Kecanduan Media Sosial Membuat Kesehatan Mental Terganggu?

21.10.18
PRAKTISI ILMU KOMUNIKASI DI SOLO

Ngelihat postingan di sosmed, terus jadi baper? Beneran? Kalau saya sih percaya. Nggak mulu karena postingan dari mantan deh, bahkan postingan fashion blogger yang lagi nenteng tas mahal keluaran Dior aja bikin baper dan mupeng.

Belum lagi ngepoin para artis yang hobi travelling keluar negeri. Kalau nggak kuat mental, udah siap-siap tuh celengan dicongkel untuk beli tiket pesawat.

Lihat berbagai isu politik terus jadi marah dan kesel? Habis itu keluar semua hate speech? Wah, sepertinya bukan hal yang baru. Jadi nggak heran kalau tuntutan terhadap kasus pencemaran nama baik atau pelanggaran UU ITE makin sering.

Itulah fenomena social media saat ini.

Ngomongin sosmed memang nggak ada habisnya. Ada penelitian menarik nih! Diantara berbagai  social media, instagram yang paling tinggi efek negatifnya terhadap kesehatan mental remaja. The Royal Society for Public Health and the Charity Young Health Movement melakukan survei di 2017 terhadap 1.500 orang muda (usia 14 -24 tahun) di Inggris 

Para responden diminta untuk menilai bagaimana setiap situs media sosial mempengaruhi 14 daftar masalah kesehatan dan kesejahteraan termasuk anxiety, depression, loneliness, sleep, bullying dan ‘FoMo’ (Fear of Missing Out).

Hasilnya instagram dianggap memberikan pengaruh terhadap persepsi terhadap bentuk tubuh, FoMo atau ketakutan ketinggalan suatu berita dan gangguan tidur. More : here

Apakah saya percaya terhadap hasil riset ini?

Saya berkaca pada diri sendiri saja deh. Nggak jauh-jauh. Sejak mengenal instagram, tingkat belanja online saya meningkat. Ada saja barang "lucu" yang saya temui di feed instagram yang menggoda saya untuk melakukan pembelian. Belum lagi, intensitas saya pegang handphone hanya untuk scroll up down melihat feed para influencer di dunia ternyata sangat sering. And i do every single day. Sampai kurang tidur, terlebih jika menyangkut ke urusan pekerjaan saya sebagai blogger dan social media buzzer.

Itu terjadi pada saya yang sebenarnya sudah teredukasi mengenai bagaimana framing di dunia maya itu bagian dari strategi komunikasi. Tetapi tetap juga kena dampaknya. Lantas, bagaimana untuk mereka kaum remaja yang memang lebih rentan terganggu mentalnya?

Social Media dan Gangguan Mental


Please, kalau ngomongin kesehatan mental jangan buru-buru berpikir tentang orang dengan ganguan kejiwaan. Karena gangguan mental itu bisa menyerang siapa saja, yang bahkan dirinya tidak sadari.

Kesehatan mental itu ketika kita menikmati hidup.

Kesehatan mental yakni ketika kita merasa sejahtera secara  emosional, psikologis, dan sosial yang kemudian akan memengaruhi cara kita berpikir, merasakan sesuatu, dan bertindak. (mentalhealth.gov)

Jadi gini, orang yang kesehatan mentalnya baik, umumnya akan mudah mengelola stres dalam dirinya. Kemudian dia mudah berhubungan/ bersosialisasi dengan orang lain dan tepat dalam mengambil pilihan dan keputusan.

Nah, terus bagaimana social media bisa mengganggu kesehatan mental?

Social media has been described as more addictive than cigarettes and alcohol - Shirley Cramer, chief executive of the RSPH
Yang pertama adalah masalah ketergantungan. Swansea University melakukan riset yang hasilnya menyatakan bahwa pengguna media sosial menunjukkan gejala seperti kecemasan, sedih dan merasa kesepian ketika berhenti menggunakan social media. Juga ada kecenderungan membandingkan dirinya dengan orang lain. 

Membandingkan hidup diri sendiri dengan hidup orang lain juga menjadi gejala bahwa kesehatan mental terganggu. Hal ini  memang sulit dicegah jika setiap hari kita menerima terpaan pesan gambar atau video yang menunjukkan kehidupan menyenangkan orang lain. Yang mungkin itu bukanlah kenyataan yang sebenarnya namun hanya framing di media.

Baca Juga : Ngapain sih Harus Membangun Personal Branding di Sosmed?


Memahami Framing Media Massa


Teori framing dalam komunikasi massa adalah teori atau proses tentang bagaimana pesan media massa memperoleh dan membuat perspektif, sudut pandang dari suatu peristiwa.

Framing bertujuan membingkai sebuah informasi agar melahirkan citra/kesan sesuai yang diinginkan pembuat konten (media) yg akan ditangkap audience/ khalayak/ follower/ komunikan dll.

Mudahnya begini, bahwa pembuat konten di media sosial akan menentukan bagian mana yang akan ditampilkan di media sosial, sehingga para pengguna media sosial atau pengikut akan memiliki perspektif tersebut.

Framing bukan kebohongan, tetapi menyeleksi informasi yang akan ditampilkan.

Contoh jika seorang foodblogger ingin menujukkan eksistensinya, tentu dia akan mengunggah foto-foto makanan yang terlihat enak. Padahal mungkin saja makanan tersebut dibuat di dapur resto yang kotor. Namun foto dapur kotor itu tidak akan pernah ditunjukkan karena akan mempengaruhi persepsi followernya.

Memahami Teori Framing

Jadi intinya gini, bahwa apa yang kita lihat di social media adalah apa yang memang ingin ditunjukkan oleh pembuat konten. Bisa kenyataan yang sebenarnya, bisa juga tidak. Ada motif dibalik konten tersebut. Entah untuk pamer, entah promosi, entah hanya ingin mendokumentasikan dan menjadikkannya portofolio pekerjaan.

Baca Juga : Tulisan yang Disuka Pembaca Milenial


Nah..nah...kalau kita sudah  memahami bahwa konten (pesan) di social media itu penuh framing dan agenda setting  (dan motif), sebagai user tentu saja kita harus bijak dan tidak mudah baperan. Kita harus paham bagaimana tujuan konten itu dibuat. Karena siapa tahu, tujuannya memang untuk membuat kamu baper. Kalau kamu jadi baper beneran, berarti berhasil deh si pembuat konten.

Terlebih jika menemukan konten yang menimbulkan kemarahan. Pastikan cek dan ricek untuk memutuskan bahwa konten tersebut apakah fakta atau hoax yang memprovokasi. Istilah saring before sharing saya rasa tepat di sini. Dan kita harus tegas menentukan kapan keep playing or stop, agar social media tidak mengganggu kehidupan kita di dunia nyata.


