Mempromosikan Personal Brand Melalui Event

18.3.20
CARA MEMBANGUN PERSONAL BRANDING


Sudahkan  menemukan apa passion- mu?

Jika masih ragu apa passion mu, coba cari sebuah aktivitas yang sering kamu lakukan yang memenuhi 4E : Enjoy, Easy, Excellent, dan Earn.

Enjoy : Aktivitas yang membuat kita nyaman dan senang melakukannya.

Easy : Aktivitas yang kita lakukan terasa mudah

Excellent : Aktivitas yang kita lakukan hasilnya baik

Earn : Aktivitas tersebut dapat mendatangkan uang, prestasi, penghargaan dan sebainya.

Sudahkan menemukan satu atau dua aktivitas yang memenuhi 4E di atas? Jika sudah, bisa jadi itu adalah PASSION hidupmu.

Passion ini bisa berwujud profesi, bisa juga berbentuk HOBI. Passion menjadi modal bagi seseorang dalam menentukan PERSONAL BRAND.


Personal Brand memang dapat dioptimalkan dengan social media. Tapi faktanya, branding bagus di social media saja tidak cukup. Jika ingin kompetensi kita teruji dan diakui, maka kita perlu berinteraksi secara langsung (face to face) dengan target market  atau komunitas masyarakat yang kita tuju di dunia nyata. Interaksi tatap muka dapat membuktikan kemampuan yang kita miliki baik secara verbal maupun nonverbal. Salah satu interaksi tatap muka yang digunakan untuk mempromosikan personal brand adalah melalui EVENT.

Jika berkesempatan berinteraksi dengan target market kita, kemudian mereka yakin dan merasa puas, mereka akan dengan suka rela membicarakan kita, merekomendasikan kepada orang lain, termasuk memberi ulasan positif di social media. Dalam dunia marketing disebut dengan word of mouth.

Lantas, bagamana mempromosikan personal brand melalui event?

Mulailah dengan menjadi pembicara tamu (guest speaker)

Ajak kawan, atau suatu komunitas untuk berkolaborasi mengadakan suatu event. Rekomendasikan secara suka rela diri sendiri untuk menjadi pembicara di acara tersebut.

Dengan menjadi guest speaker, kita akan memperoleh beberapa keuntungan?

1. Kita dianggap mampu dan menguasai bidang yang menjadi keahlian kita.
2. Bertemu dengan orang- orang baru di luar lingkar pertemanan dan komunitas kita.
3. Mengamati aktivitas manajemen event yang dilakukan panitia. Kita bisa belajar bagaimana panitia mengkoordinasi pembicara, peserta, promosi event, dll yang nantinya berguna saat kita membuat event sendiri.
4. Kita tidak perlu khawatir tentang logistik pengorganisasian acara, seperti lokasi, katering, peserta, tetapi personal brand kita dapat terekspos kepada audiens yang ditargetkan.

Jika kita sudah memiliki strong position,  jaringan relasi yang cukup banyak, dan pemahaman manajemen event yang baik, maka selanjutnya kita bisa membuat event kita sendiri untuk mempromosikan personal brand.

Jadi jika sebelumnya kita menumpang di event komunitas lain, sekarang saatnya membuat event mandiri.

Membuat Event Mandiri


PELATIHAN PERSONAL BRANDING


Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membuat event mandiri untuk mempromosikan personal brand?

1. Pilih event yang tepat

Sebelum merencanakan sebuah event, cari tahu dulu apa event yang membuat kita nyaman dari segi modal (pembiayaan) dan teknis pelaksanaan.

Jenis event yang dapat dipilih seperti :
- Live streaming (Youtube/ instagram)
- Virtual events (Kulwap)
- Seminar dan workshop
- Pameran
- Talkshow, dll

2. Uji kelayakan event

Jika event ini kita buat secara mandiri, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan

a. Berapa biaya atau modal yang kita miliki
b. Berapa banyak orang yang akan terlibat membantu kita
c. Bagaimana memasarkan event tersebut agar banyak orang yang tertarik datang

3. Promosikan event

Manfaatkan berbagai platform digital untuk mempromosikan event. Baik yang gratis maupun berbayar.
Ide promosi event menggunakan social media, selengkapnya dapat di dengarkan melalui Podcast The Late Brunch With Sara Neyrhiza di bawah ini




4. Deskripsikan event secara persuasif

Temukan sebuah alasan yang kuat mengapa orang harus datang ke event kita. Sampaikan melalui berbagai postingan di social media. “Avoid empty, superfluous words that don’t give the reader useful information.”
Jelaskan juga profil dari pembicara yang hadir. Siapa mereka dan mengapa mereka relevan, atau membawa perspektif penting ke topik event.

5. Pilih lokasi event yang ideal

Setelah menentukan jumlah target orang yang hadir, selanjutnya pilih lokasi yang ideal. Tidak perlu terlalu besar, namun memiliki fasilitas yang memadai. Saat ini sudah banyak hotel dan restauran yanng menyediakan meeting room dengan harga terjangkau. Biasanya kita hanya perlu membayar biaya konsumsi, pihak hotel akan memberikan fasilitas tempat gratis, beserta perlengkapan seperti lcd proyektor, screen, alat tulis, dll.

6. Dokumentasikan acara

Jangan lupa untuk mendokumentasikan acara yang nantinya dapat kita unggah di social media, blog atau website. Mereka yang tidak hadir di acara  kita, tetap akan mengetahui informasi event yang kita buat.

Bagaimana, sudah siap membuat acaramu sendiri?

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Persiapan Pembicara Seminar dan Workshop

16.3.20
TRAINER PUBLIC SPEAKING DI SOLO JOGJA SEMARANG


Sebuah acara sering kali menghadirkan pembicara sebagai narasumber. Narasumber yang dipilih umumnya memiliki pengalaman, keahlian atau profesi tertentu yang dianggap mampu memberi wawasan, ilmu dan pengetahuan kepada audiens yang hadir. 

