Menemukan Potensi Diri dan Sebuah Refleksi

27.10.20

 


KOMUNITAS IBU PROFESIONAL


Sebulan sudah saya berusia 30 tahun. Rasanya baru kemarin saya berlarian di tengah lapangan atau berebut naik prosotan. Tapi kini, gantian saya yang mulai membersamai anak bermain ular tangga, atau menonton kartun kesukaan.


Bukankah waktu cepat berlalu? Tapi apakah diri kita sama dengan yang dulu? Atau sudah jauh melesat lebih tinggi, meski masih berjuang untuk meraih mimpi- mimpi yang lain?


Saya merekam podcast ini saat malam hari. Di tengah suasana yang sepi dan rintik hujan di luar rumah, disaat seperti ini saya mengingat banyak hal dalam hidup.


Kenangan membawa saya pada usia belia. Sejak balita, ibu saya begitu semangat mendukung saya menari dari satu panggung ke panggung yang lain. Saat kecil pula saya mencita-citakan menjadi seorang penari profesional. Saat itu, kegiatan inilah yang membuat saya bergairah dan berbinar.


Hingga kemudian diusia 8 tahun saya ditugaskan untuk melakukan pidato di sekolah. Pertama kalinya dalam hidup saya berbicara di depan seluruh siswa dan guru. Masih teringat jelas dikepala  bagaimana antusiasnya saya saat itu. Meski jantung begitu deg-degan dan tangan mengeluarkan keringat dingin, tapi rasanya begitu bahagia melihat audiens di depan saya. Tepuk tangan mereka seolah menyulut kobaran api semangat.


Di titik itulah saya menemukan hal lain yang membuat lonjakan energi berlipat ganda. Saya masih suka menari, tapi public speaking membuat saya lebih hidup. Saya menemukan potensi lain diri saya.


Menemukan potensi diri memang bukan hal yang mudah. Saya beruntung, bisa menemukan potensi dan passion cukup dini. Sehingga ketika memilih karir, dan menjalani kehidupan saya lebih tahu apa yang saya mau.


Baca Juga : Menemukan Passion Untuk Aktualisasi Diri


Tapi kenyataannya. Tidak jarang, seseorang salah langkah dan harus mulai dari awal lagi. Bahkan tidak jarang, ada yang sampai dewasa belum mengetahui potensi diri sendiri sehingga tidak tahu harus mulai “melangkah” dari mana.


Ketika mungkin kita merasa clueless tentang tujuan hidup, merasa tidak berprestasi, bukan berarti kita tidak memiliki potensi diri. Yang harus diyakini adalah bahwa timing setiap orang memang berbeda-beda. Bisa saja hari ini, bisa saja tahun depan, atau nanti suatu saat ketika anak sudah dewasa. Tidak ada yang terlambat.


Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menemukan potensi diri?


1. Niatkan diri untuk menjadi lebih baik

“Semua tindakan diawali dari niat.” Kesannya klise mendengar ungkapan ini. Tapi memang dari niat inilah yang menjadi landasan buat kita menemukan potensi dan berubah menjadi lebih baik. Tidak ada kata terlambat. Tidak ada patokan usia, selagi kita meniatkan sesuatu, maka kita bisa berkembang.


2.Mengenali diri sendiri

Langkah selanjutnya yang bisa kita  lakukan untuk menemukan potensi diri adalah dengan belajar mengenali diri sendiri. Menemukan diri bukan berarti hanya menemukan potensi kekuatan saja, tetapi juga menemukan keterbatasan kita. 


Untuk dapat mengenali diri sendiri, kita bisa menggunakan konsep Jouhary Windows. Kita coba bertanya pada diri sendiri dan orang terdekat mengenai kepribadian, kelebihan dan kelemahan.

Semakin kita mengenali siapa diri kita, pada akhirnya kita juga akan semakin mengerti apa potensi yang dimiliki.


3. Menentukan tujuan

Hidup tanpa tujuan? Hati- hati bisa tersesat.

Sepertinya mustahil bagi seseorang untuk menjalani kehidupan tanpa tujuan. Sebuah tujuan akan menentukan ke arah mana kita akan berjalan. 

Tujuan yang kita tetapkan bukan sekedar tujuan besar dan umum seperti “Ingin menjadi orang sukses” ingin masuk surga, ingin jadi orang kaya" atau sejenisnya. Tapi juga tujuan-tujuan kecil yang nantinya juga akan membantu kamu memncapai tujuan besar dalam hidup.


4. Mulai dari hal kecil

Ada sebuah kisah menarik.


Seorang pembuat jam berkata pada jam yang dibuatnya.  "Hai jam, apa kamu sanggup berdetik paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?"

" Haa....mana saya sanggup?" kata jam terperanjat.

" Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari? tanya si pembuat jam lagi.

" 86.400 kali? Dengan jarum yang ramping seperti ini?"jawab jam penuh dengan  keraguan.

" Bagaimana kaalu 3600 kali dalam 1 jam?" tanya si pembuat jam kemudian.

" Dalam 1 jam harus berdetik 3600 kali? banyak sekali itu. Jam masih merasa ragu dengan kemampuannya.

Dengan penuh kesabaran tukang jam berkata lagi pada si jam "Kalau begitu sanggupkah kamu berdetik satu kali setiap detik?"

" Oh, kalau begitu aku sanggup!" kata jam penuh dengan semangat.

Maka setelah selesai dibuat, jam itu berdetik satu kali setiap detik.

Dan tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu,dan sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh jam itu telah berdetik tanpa henti. Dan tanpa disadarinya dia telah berdetik sebanyak 31.104.000 kali.

(kisah dikutip dari sini : https://sites.google.com/site/blognanonano/home/coretan-kisah/kisah-seorang-pembuat-jam)


Ada kalanya kita ragu dalam melakukan sesuatu. Dan merasa hal tersebut terlalu berat. Tapi ternyata setelah kita mencoba, kita bisa melakukannya. Meskipun perlahan, tapi jangan berhenti mencoba dan berusaha. Di sinilah kita membuktikan, bahwa kita dapat melakukan lebih dari yang kita pikirkan.


Proses menemukan dan mengembangkan potensi memang tidak mudah. Kadang kita merasa gagal, adakalanya kita lelah atau mungkin membandingkan dengan kemampuan orang lain. Hal ini wajar. Tapi jangan membuatmu berhenti. Tetap lakukan apa yang sudah kamu mulai walau terasa berat.


Jika merasa kita menemukan kelemahan dari dalam diri. Tenang, hidup ini ekuilibrium/ keseimbangan. Jika kita punya kelemahan pasti ada kelebihan yg juga kita miliki.