Ajakan untuk bijak ber sosial media ini juga saya utarakan kemarin saat menjadi pembicara di acara Archetype 2018 Psikologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tema yang saya angkat mengenal Heal-Net : How to be a Good Netizen. Di acara tersebut saya membedah unsur-unsur komunikasi yakni komunikator, pesan, komunikan, saluran media dan efek. Saya berharap sebagai netizen kita kritis terhadap berbagai pesan informasi di internet. Juga sebagai content creator, kita dapat menghasilkan informasi yang benar bagi audience atau masyarakat.

Oiya, saya jadi tertarik untuk tahu, apakah social media juga mempengaruhi hidupmu di dunia nyata?
Cerita di kolom komentar yuk...

PEMBICARA SOCIAL MEDIA DI SOLO

A GOOD NETIZEN

MEDIA SOSIAL DAN KESEHTAN MENTAL

ARCHETYPE 2018 UNS


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.




Thank you,

Susahnya Ngurangin Porsi Makan. Cerita Diet Suka-Suka Saya.

15.10.18

"Jangan sensi, jangan sensi kalau ngomongin berat badan", kata saya pada diri sendiri.

Yah, tapi bagaimana dong. Ketika ada beberapa baju yang dipakai, kemudian bentuk tubuh jadi berasa aneh, disitulah saya mulai sadar. Kayaknya ada yang nggak beres? hahaha

Sebenarnya bukan masalah penampilan saja sih. Tetapi ketika saya melihat timbangan di angka 52 kg, di waktu yang sama saya merasa lebih cepat capek. Kok kayaknya kerja dikit aja, jadi gampang lesu ya? Belum lagi kalau saya ngajar di lantai 4, duh, udah keringetan, nafas kaya hilang separuh.

Yaelah, mbak, baru juga 52 kg...

Itu yang sering saya dengar dari kawan ketika saya mulai merasa insecure masalah BB ini. Ya gimana ya? Saya inget saja dulu pas awal nikah BB 46 kg. Ketika hamil jadi 57 kg. Saat menyusui jadi 48 kg. Terus sekarang 52 kg? No..no!

Apalagi,  i have a petite body. Tinggi cuma 150 cm. Yang kalau gemuk, udah bisa diglindingin gitu kaya bola ( body shamming ke diri sendiri gak papa kan?)

Saya sih iseng-iseng cek indeks massa tubuh a.k.a BMI. Hasilnya masih yang normal ideal. Tetapi kalau lihat timbunan lemak di perut dan lengan..ha..ha..ha ini juga sudah jauh dari ideal namanya.


Ngurangin porsi makan. Yakin bisa?


Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan seorang kawan, namanya Mbak Tiara Rukmaya Dewi. Gara-gara obrolan ini, saya jadi punya mindset berbeda soal menurunkan berat badan. Yang awalnya karena masalah penampilan, sekarang jadi mikir soal kesehatan. Apalagi setelah cek dan ricek, kayaknya saya memang kurang gerak. Nggak pernah olahraga!

Rutin olahraga terakhir kapan ya? Sepertinya saat masih single. Setelah itu nggak pernah tuh yang namanya aerobik. Jadi yakin nih, saya bisa olahraga rutin?

Saya mulai kepo deh membaca artikel-artikel kesehatan. Katanya sih, kalau mau menurunkan berat badan mulailah dulu dari mengurangi porsi makan. Yang biasanya makan sepiring penuh, jadi setengahnya. Banyakin makan buah, sayur dan air putih. Saya juga baca buku Dewi Hughes yang diet kenyang.  Hindarin deh itu karbo dan gula. Tapi kan susah tho..

Tapi kalau nggak pernah dicoba mana bisa tahu?

Akhirnya, hampir dua bulan ini saya mencoba. Cari-cari pola yang paling sesuai untuk badan saya. Ingin berat badan kurang, tapi stamina tetap terjaga.


Baca Juga : Seneng-seneng di Transmart. Happylah...

Belajar diet yang enak


Seperti kata orang bijak "Yang penting niat!"

Makanya, niat dibulatin dulu, selanjutnya menjaga komitmen. Program menurunkan BB ini bener-bener saya cari yang paling nyaman. Kalau ngomongin diet kan banyak . Ada diet mayo, diet ala militer, diet OCD dan sebagainya.

Saya memilih mengurangi asupan gula dan karbo. Jadi kalau biasanya pagi-pagi jam 7 sudah sarapan nasi soto (sekalian bareng nyuapin anak kan), saya memilih untuk makan buah jeruk dan satu ikat bayam. Kadang-kadang, saya menggantinya dengan sebutir telor. Itu saja menu saat sarapan.

Siang hari, saya memilih tetap makan karbo. Alasannya, ternyata kalau nggak makan karbo sama sekali, saya nggak bisa BAB (buang air besar). Waduh, kan bahaya... Makanya, saya tetap makan nasi atau roti saat siang hari dengan menu lengkap, ada daging, tempe, sayur dan lainnya.

Malam hari, saya menghindari makan di atas jam 7 malam. Biasanya saya makan telur atau sayur-sayuran dan buah-buahan lagi. Makan dalam porsi yang banyak. Kalau nggak, jam 10 saya sudah laper lagi.


Saya kurangi juga konsumsi gula. Jadi nggak ada tuh, ceritanya saya ngopi sachet.

Oiya, cheating day itu perlu... biar gila

Saya pilih hari minggu untuk makan yang saya suka. Indomie Salted Egg misalnya. Atau makan silverqueen walau cuma 3 potongan kecil. Yang penting lidah masih bisa merasakan makan enak.


Rutin Lari Tiap Pagi


Nah, sambil belajar diet yang nggak terlalu menyiksa, saya coba untuk lari setiap hari. Nggak jauh-jauh, paling 1 km lari, dan 500 meter jalan kaki cepat. Ada salah seorang teman saya yang berprofesi sebagai TNI, dia memberi semangat untuk rajin lari. Lihat badannya yang bagus, mupeng juga kan saya.

Awalnya, saya pikir bakal nggak kuat. Tetapi ternyata bisa konsisten juga. Efek dibadan mulai terasa setelah 2 minggu. Saya merasa lebih bugar dan lebih semangat untuk bangun pagi. Ini penting buat saya, karena berhasil mengubah pola hidup jadi lebih disiplin. Jam 5 pagi saya harus sudah siap dengan pakaian dan sepatu olah raga.


Oiya, kalau malam harus begadangpun, badan rasanya nggak lemes kalau harus aktivitas pagi keesokan harinya. 

Kalau saya punya banyak waktu longgar di pagi hari, saya tambah dengan workout dipandu aplikasi di handphone. Lumayan 15 menit melatih otot perut, biar kempesan dikit.

Saya mulai menyadari deh, kalau lambung itu melar sesuai kebiasaan. Jadi gini, kalau kita biasa isi lambung penuh, makan banyak, rasanya jadi nggak kenyang- kenyang dan pengen nambah makan terus. Nah, setelah saya coba kurangi porsi makan, daya tampung lambung "sepertinya" mengecil. Makan sedikit saja jadi berasa kenyang. Lebih bisa terkendalikan rasa laparnya.

Biarnya lebih afdol, asupan air putih juga harus dijaga. Dari jam 5 pagi, tiap jam ganjil 5, 7, 9, 11 dan seterusnya sampai jam 19.00 saya minum segelas air. Dipaksa biar jadi terbiasa.