Ketika seseorang dihubungi oleh panitia acara dan diminta sebagai pembicara, pastikan ia melakukan berbagai persiapan dengan baik. Orang bijak mengatakan "Barang siapa yang tidak melakukan persiapan, berarti ia sedang mempersiapkan kegagalan". Tentu kita tidak ingin gagal bukan?

Persiapan apa saja yang harus dilakukan para pembicara seminar dan workshop agar tampil prima di depan audiens? 

1. Tanyakan detail 5W + 1H


Ini bukan sekedar prinsip dasar ilmu jurnalistik. Namun bisa diterapkan dalam mendeskripsikan suatu hal secara detail. Tanyakan kepada panitia beberapa hal berikut ini :

Apa acara dan temanya?
Kapan hari, tanggal dan waktu pelaksanaan?
Di mana tempat dilaksanakan acara?
Siapa saja yang akan hadir sebagai audiens?
Bagaimana format pelaksanaan acara? Apakah pembicara melakukan presentasi atau live talkshow? Jika presentasi berapa lama durasinya?


2. Tidak perlu sungkan menanyakan fee


Tidak masalah jika seseorang tidak meminta bayaran atas kehadirannya dalam suatu acara. Namun, jika kita ingin dihargai atas waktu, tenaga, pemikiran, biaya transportasi, penampilan fisik yang kita persiapkan untuk menjadi pembicara suatu acara, maka tanyakan berapa nominal fee yang akan kita terima. Tidak perlu malu!

Ada baiknya masalah fee ini clear di depan. Saya pribadi memiliki kebijakan beragam dalam menentukan fee pembicara seminar dan workshop. Ada beberapa pertimbangan seperti siapa penyelenggaranya, bagaimana konsep acara, berapa banyak audiens yang hadir, apakah audiens yang hadir memebayar tiket atau gratis, berapa jauh lokasi acara dan tempat tinggal saya, dan apa saja detail materi yang saya persiapkan.

Semakin kompleks kebutuhan, saya akan mengajukan budget fee yang lebih tinggi. Ingat, komunikasikan hal ini dengan panitia jauh hari sebelum acara. Panitiapun juga akan mengukur, apakah budget pembicara sesuai dengan anggaran yang mereka siapkan.

3. Meminta TOR (Term of Reference)


Sebelum mulai menyiapkan materi, mintalah pada panitia TOR (Term of Referense) yakni referensi topik yang dibahas oleh pembicara. TOR ini mencakup rincian materi yang diinginkan panitia untuk dibahas pada acara tersebut.

Minta TOR ini jauh- jauh hari, agar mempersiapkan materi seminar dan workshop dapat dilakukan dengan baik dan terstruktur.

4. Slide presentasi


Slide presentasi ini dibutuhkan ketika pembicara diminta untuk memresentasikan materi di depan audiens. Tanyakan pada panitia berapa lama durasi yang disediakan untuk membawakan materi tersebut.

Salah satu aturan presentasi dikenalkan oleh Guy Kawasaki melalui rules 10/20/30. Tips membuat presentasi efektif sudah pernah saya tuliskan sebelumnya dan dapat dipraktikkan bagi pembicara yang ingin menyajikan presentasi yang tidak bertele-tele.

Jika acara berformat talkshow, saya juga biasanya menyiapkan slide power point sederhana. Siapa tahu dibutuhkan, slide presentasi ini bisa ditampilkan.

Setelah slide presentasi kita buat, jangan lupa untuk menduplikasinya ke flash disk atau cloud computing ( drop box, google drive, dsb) untuk segala kemungkinan buruk yang terjadi (file terhapus tanpa sengaja)

Jika menjadi pembicara suatu workshop yang memerlukan demonstrasi, siapkan alat dengan baik. Dan jika membutuhkan asisten peraga, maka hubungi dan lakukan briefing dengan asisten jauh sebelum hari H.

5. Persiapkan wardrobe sesuai acara


Saya selalu menayakan pada panitia apakah ada dresscode khusus yang ditentukan. Misalnya dari segi warna yang menjada identitas acara. Contoh brand SGM, dresscode warna merah, Shopee warna oranye, Pocari Sweat warna biru, dll. Pembicara adalah kesatuan penting dalam acara, maka memilih pakaian dan riasan yang tepat akan membuat pembicara nampak memahami betul acara dan siapa yang mengundangnya. 

Blazer dan skinny pants sering menjadi andalan saya. Selain nampak kasual profesional, juga nyaman digunakan.

Baca Juga : Pentingnya Visual Public Speaker

6. Ajukan MOU ( Memorandum of Understnding)


Kerja sama diikat oleh sebuah kepercayaan. Kepercayaan dapat dibangun melalui naskah tertulis yang disebut MOU. Gunanya, agar penitia dan pengisi acara (pembicara) sama - sama memahami hak dan kewajibannya.

Sebagai pembicara biasanya saya mengajukan beberapa daftar, seperti teknis pembayaran ( berapa jumlah down payment, kapan pelunasan fee, dll). Ada kalanya saya juga mengajukan riders seperti antar jemput dan penyediaan mic wireless dan pointer. Tentu saja, setiap pembicara memiliki kebijakan masing- masing. Dan sebelum MOU ditanda tangani, antara pembicara dan panitia bisa melakukan negosiasi agar semua senang semua tenang.

Berdasarkan pengalaman sebagai public speaker, detail MOU akan lebih kompleks jika event dilaksanakan di luar kota (domisili), bahkan lintas negara yang membutuhkan akomodasi dan transportasi yang beragam.

