My Highlight of 2017

Selalu ada kecewa dalam limpahan bahagia. Agar tidak terlena dan lupa.

Penghujung Tahun.

Seperti kebanyakan orang, saya kembali membuka buku diary yang tertuliskan resolusi di sana. Saya kembali melihat apakah semua sudah terpenuhi dan kemudian siap merancang misi satu tahun ke depan. 

Kembali ke masa lalu sejenak.

Awal 2017 saya masih disibukkan dengan menyeleseikan studi. Harapan saya Januari sudah selesai semua. Hanya saja, kendala kebijakan kampus yang mengharuskan mahasiswa pasca sarjana menerbitkan artikel di jurnal terakreditasi membuat kelulusan saya meleset 2 bulan dari yang saya perkiraan.

Saya bahagia akhirnya dapat selesai 3 semester saja. Meski kemudian dihinggapi kecewa karena pembayaran semester tetaplah harus sampai 4 semester. Nominal yang tidak sedikit cukup menguras tabungan saya. "Semua pasti ada gantinya", batin saya, sambil meringis melihat saldo yang menipis.

Menyelesaikan sekolah ini membuat saya jungkir balik. Mungkin mudah untuk orang lain, tapi cukup berat untuk saya.

Dulu saya ingin melanjutkan sekolah, setelah bangku sarjana selesai saya tempuh. Tetapi kemudian ajakan menikah dari sesorang yang sudah dekat dengan saya selama 7 tahun tidak dapat saya tolak. Namun, saya punya 1 syarat, setelah saya punya anak, saya harus lanjut sekolah.

Tahun 2015 setelah si kecil lahir, suami saya memenuhi janjinya. Dia mengizinkan saya sekolah, bekerja, sembari momong si kecil yang masih bayi. Meninggalkan anak yang saat itu masih 5 bulan bukan perkara mudah. Saya yang masih memberinya ASI, setiap pagi dan malam hari harus memompa payudara agar persediaan ASIP tercukupi. Pagi-pagi saya harus menyiapkan segala perlengkapan dan membawa si kecil ke rumah mama saya untuk dititipkan hingga saya pulang kuliah. 

Presentasi sambil gendong anak
Dari hari Senin sampai Jumat saya terus berkutat dengan kuliah, mengajar, mengerjakan tugas dan mengurusi tanggungjawab rumah tangga. Meski harus jumpalitan, saya sangat bersyukur suami saya mensupport segalanya. Terkadang, beliau harus saya tinggal di rumah sendiri, jika saya begitu kelelahan dan memilih untuk menginap di rumah mama saya. Belum lagi, menghadapi rengekan saya jika Sabtu Minggu minta diajak jalan-jalan sebagai obat kebosanan.

Namun, semua sudah berakhir. Untuk obsesi yang satu ini, saya sudah merepotkan banyak orang. Termasuk mama dan kedua adik saya yang bergantian mengasuh anak saya ketika saya tinggal.
Dibalik perjuangan seseorang, ada orang lain yang turut berkorban.Terima Kasih.
Memonetize Blog.

Setelah lulus, saya meminta izin suami lagi untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi. Suami cukup paham, bahwa menikah diusia 23 dan memiliki anak di usia 24 tahun, membuat tantangan berumah tangga datang lebih awal. Itu mengapa ketika saya ingin bergabung dengan komunitas, beliau tidak melarang.

Bulan Maret 2017 saya bergabung di Komunitas Blogger Solo dan Kumpulan Emak Blogger Solo. Melalui 2 komunitas itu, hobi saya menulis blog tersalurkan dengan baik. Saya juga berkenalan dengan banyak orang baru.

Aktivitas momotret produk bersama rekan Blogger Solo
Awalnya saya menulis blog sebagai media dokumentasi aktivitas pekerjaan saya ketika menjadi penyiar dan reporter radio. Agar pengalaman tersebut tersimpan dalam bentuk tulisan. Namun, sejak mengenal komunitas blogger, saya mulai memonetize blog. Membuat blog saya menjadi lebih profesional.

Sayapun tidak ragu untuk bergabung dengan komunitas blogger berskala nasional. Sejak itulah, berbagai tawaran kerja sama masuk. Mulai dari campaign bagian dari promosi suatu merek, content placement, content creation, dan product endorser. Belum lagi undangan event mulai banyak yang berdatangan. Bukan hanya dari berbagai instansi/ perusahaan di Solo, tetapi juga luar kota.

Nominal pendapatan dari aktivitas menulis blog dan social media ini terbilang lumayan, terutama untuk saya yang mulai menjalankan blog di lini komersial. Hobi ini menjanjikan.

Saya sangat bersyukur bertemu dengan banyak teman yang menyenangkan. Mereka memotivasi agar saya selalu merawat blog ini dengan baik. Blogging selalu menjadi hiburan disela-sela mengerjakan tugas kantor dan mengurus keluarga.

Riska dan Si Gembul

Bulan Juni, adalah kali pertama serial Riska dan si Gembul diputar di MNC TV. Salah satu serial animasi, dimana saya menjadi dubber karakter utamanya bernama  Riska.


Meski menjadi dubber dan voice over talent adalah pekerjaan yang sudah saya geluti sejak 10 tahun lalu, namun ini kali pertama suara saya muncul di televisi. Saya senang mendapatkan pengalaman baru ini. Selain sebagai pengisi suara, saya juga menyanyikan theme song serial ini, serta turut menyumbang sebagai penulis cerita untuk beberapa episode.


Selain di televisi, serial Riska dan Si gembul saat ini juga dapat disaksikan di kanal Youtube. 
Ah, ya,,,salah satu fans saya adalah anak saya sendiri. Terima Kasih Nak..

Duta Cerita, Mengenal Keberagaman

Bertemu dengan teman-teman yang beragam, salah satu yang saya cita-citakan. Meski singkat hanya melalui workshop selama 3 hari, saya bertemu dengan Duta Cerita. 

Bersama rekan Duta Cerita
Duta Cerita adalah program iklusivitas yang digagas oleh Yayasan Habibie Center. Melalui program ini saya beremu dengan banyak orang dari lintas suku, agama dan ras. Kami saling bertukar pikiran dan bercerita. Menghargai perbedaan dan menguatkan keyakinan bahwa kami semua adalah Indoneisa. Tidak selayaknya bermusuhan, karena takdir kita memang beragam. Unity in Diversity.


Kekecewaan Sebagai Bagian Pelajaran Hidup

2 Bulan terakhir di tahun 2017 lebih banyak diisi dengan aktivitas mengajar di kampus. Khususnya dikelas manajemen event yang saya ampu. Saya membimbing 9 kelompok untuk melaksanakan tugas membuat event yang berbeda-beda. Sekali lagi saya bersyukur, event-event mahasiswa berjalan dengan baik. Goal untuk mendapatkan publikasi dari media massa juga dapat teraih.

Ironisnya, setelah saya mengevaluasi kinerja saya selama 1 tahun ini, saya harus mengakui bahwa beberapa lini usaha saya tidak berjalan mulus. Event organizer saya misalnya.

Target bulanan yang harusnya diraih ternyata tidak dapat dicapai. Beberapa klien yang mencoba mendekat, akhirnya pergi tanpa pamit, juga tanpa ada kesepakatan yang terjadi.


Pernah ada 1 event saya gagal total. Bahkan, setelahnya saya menangis semalaman. Berpuluh kali mengerjakan event ulang tahun, baru kali ini saya salah menuliskan nama anak yang berulang tahun pada MMT Backdrop. Tentu saja sang tuan rumah marah besar. Saya tidak dapat berbuat apa-apa, karena waktu yang sudah mepet dimulainya acara.
 Saya merasa begitu bodoh. 
Pengalaman ini begitu menyesakkan jiwa hingga saya ngambek dan takut menerima job yang sama. Karena kecerobohan ini saya harus membayar mahal. Bukan hanya malu tetapi juga nama baik. Pelajaran berharga dalam hidup saya untuk lebih teliti dan berhati-hati seberapa tinggi jam terbang yang dimiliki.

