Mana yang Didahulukan: Pembukaan MC atau Menyanyikan Indonesia Raya?

13.5.26
PELATIHAN MC DAN PROTOKOLER
Pelatihan Master of Ceremony untuk Kader PKK se- Kecamatan Laweyan Surakarta


Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi nyatanya masih sering membingungkan, bahkan bagi mereka yang sudah puluhan kali menjadi Master of Ceremony (MC). Di satu acara, MC membuka dengan sambutan hangat terlebih dahulu. Di acara lain, hadirin langsung diminta berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan. Mana yang benar?


Jawabannya bukan soal kebiasaan atau selera. Ada aturan hukum yang mengaturnya.


Apa itu acara resmi?

Sebelum membahas urutan acara, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan acara resmi menurut hukum Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, acara resmi didefinisikan sebagai:

Acara yang diatur dan dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dan dihadiri oleh Pejabat Negara dan/atau Pejabat Pemerintahan serta undangan lain.


Artinya, acara resmi bukan sekadar acara yang terasa “formal” karena semua peserta berpakaian rapi. Acara resmi memiliki definisi hukum yang spesifik: diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga negara, dalam rangka pelaksanaan tugas tertentu, dan dihadiri oleh pejabat negara atau pejabat pemerintahan.


Contohnya: pelantikan pengurus organisasi yang bernaung di bawah lembaga pemerintah, rapat koordinasi dinas, upacara hari besar nasional (di luar upacara bendera), atau pembukaan kegiatan resmi tingkat kecamatan dan kelurahan.


Karena termasuk dalam kategori acara resmi, maka seluruh penyelenggaraannya, termasuk susunan acara, harus mengikuti tata keprotokolan yang berlaku.


Memahami UU No 9 Tahun 2010 Pasal 28


Tata urutan acara resmi yang bukan upacara bendera diatur secara eksplisit dalam Pasal 28 UU No. 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan. Pasal ini menyatakan:


Tata urutan acara bukan upacara bendera sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi, antara lain, meliputi:

a. menyanyikan dan/atau mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

 b. pembukaan

c. acara pokok

d. penutup


Jawaban dari pertanyaan di atas sudah jelas: menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya didahulukan sebelum pembukaan oleh MC.


Bukan MC yang membuka terlebih dahulu, lalu mengajak hadirin berdiri untuk Indonesia Raya. Urutan yang benar adalah sebaliknya — Indonesia Raya mengawali seluruh rangkaian acara, baru kemudian MC menyampaikan pembukaan.


Mengapa urutan ini penting?


Ini bukan hanya formalitas, namun memiliki makna dalam pelaksanaannya.


Menyanyikan Lagu Kebangsaan di awal acara adalah bentuk penghormatan kepada negara sebelum acara apa pun dimulai. Ia bukan sekadar “pengisi waktu” sambil menunggu pejabat datang, bukan juga pelengkap agar acara terasa resmi. Indonesia Raya adalah titik awal sekaligus pernyataan kolektif bahwa acara ini diselenggarakan dalam semangat kebangsaan dan tanggung jawab kenegaraan.


Ketika urutan ini dibalik atau diabaikan, bukan hanya soal estetika acara yang terganggu. Secara hukum, acara tersebut tidak mengikuti tata keprotokolan yang ditetapkan undang-undang.


Cara menjadi MC formal


Banyak orang berpikir bahwa menjadi MC yang baik cukup dengan suara yang lantang, pembawaan yang percaya diri, dan kemampuan membaca teks tanpa terbata-bata. Padahal, untuk acara resmi, itu baru setengah dari kompetensi yang dibutuhkan.


Seorang MC formal yang profesional perlu menguasai tiga hal sekaligus:


1. Pengetahuan keprotokolan

MC harus tahu aturan mainnya, termasuk memahami pasal-pasal dalam UU Keprotokolan yang mengatur urutan acara, tata tempat, dan tata penghormatan. Tanpa pemahaman ini, MC bisa secara tidak sengaja melanggar protokol yang justru membuat acara terlihat tidak profesional di mata pejabat dan tamu undangan yang paham.