7. Sediakan CV


Curriculum Vitae (CV) adalah dokumen yang berisikan informasi pengalaman pendidikan, pekerjaan dan kualifikasi seseorang. Buatlah sebuah CV dalam bentuk PDF. Perbarui CV ini secara berkala khususnya jika ada perubahan terhadap profesi yang dijalani. Tidak perlu panjang- panjang dalam menyertakan informasi di CV. Cukup 1 lembar halaman yang mampu mendeskripsikan pengalaman profesional kita secara jelas.

CV ini nantinya digunakan oleh panitia/ moderator ketika sesi perkenalan sebelum pembicara memberikan materi.

Halaman about me di blog ini, sering kali saya gunakan sebagai pengganti CV


8. Mintalah rundown pada panitia


Rundown atau susunan acara, biasanya sering berubah hingga mendekati acara. Minta fix rundown dari panitia, agar pembicara memiliki gambaran kapan sesinya dimulai dan berakhir. Pembicara juga dapat memperhitungkan kapan ia harus tiba di lokasi acara agar tepat waktu.


Itulah beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dikomunikasikan dengan panitia sebelum tampil sebagai pembicara seminar atau workshop. Pembicara yang baik bukan hanya fokus pada materi yang disajikan, namun juga visual, manajemen waktu dan pemahaman terhadap tujuan suatu acara diadakan. Maka, tidak perlu ragu untuk berdiskusi dengan panitia terkait apa saja yang dibutuhkan oleh pembicara demi suksesnya acara.


See you on the next blogpost.







Thank you, 


Baca Juga : Tips Persiapan Talkshow di Radio



Workshop Teknik Presentasi di Universitas Slamet Riyadi

14.3.20

WORKSHOP PUBLIC SPEAKING SOLO JOGJA SEMARANG

Jumat, 13 Maret 2020 adalah terakhir kalinya saya hadir sebagai pembicara event sebelum Solo mendapatkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) akibat COVID 19. Saya berkesempatan untuk memberikan pelatihan public speaking kepada para mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Acara yang dikemas workshop ini di awali dengan pemberian materi teknik presentasi. Selanjutnya, peserta yang hadir dikelompok dan diberi kesempatan untuk membuat slide presentasi kemudian mempresentasikannya.

Saya memberikan penilaian kepada tiap kelompok yang mempraktikkan teknik presentasi. Kebanyakan dari peserta, ternyata masih harus lebih kreatif dalam membuat slide presentasi. Tidak semua menggunakan aturan presentasi efektif ala Guy Kawasaki yang sudah saya terangkan sebelumnya. Secara teknik presenting juga masih harus dilatih lagi. Meski demikian, semoga pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00- 15.00 WIB dapat memberi wawasan bagaimana tampil public speaking dengan baik dan dapat dipraktikkan di dalam perkuliahan.

PRAKTISI KOMUNIKASI SARA NEYRHIZA

WORKSHOP TEKNIK PRESENTASI

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Glossophobia, Ketakutan Berbicara di Depan Umum

9.3.20
PELATIH PUBLIC SPEAKING SOLO JOGJA SEMARAG

Mengapa rasanya begitu deg- degan ketika diminta berbicara di depan umum?
Sebagian orang, mungkin bisa mengatasi rasa grogi dan gugup ketika melakukan public speaking. Namun, sebagian yang lain harus berusaha lebih keras. Mungkin sebelum tampil sudah melakukan persiapan yang matang jauh- jauh hari. Ketika hari H, semua materi seperti menguap tak bersisa. Memandang jumlah hadirin, justru membuat  banyak keringat dingin keluar.

Public speaking, kegiatan berkomunikasi di depan umum ini memang menantang. Rasa percaya diri adalah kunci. Percaya diri ini harus dilatih, agar seseorang mampu mengatasi kecemasan yang dirasakan.

Ketakutan yang hebat ketika diminta melakukan public speaking, sering dialami para penderita GLOSSOPHOBIA, yakni fobia berbicara di depan umum. Rasa takut yang dirasakan ternyata mampu menimbulkan gangguan fisik, seperti pusing, mual, dan rasa ingin selalu kencing atau BAB.

Lantas, bagaimana glossophobia bisa terjadi?

Apa gejala glossophobia?

Dan bagaimana mengatasi glossophobia ini ?

Selengkapnya bisa didengarkan di episode terbaru podcast The lLate Brunch with Sara Berikut ini.







Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Mental


See you on the next blogpost.







Thank you, 




Pelatihan Public Speaking Mahasiswa vs Ibu Rumah Tangga

6.3.20
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING SOLO JOGJA SEMARANG

Fokus membangun SPEAKING.id, ruang belajar public speaking, saya diberikan kemudahan untuk bertemu banyak orang dari berbagai segmentasi demografi. Tidak melulu berhadapan dengan mahasiswa anak sekolahan. Nyatanya, banyak para ibu yang tidak mau kalah. Masih punya semangat tinggi untuk selalu belajar ketrampilan berbicara di depan umum.

Banyak komunitas perempuan yang kian produktif. Sering mengadakan forum belajar, event- event, serta kolaborasi dengan instansi atau komunitas lainnya. Kegiatan bersosialisasi inilah yang pada akhirnya menyadarkan kembali, bahwa aktivitas public speaking yang dulu sering dilakukan kala kuliah, ternyata butuh diasah kembali.

Motivasi Belajar Public Speaking


Minggu, 1 Maret 2020 saya berkesempatan untuk memberikan pelatihan public presentation and communication untuk mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Acara ini dihadiri para mahasiswa baru. 

MAGISTER MANAJEMEN UNS SOLO


Menggunakan referensi kala kuliah dulu, saya mencoba memberikan wawasan bahwa ketrampilan public speaking bisa diasah dari dalam kelas. Setiap tugas menuntut untuk dipresentasikan di depan dosen dan mahasiswa lainnya. Maka, tidak ada salahnya presentasi dilakukan dengan teknik yang benar.

