Showing posts with label FINANCE & MARKETING. Show all posts
Showing posts with label FINANCE & MARKETING. Show all posts

10 Cara Mendapatkan Uang dari Podcast Anchor dan Spotify

16.10.20

 



"Mbak, bagaimana cara mendapatkan uang dari podcast di Spotify?" Ini adalah pertanyaan wajib setiap saya mengisi kulwap atau webinar tentang membuat podcast bagi pemula. Rasanya, keberadaan monetisasi youtube, menjadi motivasi banyak orang untuk mencari ceruk baru untuk mendapatkan cuan di platform lain, salah satunya ya podcast ini. Tapi, apakah podcast bisa dimonetisasi? Bagaimanakah cara monetisasi podcast Indonesia? Apakah sistem monetisasi podcast mudah dilakukan?


Apa itu Monetisasi?

Gampangnya sih, monetisasi itu mengomersialkan suatu situs/ platform atau konten yang kita miliki. Jadi, gimana caranya konten yang kita punya entah itu teks, gambar, audio atau video mampu menghasilkan uang untuk kita.


Monetisasi bisa didukung oleh platform itu sendiri, atau bisa juga dari pihak ketiga dalam bentuk ads  placement dan sponsorship. Pihak mana yang memberikan uang, tidaklah penting. Intinya, kita bisa mendapatkan penghasilan dari konten yang sudah kita buat.


Masalahnya, apakah podcast di Indonesia sudah siap untuk dimonetisasi? 

Perkembangan podcast memang lagi naik- naiknya di Indonesia. Bahkan Kementerian Kominfo melalui Siberkreasi, beberapa waktu lalu juga membuat kelas podcast yang berhasil melahirkan 1000 podcast baru dari kelas yang mereka lakukan selama enam minggu melalui youtube streaming. Jadi memang makin banyak podcaster yang lahir. Entah dari background broadcaster atau bukan.


Tingginya antusiasme terhadap podcast ini juga didukung dengan kehadiran podcast hosting yang mudah diakses. Meski ada beberapa podcast hosting di Indonesia, ternyata Anchor masih menjadi hosting rujukan buat yang pengen membuat podcast dengan mudah dan gratis. Apalagi dengan sistem distribusi multichannel, podcaster jadi nggak ribet upload materi sana- sini. Anchor yang sudah diakuisi Spotify, juga memungkinkan podcast kita nongol di Spotify secara otomatis.


Baca Juga : Membuat Podcast dengan Mudah dengan Anchor


Spotify sendiri masih menjadi platform number one yang digunakan untuk mendengar podcast di Indonesia. Melihat antusiasme pendengar yang tinggi inilah, Spotify secara eksklusif menggandeng beberapa podcast yang menduduki posisi teratas di top chart untuk menghasilkan eksklusif konten untuk mereka. Sebut saja seperti podcast Do You See What I See, Podkesmas, Suara Puan, Rintik Sedu, 30 Days of Lunch, dan beberapa podcast lain yang hampir tidak pernah tertendang dari 10 besar podcast dengan pendengar terbanyak.


Jika kita perhatikan, podcast yang berada di top chart ini hampir bisa dipastikan digawangi oleh para public figure, penyiar radio atau mereka yang punya basis follower besar di social media. Sebut saja Rintik Sedu, meski tidak ada background penyiaran, dan kualitas audio yang (saya rasa) jauh dari kata nyaman, tapi dengan aset 2 juta follower, rasanya menjadi mudah menggiring audiensnya ke podcast. Terbukti Rintik Sedu tidak pernah bergeser dari posisi 3 besar. Hal yang sama terjadi pada podcast Suara Puan. Dengan modal 349K follower instagram di akun @katapuan, ternyata mampu mengkonvergensi kontennya dalam bentuk audio podcast.


Lalu, bagaimana dengan kita yang mungkin orang biasa- biasa saja alias masih mencari remahan- remahan pendengan podcast untuk bisa mendapatkan penghasilan dari podcast? Apakah betul bahwa podcast ada duitnya?

Berikut ini adalah beberapa bentuk monetisasi podcast yang bisa dilakukan.


Cara Mendapatkan Uang dari Podcast


1. Monetisasi Podcast di Anchor 

Sebagai podcast hosting gratis, Anchor memungkinkan pengguna untuk melakukan monetisasi podcastnya. Kita cukup melakukan pengaturan pada halaman "money" maka selanjutnya, kita bisa memasang slot iklan pada episode podcast. Anchor yang akan menentukan iklan manakah yang tepat untuk podcast kita secara otomatis.


Cara mendapatkan uang dari podcast Anchor intinya gini : Setting - siapkan slot iklan- rekam iklan yang dibutuhkan (tergantung kebutuhan)- iklan terpasang otomatis


Jumlah uang yang kita dapatkan bisa terlihat seperti gambar di bawah ini.


MONETISASI PODCAST DI ANCHOR


Meski demikian, sebenarnya monetisasi Anchor baru bisa dilakukan di US. Tapi kita bisa menggunakan bantuan payoneer, untuk membuat rekening US. Dari payoneer inilah dana yang kita tarik (cash out) bisa ditransfer ke bank lokal Indonesia dengan potongan sekian persen.


2. Iklan


Jika sebelumnya monetisasi bisa dilakukan langsung dari platform Anchor, maka kini podcaster juga dapat bekerja sama dengan brand/ perusahaan untuk memasang iklan pada episode podcast.


Secara umum, kita mengenal ada 4 bentuk iklan dalam podcast, yaitu :

  • Adlib atau host- read ads : Iklan yang dibacakan/ disampaikan secara langsung oleh podcaster. Dibawakan dengan gaya santai dengan durasi maksimal 60 detik
  • Spot : Iklan yang telah direkam sebelumnya. Umumnya disisipkan antara 2 segmen podcast
  • Sponsor : Brand/ perusahaan yang mendanai suatu program. Kerja sama sponsor ini lebih eksklusif, sehingga memungkin pihak sponsor menentukan bentuk- bentuk iklan yang lebih detail dalam episode podcast. Seperti misalnya pencantuman logo brand pada cover art, penyebutan nama brand pada saat opening dan closing episode, juga menyisipkan beberapa spot pada podcast.
  • Business Exposed : Sebuah episode podcast yang mengulas suatu produk/ brand tertentu secara mendetail. Jika sponsor, penempatan iklan terletak pada bagian- bagian tertentu saja, tetapi pada business exposed, keseluruhan konten podcast tersebut berupa iklan. Bentuk business exposed ini bisa berupa talkshow, maupun review suatu produk yang dilakukan secara monolog.


3. Eksklusif Konten


Selintas eksklusif konten ini mirip dengan sponsor. Namun, jika kerja sama eksklusif konten ini disepakati, biasanya podcast tidak bisa didistribusikan sembarangan. Hanya khusus pada platform tertentu saja. 

Indonesia dengan konsumen podcast Spotify terbesar se- Asia Tenggara, ternyata menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sehingga Spotifypun membuat eksklusif konten di platform mereka yang mengangkat budaya lokal. Yakni,  Kisah Horor The Sacred Riana yang bergenre horor fiksi, Dear Dearest yang bertema hubungan dan cinta, serta Pembunuh Berantai ( adaptasi dari podcast Serial Killers) dan Lenyap yang bertema true-crime dan mengangkat kisah kejahatan dan misteri.