Ya, 2017 telah berakhir. Saya bersyukur seluruh keluarga diberikan kesehatan. Alhamdullilah, tahun ini menyenangkan. Dan seperti biasa tidak ada perayaan dan kembang api dipergantian tahun.

Malam tahun baru kami tidur di rumah seperti biasa. Tidak ada pesta. Kami sudah kekenyangan hanya dengan memesan nasi goreng bakso kesukaan. Meski kemudian tetap bangun kesiangan. Seolah-olah ikut begadang.

Tahun 2018

Banyak cita-cita seperti biasa. Namun, saya ingin sekali menyelesaikan menulis buku. Diperam, namun tak matang-matang. Jelas saja, karena tidak dikerjakan. Mohon doanya semoga segera paripurna. Buku ini seperti hutang yang harus segera dibayar.

Di tahun ini saya ingin terus menulis blog. Saya begitu mencintai kegiatan ini. Menulis seperti self healing. Jika saya sedang sedih, menulis bagai obat penghibur. Dan kemudian menjadi bahagia jika kemudian invoice klien telah cair. :)

Awal tahun ini saya juga akan terlibat dalam kelas Institut Ibu-Ibu Profesional Solo Raya. Saya sudah tidak sabar ingin belajar banyak hal baru dan bertemu dengan kawan-kawan baru. Tentu saja suami saya mendukung sepenuhnya. "Bersenang-senanglah, namun tetaplah jadi ibu dan istri sepenuhnya," pesan dari suami saya.

Semoga di tahun 2018 kita semua selalu diberi limpahan kesehatan dan perlindungan. Apapun yang kita cita-citakan dapat bermanfaat untuk banyak orang.


31 Desember 2017
Di bawah lampu temaram

Pengalaman Belanja Saat Harbolnas. Harga Murah Nggak Murahan Lho!

Bulan Desember selalu ditunggu. Ada Apa?

Buat para shopaholic, angka 12.12 bagai angka keramat. Mereka menyebutnya Harbolnas - Hari Belanja Online Nasional-. Berbagai e-commerce merayakan momen ini karena penjualan mereka naik bekali- kali lipat.


Saya biasanya tidak terlalu peduli dengan Harbolnas. Nggak usah nunggu Desember, bulan apa aja pasti saya belanja online. Pantas aja sering bokek :p

Tapi gara-gara di tahun 2017 ini saya terlaibat campaign dengan salah satu e-commerce tentang event akbar Harbolnas ini, mau nggak mau saya melirik kesana kemari, berkunjung dari satu website ke website lainnya. Ternyata, banyak juga onlineshop (seperti di instagram) yang juga memberikan diskon besar. Tambah banyak godaan pastinya.

Harbolnas tidak lepas dari tren Black Friday. Hari belanja Black Friday dilaksanakan pada hari Jumat setelah Thanksgiving Day (hari libur di Amerika Utara memperingati syukuran panen akhir tahun). Saat Black Friday para karyawan libur, toko-toko memberikan diskon besar dan buka lebih lama. 
It's considered the kickoff of the holiday shopping season. 

Black Friday juga mengilhami Cyber Monday. Tidak jauh berbeda, namun Cyber Monday ini dirayakan pada hari Senin setelah Thanksgiving.


Indonesia juga tidak ingin ketinggalan. Tren belanja online yang semakin meningkat, serta  tujuan mengedukasi masyarakat Indonesia, bahwa berbelanja daring saat ini menjadi aktivitas yang mudah, aman, nyaman dan dapat dilakukan kapan saja, maka sejak 12 Desember 2012 dicetuskanlah sebagai Harbolnas. Perayaan ini diprakarsai oleh perusahaan-perusahaan e-commerce di Indonesia yang bergabung di Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdeA) yaitu Lazada, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak.

Sekarang saya ingin berbagai pengalaman berbelanja saat Harbolnas. Ada beberapa barang yang akhirnya saya beli. Diantara barang itu, satu kotak produk Laneige ini yang buat saya kegirangan.

Di tanggal 12 Desember 2017, iseng-iseng saya membuka akun instagram Lazada, dan menemukan informasi bahwa ada diskon 40 % untuk produk Laneige. Maka segera meluncurlah saya ke lazada.co.id

Benar saja, saya menemukan sebuah paket produk Laneige seharga Rp 600.000,- Yang membuat saya bahagia adalah dengan harga 600 ribu saya langsung mendapatkan beberapa produk sekaligus, yakni 

2 buah BB Cushion (Pore Control) + Refill ❤️
1 buah Multi Cleanser_EX ❤️
1 buah Water Bank Mineral Skin Mist ❤️
1 buah Ultra Mini Fan ❤️



Padahal jika dihitung per item, bisa jadi paket produk itu bernilai 1,2 juta rupiah. 
Tahu nggak, BB Cushion ini biasa saya beli  seharga Rp 560.000,- di counternya. Selisih harganya, jauhhhhhh kan?
Wah..saya paling happy kalau dapat belanja murah seperti ini. Jadi, tahun depan belanja di Harbolnas lagi? Sepertinya IYA!


Nah, mungkin buat yang masih apatis atau takut-takut untuk berbelanja di Harbolnas, mungkin saya dapat memberikan beberapa tips agar mendapatkan barang dengan harga terjangkau dan memuaskan.

1. Sebelum Harbolnas tiba, jangan ragu untuk mengunjungan official social media dari produk yang kita cari. Biasanya di sana akan ada info mengenai diskon dan promosi lainnya. ✔️

2. Cari juga e-commerce yang memberikan banyak penawaran menarik. Selain diskon, ada juga yang memberikan freeongkir, gift dan cash back. ✔️

3. Setelah menemukan barang yang akan dibeli di e-commerce/ market place, jangan lupa untuk mengecek penjual apakah terverifikasi atau belum. Kalau saya, lebih memilih membeli langsung dari official storenya. Jadi sekarang itu, berbagai brand punya official store di e-commerce. Kalau langsung belanja di official store pasti lebih terjamin barangnya. ✔️

4. Jangan males baca review. Sehingga semakin meyakinkan barang yang akan kita beli. Termasuk cari informasi ada garansi produk atau tidak. ✔️

5. Jika ada fasilitas COD (Cash on Delivery), saya lebih memilih fasilitas tersebut. Selain alasan keamanan, juga agar barang yang kita terima sesuai dengan yang dipesan. ✔️

Well. itu tadi cerita pengalaman saya belanja di Harbolnas. Boros nggak ya? Intinya, barang yang saya beli adalah barang yang saya butuhkan. Dan pas sekali produk Laneige di rumah sudah hampir habis. 

Barang-barang yang ditawarkan saat Harbolnas memang menggiurkan. Tetapi pastikan untuk jeli dalam memilihnya serta efisien dalam mengeluarkan dana juga. Jangan mubazir deh. ^^

Kira-kira Harbolnas kemarin kamu belanja apa? Atau malah tidak tertarik berbelanja online? Cerita di kolom komentar dong...

Rangkaian Event Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS

Manajemen Event merupakan salah satu mata kuliah yang saya ampu di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bisa dibilang juga, ini adalah mata kuliah yang saya suka, karena tidak melulu belajar teori. Mahasiswapun juga akan ditantang untuk dapat mempraktekkan pengetahuannya secara langsung.


