Menjadi Bunda Baca dan Semangat Untuk Tetap Membaca

29.12.22

SARA NEYRHIZA
Saya melakukan Read Aloud di SMP Negeri 23 Surakarta



Membaca buku terasa begitu berat. Benarkah?


Saat duduk dibangku SMP, saya sampai rela menahan lapar demi menabung uang saku untuk membeli sebuah buku. Seribu dua ribu terkumpul setiap hari hingga cukup membeli serial cantik, buku tema percintaan yang sangat hits saat remaja dulu. Perpustakaan sekolah juga selalu ramai dengan para siswa yang rebutan buku keluaran terbaru. Novel Lupus, sampai Harry Potter sangat sering dipinjam hingga bentuknya berubah menjadi kumal. Ah, saya rindu energi kala itu. Menjadikan buku satu- satunya pelarian terbaik dalam mengusir kebosanan. Selalu ada buku.


Sekarang, saya masih mencintai buku, selalu menyempatkannya membacanya setiap hari. Tapi rasanya tidak lagi sama. Saya membaca buku karena harus, harus membaca. Harus dipaksa, agar tidak semakin terlena dimabuk social media. Atau dimanjakan dengan konten audio visual yang tidak ada habisnya, ya video pendek, ya anime Jepang, sampa serial on demand yang bisa diakses 24 jam sehari, 7 hari seminggu asal punya kuota internet.


Saya menyadari bahwa ketergantungan pada penggunaan gawai memberikan dampak yang besar, salah satunya minat membaca buku yang kian menurun. Bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga anak- anak. Screen time yang tinggi mengurangi tingkat fokus. Begitu pegang buku, rasanya mata lebih mudah mengantuk. Belum lagi jika harus menggunakan alasan kesibukan yang kian banyak, rasanya tantangan baca buku semakin besar.


Di tahun 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta menjadi Bunda Baca Kota Solo. Sudah menjadi kewajiban saya untuk terus memberikan semangat kepada orang lain tentang pentingnya membaca buku. Saya tidak ingin omdo - omong doang. Membaca buku selalu saya lakukan setiap hari sebagai bentuk komitmen terhadap diri sendiri agar kemampuan literasi semakin meningkat. Kemampuan berpikir semakin kritis sehingga lebih peka terhadap berbagai isu sosial.


Mengemban tugas sebagai Bunda Baca ini masih saya pegang sampai tahun 2022. Saya bersyukur akan hal ini, karena masih diberikan kepercayaan untuk melakukan banyak kegiatan literasi yang melibatkan kedinasan, sekolah maupun kampus. Di 2022 ini ada beberapa kegiatan yang saya hadiri, harapan yang besar di 2023 saya memiliki banyak kesempatan lagi untuk berkunjung ke berbagai sekolah di Indonesia. Ingin bara cinta membaca buku tetap ada di diri saya. Tidak bermanja dengan alasan kesibukan. Sebuah komitmen yang ingin selalu saya jaga. 


Safari Budaya Baca bersama Perpusda Surakarta


Komunikasi dalam Rumah Tangga Berbeda Agama

11.10.22

 



Perkawinan adalah perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk menjalani kehidupan rumah tangga sejak mengadakan perjanjian melalui akad. Yang dimaksud perjanjian disini tidak hanya secara lahir tetapi juga secara batin disertai keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyatakan bahwa: “Perkawinan ialah ikatan lahir dan batin antara pria dengan dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa


Hukum perkawinan nasional telah mengatur masalah perkawinan di Indonesia. Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat yang menggunakan aturan adat istiadat dari masing-masing agama maupun sukunya untuk melangsungkan pernikahan. Sehingga  memungkinkan adanya pelanggaran aturan hukum perundang-undangan. Salah satu diantaranya ialah perkawinan berbeda agama dan konversi agama (Jane Marlen Makelaw, Akibat Hukum Dari Perkawinan Beda Agama Di Indonesia, Jurnal Lex privatum, Vol. 1, No. 2 (2013).


Perkawinan beda agama memberikan banyak implikasi, salah satunya berkaitan dengan pemenuhan hak beragama baik antara pasangan maupun terhadap keturunan (anak). Tantangan terjadi dalam proses pengasuhan, di mana akan muncul perbedaan pemahaman dalam berkeyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa termasuk dalam pelaksanaan  peribadatan.


The Late Brunch with Sara Neyrhiza Podcast kali ini, menghadirkan dua episode spesial yang merupakan luaran pelatihan Jurnalisme Untuk Toleransi dan Kebebasan Beragama yang diadakan oleh Search for Common Ground dan Yayasan Kepedulian Untuk Anak ( Yayasan Kakak). Konten di dalamnya, bertujuan untuk memotret pengalaman seseorang dalam menjalani kehidupan beragama di Indonesia. Dan tidak bermaksud menyudutkan agama tertentu.


Episode pertama menghadirkan Kezia, seorang perempuan berusia 22 tahun yang terlahir dari ayah seorang Muslim dan Ibu seorang Kristiani. Kezia akan bercerita mengenai kehidupan beragama di dalam keluarganya dan praktik pemenuhan hak beragama yang ia jalani.



Klik tombol play untuk mendengarkan


 



Pada episode kedua saya menghadirkan Bapak Kristanto Staf Pengajar di sebuah Sekolah Tinggi Teologi ( Sekolah Kependetaan) di Surakarta dan Konselor serta Ibu Pramitha Intan seorang Psikolog. Kita akan belajar memahami bagaimana pernikahan berbeda agama dalam sudut pandang agama Kristen. Serta praktik komunikasi untuk toleransi dalam kehidupan rumah tangga berbeda agama.