Terlebih ketrampilan ini bukan sulapan. Butuh dilatih agar makin terasah. Makin adaptif terhadap audience dan situasi tak terduga di lapangna.

Berbeda dengan mahasiswa yang memiliki tuntutan belajar, para ibu yang berlatih public speaking lebih tanpa beban. Kamis, 27 Februari 2020 saya memberikan pelatihan public speaking bersama Komunitas Playdate Solo Raya. Ada sembilan ibu yang hadir, karena workshop ini dirancang dengan waktu yang terbatas dan kelas yang intim. Beberapa yang  datang membawa buah hatinya.

Baca Juga : Berlatih Public Speaking dalam 4 langkah


KURSUS PUBLIC SPEAKING DI SOLO JOGJA SEMARANG


Meski suara tangis anak, memberi jeda sesekali, rupanya tidak menyurutkan percaya diri peserta untuk tampil praktik master of ceremony. Sebagian harus menggondong anaknya, yang merajuk tak mau ditinggal sendiri. Dengan tangan kiri menggendong dan tangan kanan memegang microphone, sesi praktik tetap bisa dilalui. Para ibu ini mengaku grogi, tapi tetap mengambil kesempatan. Tanpa beban saja, tidak ada penghakiman. Meski sesekali saya memberi saran dan masukan, agar bisa diperbaiki dirumah.

KURSUS PUBLIC SPEAKING DI SOLO JOGJA SEMARANG

KOMUNITAS PLAYDATE SOLO RAYA

Baca Juga : Mitos dalam Public Speaking


Motivasi belajar tiap orang tentu saja berbeda. Ada yang hanya sekedar ingin tahu, ada yang karena perintah, tapi ada yang betul- betul ingin meningkatkan skill berbicaranya. Di kelas private, bahkan ada seorang Ibu yang berusia 55 tahun mendaftarkan diri mengantri berbulan- bulan lamanya. Datang selalu tepat waktu, menyimak materi dengan sungguh- sungguh, dan tanpa malu- malu tampil di depan saya untuk praktik. Beliau mengatakan, sejak belajar percaya dirinya bertemabah. "Karena sudah tahu ilmunya, sekarang jadi tahu harus bicara apa, Mbak," ujar sang Ibu yang tinggal di Sragen, puluhan kilometer dari akntor SPEAKING.id.

Jadi kalau ditanya memberikan pelatihan public speaking untuk mahasiswa dan ibu rumah tangga, susah yang mana? Jawabannya adalah SAMA SAJA. Yang susah itu kalau bertemu yang tidak niat belajar. Bingung saya, dia maunya apa :)


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Membuat Podcast dengan Mudah dan Gratis

20.2.20
PODCASTER PEREMPUAN INDONESIA

Di postingan yang lalu, saya sudah menulis bagaimana membuat podcast di Spotify. Tapi kali ini saya akan menjelaskan lebih detail bagaimana tahapan membuat podcast dengan mudah, sehingga dapat diikuti siapapun yang ingin memulai membuat podcast.

Mengapa membuat podcast? Pertanyaan ini sangat sering datang ke saya. Alasan pertama, karena era podcast sedang naik daun di Indonesia, meski terlambat dibanding Amerika dan Eropa. Seperti digital creator lainnya, mengikuti era sama dengan membuat sisi kreativitas selalu hidup dan up to date. Kita tidak ketinggalan teknologi, sekaligus mengkonvergensi (menggabungkan) berbagai media yang kita miliki untuk tujuan tertentu. Entah meniatkan untuk mengedukasi, personal branding atau monetisasi.

Baca Juga : Cara Membangun Personal Branding


Alasan kedua, mengapa membuat podcast, karena buat saya podcast sangat dekat dengan radio. Semenjak resign dari radio dan aktif menjadi dubber, saya membutuhkan media untuk mentransfer kesukaan berbicara. Apalagi perempuan rata- rata mengeluarkan  20.000 kata per hari. Podcast menjadi alternatif positif daripada ngomel- ngomel tidak jelas apalagi berghibah dengan tetangga. ups!

Bagi yang tidak suka tampil di depan kamera, podcast ini menjadi pilihan untuk menunjukkan eksisitensi diri. Podcast juga membantu menyampaikan gagasan dan isi kepala dengan lebih baik daripada sekedar dituangkan melalui tulisan seperti dalam blog ini. Lebih leluasa dengan proses produksi yang lebih sederhana.

Apa itu Podcast?


Podcast dalam bahasa Indonesia disebut Siniar. Podcast adalah rekaman suara yang dapat di download dan didengarkan kapan saya dan di mana saja. Selintas mirip dengan vlog di youtube, itu mengapa podcast terkadang juga disebut audio blog. Di sisi lain juga dekat dengan radio, karena bersifat auditif (hanya mampu dinikmati dengan cara didengarkan), dengan berbagai topik yang dibicarakan, bersifat personal dan dapat dinikmati sambil melakukan aktivitas lain (as a background). Itu mengapa podcast juga sering disebut radio on demand.

Meski ada sejarah panjang di belakangnya, podcast mulai dikenal setelah era ipod besutan Apple hadir di masyarakat. Thats why, podcast juga disebut ipod-broadcasting.

Selanjutnya saya akan menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam membuat podcast dengan mudah dan tentu saja gratis.

Membuat Podcast dengan Mudah dan Gratis


1. Menentukan Topik Utama Podcast


Sama seperti blog, blog dengan niche (ceruk/ topik bahasan) yang tersegmentasi akan memudahkan blog kita dikenal oleh pembaca. Begitu pula dengan podcast. Jika channel podcast kita ingin mudah dikenali, maka cobalah memilih 1 topik utama, yang nanti akan diturunkan ke tiap- tiap episode podcast.