Dalam mengelola sebuah event dapat dikatakan gampang-gampang susah. Ada 4 strategi yang harus diterapkan yakni, 

📌 1. Strategi Manajemen Event

Bagaimana suatu event dirancang dengan baik mulai dari perumusan ide, studi kelayakan, penulisan proposal, mengelola sumber daya manusia, anggaran dan sistematis pengawasan.

📌 2. Strategi Marketing Event

Marketing berkaitan dengan usaha-usaha mencapai target event baik kuantitatif (profit, jumlah peserta, dll) juga kualitatif (brand image, kepuasan, liputan media, dll)

📌 3. Strategi Manajemen Risiko

Resiko adalah kemungkinan terjadinya kerugian yang akan dihadapi. Pada fase pra event, para pengelola event harus mampu memprediksi kemungkinan risiko. Sehingga memiliki langkah strategis untuk menghadapi risiko tersebut dengan merencanakan plan B sampai dengan Z.

📌  4. Strategi Pengawasan

Pengawasan terhadap event perlu dilakukan sejak masa pra event. Semua dilakukan agar event dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan diharapkan. Pengawasan perlu dilakukan, hingga proses evaluasi/ pertanggugnjawaban selesai dilakukan.

Nah, dikelas manajemen event semester ini, saya mengampu 3 kelas. Masing-masing kelas dibagi atas 3 kelompok. Sehingga total ada 9 kelompok. Mereka saya tugasnya untuk membuat event. Goal dari mata kuliah ini adalah tercapainya target kualitatif yakni mendapat publikasi dari media massa baik lokal maupun nasional.

Selama kurang lebih 3 minggu 9 event telah diadakan. Saya bersykur event-event mahasiswa dapat terlaksana dengan baik.

Lomba Mewarnai
12 November 2017
Goro Assalam Hypermarket

Deskripsi Acara : Lomba mewarnai untuk anak usia 6-8 tahun dalam rangka memperingati Hari Pahlawan



Workshop Travel Writing
13 November 2017
Ruang Seminar Fak. Ekonomi dan Bisnis UMS

Deskripsi Acara : Workshop penulisan cerita perjalanan dengan menghadirkan wartawan Solopos.


Solopos, 13 November 2017
Fun Baking Class
18 November 2017
Toko Roti Ganeps

Deskripsi Acara : Kelas memasak roti yang diikuti peserta anak-anak dari panti asuhan



Joglo Semar

 Kampanye Hari Anak Universal
19 November 2017
Car Free Day Slamet Riyadi Solo

Deskripsi Acara : Kampanye memperingati Hari Anak Universal dengan mengangkat tema "Anti Kekerasan pada Anak". Kampanye dilakukan dengan membentangkan kain sepanjang 10 meter dan melibatkan pengunjung car free day untuk turut serta mengecapkan tangan pada lembar kain tersebut dengan cat warna warni.



Jawa Pos, 19 November 2017

 Beauty & Hijab Class
23 November 2017
Kolonial Resto

Deskripsi Acara : Workshop kecantikan dan hijab bekerja sama dengan Make Up Artist dari Wardah



Solopos, 23 November 2017
Seminar Entrepreneur
24 November 2017
Play Ground Cafe

Deskripsi Acara : Seminar wirausaha dengan menghadirkan wirausahawan muda Kota Solo


Fokus Jateng, 25 November 2017
Pelatihan, Hunting, Diskusi dan Gelar Karya
26 November 2017
Car Free Day Jl. Slamet Riyadi Solo

Deskripsi Acara : Acara dilakukan selama 3 hari dalam waktu berbeda. Acara ini melibatkan siswa dari YPAC Solo. Setelah dilakukan pelatihan dan hunting bersama, pada tanggal 26 November dilaksanakan diskusi dan gelar karya di car free day.



Aktivitas Menanam Pohon
28 November 2017
SLB Surakarta

Deskripsi Acara : Kampanye hari Menanam Pohon Nasional dilakukan dengan mengajak siswa -siswi SLB Surakarta untuk menanam berbagai jenis tumbuhan.

Solopos
Seminar Videografi
2 Desember 2017
Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS

Deskripsi Acara : Seminar videografi yang menghadirkan salah satu youtuber Anjas Maradita


Dengan selesainya seluruh event dan proses evaluasi, maka saya sebagai dosen pengampu mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah bekerja keras, dan mengeluarkan banyak waktu, dana, dan tenaga. Tidak lupa dukungan Program Studi yang memberikan dukungan terkait kebijakan, izin dan lain sebagainya.

Tidak lupa terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung baik secara materiil maupun non materiil sehingga membawa event-event tersebut bermanfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya, saya melakukan penilaian berdasarkan berbagai aspek manajemen event, yakni :

1. Kedisiplinan dalam mencapai target persiapan, seperti penulisan proposal, membuat desain poster dan publikasi lainnya. ✔️

2. Kreativitas dalam merencanakan ide event (ide tidak mainstream), publikasi media sosial, pelaksanaan pada hari H, dan pembuatan laporan berupa video audio visual. ✔️

3. Kerja keras, kekompakan dan manajemen SDM. ✔️

4.  Pencapain target publikasi media massa ✔️

5. Kedisiplinan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban. ✔️

Maka saya telah memilih kelompok yang terbaik berdasarkan kelima indikator tersebut. Yakni kelompok dengan event

PELATIHAN, HUNTING, DISKUSI DAN GELAR KARYA "AKU BISA"
DAN
 PLANTING ACTIVITY DAY

Sekali lagi saya ucapkan selamat untuk semua kelompok. Semoga tugas kuliah ini menambah portofolio pengalaman rekan-rekan mahasiswa dan bermanfaat baik di dunia kerja atau ketika bersosialisasi dimasyarakat. Sukses Selalu!




Bagaimana Cara Melawan Hoax ?

Pasti banyak yang sepakat bahwa semenjak Pilpres 2014, hawa panas sering menerpa baik di dunia nyata maupun dunia maya. Obrolan menjadi tidak semenyenangkan dulu. Terlebih jika memiliki pilihan politik dan kepentingan yang berbeda.

Ketika berselancar di internet saya jadi punya aktivitas baru. Unfriend. Unfollow. Block.

Sebagai usaha menjaga kewarasan dan kesehatan batiniah. Biarlah berkawan di dunia nyata saja, menghindari adu argumen. Menjauh dari saling debat tanpa  imbalan. Bahkan, sebungkus nasi kucing pun.

Sebagai pengguna internet a.k.a netizen kita dihidangkan berbagai sajian informasi. Termasuk informasi yang salah maupun yang sengaja dibuat salah. Parahnya, informasi salah, palsu atau HOAX  terbukti mampu merusak persatuan bangsa. Isu SARA juga masih menjadi bumbu penyedap yang praktis memicu berkembangnya "sel kanker".

Waktunya menjaga kesehatan. Sekarang. Sebelum terlambat.


Mengenal Apa itu HOAX

Informasi HOAX semakin meningkat. Ditaksir ada lebih dari 800 situs berbahasa Indonesia yang menyebarkan kobohongan dan  ujaran kebenjian. (Pratama, 2016)

Social media jelas memiliki andil juga. Laporan investigasi majalah Tempo menemukan ada 2 kelompok besar situs penyebar hoax, yakni

1. Akun pribadi yang terafiliasi dengan partai politik.

2. Situs pencari untung. Membuat berita yang provokatif dan kontroversial.

Dr. Ismail Cawidu, M.Si, seorang praktisi komunikasi dalam Forum Dialog Publik "Menggalakkan Etika Jurnalistik Untuk Para Netizen" menjelaskan ada beberapa karakteristik HOAX yang perlu netizen pahami, yakni :

1. Fear Arousing
Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan dan provokasi

2. Whispered Propaganda
Berasal dari sumber yang tidak jelas, tidak ada yang dapat dimintai pertanggungjawaban dan klarifikasi

3. One Side
Berasal dari satu pihak, menyerang pihak yang lain

4. Stealing Authority
Mencatut nama tokoh berpengaruh atau menggunaka nama yang mirip dengan media terkenal

5. Negative Labelling
Memberikan julukan

6. Band Wagon
Meminta supaya disebarkan, diviralkan

7. Pseudo Sciences
Menggunakan argumen yang sangat teknis, supaya terlihat ilmia dan dipercaya

Ketika mengaku sebagai blogger, akhirnya sayapun memahami bahwa sebagai pembuat konten di internet pelu lebih berhati-hati agar terhindar dari HOAX. Jangan sampai turut membuat informasi yang tidak benar atau minimal mencari referensi dari sumber salah.