Jangan bosan untuk selalu belajar. Cari semangat dari orang- orang yang menyukai hal yang sama dengan kita. Masuk dalam komunitas, berbagi ilmu melalui video, kulwap atau webinar, livestreaming mungkin. Berbagi ilmu dan pengetahuan sedikit yang kita mampu, sebagai bagian dari proses belajar.


Lambat laun kita akan menemukan hal yang kita bisa dan sukai, hal yang kita sukai dan senang melakukannya. Lalu kemudian hal tersebut bisa membawa pada karir yang baik, pencapaian tertentu dan pastinya membuat kita bahagia. Kita menyebutnya dengan passion.


Ada satu kutipan Ali bin Abi Tholib yang saya pegang "Yakin ada sesuatu yang menantimu, setelah banyak kesabaran yang kau jalani. Yang akan membuatmu lupa betapa pedihnya rasa sakit".


***


Naskah podcast ini saya sampaikan dalam salah satu materi orientasi Komunitas Ibu Profesional.

Juga bisa didengarkan dengan klik tombol play di bawah ini.



See you on the next blogpost.








Thank you, 

10 Cara Mendapatkan Uang dari Podcast Anchor dan Spotify

16.10.20

 



"Mbak, bagaimana cara mendapatkan uang dari podcast di Spotify?" Ini adalah pertanyaan wajib setiap saya mengisi kulwap atau webinar tentang membuat podcast bagi pemula. Rasanya, keberadaan monetisasi youtube, menjadi motivasi banyak orang untuk mencari ceruk baru untuk mendapatkan cuan di platform lain, salah satunya ya podcast ini. Tapi, apakah podcast bisa dimonetisasi? Bagaimanakah cara monetisasi podcast Indonesia? Apakah sistem monetisasi podcast mudah dilakukan?


Apa itu Monetisasi?

Gampangnya sih, monetisasi itu mengomersialkan suatu situs/ platform atau konten yang kita miliki. Jadi, gimana caranya konten yang kita punya entah itu teks, gambar, audio atau video mampu menghasilkan uang untuk kita.


Monetisasi bisa didukung oleh platform itu sendiri, atau bisa juga dari pihak ketiga dalam bentuk ads  placement dan sponsorship. Pihak mana yang memberikan uang, tidaklah penting. Intinya, kita bisa mendapatkan penghasilan dari konten yang sudah kita buat.


Masalahnya, apakah podcast di Indonesia sudah siap untuk dimonetisasi? 

Perkembangan podcast memang lagi naik- naiknya di Indonesia. Bahkan Kementerian Kominfo melalui Siberkreasi, beberapa waktu lalu juga membuat kelas podcast yang berhasil melahirkan 1000 podcast baru dari kelas yang mereka lakukan selama enam minggu melalui youtube streaming. Jadi memang makin banyak podcaster yang lahir. Entah dari background broadcaster atau bukan.


Tingginya antusiasme terhadap podcast ini juga didukung dengan kehadiran podcast hosting yang mudah diakses. Meski ada beberapa podcast hosting di Indonesia, ternyata Anchor masih menjadi hosting rujukan buat yang pengen membuat podcast dengan mudah dan gratis. Apalagi dengan sistem distribusi multichannel, podcaster jadi nggak ribet upload materi sana- sini. Anchor yang sudah diakuisi Spotify, juga memungkinkan podcast kita nongol di Spotify secara otomatis.


Baca Juga : Membuat Podcast dengan Mudah dengan Anchor


Spotify sendiri masih menjadi platform number one yang digunakan untuk mendengar podcast di Indonesia. Melihat antusiasme pendengar yang tinggi inilah, Spotify secara eksklusif menggandeng beberapa podcast yang menduduki posisi teratas di top chart untuk menghasilkan eksklusif konten untuk mereka. Sebut saja seperti podcast Do You See What I See, Podkesmas, Suara Puan, Rintik Sedu, 30 Days of Lunch, dan beberapa podcast lain yang hampir tidak pernah tertendang dari 10 besar podcast dengan pendengar terbanyak.


Jika kita perhatikan, podcast yang berada di top chart ini hampir bisa dipastikan digawangi oleh para public figure, penyiar radio atau mereka yang punya basis follower besar di social media. Sebut saja Rintik Sedu, meski tidak ada background penyiaran, dan kualitas audio yang (saya rasa) jauh dari kata nyaman, tapi dengan aset 2 juta follower, rasanya menjadi mudah menggiring audiensnya ke podcast. Terbukti Rintik Sedu tidak pernah bergeser dari posisi 3 besar. Hal yang sama terjadi pada podcast Suara Puan. Dengan modal 349K follower instagram di akun @katapuan, ternyata mampu mengkonvergensi kontennya dalam bentuk audio podcast.


Lalu, bagaimana dengan kita yang mungkin orang biasa- biasa saja alias masih mencari remahan- remahan pendengan podcast untuk bisa mendapatkan penghasilan dari podcast? Apakah betul bahwa podcast ada duitnya?

Berikut ini adalah beberapa bentuk monetisasi podcast yang bisa dilakukan.


Cara Mendapatkan Uang dari Podcast


1. Monetisasi Podcast di Anchor 

Sebagai podcast hosting gratis, Anchor memungkinkan pengguna untuk melakukan monetisasi podcastnya. Kita cukup melakukan pengaturan pada halaman "money" maka selanjutnya, kita bisa memasang slot iklan pada episode podcast. Anchor yang akan menentukan iklan manakah yang tepat untuk podcast kita secara otomatis.


Cara mendapatkan uang dari podcast Anchor intinya gini : Setting - siapkan slot iklan- rekam iklan yang dibutuhkan (tergantung kebutuhan)- iklan terpasang otomatis


Jumlah uang yang kita dapatkan bisa terlihat seperti gambar di bawah ini.


MONETISASI PODCAST DI ANCHOR


Meski demikian, sebenarnya monetisasi Anchor baru bisa dilakukan di US. Tapi kita bisa menggunakan bantuan payoneer, untuk membuat rekening US. Dari payoneer inilah dana yang kita tarik (cash out) bisa ditransfer ke bank lokal Indonesia dengan potongan sekian persen.


2. Iklan


Jika sebelumnya monetisasi bisa dilakukan langsung dari platform Anchor, maka kini podcaster juga dapat bekerja sama dengan brand/ perusahaan untuk memasang iklan pada episode podcast.


