Bedah Naskah Podcast Monolog di Lomba Podcast PFN 2020

28.11.20
NASKAH PODCAST MONOLOG


Ini adalah salah satu kompetisi podcast yang berhasil saya menangkan. Lomba podcast ini diadakan oleh Kominfo dan Perum Produksi Film Negara dengan mengangkat tema “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa – Peran Saya dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.” yang dilaksanakan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda Ke-92, HUT NKRI Ke-75 dan HUT Perum PFN Ke-75. 


JUARA LOMBA PODCAST PFN 2020


Juri Lomba yang WOW banget.

Saya sempat kaget, ketika tahu bahwa lomba podcast ini menghadirkan banyak dewan juri. Siapa saja dewan jurinya baru diumumkan saatengumuman pemenang Lomba Podcast PFN 2020 dilakukan, Rabu 4 November 2020 melalui platform Zoom. "Wah, nggak kaleng-keleng nih," batin saya.


Siapa saja dewan jurinya, mereka adalah 

  • Hendri Saparini (ekonom dan Founder Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia),
  • Ahmad Mahendra (Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Tjandra Wibowo (Direktur Produksi dan Komersial Perum PFN)
  • Joshua Puji Mulia Simanjuntak (Staf Ahli bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf)
  • Fadli Rahman (Staf Ahli Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional dan Komisaris PT Pertamina Hulu Energi)
  • Ferdinandus Setu (Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika)
  • La Rane Hafied (Working Group Layanan Podcast dan Digital Radio Singapore International)
  •  Rizky Adi Nugroho a.k.a Mr. Popo (Founder Podcast Do You See What I see


Podcast ini saya buat cukup singkat. Paling cuma 2 jam, karena sudah mepet deadline. Kebut aja, yang penting bisa ikutan dan nambah episode baru kalaupun entar kalah.


Baca Juga : Tips Membuat Naskah Podcast


Sama seperti episode The Late Brunch Podcast yang lain, saya juga menyusun naskah terlebih dahulu  sebelum sesi merekam suara. Setelah mengumpulkan data, dan menyusun kerangka cerita, maka saya susun sehingga menjadi naskah yang enak dibaca dan disampaikan.



Berikut ini naskah podcast monolog berjudul "Kita Bisa Apa?"


Introduction

7 bulan lebih di rumah aja? Apa aja yang berubah? Pertama/ jelas rajin pake masker/ selalu bawa handsinitizer/ dan menghindari keluar rumah untuk hal yang nggak perlu//

Kedua/ jadi rajin masak// Selain bisa lebih menjaga kesehatan/ ternyata cara ini juga efektif bikin nggak jajan sembarangan//

Ketiga/ ngantor mulu di rumah// Bener deh/ sejak 16 Maret 2020 saya nggak terima undangan dan pekerjaan di luar rumah// Bukannya sok sokan ya/ tapi memang pengen lebih menjaga diri aja/ Lagian pekerjaan semua bisa online kok// Malah lebih hemat ongkos transport dan jajan..//hehehehe

Keempat/ jadi rajin nonton film// Banyak film Indonesia lawas yang saya tonton ulang// Sekalian nostalgia//

Kelima/ nggak pernah belanja produk tersier// Dulu ya/ hampir tiap bulan hobi banget belanja baju/ tas dan sepatu// Sekarang/oh tentu tidak...//Lha gimana sih/ kan nggak kemana- mana/ pake aja daster di rumah//


Main Idea - Data Explanation

Saya yakin nggak sendiri// Jutaan orang mungkin melakukan hal yang sama// Perubahan perilaku konsumsi masyarakat ini/ ternyata berdampak besar// Aktivitas masyarakat menurun yang berdampak pada ekonomi/ khususnya sektor informal atau UMKM//

Pemerintah juga bekerja keras untuk memulihkan perekonomian ini dengan menggelontorkan dana sebesar Rp203,9 triliun untuk klaster perlindungan sosial yang direalisasikan ke berbagai program/ seperti PKH (Program Keluarga Harapan)/ BPNT (Bantuan Pangan Nontunai)/ Sembako/ BST (Bantuan Sosial Tunai)/ Kartu Prakerja/ BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa/ Banpres Produktif untuk Modal Kerja/ Subsidi Gaji/ dan Diskon Listrik// Program ini untuk meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19/ sekaligus juga memicu peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat// (sumber data : https://setkab.go.id/progres-realisasi-program-pemulihan-ekonomi-nasional-pen-klaster-perlindungan-sosial-26-september-2020-di-istana-kepresidenan-bogor-provinsi-jawa-barat/)