4. Premium Podcast/ Berlangganan


Premium podcast biasanya menggunakan sistem berlangganan. Pendengar menerima konten khusus yang hanya tersedia untuk pelanggan yang membayar. Pendengar mungkin akan menerima episode khusus, atau akses ke grup, atau bisa berdiskusi secara intens dengan podcaster. Bisa dibilang model monetisasi ini akan menggunakan basis pendengar untuk terus loyal pada podcast tersebut.

Sejujurnya, saya belum menemukan podcast berlangganan di Indonesia (jika ada yang mau memberikan info silakan tulis di komentar ya). Tapi ada beberapa podcast luar negeri yang telah menggunakan sitem monetisasi berlangganan ini seperti Comedy Bang!Bang!, Now Playing dan The American System.

Ada beberapa keuntungan dengan membuat premium podcast ini :
  • Target market sudah jelas
  • Fokus pada proses produksi podcast yang memuaskan pendengar
  • Mendapatkan keuntungan yang lebih optimal
  • Menjadi portofolio terbaik untuk menjual konten ke brand/ perusahaan untuk kerja sama lainnya
Premium Podcast Comedy Bang! Bang!


5. Guest Spot


Jika di blog kita mengenal guest post/ guest posting, di podcast kita mengenalnya dengan guest spot, di mana tamu akan membayar untuk hadir dalam podcast kita. Tentu saja, untuk bisa menarik "orang penting, orang berduit atau siapapun" hadir sebagai tamu, kita harus memastikan bahwa podcast milik kita memiliki jangkauan pendengar yang luas.

Monetisasi ini akan menguntungkan dua belah pihak. Podcaster akan menerima sejumlah uang, dan tamu yang hadir juga akan mendapatkan eksposur yang luas. Terlebih jika ada misi politik, marketing, branding dan lain sebagainya.


6. Donasi dari Pendengar


Saat ini mulai tersedia platform untuk mengapresiasi kreator digital. Jika sebelumnya kita mengenal Patreon, kini juga hadir di Indonesia platform serupa bernama KaryaKarsa, salah satunya. KaryaKarsa ini membantu para pengembang konten kreatif untuk tetap berkarya dari apresiasi penggemar dalam bentuk tip atau berlangganan. Untuk menjaga interaksi, kreator juga bisa menawarkan konten eksklusif yang hanya bisa diakses melalui KaryaKarsa. Atau bisa juga menawarkan kegiatan lain seperti jumpa fans, diskusi dan talkshow, dan lain-lain. Wadah donasi lainnya selain KaryaKarsa, ada juga Saweria, Trakteer dan Gokreator.

Jika ingin membuka saluran donasi tanpa pihak ketiga, hal ini sebenarnya sah- sah saja dilakukan oleh podcaster. Siapa tahu, dengan adanya dukungan finansial dari basis fans, podcaster akan semakin produktif dalam berkarya.


7. Menjual Lisensi Podcast ke Radio 


Saat ini industri radio memang bisa dibilang sedang berjuang keras. Mengingat kebiasaan mendengar mulai banyak ditinggalkan. Dan bagi pendengar muda, mungkin bisa lebih sering mendengar podcast daripada radio.

Untuk mengurangi biaya operasional siaran yang melibatkan penyiar, bukan tidak mungkin bahwa radio membeli lisensi podcast untuk bisa memutarkan konten audio di radio. Terlebih karena radio dan podcast sama- sama auditif, maka dengan model format yang serupa, akan sangat mudah mengadaptasi podcast menjadi bentuk program siaran radio.


8. Menjual Merchandise


Lagi- lagi jika kita sudah memiliki banyak fans atau pendengar loyal, maka ini bisa menjadi aset yang berharga untuk menarik datangnya cuan. Beberapa podcaster mulai menjual merchandise podcast miliknya seperti kaos, tote bag bahkan buku.


9. Afiliasi Marketing

Affiliate marketing adalah  performance-based marketing, yakni pengiklan akan memberikan rewards, bayaran atau komisi, berdasarkan hasil kinerja yang disepakati. Misalnya, pengiklan akan membayar Rp 100.000,- tiap ada 10 orang yang menggunakan kode promo, atau sign up pengguna baru pada sebuah website tertentu.

Sistem afiliasi ini cukup mudah, meski belum cukup populer untuk di podcast (kalau di blog, atau instagram sudah banyak ya).

Bagaimana sistem afiliasi podcast ini?

  1. Pengiklan akan memberi  tautan afiliasi atau kode promo
  2. Podcaster harus menyebutkan/mengendorse produk atau layanan dalam sebuah episode podcast
  3. Podcaster membagikan tautan atau kode kepada pendengar
  4. Jika pendengar tertarik dan melakukan pembelian menggunakan tautan atau kode tersebut, podcaster akan mendapat komisi.

Menarik bukan? Sebaiknya, jika ada tawaran kerja sama dengan sistem afiliasi ini, pilih produk yang memang relevan dengan podcast kita. Sehingan audiens juga lebih percaya dengan "penawaran" yang kita sampaikan.

10. Membangun Branding Podcaster


Cara terakhir mendapatkan uang dari podcast ini bisa dibilang susah- susah gampang. Karena nilai jual bukan hanya pada podcast yang kita miliki, tapi juga the man behind the mic. Bisa saja jumlah pendengar podcastnya tidak bombastis, namun dengan skill yang dimiliki podcaster dalam berbicara, storytelling, mengajar, editing dan lain sebagainya, ternyata mampu menjadi figur yang dianggap mampu untuk bisa mengedukasi atau mem-persuasi orang lain.

Beberapa wujud nyata dari model monetisasi dengan strategi personal branding ini adalah diundang menjadi pembicara atau pelatih dalam workshop/pelatihan yang berkaitan dengan podcast. Di sini podcaster harus mampu menjabarkan teori dan praktik secara detail. Keilmuan, wawasan dan pengalaman yang dimiliki menjadi modal untuk bisa mengajar orang lain.



Itu tadi 10 ide cara mendapatkan uang dari podcast. Boleh saja jika ingin monetisasi podcast melalui Anchor, Spotify atau platform lainnya  Sejauh 2 tahun konsisten membuat podcast, saya memegang prinsip, nikmati prosesnya maka peluang lainnya menghampiri. Jadi rasanya, kalau baru bikin satu dua episode terus yang dipikir uangnya mulu, yah...bakal capek sendiri. Ya, nggak sih? 

Nah, monetisasi manakah yang sudah kamu lakukan? Cerita yuk di kolom komentar :)




Podcast = siniar dalam bahasa Indonesia
Podcaster = penyiar podcast

Referensi :
https://www.beritasatu.com/feri-awan-hidayat/hiburan/661741/spotify-luncurkan-empat-original-podcast-di-indonesia
https://dailysocial.id/post/platform-karyakarsa-dan-upaya-memberdayakan-pekerja-kreatif
https://castos.com/premium-podcast-subscriptions/
https://comedybangbang.fandom.com/wiki/Category:Special_Episodes
https://support.spotify.com/id/article/podcasts/
https://tirto.id/spotify-rilis-podcast-video-agar-pendengar-bisa-lihat-penyiar-fS1o
https://improvepodcast.com/podcast-affiliate-marketing/
https://www.podcastmotor.com/be-a-guest-to-promote/
Sumber gambar title image : https://techcrunch.com/


See you on the next blogpost.








