Self Improvement dalam Kekuatan Doa

16.2.20
PRAKTISI KOMUNIKASI SARA NEYRHIZA
Caption ini sudah saya tulis di instagram. Tapi nggak papa juga, kalau saya copy buat di blog.

Aksi = reaksi. Berbeda dengan hukum Newton 3, saya percaya kalau ada aksi positif, kita akan mendapatkan reaksi yang positif juga. Entah dari makhluk bumi, maupun penghuni langit.

Ceritanya baru saja sembuh dari pilek yang selama dua minggu saya derita.  Ehh lha kok, Senin, 10 Februari 2020 tiba- tiba tenggorokan sakit banget dan batuk parah. Padahal harus jadi narasumber seminar tiga hari lagi. "Ya Allah, gimana caranya bisa ngomong, kalau diem aja batuk terus. Buat ngomong perih"

Segera pergi ke dokter di Senin malam. Ke dokter umum di RS. dr.Oen untuk dapat obat dan vitamin.
Sejak saat itu saya nggak berhenti berdoa mohon keajaiban kesembuhan sesegera mungkin. Tapi malahan tiap malam  susah tidur, karena batuk nggak mau berhenti. Saya sengaja tidur di depan TV, biar suami dan Lila nggak ketularan.

Ternyata batuk nggak membaik. Saya bener- bener mengharap keajaiban dari Allah. Percaya aja sama kekuatanNya.

PRAKTISI KOMUNIKASI


Hari H, Kamis, 13 Februari 2020 saya titipin Lila ke mama. Suami siap backup anter dan nemenin selama acara berlangsung di Sragen.

Setelah mampir makan di jalan, terus ke rest area buat mampir ke toilet, akhirnya sampilah  di SMAN 1 Sragen. Misi saya cuma satu. Apapun yang terjadi di panggung saya pasrah. Saya cuma niat berbagi ilmu buat temen- temen yang hadir. Tambah teman, tambah relasi. 

Saya disambut dengan baik oleh panitia dan para guru. Juga menyempatkan diri mengobrol dengan bapak- bapak TNI dari Kasbangpolinmas yang juga dihadirkan sebagai pembicara di seminar pendidikan ini. 

ZAHRA NOOR ERIZA


Baca Juga : Basic Public Speaking Class di SPEAKING.Id


Selama menunggu sesi untuk perform, saya banyakin minum air putih dan permen mint. Pokoknya gimana caranya tenggorokan nggak kerasa kering dan perih.

Namanya juga takdir, ternyata sebelum sesi saya malah terjadi mati listrik. Panitia berusaha kerasa untuk menyewa genset. Saya punya waktu untuk kembali bersiap sambil menunggu listrik menyala.

Saat sesi saya tiba karena listrik berhasil menyala, melihat AKSI antusiasme audience yang hadir dari perwakilan berbagai sekolah, tubuh dan adrenalin saya memberi REAKSI dengan menghentikan batuk. Batuk langsung menghilang dalam sekejab. Saya bisa lancar menyampikan materi, termasuk ngajak audience buat Tik-Tokan bareng goyang ubur-ubur :)

Teknik suara diafragma betul-betul powerfull menjaga suara saya tetep stabil ngomong selama 90 menit hingga acara usai.
Batuk saya belum sembuh. Tapi saya merasakan kekuatan aksi = reaksi dengan izin Tuhan.

Finally, Terima kasih untuk semangat semua yang hadir di seminar pendidikan kemarin. Khususnya para panitia dengan segala kerja kerasnya.
Dan yang tidak ketinggalan, my super support system suami yang entahlah, susah untuk dijelaskan tapi saya sangat bersyukur memilikinya.
Guys, kalau lupa apa itu hukum Newton 3 nih penjelasannya. Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. F aksi = -F reaksi

Seminar Pendidikan 
Self Improvement for Bright Generation, Kamis 13 Februari 2020 di SMA N 1 Sragen
SMA NEGERI 1 SRAGEN

TRAINER PUBLIC SPEAKING


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Membuat Naskah Podcast, Biar Nggak Ngelantur Sana Sini

14.2.20
MEMBUAT NASKAH PODCAST

Mendengarkan podcast, kembali mengingatkan saya dengan masa asyiknya mendengarkan radio. Sebagai kawan ketika asyik bekerja di kantor, atau pengantar pergi tidur di malam hari. Mungkin hal ini karena karakteristik podcast yang auditif, terasa begitu dekat, personal, sekaligus bisa menjadi background.