Klik tombol play untuk mendengarkan



Semoga melalui dua episode ini kita dapat memiliki gambaran dan wawasan bagaimana membangun rumah tangga dalam perbedaan agama. Pada akhirnya setiap pilihan dalam hidup akan ada tanggungjawab yang menyertai.

Book Launch dan Webinar Bersama Let's Read Indonesia

19.9.22

  


Let's Read, merupakan salah satu aplikasi penyedia buku digital yang memiliki variasi buku dalam berbagai bahasa. Hanya dengan menginstal aplikasi Let's Read di gawai, pembaca dapat menemukan buku yang dapat disesuaikan dengan jenjang membaca anak. Setiap buku dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik, yang pastinya menyenangkan untuk digunakan sebagai media storytelling maupun reading aloud.


Sabtu, 17 September 2022 kemarin, Lets's Read mengadakan Book Launch untuk 15 buku baru dengan tema "Perempuan Berdaya". Beberapa judul diantaranya yakni Gadis Penyulut Lentera, Bukan Halangan, Kolam Ikan Kakek, Menari Bersama Singa Merah, Kapan Ibu Pulang?, dll, yang sarat akan makna kehidupan meski dekat dengan pengalaman sehari- hari. Meski dilakukan secara daring, acaraa dihadiri oleh guru dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Indonesia.


Book Launch ini merupakan kolaborasi dari Let's Read, Litara, Yayasan Cahaya Guru dan Read Aloud Indonesia. Dalam acara yang berlangsung selama 2 jam ini, saya mendapatkan kesempatan sebagai  moderator untuk sesi diskusi bersama Ibu Henny Supolo Sitepu, Ketua Yayasan Cahaya Guru, yang juga aktif selama lebih dari 35 tahun sebagai praktisi pendidikan. Tema yang dibahas dalam sesi diskusi yakni mengenai Pemanfaatan Buku Cerita Anak dalam Pengembangan Karakter Anak. Materi yang disampaikan Ibu Henny sangat membuka wawasan, akan pentingnya mengenalkan anak sejak dini untuk gemar membaca setiap hari. Dari kisah- kisah dalam buku, anak belajar banyak hal. Mulai dari penguasaan kosa- kata, bonding dengan orang tua, kemampuan berpikir kritis, pengenalan terhadap keberagaman, kesetaraan gender sampai dengan belajar berbudi pekerti yang luhur.


 

Strategi Membangun Digital Personal Brand

12.9.22



Personal brand bisa didefinisikan sebagai persepsi mengenai reputasi seseorang di mata orang lain. Reputasi ini dibangun dari kredibilitas, baik itu kemampuan, pekerjaan, jabatan, ketenaran yang melekat pada diri seseorang.

Jeff Bezos, CEO Amazon mengatakan "Personal Brand is what people say about you when you are not in the room"

Personal brand dapat lahir secara alami (by nature). Misalnya karena background keluarga, status sosial atau profesi yang digeluti. Namun, personal brand bisa juga bisa dibentuk berdasarkan strategi tertentu (by design).

Di era digital, berbagai platform media sosial dapat dioptimalkan sebagai saluran untuk melakukan self-promotion. Hal ini dianggap lumrah, karena sifat media sosial yang memungkinkan distribusi pesan yang tidak terbatas ruang dan waktu dengan cost yang lebih terjangkau.

Lantas, bagaimanakan strategi membangun personal brand dengan memanfaatkan platform digital? Selengkapnya dapat ditonton pada video di atas.


 

Menjadi Introvert Tanpa Merasa Kesepian

12.8.22
TIPS INTROVERT


Ketika akhir pekan, dan tidak ada pekerjaan mengisi pelatihan atau seminar, saya selalu menikmati momen duduk manis berjam- jam di depan laptop. Terkadang menulis blog, kadang menonton film, kadang membaca e-book.


Sebagai introvert, yang ditakdirkan suka tampil :), ternyata saya menemukan beberapa hal dalam hidup  yang bikin saya tidak pernah merasa kesepian. Meskipun sejujurnya juga tidak memiliki banyak kawan dekat.


Buku The Book of Introvert yang ditulis Tony Ibrahim ini sedikit merangkum bagaimana kehidupan saya sehari- hari. 


Introvert mendapatkan energi dari dalam dirinya, cenderung menjauhi keramaian dan menikmati kesendirian. Meski sendiri, introvert tidak perlu merasa kesepian, seolah ditinggalkan oleh orang lain. Introvert bisa menemukan banyak hal yang membuatnya bahagia dan tetap jadi diri sendiri. 


Membaca

"Membaca adalah keajaiban komunikasi yang bermanfaat di tengah kesendirian"- Marcel Proust.


Temukan dunia yang menyenangkan dari buku yang kita baca. Pilih buku non fiksi untuk memperkaya wawasan dan buku fiksi untuk menumbuhkan empati dan keterampilan sosial.



Melakukan hobi

Introvert akan merasa nyaman ketika terlibat dalam aktivitas yang tenang seperti : berenang, menulis jurnal, mendengarkan musik, berkebun, dll. Jika introvert merasa nyaman, ia tidak akan merasa bosan, cemas atau memikirkan hal yang tidak perlu. Lakukan hal yang kamu sukai.