Secara umum, kita mengenal ada 4 bentuk iklan dalam podcast, yaitu :

  • Adlib atau host- read ads : Iklan yang dibacakan/ disampaikan secara langsung oleh podcaster. Dibawakan dengan gaya santai dengan durasi maksimal 60 detik
  • Spot : Iklan yang telah direkam sebelumnya. Umumnya disisipkan antara 2 segmen podcast
  • Sponsor : Brand/ perusahaan yang mendanai suatu program. Kerja sama sponsor ini lebih eksklusif, sehingga memungkin pihak sponsor menentukan bentuk- bentuk iklan yang lebih detail dalam episode podcast. Seperti misalnya pencantuman logo brand pada cover art, penyebutan nama brand pada saat opening dan closing episode, juga menyisipkan beberapa spot pada podcast.
  • Business Exposed : Sebuah episode podcast yang mengulas suatu produk/ brand tertentu secara mendetail. Jika sponsor, penempatan iklan terletak pada bagian- bagian tertentu saja, tetapi pada business exposed, keseluruhan konten podcast tersebut berupa iklan. Bentuk business exposed ini bisa berupa talkshow, maupun review suatu produk yang dilakukan secara monolog.


3. Eksklusif Konten


Selintas eksklusif konten ini mirip dengan sponsor. Namun, jika kerja sama eksklusif konten ini disepakati, biasanya podcast tidak bisa didistribusikan sembarangan. Hanya khusus pada platform tertentu saja. 

Indonesia dengan konsumen podcast Spotify terbesar se- Asia Tenggara, ternyata menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sehingga Spotifypun membuat eksklusif konten di platform mereka yang mengangkat budaya lokal. Yakni,  Kisah Horor The Sacred Riana yang bergenre horor fiksi, Dear Dearest yang bertema hubungan dan cinta, serta Pembunuh Berantai ( adaptasi dari podcast Serial Killers) dan Lenyap yang bertema true-crime dan mengangkat kisah kejahatan dan misteri.

4. Premium Podcast/ Berlangganan


Premium podcast biasanya menggunakan sistem berlangganan. Pendengar menerima konten khusus yang hanya tersedia untuk pelanggan yang membayar. Pendengar mungkin akan menerima episode khusus, atau akses ke grup, atau bisa berdiskusi secara intens dengan podcaster. Bisa dibilang model monetisasi ini akan menggunakan basis pendengar untuk terus loyal pada podcast tersebut.

Sejujurnya, saya belum menemukan podcast berlangganan di Indonesia (jika ada yang mau memberikan info silakan tulis di komentar ya). Tapi ada beberapa podcast luar negeri yang telah menggunakan sitem monetisasi berlangganan ini seperti Comedy Bang!Bang!, Now Playing dan The American System.

Ada beberapa keuntungan dengan membuat premium podcast ini :
  • Target market sudah jelas
  • Fokus pada proses produksi podcast yang memuaskan pendengar
  • Mendapatkan keuntungan yang lebih optimal
  • Menjadi portofolio terbaik untuk menjual konten ke brand/ perusahaan untuk kerja sama lainnya
Premium Podcast Comedy Bang! Bang!


5. Guest Spot


Jika di blog kita mengenal guest post/ guest posting, di podcast kita mengenalnya dengan guest spot, di mana tamu akan membayar untuk hadir dalam podcast kita. Tentu saja, untuk bisa menarik "orang penting, orang berduit atau siapapun" hadir sebagai tamu, kita harus memastikan bahwa podcast milik kita memiliki jangkauan pendengar yang luas.

Monetisasi ini akan menguntungkan dua belah pihak. Podcaster akan menerima sejumlah uang, dan tamu yang hadir juga akan mendapatkan eksposur yang luas. Terlebih jika ada misi politik, marketing, branding dan lain sebagainya.


6. Donasi dari Pendengar


Saat ini mulai tersedia platform untuk mengapresiasi kreator digital. Jika sebelumnya kita mengenal Patreon, kini juga hadir di Indonesia platform serupa bernama KaryaKarsa, salah satunya. KaryaKarsa ini membantu para pengembang konten kreatif untuk tetap berkarya dari apresiasi penggemar dalam bentuk tip atau berlangganan. Untuk menjaga interaksi, kreator juga bisa menawarkan konten eksklusif yang hanya bisa diakses melalui KaryaKarsa. Atau bisa juga menawarkan kegiatan lain seperti jumpa fans, diskusi dan talkshow, dan lain-lain. Wadah donasi lainnya selain KaryaKarsa, ada juga Saweria, Trakteer dan Gokreator.

Jika ingin membuka saluran donasi tanpa pihak ketiga, hal ini sebenarnya sah- sah saja dilakukan oleh podcaster. Siapa tahu, dengan adanya dukungan finansial dari basis fans, podcaster akan semakin produktif dalam berkarya.


7. Menjual Lisensi Podcast ke Radio 


Saat ini industri radio memang bisa dibilang sedang berjuang keras. Mengingat kebiasaan mendengar mulai banyak ditinggalkan. Dan bagi pendengar muda, mungkin bisa lebih sering mendengar podcast daripada radio.

Untuk mengurangi biaya operasional siaran yang melibatkan penyiar, bukan tidak mungkin bahwa radio membeli lisensi podcast untuk bisa memutarkan konten audio di radio. Terlebih karena radio dan podcast sama- sama auditif, maka dengan model format yang serupa, akan sangat mudah mengadaptasi podcast menjadi bentuk program siaran radio.


8. Menjual Merchandise


Lagi- lagi jika kita sudah memiliki banyak fans atau pendengar loyal, maka ini bisa menjadi aset yang berharga untuk menarik datangnya cuan. Beberapa podcaster mulai menjual merchandise podcast miliknya seperti kaos, tote bag bahkan buku.


9. Afiliasi Marketing

Affiliate marketing adalah  performance-based marketing, yakni pengiklan akan memberikan rewards, bayaran atau komisi, berdasarkan hasil kinerja yang disepakati. Misalnya, pengiklan akan membayar Rp 100.000,- tiap ada 10 orang yang menggunakan kode promo, atau sign up pengguna baru pada sebuah website tertentu.

Sistem afiliasi ini cukup mudah, meski belum cukup populer untuk di podcast (kalau di blog, atau instagram sudah banyak ya).

Bagaimana sistem afiliasi podcast ini?

  1. Pengiklan akan memberi  tautan afiliasi atau kode promo
  2. Podcaster harus menyebutkan/mengendorse produk atau layanan dalam sebuah episode podcast
  3. Podcaster membagikan tautan atau kode kepada pendengar
  4. Jika pendengar tertarik dan melakukan pembelian menggunakan tautan atau kode tersebut, podcaster akan mendapat komisi.