Pembaca blog bisa sampai di blog mungkin tanpa disengaja, misalnya melalui penelusuran di Google. Tapi tidak demikian dengan podcast, sejauh ini kata kunci pada podcast tidak dapat terindeks di mesin pencari, kecuali jika podcast tersebut terembed pada sebuah website dengan narasi teks yang melengkapinya. Itu juga yang membuat peran dari "creator" atau man behind the gun, menjadi daya tarik sebuah podcast.

Podcast milik para public figure akan lebih menarik perhatian pendengar. Para pendengar podcast perlu sebuah kesadaran untuk mau mendengarkan sebuah episode, tidak sekedar datang karena tidak sengaja.

Itulah pentingnya menentukan topik utama podcast. Podcast saya #KalauCinta berfokus pada kisah- kisah cinta universal. Sedang The Late Brunch with Sara Neyrhiza memilih Self- Improvment sebagai topik utama. 

Dengarkan : Podcast The Late Brunch with Sara


Tips!
Pilih topik yang dikuasai, agar mudah ketika mencari data/ bahan pembicaraan. Juga ketika menyampaikan informasi kepada pendengar. Podcaster yang bertele- tele dalam penyampaian dan terkesan bingung dengan apa yang dibicarakan akan membuat pendengar malas mendengarkan podcast tersebut dan dengan sekejap berpindah di saluran lain.

2. Membuat Naskah Podcast

Sumber : philipp.truebiger.com

Naskah akan memandu seorang podcaster agar berbicara dengan baik dan terstruktur. Jika siaran berdua (double host) naskah podcast juga akan memandu agar apa yang dibicarakan tidak melebar kemana- mana.

Jika ingin melakukan podcast solo (sendirian), umumnya ada tiga jenis naskah yang dapat digunakan. Naskah kata-per-kata, naskah kerangka episode dan naskah bullet point. Bagi pemula naskah kata- per-kata akan mempermudah podcaster dalam berbicara. Agar tidak berkesan monoton, podcaster harus belajar bagaimana membaca naskah dengan memainkan intonasi. 

Untuk penjelasan lebih lengkap, saya sudah membuat tulisan dengan judul bagaimana cara membuat naskah podcast dengan mudah. Silakan dibaca.

Tips!
Buatlah naskah yang paling mudah terlebih dahulu agar kita terbiasa dalam berbicara secara jelas dan nyaman didengarkan. Jika sudah percaya diri dan makin terbiasa, pilihlah jenis naskah yang paling sederhana.

3. Mendaftar di Anchor.fm


Sekarang membuat channel podcast menjadi lebih mudah. Ada berbagai platform gratis yang tersedia dengan distribusi yang baik. Platform membuat podcast gratis yang saya gunakan adalah ANCHOR.FM. Anchor dapat digunakan melalui desktop maupun di smartphone.

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki Anchor

1. Userfriendly, mudah digunakan. 

Di Anchor kita dapat merekam suara dan langsung menguploadnya. Ada beberapa fitur penambah intro, interlude dan backsound. 

2. Langsung terdistribusi ke berbagai platform podcast lainnya.

Sekali upload, podcast kita langsung terdistribusi ke berbagai platform. Salah satunya Spotify. Spotify sendiri sudah mengakuisisi Anchor dibawah kepemilikannya, sehingga secara sistem mereka terintegrasi dengan baik. Spotify juga menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan untuk mendengarkan podcast.

Jadi, ketika file audio sudah terupload di Anchor, audio podcast kita langsung terdistribusi ke berbagai platform lainnya secara otomastis. Bukan hanya Spotify tetapi juga Apple Podcast, Google Podcast, dll.

Tips!
Versi desktop lebih nyaman digunakan daripada versi smartphone.

4. Siapakan Nama Podcast dan Cover Art

THE LATE BRUNCH WITH SARA NEYRHIZA

Setelah mendaftar di Anchor, tentukan nama channel podcast kita. Pilih nama yang bisa merepresentasikan topik podcast yang diangkat. Atau pilih sebuah nama yang earcatching, sekaligus tidak pasaran sehingga belum dipakai oleh podcaster lain.

Siapkan juga cover art atau foto utama untuk podcast kita. Desain gambar yang sesuai dengan identitas dan topik podcast. 

Tips!
Cover Art baiknya hanya sebagai foto utama podcast. Pada masing- masing episode podcast gunakan gambar lain.

5. Mulai Merekam Suara


Langkah selanjutnya adalah merekam suara untuk podcast. Nggak usah khawatir kalau kita tidak memiliki set alat rekam yang mumpuni, karena merekam suara dengan handphone bisa kita lakukan.
Pada aplikasi Anchor kita dapat merekam suara kita secara langsung. Atau jika ingin lebih maksimal, gunakan fitur recorder pada smartphone kita. Rekam dulu suara kita, baru upload di anchor.

Gunakan suara kita yang natural, tidak perlu dibuat- buat agar berkesan bagus. Karena kalau terlalu lama dibuat- buat kita akan lebih cepat capek berbicara. Bagi yang sudah sering siaran radio, bisa menggunakan teknik suara diafragma. Nah, ditulisan selanjutnya saya akan membahas lebih lengkap apa itu suara diafrgama untuk siaran podcast dan public speaking.

Pada saat merekam suara pelajari juga teknik merekam suara yang baik, termasuk memilih tempat yang tepat untuk merekam suara agar tidak banyak gangguan.

Bagaimana teknik merekam podcast dengan handphone bisa dilihat pada video di bawah ini.



Tips!
Coba dengarkan dulu suara kita! Jadi gini, sebagian orang pengennya sekali merekam suara langsung beres, jadi, terus upload. Baiknya, coba deh rekam suara kita selama 2 menit sebagai sesi trial. Lalu kita dengarkan tuh suara kita dan evaluasi. Apakah hasil suaranya jernih, apakah minim noise, apakah intonasi kita monoton dan lain sebagainya. Jika dirasa sudah baik, baru rekaman suara lagi versi yang sebenarnya.


