s Village ini sekaligus mengajak kita bersama untuk turut berdonasi. Kolaborasi untuk berbagi bisa dilakukan melalui platform Kita Bisa dengan klik alamat ini www.kitabisa.com/berbagibarengFWD 


Melihat daftar prioritas di atas, rasanya perencanaan adalah hal yang penting. Kita nggak bisa cuma berpikir hidup untuk diri sendiri, dan hidup untuk hari ini saja. Dengan berpikir ke depan, kita akan lebih adaptif dalam menghadapi tantangan.

Apakah kita mampu menjalani kehidupan new normal ini? Asal kita mau berusaha dan bergandengan tangan bersama, tentu saja, BISA!


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Berani Bicara di Depan Umum, Apa yang Harus Dipersiapkan?

20.5.20


Public speaking atau berbicara di depan umum, bukan hal yang asing, kan ?
Kita sudah terbiasa melakukannya bahkan sejak kecil, misalnya ketika memperkenalkan diri di depan kelas saat tahun ajaran baru. Public speaking adalah aktivitas komunikasi. Artinya ada proses mentransfer pesan (verbal dan non verbal) di hadapan orang banyak.

Buat mahasiswa, public speaking itu sangat PENTING. 

Ketika public speaking diterapkan dengan baik, banyak keuntungan yang didapat

1. Perhatian dari dosen karena performa di kelas lebih baik dari teman lainnya. Nilai jadi bagus
2. Mendapatkan kepercayaan dari anggota organisasi. Dipercaya menjadi pengurus atau mendapat amanah memimpin proyek
3. Ketika KKN dan magang bisa lebih mudah bersosialisasi dan menyalurkan ide ke orang lain.
4. Mampu mempresentasikan kemampuan diri dengan baik saat ujian pendadaran, bahkan wawancara kerja

Buat masyarakat secara umum yang bekerja dan terlibat dalam kehidupan sosial (kantor, organisasi, komunitas) public speaking juga tidak kalah penting.


Tapi ternyata, nggak semua orang berani tampil di depan umum. Ada yang merasa grogi, cemas, khawatir, bahkan ada beberapa orang menderita Glossophobia  atau fobia public speaking.

Selengkapnya tentang Glossophobia bisa didengarkan di podcast ini



Baca Juga : Apa itu Glossophobia


Takut terlihat buruk di depan audiens, takut dikira sok pede, sok tahu, dan semua pikiran negatif lainnya itu sebenarnya adalah TOXIC, yang menghambat kita maju, yang mengubur kepercayaan diri.

Kita nggak bisa menyenangkan semua orang. Karena nggak ada yang sempurna. Bahkan sekelas Steve Jobs, Guy Kawasaki, Tung Desem Waringin, Merry Riana, Najwa Shihab aja banyak yang nggak suka dengan penampilan mereka.

Artinya apa?

Kita HANYA BISA MENGUSAHAKAN untuk menyampaikan informasi secara benar, sehingga audiens menjadi paham. Kalau audiens nggak suka, atau menurut mereka penampilan kita jelek, ya itu urusan mereka.

Tapi nggak boleh pasrah ya.

Tetep harus BERUSAHA TAMPIL DENGAN BAIK.


Jadi sebenarnya keberanian berbicara di depan umum itu lahir dari MINDSET.

Dalam kehidupan, ada beberapa  mitos public speaking yang sering dipercayai.

Mitos public speaking apa aja?

1. Public speaking itu BAKAT DARI LAHIR

2. Kalau tampil deg- degan, grogi, artinya kita gagal

3. Materi yang WOW adalah segalanya.

Percayalah, semua itu MITOS.

Selengkapnya tentang mitos public speaking bisa di dengarkan pada podcast di bawah ini



Persiapan Public Speaking

Quote ini selalu saya pegang "Orang yang tidak melakukan persiapan, berarti sedang mempersiapkan kegagalan"

Jadi, selama ini orang berpikir harus menyiapkan materi yang bagus, biar dipuji audiens, biar kelihatan pinter. 