Alih-alih menyamakan podcast dengan siaran radio, podcast malah cenderung lebih mirip dengan vlog di youtube. Sifatnya yang on-demand, memberikan pendengar kontrol yang besar terhadap tayangan. Kita dapat mendengarkan  podcast yang kita inginkan kapan saja dan di mana saja. Siaran suara pada podcast memiliki  tingkat fleksibelitasnya yang lebih tinggi daripada radio konvensional.

Podcast di Indonesia terus mengalami peningkatan. Jika melihat kolom podcast di Spotify, banyak hadir channel- channel baru yang menduduki posisi teratas. Begitu pula dengan para public figure yang selama ini menjadi content creator video, mulai melakukan konvergensi media melalui kanal podcast.

Pendengar podcast juga makin beragam. Riset yang dialakukan DailySocial yang bekerja sama dengan JakPat Mobile Survey Platform dengan  menyurvei  2023 pengguna smartphone di tahun 2018, menunjukkan bahwa generasi berusia 20- 25 tahun adalah yang terbanyak mendengar podcast dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Membuat Naskah Podcast Bagi Pemula


Sama ketika vlog hadir di tengah masyarakat, podcast juga berhasil mencuri perhatian. Meski ternyata, tidak semua orang merasa lihai merekam suaranya sendiri. Bagi mereka yang bekerja di radio, entah sebagai penyiar, reporter atau voice over talent, merekam suara mungkin bukan hal yang sulit.

Namun, bagi mereka baru memulainya, mungkin akan terasa kaku dan bingung dengan apa yang ingin disampaikan. Itu mengapa, kita perlu membuat naskah podcast sebagai panduan dalam berbicara.

Tujuan Membuat Naskah Podcast

Sama halnya dengan naskah siaran radio, naskah podcast dibuat dengan beberapa tujuan, seperti :

1. Untuk memandu podcaster terkait hal-hal yang diucapkan, sehingga tidak ada yang terlewat
2. Untuk keamanan, bisa mengurangi stres yang mungkin muncul saat podcaster harus mengingat beragam materi yang ingin disampaikan
3. Menulis naskah membantu dalam mengeksplorasi sebuah materi secara lebih mendalam, sehingga podcast menjadi lebih menarik.
4.  Menghindari kesalahan menyangkut akurasi informasi
5. Penataan alur pikiran secara logis (naskah akan menuntun alur dalam bertutur)
6. Pemahaman dan intrepertasi terhadap isi naskah akan lebih mempertajam gaya bertutur podcaster., sehingga ia dapat membawakan dengan tone dan intonasi yang tidak monoton.
7.  Dokumentasi materi dari tiap episode- episode podcast yang ditayangkan

Bagi podcaster pemula, penting menetukan topik dari podcast yang akan dibuat. Podcast dengan topik yang tersegmentasi, akan membuat pendengar lebih mudah mengenali podcast yang kita miliki. Sebagai creator kita juga akan lebih fokus dalam mengembangkan berbagai topik bahasan dalam tiap- tiap episodenya.

Setelah memilih niche topik dari podcast yang kita buat, maka langkah selanjutnya adalah membuat naskah podcast.

Jenis Naskah Podcast


1. Naskah kata- demi- kata

Bagi yang belum terbiasa merekam suaranya, ada baiknya menulis naskah podcast  kata-demi-kata. Naskah ditulis kata demi kata secara terstuktur, lengkap, dan kemudian kita baca keseluruhan. Teknik ini disebut dengan manuskrip.

Membaca naskah dengan metode manuskrip akan memastikan bahwa kamu menyampaikan semua yang kamu inginkan. Sehingga tidak ada yang ketinggalan, dengan akurasi data atau fakta yang tepat.

Metode manukrip juga membantu bagi yang sedikit kurang percaya diri dalam berbicara dan lebih suka pendekatan terstruktur/ metodis dalam rekaman.

Kelemahan metode manuskrip ini, podcaster yang terlalu terpaku pada naskah  akan  sering membuat intonasi suara monoton dan kaku. Hal ini akan membuat pendengar cepat bosan.

Tipsnya, cobalah beri tanda baca pada naskah / (garis miring satu) untuk koma, // (garis miring dua) untuk titik. Dengan bantuan tanda baca ini, podcaster sekaligus berlatih memberi nada pada setiap kata yang diucapkan, juga penekanan pada akhir kalimat sehingga tidak bertutur secara monoton.