6. Editing Seperlunya


Banyak melakukan kesalahan, tidak masalah. Kita bisa melakukan editing dengan aplikasi gratis seperti wave editor yang bisa kita download di handphone. Di aplikasi ini, kita juga bisa menambahkan backsound, mengurangi noise atau mengubah pitch sesuai yang kita inginkan.

Jika kamu ingin melakukan editing suara dengan desktop, kamu bisa memilih software Adobe Audition yang juga mudah digunakan.

Tips!
Editing audio tidak akan sulit jika proses perekaman suara sudah baik. Maka penting untuk melakukan perekaman dengan teknik dan tempat yang minim noise. Untuk pemilihan musik tema, pilih musik free copy right namun jangan yang sering digunakan orang. Syukur- syukur kita bisa membuat opening atau closing tune original, yang akan membuat podcast memiliki nilai lebih.

7. Upload File Audio di Anchor


Jika rekaman suara sudah siap (versi final dengan editing atau tanpa editing) langkah selanjutnya adalah mengupload file suara pada Anchor. Sertakan juga judul, deskripsi episode, cover art, nomor season dan nomor episode. Pada Anchor kita bisa memilih untuk langsung mempublikasikan atau menjadwalkan sesuai keinginan.

Info!
Pada saat mengupload pertama kali (episode 1) podcast kita tidak akan langsung tayang di Spotify. Kita perlu menunggu beberapa hari. Notifikasi akan dikirimkan via email jika podcast sudah ready di Spotify.

8. Promosi

Nah, ini adalah tahap terakhir sekaligus krusial sebuah podcast. Jangan ragu untuk mempromosikan podcast yang kita buat, salah satunya dengan memanfaatkan akun social media.



Saya biasanya membuat sebuah audiogram untuk mempromosikan setiap episode podcast dan kemudian mempostingnya di instagram dan facebook. Kita juga bisa menggunakan fitur di Spotify untuk langsung men-share episode podcast di Story Instagram.

Intinya, dengan kita melakukan promosi akan semakin banyak yang mendengarkan podcast kita. Kita juga dapat mentracking jumlah pendengar yang mendengarkan masing- masing episode pada Anchor. Kemudian lakukan analisis topik mana saja yang menarik dari penggemar.

Data statistik pendengar

Itu tadi delapan langkah dalam membuat podcast sekaligus melakukan promosi. Untuk saat ini podcast belum dapat dimonetisasi seperti layaknya Adsense, untuk wilayah Indonesia. Namun, tidak menutup kesempatan bagi model iklan seperti adlips dan spot. Meski belum familiar, saya rasa podcast akan terus berkembang baik dari sisi kreativitas maupun periklanan.

Buat para blogger yang ingin memulai nge-podcast, coba deh dengerin episode The Late Brunch ini. Ada tips dan trik memanfaatkan konten di blog kita sebagai materi podcast.



Jika ada yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar :)

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Self Improvement dalam Kekuatan Doa

16.2.20
PRAKTISI KOMUNIKASI SARA NEYRHIZA
Caption ini sudah saya tulis di instagram. Tapi nggak papa juga, kalau saya copy buat di blog.

Aksi = reaksi. Berbeda dengan hukum Newton 3, saya percaya kalau ada aksi positif, kita akan mendapatkan reaksi yang positif juga. Entah dari makhluk bumi, maupun penghuni langit.

Ceritanya baru saja sembuh dari pilek yang selama dua minggu saya derita.  Ehh lha kok, Senin, 10 Februari 2020 tiba- tiba tenggorokan sakit banget dan batuk parah. Padahal harus jadi narasumber seminar tiga hari lagi. "Ya Allah, gimana caranya bisa ngomong, kalau diem aja batuk terus. Buat ngomong perih"

Segera pergi ke dokter di Senin malam. Ke dokter umum di RS. dr.Oen untuk dapat obat dan vitamin.
Sejak saat itu saya nggak berhenti berdoa mohon keajaiban kesembuhan sesegera mungkin. Tapi malahan tiap malam  susah tidur, karena batuk nggak mau berhenti. Saya sengaja tidur di depan TV, biar suami dan Lila nggak ketularan.

Ternyata batuk nggak membaik. Saya bener- bener mengharap keajaiban dari Allah. Percaya aja sama kekuatanNya.

PRAKTISI KOMUNIKASI


Hari H, Kamis, 13 Februari 2020 saya titipin Lila ke mama. Suami siap backup anter dan nemenin selama acara berlangsung di Sragen.

Setelah mampir makan di jalan, terus ke rest area buat mampir ke toilet, akhirnya sampilah  di SMAN 1 Sragen. Misi saya cuma satu. Apapun yang terjadi di panggung saya pasrah. Saya cuma niat berbagi ilmu buat temen- temen yang hadir. Tambah teman, tambah relasi. 

Saya disambut dengan baik oleh panitia dan para guru. Juga menyempatkan diri mengobrol dengan bapak- bapak TNI dari Kasbangpolinmas yang juga dihadirkan sebagai pembicara di seminar pendidikan ini. 

ZAHRA NOOR ERIZA


Baca Juga : Basic Public Speaking Class di SPEAKING.Id


Selama menunggu sesi untuk perform, saya banyakin minum air putih dan permen mint. Pokoknya gimana caranya tenggorokan nggak kerasa kering dan perih.

Namanya juga takdir, ternyata sebelum sesi saya malah terjadi mati listrik. Panitia berusaha kerasa untuk menyewa genset. Saya punya waktu untuk kembali bersiap sambil menunggu listrik menyala.