2. Etika dan kepekaan situasi

Acara resmi melibatkan pejabat negara, tamu kehormatan, dan audiens dengan latar belakang beragam. MC harus bisa membaca suasana, tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam, serta menjaga nada dan pilihan kata yang tepat sepanjang acara.


3. Kemampuan komunikasi yang efektif

Tentu saja, kemampuan berbicara tetap menjadi fondasi. Artikulasi yang jelas, intonasi yang tepat, dan kemampuan mengalihkan situasi dengan tenang ketika ada gangguan teknis.



Pemahaman tentang keprotokolan tidak seharusnya hanya dimiliki oleh staf protokoler di istana atau kantor pemerintahan pusat. Di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga organisasi masyarakat seperti PKK, kegiatan resmi berlangsung hampir setiap bulan,


Pelatihan MC dan keprotokolan bagi kader PKK, pengurus RT/RW, panitia acara sekolah, atau relawan organisasi kemasyarakatan adalah investasi nyata dalam tertibnya penyelenggaraan acara di tingkat lokal.Sehingga kader-kader ini memahami bahwa setiap pelaksanaan acara resmi memiliki aturan tersendiri.


n

Tips Jadi Public Speaker dengan Audiens Mayoritas Laki- laki

19.2.26
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING TRAINER KOMUNIKASI INDONESIA PALING BAGUS


Membuka 2026, saya ingin menuliskan pengalaman sebagai seorang trainer. Alhamdullilah, sudah ratusan event saya handle, di mana audiens sengatberagam. Tidak jarang, saya berdiri di depan audiens yang mayoritas atau bahkan seluruhnya laki-laki. Salah satu pertanyaan yang sering saya dengar, "Mbak Sara, gimana rasanya 'menguasai' panggung yang isinya bapak-bapak atau peserta laki-laki semua? Enggak grogi?"


Jujur, di awal karier, ada perasaan terintimidasi. Namun, seiring berjalannya waktu dan jam terbang di SPEAKING.id, saya menyadari bahwa audiens laki-laki memiliki karakteristik unik. Mereka cenderung sangat logis, menghargai efisiensi, dan butuh bukti sebelum memberi kepercayaan. Beberapa hal berikut ini saya coba lakukan untuk membangun interaksi efektif dengan audiens laki- laki :


1. Gunakan Bahasa Logika dan Data

Audiens laki-laki umumnya lebih cepat "nyambung" dengan angka, hasil nyata, dan alur pemikiran yang runut. Hindari terlalu banyak basa-basi emosional di awal. Langsung masuk ke poin utama: apa masalahnya, apa datanya, dan apa solusinya.


Contoh Kalimat: "Bapak-bapak, riset menunjukkan bahwa kegagalan komunikasi di level manajerial dapat menyebabkan penurunan produktivitas tim hingga 25%, itulah mengapa hari ini kita tidak hanya belajar bicara, tapi belajar bagaimana memastikan instruksi kita dieksekusi dengan presisi."


2. Tegas dan Percaya Diri (Power Posing)

Secara psikologis, audiens laki-laki merespons otoritas. Ini bukan berarti kita harus galak, tapi kita harus menunjukkan bahwa kita "ahli" di bidang tersebut. Perhatikan body language seperti gunakan suara lantang, berdiri tegak, gunakan gerakan tangan yang terbuka namun pasti, dan jangan ragu melakukan kontak mata.


Contoh Kalimat: "Saya ingin kita semua sepakat pada satu prinsip ini, bahwa kepemimpinan yang kuat dimulai dari kemampuan mendengarkan, dan selama dua jam ke depan, saya akan memandu rekan- rekan di sini untuk menguasai teknik tersebut dengan standar profesional yang sudah kami uji di berbagai instansi."