Kita lihat hasil penelitian yang dilakukan  Albert Mehrabian 

93% dari semua makna sosial dalam komunikasi tatap muka justru diperoleh dari isyarat-isyarat nonverbal seperti suara dan ekspresi wajah.  Komunikasi nonverbal juga dianggap lebih dipercaya daripada  komunikasi verbal, terutama ketika pesan verbal dan nonverbal yang tidak konsisten.

Merujuk penelitian ini, komunikasi verbal (lisan dan tulisan) itu pengaruhnya cuma 7%.

Maka, dalam proses BERLATIH agar BERANI BICARA fokuskan terlebih dahulu ke proses penyampaian pesan nonverbal.

Pesan NonVerbal dalam Public Speaking


Apa aja pesan non verbal itu? Ada banyak. Untuk tahap awal, fokuskan di 3 hal berikut ini



1. Postur : Tunjukkan bentuk tubuh yang percaya diri. Tegak tapi santai. Jaga kontak mata dengan audiens.

2. Suara : Pelajari intonasi dan tone (nuansa suara). mainkan dinamika suara, kapan tinggi, kapan rendah, kepan keras, kapan lirih. Pelajari tempo juga agar tidak bicara terlalu cepat atau lambat.

Jika semakin terlatih, maka pelajari teknik suara diafragma agar suara bulat, dan powerful.

Suara diafragma seperti apa?




3. Ekspresi wajah : Ketika seorang pembicara tampil pertama kali di hadapan audiens, cobalah untuk tersenyum dengan tulus. Senyum yang tulus ini akan berguna untuk membangun koneksi. Hal ini juga sebagai cara untuk menunjukkan simpati dan minat pada audiens. 

Latih fleksibilitas ekspresi wajah yang akan memperkuat informasi yang diucapkan dengan kata- kata.

Memahami Audiens Public Speaking


Tahap selanjutnya dalam persiapan public speaking adalah memahami audiens. Cari tahu geografi, demografi, psikologi dan perilaku mereka.

Contoh : Kalau audiens kalangan dosen atau pejabat, maka siapkan penampilan yang terlihat profesional. Berikan pemaparan berbasis data. Jangan terlalu banyak guyonan.

Beda kalau audiensnya adalah anak sekolah usia belasan. Maka tampil dengan ceria, semangat. Berikan materi yang mudah dipahami (hindari banyak istilah asing atau ngomong dengan campuran bahasa asing). Boleh menyelipkan jokes ala anak muda.

Latihan Sebelum Public Speaking


Tentukan mau pakai metode apa? Metode public speaking ada empat yaitu manuskrip, memoriter, ekstemporan dan impromtu.


Persiapkan Penampilan


Dan yang terakhir, persiapkan penampilan secara keseluruhan.

Kalau orang bilang dont judge a book by its cover, bisa dibilang hal ini tidak berlaku di lapangan. Nyatanya, You Are Judged by Your Appearance. Suka nggak suka, you are being judged by how you look, how you dress, and how you carry yoursel.

Bahkan dalam 3 detik pertama kita tampil di depan orang lain, mereka akan memberikan penilaian kepada kita. Audiens akan menentukan, bakal percaya sama kita, atau memilih tidak peduli.

Lalu, kita harus gimana?

Tersenyum tulus dan percaya diri. ✔️

Pilih pakaian yang baik dan sesuai dengan konteks acara.✔️

Itu kenapa pada tahap persiapan public speaking, pikirkan juga kita mau berpakaian seperti apa. Nggak harus baju baru, tapi baju yang sesuai dengan kebutuhan. Kapan harus profesional (blazer, long pants), kapan harus kasual (kemeja, jeans, sporty shoes), kapan terlihat agamis (pengajian, kegiatan keagamaan), dll.