Lakukan percakapan bermakna

Orang yang terlibat dalam pembicaraan mendalam atau serius justru lebih bahagia. Sebaliknya orang-orang yang sering menghabiskan waktu untuk ngobrol masalah sepele atau basa- basi bisa bikin depresi.  (Sumber : Mehl, Matthias R. Eavesdropping on Happiness: Well-being is Related to Having Less Small Talk and More Substantive Conversations)


Introvert tidak perlu memaksakan untuk hadir di setiap acara kumpul- kumpul. Namun, jangan ragu menemukan suatu percakapan yang mendalam yang bisa menumbuhkan rasa keakraban dengan orang lain.



Sediakan waktu untuk mencintai

Selalu sediakan waktu untuk orang yang kita kenal dan kita cintai. Minimal dengan makan bersama, menanyakan kabar atau membantu pekerjaan rumah tangga. Orang terdekat inilah yang akan membantu kita pertama kali ketika introvert mengalami kesulitan.


"Tidak masalah menikmati kesendirian. Kesendirian penting. Dan bagi sebagian orang, itu adalah udara yang mereka hirup." - Susan Cain

Tas Kulit Asli dan Awet dari Voila Leather

11.7.22


TAS KULIT ASLI TERBAIK VOILEA LEATHER


Bag is my best friend. 

Ya karena nemenin ke mana aja, bahkan selalu ada disaat tersibuk sekalipun.


Punya tas satu buah, buat saya nggak cukup. Setiap tas punya tema, fungsi dan tone nya sendiri. Pakai tas backpack ke acara kondangan, membuat penampilan kurang elegan. Pakai clutch untuk ke kantor juga kurang fungsional, apalagi kalau kita bawa banyak barang.


Itu artinya, sebuah tas memang tidak pernah cukup.


Seminggu terakhir saya lagi rajin pakai tas dari Voila Leather. Brand lokal ini  memproduksi tas, dompet bahkan ikat pinggang dengan kualitas kulit asli premium.


Tas Voila Leather terbukti awet bertahun- tahun. Speedy bag yang saya miliki meski sering dipakai,  bentuknya tetap kokoh seperti baru beli. Tidak ada bagian kulitnya yang mengelupas. Saya puas. Pun dengan dompet Voila yang punya kualitas sama bagusnya.


Kenapa Voila Leather?


Meski banyak produsen tas kulit, Voila Leather yang berhasil mencuri perhatian saya. Pilihan desainnya beragam, nggak neko- neko dan berkelas. Pilihan warna tasnya juga memberi kesan mewah, pas untuk usia dewasa yang dalam keseharian butuh sosialisasi.


Harga tas masih affordable, mengingat setiap produk didesain dan dijahit dengan rapi. Bahan baku kulit yang dipakai jelas dipilih dengan jeli, sehingga rasio kualitas dan harga sangat masuk akal.


Kalau saya buka website www.voilaleather.com Voila juga nggak pelit memberi diskon. Bahkan free ongkir ke seluruh wilayah Indonesia.


TAS KULIT ASLI TERBAIK VOILEA LEATHER


Tas saya Voila Lovette 2.0


Pertama kalinya punya tas anyaman. Jujur, suka banget dengan tas ini karena bisa dipakai di berbagai situasi. Formal ayok, jalan ke mall juga kece. Apalagi saya pecinta merah marun, tambah senenglah saya dengan tas ini. Atau kalau mau pilih warna Blue Lagoon atau Elegante Black juga nggak masalah. Sama cantiknya.


Dilengkapi adjustable strap yang nyaman, Voila Lovette 2.0 bisa dijadikan handbag, shoulder atau slingbag. Strapnya nggak bikin pegel. Asyik banget kalau dibawa traveling.



Detail lengkap Voila Lovette 2.0

Bag Name : Voila Lovette 2.0

Color : Elegante Black, Blue Lagoon, Maroon

Material: Genuine Leather Premium (Cow/Sapi) Jenis Miling Tekstur Jeruk

Gender: WOMEN

Dimensi : 20 x 18 x 10 cm

Style: Fashion

Pattern Type: Woven (Anyaman)

Lining : Suede Beludru

Buckle Material : Solid Gold

Packaging : Box


Meski dimensinya nggak terlalu besar, tapi roomy bisa diisi banyak barang. Apalagi pandemi gini, pritilan di dalam tas makin banyak. Oiya, kalau pengen tahu koleksi Voila Leather lainnya cek yuk di www.instagram.com/voilaleather


Pengen kenalan dengan Voila Lovette 2.0 lebih dekat? Lihat video di bawah ini untuk selengkapnya.


6 Skill Komunikasi yang Wajib Dikuasai Mahasiswa

7.7.22

 

PRAKTISI KOMUNIKASI


Komunikasi itu nggak ngomong doang :)


Ya, karena pada dasarnya, seseorang berkomunikasi tidak hanya secara lisan, tetapi juga bahasa tubuh, tulisan, gambar, isyarat dan lain sebagainya. Kemampuan komunikasi seseorang perlu diasah dengan baik, sehingga lebih terampil berinteraksi dengan orang lain, baik untuk kebutuhan personal, sosial maupun profesional.


Bagi mahasiswa, kemampuan komunikasi yang mumpuni juga akan membuka berbagai kesempatan. Mahasiswa yang cakap berkomunikasi, umumnya juga lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan dan mampu memimpin orang lain.


Berikut ini adalah kemampuan komunikasi yang sebaiknya dikuasai mahasiswa sehingga dapat menjadi komunikator yang handal.  