3. Gunakan Analogi yang Dekat dengan Dunia Mereka

Untuk mencairkan suasana dan mempermudah pemahaman, gunakan analogi yang relevan dengan minat umum laki-laki, seperti olahraga, otomotif, atau strategi bisnis. Ini adalah teknik soft-selling dalam komunikasi yang membuat mereka merasa kita "satu frekuensi".


Contoh Kalimat: "Membangun sebuah sistem komunikasi dalam perusahaan itu ibarat menyetel mesin mobil F1, setiap komponen harus sinkron dengan presisi milidetik agar saat kita tancap gas di pasar yang kompetitif, mesin tidak mengalami overheat atau mogok di tengah jalan."


4. Berikan Apresiasi dan Libatkan Ego yang Positif

Laki-laki sangat menghargai pengakuan atas kompetensi mereka. Jangan menggurui, tapi ajak mereka berdiskusi. Berikan panggung bagi mereka untuk berbagi pengalaman, lalu bingkai pengalaman tersebut dengan teori komunikasi yang Anda miliki.


Contoh Kalimat: "Saya tahu Bapak-bapak di sini adalah para praktisi yang sudah kenyang pengalaman di lapangan, oleh karena itu saya sangat tertarik mendengar bagaimana cara kita menangani komplain pelanggan sebelum nanti kita bedah bersama dari sudut pandang strategi service excellence."


Menjadi trainer perempuan di depan audiens laki-laki justru memberikan keuntungan tersendiri. Kita bisa memberikan perspektif yang berbeda (lebih detail dan empatik) namun tetap dalam bingkai profesionalisme yang kuat. Kuncinya bukan pada siapa yang lebih dominan, tapi pada seberapa besar nilai (value) yang bisa kita berikan kepada mereka.


Semoga catatan kecil dari pengalaman saya di neyrhiza.com ini bermanfaat untuk Anda yang ingin naik kelas dalam dunia public speaking!

Perjalanan Ajang SIAP 2025 Surakarta, Dari Lisan ke Literasi

2.8.25

SUARA DAN AKSI PEREMPUAN PELOPOR SIAP SURAKARTA


Tahun 2025, mendokumentasikan salah satu perjalanan saya sebagai perempuan penggerak. Saya memberanikan diri mengikuti Pemilihan Suara dan Aksi Perempuan Pelopor (SIAP) 2025 yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta.


Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini 2025, dengan tujuan menemukan perempuan-perempuan yang secara aktif dan konsisten menggerakkan perubahan di masyarakat dalam berbagai bidang. SIAP bukan hanya kompetisi, tetapi panggung yang memberi pengakuan dan ruang kolaborasi bagi para perempuan pelopor di Kota Solo.


Tentang SIAP: Ajang Perempuan Penggerak di Surakarta

SIAP 2025 membuka pendaftaran pada tanggal 10 April 2025 melalui akun Instagram resmi @dp3ap2kb. Informasi yang dibagikan sangat jelas, mulai dari ketentuan peserta, syarat administrasi, hingga kategori lomba. SIAP terdiri dari tujuh kategori:


  • SIAP Kepemimpinan
  • SIAP Hukum
  • SIAP Sehat
  • SIAP Pintar
  • SIAP Lestari
  • SIAP Ekonomi
  • SIAP Sosial dan Budaya


Saya memilih kategori SIAP Pintar, karena sejak beberapa tahun terakhir saya menginisiasi dan menggerakkan program literasi berbasis keluarga melalui kegiatan membaca nyaring.


Tahap Pertama: Seleksi Administrasi

Untuk mengikuti SIAP, peserta wajib ber-KTP Kota Surakarta, berusia 25–58 tahun, aktif memperjuangkan hak perempuan dan kesetaraan gender, memiliki program berkelanjutan, serta tidak sedang menjabat sebagai ASN. Setelah mengirimkan CV dan mengisi formulir pendaftaran, saya bersyukur bisa lolos tahap pertama: seleksi administrasi.