Apalagi kalau kita bekerja untuk orang lain, katakalah perusahaan atau brand. tanyakan ke mereka ingin kita memakai baju model apa dan warna apa agar sesai dengan brand personality.

Dalam mempersiapkan penampilan, pastikan juga sesuai dengan signature style kita. Agar kita nyaman dalam bekerja.

Baca Juga : Apa itu Signature Style


So, teman- teman itu tadi beberapa persiapan agar kita tampil berani berbicara di depan umum. Ingat, sebaiknya jangan hanya berkonsentrasi menghapal materi. Persiapkan hal lain juga yang tidak kalah penting. Dan jangan lupa latihan, latihan dan latihan.

Materi ini saya sampaikan di Kulwap Berani Bicara yang diadakan oleh mahasiswa Manajemen Event Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada Rabu 20 Mei 2020.

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Cara Berkarir Menjadi Voice Over Talent

19.5.20
Produk audio maupun audio visual, ya paling gampang seperti iklan radio, iklan TV dan company profile pasti butuh voice over talent untuk mengisi voice over. Voice over adalah rekaman suara manusia yang digunakan untuk melengkapi sebuah gambar, video atau beridiri sendiri sebagai produk audio. Pekerjaan menjadi voice over talent terbilang lumayan buat para freelancer yang nggak perlu ngantor. Asal punya kemampuan berbicara berdinamika dan terlatih, setiap orang bisa berkarir menjadi voice over talent.

Baca Juga : Menentukan Harga Voice Over


Voice over Indonesia cukup banyak. Meski demikian peluang pekerjaan voice over masih terbuka lebar. Perusahaan maupun agensi juga sering mengadakan audisi voice over baik melalui komunitas maupun lewat platform freelancer seperti freelancer.co.id, projects.co.id dan lain- lain.

Jika tertarik masuk ke industri voice over, kamu memang harus mempelajari berbagai teknik voice over terlebih dahulu. Pertama bisa latihan suara diafragma agar suara lebih bulat dan powerful. Selanjutnya mulai mengeksplorasi kemampuan vokal dan keterampilanmembaca naskah, sehingga mampu menghasilkan suara dengan intonasi, tone dan karakter yang beragam.

Proses belajar menjadi voice over talent yang baik memang tidak sebentar. Maka perlu berlatih terus menerus, dengan mencontoh voice over talent yang sudah ada, merekam suara sendiri, hingga bergabung di komunitas voice over talent untuk bertemu pelaku voice over lainnya dan belajar bersama.

Selanjutnya, jika kamu sudah mantab ingin menjadi voice over talent, maka kamu bisa mengikuti 4 langkah dalam video di bawah ini untuk berkarir sebagai voice over talent. Selamat mencoba ya.



See you on the next blogpost.







Thank you, 



Teknik Menulis Naskah Podcast Untuk Pemula

17.5.20
TIPS MENULIS NASKAH PODCAST UNTUK PEMULA


Ingin merekam suara untuk podcast? Ada baiknya untuk menulis naskah podcast terlebih dahulu. Bukan hanya bagi podcaster pemula, tapi juga yang sudah terbiasa berbicara. Naskah podcast akan memandu podcaster untuk berbicara dengan benar, minim kesalahan, dan lebih terstruktur. Meski format podcast bebas dan tidak ada batasan, tapi penting bagi podcaster untuk fokus pada topik yang dibicarakan agar tidak melebar dan mengulur durasi.

Dalam teknik menulis naskah podcast, rasanya kita akan banyak belajar pada teknik penulisan naskah radio. Karen kedua medium ini bisa dibilang memiliki karkteristik yang hampir serupa yakni auditif. 

Kemampuan konsentrasi manusia yang terbatas, harusnya disadari oleh para podcaster. Sehingga ketika merekam podcast, mereka akan memilih diksi yang mudah dipahami dalam satu kali dengar.