Menarik bukan? Sebaiknya, jika ada tawaran kerja sama dengan sistem afiliasi ini, pilih produk yang memang relevan dengan podcast kita. Sehingan audiens juga lebih percaya dengan "penawaran" yang kita sampaikan.

10. Membangun Branding Podcaster


Cara terakhir mendapatkan uang dari podcast ini bisa dibilang susah- susah gampang. Karena nilai jual bukan hanya pada podcast yang kita miliki, tapi juga the man behind the mic. Bisa saja jumlah pendengar podcastnya tidak bombastis, namun dengan skill yang dimiliki podcaster dalam berbicara, storytelling, mengajar, editing dan lain sebagainya, ternyata mampu menjadi figur yang dianggap mampu untuk bisa mengedukasi atau mem-persuasi orang lain.

Beberapa wujud nyata dari model monetisasi dengan strategi personal branding ini adalah diundang menjadi pembicara atau pelatih dalam workshop/pelatihan yang berkaitan dengan podcast. Di sini podcaster harus mampu menjabarkan teori dan praktik secara detail. Keilmuan, wawasan dan pengalaman yang dimiliki menjadi modal untuk bisa mengajar orang lain.



Itu tadi 10 ide cara mendapatkan uang dari podcast. Boleh saja jika ingin monetisasi podcast melalui Anchor, Spotify atau platform lainnya  Sejauh 2 tahun konsisten membuat podcast, saya memegang prinsip, nikmati prosesnya maka peluang lainnya menghampiri. Jadi rasanya, kalau baru bikin satu dua episode terus yang dipikir uangnya mulu, yah...bakal capek sendiri. Ya, nggak sih? 

Nah, monetisasi manakah yang sudah kamu lakukan? Cerita yuk di kolom komentar :)




Podcast = siniar dalam bahasa Indonesia
Podcaster = penyiar podcast

Referensi :
https://www.beritasatu.com/feri-awan-hidayat/hiburan/661741/spotify-luncurkan-empat-original-podcast-di-indonesia
https://dailysocial.id/post/platform-karyakarsa-dan-upaya-memberdayakan-pekerja-kreatif
https://castos.com/premium-podcast-subscriptions/
https://comedybangbang.fandom.com/wiki/Category:Special_Episodes
https://support.spotify.com/id/article/podcasts/
https://tirto.id/spotify-rilis-podcast-video-agar-pendengar-bisa-lihat-penyiar-fS1o
https://improvepodcast.com/podcast-affiliate-marketing/
https://www.podcastmotor.com/be-a-guest-to-promote/
Sumber gambar title image : https://techcrunch.com/


See you on the next blogpost.








Thank you, 

7 Tips Sukses Mendapatkan Kerja Freelance Agar Pemasukan Lancar

12.10.20


TIPS MENJADI FREELANCER SUKSES

Bagi sebagian orang, menerapkan etos kerja freelance yang baik terdengar mudah. Namun faktanya, ada beberapa hal yang perlu kita kembangkan agar sukses dan pemasukan lancar. Daya tarik dan minat masyarakat dalam menekuni bidang freelance, terus meningkat dari waktu ke waktu. Jadwal kerja yang fleksibel serta tak diatur manajemen, menjadi salah satu alasan kenapa saya juga memiliki kerja paruh waktu. 

Bekerja freelance dalam berbagai posisi nyatanya, membutuhkan keseimbangan waktu serta produktivitas. Kita mesti bisa mengatur segala hal karena menyangkut kedisiplinan diri sendiri.
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang freelance, yakni kita hanya duduk di rumah dan menunggu peluang dari layar komputer. Padahal, kita harus berjuang keras untuk mencarinya!

Memang betul bahwa kerja freelance lebih fleksibel, tapi kerja tetaplah kerja dong. Meski tak dipatok dari jam 9 pagi hingga 5 sore, saya mesti menyelesaikan berdasarkan tenggat waktu.
Tingkat kesulitan kerja freelance kian terasa saat kita tahu bahwa ada banyak pesaing di luar sana yang siap berebut proyek. Apalagi jika kamu adalah freelancer pemula.

Tiga tahun terakhir, saya merasa bahwa pendapatan saya justru lebih besar berasal dari kerja freelancer. Semula saya hanya menganggap pekerjaan menulis blog, digital content creator dan menjadi voice over talent tak ubahnya dengan side hustle yang mengisi kejenuhan. Tapi nyatanya, pos- pos income inilah yang kini lebih saya andalkan.

Tertarik untuk menjadi freelancer? Atau ingin menemukan side hustle yang sesuai dengan passion tanpa meninggalkan pekerjaan utama? Ini tips untuk mendapatkan kerja freelance agar tetap lancar dan sukses. Apakah sajakah itu? Simak di bawah ini...

7 Tips Mendapatkan Kerja Freelance 

1. Memperkenalkan Diri pada Khalayak Luas


Hal pertama yang perlu dilakukan untuk memantapkan kiprah kerja freelance adalah personal branding. Kenalkan diri kita serta bidang yang ditekuni sebagai seorang freelancer. Beri tahu aspek keahlian kita pada masyarakat luas, semisal lewat media sosial. 

Personal branding menjadi salah satu kunci sukses saat hendak berkecimpung lebih serius sebagai seorang freelancer. Agar lebih meyakinkan, buat resume serta portofolio pribadi. Buat saya, menjaga konsistensi membuat konten di sosmed dan di blog wajib dilakukan. Terlebih di era digitalisasi, di mana orang mencari dan menemukan semua informasi melalui internet. Pastikan people find about you when typing your name on Google.

2. Dukung dengan Resume dan Portofolio

MEMBUAT CURRICULUM VITAE


Perkenalan yang baik, mesti disertai dengan resume dan portofolio yang mendukung. Sebelum itu, sudahkah kamu menyusun daftar riwayat hidup untuk persiapan wawancara kerja freelance?

Lihat sejauh apa persiapan diri kita dari segi CV dan portofolio. Jika sebelumnya pernah bekerja, tentu upaya pencarian lowongan freelance akan lebih mudah karena telah memiliki reputasi.

Lantas, bagaimana dengan pekerja freelance baru? Awali dengan langkah sederhana seperti membuat situs portofolio, sering berbagi ilmu pada orang sekitar, hingga perbarui profil medsos.