1. Kemampuan mendengarkan

Mendengarkan adalah suatu proses menangkap, memahami, dan mengingat dengan baik apa yang didengar atau apa yang disampaikan orang lain. Dalam proses mendengarkan ini, kita membutuhkan fokus sehingga perhatian kita bisa terpusat pada informasi. Jika kita memiliki kemampuan mendengarkan/ menyimak dengan baik, kita akan lebih kritis dalam menanggapi suatu informasi. Pada level yang lebih tinggi, skill ini disebut critical listening.


2. Kemampuan berbicara

Dengan kemampuan mendengarkan, kita juga lebih paham dengan apa yang kita sampaikan. Kita lebih paham siapa lawan bicara, pemilihan kata-kata, nada dan juga intonasi saat berbicara.


3. Berbahasa tubuh

Berbahasa tubuh merupakan bentuk komunikasi non verbal yang sangat mendukung kesuksesan komunikasi verbal. Postur tubuh, ekspresi wajah, kontak mata dan gestur menjadi elemen penting yang perlu diperhatikan saat berbicara, terutama dalam situasi formal.


4. Kemampuan menulis

Seseorang yang punya kemampuan menulis dengan baik, umumnya mampu menyampaikan gagasan dengan rapi dan terstruktur. Mereka juga lebih paham ejaan dan tata bahasa yang benar. Dalam dunia pekerjaan, kemampuan menulis ini digunakan untuk menyiapkan proposal dan laporan, mengirim email, memuat memo, dan lain sebagainya.


5. Kemampuan presentasi

Presentasi biasanya dilakukan di hadapan publik. Seorang presenter memiliki beberapa hal kemampuan sekaligus seperti berbicara, public speaking, berbahasa tubuh, persuasi sampai desain grafis yang digunakan untuk mendesain slide.


6. Kemampuan networking

Menjadi mahasiswa saatnya berkenalan dengan banyak orang baru. Bangun pertemanan yang positif yang nantinya akan membantu membuka kesempatan dan karir. Membangun jejaring bukan hanya dengan teman kuliah, tetapi juga orang- orang yang belum kita KEnal sebelumnya. Untuk bertemu orang baru inilah, mahasiswa juga harus berani terlibat dalam berbagai ruang sosial seperti komunitas, kepanitiaan dan sebagainya.


Itu tadi 6 skill komunikasi yang wajib dikuasai mahasiswa untuk bisa cakap berinteraksi dengan orang lain diberbagai situasi. Sama seperti skill lainnya, skill komunikasi akan semakin terasah jika sering dipraktikkan. Selamat belajar!



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Belajar Bicara dengan Mendengar, Membaca dan Menulis

6.6.22

 

“Ngomong itu nggak doang!” kalau kata Pandji Pragiwaksono, sosok yang mungkin lebih dikenal sebagai komika, tapi juga wara- wiri mengisi berbagai kelas public speaking.

Setelah lebih dari 15 tahun berkarir di bidang komunikasi, dan suka public speaking sejak kelas 3 SD, saya sadar betul bahwa buat bicara yang “bener” kita perlu menajamkan dan asah skill yang lain.

- Mendengar/ menyimak ✅
- Membaca ✅
- Menulis ✅


Kecerdasan berbahasa tidak hanya diukur dari cakapnya berbicara. Buktinya, berapa banyak orang kepleset bertutur, membuat konten tapi tak beretika, tampil di publik tapi tidak layak jadi panutan.

Ngomong, TAPI nggak mau MENDENGAR
: jadi egois, maunya selalu didengar, minim empati, berpikiran tertutup.

Ngomong, TAPI nggak mau MEMBACA
: tong kosong berbunyi nyaring. Yang diomongin nggak ada isinya, minim referensi.

 Ngomong, TAPI nggak mau MENULIS
: yang disampaikan berantakan, tidak terstruktur rapi dan efektif.


Maka, buat siapapun yang belajar untuk berbicara efektif (termasuk saya sendiri) jalan terbaik untuk memulai adalah dengan mendengarkan. Asah ketajaman telinga untuk peka terhadap lingkungan, buka mata untuk adaptif terhadap siapa yang kita hadapi. Perluas wawasan dengan rajin membaca, dan tuangkan pemikiran melalui tulisan untuk mengikatnya. Sehingga ketika pada akhirnya berkomunikasi secara lisan, apa yang kita sampaikan tidak sembarangan, pun tidak menyakitkan, apalagi merugikan.


Solo, 5 Juni 2022
 

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial Korporasi Pemkot Salatiga

1.6.22

 


Beberapa waktu lalu saya berkesempatan memberikan pelatihan pembuatan konten media sosial untuk Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu dan tenaga teknis/admin PPID di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga.


Acara yang dikemas dalam Workshop PPID dengan tema “Pemanfaatan Media Sosial Serta Elektronik Sebagai Sarana Komunikasi Publik Dalam Rangka Meningkatkan Keterbukaan Informasi Publik”, diadakan di Alana Hotel Solo.


Dalam durasi 120 menit, saya memberikan materi berkaitan dengan penentuan tujuan pembuatan konten, analisis audiens, menentukan citra kelembagaan hingga strategi pembuatan konten untuk berbagai platform  korporasi seperti intagram, youtube, tiktok dan website.


Media sosial menjadi salah satu saluran komunikasi yang memerlukan pengelolaan secara baik, khususnya untuk lembaga pemerintah. Terlebih di era banjir informasi dan banyaknya hoaks di internet, pemerintah harus mampu menyajikan informasi yang kredibel.