Baca Juga : Membuat Podcast dengan Mudah dan Gratis


Berikut ini adalah beberapa tips dalam menulis naskah podcast

1. Write The Way You Talk

Artinya, tulislah naskah sebagaimana kita ingin mengatakannya. Maka, gunakan bahasa tutur (spoken language) atau bahasa sehari- hari seperti kita sedang mengobrol dengan orang lain.

2. Keep It Simple

Jika di radio, kita mengenalnya dengan prinsip keep it short and simple alias KISS. Maksudnya adalah dalam menulis naskah gunakan kata- kata yang sederhana, tidak berbelit- belit dan mudah dipahami. Sederhanakan kalimat dan hindari menggunakan kalimat langsung.

Contoh kalimat langsung

"Aku akan membuat album baru setelah pandemi Covid 19 berakhir", kata Raisa
Contoh kalimat tidak langsung

Raisa bilang kalau dia akan membuat album baru setelah pandemi Covid 19 berakhir.

3. Easy Listening Formula

Karena podcast bersifat auditif, maka apa yang disampaikan podcaster dapat dipahami hanya dalam sekali dengar. Terlebih lagi podcast juga sering kali menjadi latar ketika melakukan pekerjaan yang lain.  Maka, susun kalimat yang enak didengar dan mudah dipahami, bahkan ketika pendengar tidak 100% fokus mendengarkan podcastnya.

4. Gunakan tanda baca agar tidak monoton

Beberapa solo podcast terdengar cepat membosankan karena tidak ada dinamika/ intonasi dalam menyampaikan materi. Gunakan bantuan tanda baca ketika membuat naskah podcast seperti  garis miring satu (/) untuk koma, garis miring dua (//) untuk titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah, agar ketika membaca naskah kita bisa sekaligus latihan aksentuasi atau penekanan pada kata/ kalimat. Sehingga kalimat- kalimat yang disampaikan tidak terkesan monoton.

Kemampuan podcast dalam memainkan intonasi memang membututhkan latihan. Keberadaan naskah di sini bukan untuk membuat podcaster menjadi kaku, tapi justru membuat podcaster dapat mempelajari terlebih dahulu apa yang ingin dia sampaikan. Sehingga ketika suaranya direkam , akan minim keselahan.

Baca Juga : Contoh Naskah Podcast

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Kolaborasi dan Silaturahmi Setiap Hari di Tengah Pandemi

13.5.20

Ketika awal tahun 2020, saya menuliskan banyak cita- cita. Mulai dari pengembangans bisnis, produktif bikin konten di berbagi platform, belajar untuk lanjut ambil program doktoral, dan pengen sering ketemu orang untuk silaturahmi setiap hari. Beberapa tahun terakhir memang fokus di pekerjaan, jadi tahun ini pengen sering berkunjung ke rumah sanak saudara. Dan yang nggak kalah penting quality time bareng keluarga, pokoknya suka duka, ramai sepi bersama.

Namanya orang boleh berencana, tapi Tuhan yang berkehendak. Akhir bulan Februari 2020 saya mulai khawatir dengan perkembangan virus Covid 19 di Wuhan, China yang udah nyebar di berbagai negara. Nunggu tanpa kepastian, bakal sampai Indonesianya kapan. Dan nggak terlalu lama, ketemulah 1 pasien positif Covid1 9 di Solo, tempat saya tinggal. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) langsung ditetapkan oleh Walikota. Dengan demikian praktis banyak hal berubah.

Kontrak kerja sama dengan beberapa klien terpaksa batal. Event banyak yang pending karena dilarang bikin kerumunan. Dan aktivitas ngajar di kampus berubah jadi ngajar daring. Nggak bisa sembarangan keluar rumah. Perasaan paranoid tiba- tiba muncul. Apalagi saya punya penyakit asma yang masuk kelompok rentan.

Terakhir ketemu mama saya sekitar 2 bulan lalu. Padahal jarak rumah kami cuma 5 km. Jujur aja, mama saya agak bandel, masih sering keluar rumah yang sebenernya nggak penting- penting amat. Makanya, saya ambil kebijakan untuk nggak usah ketemu untuk sementara waktu. Kasihan Lila, anak saya kalau sampai kenapa- kenapa, karena usianya masih belia.