HOAX juga memiliki beberapa jenis, seperti

1. HOAX Virus

Dikembangkan lewat email atau aplikasi chatting berupa peringatan adanya virus berbahahaya di komputer. User diminta memasang aplikasi tertentu atau menghapus file di perangkat.

2. HOAX Kirim pesan beranatai

Kita diminta mengirim pesan berantai dengan berbagai alasan misalnya kirim ke 10 orang agar terhindar dari musibah, mendapat rezeki dan lain sebagainya

3. HOAX Urband legend

Cerita seram, legenda mengani suatu tempat yang dibumbui dengan foto yang belum tentu benar. Beberapa diantaranya bermotif persaingan bisnis, agar orang tidak mau berkunjung atau membeli ditempat tersebut.

4. HOAX Dapat hadiah

Seperti penipuan yang dikirimkan via pesan teks atau email. 

5. HOAX Isi Pilu

Informasi seseorang yang sedang sakit, atau menderita. Memberikan foto dan cerita sedih untuk menarik empati orang lain

6. HOAX Pencemaran Nama Baik

Informasi tentang seseorang yang terpandang melakukan suatu tindak kejahatan atau bersikap tidak baik. Bertujuan untuk menghancurkan karir dan nama baik orang lain.


Blogger Melawan Hoax

Bagaimana, sering bukan kita menemukan informasi dengan karakteristik seperti di atas, termasuk di social media?

Jika IYA, berarti tidak heran bukan bahwa HOAX ini sangat berbahaya. Agenda Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 juga diprediksi akan meningkatkan terpaan HOAX di berbagai media baik cetak, elektronik maupun internet.

Itu mengapa, sudah saatnya blogger mengambil bagian untuk melawan HOAX. Literasi media juga dibutuhkan sehingga blogger paham pula mengenai pengetahuan isi media, industri media dan efek media. Sehingga mampu mengali informasi dari sumber yang terpercaya.

Agus Sudibyo dalam  Forum Dialog Publik "Menggalakkan Etika Jurnalistik Untuk Para Netizen" 18 Desember 2017 di Best Western Hotel Solo Baru

Agus Sudibyo ,seorang peneliti dan konsultan media dalam pembahasan "Netizen Zaman Now Pintar Menggunakan Internet", memaparkan pentingnya para netizen, terutama para blogger  untuk memiliki sikap mental kritis seorang jurnalis yaitu :

1. Memiliki sikap curiousity /ingin tahu

2. Sikap selidik

3.Mau membandingkan 1 informasi dengan informasi yang lain sehingga menemukan suatu kebenaran. Sehingga informasi yang disebarkan adalah sebuah berita yang terverifikasi.

Kominfo dalam situs resminya memberikan beberapa  langkah yang dapat dilakukan agar lebih cermat terhadap informasi di internet.

1. Hati-hati dengan judul provokatif

Informasi HOAX seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif. Tidak jarang juga, berita diambil dari situs berita resmi namun dimodifikasi agar memancing emosi pembaca.

Jika menemukan berita yang demikian, jangan ragu untuk mencari referensi dari portal berita lainnya dan membandingnkan isinya sama atau beda. Sehingga akan di dapat kesimpulan yang berimbang.

2. Mencermati alamat situs
Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.
Alamat situs yang terlihat mencurigakan, atau "dimirip-miripkan" dengan situs berita yang sudah ada, harus diwaspadai dan cek apakah sudah terverifikasi atau belum.

3. Periksa fakta

Perhatikan berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. 

Memperhatikan sumber berita juga penting. Apakah dari institusi resmi atau bukan. Jangan mudah percaya juga apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.

4. Cek keaslian foto

Foto juga dapat diedit atau di"framing" sesuai dengan agenda setting pembuat HOAX. Jangan ragu untuk cek keaslian foto. 
Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.
5. Ikut serta grup diskusi ANTI HOAX

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.  Du grup-grup tersebut, semua anggota dapat ikut berkontribusi untuk saling memberi informasi mengenai berita HOAX, sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.


Setelah mengenal dan memahami apa itu HOAX, sekarang saatnya blogger untuk berperan aktif menjadi netizen yang cerdas. Jangan ragu pula untuk mengedukasi keluarga dan teman mengenai kebenaran suatu informasi di internet. Sehingga tidak mudah terhasut dan menimbulkan keresahan pada diri sendiri serta menghadirkan kebencian pada orang lain.

Pengalaman Menginap di RedDoorz, Akomodasi Murah Dekat Lawang Sewu

Beberapa waktu lalu saya harus melakukan suatu pekerjaan di Semarang. Karena judulnya bekerja bukan tamasya, saya harus pandai-pandai mengatur anggaran. Salah satunya untuk pembiayaan akomodasi.


Jika biasanya secara acak saya memilih hotel terdekat dengan lokasi bekerja, tapi kali ini saya memfilter pilihan di aplikasi booking online berdasarkan budget terendah. Maka munculah nama RedDoorz.

Sekilas Tentang RedDoorz

RedDoorz adalah salah satu jaringan akomodasi budget di Indonesia. Yah, 11 12 dengan airy room dan air bnb jika selama ini kita lebih mengenalnya. Istilah "budget" tentu mengacu pada harga yang relatif terjangkau.
RedDoorz  membantu para pemilik hotel dan guest house untuk mengiklankan properti mereka di platform dua arah, sehingga penjualan hotel dan guest house tersebut dapat meraih cakupan audiens yang lebih luas, meningkatkan distribusi mereka serta mendapatkan suatu merk dengan standar operasi yang efisien. - Red Doorz official website
RedDoorz ini punya official website yang membantu untuk pemesanan hingga pembayaran. Karena pada waktu itu saya mengakses lewat ponsel, saya tidak melakukan riset mendalam. Hanya berdasarkan filter lokasi, saya akhirnya menemukan RedDoorz di area dekat Lawang Sewu.

Harga yang saya dapatkan adalah 179.550. Room Only.

Pencarian Lokasi dan Proses Check- In

Dari Solo saya sampai di Semarang sekitar pukul 08.30. Handphone saya langsung mendapatkan notifikasi di email yang menunjukkan saya sudah berada di Semarang, sekaligus informasi rute menuju ke RedDoorz.

Karena waktu check in masih lama, untuk menghabiskan waktu saya ke Lawang Sewu. Dari Stasiun Poncol, saya naik bus Trans Semarang hingga Balaikota. Lalu jalan kaki sekitar 800m hingga Lawang Sewu. 

Sekita pukul 12.00, saya naik go-car untuk menuju ke lokasi RedDoorz. Lokasi tidak sulit dicari meski awalnya tetap bingung juga. Berdasarkan gambar di google map, alamat yang dituju mengarah ke pemukiman warga. "Wah, kost-kostan nih", batin saja.