Tahap Kedua: Wawancara Bersama Dewan Juri

Setelah seleksi administrasi, terpilihlah 10 finalis SIAP 2025 Kota Surakarta. Kami mengikuti tahap kedua, yaitu wawancara langsung dengan Dewan Juri. Saat itulah saya pertama kali bertemu langsung dengan para finalis lain yang luar biasa, beberapa di antaranya sudah saya kenal sebagai penggerak di bidangnya masing-masing.


SUARA DAN AKSI PEREMPUAN PELOPOR SIAP SURAKARTA


Saya diminta menyampaikan program yang saya jalankan selama ini, yaitu “Dari Lisan ke Literasi”, sebuah inisiatif membaca nyaring (read aloud) yang saya mulai sejak menjadi ibu di 2015. Dari pengalaman pribadi itulah saya sadar bahwa membaca buku untuk anak secara nyaring bisa menjadi jembatan edukasi yang kuat, bukan hanya mengenalkan kosa kata dan meningkatkan imajinasi, tetapi juga mempererat bonding antara orang tua dan anak.


Sejak tahun 2021, saya mendirikan komunitas Ritalot Solo Raya, yang menjadi wadah edukasi dan penyuluhan membaca nyaring untuk para perempuan, guru, penggiat literasi dan ibu di Surakarta. Saya telah menjalankan berbagai pelatihan, penyuluhan di sekolah, serta kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menghidupkan budaya literasi dari rumah.


Tahap Ketiga: Penyusunan Slide dan Video Program

Masuk ke tahap ketiga, kami para finalis diminta menyusun slide presentasi dan video program berdurasi maksimal 2 menit. Video tersebut memuat dokumentasi kegiatan, proyeksi pengembangan program ke depan, dan testimoni dari masyarakat yang terlibat dalam gerakan kami.


Saya menyusun video dengan hati-hati, mulai dari mengcapture kegiatan  membacakan buku dengan anak saya sejak balita, memperlihatkan proses komunitas Read Aloud Solo Raya tumbuh dan berkembang, menampilkan suara para ibu yang merasa terbantu dengan edukasi membaca nyaring, serta menunjukkan konsistensi yang telah saya bangun sejak 2015. Dalam presentasi, saya menyampaikan bahwa misi dari gerakan ini tidak akan berhenti hanya di kampanye, tetapi menjadi gaya hidup dalam pola asuh anak.


Dewan juri pada tahap ini terdiri dari:

  • Raden Ayu Febri Hapsari Dipokusomo (Rotary Club)
  • Sri Suwarni, S.Pd (perwakilan Dinas Pendidikan)
  • Rahayu Purwani, S.E., M.Si (dari SPE HAM)
  • Dra. Ninik Widaningsih (perwakilan RRI Surakarta)


Setelah pemutaran video, masing-masing juri memberikan masukan dan catatan untuk perbaikan. Masukan tersebut sangat berarti, karena akan digunakan sebagai bekal kami untuk tampil lebih maksimal di tahap final.


Tahap Keempat: Presentasi Akhir di Balai Kota Surakarta

Tahap terakhir adalah presentasi final di Balai Tawangarum, Balai Kota Surakarta, yang berlangsung pada 22 Mei 2025. Kami 10 finalis diminta mengenakan kebaya yang anggun dengan selempang hitam. Suasana sangat meriah dan penuh apresiasi karena dihadiri oleh lintas dinas, komunitas, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.


SUARA DAN AKSI PEREMPUAN PELOPOR SIAP SURAKARTA


Masing-masing finalis mengambil nomor undian, dan saya mendapat giliran ke-9. Di atas panggung, saya mempresentasikan program, memutar video, dan menjawab pertanyaan dari dewan juri selama kurang lebih satu menit.


Meski singkat, sesi ini cukup menantang karena harus padat, tepat, dan menyentuh. Saya menjelaskan kenapa membaca nyaring penting, apa dampaknya, dan bagaimana saya akan melanjutkan gerakan ini ke skala yang lebih luas.