Thank you, 

Mempersiapkan Diri Untuk Kehidupan New Normal

25.5.20
SARA NEYRHIZA

Jam tepat menunjukkan pukul 04.00. Saya membuka mata, keluar kamar, menuju meja kerja. Saya buka kalender, lupa ini tanggal berapa.
Waktu begitu cepat berlalu. Tujuh puluh hari sudah saya masih setia di rumah aja. Bulan puasa yang baru saja usai seolah menjadi saat "perpeloncoan" buat kita. Bener- bener berusaha untuk menahan hawa nafsu. Bukan cuma menahan diri dari lapar dan haus, tapi juga menahan diri untuk nggak banyak ngeluh, lebih fokus  terhadap prioritas dan mempersiapkan diri menuju kehidupan new normal.

Apa Arti New Normal?


Pada tahun 2008 istilah new normal mulai digunakan untuk mendefinisikan kondisi dunia di bidang ekonomi dan bisnis pasca krisis finansial global. Setelah itu, istilah new normal digunakan dalam berbagai konteks lain yang memiliki arti bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal telah menjadi biasa.

Masyarakat yang melakukan self quarantine akibat pandemi Covid-19, mulai banyak melakukan perubahan dalam gaya hidupnya. Beberapa negara di dunia seperti Korea dan Vietnam, sudah mulai menjalani kehidupan new normal mereka. Presiden Jokowi juga memberikan himbauan beberapa waktu lalu, bahwa kita harus berdamai dengan virus corona. Selama belum ditemukan vaksin yang teruji pada virus ini, suka nggak suka, mau nggak mau, kita harus melanjutkan hidup.

Kehidupan baru inilah yang harus dipersiapkan baik- baik. Sebagai makhluk yang paling adaptif, manusia akan senantiasa mencari solusi dalam keadaan sempit. Dan Covid-19 ini menjadi salah satu variabel yang tidak terprediksi sampai beberapa bulan ke depan. So, penting banget untuk bersiap diri menghadapi masa depan yang belum pasti.

Mempersipakan Diri Untuk New Normal


Lalu, apa saja daftar persiapan yang harus kita lakukan supaya bisa moving on dan terus produktif? Nah, inilah beberapa hal yang sebaiknya masuk dalam daftar prioritas untuk menuju kehidupan new normal kita.

1. Kesehatan adalah Investasi Penting

SARA NEYRHIZA

Kita nggak bakal bisa ngapa- ngapain deh kalau sakit. Jika selama ini masih abai dengan kesehatan, maka harus setting ulang prioritas di sini. Kurangi begadang, asupan junk food, rokok dan semua makanan minuman yang nggak berfaedah. Lebih rajin masak di rumah, menambah asupan buah dan sayur dan berolahraga.

Perbaiki juga gaya hidup. Kalau dulu rasanya aneh pake masker ketika beraktivitas di luar rumah, sekarang bakal jadi hal yang lumrah. Masker, hand sanitizer dan cuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan baik yang tidak boleh ditinggalkan. 

Protokol kesehatan ini sudah diterapkan di berbagai aktivitas dan ruang. Baik di kantor, tempat ibadah, sekolah dan kampus, pusat berbelanjaan dan tentu saja rumah sakit.

Nantinya, mungkin kita juga akan lebih hati- hati ketika berjabat tangan dan cipika cipiki dengan orang lain. Bukan bersikap paranoid, tapi kesadaran akan penyebaran virus dan penyakit akan lebih baik dari sebelumnya.

2. Mengatur Rencana Kerja


Buat pekerja kantoran maupun wirausaha, harus sudah mulai menyiapkan ulang rencana kerja untuk beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Kebiasan baru melakukan virtual meeting rasanya bisa diadaptasi berkelanjutan untuk efisiensi waktu dan tenaga. Nantinya akan lebih banyak ruang- ruang diskusi online yang bisa diikuti untuk menambah pengetahuan.

Selain menerapkan protokol kesehatan, tempat kerja juga harus mampu mengembalikan produktivitas kerja para karyawannya. Tidak bisa dipungkiri, beberapa bulan work from home mampu mengubah pola hidup. Yang biasanya bangun pagi berdandan rapi, kini jadi lebih fleksibel. Maka, ketika nanti kembali efektif ngantor, para karyawan akan kembali beradaptasi dengan kebiasaan sebelum pandemi plus tantangan menjaga kesehatan mereka.

Baca Juga : Apa Kelebihan dan Kekurangan Work From Home

Jika selama ini hanya fokus pada satu pekerjaan, new normal juga memaksa kita untuk memikirkan alternatif sumber penghasilan. Jika penghasilan utama terganggu, maka penghasilan dari pekerjaan yang lain dapat menutupi kebutuhan. Pada akhirnya tidak ada pekerjaan yang 100% mapan. Kita harus bergerak dan kreatif menjemput berbagai peluang yang ada.

3. Tabungan dan Dana Darurat


Orang yang beruntung dalam masa pandemi Covid-19 adalah mereka yang menabung, menyiapkan dana darurat dan melakukan investasi. Setiap orang pasti terdampak, tetapi kesiapan finansial ini menjadi pondasi untuk menjalani hidup dengan normal. 

Pandemi terbukti membuat beberapa perusahaan melakukan pemotongan upah kerja, mem-PHK karyawan, banyak pedagang yang berhenti berjualan, hingga ketidaksanggupan membayar cicilan.

Ketika Ramadan kemarin saya menyimak IG Live #DiRumahAjaBarengFWD  yang menghadirkan Aidil Akbar seorang financial expert dan dipandu oleh Dono Pradana (Kumparan) yang membahas bagaimana cara mengelola keuangan yang baik di tengah pandemi Covid-19.

KOLABORASI BERBAGAI FWD


Di rumah aja bareng FWD melalui instagram yang berlangsung selama 2 jam ini seru banget. Obrolan keuangan terasa ringan, tapi nggak mengurangi kualitas materi yang dipaparkan. Dari acara ini saya mendapat banyak inspirasi seputar mengatur keuangan untuk menghadapi new normal ini, seperti :

- Mengatur anggaran belanja dengan baik. Catat semua uang masuk dan keluar✔️
- Membedakan kebutuhan dengan keinginan✔️
- Kelola hutang dengan bijaksana. Pastikan jumlah cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan kita✔️
- Pentingnya menyiapkan dana darurat sekitar 3- 6 kali gaji bulanan✔️
- Prioritaskan tabungan, investasi dan asuransi✔️

Setelah nonton IG Live berbagi bareng FWD ini saya mulai menata ulang keuangan. Terutama soal mengatur uang masuk dan keluar secara lebih bijaksana.

4. Menjaga Kesehatan Mental

MENJAGA KESEHATAN MENTAL

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. 

Jaga kesehatan fisik penting, maka menjaga kesehatan mental tidak kalah penting. Siapa sih yang nggak stres menghadapi Covid-19 ini? Ngerasa kan kalau tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah dibanding biasanya. Ruang gerak terbatas, minim sosialisasi tatap muka.

Bayangkan hal ini terjadi berbulan- bulan lagi? 

Maka, penting juga untuk tetap menjaga diri kita tetap waras. Nggak heran, banyak orang memulai kembali hobinya. Ada yang masak, urban farming, menggambar, karaokean, nonton drama Korea, apapun yang bikin hati bahagia.