Perkiraan saya tidak salah, kalau Red Doorz near Lawang Sewu ini memanglah sebuah kost-kostan eksklusive bernama De' Leota. Kost ini terletak di deretan ruko-ruko. Sesuai dengan namanya, kost ini terlihat mahal. terbukti dengan banyaknya mobil yang berjajar di area parkiran. Dari informasi di meja resepsionis, saya juga menemukan informasi harga kost sekitar Rp 1.400.000,-/bulan


Parkiran yang cukup luas
Saat tiba, di samping pintu masuk ada rumah "induk semang" atau penjaga kostnya. Setelah melakukan verifikasi data dan meninggalkan KTP pada meja resepsionis, akhirnya saya diperbolehkan untuk langsung masuk kamar meski saat itu belum pukul 14.00.

Meski cukup kaget karena akan menempati salah satu ruang kost-kostan, tapi akhirnya saya pasrah dan menerima saja apa yang sudah saya pilih. Toh, saya sudah bayar lunas. Selain itu, lokasi RedDoorz ini dekat dengan lokasi tempat saya bekerja.

Lorong menuju kamar saya
Fasilitas Kamar

Saya mendapatkan 2 botol air mineral dan sepaket  toiletries, berupa body wash, shampoo, sikat dan pasta gigi, sisir dan cotton bud

Sebelum membuka kamar, saya disambut dengan sebuah tong sampah yang cukup bersih. Dibekali dengan smart card, akhirnya pintu kamarpun terbuka.


Memasuki kamar, terlihat sebuah single bed dengan ukuran cukup besar untuk saya dan suami. 

Ruangan kamar ini kecil. saya tidak bisa membayangkan jika si kecil ikut dan harus berada di kamar ini. Pasti dia akan uring-uringan karena tidak dapat bergerak dengan bebas.



Ada 1 lemari yang cukup untuk menyimpan beberapa baju. Ada TV kabel namun tidak terlalu jernih, dengan pilihan saluran yang terbatas.

Diantara semua yang terparah adalah kamar mandinya. Benar-benar jorok. Baik itu di closet maupun di tembok dan krannya. Apalagi tidak ada fasilitas sandal di sini. Saya yang tidak membawa sandal jepit harus bergidik jijik tiap ke kamar mandi. Dan tentu saja tidak ada fasilitas air panas.

Kamar mandi yang kotor
Ketika saya tinggal bekerja, suami sudah bersiap-siap untuk mengerjakan pekerjaannya dikamar dengan bermodalkan sebuah laptop. Namun apa daya, koneksi WIFI juga tidak dapat diandalkan.

Untung saja, saya hanya membutuhkan kamar ini untuk bermalam. Dan pukul 07.00 keesokan harinya saya  segera checkout untuk kembali pulang ke Solo.

Jadi..

Dari pengalaman menginap di RedDoorz, ada 2 hal yang tidak mengecewakan

1. Lokasinya strategis. Mudah aksesnya menuju pusat kota. ✔️
2. Banyak makanan di sekitar lokasi. Sangat membantu ketika mencari makan malam dan sarapan. Harga makanan di sekitar RedDoorz ini juga terjangkau. ✔️

Catatan penting dari saya yakni perlu adanya peningkatan fasilitas dan kebersihan. Terlebih di website resmi RedDoorz sudah dicantumkan bahwa mereka memberikan garansi terkait fasilitas. Diharapkan, nantinya para tamu yang menginap akan merasa puas dan dapat merekomendasikan pada orang lain.

Diambil dari website resmi Red Doorz www.reddoorz.com
Penilaian : ★★

Apa Perbedaan Dagang dan Bisnis?


Saya membeli baju batik di pasar seharga Rp 27.000,-. Kemudian saya jual dengan harga Rp 50.000,-. Berapakah laba yang saya terima? 

Jika kamu menjawab, bahwa laba yang saya terima adalah Rp 23.000,- jawaban tersebut belum tepat.

Rp 23.000,- adalah margin atau selisih. Didapat dari harga pokok (harga kulakan barang) dikurangi harga jual. 

Namun untuk mendapatkan laba, kita perlu menambah harga pokok dengan biaya-biaya yang keluar untuk mendapatkan baju batik tersebut. Misalnya, biaya bensin, biaya makan (jika saat membeli baju batik kita juga cari makan), biaya parkir dan lain sebagainya.

Harga pokok    Rp 27.000.-
Biaya bensin    Rp 8.500,-
Biaya parkir     Rp 2.000,-
===========================
Total   (harga pokok)     Rp37. 500,-

Harga Jual                     Rp 50.000,-

Laba diterima                Rp 12.500,-

Hitungan "sepele" di atas memang terlihat sederhana. Namun, masih banyak para pedagang yang, tidak memasukkan biaya-biaya yang dikeluarkannya ketika "kulakan". Akibatnya, terbuai dengan margin yang besar. Namun, tidak sadar laba yang diperoleh sedikit. 

Salah satu contoh lainnya, ada seorang perempuan berjalan berkeliling komplek rumah saya untuk menjual bakwan. Bakwannya enak, dengan ukuran 2 kali lebih besar dari bakwan yang ada di pasaran. Potongan wortel di dalamnya juga besar-besar. Saya, begitu kaget ketika dia menjual bakwan tersebut dengan harga Rp 500,- per buah.

Yang lebih mengagetkan lagi, dia membutuhkan pagi sampai sore untuk menjajakan 30 buah bakwan dagangannya hingga semua laku. Si penjual mengatakan, bahwa ia membawa pulang laba Rp 5.000,- yang diperoleh dari total uang yang diterima dikurangi harga beli bahan membuat bakwan.

Rp 5.000,- tersebut bukanlah laba melainkan margin/ selisih. Mbak pedagang bakwan tadi tidak menghitung berapa biaya produksinya (termasuk bahan bakar gas), biaya lelah memasaknya, berapa biaya lelah jalan kaki pagi hingga sore. 

Jadi, jika dihitung lebih detail, mbak penjual tadi bukannya laba tapi justru rugi.
Miris sekali bukan..

Jika menghitung laba saja masih belum mampu, maka tidak kaget jadinya jika seorang pedagang yang katanya barang dagangannya laku, malah bangkrut dikemudian hari.

Mbak Ligwina Hananto seorang Financial Advisor yang menjadi pembicara dalam acara Telkomsel My Business yang diadakan di Novotel Hotel Solo beberapa waktu yang lalu, kembali mengingatkan saya akan 3 hal sederhana yang membedakan apa itu dagang dan apa itu bisnis.

Ligwina Hananto dalam Telkomsel My Business 23 November 2017
Jika selama ini, kita cukup percaya diri dengan mengatakan kita sedang berbisnis, mungkin sebenarnya kita masih dalam tahap berdagang. Lantas, apa yang membedakan berdagang dengan berbisnis?

1. Pemisahan rekening pribadi dan rekening usaha

Jika selama ini masih menggunakan 1 rekening untuk keperluan pribadi sekaligus untuk usaha, dapat dipastikan bahwa manajemen keuangan kita berantakan. Kita akan sulit membedakan mana uang pribadi yang bisa bebas kita belanjakan dan mana uang usaha yang membutuhkan perhitungan detail lainnya ketika akan dikeluarkan.

Mbak Ligwina menyarankan untuk melakukan pemisahan rekening tersebut, salah satunya untuk melihat kondisi keuangan pribadi dan usaha secara lebih real. Sehingga kita tahu, mana yang uang pribadi mana yang tidak.

Jika memang sudah berniat untuk berbisnis, poin pertama ini wajib untuk dipenuhi.