Dan akhirnya setelah menimbang tadi pagi, keluarlah angka 48 kg ditimbangan. Lumayan lah...meski belum sesuai target saya. Yang membuat saya happy adalah ternyata bisa juga mengendalikan hawa nafsu makan. Walaupun sebenarnya sudah terlatih saat puasa Ramadhan juga. Tapi konsisten memilih menu yang sehat dan rajin olah raga, itu belum pernah saya lakukan seumur hidup.

Terus habis ini mau ngapain lagi?

Saya ingin tetap bisa rajin lari dan jaga pola makan sampai ketemu BB diangka yang saya inginkan. Nggak ngoyo, tapi nggak pengen malas juga.


Dan yang terpenting bisa selalu sehat dan... disayang suami pastinya. Gotcha!

Kamu, lagi diet juga? Cerita dong di kolom komentar...

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,


6 Fakta Penting Ini Dapat Membantu Mengurus Masalah Listrik Dirumahmu dengan Aman

14.10.18
CARA MENGATASI MASALAH LISTRIK DI RUMAH


Sebagai pemilik rumah sendiri tentu kamu harus paham dong seluk beluk rumahmu dalam berbagai aspek, seperti kondisi atap, interior, jaringan air, maupun instalasi listrik. Apalagi tentang listrik, karena masalah jaringan listrik pada rumahmu bukanlah masalah yang sepele, dan butuh perhatian khusus dalam mengatasinya. Memanggil seorang teknisi listrik mungkin adalah sebuah tindakan yang bijak dalam mengatasi masalah ini, akan tetapi kita tidak bisa bergantung pada mereka secara terus menerus. Karena bagi seorang pemiliki rumah pribadi, kamu tentu harus paham dengan masalah listrik dirumah agar kamu dapat dengan mudah mengatasinya seorang diri. Lalu bagaimana jika kamu belum begitu paham dengan masalah listrik sama sekali? Tenang saja 6 tips ini dapat membantu dalam mengurusi masalah listrik dirumahmu.

1. Jangan Meremehkan Arus Listrik

Arus listrik tetaplah arus listrik, tidak peduli seberapa besar tegangannya. Sebagai pemilik rumah, kamu harus pastikan arus listrik rumah yang kamu miliki selalu aman dari korsleting. Terjadinya korsleting dari arus listrik kecil saja sudah cukup untuk memicu terjadinya kebakaran.

2. Tangga Berserat

Jika kamu membutuhkan sebuah tangga dalam melakukan pekerjaan yang melibatkan listrik, selalu gunakan tangga yang berserat kaca. Tangga berserat kaca tidak dapat menghantarkan listrik dan aman digunakan dibandingkan dengan tangga berbahan alumunium. 

3. Hindari Air

Air sangat cepat dalam menghantarkan arus listrik. Selalu gunakan peralatan atau perlengkapan safety yang anti basah. Dan juga hindari melakukan perbaikan pada jaringan listrik dirumahmu pada situasi sekitar yang lembab atau basah seperti saat terjadinya hujan.

4. Sepatu Pengaman

Jika kamu ingin mencoba memperbaiki masalah listrik dirumahmu seorang diri, selalu pertimbangkan untuk membeli berbagai peralatan safety gear, terutama peralatan keamanan yang anti listrik yang dapat membantumu mengatasi masalah listrik dirumahmu. Sepatu safety sangat penting dipakai dalam pekerjaan ini, dan selalu pastikan sepatu safety yang kamu pakai berbahan karet. Bahan karet tidak bisa menghantarkan listrik.

5. Waspadai Stop Kontak

Korsleting dan juga gagalnya aliran arus listrik sering terpicu dari stop kontak. Hal ini sering biasa terjadi pada stop kontak yang sudah tidak layak pakai atau juga yang digunakan secara berlebih. Selalu mengganti stop kontak rusak dengan yang baru sesegera mungkin. Jika tidak memungkinkan, selalu menutup atau melakban ke beberapa stop kontak yang menurutmu sudah tidak layak pakai.

6. Peralatan Yang Memadai

Berbagai peralatan listrik terkadang terlihat sangat mahal, tapi percaya atau tidak kualitas pada sebuah alat perkakas atau peralatan sangatlah berpengaruh dalam pemakaiannya. Seringnya terjadi korsleting itu terjadi dikarenakan peralatan yang tidak bagus dan juga tidak memadai. Padahal dengan sedikit biaya sebenarnya kita bisa mendapatkan peralatan yang memadai dan aman untuk digunakan.


Seperti yang kamu baca sebelumnya, dengan 6 fakta di atas seharusnya kamu dapat yakin bahwa  tindakan keamanan dalam mengatasi masalah dengan arus listrik sangatlah mudah diterapkan. Dengan penerapan yang disiplin dan juga peralatan yang memadai, dapat dijamin kamu bisa mengatasi masalah aliran listrik dirumahmu  dengan aman dan nyaman tanpa gangguan lainnya. 


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Bagaimana Menentukan Sofa yang Tepat untuk Ruang Tamu?

11.10.18
HARGA SOFA MINIMALIS

Ngomong-ngomong, sekarang lagi musim banget ya buibu pada unjuk kemampuan menata perabotan rumah tangga di dalam rumah. Saya banyak lihat tuh akun instagram yang feednya cantik-cantik dengan dekorasi rumah yang tertata rapi.

Saya kadang ngiri lho. Iya, ngiri, karena nggak punya sense of interior designer yang bagus. Ketika menata perabotan rumah tangga, seperti kurang estetikanya. Nggak jarang lho saya kesulitan memilih warna yang tepat dan cocok agar ruang tamu terlihat manis. Atau menata meja makan agar nggak memenuhi ruangan.

Buibu ngalamin juga?

Nah, biasanya saya harus beli majalah atau cari beberapa referensi di website dulu nih untuk cari ide tentang cara mendekor atau mempercantik ruang tamu. Karena buat saya ruang tamu bagian rumah yang paling penting. Apalagi sering ada tamu datang bekunjung.

Berbicara soal ruang tamu, satu benda yang paling mencolok dan paling menarik perhatian biasanya adalah tempat duduk atau sofa. Pilihan sofa dengan bentuk dan ukurannya bermacam-macam juga seringkali membuat saya kebingungan. Karena sadar tidak punya sense of art, saya sering merasa takut salah pilih ketika membeli sofa baru.

Kebetulan saya menemukan tips bagaimana menentukan sofa yang tepat untuk ruang tamu. Coba deh, cek tips di bawah ini, siapa tahu sekarang lagi mau belanja sofa baru juga.

1. Identifikasi terlebih dahulu ruang tamu yang dimiliki

Apa saja yang perlu diidentifikasi?