Hasil Akhir dan Para Pemenang SIAP 2025 Surakarta

Alhamdulillah, setelah melewati seluruh tahapan, dari administrasi, wawancara, penyusunan video, hingga presentasi publik, saya dinobatkan sebagai Juara Ketiga SIAP 2025 Surakarta. Piala penghargaan diserahkan langsung oleh Ibu Venessa Winastesia, Ketua Tim Penggerak PKK Surakarta.



Berikut daftar lengkap pemenangnya:


🏆 Juara 1: Ibu Marliana dari KADIN, dengan program pemberdayaan UMKM

🥈 Juara 2: Mbak Fanny Chotimah, sutradara film dan penerima Piala Citra

🥉 Juara 3: Saya, dengan program Dari Lisan ke Literasi

🎖️ Juara Harapan 1: Mbak Uma, seorang konsultan pajak

🎖️ Juara Harapan 2: Ibu Farida, content creator bidang parenting


Lebih dari sekadar kompetisi, SIAP adalah ruang aktualisasi dan validasi perjuangan perempuan yang selama ini bergerak dengan penuh dedikasi. Bahkan setelah lomba berakhir, kami para finalis diajak untuk bergabung menjadi pengurus Forum Perempuan Berdaya Srikandi Maju Kota Surakarta. Ini membuktikan bahwa kontribusi kami tidak berhenti di panggung, tapi terus berlanjut dalam bentuk aksi kolaboratif bersama pemerintah dan masyarakat.


Bagi saya pribadi, SIAP 2025 menjadi pengingat bahwa gerakan kecil yang konsisten bisa membawa dampak besar. Dari aktivitas membaca buku untuk anak di rumah, saya menemukan panggilan untuk membagikan manfaatnya kepada ibu-ibu lain, kepada guru, komunitas, dan akhirnya kepada kota.


Semoga semangat SIAP terus menular, dan semakin banyak perempuan di Surakarta maupun di luar sana yang bersuara, bergerak, dan menginspirasi.

Bimbingan Teknis Membaca Nyaring Untuk Guru, Pegiat Literasi, Pustakawan dan Orang Tua

29.7.25

 


 ANTARA - Untuk menumbuhkan minat baca sejak dini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solo menyelenggarakan Bimbingan Teknis Read Aloud atau membaca dengan nyaring untuk para guru, pegiat literasi serta orang tua asuh, pada hari Senin-Rabu (19-21/5). Dengan membaca nyaring perbendaharaan kata anak bisa bertambah dan melatih anak menyampaikan pendapat sendiri sehingga tampil lebih percaya diri. (Denik Apriyani/Yovita Amalia/Rijalul Vikry)


Selengkapnya vido dapat ditonton di sini.

Pelatihan Etika Pelayanan dan Komunikasi Untuk Kasir dan Kliringman Perbankan Di Solo Raya



Sebagai garda terdepan layanan perbankan, kasir dan kliringman memiliki peran vital dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang profesional. Pada 19 Juli 2025, Bank Indonesia Solo menyelenggarakan pelatihan etika pelayanan dan komunikasi untuk Forum Komunikasi Kasir dan Kliringman. Kegiatan ini berlangsung selama dua jam dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai lembaga perbankan di wilayah Solo dan sekitarnya.




Sebagai tariner saya menyampaikan materi yang berfokus pada tiga aspek penting dalam pelayanan prima: disiplin waktu dan penampilan, kejujuran dalam menyampaikan informasi, serta tanggung jawab sebagai garda terdepan institusi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip komunikasi asertif dan responsif dalam menghadapi berbagai karakter nasabah.


Sesi role play menjadi bagian paling dinamis dalam pelatihan ini. Peserta diajak mempraktikkan berbagai situasi layanan nyata, termasuk menghadapi komplain, menangani kesalahpahaman, serta menjaga sikap profesional saat berada di bawah tekanan. Melalui latihan ini, peserta belajar pentingnya empati, ketenangan, dan konsistensi dalam pelayanan.