2. Membuat laporan keuangan

Jika selama ini kita berjualan dan kemudian tidak memiliki catatan/ laporan keuangan (financial statement) berarti kita hanyalah seorang pedagang biasa dan untuk menjadi pebisnis masih sangat panjang jalannya.
Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi financial suatu usaha/ perusahaan dalam periode tertentu.
Jika kita pernah mempelajari akuntansi ada 5 jenis laporan keuangan yaitu, 

1. Laporan Laba Rugi
2. Laporan Arus Kas
3. Laporan Perubahan Modal
4. Laporan Neraca 
5. Laporan Atas Laporan keuangan

Kembali mbak Ligwina Hananto memberikan saran, jika membuat laporan keuangan dirasa berat dan susah, maka mulailah dengan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Mencatat secara terpisah antara pengeluaran pribadi dan dagang.

Pencatatan sederhana ini akan memberikan gambaran sederhana mengenai kondisi keuangan.


Selanjutnya, jika dagang di rasa semakin baik pencapiannya, kita dapat beralih untuk membuat laporan laba rugi. Seperti namanya, laporan laba rugi berfungsi untuk membantu mengetahui apakah usaha berada dalam posisi laba atau rugi. Apabila pendapatan lebih besar daripada beban atau biayanya, maka dagang memperoleh laba. Sebaliknya, jika pendapatan cenderung lebih kecil dari beban atau biayanya, maka kemungkinan besar dagang mengalami kerugian.

Umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step. Kita hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode yang berlaku.


3. Pedagang hanya mencari laba

Umunya pedagang hanya berfikir bagaimana caranya mencari laba. Namun, pedagang yang memiliki visi yang panjang dan bagaimana menjalankan usahanya dengan sistem yang baik, maka ia layak disebut pebisnis. Maka tidak mengherankan bahwa banyak jumlah pedagang tapi sedikit jumlah pebisnis. Pebisnis umumnya memikirkan bagaimana mengembangkan usahanya.
Jika sebelumnya hanya kulakan di pasar untuk membeli barang dagangan, para pebisnis akan berfikir bagaimana caranya untuk dapat memproduksi sendiri barang yang dia jual sehingga margin yang diterima akan semakin besar dan dengan keuantungan yang semakin besar pula.
3 hal di atas adalah hal sederhana untuk membedakan antara dagang dan bisnis. Ada 1 hal lagi yang saya ingat dari pesan mbak Ligwina Hananto, yang merupakan CEO Quantum Magna Financial (QM Financial) adalah, jika ingin kulakan dagangan jangan lupa untuk membawa 2 dompet yang berbeda. 1 dompet untuk uang pribadi, 1 lagi untuk uang dagang. Sehingga jelas, ketika ingin beli oleh-oleh untuk keluarga tentu menggunakan uang pribadi. Tetapi untuk membayar parkir bisa dihitung biaya dan diambil dari uang dagang.

Jika mulai disiplin dari hal sederhana, tentu tidak akan sulit jika dagang kita menjadi lebih besar nantinya. Dan akhirnya kita siap dikatakan sebagai pebisnis.

Mencari Arti dari Perjalanan Astra yang Penuh Inspirasi


Saya dan Selembar Cek Kosong

Waktu menunjukkan pukul 16.00. Acara gathering akan segera usai. Dengan sabar saya menunggu dibelakang samping FOH. Sudah kesekian kali saya mengingatkan klien saya yang tidak jauh dari tempat saya berada, bahwa dia seharusnya segera menyelesaikan pembayaran.

Ini adalah kali pertama saya menerima job sebagai event organizer di bawah payung usaha saya sendiri. Meski baru pertama, pekerjaan yang saya ambil cukup besar. Saya menyiapkan berbagai keperluan panggung dan multimedia sebuah gathering konsumen produk kesehatan yang melibatkan ratusan peserta.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika menjadi karyawan, saya telah mempelajari bagaimana proses kerja sama antara klien, event organizer dan vendor. Seharusnya, seluruh pembiayaan telah dilunasi H-1. Namun, saya melunak karena klien saya kali ini adalah orang yang saya kenal. Namun, ternyata semua tidak sesuai dengan kesepakatan.

Acarapun usai. Saya belum mendapatkan pembayaran yang seharusnya saya terima. Padahal, saya memiliki tanggung jawab untuk melunasi vendor lainnya.

"Ini mbak, saya bayar pakai cek." Begitu kata klien saya kemudian. Saya awalnya bingung, karena belum pernah mendapatkan mode transaksi seperti ini. Namun akhirnya saya pergi membawa selembar cek, yang saya tahu tidak mungkin saat itu saya cairkan karena sudah lewat jam operasional bank.

Saya mencoba melobi para vendor dengan berat hati. Untuk melakukan pelunasan keesokan harinya. Saat itu saya tidak memiliki uang tunai yang cukup. 

Keesoikan harinya saya mengantri di bank untuk mencairkan cek yang saya terima kemarin. Betapa kaget hati saya ketika petugas teller mengatakan bahwa cek tersebut tidak dapat dicairkan karena rekening tidak ada saldo alias kosong. Bagai disambar petir, saat itu juga saya begitu sedih tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Saya mencoba menghubungi klien. Katanya, rekeningnya akan diisi dan saya diminta menunggu.

Ditemani oleh pacar saya kala itu, saya menunggu di emperan bank. Menunggu hal yang tidak pasti. Tidak cukup satu atau dua jam saya menunggu. Hingga pukul setengah tiga sore dimana bank harus tutup, tidak juga saya mendapat kepastian terkait pencairan cek tersebut.
Kembali saya bingung. Kali ini dengan marah. Merasa dibohongi dan merasa bodoh.
Saya yang saat itu duduk di bangku semester 6 bangku kuliah mengambil risiko yang cukup besar ketika mengambil pekerjaan ini. Saya mengerjakan seorang diri tanpa rekan, juga tanpa ada modal di tangan.

Saya tidak memperkirakan hal seperti ini akan terjadi.

Yang lebih membuat saya sedih karena saya tidak dapat menepati janji untuk melakukan pelunasan ke vendor. Saya tidak ingin menjadi pembohong atau penipu.

Terbersit kembali pengalaman saat saya bekerja dulu. Saat menjadi freelance sering kali upah saya tidak di bayar oleh atasan atau dibayar dengan nominal yang "begitu mengenaskan". Dua tahun penuh dengan  pengalaman tidak menyenangkan saya alami, maka di tahun 2011 saya memutuskan untuk membuat event organizer sendiri. 

Saya mencoba menjalin relasi dengan berbagai vendor. Dan tidak butuh waktu lama, klien pertama saya datang.

Namun, klien pertama inilah yang menghancurkan hati saya. Dengan kondisi tanpa uang tunai, saya bertekad untuk melunasi para vendor. Saya memiliki harga diri yang cukup tinggi hingga tidak ingin berhutang pada orang tua, meski saat itu adalah solusi yang termudah. Maka akhirnya saya pergi ke pegadaian untuk menggadaikan perhiasan dan laptop yang saya punya. Berusaha untuk mendapatkan dana segar sesegera mungkin.

Akhirnya, uang tunaipun di tangan. Tidak menunggu waktu lama saya segera menutup pembayaran kepada vendor yang telah saya ajak kerja sama sebelumnya. Di hati saya hanya ada satu semangat, biarlah saya bangkrut asal saya tidak menjadi penipu yang melupakan hak orang lain.

Sedih dan kecewa masih saya rasakan beberapa hari, minggu bahkan bulan. Saya hubungi klien tersebut untuk mendapatkan kejelasan. Sayapun memberikan ancaman untuk membawa kasus ini ke ranah pidana. 