Saat sesi saya tiba karena listrik berhasil menyala, melihat AKSI antusiasme audience yang hadir dari perwakilan berbagai sekolah, tubuh dan adrenalin saya memberi REAKSI dengan menghentikan batuk. Batuk langsung menghilang dalam sekejab. Saya bisa lancar menyampikan materi, termasuk ngajak audience buat Tik-Tokan bareng goyang ubur-ubur :)

Teknik suara diafragma betul-betul powerfull menjaga suara saya tetep stabil ngomong selama 90 menit hingga acara usai.
Batuk saya belum sembuh. Tapi saya merasakan kekuatan aksi = reaksi dengan izin Tuhan.

Finally, Terima kasih untuk semangat semua yang hadir di seminar pendidikan kemarin. Khususnya para panitia dengan segala kerja kerasnya.
Dan yang tidak ketinggalan, my super support system suami yang entahlah, susah untuk dijelaskan tapi saya sangat bersyukur memilikinya.
Guys, kalau lupa apa itu hukum Newton 3 nih penjelasannya. Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. F aksi = -F reaksi

Seminar Pendidikan 
Self Improvement for Bright Generation, Kamis 13 Februari 2020 di SMA N 1 Sragen
SMA NEGERI 1 SRAGEN

TRAINER PUBLIC SPEAKING


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Membuat Naskah Podcast, Biar Nggak Ngelantur Sana Sini

14.2.20
MEMBUAT NASKAH PODCAST

Mendengarkan podcast, kembali mengingatkan saya dengan masa asyiknya mendengarkan radio. Sebagai kawan ketika asyik bekerja di kantor, atau pengantar pergi tidur di malam hari. Mungkin hal ini karena karakteristik podcast yang auditif, terasa begitu dekat, personal, sekaligus bisa menjadi background.

Alih-alih menyamakan podcast dengan siaran radio, podcast malah cenderung lebih mirip dengan vlog di youtube. Sifatnya yang on-demand, memberikan pendengar kontrol yang besar terhadap tayangan. Kita dapat mendengarkan  podcast yang kita inginkan kapan saja dan di mana saja. Siaran suara pada podcast memiliki  tingkat fleksibelitasnya yang lebih tinggi daripada radio konvensional.

Podcast di Indonesia terus mengalami peningkatan. Jika melihat kolom podcast di Spotify, banyak hadir channel- channel baru yang menduduki posisi teratas. Begitu pula dengan para public figure yang selama ini menjadi content creator video, mulai melakukan konvergensi media melalui kanal podcast.

Pendengar podcast juga makin beragam. Riset yang dialakukan DailySocial yang bekerja sama dengan JakPat Mobile Survey Platform dengan  menyurvei  2023 pengguna smartphone di tahun 2018, menunjukkan bahwa generasi berusia 20- 25 tahun adalah yang terbanyak mendengar podcast dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Membuat Naskah Podcast Bagi Pemula


Sama ketika vlog hadir di tengah masyarakat, podcast juga berhasil mencuri perhatian. Meski ternyata, tidak semua orang merasa lihai merekam suaranya sendiri. Bagi mereka yang bekerja di radio, entah sebagai penyiar, reporter atau voice over talent, merekam suara mungkin bukan hal yang sulit.

Namun, bagi mereka baru memulainya, mungkin akan terasa kaku dan bingung dengan apa yang ingin disampaikan. Itu mengapa, kita perlu membuat naskah podcast sebagai panduan dalam berbicara.

Tujuan Membuat Naskah Podcast

Sama halnya dengan naskah siaran radio, naskah podcast dibuat dengan beberapa tujuan, seperti :

1. Untuk memandu podcaster terkait hal-hal yang diucapkan, sehingga tidak ada yang terlewat
2. Untuk keamanan, bisa mengurangi stres yang mungkin muncul saat podcaster harus mengingat beragam materi yang ingin disampaikan
3. Menulis naskah membantu dalam mengeksplorasi sebuah materi secara lebih mendalam, sehingga podcast menjadi lebih menarik.
4.  Menghindari kesalahan menyangkut akurasi informasi
5. Penataan alur pikiran secara logis (naskah akan menuntun alur dalam bertutur)
6. Pemahaman dan intrepertasi terhadap isi naskah akan lebih mempertajam gaya bertutur podcaster., sehingga ia dapat membawakan dengan tone dan intonasi yang tidak monoton.
7.  Dokumentasi materi dari tiap episode- episode podcast yang ditayangkan

Bagi podcaster pemula, penting menetukan topik dari podcast yang akan dibuat. Podcast dengan topik yang tersegmentasi, akan membuat pendengar lebih mudah mengenali podcast yang kita miliki. Sebagai creator kita juga akan lebih fokus dalam mengembangkan berbagai topik bahasan dalam tiap- tiap episodenya.

Setelah memilih niche topik dari podcast yang kita buat, maka langkah selanjutnya adalah membuat naskah podcast.

Jenis Naskah Podcast


1. Naskah kata- demi- kata

Bagi yang belum terbiasa merekam suaranya, ada baiknya menulis naskah podcast  kata-demi-kata. Naskah ditulis kata demi kata secara terstuktur, lengkap, dan kemudian kita baca keseluruhan. Teknik ini disebut dengan manuskrip.

Membaca naskah dengan metode manuskrip akan memastikan bahwa kamu menyampaikan semua yang kamu inginkan. Sehingga tidak ada yang ketinggalan, dengan akurasi data atau fakta yang tepat.

Metode manukrip juga membantu bagi yang sedikit kurang percaya diri dalam berbicara dan lebih suka pendekatan terstruktur/ metodis dalam rekaman.

Kelemahan metode manuskrip ini, podcaster yang terlalu terpaku pada naskah  akan  sering membuat intonasi suara monoton dan kaku. Hal ini akan membuat pendengar cepat bosan.