1. Ukuran ruang tamu
2. Bentuk ruang tamu
3. Warna ruang tamu dan perawatannya

Setelah mengidentifikasi ruang tamu, sekarang akan lebih mudah kan untuk menentukan ukuran dan warna sofa serta jenisnya. Untuk ruang tamu yang kecil atau ruang tamu minimalis, sofa minimalis bisa jadi pilihan yang cocok. Harga sofa minimalis  bisa dicek langsung melalui toko online jika tidak ingin repot pergi ke toko furniture.

Begitu juga dengan warnanya. Setelah kamu mengidentifikasi warna paling dominan di ruang tamu, selanjutnya  bisa mencocokkannya dengan warna-warna tertentu yang sebaiknya menjadi patokan untuk memilih warna sofa. Lagi lagi, agar tak kesulitan mencari sofa dengan warna yang sesuai dengan pilihan  sebelumnya, saya sarankan sih mencari sofa di toko online seperti Bukalapak. Gampang, nggak pakai ribet.

2. Tentukan jenis rangka dan kain pelapis yang digunakan untuk sofa

HARGA SOFA MINIMALIS

Oiya, biasanya kita lebih tertarik mencari sesuatu berdasarkan harganya yang murah terlebih dahulu. Hal tersebut nggak  sepenuhnya salah, mengingat banyak di antara kita yang hanya memiliki budget sangat terbatas. Karena mencari yang paling murah, biasanya pilihan kita pun berakhir pada sofa-sofa yang berkualitas rendah.

Biar nggak salah beli, cek dulu di toko online. Kita bisa cari tuh sofa berkualitas yang terbuat dari rangka-rangka terbaik serta dilapisi kain sofa sesuai keinginan. Bisa yang berbahan dasar kulit atau mungkin kain yang lebih terkesan kasual.
Belanja di toko online juga banyak keuntungan, karena di toko online seringkali ada diskon, voucher belanja, hingga promo besar-besaran yang umumnya dilangsungkan pada saat Lebaran, Imlek, Natal, harbolnas, dan momen-momen besar lainnya termasuk hari-hari besar nasional. Pada momen seperti ini, harga sofa minimalis yang tadinya mahal bisa jadi jauh lebih murah dan terjangkau. Dengan memanfaatkan diskon dan voucher belanja, anggaran yang tadinya terbatas dan hanya bisa digunakan untuk membeli sofa berkualitas rendah pada akhirnya bisa menjangkau harga sofa minimalis yang berkualitas dan lebih mahal.

3. Tentukan tema ruang tamu

HARGA SOFA MINIMALIS

Tema ruang tamu bisa dijadikan sebagai patokan untuk memilih apakah akan menggunakan sofa yang dilengkapi dengan motif tertentu atau tidak. Jika ruang tamu menggunakan tema-tema natural, maka akan lebih mudah untuk memilih sofa yang juga menampilkan tema natural dengan motif bunga-bunga, dedaunan, atau yang lainnya.


4. Rekomendasi tempat beli sofa minimalis yang murah


Walaupun disebut minimalis, namun bukan berarti harga sofa minimalis semuanya murah. Ada juga yang mahal tergantung dari bahan pembuatan dan rangka yang digunakan. Seperti yang saya ungkapkan diatas, jika ingin membeli sofa minimalis yang pilihannya lengkap dan murah. Saya sarankan sih berbelanja di toko online seperti Bukalapak.

Baca Juga : Belanja Kosmetik Online


Di Bukalapak, selain pilihannya banyak, tersedia juga lho fitur tawar-menawar yang bisa kita manfaatkan untuk menekan harga, tersedia juga opsi memilih toko furniture yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal kita. Sehingga, kita bisa menampilkan atau menyortir sofa-sofa yang ingin dibeli berdasarkan daerah asal tokoh atau penjualnya. Cara ini bisa memungkinkan kita untuk menekan biaya ongkos kirim. Karena semakin dekat lokasi toko, maka biaya kirimnya pun akan semakin kecil.

Itu tadi beberapa tips menemukan sofa terbaik untuk ruang tamu. Selamat berburu sofa minimalis ya...

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Apsara Suki - Steam Boat di Adhiwangsa Hotel. Udah coba?

5.10.18
ADHIWANGSA HOTEL SOLO


Meski sekarang belum musim hujan, tetapi saya tidak pernah menolak untuk menikmati hidangan berkuah. Terlebih lagi jika disantap bersama rekan-rekan. Kebetulan beberapa waktu lalu saya mampir ke Adhiwangsa Hotel Solo. 

Jujur saja ini kali pertama saya ke Adhiwangsa. Cukup surprise dengan lokasinya yang teduh dan banyak pepohonan. Sebuah kolam renang berada di tengah. Beberapa spot foto juga tampak disiapkan.

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

Pasti bakal menyenangkan sekali seusai berenang kita menyantap yang hangat-hangat. Pas sekali, karena Adhiwangsa juga punya Ankara Suki- Steamboat. 

Pertama kali mendengar namanya, saya sedikit bingung nih, jadi ini Suki atau Steamboat, ya?

Keduanya memang mirip secara penyajian. Jadi baik Suki maupun Steamboat adalah  sejenis hidangan yang terdiri dari kuah dalam panci besar yang dipanaskan di atas kompor. Kompornya sendiri biasanya sudah diletakkan di atas meja-meja restauran.

Di Asia, ada beberapa versi Suki. Di Jepang orang-orang mengenalnya dengan sebutan Shabu-shabu, di Cina dikenal dengan nama Hot pot atau Steamboat, sementara nama Suki sendiri untuk sebutan salah satu sajian dari Thailand.

Secara penyajian tidak ada perbedaan yang besar antara Shabu-shabu, Steamboat, juga Suki, yakni dengan menggunakan kuah kaldu ayam untuk merebus berbagai macam isian yang disajikan. Tetapi karena Thailand memiliki kuah dengan cita rasa yang khas, yang dikenal dengan Tom Yam, maka biasanya Suki ditambahkan dengan variasi kuah Tom Yam tersebut di dalam pancinya.

Nah, untuk Apsara Suki - Steam Boat di Adhiwangsa Hotel ini tersedia 3 pilihan kuah yakni Original, Miso dan Tom Yam juga.

Kuah Tom Yam menjadi kesukaan saya. Pedasnya pas, gurih dan segar.

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

ADHIWANGSA HOTEL SOLO


Baca Juga : Hotel di Solo 200ribuan dengan Kolam Renang


ADHIWANGSA HOTEL SOLO

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

Apsara Suki - Steam Boat disajikan dengan berbagai sayuran hijau seperti pakcoy, sawi putih dan jamur. Juga daging-dagingan, mulai dari daging sapi yang diris tipis, daging ayam, juga seafood sepeti udang.

Jika ingin rasa lebih kuat, kita bisa menambahkan dengan kecap asin, kecap manis atau mungkin kecap teriyaki. Bisa juga ditambah bawang putih cincang, daun bawang atau sambal. 

ADHIWANGSA HOTEL SOLO

Apsara Suki - Team Boat tersedia dalam dua pilihan paket, Combo Large Package dengan harga Rp 120.000,- (untuk 3-4 orang) dan Combo Small dengan harga Rp 80.000,- (1-2 orang). Apsara Suki - Steam Boat ini bisa dinikmati setiap hari mulai pukul 10.00 WIB.