Hingga akhirnya, masalah ini menemukan titik akhirnya. Klien saya tidak berani menemui saya. Dia mengirim utusannya untuk memberikan dana tunai untuk melunasi seluruh kekurangan pembiayaan event yang telah lalu.
Saya lega. Perhiasan dan laptop saya dapat saya tebus kembali.
Menjadi wirausaha tidak pernah menjadi impian saya, meski saya juga lahir dari keluarga pedagang, Saya ingin bekerja kantoran dengan pakaian rapi. Menunggu gaji tetap setiap bulan dengan konsekuensi menjadi bawahan dan pesuruh orang. Namun, kecintaan saya dalam mengorganisasi suatu acara membawa saya dalam pekerjaan ini. Yang terus saya geluti hingga 5 tahun berjalan.

5 tahun membangun usaha ini, memang bukan perkara mudah. Beberapa kali saya harus menghadapi tantangan baik itu dari klien atau kejadian tidak terduga lainnya. Usaha ini masih kecil, saya hanya berani menghire karyawan freelance untuk meminimalisasi  biaya operasional. Menerima job skala kecil, dengan risiko minim asalkan cashflow dapat lancar.

Hingga suatu saat saya bertemu dengan seseorang teman. Saya mencurahkan hati padanya mengenai kondisi usaha saya. Apakah akan jalan ditempat atau harus melangkah maju menghadapi berbagai tantangan lainnya. 

Rekan saya mengatakan
"Bekerja jangan untuk cari untung sendiri. Bekerjalah untuk membangun orang lain juga. Sehingga  keringatmu lebih banyak manfaatnya. Untuk dunia akhirat"

Mendengar hal itu saya terdiam. Apakah selama ini saya seperti katak dalam tempurung? Memikirkan diri sendiri?

Mencari Inspirasi

Menemukan inspirasi memang tidak mudah. Pencarian saya dalam memaknai sebuah kerja keras berlabuh pada kisah kesuksesan Astra. Di bawah tangan William Soeryadjaya, putra dari pasanggan Tjia Tjoe Bie dan Tan Hei Lan pada 20 Desember tahun 1922, yang lahir dengan nama Kian Liong, PT Astra International Tbk, telah berubah dari perusahaan yang tadinya hanya berkaryawan 4 orang, kini menjadi lebih 214.835 karyawan. Pondasi yang ia telah bangun di sana, membawa Astra menjadi perusahaan terbesar di Indonesia.

Selama ini kita hanya mengenal dan menikmati berbagai produk dan jasa Astra. Berbagai lini bisnis telah dimasuki seperti otomotif, financial service, energi pertambangan dan alat berat, agribisnis, infrastruktur dan logistik, informasi dan teknologi, serta  properti pada tahun 2016 lalu. Dua proyek pertama dalam lini bisnis properti tersebut adalah Menara Astra dan Apartemen Anandamaya Residences di area seluas 2,4 hektar yang berlokasi di Jakarta. 

Dengan bisnis yang beragam, Astra telah menyentuh berbagai aspek kehidupan bangsa melalui produk dan layanan yang dihasilkan. Dalam keseharian hidup, masyarakat Indonesia menggunakan sepeda motor dan mobil, jalan tol, printer, hingga layanan pembiayaan, perbankan dan asuransi milik Astra. Pelaku bisnis bermitra dengan Astra dan memanfaatkan berbagai kendaraan komersial, alat berat, layanan logistik, sistem teknologi informasi dan jasa pertambangan dari Astra. Berbagai produk yang dihasilkan, antara lain minyak kelapa sawit, batu bara dan kendaraan bermotor, terus diekspor sehingga Astra dapat berkontribusi dalam menyumbangkan devisa bagi negara.

Maka, bukan suatu hal yang mustahil, jika 6 dekade Astra mampu bertahan di Indonesia karena aset intangibel (aset tidak berwujud) seperti aspek human capital, public contribution, good governance, inovasi dan sistem manajemen yang prima. 

Perjuangan yang dilakukan tidak pernah mudah. Astra telah melewati berbagai situasi dan kondisi ekonomi serta sosial, juga mengalami beberapa perubahan kepemimpinan. Meski demikian, Astra memiliki nilai-nilai luhur dari Catur Dharma yang tidak pernah hilang dan selalu dipertahankan.

Berkontribusi untuk Pembangunan Bangsa Indonesia.
'Per aspera ad Astra' Sejahtera Bersama Bangsa
Jika sebelumnya ada teman yang mengingatkan saya untuk bekerja sekaligus bermanfaat bagi orang banyak, sayapun menemukan bahwa Astra memimiliki semangat dan cita-cita yang sama. Sejak berdiri lebih dari 57 tahun lalu, Astra senantiasa berupaya menjadi inspirasi pembangunan. Sehingga, kegiatan bisnis bukan hanya berarti pertumbuhan profit semata, tetapi juga tentang bagaimana berkontribusi untuk pembangunan Bangsa Indonesia.

Melalui strategi pertumbuhan jangka panjang Triple Roadmap Strategy, yaitu Portfolio Roadmap, People Roadmap dan Public Contribution Roadmap, Astra terus membangun tahapan-tahapan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan menuju Goal 2020 sebagai Pride of the Nation.

1. Portfolio Roadmap ✔️

Seiring dengan berkembangnya ekonomi Indonesia, Astra selalu berupaya untuk senantiasa memberikan yang terbaik di setiap bidang usaha. 

Saat ini Astra memiliki 208 perusahaan dan melayani lebih dari 10 juta konsumen atau pelanggan Grup Astra setiap tahunnya. Komitmen untuk terus menghasilkan produk berkualitas membuat Astra terus berkembang dengan memasuki Divisi Properti di tahun 2016, sehingga saat ini perusahaan memiliki 7 lini bisnis, yaitu Otomotif; Jasa Keuangan; Alat Berat dan Pertambangan; Agribisnis; Teknologi Informasi; Infrastruktur, Logistik dan Lainnya; dan Properti.

2. People Roadmap ✔️

Astra yang awalnya hanya memiliki empat karyawan telah berkembang menjadi perusahaan besar dengan 214.835 karyawan yang tersebar di 208 perusahaan di seluruh Indonesia. Menyadari pentingnya sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan, Astra secara konsisten mengembangkan karyawannya dengan menyediakan pelatihan komprehensif mulai dari level dasar sampai kepada level senior eksekutif. 

Pelatihan yang terangkum dalam Leadership Development Program (LDP) dikembangkan berdasarkan kebutuhan organisasi, nilai-nilai Catur Dharma, dan 8 Leadership Competence Astra (LCA) dan mencakup 6 tahapan, yakni 

1. Astra Attachment Program (AAP)
2. Astra Basic Management Program (ABMP)
3. Astra First Line Management Program (AFMP)
4. Astra Middle Management Program (AMMP)
5. Astra Senior-Manager Management Program (AsrMP) 
6. Astra General Management Program (AGMP).

Selain itu, Astra menyadari, pencapaian kinerja perusahaan yang baik tidak lepas dari inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sejak tahun 1982, Astra telah mengembangkan InnovAstra, sebagai budaya inovasi dan improvement oleh Insan Astra. Selama 35 tahun, total telah dihasilkan 7.390.385 proyek inovasi.

3. Public Contribution Roadmap ✔️

Kontribusi dan tanggung jawab sosial Astra kepada masyarakat, lingkungan dan karyawan guna menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis, sosial dan lingkungan telah dilakukan sejak perusahaan berdiri.  Pilar ini tidak hanya mewakili komitmen Astra untuk menjadi warga korporasi yang baik dengan melaksanakan pelestarian lingkungan dan kegiatan filantrofi sosial, namun melalui pilar ini lingkungan dan sosial lebih jauh diimplementasikan ke dalam arah strategi dan perencanaan bisnis di seluruh anak perusahaan Astra. 