Program Pemulihan Ekonomi Nasional merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian/  Tujunnya untuk melindungi/ mempertahankan/ dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19// Untuk UMKM/ program Pemulihan Ekonomi Nasional diharapkan dapat memperpanjang nafas UMKM dan meningkatkankinerja UMKM yang berkontribusi pada perekonomian Indonesia//


Main Idea- Solution

Lalu /apa peran kita pada ekonomi nasional?//

Belanja guys/ itu salah satunya// Belanja produk UMKM yang ada disekitar kita// Kalau kita belajar dari core valuenya BUMN yakni AKHLAK Amanah/ Kompetensi/ Harmonis/ Loyalitas/ Adaftif/ dan Kolaborasi// Saat ini adalah waktunya untuk kita beradaptasi dan berkolaborasi.

Jika selama ini kita cuek dengan kesehatan// Nah/ sekarang kita bisa beradaptasi dengan menerapkan 3M Menggunakan Masker Mencuci Tangan Menjaga Jarak untuk memutus mata rantai penularan penyakit corona// Plus jangan lupa makan makanan bergizi/ tidur cukup dan berolahraga//

Nah/ untuk misi kolaborasi/ salah satunya dengan mendukung usaha teman- teman di sekitar kita// Apa lagi banyak kan/ yang kehilangan pekerjaan/ atau harus jungkir balik cari kerja sampingan sampai dengan berjualan// Misi ini nggak muluk-muluk kok/ Dengan tika membeli produk UMKM berarti kita bisa mencukupi kebutuhan kita sehari-hari plus membantu UMKM untuk tetap melanjutkan usaha//


Conclusion

Jadi/ udah tahu kan apa peran kita?

Harapannya semboyan Satu Nusa Satu Bangsa dan Satu Bahasa yang lekat dengan sumpah pemuda 28 Oktober/ nggak cuma jadi seremonial belaka/ Tapi betul- betul bisa mempersatukan kita// Yaiyalah/ kita sekarang kan mengalami hal yang sama// Lagi dapet ujian bersama// Kalau nggak saling menguatkan/ kita bisa apa?///


Klik untuk mendengarkan audio podcast



Baca Juga : Naskah Podcast Storytelling



Berikut liputan media terkait lomba podcast PFN 2020 ini.



 Selengkapnya untuk membaca liputan antaranews.com - beritasatu.com - beritalima.com 


Terima kasih sudah memilih saya sebagai pemenang. :)


See you on the next blogpost.








Thank you, 


5 Pertanyaan Wajib Sebelum Belajar Public Speaking

13.11.20

 

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BERSAMA SARA NEYRHIZA


Tenang saya tidak akan membahas teknik yang rumit, justru kita akan belajar dari sesuatu hal yang sangat mendasar. Syukur-syukur bisa memberikan motivasi teman- teman untuk mempelajari keterampilan public speaking dengan lebih baik.


Apa itu public speaking?


Public speaking adalah proses menyampaikan pesan kepada khalayak (berjumlah 2 orang atau lebih) yang memiliki tujuan tertentu. Jadi kalau bicara mengenai public speaking, maka komunikator (orang yang menyampaikan pesan) pasti memiliki suatu tujuan. Harapannya apa yang ia sampaikan dapat mengubah pengetahuan, perasaan dan perilaku dari audiensnya (komunikan)


Apakah kamu tertarik menjadi seorang public speaker yang cakap berbicara di depan umum?


Ketika saya memberikan pelatihan, workshop atau mengajar di kelas private kebanyakan peserta menjawab IYA, saya ingin menjadi seorang public speaker yang bagus.

 

Hanya saja kebanyakan orang bingung mau memulai dari mana, apa yang akan dipelajari, di mana bisa praktik public speaking, gimana kalau tidak menguasai materi, takut salah dan lain sebagainya.