3. Pasang Tarif Sesuai Kemampuan dan Pengalaman


Setiap freelancer memang mematok harga berbeda, namun kamu juga bisa menaruh harga sendiri. Hal ini penting untuk mempersiapkan saat proses negosiasi berlangsung. Ada yang menaruh tarif per jam, ada juga yang menaruh tarif per proyek. Sesuaikan kebutuhan dengan membuat berbagai jenis tarif dasar tersebut.

Sebelum memasang tarif,  cobalah untuk berkonsultasi pada rekan sejawat hingga mencari informasi terbaik lewat internet mengenai harga di industri/ bidang kerja kita. Ingat, jangan terlalu rendah atau tinggi saat memberikan harga!

Baca Juga : Ini Cara Menentukan Harga  Voice Over Talent


4. Teliti Saat Membaca Kontrak


Kontrak membantu freelancer memperkuat beberapa hal seperti tarif hasil negosiasi, ruang lingkup proyek, tenggat waktu, hingga revisi. Pembatalan proyek juga turut disisipkan di sana.

Terdengar seperti bekerja tetap? Tunggu dulu! Faktanya, kontrak dapat membantu melindungi diri dari potensi masalah hukum, perselisihan, dan memastikan nominal dan metode pembayaran.

So, bacalah kontrak secara teliti, pastikan semua kesepakatan telah tertuang di dalamnya. Jangan ragu untuk bertanya, jangan sampai kamu  melewatkan ketentuan penting.


5. Buat Jadwal Pekerjaan yang Teratur


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, banyak masyarakat berpandangan bahwa kerja freelance bebas dan tak terikat waktu. Padahal, anggapan ini tak sepenuhnya benar.
Sangat penting bagi kita untuk mengatur jadwal serta menaati sesuai kesepakatan. Manfaat pengaturan jadwal yang baik, antara lain:

- Memenuhi tenggat waktu penting (deadline)
- Menghormati klien 
- Menciptakan keseimbangan kerja dan hidup (work life balance)

Semakin bebas, berarti harus makin pandai atur prioritas. Catat setiap detail pekerjaan, patuhi tenggat waktu, serta diskusikan segala hal terkait aturan proyek dengan klien sebelum dibuat kesepakatan kerja.


6. Berdiskusi dengan Freelancer Profesional


Meski saling bersaing, namun bukan berarti kamu tidak bisa berdiskusi dengan freelancer profesional lainnya. Belajarlah dari pengalaman mereka saat menekuni bidang ini.

Pada dasarnya, para freelancer bekerja masing-masing antara dia dengan klien. Jika kamu masih merasa awam, biasakan bertanya pada yang sudah ahli terkait kiprah dan pengalaman mereka. 
Sekali pun berbeda haluan dari segi keahlian, kamu bisa bertanya tentang hal-hal yang harus dilakukan dan dihindari. Pertanyaan umum biasanya berkutat mengenai menentukan rate card dan negosiasi harga.

7. Fokus, Tentukan Target, dan Tetap Termotivasi


Setelah semua upaya di atas dilakukan, kita harus tetap fokus, termotivasi dengan kerja freelance, hingga membuat target pribadi untuk dicapai.

Sebagai contoh, kita perlu fokus untuk mengasah keterampilam. Usahakan tetap berada pada bidang yang kita kuasai, atau passion yang kita lakukan, semisal sebagai seorang desainer grafis.
Meski bisa menekuni bidang lain, namun tetaplah fokus agar reputasikita kian solid di luar sana.

Semakin mantap, semakin banyak perusahaan mengajak kita bekerja freelance!

Tak lupa, tentukan target untuk dicapai setiap bulan. Misalnya, kamu dapat menargetkan perolehan uang dan jumlah pekerjaan freelance yang ingin digeluti.

Baca Juga : Cara Atur Duit Bagi Freelancer


Sudah? Kini saatnya menjaga api dalam diri agar tetap termotivasi dalam menjalani kerja freelance. Teruslah usaha, negosiasi, dan mencari objek pekerjaan paling tepat sesuai keahlian.

Selamat mencoba!

See you on the next blogpost.








Thank you, 

Tips Berkomunikasi Saat Menggunakan Masker

5.10.20

 

KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MASKER

Selembar kain yang menutupi separuh wajah ini, berhasil mengubah kebiasaan kita. Termasuk cara kita dalam berkomunikasi. Jika selama ini dalam berkomunikasi lisan kita mengandalkan gerak bibir dan suara yang terdengar, maka dengan penggunaan masker, hal ini jadi terbatas. 


Padahal, ada beberapa pekerjaan yang menuntut terjadinya interaksi yang intens dengan pelanggan. Sebut saja, teller dan customer service bank, pramugari, pramuniaga dan siapapun mereka yang berada di garda depan dalam pelayanan pelanggan. Belum lagi beberapa meja kini juga dibatasi dengan sekat berupa kaca atau plastik untuk mengindari droplet saat pandemi ini. Tentu saja hal ini semakin memperbesar gangguan komunikasi.


Lantas, bagaimana cara berkomunikasi saat menggunakan masker? Meskipun harus melakukan social distancing, tapi apa ynag bisa kita lakukan agar yang kita ucapkan  dapat dipahami oleh lawan bicara?


Selengkapnya, bisa dilihat pada video di bawah ini.



See you on the next blogpost.








Thank you, 


Cerita Menjadi Digital Content Creator

25.9.20

PRAKTISI ILMU KOMUNIKASI

Internet adalah ladang mencari duit. Saya nggak pernah menyangka awalnya. Tapi inilah kenyataan (dan pilihan) yang saya ambil. Saya pikir, saya akan asyik kerja kantoran, mungkin jadi humas atau bekerja di industri penyiaran. 

Saya nggak belok dari passion, masih menemukan connecting the dot-nya. Cuma kaget saja, bahwa melalui internet saya menemukan banyak hal. Diawali dari ngeblog, akhirnya mencoba profesi baru yang biasa disebut dengan content creator.

Pekerjaan membuat konten nggak sekadar bergaya di depan kamera. No, saya bukan pembuat konten video. Saya membuat konten tulisan dan suara. Okey, memang sesekali bikin vlog, cuma...yah...belum suka. Orang bilang ini preferensi. Nggak suka, kalau disuruh di depan kamera ya ayuk aja. :)

Video ini adalah rekaman sebuah program siswa jurusan broadcast SMKN7 Surakarta. Nama acaranya Inspirasi Remaja. Lewat obbrolan dengan Mbak Anez selaku Master of Ceremony, saya bercerita mengenai profesi yang saya geluti. And why become a content creator is valuable.

Kamu bisa menontonnya pada video di bawah ini.



 

See you on the next blogpost.