Masukkan juga aktivitas olahraga dan meditasi untuk penyegaran pikiran. Dan pastinya tidak ketinggalan untuk berdoa pada Tuhan untuk segala kemudahan.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Mental


5. Berkolaborasi Untuk Kebaikan


Nggak bertatap muka, bukan berarti nggak bisa kerja sama. New normal ini membuat kita semakin nggak bisa lepas dari teknologi. Internet adalah solusi terbaik untuk tetap menjaga komunikasi. Saat di rumah aja saya bisa kolaborasi podcast dengan teman- teman tanpa bertemu. Dan ternyata tetap nyaman dan berjalan dengan baik.

Kolaborasi bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga berbagi kebaikan. Wabah virus corona ternyata berdampak bagi banyak keluarga. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan pangan saja banyak yang kesusahan. Menurut data FWD Life, di Indonesia ada lebih dari 4.500 anak di lebih dari 2.400 keluarga yang tersebar di 10 lokasi berbeda yang terkena dampak pandemi ini. Orang tua tidak bekerja, tidak ada penghasilan untuk membeli makan.

Kondisi ini direspon dengan baik oleh FWD Life yakni perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia yang menyediakan perlindungan jiwa, kesehatan, investasi dan kecelakaan. Kolaborasi FWD Life bersama SOS Children’s Village ini sekaligus mengajak kita bersama untuk turut berdonasi. Kolaborasi untuk berbagi bisa dilakukan melalui platform Kita Bisa dengan klik alamat ini www.kitabisa.com/berbagibarengFWD 


Melihat daftar prioritas di atas, rasanya perencanaan adalah hal yang penting. Kita nggak bisa cuma berpikir hidup untuk diri sendiri, dan hidup untuk hari ini saja. Dengan berpikir ke depan, kita akan lebih adaptif dalam menghadapi tantangan.

Apakah kita mampu menjalani kehidupan new normal ini? Asal kita mau berusaha dan bergandengan tangan bersama, tentu saja, BISA!


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Pembayaran Digital dengan QR Indonesia Standard, Cara Milenial Dukung Inklusi Keuangan

9.12.19

Mana yang lebih kamu khawatirkan, ketinggalan dompet atau ketinggalan smartphone? 

Pertanyaan ini saya tanyakan ke lima orang kawan beberapa waktu lalu dalam sebuah obrolan di warung kopi modern. Kelimanya sontak sepakat menjawab bahwa jangan sampai smartphone ketinggalan di rumah. 

"Bisa berabe", katanya. 

Sayapun menginyakan. Rasanya jika tidak ada smartphone di "genggaman" seolah ada rasa ketakutan "fear of missing out", ketinggalan interaksi penting yang kaitannya dengan jejaring dan pekerjaan. Di sisi lain smartphone menjadi alat yang multitasking. Tidak hanya menghubungkan komunikasi antar personal, akses informasi di dunia maya, namun kini telah bertansformasi sebagai penghubung mitra transportasi (layanan ojek online), mempermudah deliverorder makanan dan barang, pemesanan layanan jasa seperti pijat, make up, bengkel dan lain sebagainya, transaksi perbankan juga  menjadi alat transaksi pembayaran.

Saya adalah bagian dari generasi Y atau yang biasa disebut sebagai generasi milenial yang terlahir antara tahun 1983an hingga 1998. Digital native itulah salah satu predikat yang disematkan kepada milenial seperti kami. Dunia digital menjadi keseharian. Menggunakan teknologi seperti internet, komputer dan perangkat mobile dalam memperoleh informasi dan pengetahuan, serta adaptif dalam berbagai kemajuan teknologi menjadi salah satu ciri para digital native.

AIDA to AISAS

Sumber gambar : slideplayer.com
Meski menjadi bagian dari generasi milenial, saya cukup beruntung dapat merasakan fase transformasi teknologi dari analog ke digital. Saat sekolah dasar dulu, saya masih suka asyik berteleponan dengan telepon rumah sehingga hapal betul puluhan nomor telepon kawan. Saya juga merasakan bahwa iklan di televisi yang begitu menggoda sanggup membuat saya langsung menuju ke warung kelontong terdekat untuk membeli produk yang diiklankan. Saya juga mengalami takutnya ketinggalan dompet, dan berdampak susahnya membeli makanan di kantin sekolah atau supermarket.

Era digital telah mengubah perilaku saya sebagai konsumen. Pada teori pengambilan keputusan konsumen, kita mengenal AIDA (Awareness, Interest, Desire and Action) yakni saat saya melihat sebuah produk diiklankan dan kemudian saya tertarik dan merasa membutuhkn produk tersebut, saya akan langsung melakukan aksi dengan membeli produk tersebut di toko. 

Namun, internet dan social media telah mengubah perilaku AIDA ini menjadi AISAS (Awareness, Interest, Search, Action, Share). Yakni, ketika saya melihat iklan suatu produk, kemudian saya tertarik dengan produk tersebut, maka yang saya lakukan kemudian adalah mencari informasi produk di internet. Di internet inilah terjadi interaksi electronic word of mouth di mana kita menemukan informasi produk baik dari produsen maupun dari rekomendasi konsumen yang telah menggunakan produk sebelumnya. Baru setelah saya yakin dengan keunggulan dan terdorong kebutuhan akan pembelian produk itu, maka saya melakukan aksi pembelian. Ternyata proses tidak berhenti di sini. Ada dorongan untuk berbagi pengalaman menggunakan produk melalui internet. Bisa dengan hanya menulis status di facebook, hingga membuat review audio visual di blog dan youtube.

Search dan share menjadi suatu konsep tahapan yang muncul akibat mudahnya mecari informasi dan berbagi lewat sosial media. Itu mengapa AISAS menjadi teori perilaku konsumen era modern.

Cashless to Cardless


Perubahan perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian tentu saja diiringi dengan perubahan dalam mengeksekusi minat beli. Saya bukan hanya tidak mau ribet urusan beli barang, namun, juga pada kemudahan proses pembayaran. Pada penelitian yang saya lakukan pada tahun 2017 berjudul Peran Mediasi Citra Merek dan Persepsi Risiko pada Hubungan antara Electronic  Word  of  Mouth  (E-WOM)  dan  Minat  Beli, para milenial sadar betul akan berbagai risiko bertransaksi digital. Meski demikian kami memiliki ekspektasi yang tinggi akan layanan teknologi pembayaran yang aman dan nyaman.

Belajar dari sejarah, manusia pada zaman dahulu menggunakan sistem barter dalam transaksi finansial. Kemudian sistem barter berubah dan digantikan oleh uang logam dan kertas. Namun, dengan teknologi yang semakin maju, sekarang pengunaan uang logam dan kertas pun mulai tergantikan dengan sistem cashless.

Cashless merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan transaksi finansial yang tidak lagi menggunakan uang tunai (baik berupa logam maupun kertas). Hal ini seiring dengan program pemerintah melalui Bank Indonesia yang telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada tahun 2014. GNNT ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga secara bertahap terbentuklah suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya. 

Maka terbentuklah cashless society yang merupakan cara pandang baru di dalam masyarakat dalam memandang hakikat uang, terkait  penggunaanya dalam bertransaksi. Di mana uang dianggap sebagai sebuah alat, dan bukan entitas fisik semata. Kehadiran uang eletronik juga mendorong aktivitas pembayaran elektronik yang tidak lagi membutuhkan bentuk uang secara fisik atau nyata.