Media sosial juga menjadi salah satu saluran komunikasi bersifat 2 (dua) arah. Artinya antara pemberi infomasi dengan penerima informasi (publik) dapat saling berinteraksi secara langsung dalam 1 (satu) media yang sama. Adanya komunikasi 2 (dua) arah ini memberikan beberapa manfaat bagi lembaga, seperti : 

a. Menjamin kelancaran informasi

b. Menjaga reputasi lembaga

c. Mendorong aspirasi dan partisipasi publik 

d. Efisiensi distribusi informasi karena menjangkau publik yang luas

e. Dokumentasi online atas seluruh kegiatan dan distribusi informasi ke masyarakat


Media sosial membuka ruang publik yang luas dan bebas untuk berinteraksi yang lebih intens dengan publik. Namun demikian, setiap pembuat konten dan admin lembaga pemerintah perlu memperhatikan setiap konten yang dibuat dengan menjaga etika berinternet.


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Review Scarlett Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner

25.5.22

 


Menggunakan hijab di negara tropis kaya Indonesia memang cukup menantang. Cuaca yang panas, udara yang lembab, sangat berpengaruh terhadap kulit, termasuk kulit kepala. Begitu juga dengan kondisi rambut yang terbungkus kain sepanjang hari. Kesan lepek karena rambut berkeringat dan berminyak bikin nggak nyaman. Rambut saya yang cukup lebat tapi bertekstur kering ini, punya masalah kerontokan yang cukup tinggi. Dan ketika berkeramas dengan sampo yang tidak cocok, pasti ketombean.


Aduh, masalah rambut ini sebenarnya bikin kepikiran. Cuma, karena ngerasa nggak "dilihat orang" akhirnya untuk urusan perawatan sering kali di nomor duakan. Saya juga nggak suka tuh, melakukan hair care kaya hair mask atau hair spa. Selain nggak sempat, perawatan rambut juga merogoh kantong yang lumayan.


Sejak bulan lalu saya mulai kepikiran untuk  lebih peduli dengan kesehatan rambut. Kebetulan saya habis treatment oleoshapping yang bikin rambut saya lebih tipis, nggak mengembang seperti biasanya. Akhirnya, mulai cari tuh kira- kira shampoo dan conditioner apa ya yang bisa membuat rambut lebih sehat dan wangi. Akhirnya nyobain deh produknya Scarlett yang Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner.


Scarlett bukan brand baru buat saya. Sampai hari ini saya masih rajin menggunakan berbagai produknya, mulai dari body lotion, shower scrub, juga skincare seriesnya. Yang paling seneng kalau pake produknya Scarlett itu isinya banyak, nggak gampang habis. Jadi ngirit :)




Kenalan dulu sama Scarlett yang Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner, yuk!


Kemasan 

Dari kemasan, sejujurnya saya belum pernah lihat produk shampoo dengan model kemasan sejenis. Jadi lumayan  eye catching juga ketika lihat pertama kali. Dengan tutup model fliptop, kita lebih bisa ngatur banyaknya produk yang keluar. Beda sama model pump yang cenderung ngeluarin produknya berlebihan.


Shampoo dan conditioner punya kemasan yang bening, jadi kita bisa lihat cairan produk di dalamnya.


Warna, tekstur dan wangi.



Yordanian Sea Salt Shampoo punya warna kebiruan. teksturnya lebih light daripada conditionernya yang berwarna pink ke-ungu-an. Kalau soal wangi kayaknya nggak perlu diragukan lagi deh kalau ngomongin produknya Scarlett. jelas wangi dan tahan lama banget.


Buat pecinta aroma floral, wangi Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner ini perfecto banget. Yordanian Sea Salt Shampoo  dengan wangi bunga Magnolia dan conditionernya punya aroma Evening Prime Rose (bunga sedap malam). Kedua wanginya nggak pasaran, dan cukup kuat. 


Ada apa dengan Sea Salt?

Banyak orang yang percaya bahwa sea salt punya banyak manfaat untuk kulit, termasuk kulit kepala. Apalagi buat pemilik rambut berminyak yang terjadi karena kelenjar sebaceous pada kulit kepala menghasilkan sebum berlebih. Buat yang males keramas, kotoran yang menumpuk di rambut dan kulit kepala justru bikin rambut makin berminyak.

Sea salt secara alami memberikan manfaat untuk rambut berminyak, mulai dari :

  • Menyerap minyak berlebih di kulit kepala
  • Membantu mengatasi penumpukan kotoran yang menempel pada kulit kepala
  • Membantu membuka kutikula rambut sehingga perawatan selanjutnya akan menyerap dengan baik 

Dengan menggunakan serangkaian Yordanian Sea Salt Shampoo & Conditioner, manfaat yang di dapat juga lebih optimal.

  • Akar rambut makin kuat
  • Rambut lebih bervolume
  • Mencegah rambut rontok dan bercabang (khususnya untuk pemilik rambut kering)
  • Membantu menyehatkan folikel rambut dan kulit kepala
  • Membuat rambut lebih berkilau 


Setelah 2 minggu pemakaian Yordanian Sea Salt Shampoo dan Conditioner.


Penggunaan Yordanian Sea Salt Shampoo dan conditioner tidak berbeda dengan produk yang lain. Untuk penggunaan sampo fokuskan pada kulit kepala dan akar rambut, karena fungsinya lebih ke membersihkan kotoran dan minyak rambut. Sedangkan untuk penggunaan conditioner, usapkan pada batang dan ujung rambut. Hindari menggunakan conditioner di kulit kepala ya, karena tekstur conditioner yang pekat, jika menempel pada kulit kepala dan tidak bersih ketika membilas, justru menumpuk di kulit dan bikin ketombe. Jadi sekali lagi, kalau pake conditioner fokuskan pada batang rambut, diamkan dan bilas dengan bersih.