Teknologi Mereduksi Hambatan


Beberapa kali mama saya bilang kangen pengen ketemu cucunya. Tapi saya bilang jangan dulu, untuk kebaikan bersama. Sebagai gantinya, kami sering telponan.

Kadang rindu memang tak tertahan. Untung saja, teknologi mampu mereduksi hambatan. Saya bisa menghubungi keluarga kapanpun saya mau. Kadang hanya pertanyaan sederhana "Sehat, Ma? Buka puasa apa? Nanti seharian mau ngapain?" Hanya sekedar bertanya kabar, tapi bukti bahwa silaturahmi tetap terjalin.

Apalagi sekarang ada video call. Rasanya jadi lebih dekat dengan melihat langsung wajah seseorang yang kita hubungi. Bisa memastikan kalau mereka baik- baik saja.

Bukan cuma silaturahmi, pandemi ternyata nggak jadi penghalang untuk berkolaborasi. Beberapa proyek podcast saya tetap jalan seperti biasa. Saya biasa melakukan interview narasumber tanpa bertatap muka langsung. Mengandalkan kekuatan jaringan di smartphone, saya bisa langsung menghubungi narasumber di manapun mereka berada.

Teknisnya sederhana, ketika saya menelpon maka proses perekaman suara saya lakukan dengan menggunakan fitur record di handphone. Agar hasil clean, maka rekaman suara di edit dengan  audio editing softwareTanpa banyak keribetan, semua bisa jalan.

Membuat materi kuliah online untuk mahasiswa

Meski di rumah aja, aktivitas mengajar juga tetap harus dilakukan. Saya menggunakan beberapa platform pengajaran online dan social media. Tinggal atur jadwal, membuat kelas online, maka mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan. Materi presentasi juga bisa langsung ditampilkan ke layar. Interaksi bisa dilakukan hampir seperti ketika di kelas. Semua terasa lebih mudah.

Tidak ada halangan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan meski tidak saling jumpa dalam forum- forum formal. Saya sering memanfaatkan IG Live untuk mendiskusi topik tertentu dan menjawab pertanyaan teman- teman yang bergabung. Positifnya  saya bisa bertukar pikiran dengan banyak teman di berbagai wilayah di Indonesia. Nggak nyangka, provider komunikasi saya bisa lancar kapan saya bahkan di saat rush hour sekalipun.

Ramai Sepi Bersama 

Ternyata Covid 19 ini berhasil ya mengubah perilaku umat manusia. Nyatanya, banyak hal yang bisa dilakukan dari rumah. Thank to the Internet. Makanya pas lihat TVC IM3 Ooredoo kayanya bener- bener relate dengan kehidupan saat ini. Ngerasain banget gerak nggak bisa leluasa, tapi nggak bikin kreativitas jadi buntu.

Kamu tahu kan kalau anthem “Ramai Sepi Bersama” yang diinisiasi IM3 Ooredoo berhasil membuat empat musisi berkolaborasi? Mereka adalah Baskara Putra (Hindia), Kunto Aji, Yura Yunita dan juga Sal Priad dan berhasil menghadirkan lagu “Ramai Sepi Bersama”. Lagu ini punya pesan yang bagus banget, bisa sebagai penyemangat sekaligus mengingatkan kita semua bahwa apapun yang terjadi, tidak ada yang lebih penting dari silaturahmi meski ditengah pandemi.


Bagusnya lagi ternyata proses produksi lagu dan pembuatan iklan IM3 Ooredoo ini dibuat dari rumah baik talent maupun kru produksinya. Semuanya serba remot karena memang aturan physical distancing masih berlaku.

Keren, kan? 