Sumber : astra.co.id
Public Contribution dalam implementasinya memiliki 2 sisi, yakni Lingkungan dan Sosial Masyarakat. Dalam implementasinya keduanya dijabarkan menjadi kebijakan, target yang terukur, kriteria serta prosedur pelaksanaan yang dirangkum dalam Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC).

1. Astra Green Company 

Mewujudkan komitmen Astra dalam pengelolaan lingkungan, kesehatan dan keselamatan dan dicantumkan dalam Corporate Policy Communication Social Responsibility and Security (CSRS) serta berbagai turunan programnya yang mencakup efisiensi sumber daya alam, pengurangan limbah, emisi gas rumah kaca, dan penerapan zero workplace incident melalui program behavior based safety.

2. Astra Friendly Company 

Mencantumkan berbagai arahan strategi dan implementasi Astra dalam berinteraksi dengan para pemangku kepentingan, masyarakat sekitar operasional , pelaksanaan kegiatan CSR, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Melalui Astra Friendly Company, Astra bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan setiap komponen masyarakat sehinggaAstra dapat diterima baik dan menjadi bagian dari masyarakat.

Saat ini, kontribusi publik dilakukan secara berkesinambungan oleh 208 perusahaan Grup Astra serta melalui 9 yayasan Astra yang menerapkan inisiatif SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia) sebagai langkah nyata Grup Astra beserta delapan yayasan untuk berperan aktif serta memberikan kontribusi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia.

1. Yayasan Toyota Astra 
Berdiri tahun 1974, bergerak di bidang pendidikan.

2. Yayasan Dharma Bhakti Astra 
Berdiri tahun 1980, bergerak di bidang pengembangan UMKM

3. Yayasan Astra Bina Ilmu 
Berdiri tahun 1995, berkembang menjadi Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama di bidang industri sepeda motor.

4. Yayasan Astra Honda Motor 
Berdiri tahun 1995, untuk mendukung masyarakat di bidang pendidikan dan Income Generating Activities (IGA).

5. Yayasan Amaliah Astra 
Berdiri tahun 2001, bergerak di bidang sosial keagamaan.

6. Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim 
Berdiri tahun 2009, bergerak di bidang pendidikan, khususnya di daerah prasejahtera.

7. Yayasan Karya Bakti United Tractors Berdiri tahun 2008, untuk mempersiapkan SDM khususnya di bidang alat berat.

8. Yayasan Astra Agro Lestari 
Berdiri tahun 2010, fokus pada kegiatan sosial di bidang pendidikan.

9. Yayasan Insan Mulia Pama 
Berdiri tahun 2014, bergerak di bidang sosial keagamaan.

Tanggung jawab sosial perusahaan Grup Astra di seluruh Indonesia dititikberatkan pada 4 pilar, yakni 

1. Astra Untuk Indonesia Sehat (Kesehatan)
2. Astra Untuk Indonesia Cerdas (Pendidikan),
3. Astra Untuk Indonesia Hijau (Lingkungan) 
4. Astra Untuk Indonesia Kreatif (UMKM). 

Berikut kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di seluruh Indonesia di bawah naungan keempat pilar tersebut:

Astra Untuk Indonesia Sehat

Di bawah pilar Kesehatan, CSR Astra difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Selama 60 tahun, Astra telah memberikan pengobatan gratis kepada 125.818 pasien, membina 1.577 posyandu dan menyumbangkan 216.263 kantong darah.

Inisiatif Astra bersama masyarakat untuk mewujudkan Kampung Berseri Astra (KBA) sebagai kampung dengan lingkungan yang bersih dan hijau serta masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif juga mewakili implementasi dari 4 pilar CSR Astra. Saat ini, Astra memiliki 49 KBA yang tersebar di 17 provinsi di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2014 Astra mulai mengampanyekan Program GenerAKSI Sehat Indonesia sebagai bagian dari kontribusi sosial Astra di bidang kesehatan. Melalui kampanye yang memanfaatkan media sosial ini, Astra mendorong masyarakat Indonesia untuk berkomitmen hidup sehat sebagai generasi penerus bangsa. Sampai sekarang, GenerAKSI Sehat Indonesia telah berhasil menyumbangkan 15.654 kacamata bagi anak-anak Indonesia khususnya di wilayah 3T.

Astra Untuk Indonesia Cerdas

Pada pilar Pendidikan dengan program Astra Untuk Indonesia Cerdas fokus pada pembinaan sekolah dasar dan menengah guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Hingga kini, Astra telah memberikan 231.936 beasiswa serta membina 15.859 Sekolah Binaan Astra, 20 Rumah Pintar, 124 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 40.284 guru.

Program GenerAKSI Cerdas Indonesia dibentuk untuk mengajak masyarakat Indonesia berterima kasih kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berjuang bagi pendidikan. Melalui program ini, sampai sekarang, Astra telah mendonasikan 12.000 sepatu dan 3.039 tas untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia di wilayah terpencil, terluar dan tertinggal (3T).

Program “Indonesia, Ayo Aman Berlalu Lintas” (IAABL) merupakan salah satu wujud komitmen Astra untuk terus mengajak masyarakat membudayakan keselamatan berkendara di jalan raya. Melalui program ini, Astra telah memberikan 23.730.800 paparan panduan keselamatan berlalu lintas.

Astra Untuk Indonesia Hijau

Pengelolaan area konservasi dan perlindungan keanekaragaman Hayati terpadu yang berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama Astra dalam menjalankan bisnis. Melalui pilar Lingkungan, sampai kini, Astra telah menanam 4.444.947 pohon, 1.103.493 pohon mangrove, membuka 27.439 hektar ruang terbuka hijau serta membangun 17 bank sampah.

Astra Untuk Indonesia Kreatif

Dukungan Astra terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah dilakukan sejak 37 tahun lalu melalui Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA). Hal ini merupakan bentuk komitmen Astra untuk menumbuhkan usaha produktif di masyarakat dengan mendorong penciptaan lapangan kerja dan kemandirian masyarakat.

Menitikberatkan pada pembinaan UMKM, penguatan kapasitas usaha dan pengembangan ekonomi kreatif untuk penyandang disabilitas, sampai sekarang, Astra Untuk Indonesia Kreatif telah membina 10.847 Kelompok UMKM, 97.641 masyarakat penerima program, membangun 16 Lembaga Pengembangan Bisnis, 10 Lembaga Keuangan Mikro dan 200 disabilitas.

Sebuah Refleksi
Unsuccesfull people make decisions based on their current situations. Succesfull people make decisions based on where they want to be.
Akhirnya saya belajar banyak dari Astra. Astra mampu menginspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Seluruh aspek kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang bukan hanya aspek komersial bisnis tetapi juga sumbangsih non-bisnis. Astra tidak hanya menjalankan bisnis semata, namun memiliki tujuan-tujuan mulia sebagai orientasi bisnisnya

Di sinilah saya memahami, bahwa dalam membangun usaha dan bisnis perlu adanya cita-cita yang besar. Bukan hanya untuk mensejahterakan diri sendiri, namun bagaimana membangun masyarakat dan bangsa menjadi lebih baik.

Mungkin sudah waktunya bagi saya, tidak sekedar mencari kesuksesan diri sendiri. Saya harus lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Berani untuk membantu lebih banyak orang, agar keberadaan saya di dunia ini memiliki manfaat dan lebih bernilai.

Try not to become a man of success. Rather become a man of value."- Albert Einstein


Referensi

Press Release Komitmen 60 Tahun Astra Berbagi Inspirasi Membangun Bangsa
swa.co.id/swa/trends/management/international-tbk. Diakses 13 Desember 2017 pukul 20.00 WIB
astra.co.id/CSR Diakses 13 Desember 2017 pukul 20.30 WIB

Auto Post Signature