Menerima Penghargaan dari Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta

5.6.25

 



Kerja sama yang bermakna selalu membuahkan hasil yang membanggakan. Pada Selasa, 4 Juni 2025, PT SPEAKINGID Semua Bisa Bicara menerima apresiasi istimewa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kemitraan strategis dan kolaborasi aktif dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa komunikasi.

Bertempat di Auditorium Mohammad Djazman, penghargaan diberikan oleh Pak Sidiq selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi kepada saya secara langsung, dalam rangkaian acara tahunan bertajuk COMFEAST (Communication Festival). Acara ini menjadi momen penting yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam suasana inspiratif dan penuh semangat.



Selama ini, SPEAKING.ID yang telah saya bangun sejak 2018 secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan bersama UMS, mulai dari seminar, workshop, dan penerimaan mahasiswa magang yang dirancang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Kolaborasi ini bukan hanya soal berbagi ilmu, tapi juga tentang membangun jejaring profesional dan menanamkan semangat kepemimpinan komunikasi sejak di bangku kuliah.



Semoga penghargaan ini menjadi penanda bahwa langkah bersama antara SPEAKING.ID dan Ilmu Komunikasi UMS akan terus tumbuh, membawa manfaat lebih luas untuk pendidikan dan profesi komunikasi di Indonesia.


Menjadi MC Acara Pocari Sweat Moms Community Gathering

22.3.25


SARA NEYRHIZA PRAKTISI KOMUNIKASI SOLO JAWA TENGAH INDONESIA

Para ibu berkumpul? Yes, pasti seru dan menyenangkan!


Kali ini, para ibu yang tergabung dalam berbagai komunitas berkumpul di acara Pocari Sweat Moms Community Gathering yang diadakan di Hotel Solia Zigna pada Sabtu, 15 Maret 2025. Momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh makna dan refleksi.


Saya, yang terlibat sebagai MC sekaligus koordinator dari Read Aloud Solo Raya—salah satu komunitas yang hadir—sudah berada di lokasi sejak pukul 13.00 WIB. Rangkaian acara yang panjang dan padat mengharuskan saya memahami setiap detail dengan baik. Apalagi, acara ini dirancang untuk mempererat hubungan antar komunitas ibu sekaligus memberikan wawasan berharga tentang kesehatan anak dan psikologi keluarga.


SARA NEYRHIZA PRAKTISI KOMUNIKASI SOLO JAWA TENGAH INDONESIA


Acara dimulai dengan sesi perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat apresiasi kepada komunitas yang hadir sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun lingkungan yang mendukung para ibu. Suasana semakin meriah dengan games dari Quizizz yang menguji pengetahuan para peserta.


SARA NEYRHIZA PRAKTISI KOMUNIKASI SOLO JAWA TENGAH INDONESIA


Pocari Sweat tentu tidak hanya mengajak peserta untuk bergembira, tetapi juga belajar mengenai kesehatan mental dan parenting. Hadir Dr. Fadhilah Tia Nur, Sp.A (K), M.Kes, seorang dokter spesialis anak, yang berbagi pengetahuan tentang kesehatan anak serta pentingnya asupan nutrisi yang tepat saat anak mulai belajar puasa. Sementara itu, Ayu Archentari, S.Psi, M.Psi, seorang psikolog keluarga, memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga, khususnya bagaimana menjaga kewarasan seorang ibu dalam menjalani peran sehari-hari. Diskusi berlangsung sangat interaktif—para peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman, membuat suasana semakin hidup dan penuh pembelajaran.


SARA NEYRHIZA PRAKTISI KOMUNIKASI SOLO JAWA TENGAH INDONESIA


Acara semakin seru saat semua komunitas dilibatkan dalam games Parcel Lebaran. Dalam waktu hanya 15 menit, setiap komunitas diminta menyusun berbagai produk menjadi sebuah parcel yang cantik. Sebagai penutup, momen berbuka puasa bersama menjadi puncak dari kebersamaan hari itu. Dengan hidangan lezat dan suasana penuh kehangatan, kami tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mempererat hubungan antar komunitas ibu.