Jumlah pengguna internet sebesar 54,7 persen dari total populasi penduduk Indonesia, menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) dalam survei "Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017", telah mendorong banyak perusahaan financial technology untuk membuat layanan keuangan digital  untuk transaksi pembayaran. Implikasinya kehadiran berbagai aplikasi pembayaran digital secara perlahan juga mengurangi penggunaan kartu seperti kartu debit dan kartu kredit atau cardless. Sebagai pengguna, cardless juga dinilai meminimalisasi potensi kehilangan uang maupun kartu fisik.

Fintech pembayaran seperti GOPAY, OVO, Dana, Doku, Midtrans, juga LinkAja yang merupakan perusahaan patungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  hadir dengan memberikan layanan dompet digital atau digital wallet. Dompet digital ini memungkinkan penggunanya untuk menyimpan uang di aplikasi, kemudian memanfaatkannya untuk transaksi pembayaran di merchant offline maupun online secara real time. Mobilitas digital payment pun lebih cepat untuk bertransaksi, karena dipermudah oleh teknologi yang multichannel antar pengguna maupun merchant.

Salah satu pengalaman bertransaksi yang cukup sering saya lakukan adalah pembayaran di merchant restauran. Menariknya, merchant memberikan cashback yang terbilang lumayan mulai dari 10-50% untuk sekali transaksi. Pada counter kasir restauran sudah dilengkapai dengan informasi QR code payment. Saya tinggal melakukan pemindaian barcode dengan menggunakan aplikasi digital payment. Kemudian saya masukkan nominal pembayaran, dan autorisasi dengan personal password. Tidak membutuhkan waktu lama, maka proses pembayaran selesai.

Perusahaan Jepang Denso-Wave di tahun 1994 membuat QR Code atau kode QR yakni  sebuah kode matriks (kode dua dimensi) . The “QR” -Quick Response,  memuat berbagai informasi di dalamnya seperti teks, nomor telepon, dan alamat URL, yang biasanya diletakkan pada produk untuk menunjukkan informasi tambahan dari produk tersebut. Kode QR telah menjadi salah satu pilihan untuk sistem pembayaran agar transaksi dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tentunya cashless.

Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia


Jika kita perhatikan pembayaran menggunakan QR code payment saat ini punya mesin dan sistem yang berbeda. Selain itu pembayaran dengan QR code rasanya hanya bisa dilakukan di mall-mall atau restauran besar saja. Hampir tidak pernah saya menemukan pembayaran digital dilakukan di pasar dan masih terbatas di toko atau kedai UMKM/UKM.

Penggunaan QR code pada transaksi pembayaran (dokumentasi pribadi)


Maka sebagai langkah awal transformasi digital di sistem pembayaran Indonesia, Bank Indonesia meluncurkan QR Code Indonesia Standard (QRIS) pada bulan Mei 2019. Kehadiran QRIS memungkinkan pembayaran melalui QR akan terinterkoneksi berbagai instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara serta terinteropabilitas dengan menggunakan satu standar QR Code. 

QRIS akan mampu mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, membantu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital serta memajukan UMKM, yang nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Metode QR code payment sendiri terdiri dari 2 display kode QR di merchant yang kemudian dapat di-scan menggunakan ponsel konsumen. Pertama, statis atau Merchant Presented Mode (MPM). QR code jenis ini ditampilkan melalui stiker atau hasil cetak lain yang dapat digunakan pada tiap transaksi pembayaran. QR Code belum mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar, sehingga pengguna perlu memasukkan jumlah nominal pada aplikasinya. Penjual atau merchant harus memastikan terlebih dahulu apakah sudah mendapatkan notifikasi status transaksi, bila sudah artinya transaksi sudah berhasil. 

Yang kedua, dinamis atau Costumer Presented Mode (CPM). QR Code ditampilkan melalui struk yang dicetak mesin EDC atau ditampilkan pada monitor. QR Code yang berbeda dicetak untuk setiap transaksi pembayaran dan telah mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar konsumen.

QRIS ini disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co.1. Pada tahap pengenalan QRIS akan difokuskan pada QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM). Mulai 1 Januari 2020 QRIS akan berlaku efektif secara nasional. Saat ini Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi penggunaan QRIS salah satunya melalui event #feskabi2019 yang diadakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada Oktober 2019.

QR Code Indonesia Standard hadir dengan mengusung semangat UNGGUL yang mengandung makna UNiversal, GampanG, Untung, dan Langsung. 

✔️ Universal yakni QRIS dapat berlaku secara nasional dan internasional. Dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan elektronik sehari-hari. 

✔️ Unggul  yakni  pengguna QRIS tidak akan mengalami kesulitan dalam menggunakannya karena QRIS dapat langsung ditaping pada ponsel masing-masing.

✔️ Untung yakni QRIS pun memberi keuntungan kepada setiap penggunanya, baik masyarakat kecil, pengusaha maupun perbankan dan fintech

✔️Langsung (real time) yakni transaksi seketika bisa kita lakukan, tidak hanya transaksi jual beli tapi juga transaksi pembayarannya.

Transaksi menjadi lebih mudah, bukan? Nah, pemberlakuan QRIS bagi Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) juga untuk mengatasi munculnya monopoli bisnis. Bila sudah terstandarisasi nantinya sistem pembayaran ini dapat diawasi satu pintu oleh regulator dengan lebih baik.  



Milenial Mendukung Inklusi Keuangan


Inklusi keuangan adalah keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan produk dan jasa keuangan formal seperti sarana menyimpan uang yang aman, transfer, menabung maupun pinjaman dan asuransi. Di Indonesia, masyarakat yang memiliki keleluasaan akses  dengan jasa keuangan terhitung hanya sebesar 36 persen saja. ( Global Findex, 2014)

Itu mengapa para milenial yang merupakan digital native diharapkan secara aktif mendukung inklusi keuangan. Dengan keberadaan QR Code Indonesia Standard (QRIS) maka akan semakin mempermudah para milenial dalam melakukan transaksi menggunakan uang eletronik. Kabar baiknya akan ada empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina  bekerja sama untuk meningkatkan sistem pembayaran. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan di setiap negara. 

Oiya, jangan lupa! Sebagai pengguna QR code payment kita tetap harus berhati-hati akan pemalsuan kode QR oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai akun pengguna QR code disabotaseyang berujung dengan cyber crime (mengungkap identitas pengguna atau mengganti QR Code berisi virus atau malware).

Maka, setiap stakeholder pada ekosistem pembayaran digital perlu membangun keamanan guna menghindari ancaman kejahatan. Bagi perbankan diharapkan meningkatkan teknologi aplikasi, server, dan sumber daya manusianya.

Berdasarkan informasi yang ditampilkan dalam website resmi OJK, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat kita lakukan dalam bertransaksi aman dan nyaman menggunakan QR code

1. Menggunakan pemindai QR code yang memiliki fitur pengamanan. Pengguna aplikasi juga dimungkinkan untuk melihat seluruh URL sebelum membuka situs web terkait dan melakukan analisis apakah alamat yang dituju cukup aman atau berpotensi membahayakan.

2. Tidak sembarangan melakukan pemindaian pada QR code yang tidak dikenal.

3. Periksa QR code secara fisik, untuk memastikan keaslian QR code. Perhatikan apakah fisik QR code tidak ditutupi dengan QR code lain dalam bentuk stiker atau lainnya. Untuk memastikan, tidak ada salahnya pengguna menanyakan pada merchant apakah QR code tersebut benar.