Setelah 2 minggu menggunakan Yordanian Sea Salt Shampoo dan conditioner yang paling terasa adalah kesan bersih dan wanginya. Wanginya bahkan bisa bertahan sampai dua hari, padahal rambut sudah bercampur keringat akibat beraktivitas sehari - hari. Untuk efek mengurangi rambut rontok sepertinya belum terlihat. saya pastikan akan menggunakan Yordanian Sea Salt Shampoo  dan conditioner lebih lama untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.


Tertarik untuk mencoba Yordanian Sea Salt Shampoo  dan conditioner ? Tenang, kalau mau gampang kita bisa pesan di https://shopee.co.id/scarlettofficialshop atau bisa juga melalui WhatsApp https://api.whatsapp.com/send/?phone=6287700353000


Yordanian Sea Salt Shampoo dan conditioner bisa kamu dapatkan dengan harga cuma 75K. Kalau saran saya sih, pakai shampoo dan conditionernya sekaligus ya, biar wanginya juga makin tahan lama.


See you on the next blogpost.







Thank you, 

The Kubler Ross Change Model Curve

24.4.22

The Kubler  Ross Change Model Curve


Depresi. Tahap terendah ketika ada perubahan dalam hidup kita. Perubahan ini nggak melulu sesuatu yang besar misalnya ganti kerjaan, atau hal menyakitkan seperti putus cinta.

Perubahan bisa dari keinginan kita mengubah kebiasaan. Misalnya dengan mengurangi screen time setiap hari. Di atas jam 19.00 udah nggak pegang hape lagi.

Pasti di minggu- minggu awal akan muncul perasaan gelisah, bingung mau melakukan apa, penasaran ada yang ngechat di WA atau nggak, gatel denger bunyi notifikasi dan parahnya justru jadi uring- uringan karena ada keinginan pegang hape yang tertahan.

Nggak nyaman banget.
Apakah berhasil melawati fase ini? Menjadi sosok yang lebih baik, atau lebih terpuruk lagi?
Lebih bijaksana menggunakan gadget, atau kembali ketagihan scroll sosmed berjam- jam?

Tahapan perubahan nggak selalu sesuai dengan kurva di atas ya. Kubler- Ross juga memberi catatan bahwa ada orang yang melewati (skip) beberapa tahapan. Ada yang mengalami dalam urutan tahapan yang berbeda. Sebagian akan mengalami kembali (berulang) satu tahapan yang sama. Bahkan ada orang yang mungkin akan terjebak pada satu tahapan yang sama dan nggak bisa move on.

Apapun perubahan yang terjadi dalam hidup kita, semoga semakin menguatkan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

 

Posted on instagram @neyrhiza : 23 April 2022



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Tips Membaca CV Pembicara Saat Jadi Moderator

17.4.22

 

MEMBACAKAN CV PEMBICARA MENJADI MODERATOR


"Acara selanjutnya pemberian mater. Berikut saya bacakan CV pembicara hari ini.” Kalimat pengantar ini sangat sering terdengar dari seorang moderator.


Mengenalkan pembicara adalah salah satu tugas yang diemban MC atau moderator baik pada acara seminar, talkshow, diskusi, dan lain sebagainya. Tujuan pengenalan ini agar hadirin merasa lebih familiar dengan pembicara, sekaligus merasa yakin dengan kompetensi, kapabilitas, atau kapasitasnya. Mengenalkan pembicara juga perlu dilakukan dengan menarik dan meyakinkan, bukan sekadar membaca daftar riwayat hidup yang terasa bertele- tele dan membosankan.


Untuk dapat mengenalkan pembicara dengan baik, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan :


1. Pelajari Terlebih Dahulu

Ambil waktu untuk membaca CV yang sudah disiapkan oleh panitia. Pelajari dan buat catatan terutama cara membaca ejaan nama dan gelar pembicara juga istilah asing yang sulit diucapkan (biasanya berkaitan dengan perusahaan tempat bekerja, penelitian yang dilakukan, juga penghargaan yang didapat).


Ingin terlihat mengenal pembicara dengan baik? Coba cari hal- hal menarik yang tidak ditemukan di Google. Caranya? Kita bisa cari riset melalui postingan media sosial pembicara tersebut. Biasanya akan ada cerita atau aktivitas keseharian yang sedikit orang mengetahui.


2. Pilih yang Relevan

Jangan sampaikan semua informasi  pendidikan, pekerjaan dan juga prestasi/ penghargaan yang tertulis pada CV jika jumlahnya terlalu banyak. Apalagi sampai menyebutkan satu-per-satu jenjang pendidikan sejak taman kanak- kanak. Ampun deh, pasti membosankan sekali. 

Cukup pilih 2-3 dari masing- masing kategori informasi yang relevan dengan topik atau materi agar tidak bertele- tele.


  • Pendidikan : Fokus pada pendidikan tingginya saja, S1, S2, S3.
  • Pekerjaan : Pilih pekerjaan yang relevan dengan topik atau hanya pada pekerjaan yang saat ini dilakukan.
  • Penghargaan : Pilih 2-3 penghargaan terbaru, terutama yang masih nyambung dengan topik materi yang disampaikan pembicara tersebut.
  • Penelitian : Pilih 2-3 penelitian terbaru, atau penelitian dengan apresiasi tertinggi.
  • Buku : Pilih buku yang relevan dengan topik. Jika ada, pada buku solo dan bukan antologi.