Thank you, 

Bongkar Naskah Podcast Storytelling Buat Ikutan Lomba

17.9.20


NASKAH PODCAST STORYTELLING

Kalau biasanya bikin podcast monolog dan interview, kali ini mencoba podcast storytelling. Secara gaya, selintas memang seperti program feature radio. Sehingga memang kesan personal kurang diwakili oleh format ini.


Cuma, saya memang pengen melihat apakah format ini bisa diterima di telinga pendengar. Terlebih karena saya membuat podcast ini untuk mengikuti sebuah lomba yang diadakan oleh Kementerian Kominfo. Sekalian menguji, apakah mampu menarik perhatian dewan juri diantara ratusan peserta yang mengirimkan podcastnya.


Baca Juga : Ini Cara Membuat Naskah Podcast yang Rapi


Proses Produksi Podcast Storytelling


Proses produksi diawali dengan memikirkan konsep dan riset materi yang disesuaikan dengan topik utama lomba. Saya memasukkan beberapa elemen seperti puisi, vox pop dan lagu, untuk membuat kesan dramatisasi di podcast ini. Tidak ketinggalan, narasi yang menjadi elemen utama.


Setelah bikin konsep, saya coba turunkan ke dalam naskah berikut ini. Naskah saya gunakan untuk memandu dalam proses rekaman suara. Naskah juga dipakai untuk membuat musik.


PUISI : 

Darah dan semangatku bersatu dalam nadi

Tiap peluh, juangku tak runtuh

Mari teriakkan, MERDEKA!!


PROLOG :

Perjuangan tak lagi dengan teriakan lantang

Semangat adalah apa yang nampak dalam karya

Karena dengan mandiri, kita memberi bukti

Tak gentar dengan tantangan


The Late Brunch Podcast bersama saya Sara Neyrhiza dalam episode Bisa Merdeka, Bisa Berkarya


VOX POP 1 [ transkrip] :

Saya membatasi interaksi di studio milik saya selama pandemi ini. Ikut himbauan pemerintah saja, agar lebih mawas diri dan menjaga kesehatan.

Tapi bersyukur, ternyata banyak peluang bisnis yang masih terbuka. Asal mau berinovasi, kita bisa mandiri.


NARASI :

Pandemi, sebuah fase pembelajaran yang berharga. Akhirnya kita menyadari kan, bahwa tantangan, bisa datang kapan saja. Masa ini  belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi berhasil menguji, seberapa kuat kita bertahan dan bekerja keras.


Sebagian orang, terpaksa di rumahkan. Tapi sebagian yang lain, mulai merintis berjualan kecil-kecilan.

Sebagian orang, berjuang memberi pengobatan. Dan sebagian yang lain patuh di rumah, menerapkan protokol kesehatan.

Sebagian orang mulai kembali bekerja demi kebutuhan mereka sehari- hari. Sebagian yang lain mencoba berinovasi, mencari celah peluang, bekerja dari rumah demi anak dan istri.


Kita memang sudah merdeka, tapi bukan berarti kan terus duduk santai berleha-leha??

Merdeka adalah tentang kesadaran, untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri, tidak lupa saling menguatkan sesama, bekerja sama.


VOX POP 2  [ transkrip]:

Ora isoh dodolan mbak ning kantin mbak, sekolahe utup, wedi, kena virus.

Tapi Alhamdhlillah, saiki isoh dodolan online. Yen jarena wong jowo, nrima ing pandhum. Sapa sabar rejekine jembar.


NARASI :

Selamat datang new normal. Bukan suatu hal yang luar biasa, tetapi membiasakan hal baru agar lebih terbiasa. Terbiasa menerapkan protokol kesehatan, dalam kehidupn sehari-hari.

Baik di kantor, di rumah, di jalan, di pasar, dan dikeramaian. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan saat ini?


1. Jaga selalu kesehatan

Kita nggak bakal bisa ngapa- ngapain deh kalau sakit. Jika selama ini masih abai dengan kesehatan, maka harus setting ulang prioritas hidup. Kurangi tuh begadang, asupan junk food, rokok dan semua makanan minuman yang nggak berfaedah. Lebih baik rajin masak di rumah, menambah asupan buah dan sayur juga berolahraga.

2. Coba pikirkan alternatif penghasilan

Jika selama ini hanya fokus pada satu pekerjaan, masa pandemi juga memaksa kita untuk memikirkan alternatif sumber penghasilan. Jika penghasilan utama terganggu, maka penghasilan dari pekerjaan yang lain dapat menutupi kebutuhan. Pada akhirnya tidak ada pekerjaan yang 100% mapan. Kita harus mandiri, bergerak dan kreatif menjemput berbagai peluang yang ada.

kaya sekarang, training center yg saya miliki, harus saya tutup sementara. Saya gak mau ambil risiko terjadi penularan virus, saat kegiatan brlajar mrngajar berlangsung.

Tapi ternyata, pelatihan tetap bisa silakukan. Semua kelas berubah menjadi online.

Ternyata bisa juga? Tinggal mau kreatif atau nggak.

3. Bijak dalam mengatur keuangan

Coba deh Lihat kembali bagaimana kita mengatur keuangan.

Coba catat semua uang masuk dan keluar

Bedakan kebutuhan dengan keinginan

Kelola hutang dengan bijaksana. 

Menyiapkan dana darurat sekitar 3- 6 kali gaji bulanan

Serta belajar untuk memprioritaskan tabungan, investasi dan asuransi


Oiya, saya sih yakin kamu menjaga kesehatan fisik dengan baik. Tapi  menjaga kesehatan mental juga gak boleh ketinggalan. Siapa sih yang nggak stres menghadapi Covid-19 ini? Ngerasa kan kalau tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah dibanding biasanya. Ruang gerak terbatas, jug minim sosialisasi tatap muka.


Maka, penting juga untuk menjaga diri kita tetap waras. Coba deh memulai kembali hobi. Ada yang masak, urban farming, menggambar, karaokean, nonton drama Korea, apapun yang bikin hati bahagia.


5. Dan gak lupa, yuk berkolaborasi untuk kebaikan

Nggak bertatap muka, bukan berarti nggak bisa kerja sama. Dengan teknologi, kita tetap bisa berkomunikasi, berkolaborasi, bahwa menciptakan hal- hal baik bersama.

Ingat, rasa lelah akan terasa lebih ringat kala kita saling menguatkan.


Mari kita berdoa dan berusaha untuk bisa selalu kreatif dalam berkarya. Mari kita dukung pemerintah dan tenaga kesehatan untuk bisa mengatasi virus yang masih meraja lela.