Podcast saya yang berjudul #KalauCinta juga menggunakan teknik manuskrip ketika membawakannya. Formatnya yang monolog, membantu saya untuk menyampikan isi cerita lebih mengalir secara rapi mulai dari setup ( introduction) - confrontation -resolution


MEMBUAT NASKAH PODCAST
Sumber : philipp.truebiger.com
Metode penulisan naskah podcast #KalauCinta ini saya adaptasi dari teknik penulisan naskah radio. Selengkapnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.

Podcast
#Kalau Cinta
Episode
7
Title
Bertepuk Sebelah Tangan
Date
8 Juli 2019
Music
Free Music Youtube Library
Jingle Closing Original #KalauCinta

Opening
Hai/ Apa kabar//
Sara Sara Neyrhiza/ di Kalau Cinta//
Seperti biasa/ kisah cintamu/ Sara hadirkan di sini//
Intro
Seperti biasa aku mengantarkan Nina pulang ke rumah// Meski aku masih harus kuliah jam ketiga/ rasanya tidak tega kalau Nina harus pulang naik bus sendiri//
Sudah lebih dari lima tahun/ mengantar dan menjemput Nina sekolah menjadi kebiasaan dan rutinanitasku setiap hari// Setelah kami lulus dari SMA/ ternyata kami masih berada di kampus yang sama// Maka aku lanjutkan saja rutinitas bertemu dengannya kala pagi dan siang/ bahkan sore atau malam hari//
Confrontation
Disela aku masih sibuk mencari pekerjaan/ aku masih sering mengantar jemput Nina bekerja// Meski tidak sesering dulu/ aku bahagia bisa bertemu dengannya sesekali// Melihat wajahnya yang ayu/ selalu membuatku tenang sebagai laki-laki/ Hnaya Nina perempuan yang dekat denganku//

Hingga suatu hari aku/ dia menyerahkan selembar undangan pernikahan// Terlihat jelas nama Nina dan Bobby pada halaman cover undangan// Tercetak tangan pernikahan mereka tepat dua minggu lagi dari sekarang//

"Surpise" /katanya bersemnagt sambil memamerkan senyum lebarnya// Kamu kenal Boby kan? teman SMA kita dari kelas IPA2?" //Kamu orang pertama yang menerima undanganku ini/ Ikhsan//
Resolution
Dengan tangan bergetar aku terima undangan itu// Secara tiba-tiba hatiku terasa perih// Kepalaku terasa panas// Keringat dingin membasahi keningku// Disitulah aku sadar, bahwa aku mulai hancur perlahan///
Closing
Terima kasih untuk Iksan yang sudah mengirimkan kisahmu di Kalau Cinta// Buat kamu yang ingin mengirimkan naskahmu juga/ kirimkan melalui email di kalaucintapodcast@gmail.com// Sampai bertemu di KalauCinta selanjutnya//




2. Naskah Kerangka Episode 


Jika sudah mulai terbiasa berbicara dan merekam suara untuk podcast, kita bisa memilih jenis naskah podcast kerangka episode. Caranya dengan menulis rencana dan garis besar dari episode podcast. Kita masukkan poin demi poin apa yang ingin kita sampaikan, beserta semua informasi yang kita butuhkan.

Bukan kata per kata, tapi cukup poin-poin garis besarnya saja pada tiap struktur podcast.

Metode ini akan membantu podcaster agar dapat berbicara dengan rapi dan terstuktur, tetapi masih memiliki fleksibilitas dan melakukan improvisasi ketika berbicara.

Di bawah ini contoh outline dari naskah GothamCast

Template naskah dari solo show podcast GothamCast.


3. Bullet Points 


Podcaster yang sudah nyaman berbicara, dan mampu berimprovisasi dengan baik dapat memilih metode bullet point. Tulis saja, judul episode pada bagian header dan selanjutnya tuliskan poin- poin yang ingin disampaikan.

Metode ini membuat cara berbicara podcaster lebih santai dan mengalir. Meski demikian jika tidak fokus, podcaster sering kali justru berbicara semakin melebar diluar topik yang dibicarakan.

Kemampuan improvisasi yang terbatas juga akan memungkinkan podcaster untuk sering mengucapkan filler words seperti "ehm..mmm..uhhh.." yang jika sering diucapkan akan mengganggu kenyamanan pendengar.