3. Ngobrol dengan Pembicara

Cari kesempatan untuk ngobrol sejenak dengan pembicara sebelum acara di mulai. Tanyakan "bagaimana ia ingin diperkenalkan" kepada audiens. Jika kita ragu dengan penyebutan nama dan gelar beliau, jangan malu untuk mengkonfirmasi.


4. Gunakan bahasa tutur

Meskipun moderator membaca CV, tapi jangan terlihat "seperti membaca" yang terkesan kaku. Gunakan bahasa tutur yang persuasif sehingga membuat pembicara menjadi sosok menarik yang layak didengarkan oleh audiens.


5. Keep it short and simple

Dari daftar riwayat hidup atau CV yang panjang lebar, buatlah sebuah rangkuman yang bisa moderator baca hanya dalam 1- 2 menit saja.


Contoh mengenalkan narasumber dalam seminar :

Siapa bilang menjadi seorang ibu tidak bisa menjalankan bisnis dari rumah. Hal ini dibuktikan langsung oleh pembicara kita hari ini, Ibu Riani Subrato, S.E, pemilik Butik Pramudia yang menjual beragam produk batik tulis berkualitas yang berhasil diekspor hingga ke mancanegara.

Perempuan lulusan jurusan ekonomi Universitas Indonesia ini juga mendapatkan penghargaan sebagai Wirausahawan Perempuan Berbakat Indonesia di tahun 2022. Dengan segala kesibukan yang ada, Ibu Riani Subrato juga menulis buku berjudul Warisan Leluhur yang mendokumentasikan berbagai pola batik tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak sabar untuk belajar seni berwirausaha dari beliau? Kita hadirkan Ibu Riani Subrato, S.E.

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

10.4.22

 

Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

Ketika ngobrol, kok nggak nyambung? 


Bisa jadi bukan materinya yang nggak sesuai, tapi kepribadian dua orang yang berkomunikasi yang kurang cocok. Setiap orang memang memiliki ciri kepribadian yang berbeda. Hal ini sudah jauh dipelajari bahkan sejak 430 SM oleh Hippocrates. Hippocrates adalah seorang ahli pengobatan Yunani yang dipandang sebagai Bapak Kedokteran, di mana ia mengembangkan teori Humorism atau Humourism untuk menjelaskan bagaimana tubuh manusia bekerja. Hippocrates mengenalkan 4 tipe kepribadian pada manusia yang masih menjadi rujukan untuk ilmu psikologi hingga saat ini.  Kita mengenalnya dengan koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis.


Berdasarkan keempat kepribadian tersebut, Erwin Parengkuan, seorang praktisi komunikasi yang juga saya anggap sebagai salah seorang "guru public speaking" mencoba untuk menyederhanakan konsep koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis menjadi si kuat, si gesit, si rinci dan si damai. Hal ini juga dibahas secara mendalam di buku beliau yang baru saja rilis berjudul Understand-inc People 2.0 : Cara Menjadi Ambivert dengan Menavigasi 4 Tipe Kepribadian.


Meski saya belum membaca buku tersebut, beberapa waktu lalu saya beruntung mengikuti sesi webinar bersama Erwin Parengkuan yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur. Dalam durasi 60 menit, Mas Erwin memberikan gambaran secara umum bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki "gaya" komunikasi yang berbeda.


Memahami gaya komunikasi dari orang yang kita hadapi kana memudahkan proses komunikasi. Sehingga komunikator bisa menjadi asertif, percaya diri namun memiliki empati, tidak egois. Pada akhirnya komunikasi dapat berlangsung secara efektif, apa yang disampaikan dapat dipahami.


Kepribadian dan gaya komunikasi?


Yuk, membedah lebih jauh bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki gaya uniknya tersendiri dalam berkomunikasi.


1. Koleris ( si Kuat)

Terlahir sebagai seorang pemimpin yang semakin berenergi ketika bertemu dengan banyak orang. bergerak dengan kemampuan logika, sehingga cenderung abai dengan perasaan orang lain. Ketika berkomunikasi, ia tidak suka berbasa basi, langsung pada pokok pembahasan. Singkat dan spesifik. Koleris suka mendominasi situasi, tidak ragu untuk tampil menonjol. Meski demikian, ia kesulitan menerima masukan dari orang lain. 


2. Sanguinis (si Gesit)

Sanguinis adalah orang yang bersahabat yang menyukai suasana yang nyaman. Dikenal memiliki kepribadian yang periang juga ramah, termasuk dengan orang baru.

Ketika berbicara dengan orang lain, sanguinis cenderung ceplas- ceplos dan kurang terstruktur. Maka penting untuk berhati- hati ketika berbicara dihadapan banyak orang. Jika tidak menyiapkan materi dengan baik, ia akan dianggap tong kosong berbunyi nyaring.


3. Melankolis (si Rinci)

Sosok melankolis adalah penyuka kesendirian. Cenderung sensitif karena mengandalkan feeling daripada thinking. Karena tidak suka berbuat salah dan menyakiti orang lain, ia cenderung berhati- hati sebelum bertindak (bahkan cenderung takut), karena semua hal harus dianalisis terlebih dahulu. Ketika menjelaskan sesuatu ia berbicara secara terperinci dan terstruktur karena sifatnya yang perfeksionis.