Bagi saya, menjadi bagian dari acara ini adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Melihat antusiasme para ibu untuk terus belajar semakin menguatkan keyakinan saya bahwa komunitas memiliki peran penting dalam mendukung orang tua dalam perjalanan membesarkan anak-anak. Melalui diskusi, tawa, dan kebersamaan, kami saling menguatkan dan tumbuh bersama.

Read Aloud bersama Perpustakaan Bank Indonesia Solo

14.3.25





Solo, 14 Maret 2025 - Membacakan buku untuk anak- anak TK adalah salah hal yang menantang. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar, namun di sisi lain mudah terdistraksi dengan lingkungan. Itu mengapa momen membacakan buku bersama  anak-anak TK NDM Kauman di Perpustakaan Bank Indonesia Solo menjadi pengalaman menarik buat saya. Sejak awal, saya sudah bisa merasakan antusiasme anak-anak yang begitu tinggi untuk mendengarkan cerita yang akan saya bawakan.


Dalam sesi ini, saya diminta membacakan buku bertema literasi keuangan berjudul Uang Receh Rafi. Dengan teknik read aloud yang interaktif, ekspresi suara, serta gestur, saya ingin memastikan bahwa setiap anak benar-benar terlibat dalam cerita. Momen terbaik bagi saya adalah ketika mereka tertawa, bersorak, dan ikut mempraktikkan bagaimana cara menabung dengan menggunakan celengan yang saya bawa.


MEMBACA NYARING BERSAMA PERPUSTKAAN BANK INDONESIA


Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca nyaring, tetapi juga tentang menanamkan gaya hidup hemat dengan menabung sejak dini. Saya yakin, dengan pengalaman positif ini, anak-anak akan memahami bahwa uang yang mereka miliki bisa dibelanjakan secara tepat. Hal ini juga implementasi semangat Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.


Terima kasih kepada Perpustakaan Bank Indonesia Solo atas kesempatan  ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak anak yang merasakan manfaat dari read aloud!


Liputan Majalah Annaba SMA Islam Al-Azhar 7 Sukoharjo

10.2.25

 



Di penghujung 2024, saya kedatangan beberapa murid dari SMA Islam Al-Azhar 7 Sukoharjo yang tergabung dalam tim majalah sekolah mereka, Annaba. Mereka datang dengan penuh semangat untuk mewawancarai saya sebagai narasumber untuk salah satu rubrik di majalah tersebut.


Sebagai seseorang yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia komunikasi dan public speaking, saya selalu merasa antusias ketika ada kesempatan berbincang dengan generasi muda. Saya percaya bahwa anak-anak muda memiliki cara pandang yang segar, rasa ingin tahu yang tinggi, dan perspektif yang sering kali membuat saya sendiri ikut belajar dari mereka.



Sejak awal pertemuan, mereka menunjukkan sikap profesional: membawa daftar pertanyaan yang sudah disiapkan dengan baik, mencatat dengan teliti, dan aktif mendengarkan. Saya bisa merasakan betapa mereka ingin menggali wawasan sebanyak mungkin untuk disajikan dalam tulisan mereka nanti. Kami berbincang tentang dunia komunikasi, pentingnya public speaking, dan bagaimana skill komunikasi yang baik dapat membuka banyak peluang di masa depan.


Momen seperti ini mengingatkan saya pada perjalanan saya sendiri—bagaimana dulu saya juga pernah berada di posisi mereka, penuh rasa ingin tahu dan berusaha menyerap sebanyak mungkin ilmu dari orang-orang yang lebih dulu berpengalaman. Melihat mereka, saya yakin bahwa masa depan jurnalistik, storytelling, dan dunia komunikasi di tangan generasi muda akan tetap berkembang dan penuh inovasi.