Bayangkan seperti ini, seorang kawan bertanya "Kamu mau masak apa?"


Lalu kita menjawab "Aku mau masak ayam" 

"Ayam diolah apa?" 

Disitu kita bingung menjawabnya. 

Ayamnya diolah apa ya? Kalau mau masak opor resepnya yang enak seperti apa? Merebus ayam berapa lama ya? Biar opornya nggak terlalu berminyak, diapain ya? Gimana kalau hasilnya nggak enak? Gimana kalau ayamnya kurang matang dan suami nggak suka? Dan, gimana..gimana..gimana lainya.


Semakin banyak pertanyaan, justru membuat kita jalan ditempat. Akhirnya pesen ojek online untuk cara instan. Atau memilih masak mie goreng dengan bumbu sachet.


Belajar Public Speaking Mulai Dari Mana?


Okey, dengan analogi di atas sebenarnya saya ingin mengajak kamu untuk memahami, bahwa ketika kita ingin belajar public speaking langkah awalnya adalah menanyakan ke diri sendiri seberapa penting public speaking ini dilakukan.


Jangan terburu-buru belajar teknik.


Jika teman- teman ingin mempelajari atau meningkatkan keterampilan public speaking, maka coba tanyakan dan lakukan beberapa hal berikut ini agar proses belajar kita lebih terarah :


1. Mengapa perlu melakukan public speaking?

Tidak semua orang memerlukan keterampilan public speaking. Sama seperti saya, tidak memerlukan keterampilan menjahit. Selain tidak tertarik, saya juga sadar memiliki kemampuan kerajinan tangan yang rendah. 


Jadi yang pertama, temukan dulu apa tujuan melakukan public speaking. Apakah karena kebutuhan memberikan informasi, memberikan pengajaran, berusaha memberikan pengaruh, atau ingin menghibur orang lain.



2. Apa yang kita bisa?

Public speaking adalah salah satu cara untuk mengkomunikasikan ide, gagasan, kemampuan, keterampilan, dll. Maka, sebelum belajar public speaking, cari tahu materi/ topik apa yang kita kuasai.


Dari teori Three Basic Part of Persuasion dari Aristoteles, kita belajar mengenai kredibilitas (ETHOS).


ETHOS : Public speaker harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni terhadap suatu topik agar mampu berkomunikasi efektif dengan orang lain. Jadi jangan sampai, bicara omdo alias "omong doang", sementara kita tidak paham apa yang dibicarakan. 


Maka sebelum berbicara, penting untuk mempersiapakan materi terlebih dahulu. Banyak membaca, mencari referensi, berdiskusi dan lain sebagainya agar pengetahuan semakin luas. Dan jangan terpaku pada satu teori saja, agar kita lebih siap menghadapi berbagai situasi.



3. Siapa diri kita?

Setiap orang memiliki gaya berkomunikasi masing- masing. Maka cobalah kenali, bagaimana gaya kita berkomunikasi. Apa tujuannya? Agar kita bisa memaksimalakan potensi sesuai karakter kita.


Secara garis besar, karakter public speaker dibagi menjadi 4 :


  1. Analyzer : yang suka berbicara runtut dan terstruktur.
  2. Harmonizer : yang persuasif dan pandai mempengaruhi orang lain
  3.  Entartainer : yang suka meghibur orang lain dan suka improvisasi
  4. Debater : yang mampu berbicara dengan tegas dan cenderung mengintimidasi lawan bicara


Jadi misalnya, kita adalah orang analyzer yang rapi dan terstruktur, nggak perlu ngoyo untuk jadi public speaker yang lucu dan hobi banyol ala stand up comedyan. Boleh belajar hal lain, tapi tetap jadi diri sendiri agar lebih nyaman.


Baca Juga : Latihan Suara Diafragma Agar Suara Powerful



4. Bagaimana melakukan public speaking?

Saya mulai belajar public speaking di usia 8 tahun, saat itu saya berkesempatan mengisi Kultum (ceramah) Ramadan di sekolah. Dari pengalaman  itu, ada 2 hal yang saya yakini hingga sekarang.


Untuk bisa melakukan public speaking modal utama kita adalah : PERCAYA DIRI dan LATIHAN.