4. Plegmatis (si Damai)

Jangan menganggap plegmatis adalah sosok anti sosial yang menjauh dari kerumunan. Justru ia adalah pribadi yang mudah bergaul yang tidak menyukai terlibat konflik. Ia adalah penyuka ketenangan, suasana damai, dan tidak suka menonjolkan diri. Sangat menyenangkan memiliki sahabat seorang plegmatis karena ia sosok pendengar yang baik. Jangan memintanya tampil di depan, karena itu bukanlah hal yang disukainya. Plegmatis lebih memilih diperintah daripada harus tampil di depan dan memerintah orang lain.


Dengan mempelajari keempat tipe kepribadian ini, kita akan belajar menjadi seorang komunikator yang bijaksana. Tidak mudah memberikan penghakiman terhadap orang lain, namun berusaha adaptif dengan siapa saja yang ditemui.


Referensi : Materi  yang disampaikan Erwin Parengkuan dalam webinar Personality Development melalui Komunikasi yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, Kamis, 7 April 2022.


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Tips Merekam Podcast dengan Handphone

17.3.22



Cuma punya alat seadanya. Nggak masalah. Untuk membuat podcast dari rumah, kamu nggak perlu beli laptop baru, microphone, headphone, audio mixer, soundcard, dan berbagai perlengkapan merekam suara lainnya yang harganya cukup mahal. Akan jadi sia- sia setelah investasi alat, justru nggak konsisten dalam produksi podcast.


Maka, ada baiknya mulailah dulu dengan perangkat yang kamu miliki. Seperti handphone misalnya. Yang notabene, smartphone zaman now memang sudah se"smart" itu sehingga proses merekam suara jauh lebih mudah.


Untuk memulai merekam suara dengan handphone agar hasilnya bisa maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.


1. Usahakan tidak terlalu banyak kesalahan bicara

Sebelum mulai merekam suara dengan smartphone, pastikan kamu sudah memahami apa yang kamu bicarakan. Jika terlalu banyak filler word seperti "ehmm...humm.." atau kesleo lidah lainnya, sehingga kamu akan kesulitan dalam proses memotong track audio (nge- trim). Terlalu banyak kesalahan dalam pengucapan kata juga membuat kamu terlihat tidak siap dan kurang meyakinkan pendengar.


2. Siapkan naskah kata- per- kata

Untuk memudahkan proses merekam suara, jangan pernah melupakan naskah podcast. Bagi kamu yang masih pemula, ada baiknya menyiapkan naskah manuskrip yang bisa kamu baca saat merekam suara. Naskah ini akan mengurangi tingkat stres, sehingga kamu tidak perlu improvisasi. Cukup fokus saja dengan teks yang ada di naskahmu.


Baca Juga : Contoh Naskah Podcast


3. Jauhi perangkat elektronik

Pilih tempat dan situasi yang nggak berisik. Termasuk, lokasi yang dekat dengan perangkat elektronik seperti TV AC, kulkas dan kupas angin. Perangkat elektronik baik dalam kondisi menyala maupun mati akan memancarkan sinyal elektromagnetik yang memungkinkan menambah noise pada proses perekaman suara. Efeknya adalah suaramu menjadi tidak jelas karena tumpang tindih dengan suara lainnya.


Jangan lupa, turn off atau set ke airplane mode handphone yang kamu gunakan untuk merekam suara. Notifikasi media sosial yang masuk juga akan mengganggu proses rekaman dan menghilangkan fokus.


4. Hindari pake earphone


Berdasarkan pengalaman merekam suara yang saya lakukan, ternyata menggunakan mic dari earphone justru hasilnya tidak optimal. Noisenya lebih besar. Maka, saya merekomendasikan untuk menggunakan microphone internal dari handphone untuk hasil suara yang lebih jernih.


Baca Juga : Merekam Suara dengan Handphone


Jika memegang handphone saat merekam suara justru membuatmu kesulitan karena tangan gampang tremor, kamu bisa meletakkan handphone di meja, dan posisikan mulut dekat dengan mic saat merekam suara.


5. Mainkan imajinasi


Meski di depanmu cuma ada hape, tapi mainkan theater of mind seolah-olah lagi ngobrol/ telpon sama seseorang. Hal ini akan membantumu untuk dapat bertutur secara natural dan tidak terkesan membaca naskah. Kalau podcastmu berformat storytelling, kamu bisa latihan intonasi dan tone suara juga biar suara lebih atraktif dan berdinamika.



Itu tadi 5 hal yang dapat kamu perhatikan jika merekam podcast dengan menggunakan handphone. Meski alat terbilang sederhana, ketika kita mempersiapkan dengan baik, output suara juga akan lebih optimal. Selamat mencoba ya!


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Full Day Public Speaking Training

18.2.22


Saya kembali punya kesempatan untuk memberikan materi public speaking untuk mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Seingat saya, tepat sebelum pandemi di 2020 saya juga diminta menjadi pembicara di workshop yang sama. 


Bagi mahasiswa kemampuan presentasi wajib dikuasai. Bukan hanya untuk kepentingan tugas kuliah, tapi juga sebagai modal untuk membuka peluang di dunia pekerjaan.


Belajar teknik presentasi bukan sekadar berbicara di depan umum. Selain harus mampu menyusun materi yang baik, membuat visual aid seperti slide presentasi, seorang presenter juga harus memperhatikan penampilan dan penyampaian yang menarik. Oleh karena itu, training kali ini dilaksankan secara full day agar semakin lengkap experience yang didapatkan. Selain menyimak paparan materi, setiap peserta juga melakukan praktik dan mendapatkan evaluasi.


Full day public speaking training ini diikuti oleh 150 orang peserta, dilaksanakan pada 22 Januari 2022.


ZAHRA NOOR ERIZA

Liputan media suaramerdeka.com



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Auto Post Signature