Tipsnya, cobalah beri tanda baca pada naskah / (garis miring satu) untuk koma, // (garis miring dua) untuk titik. Dengan bantuan tanda baca ini, podcaster sekaligus berlatih memberi nada pada setiap kata yang diucapkan, juga penekanan pada akhir kalimat sehingga tidak bertutur secara monoton.

Podcast saya yang berjudul #KalauCinta juga menggunakan teknik manuskrip ketika membawakannya. Formatnya yang monolog, membantu saya untuk menyampikan isi cerita lebih mengalir secara rapi mulai dari setup ( introduction) - confrontation -resolution


MEMBUAT NASKAH PODCAST
Sumber : philipp.truebiger.com
Metode penulisan naskah podcast #KalauCinta ini saya adaptasi dari teknik penulisan naskah radio. Selengkapnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.

Podcast
#Kalau Cinta
Episode
7
Title
Bertepuk Sebelah Tangan
Date
8 Juli 2019
Music
Free Music Youtube Library
Jingle Closing Original #KalauCinta

Opening
Hai/ Apa kabar//
Sara Sara Neyrhiza/ di Kalau Cinta//
Seperti biasa/ kisah cintamu/ Sara hadirkan di sini//
Intro
Seperti biasa aku mengantarkan Nina pulang ke rumah// Meski aku masih harus kuliah jam ketiga/ rasanya tidak tega kalau Nina harus pulang naik bus sendiri//
Sudah lebih dari lima tahun/ mengantar dan menjemput Nina sekolah menjadi kebiasaan dan rutinanitasku setiap hari// Setelah kami lulus dari SMA/ ternyata kami masih berada di kampus yang sama// Maka aku lanjutkan saja rutinitas bertemu dengannya kala pagi dan siang/ bahkan sore atau malam hari//
Confrontation
Disela aku masih sibuk mencari pekerjaan/ aku masih sering mengantar jemput Nina bekerja// Meski tidak sesering dulu/ aku bahagia bisa bertemu dengannya sesekali// Melihat wajahnya yang ayu/ selalu membuatku tenang sebagai laki-laki/ Hnaya Nina perempuan yang dekat denganku//

Hingga suatu hari aku/ dia menyerahkan selembar undangan pernikahan// Terlihat jelas nama Nina dan Bobby pada halaman cover undangan// Tercetak tangan pernikahan mereka tepat dua minggu lagi dari sekarang//

"Surpise" /katanya bersemnagt sambil memamerkan senyum lebarnya// Kamu kenal Boby kan? teman SMA kita dari kelas IPA2?" //Kamu orang pertama yang menerima undanganku ini/ Ikhsan//
Resolution
Dengan tangan bergetar aku terima undangan itu// Secara tiba-tiba hatiku terasa perih// Kepalaku terasa panas// Keringat dingin membasahi keningku// Disitulah aku sadar, bahwa aku mulai hancur perlahan///
Closing
Terima kasih untuk Iksan yang sudah mengirimkan kisahmu di Kalau Cinta// Buat kamu yang ingin mengirimkan naskahmu juga/ kirimkan melalui email di kalaucintapodcast@gmail.com// Sampai bertemu di KalauCinta selanjutnya//




2. Naskah Kerangka Episode 


Jika sudah mulai terbiasa berbicara dan merekam suara untuk podcast, kita bisa memilih jenis naskah podcast kerangka episode. Caranya dengan menulis rencana dan garis besar dari episode podcast. Kita masukkan poin demi poin apa yang ingin kita sampaikan, beserta semua informasi yang kita butuhkan.

Bukan kata per kata, tapi cukup poin-poin garis besarnya saja pada tiap struktur podcast.

Metode ini akan membantu podcaster agar dapat berbicara dengan rapi dan terstuktur, tetapi masih memiliki fleksibilitas dan melakukan improvisasi ketika berbicara.

Di bawah ini contoh outline dari naskah GothamCast

Template naskah dari solo show podcast GothamCast.


3. Bullet Points 


Podcaster yang sudah nyaman berbicara, dan mampu berimprovisasi dengan baik dapat memilih metode bullet point. Tulis saja, judul episode pada bagian header dan selanjutnya tuliskan poin- poin yang ingin disampaikan.

Metode ini membuat cara berbicara podcaster lebih santai dan mengalir. Meski demikian jika tidak fokus, podcaster sering kali justru berbicara semakin melebar diluar topik yang dibicarakan.

Kemampuan improvisasi yang terbatas juga akan memungkinkan podcaster untuk sering mengucapkan filler words seperti "ehm..mmm..uhhh.." yang jika sering diucapkan akan mengganggu kenyamanan pendengar.

Bullet point berikut ini saya gunakan untuk panduan rekaman podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza

Podcast
The Late Brunch
Episode
5
Title
Membangun Personal Branding
Date
8 September 2019
Music
Cue The Late Brunch
1.        Apa aitu Personal Branding
2.        Tujuan Personal Branding
3.        Cara Membangun Personal Branding
-          Kenali Diri (SWOT)
-          Publikasikan Portofolio
-          Bergabung Komunitas
-          Aktivasi sosmed



Baca Juga : Tujuan Membangun Personal Branding

Pilih Naskah Podcast yang Sesuai Denganmu


Metode apa pun yang kamu pilih tidak masalah. Awalnya mungkin dimulai dengan menulis naskah podcast lengkap, membacanya kata demi kata dalam rekaman. Kemudian, setelah sering berlatih dan merasa semakin percaya diri, akan beralih ke metode naskah yang lebih fleksibel.

Di artikel selanjutnya, saya akan membahas bagaimana membuat naskah podcast solo, naskah podcast interview dan naskah podcast co-host show. Artikel tentang podcast lainnya bisa dilihat pada label PODCAST di blog ini.

See you on the next blogpost.







Thank you, 

Auto Post Signature