Bersyukur deh, sekarang bisa bebas internetan. Semua aktivitas saya kebantu banget dengan koneksi yang bisa diandalkan. Apalagi harga kuota data juga terjangkau. Andalan saya itu Freedom Kuota Harian dari IM3 Ooredoo. Cukup bayar 74.900 kita bisa dapat 28 GB untuk 28 hari.

1 GB per hari itu bisa dukung banget untuk silaturahmi setiap hari. Bisa videocallan, ngobrol via chat dan social media, sampai diskusi dan belajar melalui online platform bersama komunitas. Harganya hemat tapi bisa bawa banyak manfaat.

Saya nggak bohong kalau kondisi saat ini memang menguji kesabaran kita. Tapi semoga teman- teman bisa selalu menjaga semangatnya. Tenang, kita tetap bisa kok #silaturahmisetiaphari, saling mendoakan dalam hati dan produktif berkarya dengan hati yang gembira.


See you on the next blogpost.







Thank you, 


Membuat Audiogram Untuk Promosi Podcast di Instagram

12.5.20
PROMOSI PODCAST DI INSTAGRAM

Gimana, sudah tertarik merekam suara dengan handphone dan bikin podcastmu sendiri? Atau sudah mulai promosi podcast di social media?

Kalau masih bingung gimana caranya podcastmu ada di Spotify, kamu bisa cari tulisan saya membuat podcast di Spotify. Tenang, bikin naskah podcast, terus merekam podcast dengan hape itu nggak susah. Kamu pasti bisa melakukannya. Karena yang lebih susah itu adalah cari pendengar.

Kita ngomong, kan pengennya didengar. Syukur- syukur bisa membawa manfaat bagi orang lain. Kalau niatnya cuma curhat doang, juga nggak papa. Tapi kalau ada yang dengerin curhatmu, pasti lebih senang, kan?

So, nggak ada salahnya kok mempromosikan podcastmu sendiri. Dengan pede promosi, kesempatan untuk ketemu podcaster lain juga makin besar. Bisa saling tukar pikiran, atau menemukan inspirasi satu dengan lainnya.

Salah satu cara mempromosikan podcast adalah dengan boosting di social media. Nah, supaya promosimu nggak cuma gambar doang, atau males ribet bikin video, ada alternatif membuat promosi podcast dengan AUDIOGRAM.

Apa itu Audiogram?


Banyak sih aplikasi yang bisa digunakan untuk bikin audiogram. Audiogram sendiri adalah sebuah audio clip yang dilengkapi dengan wave from (grafik gelombang yang mempresentasikan sinyal audio) Jadi file audiomu akan dikonversikan ke dalam bentuk video.

Kalau belum ada bayangan, coba lihat video di bawah ini


Baca Juga : Membuat Naskah Podcast yang Benar

Promosi Podcast di Instagram dengan Audiogram?


Jadi buat kamu para podcaster, audiogram ini semacam sneak peek dari episode podcastmu. Daripada gambar statis, pasti audio akan lebih menarik untuk membuat followermu berhenti nyekrol lini masa. Semacam, catch people’s eyes and get them to stop scrolling long enough to have a listen to your audio content. Pembuatannya juga lebih sederhana.

Kalau followermu penasaran dengan versi fullnya, kamu bisa arahkan orang untuk klik episode podcastmu di Anchor, Spotify, Google Podcast atau official websitemu.

Cara Bikin Audiogram?


Diantara banyak aplikasi, saya paling suka pakai HEADLINER. Selain banyak fitur yang mendukung, Headliner ini juga gratis, dengan catatan 1 email akan mendapatkan gratis 10 kali pembuatan video. Jadi kalau mau lebih itu, pakai aja beberapa email sekaligus :p

Ada beberapa hal menarik dari Headliner ini, seperti :

1. Bisa menambahkan subtitle otomatis.
2. Punya beberapa  pilihan animasi audio spektrum
3. Bisa bagiin audiogram langsung ke beberapa social media 
4.  Bisa masukin teks, gambar, dan animasi dalam video 
5. Ada berbagai opsi pengeditan video dan transisi seperti fade in, fade out, dll.

