Kenapa Bisnismu Perlu Membuat Podcast?

17.8.20

MEMBUAT PODCAST UNTUK PERUSAHAAN


Podcast bukan hanya untuk para individu. Tapi juga buat kamu yang punya bisnis atau perusahaan. Jika selama ini kita fokus pada aktivitas promosi untuk meningkatkan laba, mungkin kini kamu bisa menggunakan beberapa strategi pemasaran digital yang dapat membantu membuka peluang bisnis lainnya. Di antara berbagai strategi pemasaran digital, strategi pemasaran konten adalah salah satu yang paling efektif dalam membangun brand awerness.


Podcast bisa menjadi saluran alternatif bagi perusahaan mengkomunikasikan brandnya ke audiens. Syukur- syukur bisa menjaga keloyalan pelanggan atau menjaring konsumen baru. 


So, kenapa business owner atau perusahaan sebaiknya memiliki podcast?


1. Mudah dan murah

Podcast sangat mudah dibuat, bahkan dengan alat yang sederhana seperti smartphone. Berbeda dengan video, yang membutuhkan lebih banyak alat dan  detail produksi yang relatif lebih lama. 

Saat ini juga banyak podcast hosting yang menyediakan fasilitas gratis. Sehingga podcaster dapat membuat podcast dengan biaya hemat.


Lihat video di bawah ini untuk membuat podcast gratis di Anchor



2. Menarik perhatian audiens baru

Bukan hanya untuk menjaga loyalitas pelanggan, namun juga menyasar pasar baru di luar target market yang ada. Terlebih jika podcast mengusung tema yang menarik dan relate dengan banyak orang.


3. Menguatkan brand

Podcast dapat digunakan sebagai saluran untuk menguatkan pesan dan identitas merek. Dengan menghasilkan konten yang relevan dengan brand, maka kita dapat menampilkan otoritas dan kredibilitas pada industri yang kita jalani.


4. Variasi konten marketing

Jika selama ini konten promosi selalu mengandalkan teks, gambar dan video, maka podcast membawa alternatif baru dalam pembuatan konten marketing. Konten yang kita hasilkan akan semakin lebih beragam. Dalam proses produksi juga tidak perlu selalu menghasilkan konten baru. Karena kita bisa melakukan daur ulang dari konten yang ada sebelumnya (repurposed content).


Baca Dulu : Kenali Berbagai Jenis Format Podcast


5. Brand visibility

Semakin banyak platform yang menampilkan brand kita, maka akan semakin besar kemungkinan kita akan bertemu audiens baru. Podcast hosting seperti Anchor, bahkan memberikan kemudahan dalam distribusi podcast. Di mana dalam satu kali submit, maka podcast terdistribusi di berbagai platform sekaligus seperti Spotify, Google Podcast, Apple Podcast dan masih banyak lainnya.


6. Membantu kinerja Public Relation

Podcast juga dapat menjadi saluran bagi perusahaan untuk berkomunikasi dengan internal maupun ekternal relation mereka. Termasuk ketika ada agenda, atau program tertentu, perusahaan dapat membuat konten audio yang bisa mudah diakses oleh banyak orang dengan menggunakan smartphone.


7. Membangun koneksi lintas industri

Dalam sebuah episode podcast kita dapat menghadirkan pembicara tamu untuk  berbagi pemikiran dan pengalaman mereka dengan audiens kita.. Mengundang pembicara tamu di podcast adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan opini dan wawasan yang berbeda kepada audiens tentang topik tertentu.

 

Konten podcast yang disusun dengan baik akan membantu dalam menyebarkan ide kita dengan cara baru yang disukai orang. Jika kamu ingin mempertahankan perhatian audiens untuk jangka waktu yang lebih lama, nggak ada salahnya kok kamu memasukkan podcast dalam bagian strategi pemasaran digital bisnis/ perusahaanmu.


***

Beberapa waktu lalu saya menjadi pembicara dalam webinar dengan tema "Membuat Podcast Untuk Pemula" yang diadakan oleh PT. Telkom Akses. Untuk melihat materi yang saya sampaikan, dapat mengakses video di bawah ini.



See you on the next blogpost.








Thank you, 


Memilih Format Podcast yang Disukai Pendengar

3.8.20
MEMBUAT FORMAT PODCAST

Membuat podcast itu memang mudah, apalagi sekarang banyak platform membuat podcast yang gratis. Kamu juga bisa kok membuat podcast dari handphone, tanpa harus repot membeli perangkat rekaman podcast yang mahal. Produksi podcast juga bisa dilakukan di rumah, dan relatif cepat prosesnya. Sehingga kamu, kamu, kamu bisa menjadi podcaster, tanpa memiliki background di dunia broadcasting.