Percaya diri. Rasanya begitu mudah diucapkan, tapi susah untuk dilakukan. Bagaimana melahirkan rasa percaya diri? Yakni dengan latihan.


Public speaking kan ngomong doang.


Sayangnya berbicara tidak omong doang. Berbicara ada seninya. Ada teknik dan ada rasa yang digunakan. Untuk itu diperlukan latihan.


Latihan bisa dilakukan dengan :

a. Membaca naskah apapun, buku, majalah apapun yang berupa teks

b. Berbicara di depan kaca. Lakukan improvisasi mulai dari perkenalan diri sampai membahas suatu topik dalam waktu yang ditentukan (5, 10, 15, 30 menit)

c. Merekam suara. Melatih untuk eksplorasi artikulasi, intonasi, tempo dan tone suara.

d. Berani beropini. Jika kita hadir dalam suatu acara seminar, cobalah untuk angkat tangan dan berani bertanya atau berpendapat.

e. Melakukan virtual public speaking. Meski level tekanan dan tantangannya berbeda dengan public speaking "face to face", tapi kita bisa menggunakan Instagram Live, Facebook Live, atau sekadar merekam vlog di handphone untuk melatih storytelling.

f. Ambil kesempatan tampil. Dari panggung kecil seperti misalnya rapat PKK, acara komunitas, perkumpulan wali murid atau apapun yang memungkinkan kita bisa berbicara di depan orang banyak.


Semakin banyak "area pertunjukkan" yang kita coba, semakin kita belajar :

1. Penguasaan materi

2. Teknik public speaking yang benar

3. Menyusun pesan yang efektif

4. Memahami audiens

5. Mengendalikan grogi

6. Melatih improvisasi, dan lain sebagainya



5. Kapan dan Di mana belajar public speaking?


Kapan mulai latihan public speaking? Sekarang. Tidak ada kata terlambat. Saya punya murid berusia 61 tahun dan bekerja sebagai penjual ayam di pasar. Dengan usia beliau yang tidak lagi muda, ternyata masih punya semangat yang tinggi. 


Long story short, si ibu sedang mencoba menjadi agen umroh disela pekerjaannya di pasar, sehingga beliau menyadari bahwa kemampuan public speaking diperlukan ketika bertemu dengan calon kliennya.


Di mana mulai latihan public? Di rumah. Mulai dari membaca buku dengan nyaring (reading aloud), berbicara di depan kaca, merekam video sampai membuat rekaman suara untuk podcast.


Baca Juga : Cara Membuat Podcast dengan Mudah dan Gratis


Keterampilan berbicara itu bisa karena terbiasa. 

  • Cari ilmunya (lihat video, baca buku, observasi, dll)
  • Praktikkan ilmunya perlahan- lahan. Bisa dengan membacakan buku untuk anak, mendongeng,dll
  • Ambil tiap kesempatan untuk tampil untuk menambah jam terbang.


Yuk, berlatih public speakingNever give up and never surrender. Cayo!


Baca Juga : Rumus Bicara Efektif


See you on the next blogpost.








Thank you, 

Rumus Berbicara Efektif yang Kamu Perlu Tahu

11.11.20

 

PELATIHAN PUBLIC SPEAKING SOLO JOGJA SEMARANG



Bicara efektif itu bukan sekadar mengeluarkan pesan/materi informasi secara lisan.

Tapi apa yang disampaikan harus mampu mengubah pemahaman audiens (mudah dipahami , mengubah perasaan, dan syukur- syukur bisa mengubah perilaku. Sebagai manusia, wajar sih kalau kita ingin didengar, ingin dianggap jago dan menguasai kepakaran tertentu. Cuma masalahnya, kalau lawan bicara atau khalayak tidak paham dengan apa yang disampaikan, semua jadi omong kosong belakang.


Baca Juga : Latihan Public Speaking dengan Podcast


Tentu bicara efektif ini bukan hal yang mudah. Selain dari sisi komunikator, gangguan dalam komunikasi bisa saja terjadi dari sisi pesan, media dan diri komunikan sendiri. Tapi, karena kita sedang belajar menjadi komunikator yang baik, yuk coba pelajari rumus bicara efektif berikut ini.



See you on the next blogpost.








Thank you, 

Auto Post Signature