Sebenarnya, untuk membuat audiogram kamu bisa pakai berbagai aplikasi edit video yang ada. Tapi kalau pengen gampang dan nggak ribet, Headliner sangat membantu. Sebagai catatan, kalau pengen lebih banyak fitur terbuka kamu harus memiliki akun PRO yang artinya ada biaya per tahun yang harus dibayar.

Bagaimana membuat audiogram di Headliner?


1. Buka melalui desktop di Headliner.app

2. Daftar untuk bisa masuk dengan klik tombol sign up

3. Pilih Audiogram Wizard 


4. Upload file audio (mp3 atau wav) dengan durasi maksimal 2 jam. Lalu kemudian tentukan bagian audio yang ingin dibuat audiogram


5. Pilih rasio audiogram (square, lanscape atau portrait)


6. Pilih template yang disediakan. Di bagian ini kita bisa memasukkan gambar, waveform, teks, dll



7. Di bagian advance editor, kita bisa menambahkan beberapa media lain yang dibutuhkan untuk melengkapi audiogram



8. Export video, lalu download audiogram kita

Itu tadi beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat audiogram podcast. Kita dapat menggunakannya untuk promosi podcast di instagram, facebook, twitter bahkan youtube.

Kalau kamu tertarik mendengarkan berbagai episode podcast saya, silakan mengunjungi www.thelatebrunchshow.com


See you on the next blogpost.







Thank you, 



Entrostop Herbal, Atasi Diare pada Anak

11.5.20


"Selalu ada hikmah, di balik ujian", nasehat para orang tua. Rasanya saya setuju dengan ungkapan ini, karena ngalamin sendiri. Ketika kita - manusia di dunia- sedang diuji wabah Covid 19, ternyata setiap individu punya caranya untuk bertahan dan berjuang. Bagusnya lagi, naik kelas. Buat saya yang dipaksa di rumah aja, ternyata jadi banyak belajar. Salah satunya urusan masak.

Saya jadi ingat awal menikah dulu, beuh, rajin banget kalau urusan dapur. Meski harus kerja pagi sampai siang, bisa lho yang menyempatkan masak tiga kali sehari. Udah kaya minum obat kan ya? Tapi sejak punya anak, dan keribetan bertambah, saya jadi malas masak. Udah nggak punya tenaga, habis. Kalau dipaksakan masak, malah jadi nggak ikhlas gitu dan berasa capek.

Eh, ternyata jadi kebiasaan. Males masaknya kebawa sampai anak usia 5 tahun. Paling nyiapin menu sarapan yang alakadarnya, nasi goreng, telur dadar, roti bakar yang simple dan nggak ribet.

Suatu hari, Lila, anak saya demam beberapa hari. Setelah diperiksa dan melakukan tes darah, ternyata anak saya menderita gejala tifus (tipes). Selain demam, dia juga diare. Dokternya bilang "Kalau nggak waspada, gejala tipes ini bisa jadi tipes beneran". Di sini saya merasa ditegur sama Tuhan. Selama sekian tahun nggak perhatian urusan makanan anak dan suami.

Sejak saat itu, saya berjanji untuk masak setiap hari di rumah. Saya masukan memasak ini jadi prioritas utama pekerjaan saya. Kalau masak nggak beres, berarti ya nggak kerja yang lain. Tiga minggu rutin masak dirumah, eh, ada himbauan peerintah terkait virus corona untuk #dirumahaja.

Semakin terbatas gerak untuk keluar rumah. Akhirnya, saya malah makin giat untuk masak di rumah. Keluar rumah untuk berbelanja saja, selebihnya full aktivitas dari rumah. Dan dua bulan melakukan physical distancing ini, Alhamdullillah anak dan suami jadi lebih sehat.