Kalau kamu pengen membuat podcast yang terstruktur rapi, ada baiknya tentukan dulu format apa yang tepat untuk podcastmu.

Format podcast adalah bentuk dari sebuah episode podcast.

Nah, sebelum menentukan format podcast yang tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :
  • 1. Tujuan membuat podcast ✔️
  • 2. Perlengkapan podcast yang dimiliki ✔️
  • 3. Kemampuan dalam menulis naskah podcast ✔️
  • 4. Aset sumber daya manusia dan relasi ✔️
  • 5. Manajemen produksi ✔️

Dengan menentukan format podcast, nantinya proses produksi akan lebih mudah, dan kita bisa memikirkan beragam strategi untuk menarik banyak pendengar. Karena pada intinya, untuk dapat menarik audiens, kita butuh yang namanya konsistensi. Termasuk dalam hal format ini.

Coba bayangakan jika di minggu pertama, podcast dibawakan dengan format komedi monolog, lalu di minggu kedua berubah menjadi interview narasumber dengan tema parenting, di minggu ketiga berubah menjadi drama horor? Hal bisa bikin pendengar bingung. Ini maunya si podcaster apa sih? Ini podcastnya bahas apa sih sebenernya? 

Ya, sebenernya sih nggak papa kalau pengennya nge-podcast suka- suka semaunya. Tapi kalau pengen serius, sekaligus membangun personal brand-mu, ya mau- nggak- mau semua harus direncanakan dengan rapi. Mulai yuk perhatikan format podcast ini.

Berikut ini adalah beberapa format podcast yang bisa kamu pilih.

Kamu bisa melihat video di bawah ini, atau lanjutkan membaca tulisan.




1. Solo atau Monolog

Format ini umumnya cuma menghadirkan 1 orang sebagai host. Host/ podcaster di sini akan membahas topik yang dikuasi secara monolog. Nah, format ini memberi kebebasan buat podcaster untuk mengeksplorasi setiap episodenya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Plus
  • Podcaster bebas membicarakan topik yang diinginkan
  • Materi yang dibicarakan akan dapat diulas secara mendetail
  • Cocok untuk kamu yang membuat podcast dengan tujuan edukasi atau menginspirasi
  • Adanya kedekatan personal dengan audiens
Minus
  • Berbicara dalam durasi lama membuat podcaster lelah dan bosan tanpa lawan bicara
  • Jika tidak mampu memainkan intonasi dalam bertutur, podcast terasa membosankan
  • Harus memiliki theater of mind (imajinasi) yang baik, sehingga apa yang disampaikan tidak terkesan kaku
  • Membutuhkan bantuan naskah, untuk meminimalisasi kesalahan berbicara, atau terlalu banyak filler words

Contoh Podcast Solo




Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah manuskrip, naskah kerangka episode, naskah bullet point

2. Interview/ wawancara

Podcast ini berbentuk wawancara tanya jawab antara 2 orang atau lebih yang membahas topik tertentu. Host akan memberikan pertanyaan, dan kemudian akan ada narasumber/ tamu yang dihadirkan untuk menjawab dan menjelaskan suatu informasi.

Plus
  • Topik dan narasumber yang menarik dapat menarik banyak pendengar
  • Interview yang dibawakan dengan baik akan membuat suasana mengalir dan tidak membosankan
Minus
  • Perlu persiapan yang lebih matang sebelum melakukan wawancara, seperti : menentukan topik, mencari narasumber yang relevan, membuat jadwal wawancara, menyiapkan pertanyaan, dll
  • Membutuhkan perlengkapan yang lebih banyak. Jika wawancara dilakukan secara tatap muka minimal membutuhkan 2 buah microphone, headphone dan mixer untuk input audio yang baik.
  • Jika interview dilakukan lewat telepon maupun video conference, maka membutuhkan koneksi jaringan komunikasi yang stabil. Dan setelahnya juga membutuhkan proses mixing agar output audio minim noise dan balance
Contoh Podcast Interview



Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point


3. Conversational/ Percakapan

Podcast ini umumnya berbentuk obrolan antara 2 orang atau lebih yang membahas suatu topik tertentu. Semua orang yang terlibat akan bertugas sebagai host atau co host, sehingga tidak ada yang dominan atau menguasai pembicaraan.