Bullet point berikut ini saya gunakan untuk panduan rekaman podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza

Podcast
The Late Brunch
Episode
5
Title
Membangun Personal Branding
Date
8 September 2019
Music
Cue The Late Brunch
1.        Apa aitu Personal Branding
2.        Tujuan Personal Branding
3.        Cara Membangun Personal Branding
-          Kenali Diri (SWOT)
-          Publikasikan Portofolio
-          Bergabung Komunitas
-          Aktivasi sosmed



Baca Juga : Tujuan Membangun Personal Branding

Pilih Naskah Podcast yang Sesuai Denganmu


Metode apa pun yang kamu pilih tidak masalah. Awalnya mungkin dimulai dengan menulis naskah podcast lengkap, membacanya kata demi kata dalam rekaman. Kemudian, setelah sering berlatih dan merasa semakin percaya diri, akan beralih ke metode naskah yang lebih fleksibel.

Di artikel selanjutnya, saya akan membahas bagaimana membuat naskah podcast solo, naskah podcast interview dan naskah podcast co-host show. Artikel tentang podcast lainnya bisa dilihat pada label PODCAST di blog ini.

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Ini Teknik Rekaman Podcast dengan Handphone

12.2.20
Banyak kawan blogger mulai tertarik untuk membuat podcast. Mereka membutuhkan ruang yang lebih leluasa dalam menyampaikan ide dan gagasan dengan waktu produksi yang lebih efisien. Podcast ini juga menjadi alternatif bagi yang tidak suka tampil di depan kamera dan membuat vlog.

Tahun 2020 semakin banyak channel podcast yang lahir. Sebagian memang dibangun para veteran penyiar radio. Sebagian yang lain memang masih pemula dalam melakukan perekaman suara dan olah vokal. Nggak masalah, asal tahu tekniknya yang benar.


Video di atas akan membahas beberapa hal penting bagi para blogger yang ingin menjadi podcaster.

1. Pertama, blogger nggak perlu pusing urusan bikin naskah. Kita punya banyak aset dari blog yang kita miliki.
2. Dengan smartphone , bisa kok digunakan untuk merekam suara dengan hasil yang bagus. Pelajari dulu teknik rekaman podcast dengan handphone yang benar. Agar tidak banyak noise, dan menimbulkan suara "whoosing" atau "popping" alias beg-beg-beg
3. Rekaman podcast dengan handphone, juga harus memilih tempat yang sesuai. Gangguan yang berlebihan akan membuat kita repot dalam mengedit suaranya.

Kalau suara sudah berhasil direkam, maka langkah selanjutnya adalah membuat saluran podcast. Aplikasi mendengarkan podcast yang populer saat ini adalah Spotify. Kalau kamu ingin tahu bagaimana membuat podcast di Spotify, kamu bisa membaca tulisan di bawah ini.

Baca Juga : Membuat Podcast di Spotify dengan Mudah

Dengarkan : Podcast Kalau Cinta


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Pentingnya Visual Seorang Public Speaker

3.2.20
ZAHRA NOOR ERIZA

Beberapa waktu ini saya sering mengisi workshop public speaking. Kebanyakan peserta yang hadir curhat "Gimana sih caranya bisa bicara lancar dan nggak grogi?" Itu tanya mereka. Lalu saya jawab "Prosesnya panjang. Butuh banyak latihan dan persiapan."

Kesannya mungkin klise, tapi memang itu kenyataannya. Meski hampir tiap hari saya bertemu mahasiswa dan melakukan public speaking, nyatanya saya sering grogi juga. Itu kenapa saya harus menemukan cara how to handle it.

Grogi itu hal yang wajar. Saya pernah menuliskan mitos seputar public speaking di tulisan ini. Banyak orang takut grogi, takut dibilang jelek, takur dikira nggak jago ngomong. Padahal urusan grogi itu sesuatu yang wajar terjadi pada seseorang yang ingin tampil. Karena ya gitu, embience suatu event, audience yang hadir itu nggak bisa ditebak. Makanya, grogi itu wajar.

Jadi nggak wajar, kalau efek fisiknya jadi berlebihan. Misal, keluar keringat dingin berlebih, tangan dan kaki bergetar dan tiba-tiba jadi gagap.

So, sebenernya yang harus pertama dipelajari bagi mareka yang mau belajar public speaking adalah bagaimana mengendalikan mental. Supaya kita memiliki modal kepercayaan diri dan siap dengan berbagai tantangan yang bakal kita hadapi.