Saya nggak nyangka pengaruh menjaga kebersihan makanan mulai dari membeli, mencuci, mengolah hingga menyajikan makanan itu pengaruhnya luar biasa si kesehatan anak. Anak yang biasanya gampang banget kena dea, flu dan batik, sekarang lebih kuat imunitas tubuhnya.


Belajar dan Bermain Selama di Rumah Aja


Masa di rumah aja, menjadi lebih berwarna. Saya bisa mencoba beragam resep baru, dan anak bisa belajar dan bermain di temani orang tua. Ngomong- ngomong soal bermain di rumah, minggu lalu saya mendapatkan hampers yang dikirim oleh Entrostop Herbal Anak. Entrostop Herbal Anak ini salah satu andalan saya yang selalu tersedia di Kotak P3K. 

Kami sekeluarga hobi makan di luar, karena saya jarang masak. Dan terkadang ngalamin diare. Karena kita nggak pernah tahu pasti kualitas kebersihan makanan yang dijual orang lain, kan? Makanya, Entrostop Herbal Anak ini menjadi pertolongan pertama ketika diare kami derita. Meskipun buat anak, ternyata bisa dikonsumsi orang dewasa. Perhatikan dosisnya ya, untuk dewasa 3 x sehari 2 sachet dan untuk anak 6- 12 tahun 3 x sehari 1 sachet.

Di dalam hampers yang saya terima kemarin, ada beberapa barang yang menarik. Ada sekotak uno stacko, literacy games, wipe clean activity book, pouch dan produk Entrostop Herbal Anak. Pas nerima paket ini Lila seneng banget, soalnya dia jadi punya mainan baru di rumah. Uno Stacko bikin dia sibuk nyusun balok hingga tinggi. Literacy games membuat Lila belajar bahasa Inggris sembari belajar menyusun huruf- demi huruf. Seneng deh, Lila jadi terhibur di rumah.

Entrostop Herbal Anak, Mengatasi Diare pada Anak


Karena kita belum tahu, sampai kapan harus bertahan di rumah, jadi #MAMASIAP deh untuk selalu nemenin Lila dan jaga kesehatan keluarga. Nah salah satunya dengan selalu sedia Entrostop Herbal Anak ini. 

Kenapa memilih Entrostop Herbal Anak?

1. Terbuat dari bahan herbal yang aman untuk anak

Entrostop Herbal Anak ini terbuat dari ekstrak daun jambu biji dan ekstra daun teh yang berfungsi menghentikan diare dan mencegah sekresi air penyebab dehidrasi. Ekstrak kunyit di dalamnya juga berfungsi mengatasi perut kembung, mual dan mulas. Selain itu ada ekstrak jahe yang berfungsi menghangatkan tubuh. 

2. Rasa yang ramah di lidah anak

Tahu sendiri kan kalau anak- anak itu agak ribet kalau urusan minum obat. Untungnya Entrostop Herbal Anak berbentuk sirup dengan rasa jambu. Rasanya yang manis membuat anak nggak menolak untuk minum.

3. Praktis di bawa kemanapun

Dalam 1 box Entrostop Herbal Anak, terdiri dari 6 sachet 10 ml. Bentuknya yang sachet jadi mudah dibawa kemanapun termasuk saat bepergian. Makanya, Entrostop Herbal Anak juga selalu tersedia di kotak P3K mobil jika sewaktu- waktu dibutuhkan saat pergi keluar kota.



Dengan Entrostop Herbal Anak, saya jadi nggak khawatir lagi kalau tiba- tiba Lila diare. Entrostop Herbal Anak terbukti mengatasi diare anak 5 tahun keatas, mengurangi frekuensi buang air besar da membantu memadatkan tinja.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Entrostop Herbal Anak silakan klik  https://www.instagram.com/entrostop_id dan https://diarepedia.com


Nah, itu tadi  cerita saya selama beraktivitas di rumah. Nah, kalauMama, punya kesibukan apa aja nih?

Apapun yang kita alami saat ini, semoga mama selalu sehat dan siap  menemani keluarga ya...



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Auto Post Signature