Format conversational ini juga bisa berbentuk diskusi. Diskusi di sini artinya, percakapan yang dilakukan akan membahas suatu topik/ permasalahan kemudian mencari jawaban atau kesimpulan bersama- sama.

Plus 
  • Pembawaan podcaster yang seru, lucu dan menghibur akan membuat pendengar betah mendengarkan
  • Adanya variasi opini akan membuat konten podcast lebih seru
Minus 
  • Membutuhkan perlengkapan podcast yang lebih banyak
  • Setiap orang harus mampu meredam ego agar pembicaraan berjalan dengan baik dan tidak terlihat ada yang mendominasi
  • Beberapa podcast terdengar begitu berisik (suara orang bersahutan, atau tertawa terbahak- bahak) yang membuat tidak nyaman didengarkan terutama saat bekerja
Contoh Podcast Conversational



Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point

4. Storytelling

Adalah podcast yang menceritakan suatu kisah.

Storytelling sendiri dibagi menjadi 2 yaitu

a. Non fictional Storytelling (cerita non fiksi)

Cerita berdasarkan pengamatan terhadap realita. Fakta- fakta bisa dialami sendiri, atau berdasarkan pengalaman orang lain.

Contoh : Podcast horor, podcast kriminal, podcast cerita cinta, biografi




b. Fictional Storytelling ( cerita fiksi atau bisa disebut juga theater)

Ide ceritanya berasal dari khayalan atau imajinasi. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa kiasan atau konotatif.

Contoh : Podcast dongeng, puisi




Plus 
  • Banyak topik seru yang bisa diangkat dan membuat pendengar ketagihan
  • Menghadirkan podcaster yang memiliki keterampilan storytelling dan voice acting yang baik
  • Penambahan sound effect, backsound dan elemen audio lainnya, akan membangkitkan imajinasi pendengar
Minus
  • Membutuhkan proses riset yang mendalam
  • Membutuhkan proses penulisan naskah yang detail
  • Proses produksi tidak bisa sederhana, karena membutuhkan elemen audio pendukung untuk menghasilkan kualitas audio yang mempuni untuk menguatkan cerita
  • Durasi yang lama akan membuat pendengar bosan dan beralih ke channel lain

Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah manuskrip


5. Hybrid

Format podcast yang menggabungkan beberapa format sekaligus. Misalnya ketika di segmen awal berbentuk monolog, tapi di segmen kedua menghadirkan narasumber untuk diwawancarai.

Plus 
  • Episode podcast menjadi bervariasi
  • Tidak terdengar membosankan, karena pendengar tidak bisa menebak apa/ siapa yang akan dihadirkan
Minus
  • Membutuhkan riset materi yang baik. Terlebih jika menghadirkan narasumber untuk sesi interview
  • Proses produksi lebih lama dan membutuhkan tambahan alat
Contoh Podcast Hybrid



Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point


6. Repurposed Content (content recycling)

Podcast yang menggunakan konten yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya, jika sebelumnya konten berbentuk vlog atau video podcast, maka kemudian data di convert diambil audionya saja untuk dijadikan podcast.

Plus
  • Efisiensi waktu, karena relatif lebih mudah dilakukan ketimbang membuat konten baru terus-menerus.
  • Mendapatkan lagi atau menjaga hasil reach dan engagement positif dari konten sebelumnya, karena disajikan ulang di platform yang berbeda
  • Menarik minat atau perhatian dari segmen audiens berbeda atau baru, sehingga memperluas jangkauan konten.
Minus 
  • Jika sebelumnya konten berbentuk video, maka dalam proses produksi video membutuhkan perlengkapan yang lebih banyak dan proses produksi lebih lama
  • Lebih sering digunakan untuk format interview dan conversational
Contoh Repurposed Content


Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point


Itu tadi enam format podcast yang bisa kamu pilih. Kalau kamu ingin mengajak pendengar untuk belajar sesuatu, mungkin podcast solo bertema edukasi bisa menjadi pilihan. Tapi kalau kamu ingin menghibur pendengar, kamu bisa memilih podcast conversational.

Kalau kamu sudah bikin podcast, format apa yang kamu pilih?

Share di kolom komentar yuk...

Trus, kalau pengen promosi podcast, kamu bisa lho membuat audiogram untuk promosi di instagram


See you on the next blogpost.








Thank you, 



Auto Post Signature