Terima kasih untuk tim Annaba yang sudah datang dan berbagi pengalaman dengan saya. Semoga tulisan ini bisa menjadi pemantik semangat bagi kalian untuk terus menulis, berbicara, dan berbagi inspirasi dengan dunia!

Read Aloud Goes to School: Menyebarkan Semangat Literasi Iklim di SD Negeri Gurawan

 

PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Pagi hari, tepat pada Rabu, 22 Januari 2025, saya bersama teman-teman dari Read Aloud Solo Raya melangkah ke SD Negeri Gurawan, Surakarta dengan penuh semangat. Hari itu, kami mengadakan kegiatan Read Aloud Goes to School, sebuah program literasi yang bertujuan mengenalkan anak-anak pada isu perubahan iklim dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi lanjutan dengan Buibu Baca Buku Book Club (BBB Book Club).


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Di SDN Gurawan Surakartam kami mengajak para siswa khususnya kelas 4, 5, dan 6,untuk memiliki  kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dalam kegiatan ini, kami menggunakan buku seri Keluarga Panik karya Noor H. Dee  yang terdiri dari tiga judul:


1. Polusi Dilarang Masuk

2. Banyak Sampah Banyak Masalah

3. Cita-Cita Penyelamat Bumi


Ketiga buku ini menjadi media yang tepat untuk mengajak anak-anak berpikir kritis tentang lingkungan, memahami dampak polusi dan sampah, serta menginspirasi mereka untuk berkontribusi dalam menjaga bumi.


Sebagian besar dari kami yang hadir adalah peserta yang sebelumnya terlibat dalam pelatihan Read Aloud yang sebelumnya telah digelar pada 22 Desember 2024. 



Baca Juga : Pelatihan Read Aloud untuk Penggiat Literasi



Sebanyak enam orang dari kelompok ini, yakni Mbak Ratih, Mbak Putri, Mbak Widia, Mbak Candra, Mbak Yani, dan Mbak Dinar, menjadi pembaca buku dalam acara ini. Dengan teknik membaca nyaring yang sudah mereka pelajari, mereka berhasil menarik perhatian anak-anak, membuat mereka tertawa, berpikir, dan bahkan bertanya-tanya tentang berbagai isu lingkungan.


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Selain keenam pembaca buku tersebut, saya bersama Mbak Anis, Mbak Nova, Mbak Cinthia, dan Mbak Stafa juga turut serta dalam menyukseskan acara ini. Kami semua memiliki peran masing-masing, dari mendukung jalannya sesi membaca, berinteraksi dengan anak-anak, hingga mengatur kelancaran acara.


Salah satu hal yang paling membahagiakan dari kegiatan ini adalah antusiasme anak-anak. Mereka begitu terlibat dalam cerita yang kami bacakan, dan berbagi pengalaman mereka tentang bagaimana mereka mencoba menjaga lingkungan.


Setelah sesi membacakan buku berakhir, kami meminta para anak- anak untuk membuat poster. Poster bertema lingkungan, untuk menuangkan ide- ide kreatif anak- anak setelah memahami buku yang kami bacakan. Setiap kelas di bagi menjadi 3- 4 kelompok. Setiap kelompok dibekali dengan kertas poster dan cat air. Anak- anak kemudian diminta membuat poster dengan bekerja sama.


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


PELATIHAN READ ALOUD UNTUK ORANG TUA MURID DAN PENGGIAT LITERASI


Melihat semangat mereka, saya merasa bahwa misi kami hari itu benar-benar tersampaikan. Dengan pemahaman terhadap isi buku yang kami bacakan, kami berharap mereka akan mampu menjaga bumi dengan lebih baik.


Read Aloud Goes to School di SD Negeri Gurawan hari itu bukan hanya tentang membaca buku. Ini adalah langkah kecil dalam perjalanan panjang untuk menanamkan kesadaran lingkungan pada generasi muda. Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membaca buku dan berdiskusi tentangnya.



Auto Post Signature