Yuk, para milenial sukseskan transformasi digital sistem pembayaran di Indonesia. Kita #gairahkanekonomi dengan #pakaiQRstandar dan menjadi bagian dari cashless society. Bertransaksi menjadi lebih aman, nyaman dan efisien serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.









Referensi

Amaly, L., & Hudrasyah, H. 2012. Measuring effectiveness of marketing communication using AISAS ARCAS model. Journal of Business and Management, 1(5), 352-364.
Barry, T. E., & Howard, D. J. 1990. A review and critique of the hierarchy of effects in advertising. International Journal of Advertising, 9(2), 121-135.
Noor Eriza, Zahra. 2017. Peran Mediasi Citra Merek dan Persepsi Risiko pada Hubungan antara Electronic  Word  of  Mouth  (E-WOM)  dan  Minat  Beli  (Studi  pada  Konsumen  Kosmetik  E- Commerce di Solo Raya). Jurnal Komuniti Vol 9 No 1

Situs daring

https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Bank-Indonesia-Terbitkan-Ketentuan-Pelaksanaan-QRIS.aspx (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://www.itproportal.com/features/digital-payments-in-2018-how-millennials-are-driving-next-gen-commerce/ (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10522 (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190308142700-83-375574/waspada-bahaya-mengintai-di-era-cashless-society (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://kumparan.com/venture/perlahan-tapi-pasti-indonesia-kejarmimpi-menuju-era-cashless-society-1551095668506546886 (diakses pada 26 Oktober 2019)
https://keuangan.kontan.co.id/news/bi-luncurkan-qr-indonesia-standar-sebagai-transformasi-digital-sistem-pembayaran (diakses pada 26 Oktober 2019)
https://www.bi.go.id/id/perbankan/keuanganinklusif/program/Contents/default.aspx (diakses pada 26 Oktober 2019)
https://money.kompas.com/read/2019/08/17/113149726/bi-luncurkan-qr-code-berstandar-indonesia (diakses pada 26 Oktober 2019)




See you on the next blogpost.






Thank you, 




Membayar Pajak dengan Mudah dan Nyaman di KPP Pratama Surakarta

2.12.19
KPP PRATAMA SURAKARTA

Jika ditanya "apa yang kamu berikan untuk negara?" Maka, saya akan menjawab "Pajak. Pajak adalah kontribusi saya bagi negara".

Mungkin banyak diantara kita yang masih mengeluh untuk membayar pajak. Pajak memang selalu hadir disetiap aktivitas kehidupan. Mulai dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ketika membeli makanan atau barang, NPWP (pajak penghasilan), pajak kendaraan, juga pajak hadiah jika saya memenangkan lomba blog. Maka, dana untuk membayar pajak perlu dialokasikan khusus setiap tahunnya. 

Yang jadi pertanyaan kemudian, "Mengapa kita harus bayar pajak?" Sri Mulayani, Menteri Keuangan Indonesia menggunakan perumpamaan pajak seperti tulang punggung di tubuh manusia. Tulang punggung pada dasarnya memiliki peran penting untuk menopang tubuh agar semua organ dan bagian lainnya dapat berfungsi dengan baik. Beliau juga mengatakan jika Republik ini ingin bergerak, berdiri tegak, dihormati rakyatnya dan disegani, maka harus ditopang dengan tulang punggung yang kuat. Kalau rapuh, entah osteoporosis, salah bentuk, maka badan ikut kena dampaknya.

Apakah Semua Orang Wajib Bayar Pajak?


Jika dilihat dari istilahnya, pajak adalah kontribusi wajib orang pribadi dan badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dan digunakan untuk keperluan negara bagi  kemakmuran rakyat. Dari pengertian ini, kita dapat mengetahui bahwa wajib pajak adalah orang pribadi maupun badan (sekumpulan orang) baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

Menurut Eko Budi Setyono, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta, dalam acara Ngobrol Santai Pelayanan dan Manfaat Pajak bersama Kawan Dunia Maya (Kaniya) Blogger Kota Solo pada Jumat, 29 November 2019,   bahwa setiap orang wajib melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) Pajak. Namun, belum tentu membayar pajak, karena nantinya akan ada perhitungan-perhitungan tertentu yang akan memutuskan orang tersebut harus membayar pajak atau tidak.

Apakah semua warga negara Indonesia sudah taat pajak?

Dari acara Ngobrol Santai yang saya ikuti kemarin, saya mendapatkan insight mengenai berapa banyak warga Indonesia yang patuh bayar pajak. Dari 257 juta rakyat Indonesia ternyata hanya 30,08 juta wajib pajak yang terdaftar, 12,7 juta wajib pajak yang melaporkan SPT, dan hanya 1,55 juta wajib pajak yang membayar pajak.

Melihat persentase ini, tentu kita menyadari bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih rendah. Padahal, 82,5 % dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) berasal dari pajak. Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dialokasikan untuk banyak sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, agama, kesehatan, hingga perlindungan sosial. 

Membayar Pajak Secara Online Lebih Cepat dan Mudah

Untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pajak, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Pusat maupun wilayah secara aktif mengadakan berbagai forum untuk berdiskusi dengan masyarakat. Salah satunya sosialisasi mengenai pelayanan pembayaran pajak yang lebih mudah.  Jika dulu kita harus datang ke kantor dan membuat berbagai dokumen yang rumit, sekarang ini kita dapat membayar pajak secara online.

Melalui Aplikasi E-Billing Online Pajak kita dapat lebih mudah  melakukan pembayaran berbagai KAP (Kode Akun Pajak) , KJS (Kode Jenis Setoran) dan NPWP sekaligus, dengan instan, akurat, dan tanpa perlu antre di bank atau KPP lagi.

Pembuatan E-billing dan Kode E-Billing


Berikut ini adalah langkah-langkah membuat E-billing dan Kode E-Billing

I. Membuat Kode Billing atau Id Billing

Untuk pembuatan kode billing ada 7 petunjuk yang bisa dilakukan untuk dapat membuat kode billing atau id billing, yaitu:

1. Melalui aplikasi online pajak yang merupakan satu-satunya application services provider (asp) yang disahkan direktorat jendral pajak untuk membuat id billing berdasarkan surat keputusan pemerintah.

2. Melalui teller bank tertentu yang telah disetujui, yaitu: bank BNI, Mandiri, BCA, dan Citibank. Kita juga bisa melakukannya lewat Kantor Pos.

3. Melalui SSE2 di situs pajak.go.id atau Direktorat Jendral Pajak online.

4. Melalui SMS id billing bagi pelanggan Telkomsel yaitu dengan menekan *141*500#.

5. Melalui layanan billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).

6. Melalui layanan di nomor 1500200. Ini berlaku untuk wajib pajak pribadi, dan

7. Melalui layanan Internet Banking.


Membayar Pajak Secara Online


Setelah membuat kode billing, selanjutnya kamu bisa melakukan bayar pajak online e-billing melalui beberapa tempat ini, yaitu:

1. Melalui OnlinePajak yang berlaku untuk nasabah CIMB Niaga dan BNI.

2. Melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

3. Melalui teller bank yang bekerja sama.

4.  Melalui Kantor Pos.

5. Melalui Internet Banking.

6. Melalui agen Branchless Banking.

7. Melalui Mobile Banking. (Hanya berlaku untuk nasabah Bank Pembangunan Daerah Bali).

8. Melalui mesin mini ATM yang berada di seluruh KPP atau KP2KP.


Membayar Pajak Nyaman di KPP Pratama Surakarta

KPP PRATAMA SURAKARTA

Meski membayar pajak dapat dilakukan secara online, namun bagi masyarakat yang masih ragu atau merasakan kesulitan membayar secara online, dapat menuju ke KPP di sekitaran tempat tinggal. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama menjadi salah satu KPP yang mampu memberikan fasilitas kenyamanan dan kemudahan yang unggul bagi masyarakat saat membayar pajak.

