Full Day Public Speaking Training

18.2.22


Saya kembali punya kesempatan untuk memberikan materi public speaking untuk mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Seingat saya, tepat sebelum pandemi di 2020 saya juga diminta menjadi pembicara di workshop yang sama. 


Bagi mahasiswa kemampuan presentasi wajib dikuasai. Bukan hanya untuk kepentingan tugas kuliah, tapi juga sebagai modal untuk membuka peluang di dunia pekerjaan.


Belajar teknik presentasi bukan sekadar berbicara di depan umum. Selain harus mampu menyusun materi yang baik, membuat visual aid seperti slide presentasi, seorang presenter juga harus memperhatikan penampilan dan penyampaian yang menarik. Oleh karena itu, training kali ini dilaksankan secara full day agar semakin lengkap experience yang didapatkan. Selain menyimak paparan materi, setiap peserta juga melakukan praktik dan mendapatkan evaluasi.


Full day public speaking training ini diikuti oleh 150 orang peserta, dilaksanakan pada 22 Januari 2022.


ZAHRA NOOR ERIZA

Liputan media suaramerdeka.com

Teknik Blocking Saat Presentasi

15.2.22

TEKNIK PRESENTASI YANG  BAGUS

Apakah kamu memperhatikan caramu bergerak ketika melakukan public speaking? Atau selama ini hanya sekadar melangkahkan kaki tanpa arti?


Tidak banyak orang yang menyadari, bahwa blocking adalah salah satu elemen pendukung dalam performa seorang public speaker di atas panggung. Bagaimana caranya bergerak dan memindahkan tubuh, dapat memberikan makna yang kuat dalam komunikasi lisan yang dilakukan. Blocking adalah pegerakan dan perpindahan tubuh saat melakukan public speaking.


Tidak jarang seorang pembicara publik hanya berdiri tagak di samping screen. Atau bergerak mondar- mandir seperti setrika yang bekerja menghaluskan pakaian. Pergerakan tanpa arti ini hanya membuang- buang energi.


Blocking bisa dipelajari. Ketika mampu menggunakannya dengan baik, blocking dapat memberi manfaat


1. Mengurangi level adrenalin saat gugup. 

Ketika kita merasa stres karena akan tampil berbicara dihadapan banyak orang, sering kali tidak menyadari bahwa tubuh kita memproduksi hormon adrenalin berlebihan. Salah satu efeknya adalah, detak jantung yang semakin intens, keluar keringat dingin, hingga membuat seseorang berbicara dengan terbata- bata. Denganb ergerak selama sesi public speaking, tubuh kita bisa menyalurkan energi berlebih ini sehingga level stres bisa menurun.


2. Menambah energi dan terlihat lebih percaya diri.

Apa yang kita lakukan bisa menjadi perhatian audiens. Ketika bergerak, seorang public speaker akan nampak lebih percaya diri membawa tubuhnya sehingga tidak terpaku hanya pada posisi tegak dan foksu menyampaiakn materi saja.


3. Memberi variasi dalam penampilan.

Public speaking hampir serupa dengan sebuah pertunjukkan. Audiens tidak hanya ingin mendapatkan materi, namun juga keharmonisasian aksi. Suara yang jelas dan nyaman didengar, visual yang menarik, gaya yang atraktif, sehingga apa yang ditampilkan seorang presenter tidak membosankan atau sekadar formalitas.


Jika blocking mampu memberikan manfaat yang besar dalam sebuah penampilan presentasi di depan khalayak, lantas bagaimana cara menetukan blocking yang tepat?


Berikut ini adaah beberapa alternatif ide blocking yang bisa dipraktikkan.


1. Power Position

Saat menyampaikan materi utama presentasi, posisikan diri kita tepat di tengah dan dekat dengan audiens. Pertahankan posisi ini dalam diam (nggak mondar- mandir)


2. A Stage Timeline

Pindahkan posisi berdiri kita sesuai dengan struktur atau alur presentasi.

3. Story Time

Ketika menjelaskan pokok materi dengan panjang lebar, kita bisa bergerak di seluruh area kosong yang tersedia.


4. Move Close for Emphasis

Mendekatlah ke arah audiens, untuk memberikan tekanan atau membangun chemistry yang lebih kuat dengan audiens yang hadir.





Jadi, apakah kamu hanya ingin terpaku diam saat melakukan presentasi, atau mencoba variasi blocking agar penampilanmu lebih optimal?










Auto Post Signature