Selamat mencoba ya..

SARA NEYRHIZA

Adhiwangsa Hotel Solo
Jalan Adi Sucipto No.146, Jajar, Laweyan, Jajar, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144
Telepon: (0271) 7464999

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Batik Truntum, Ketika Cinta Bersemi Kembali

2.10.18
MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO


Dikisahkan seorang permaisuri bernama Kanjeng Ratu Kencana atau biasa dipanggil Ratu Beruk, Permaisuri Sunan Paku Buwana III dari Surakarta Hadiningrat. Hati Sang Ratu sedang sedih, lantaran ia dikembalikan ke Kepuntren (suatu kompleks bangunan yang diperuntukkan bagi permaisuri, para selir, dan para putri Sultan yang masih lajang) karena tidak mampu memberikan keturunan laki-laki bagi raja. 

Di dalam kesedihan dan kesendiriannya, Ratu mencoba untuk bermeditasi. Setelah bermeditasi dan puasa, ia mencoba menuangkan hasil cipta, rasa dan karsanya dalam lembaran kain dengan menggambar pola-pola.

Sang Ratu Beruk  sangat tekun dan teliti dalam membatik. Hal ini membuat Raja menjadi tertarik melihat proses membatik yang Ratu lakukan. Setiap hari Raja kembali mengunjungi Ratu untuk melihat perkembangan pembatikan tersebut. Seiring berjalannya waktu, rasa cinta di hati Raja tumbuh dan berkembang kembali. Ratupun kembali diboyong ke istana, untuk menemani di sisi Raja.

Batik Truntum, itulah nama motif batik yang dihasilkan oleh Ratu Beruk. Truntum (tumaruntum) artinya bersemi kembali, berkumpul kembali untuk selamanya. Sebagai refleksi kembalinya cinta Sang Raja kepada Ratunya, sekaligus perwujudan rasa cinta Ratu kepada Raja  yang begitu mendalam dalam ketulusannya.

MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Motif Batik Truntum
Jika kita perhatikan, motif Batik Truntum ini seperti hamparan bintang berwarna cokelat di tengah gelap langit malam yang dikombinasi dengan lambang garuda atau gurdho. Motif ini seolah bercerita, rasa sedih Sang Ratu dalam kesendirian, namun tetap hadir harapan di dalam dirinya.

Kain Batik Truntum ini biasa dikenakan oleh orangtua kedua mempelai pada saat upacara panggih (bertemunya mempelai laki-laki dan perempuan) pada pernikahan. Tujuannya  untuk “menuntun” kedua mempelai dalam memasuki kehidupan baru. Sekaligus menjadi simbol bertemunya dua orang yang saling mencintai dan agar cinta kasih para mempelai terus berkembang dan terjaga dalam kebahagiaan.

Museum Batik Danar Hadi Solo


MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO


Lihat Video

Sejarah mengenai Batik Truntum ini menjadi awal dalam perjalanan saya di Museum Danar Hadi Solo. Selama kurang lebih dua jam, saya mengunjungi museum yang memamerkan lebih dari 1000 kain batik ditemani Bu Asti Suryo, Asisten Manager Museum Batik Danar Hadi.

Museum Batik Danar Hadi Solo terletak di jalan Brigjen Slamet Riyadi 261 Surakarta, tepatnya di dalam kompleks Dalem Wuryaningratan. Kompleks ini dulunya merupakan kediaman keluarga K. R. M. H. Wuryaningrat. Beliau adalah menantu sekaligus pepatih dalem dari raja Kasunanan Surakarta Pakoe Boewono ke X. Dalem Wuryaningratan memiliki arsitektur Jawa kuno yang dibangun  abad ke XIX (kira-kira tahun 1890) oleh seorang arsitek Belanda. Meski bernuansa Eropa, tata ruang tetap mengikuti konsep rumah adat Jawa yang berhalamannya luas. Di tempat inilah Bapak H. Santosa Doellah, Direktur Utama PT Batik Danar Hadi, mendirikan museum batik.

Museum ini dibuka resmi oleh Megawati Soekarnoputri pada 20 Oktober 2000 semasa beliau menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Hadirnya museum ini membawa tiga misi, yakni :
1. Melestarikan dan mengembangkan seni batik
2. Menjadi sarana pendidikan dan pengetahuan khususnya di bidang seni batik
3. Menjadi destinasi wisata di Kota Solo

MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Bahan-bahan untuk membatik

Meski Kauman dan Laweyan sering menjadi destinasi wisata di Kota Solo, tetapi Museum Batik Danar Hadi ini terasa kurang gaungnya. Entah karena banyak orang tidak tahu, atau bingung bagaimana cara mengaksesnya. Karena kebanyakan masyarakat hanya mengetahui bahwa Dalem Wuryaningratan ini terdiri dari toko batik yang menjual hasil produksi Danar Hadi dan juga Soga Restauran. Padahal jika memasuki Museum Batik Danar Hadi ini kita akan melihat begitu banyak koleksi batik dengan berbagai filosi dan sejarah. Hingga mendapat penghargaann MURI sebagai museum batik dengan koleksi terbanyak.

Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan

MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Dodot Ageng Parang Barong dikenakan saat penobatan I.S.K.S PB XIII

Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan adalah tema Museum Batik Danar Hadi. Menurut penjelasan Bu Asti, sehelai wastra (kain) batik pada warna dan polanya akan dipengaruhi oleh zaman atau lingkungannya. Hal ini juga menjadi acuan dalam tata ruang museum dan setting display koleksi batik. Karena Indonesia berawal dari kerajaan, maka yang dipajang di ruang pertama museum adalah Batik Kraton.

Banyak jenis batik yang dipamerkan, yakni Batik Kraton, Batik Belanda, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Sogan Genes, Batik Pengaruh Kraton Batik Sudagaran dan Batik Petani, Batik Indonesia dan Batik Adhi Karya.

Sambil mengamati koleksi batik di museum ini, saya belajar banyak budaya dan tradisi. Motif Batik Kawung misalnya, yang berbentuk seperti buah Kawung atau kolang-kaling. Ternyata motif Batik Kawung memiliki perbedaan penggunanya pada  tradisi Solo dan Jogja. Jika di Solo Batik Kawung dipakai untuk abdi dalem (pelayan istana). Sedangkan di Jogja, Batik Kawung dipakai oleh bangsawan. Itu mengapa, para pramuniaga di toko batik Danar Hadi harus paham betul mengenai sejarah dan filosofi batik ketika melayani pembeli. Termasuk siapa yang akan memakai, dari mana asalnya dan apa tujuan penggunaan batik.

MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Batik Kawung

Disaat yang sama, saya juga merasa kagum dengan beberapa koleksi batik yang dipengaruhi budaya bangsa lain. Batik Belanda misalnya. Batik Belanda ini bukan berasal dari Belanda, tetapi dipengaruhi oleh budaya Belanda atau Eropa. Karena batik-batik ini dibuat sekitar tahun 1840 – 1910 saat Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda, sehingga akan dijumpai pola dengan tema cerita Snow White, Hanzel and Gretel, Little Red Riding Hood,  juga gambar-gambar tentara Belanda.

MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Koleksi Batik Belanda

MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Cerita Little Red Riding Hood - Gadis Betudung Merah
MUSEUM BATIK DANAR HADI SOLO
Cerita Tentara Belanda

Merawat Koleksi Batik dengan Baik


Koleksi Museum Batik Danar Hadi ini begitu berharga. Banyak diantaranya yang diperoleh dari proses lelang diluar negeri sehingga bernilai belasan bahkan puluhan juta rupiah.

Itu mengapa proses perawatan koleksi batik ini dilakukan secara serius. Bagi pengunjung yang datang ke museum ini memang tidak diperbolehkan membawa kamera. Untuk tamu khusus diperbolehkan membawa kamera, boleh mengambil gambar tetapi tidak boleh menggunakan flash. Mengapa demikian? Karena banyak koleksi batik yang berasal dari pewarnaan alam yang memungkinkan mengalami kerusakan jika terpapar blitz secara terus menerus dan berulang.

Bu Asti juga menjelaskan, bahwa ada standar operasional prosedur yang dilakukan dalam memajang koleksi batik ini, seperti :

1. Merekatkan kain dengan selotip dan bukan peniti. Karena peniti yang berkarat akan merusak kain.
2. Mengguanakn ratus kain
3. Tidak menggunakan kapur barus
4. Menggunakan merica putih yang dimasukkan ke kasa perban untuk menghindarkan koleksi batik dari hewan-hewan perusak kain
5. Menutup beberapa koleksi terbaik dengan kain saat museum sedang tutup
6. Membolak-balik permukaan kain secara berkala, agar permukaan kain yang terkena cahaya lampu bisa merata.
7. Membersihkan kain dari debu

Dan untuk pencucian koleksi batik dicuci dengan lerak, tanpa menggunakan detergen, dan tidak dijemur di bawah sinar matahari secara langsung.

SARA NEYRHIZA

Nah, itu tadi sedikit cerita perjalanan saya mengunjungi Museum Batik Danar Hadi. Museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00-16.30 WIB.

Oiya, pasti kamu sudah tahu bukan bahwa Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Jadi penting bagi saya dan kamu untuk terus melestarikan batik dan bangga dalam menggunakannya.

Selamat Hari Batik. 2 Oktober 2018.


Museum Batik Danar Hadi
Jalan Slamet Riyadi 261 Solo
Buka Setiap Hari, 1 Januari dan Idul Fitri hari pertama
09.00- 16.30 WIB

Umum Rp 35.000,-
Pelajar/ Mahasiswa Rp 15.000,-


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Udah Punya Smartphone dengan 4 Lensa Kamera?

30.9.18

Beberapa waktu lalu, saya menghadiri undangan mahasiswa. Mereka mengadakan pameran fotografi untuk memamerkan tugas kuliah. Seperti biasa, saat datang ke event saya berusaha untuk mendokumentasikan acara melalui ponsel untuk saya posting di sosial media, juga saya ulas nantinya di blog.

Saya ambil gambar beberapa kali. Sayangnya tidak ada gambar yang baik yang berhasil saya tangkap. Ruangan pameran diterangi lampu berwarna kuning kecokelatan. Handphone saya merasa kesulitan menangkap gambar. Baik menggunakan kamera belakang maupun kamera depan.

Tidak menyerah saya utak atik mode manual di pengaturan handphone. Mencoba mengatur besarnya diafragma dan ISO. Kembali saya bidik gambar. Hasilnya sekali lagi mengecewakan. 

Seorang mahasiswa mendekati saya. Dia membawa sebuah kamera DSLR di tangannya.

"Saya fotoin, Bu pakai kamera ini", ujarnya sambil mengacungkan kamera di depan saya. Saya meringis, sedikit malu.

"Wah, terima kasih lho, handphone saya sepertinya siap dimuseumkan. Besok kalau gajian, mungkin bisa beli mirorless, Mas", kata saya kemudian.

"Pakai kamera ribet, Bu. Kalau untuk Ibu, mending beli handphone yang kameranya bagus saja. Lebih praktis", jelas mahasiswa saya itu lagi.

Sayapun mengangguk mengiyakan. Sudah terbayangan dibenak saya, sebuah handphone yang bisa mendukung aktivitas sehari-hari. Rasanya malu, kalau kejadian malam ini terulang lagi.

Handphone adalah Partner Hidup


Jika orang bilang bahwa handphone adalah teman beraktivitas, alat untuk membantu pekerjaan atau media untuk berkomunikasi, bagi saya handphone lebih dari itu. Handphone adalah partner hidup. Ya, sesuatu yang menemani dan mendukung kehidupan. Interaksi dengan handphone jauh lebih sering daripada dengan alat atau benda lainnya.

Bangun tidur saja, saya dibangunkan oleh alarm di handphone. Sebelum ke kamar mandi untuk ambil air wudhu di pagi hari, saya ngecek pesan dan email di handphone. Ketika olahraga di rumah, saya pakai juga aplikasi workout di handphone. Bayangkan, semua itu terjadi dari rentang pukul 04.30 hingga 05.30, ternyata saya tidak bisa lepas dari handphone.

Belum lagi untuk urusan pekerjaan.

Ketika saya mengajar di kelas, beberapa materi atau e-book sengaja saya simpan di handphone juga. Itu mengapa handphone dengan penyimpanan memori yang besar jelas saya butuhkan. 

Kemudahan dalam membaca dokumen dalam bentuk pdf dan powerpoint harus didukung handphone dengan layar yang besar. Itu juga yang membuat saya  memilih handphone dengan layar minimal 5.5 inchi. Jika lebih besar, tentu saya lebih suka.

Layar yang besar juga membantu saya dalam aktivitas menulis. Saya malas kalau harus bawa laptop kemana-mana. Maka saya bergantung juga dengan smartphone yang saya punya. Layar yang besar, memungkinkan jemari untuk mengetik dengan lebih nyaman. Terutama ketika membutuhkan zoom in zoom out, jari akan bergerak lebih leluasa.

Beberapa pekerjaan biasanya saya lakukan bersamaan. Menulis sambil membaca. Kadang juga membuka browser, membuka aplikasi chatting atau mengoperasikan kamera. Gimana caranya melakukan semua hal itu dalam satu gawai? Ya, kalau handphone RAM-nya tidak besar, siap-siap aja  jadi ngelag, hang, ngambek tidak mau beroperasi.

Sering ngalamin hal ini? Sering banget!

Yang lebih menyedihkan apabila handphone tiba-tiba restart dan hasil kerja belum tersimpan. God, help me!! Berikan handphone yang anti ngelag

Blogging is a part of my life


Tulisan saya ini bukan berisi keluhan. Tapi saya paham kok, kalau saya tidak sendiri. Kamu merasakan dan mengalami juga kan apa yang terjadi dengan saya? Gimana sebelnya kalau handphone nggak bisa diajak kerja sama? Kalau handphone tiba-tiba ghost touch karena panas? Gimana kalau mau foto ternyata susah dapet gambar dan tiba-tiba kehabisan memori? Well, yah..itulah digital era. Kita sudah berbagi hidup dengan alat bernama handphone.