KPP PRATAMA SURAKARTA


KPP Pratama Surakarta terbukti berhasil diganjar berbagai penghargaan atas service excellent yang mereka berikan. Salah satunya dengan mengusung kawasan Responsif Gender yakni dengan mewujudkan kondisi kebijakan/ program/ kegiatan pembangunan yang dilakukan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan. Tidak hanya untuk laki-laki dan perempuan, namun juga dalam perbedaan usia, sosial ekonomi dan suku bangsa.

Pelaksanaa Responsif Gender ini dapat dilihat dari beberapa fasilitas yang disediakan KPP Pratama Surakarta, antara lain :

1. Ruang prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu dengan anak dan disabilitas

KPP PRATAMA SURAKARTA


2. Kamar mandi khusus disabilitas

KPP PRATAMA SURAKARTA


3. Jalur khusus untuk ibu hamil pada anak tangga. Dengan menempatkan stiker sebagai petunjuk bagi lajur khusus ibu hamil



4. Ruang laktasi yang sangat nyaman

KPP PRATAMA SURAKARTA


5.Ruang day care bagi karyawan yang ingin menitipkan anaknya selama mereka bekerja

KPP PRATAMA SURAKARTA


6. Ruang olahraga dan rekreasi

KPP PRATAMA SURAKARTA


7. Ruang poliklinik

8. Ruang transit, bagi karyawan yang mengalami masalah kesehatan dan tidak mampu untuk bekerja di lantai 2

9. Baby Playroom untuk area bermain anak

KPP PRATAMA SURAKARTA



Beberapa fasilitas lain yang tidak kalah baik yakni adanya Galeri UMKM sebagai area untuk mempromosikan produk UMKM. Juga ada area galeri investasi, kantin, masjid, mini ATM, juga perpustakaan dengan koleksi buku yang beragam.

KPP PRATAMA SURAKARTA


Dengan keberadaan berbagai fasilitas unggul ini, harapannya masyarakat khususnya di Surakarta akan semakin nyaman dan tidak segan untuk membayar pajak di KPP Pratama. 

Maka, jika masih banyak masyarakat yang ragu untuk membayar pajak, kini sudah saatnya kita menyadari bahwa pajak adalah komitmen kita sebagai warga negara untuk berkontribusi pada negara. Karena, seluruh iuran pajak yang kita berikan nantinya akan kembali kepada pada kita melalui fasilitas yang kita nikmati setiap hari. 

Pajak Kita Untuk Kita. Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaannya.

SARA NEYRHIZA






Referensi Daring

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/11/230842726/sri-mulyani-orang-bertanya-kenapa-saya-harus-bayar-pajak.
https://www.pajak.go.id/id/istilah-umum-perpajakan



See you on the next blogpost.






Thank you, 





Pelatihan Digital Marketing Bersama Magister Manajemen Universitas Sebelas Maret

13.11.19
MAGISTER MANAJEMEN UNS


Beberapa waktu lalu saya diminta Magister Manajemen Universitas Sebelas Maret Surakarta untuk menjadi pembicara dengan topik digital marketing. Almamater saya ini mengadakan pelatihan  pemasaran untuk para pelaku UMKM di desa Gedong dan Delingan, Karanganyar, dalam rangka memperkuat desa wisata.

Selain saya, ada  Pak Suwarmin, Pimred Solopos dan Pak Catur, dosen FEB UNS sebagai pembicara juga.

Setelah sesi seminar kurang lebih 1,5 jam, kami para pembicara berdiskusi lebih dekat dengan para pelaku UMKM setelah sebelumnya para peserta dijadikan beberapa kelompok. Kami berusaha mendengarkan apa saja kendala dan tantangan para pelaku dalam mengembangkan usaha mereka.

Baca Juga : Marketing 4.0 Moving from Traditional to Digital


Dalam sesi ini, saya mencoba merangkum menjadi 2 hal besar yang menjadi tantangan para pelaku UMKM dalam melakukan aktivitas pemasaran digital.

MAGISTER MANAJEMEN UNS


1. Mindset dalam mengembangkan usaha

Ada ketakutan para pelaku UMKM ketika melakukan pemasaran berbasis internet, yakni ketidakmampuan melayani konsumen dengan baik jika jumlah permintaan bertambah. Artinya, mereka sudah puas dengan omset yang diraih saat ini dan sudah merasa cukup kewelahan dalam mengelola usahanya. Jika nanti usaha berkembang, mereka merasa kebingungan dalam menjalankan usahanya. Baik dari pencarian bahan pokok, hingga masalah karyawan.

Mengubah mindset ini menjadi PR besar bagi pemerintah atau para akademisi yang ingin memberdayakan pelaku UMKM sehingga siap untuk go digital. Karena jika hanya puas dengan pengelolaan bisnis yang mereka lakukan saat ini, maka bisnis akan susah untuk berkembang. Tentu saja untuk mengembangkan bisnis dibutuhkan effort yang besar. Kesadaran akan "berjuang lebih" inilah yang harus dimiliki para pengusaha.

2. Tantangan mengoperasikan berbagai platform digital

Salah satu syarat dalam melakukan pemasaran digital adalah integrasi berbagai platform digital. Mulai dari mesin pencari, social media, website hingga aplikasi chatting. Bagi pelaku UMKM di Desa Delingan dan Gedong, hal ini menjadi tantangan besar. Mereka tidak lagi muda. Pemahaman mereka terbatas pada aplikasi chatting seperti WA saja. Untuk bermain di ranah social media dan e-commerce terasa begitu menyulitkan.

Harapannya memang anggota keluarga yang masih muda bisa turut berkontribusi mengembangkan usaha milik orangtuanya. Namun jika melihat fakta di lapangan, umumnya usaha hanya dikelola oleh orangtua. Sedangkan anak mereka lebih fokus dalam bersekolah atau dibangku pendidikan.

Meski demikian, para pelaku UMKM yang berusia relatif muda ternyata memiliki kesadaran untuk memanfaatkan berbagai platform digital. Salah satunya, Google My Business untuk mendaftarkan usaha mereka pada mesin pencari.

Baca Juga : Workshop Personal Branding Bagi Pelaku UMKM



Saya rasa tantangan dalam memberdayakan pelaku UMKM cukup beragam di berbagai daerah. Memang membutuhkan proses yang panjang untuk dapat membina mereka agar dapat lebih terbuka dengan pekembangan teknologi yang ada. Butuh kerja keras dari pemerintah untuk dapat menghadirkan program-program yang aplikatif dan masif, sehingga mampu menyentuh UMKM/ UKM hingga ke pelosok. Tentu saja, ada cita-cita yang besar dibaliknya. Indonesia menjadi negara maju, dengan jumlah entrepreneur 14% dari rasio penduduknya.



See you on the next blogpost.