Urusan percaya diri bisa mudah untuk sebagian orang, tapi bisa sulit juga untuk yang lain. Saya sendiri punya beberapa treatment untuk meng-scale up (waduh kok pakai istilah start up..he he), untuk meningkatkan percaya diri. Caranya yang pertama adalah kenali dirimu sendiri.

Konsep Diri : Kenali Diri Lebih Baik


Penting lho buat para performer, atau public speaker untuk mengenali dirinya sendiri. Baik secara mental maupun fisik. Jujur aja sama diri sendiri. Apa kelebihan dan kekurangan kita. Kaya saya nih, postur tubuh saya kan pendek, dengan bagian tubuh bawah lumayan besar. Dengan kondisi fisik seperti ini saya harus tahu bagaimana menyiasatinya. Cara paling mudah sih pakai highheels, secara instan bisa bikin tambah tinggi 5- 10 cm. Tinggal nyaman atau nggak.

Soal psikis, saya itu kalau lagi grogi suka gampang kebeles pipit eh kebelet pipis. Nah, udah tahu kalau bagian bawah gampang bocor, kalau mau tampil ya nggak minum banyak- banyak. Biar nggak bikin repot.

Terus, saya itu punya oily skin. Nah, mengatasi kulit berminyak itu juga nggak gampang. Soalnya ada faktor hormonal juga. Supaya minyaknya nggak bikin belepotan atau dateng kecepetan, saya harus milih kosmetik yang bagus untuk kulit berminyak.

Harus tahu tuh ini kosmetik performacenya kaya gimana di wajah. Makanya kalau udah cocok sama satu produk saya gak suka  pindah-pindah  ke produk lainya.

Aspek Komunikasi Nonverbal


Setelah mengenali diri sendiri, pelajari juga aspek visual dalam melakukan public speaking. Di dalam komunikasi kita mengenal komunikasi verbal (lisan dan tulisan) dan juga komunikasi nonverbal.  Aspek nonverbal bukan hanya berkaitan dengan bagaimana kita membawa tubuh yang kita miliki pada saat tampil, namun juga apa yang kita kenakan. Pakaian, riasan dan perhiasan atau yang juga disebut dengan istilah artefak, ternyata juga menjadi aspek penting dalam komunikasi. Pakaian, riasan dan perhiasan sering mengisyaratkan kesan harga diri, kelas sosioekonomi, dan karakter umum seseorang. Dalam kegiatan berkomunikasi, artefak bisa menjadi faktor penting dalam menyingkirkan rintangan dan mengidentifikasi karakteristik personalitas tertentu. 

Pernah dengar kutipan "kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda"? Kutipan ini sebenarnya mengajarkan bahwa mau nggak mau, suka nggak suka, orang memang melakukan penghakiman dari covernya. Nggak perlu tampil berlebihan sih, jadi diri sendiri yang membuat kita nyaman saja. Buat visual kita terlihat segar, rapi dan wangi. Orang jadi nggak takut untuk dekat dan berinteraksi dengan kita.

Tampil Fresh Sebagai Public Speaker


Nah, biasanya kalau andrenalin lagi tinggi karena antusiasme ketemu banyak audience, jadi nggak sadar kalau udah muncul banyak minyak di wajah. Itu kenapa produk kosmetik yang saya pilih, selain memang untuk kulit berminyak, juga yang hasil akhirnya matte. Hasil akhir matte itu kalau kena keringat justru malah bikin efek glowing, asal nggak berlebihan pastinya.

Bisa dibilang public speaking itu paket komplet. Belajar merangkai verbal yang tepat, vokal yang nyaman, juga visual yang menarik. Visual ini salah satunya terlihat dari riasan yang kita gunakan.

Kebetulan nih, saya pengen rekomendasiin produk- produk apa saja yang sudah saya pakai selama beberapa tahun belakangan, yang selalu bikin saya percaya diri secara visual tampil berbicara di depan umum. Ada yang produk lokal ada juga yang import. Ada tujuh produk andalan yang selalu berhasil membuat wajah saya segar. Rekomendasii dan reviewnya bisa kamu baca  di website My Best. Website ini bakal ngasih kamu banyak rekomendasi produk- produk keren yang bisa kamu gunakan sehari- hari.



KOSMETIK KULIT BERMINYAK

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Auto Post Signature