Dalam keseharian selain sebagai dosen, saya juga seorang bloger. Bloger yang bukan cuma mengisi blog dengan curhat dan puisi cinta, tentu saja. Aktivitas blogging menjadi hobi yang dibayar. Saya menghasilkan uang karena menulis di blog.

Awalnya, saya juga mengira kalau jadi bloger ya nulis aja, nulis lagi dan nulis terus. Ternyata, nggak sesederhana itu. Terlebih ketika orang bilang content is a king. Konten lah yang membuat blog tetap hidup.

Tetapi konten yang seperti apa?

Dulu teks saja cukup kan? Tapi sekarang nggak! Kita harus bisa nulis, bisa foto, bisa bikin infografis, bisa bikin video, bisa SEO dan bisa jadi influencer yang baik. Itu paket lengkap untuk jadi bloger saat ini. Dan itu nggak gampang.

Kita punya laptop aja nggak cukup. Butuh handphone kece, kamera yang keren, juga modal buat kesana kesini datang ke event.

But please..kalo kata orang jawa "Jer basuki mowa beyo" atau no pain no gain. Semua itu butuh modal men..

Buat saya sekarang, setelah saya punya laptop dengan performa yang bagus, saya harus juga dong  meningkatkan kualitas gadget yang saya miliki. Minimal saya punya handphone yang bisa multitasking dengan optimal. Saya sudah lelah sekali dengan handphone saya saat ini. Yang ketika lowlight sudah nggak bisa berbuat apa-apa. Saya harus kewelahan ketika ambil gambar di malam hari.


Padahal saya sering diundang untuk menghadiri event. Tidak jarang restauran dan hotel meminta saya untuk mereview menu yang baru mereka keluarkan. Jelas saja aktivitas foto-foto menjadi vital. Kalau handphone saya tidak punya fitur kamera bagus, foto yang saya hasilkan tidak akan membuat orang berselera. Jadi, handphone dengan kamera bagus menjadi keharusan disaat ini. Syukur-syukur sudah dibekali teknologi AI (Artificial Inteligent), sehingga foto berlatar bokeh yang cantik bisa dihasilkan. 

Ways to Instantly Appear More Confident


Profesi bloger  memiliki keuntungan di era influencer marketing saat ini. Yakni menjadi figur yang dianggap cukup kredibel membangun opini. Sering saya terlibat dalam aktivitas marketing perusahaan, khususnya untuk membantu promosi dengan memanfaatkan social media dan blog. Di sini saya belajar banyak bagaimana membangun konten yang kreatif dan  menarik engagament dari audience, juga menganalisis efektivitas penggunaan social media.

Pengalaman yang saya dapatkan sebagai bloger dan influencer ini saya gunakan sebagai bahan materi pengajaran di kampus. Kebetulan saya juga mengajar mata kuliah komunikasi bisnis. Salah satu kompetensi yang saya ajarkan yakni digital marketing. Jika hanya belajar dari buku, tentu akan terasa kurang. Karena kita tidak memiliki pengalaman untuk terlibat di dalamnya. 

Dari social media yang saya miliki, mahasiswa bisa secara real melihat aktivitas yang saya lakukan. Sehingga apa yang saya sampaikan tidak omdo- omong doang. Mereka bisa belajar dari pengalaman saya berinteraksi di dunia maya, kemudian memodifikasinya untuk keperluan mereka dalam perkuliahan atau bisnis yang mereka geluti.

Agar balance, berinteraksi dengan orang lain tidak hanya dilakukan di social media saja, tetapi juga di dunia nyata. Saya sering menghadiri  gathering atau workshop agar bisa bertemu dan belajar dengan orang baru. 

Dalam komunikasi face to face, bukan hanya komunikasi verbal saja yang dibutuhkan tetapi juga nonverbal. Untuk mengoptimalkan rasa percaya diri, things yang saya gunakan itu menjadi penting. Khususnya untuk menarik impresi orang ketika pertama kali bertemu.

Selain fashion item, handphone menjadi barang yang perlu diperhatikan. Saya suka sekali handphone dengan body yang memiliki warna selain hitam agar tampak lebih luxury. Ini semacam trigger agar terlihat lebih menarik. Kita tidak bisa bohong kan bahwa kebanyakan orang judge people by its cover. Jadi membawa barang yang bagus, akan menstimulus penilaian positif dari orang lain. Apalagi dalam ranah hubungan bisnis, hal ini meningkatkan trust dan percaya diri.

Akhirnya dengan beberapa pekerjaan yang saya lakukan bersamaan saat ini, sudah waktunya saya mendapatkan handphone impian. Yang bukan hanya mendukung dari sisi gaya tetapi juga produktivitas. Yang ketika saya bawa membuat saya lebih percaya diri, namun juga punya performa yang mumpuni.

Setelah mencari dan meminta rekomendasi dari rekan bloger,  saya merasa Huawei Nova 3i memenuhi kriteria smartphone idaman saya di tahun 2018 ini.


Mengapa Huawei Nova 3i?


Untuk menjadi smartphone idaman, jelas mendukung produktivitas kerja adalah hal yang utama. 

Apa yang dimiliki Huawei Nova 3i sehingga bisa memudahkan pekerjaan saya?

1. Huawei Nova 3i dengan FullView display yang lebar, dengan rasio screen-to-body yang  tinggi dan tampilan depan yang cantik. Huawei Nova 3i menggunakan layar FHD+ generasi terbaru, berukuran 6,3 inch (2340×1080) dan rasio 19.5:9. Ukurannya yang besar akan membantu saya dalam membaca artikel atau ebook melalui handphone. Terlebih dengan spek seperti ini, layar Huawei nova 3i dapat menampilkan gambar yang lebih  tajam.


2. Huawei Nova 3i juga dibekali  GPU Turbo untuk mengoptimalkan kemampuan pemrosesan grafisnya. Buat para gamer, jelas kinerja tinggi yang dihasilkan GPU Turbo akan menghasilkan gambar berkualitas yang tajam dan pengalaman bermain game yang lebih menyenangkan. Istilahnya gini nih, buat gaming saja handal apalagi buat kebutuhan lainnya seperti yang sering saya lakukan yakni  berkutat dengan foto, video dan menulis saja.

GPU Turbo adalah teknologi pengakselerasi pemrosesan grafis yang mengubah cara grafis diolah di level sistem; fitur ini meningkatkan integrasi software-hardware, sehingga bisa menjalankan game yang memiliki grafis paling intensif sekalipun, dengan mendongkrak performa dan efisiensi. (Sumber ; detik.com)
3. Dalam aktivitas blogging, saya membutuhkan smartphone dengan kapasitas memori yang besar untuk menyimpan foto dan video. Dan Huawei Nova 3i memiliki memori 128 GB. Ya ampun, ini luar biasa sekali! Karena beneran deh, tiap saya selesai liputan, saya harus segera mengosongkan memori handphone dengan memindahkan foto dan video ke laptop. Karena kalau sudah kepenuhan memorinya, ya udah handphone jadi lemot nggak ketulungan.