Thank you, 



Menabung Untung dengan SOBATKU Tabungan Online

18.7.19

SOBATKU TABUNGAN ONLINE


Saya mulai bekerja sejak usia 16 tahun saat duduk di bangku SMA. Pendapatan yang saya peroleh terbilang lumayan ketika menjadi penyiar radio. Paling tidak dapat saya gunakan untuk membantu pembiayan sekolah dan uang saku.

Saya masih menggeluti profesi yang sama sembari belajar di bangku kuliah, dengan nominal penghasilan yang jauh lebih besar. Saya gunakan penghasilan tersebut untuk keperluan kuliah juga. Tentu saja sesekali saya membelanjakannya untuk bersenang-senang seperti beli baju dan sepatu.

Namun, sayangnya, meski telah memiliki penghasilan, saya tidak menjadikan aktivitas menabung sebagai kebiasaan. Saya menabung hanya ketika uang penghasilan saya ada sisa. Padahal tidak selalu ada sisa tiap bulan.

Saat usia semakin dewasa, saya mulai sadar bahwa ada kesalahan dalam pola saya mengatur keuangan. Yakni, dalam menentukan prioritas. Seharusnya, kita menyisihkan penghasilan untuk masuk di tabungan itu di awal, ketika menerima uang. Bukan malah di akhir dan menunggu adanya sisa.

10- 20% Income Masuk Tabungan


Tidak ada persentase baku dalam menentukan jumlah uang yang harus masuk tabungan. Semua tergantung motivasi kita dalam menabung. Saya jadi ingat rekan saya yang bahkan bisa menyisihkan 50% incomenya masuk ke tabungan karena bercita-cita membeli rumah sebelum menikah dengan jerih payahnya sendiri.

Berapapun persentasenya tergantung masing-masing pribadi. Yang terpenting dalam konsistensinya dalam mengatur keuangan dengan baik.

Menabung adalah kebiasaan yang baik. Menabung menjadi langkah preventif akan berbagai kemungkinan kejadian tak terduga di masa depan (dana darurat). Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Mungkin ada peristiwa seperti kecelakaan, PHK atau hal-hal lain yang membutuhkan dana dalam jumlah besar. Termasuk persiapan saat pensiun.

Dengan menabung kita juga dapat mengalokasikannya untuk kebutuhan tersier seperti liburan atau membeli sesuatu yang dicita-citakan seperti mobil dan rumah.

Jika tertarik untuk melakukan investasi, maka uang tabungan dapat kita manfaatkan untuk aktivitas investasi ini. Sehingga kemungkinan melipatgandakan uang akan semakin besar, tanpa mengurangi dana pada pos-pos kebutuhan dan pembayaran.


Menabung dengan Aplikasi


SOBATKU TABUNGAN ONLINE

Bang-bing bung yok, jangan dihitung
Lama-lama kita nanti dapat untung
Kalau orang bilang apapun bisa kita lakukan lewat aplikasi, mungkin hal ini tidak salah. Kalau dulu kita harus datang ke teller bank atau ke mesin ATM setor tunai untuk menabung, namun sekarang semua bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Saat ini hadir sebuah aplikasi simpanan online bernama SOBATKU (Simpanan Online Sahabatku). Sebuah tabungan online berbasis aplikasi yang memungkinkan kita membuka tabungan hanya dengan smartphone yang kita miliki. SOBATKU adalah produk simpanan/tabungan online yang dikeluarkan oleh KSP Sahabat Mitra Sejati yang juga dikenal sebagai Sahabat UKM. KSP Sahabat Mitra Sejati dipimpin oleh pengurus yang profesional dan secara langsung didukung oleh Bank Sahabat Sampoerna.

Prosedur membuka rekening di SOBATKU sangat mudah. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Mengunduh aplikasi SOBATKU di playstore/ appstore
2. Lakukan registrasi dengan mengikuti petunjuk di aplikasi. Pastikan mengambil foto KTP dan foto selfie memegang KTP dengan akurat agar data diri terbaca dengan baik.
3. Menunggu proses verifikasi oleh sistem
4. Menerima email konfirmasi jika data diri telah lolos verifikasi


Hanya empat langkah sederhana dalam membuka rekening SOBATKU. Dan selanjutnya, nomor handphone langsung berubah menjadi nomor rekening. Mudah bukan?

Keuntungan Memiliki Rekening Sobatku


Ada berbagai keuntungan dalam memiliki rekening SOBATKU.

1. Nomor handphone sekaligus menjadi nomor rekening. Hal ini memebuat kita mudah mengingat nomor rekening yang kita miliki.
2. Kemudahan dalam setor dan tarik tunai. Dapat kita lakukan lewat Alfamart/Alfamidi
3. Ada kesempatan mendapatkan hadiah undian jutaan rupiah tiap bulannya.

Undian yang dilakukan SOBATKU ini tentu dinantikan banyak orang. Minggu, 14 Juli 2019 kemarin SOBATKU melakukan undian yang ke -8 bertempat di Ambarukmo Plaza Yogyakarta untuk memperebutkan hadiah uang tunai 100 juta rupiah dan paket umroh untuk 4 orang. Tidak hanya itu, SOBATKU juga membagikan satu paket umrah tambahan khusus bagi warga DIY dan Jateng melalui program Jutawan SOBATKU.

Kegiatan ini juga dalam rangka turut memperingati Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) 2019, dengan tema reformasi total koperasi di Era Industri Teknologi 4.0, maka SOBATKU yang sudah hadir selama 2 tahun semenjak 2017 telah memberikan pelayanan maksimal kepada anggota secara online dan real time.

CARA BUKA REKENING SOBATKU


Kegiatan pengambilan  Undian Grand Prize dan Pesta Jutawan SOBATKU  turut dihadiri oleh, Deputi Menteri Bidang kelembagaan Ir. Bapak Luhur Pradjarto., M.M, Deputi Menteri Bidang Pengawasan, Bapak Suparno, S.E, M.M dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia, Bapak Dr. Agung Sudjatmoko, M.M. Kehadiran para tamu spesial pejabat tinggi dari Kementerian Koperasi dan UKM RI serta Dekopin Pusat tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan bahwa KSP Sahabat Mitra Sejati yang memiliki tabungan online merupakan bentuk nyata bahwa koperasi sudah masuk di era transformasi koperasi.

Untuk menghibur para pengunjung sekaligus  nasabah SOBATKU yang ada di lokasi, hadir pula Pongki Barata menyanyikan beberapa lagu andalannya. Pongki Barata yang dikenal sebagai eks vokalis Jikustik dan personel The dance Company ini membawakan beberapa lagu seperti setia, untuk dikenang, akhiri dengan indah, dan masih banyak lainnya.

PONGKI BARATA THE DANCE COMPANY
Penampilan Pongki Barata di acara Undian Grand Prize Sobatku

Bagi kamu yang ingin mendapatkan kemudahan dalam urusan pembayaran, kamu juga dapat menandalkan SOBATKU. Kini SOBATKU juga dilengkapi dengan fitur pembelian dan pembayaran seperti pembelian pulsa, token listrik, pembayaran PLN, PDAM, TV berbayar dan tiket Kereta Api,  tanpa biaya admin, tanpa biaya bulanan dan tanpa minimum saldo.

Dalam waktu dekat SOBATKU juga akan memberikan kemudahan kepada penggunanya dengan menghadirkan fitur pembayaran asuransi dan pembukaan rekening deposito secara online.

Jadi bagaimana, sudah mendownload SOBATKU di handphonemu?


See you on the next blogpost.





Thank you, 

Auto Post Signature