Mari saling bekerja sama dan percaya bahwa kita bisa melalui ini semua.

Saya Sara Neyrhiza, 75 tahun Indonesia Merdeka. Indonesiamu Indonesiaku,  Indonesia Maju


EPILOG :

Sudah Siap! Kepalkan Tanganmu! Kuatkan Semangatmu!

Suara anak kecil nyanyi :


17 Agustus tahun 45...


Kita tetap setia, tetap setia 

Mempertahankan indonesia

Kita tetap setia, tetap setia

Membela negara kita


***


Setelah proses merekam narasi monolog, saya lanjutkan dengan merekam lagu. Sengaja memilih lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar agar sesuai dengan tema lomba podcast ini yakni Cerita Kemerdekaan. Saya menyanyikan sendiri lagu Hari Merdeka, dengan mengubah suara menjadi karakter anak- anak, untuk memberikan variasi konten agar tidak didominasi suara orang dewasa.


Proses perekaman suara selesai, maka dilakukan proses editing. Elemen musik tentu tidak boleh ketinggalan. Saya minta suami saya Budi Pasadena membuat musik. So, semua musik di episode ini original. Prosesnya cukup lama untuk editing dan musik ini, hampir 3 jam.


LIHAT PROSES PEMBUATAN MUSIK



Setelah file audio siap, maka teknis selanjutnya adalah yang berkaitan dengan publikasi podcast sesuai dengan ketentuan lomba. Seperti membuat artwork, mengupload, membuat caption dan membuat audiogram sebagai materi teaser di instagram.


Sejujurnya proses produksi terbilang cukup ribet. Tapi ini cukup menantang, bisa menyusun berbagai elemen suara untuk menjadi kesatuan cerita berdurasi 10 menit ini dengan detail. 


Keseluruhan tahapan produksi yang saya lakukan, adalah sebagai berikut :

1. Bikin konsep & riset materi

2. Nulis naskah

3. Rekaman puisi

4. Rekaman narasi

5. Rekaman lagu

6. Rekaman voxpop

7. Produksi musik

8. Editing Audio

9. Desain artwork

10. Bikin audiogram

11. Nulis caption

12. Upload seluruh materi di Anchor dan IG TV


Dan beruntung, podcast ini terpilih menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi podcast yang diadakan Kominfo tersebut.


Silakan klik video di bawah ini untuk mendengarkan podcast secara keseluruhan.



Bisa Merdeka, Bisa Berkarya

LOMBA PODCAST KOMINFO



Lihat behind the scene produksi podcast ini



See you on the next blogpost.








Thank you, 

 

Latihan Public Speaking dengan Podcast

7.9.20
LATIHAN PUBLIC SPEAKING DENGAN MEMBUAT PODCAST

Public speaking itu bakat? Ya, ada yang berbakat, ada yang tidak. 
Public speaking itu susah? Ya, bagi sebagian orang.
Public speaking bisa dilatih? Ya, sangat bisa.

Setiap orang memang punya tantangan masing- masing ketika melakukan public speaking. Kalau saya rangkum ada 3 hal yang sering menjadi kesulitan utama, yaitu :

1. Memahami audiens

Bagaimana kita berinteraksi dengan audiens yang satu dengan yang lain dengan perbedaan demografi, geografi, psikologi dan perilakunya. Tidak ada formula pasti bagaimana harus berbicara di depan laki- laki, di depan anak SD, atau di depan pejabat, atau di depan petani.

Kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan audieiens akan terasah, seiring bertambahnya jam terbang.

2. Penguasaan materi

Mungkin kita sudah mempersiapkan jauh- jauh hari materi yang akan kita sampaikan ke audiens. Tapi pada saat tampil, ternyata seluruh hapalan hilang, otak jadi blank, bingung mau ngomong apa, dan akhirnya terbata- bata ketika berbicara.

Belum lagi kalau rasa grogi tidak kunjung menghilang. Sesi pembukaan sudah terlewati. tekanan semakin intens saat sesi tanya jawab. Kita tidak mampu memberikan jawab memuaskan, dan audiens merasa kita tidak kredibel di topik tersebut.

3. Gaya berbicara

Itu mengapa public speking tidak sekadar ngomong doang, tapi juga "seni". Berbicara bukan hanya menyampaikan materi, namun juga didukung penguasaan komunikasi non verbal yang mumpuni. Bagaimana melakukan variasi intonasi, tempo, jeda yang didukung dengan ekspresi wajah, gestur sehingga tidak monoton dan membosankan.

Melihat 3 tantangan ini, hanya ada 2 rumus yang bisa kita pegang untuk bisa menghadapinya. Yang pertama PERCAYA DIRI dan yang kedua LATIHAN.


Okey, percaya diri itu masalah mindset. Motivasi terbesar harus lahir dari diri sendiri. Jadi temukan alasan terbesar kenapa harus pe-de. Misal, karena kita tahu communication skill itu salah satu kunci keberhasilan dalam karir, makanya harus di asah sedini mungkin. Harus mau mencoba, meski awalnya malu dan nggak bisa.

Kedua, ngomongin latihan. Kalau belum pede ngomong di depan orang banyak, kita bisa latihan ngomong di rumah. Kalau ngomong di depan cermin udah terlalu mainstream, kenapa nggak coba bikin podcast a.k.a. siniar.

Apalagi sekarang podcast lagi ngehits di Indonesia, paling nggak sekalian belajar ngomong sekalin bikin konten.


Latihan Public Speaking Dengan Podcast

MEMBUAT PODCAST DENGAN MUDAH DAN GRATIS


Apa yang menarik dari podcast ini? Kamu bisa berlatih untuk menghadapi 3 tantangan public speaking di atas.

1. Tentukan audiensmu

Kalau bingung memahami audiens, coba deh pilih audiens yang tepat untuk podcastmu. Katakan untuk perempuan usia 15- 25. Dengan fokus pada audiens tersebut, kamu bisa membayangkan ketika berbicara di podcast, kamu lagi berbicara sama mereka. Bayangin aja kamu lagi ngobrol secara personal dengan mereka. Bangun suasana yang santai dan dekat, yang bikin kamu leluasa dalam berbicara tanpa takut terlihat salah.

2. Mempersiapkan materi

Biar ngomongnya nggak belepotan, kamu bisa siapin dulu sebuah naskah/ teks. Awalnya mungkin kamu harus baca teks tersebut. Tapi semakin terlatih, kamu akan belajar improvisasi. Kamu jadi bisa berpikir cepat, memilih diksi yang tepat, dan adaptif terhadap situasi nggak terduga.
Podcast di sini membantu banget dalam menyusun pesan secara terstuktur. Jadi dengan bantuan naskah, kamu bisa ngomong rapi, nggak belepotan dan pesan yang disampaikan juga jelas.