4. Nggak bakal baper soal kualitas kamera, karena Huawei Nova 3i dilengkapi dengan 4 kamera yang sudah mendukung AI teknologi. 2 kamera di bagian depan dengan kombinasi sensor utama 24 MP dan 2 MP dan 2 kamera belakang dengan sensor 16 MP dan 2 MP. Saya nggak akan bingung dan ribet lagi untuk urusan foto bokeh baik dengan kamera depan maupun kamera belakang. Foto bokeh yang dihasilkan juga terlihat profesional tanpa kesan fake.

Algoritma beautification juga dapat mendeteksi jenis kelamin ketika mengambil gambar selfie. Jadi untuk perempuan seperti saya yang suka berfoto, warna kulit saya juga dapat terkoreksi dengan baik. Selfie dengan Huawei Nova 3i akan makin percaya diri.

Foto selfie yang diambil dengan Huawei Nova 3i dalam kondisi lowlight


5. Nah, pasti semakin pede dengan membawa Huawei Nova 3i yang fashionable. I fall in love at the first sight dengan warna Iris Purple. Coba deh lihat, ada perpaduan warna biru dan ungu di balik lapisan kaca dengan sentuhan metalic sehingga terlihat futuristik. Dan saya harus bilang sih, kalau Huawai Nova 3i ini kelihatan mahal hanya dari casenya.

Kalau diperhatikan Huawei Nova 3i ini memang mumpuni. Pasti kamu yang membaca tulisan ini, akan sedikit ragu-ragu untuk membelinya. Karena kamu pasti berpikir kalau smartphone dengan performa segila ini pasti dibandrol dengan harga mahal.



Tapi, kamu harus ngiler (bareng sama saya), karena ternyata untuk  mid-end level, Huawei Nova 3i ini harganya terjangkau. Coba cek di e-commerce kamu bisa mendapatkan Huawei Nova 3i dengan harga Rp 4.199.000,-. Ya, jadi gini lho, kalau dibandingin antara fungsionalitas dengan uang yang kita keluarkan, bisa dibilang Huawei Nova 3i layak banget buat kita beli. Jadi nggak sekedar jadi smartphone idaman, tapi memang harus kita punya di 2018. Ya, tho?

Jadi, gimana, demi produktivitas kita yang semakin meningkat, kita jadi beli Huawei Nova 3i bareng kan?


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Aruna dan Lidahnya - Pencarian Cinta dalam Petualangan Lidah Mengecap Rasa

26.9.18

Jika bicara selera, semua orang boleh bersuara. Semua tentang cita rasa. Bukan melulu soal masakan saja, tapi juga tentang cinta.

Aku tidak berselera dengannya. Mungkin bisa masalah rupa, kepribadian, atau bisa juga tantangan mendapatkannya yang biasa saja.

Juga ketika lidah mengecap rasa. Bisa jadi, tampilan indah di mata, namun di mulut hambar rasanya. Bingung yang dominan, mana asin atau manisnya, atau mungkin butuh sedikit merica.

Lagi-lagi soal selera.

Jika bicara film Aruna dan Lidahnya, pasti langsung terbayang novelnya. Memang film ini di adaptasi dari karya Laksmi Pamuntjak dengan judul yang sama. Banyak yang bilang Aruna dan Lidahnya, memang tidak sekena Amba. Mungkin itu salah satu alasan dipilihlah pasangan yang cukup menggoda mata Dian Sastowardoyo dan Nicholas Saputra. Juga Hannah Al Rashid dan Oka Antara

"Tidak perlu baca novelnya, kamu bisa langsung tonton filmnya", begitu kata Edwin, sang sutradara. Nonton ya nonton saja.

Beruntungnya kesempatan nonton Aruna dan Lidahnya datang  kepada saya. Lebih bahagia karena ditonton berdua dengan suami tercinta.

Buat saya, alasan terbesar mau menonton film ini jelas karena Nicholas Saputra. Sosoknya, masih berada di jajaran teratas aktor yang layak memanjakan mata. Gayanya yang cool, menarik perhatian para hawa. Kadang ekpektasi tinggi saya pasang pada film-filmnya. Ada yang berhasil, ada yang hanya selintas saja.

Saat meet and greet di Coral Resto, Paragon Hotel 24/9/2018

Di film ini, Nicholas Saputra berperan sebagai Bono, sahabat Dian Sastro yang berperan sebagai Aruna. Selain seorang chef, dia juga seorang pendamba cinta. Butuh keberanian yang besar, hanya untuk menyampaikan rasa di hatinya. 

Tidak jauh berbeda, Aruna juga menyimpan rapi kegelisahan jiwanya. Kala bertemu Farish, sesorang yang mengambil hatinya sejak lama, Aruna tidak mampu lagi menyembunyikan rasanya. Air mukanya yang bicara.

Pencarian cinta dalam petualangan lidah mengecap rasa.

Kisah cinta di film Aruna dan Lidahnya dibalut dalam ekplorasi kuliner Nusantara. Mulai dari nasi goreng, soto Lamongan, mie kepiting Pontianak hingga rawon Surabaya. Total dikunjungilah lima kota. 

Sambil menikmati makanan, para pemeran mulai bercerita. Sudut pandang yang menarik, ketika Aruna seolah berbicara dengan penontonnya. Kami yang menonton merasa terlibat di dalam filmnya. Ikut menelan ludah juga, jika beberapa makanan dipamerkan di depan mata.

Tapi jangan mengira bahwa film ini menjadikan kuliner sebagai cerita utama. Kuliner hanya pemanis, yang menjadikannya alasanan untuk berpindah dari satu scene ke scene lainnya.

Baca Juga : 7 Hal Menarik dari Film Terbang Menembus Langit


Lagi-lagi buat saya, film ini memang seperti tergesa-gesa dalam menyelesaikan kisahnya. Semua dibuat sederhana. Kurang terasa tantangannya. Baik kisah cinta Bono dan Nad, Farish dengan Mbak Friya atau Farish dengan Aruna. Terlebih buat saya yang sudah menemukan cinta, ah, ini terlalu cheesy batin saya. 

Juga tentang isu flu burung, yang lagi-lagi hanyalah bumbu saja.

Well, tapi ada satu kutipan di film ini yang mengena. "Beberapa masakan tidak akan meninggalkan tangan pembuatnya". Mendengar ujaran ini, saya langsung teringat masakan mama. Apapaun yang dimasak mama saya, selalu enak dilidah anak-anaknya. Kata orang, bumbunya pakai cinta. 

Aruna dan Lidahnya, film ini adalah drama pencarian cinta. Jika cinta masih menjadi rahasia, mungkin sudah waktunya kamu menemukannya. Dimulai dari film ini? Mungkin saja.



Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.



Thank you,

Auto Post Signature