3. Storytelling

Kalau mau bikin podcast, tentu harus merekam suara. Nah, ketika suara sudah kamu rekam, coba deh dengarkan baik- baik. Apakah gaya ngomongnya asyik? Atau membosankan? Kamu bisa evaluasi, seandainya dengerin caramu ngomong, orang lain bakal betah atau nggak?
Di sini perlu kelapangan hati mengakui kalau memang masih banyak kekurangan sana sini. Nggak papa, kan kita belajar dan beproses. Tapi semakin sering mencoba, makin tahu apa yang harus dibenahi.
Kamu bisa juga dengerin podcast lain untuk mempelajari cara bertutur mereka. Kalau makin luwes, gara berbicaramu bisa diadaptasi & dimodifikasi ketika kamu melakukan public speaking.


Apakah kelihatan keren ngomong di podcast bakal sama kerennya saat public speaking? Belum tentu, karena saat public speaking kita berhadapan langsung sama orang. Feedbacknya juga langsung.
Tapi minimal, dengan terbiasa berbicara di podcast, kita udah latihan melakukan persiapan, latihan mainin theater of mind dan latihan improvisasi. Practise makes perfect, guys!


Kalau kamu pengen membuat podcast kamu bisa baca artikel di bawah ini.

Baca Juga : Membuat Podcast dengan Mudah dan Gratis


Baca Juga : Contoh Naskah Podcast


Baca Juga : Tanya Jawab Seputar Podcast


See you on the next blogpost.








Thank you, 


Buku Public Speaking, Semua Bisa Bicara

3.9.20

 

BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA


Naik panggung, pertama kali di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Saya diminta untuk melakukan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) saat Ramadan di hadapan semua siswa kelas 1-6 dan para guru. Penampilan saat itu saya membawakan sebuah ceramah berjudul umur. Intinya, kalau orang mau bermanfaat, belajarlah dari pohon kelapa, yang umurnya panjang, semua bagian tubuhnya bermanfaat bagi manusia.


Mama yang membuatkan naskahnya. Saya berlatih beberapa hari sebelum tampil, dan akhirnya sukses keluar sebagai juara favorit. Ternyata di lombakan :)


Setelahnya, saya mewakili sekolah untuk lomba di jenjang yang lebih tinggi. Mulai saat itu, rasanya public speaking menjadi hal yang sering saya lakukan.


Semua belajar secara otodidak. Terbiasa tampil menari dan drum band sejak TK, mental saya sudah cukup terasah. Yang berbeda adalah bagaimana kemampuan dalam mengolah kata. Dan hobi membacalah yang memberi banyak asupan.


Ketika SMA mulai menjadi penyiar radio, public speaking berubah menjadi profesi. Saya mulai diminta menjadi MC di berbagai acara kantor. Dan keterusan hingga saat ini. Hanya sekarang saya lebih selektif dalam memilih acara. Karena ternyata saya lebih nyaman sebagai pengajar dan pembicara seminar atau workshop, berbagi wawasan dan berdiskusi dengan banyak orang.


Public speaking, bisa karena terbiasa.


Hal ini pula yang saya tekankan kepada para siswa di SPEAKING.id pelatihan public speaking yang saya inisiasi 2 tahun lalu. Mau les berapa kalipun akan sama saja, kalau nggak mau praktik. Ya, itu kuncinya latihan, latihan, latihan.


Tapi jelas, latihan memang tidak mudah. Mental block, salah satu kendala yang sering dihadapi. Takut berbuat salah, takut terlihat buruk, takut malu dan segala ketakutan lain yang meruntuhkan rasa percaya diri.


Permasalahan ini, berasal dari dalam diri. Artinya, motivasi diri yang kuatlah yang bisa meruntuhkannya. Mau bilang public speaking cuma ngomong doang, ya silakan. Tapi ternyata memang public speaking, gak bisa kalau cuma sekedar ngomong doang. Entar yang diomongin nggak ada isinya, nggak ada tujuannya, gak ada efeknya buat orang lainnya.


Saya pernah merasakan hal yang sama. Dan rasa khawatir, deg- degan ketika mau tampil itu nggak bisa dihilangkan. Yang bisa saya lakukan adalah dengan mengontrol hal tersebut. Kalau saya merasa sudah melakukan persiapan, sudah latihan, hati saya menjadi lebih kuat. Kalaupun nantinya grogi, pasti hanya 2-3 menit pertama. Selanjutnya bisa terasa lebih mudah.



SEMUA BISA BICARA


BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA

Dengan pengalaman tersebut, saya mencoba untuk merangkumnya dalam sebuah buku. Buku ini saya tulis selama 2 bulan, yang merangkum perjalanan public speaking sejak 22 tahun lalu.


Bukunya nggak terlalu tebal, ukurannya nggak besar. Jadi bisa enteng dimasukin di tas. ⁣Kalau tiba- tiba dapet tugas memberi sambutan, menjadi MC dadakan, atau melakukan presentasi di depan klien atau atasan, buku ini bisa langsung bisa dibaca sekilas dan sekaligus menjadi panduan agar berani dan #SemuaBisaBicara⁣⁣.


Beberapa pertanyaan tentang public speaking dari teman-teman, saya coba menjawabnya juga, seperti.

- Komunikasi efektif yang kaya gimana?⁣⁣

- Metode public speaking apa aja?⁣⁣

- Ngilangin grogi gimana?⁣⁣

- Ngilangin medok pake apa?⁣⁣

- Aroma tubuh itu pesan nonverbal juga ya?⁣⁣

- Suara bulat cara latihannya gimana?⁣⁣

- Bantuin bikin naskah pidato dong?⁣⁣

- Persiapan MC apa aja?⁣⁣

- Presentasi ada alurnya juga nggak?⁣⁣

- Moderator itu tugasnya ngapain?⁣⁣ dan masih banyak lainnya/

⁣⁣

Akhirnya, saya bisa mengatakan bahwa ada dua hal penting dalam public speaking : percaya diri dan latihan. Buku ini akan mendorongmu untuk mau berlatih dan berani tampil berbicara di depan umum. Jika kamu merasa grogi, deg- degan, malu, cemas, tenang itu bukanlah kegagalan, itu WAJAR! Teruslah berusaha. Yakinkan dirimu. Kamu Bisa Bicara!


Beli Buku #SEMUABISABICARA


See you on the next blogpost.








Thank you, 


Auto Post Signature