Showing posts with label SHORT BLOG. Show all posts
Showing posts with label SHORT BLOG. Show all posts

Menjadi Introvert Tanpa Merasa Kesepian

12.8.22
TIPS INTROVERT


Ketika akhir pekan, dan tidak ada pekerjaan mengisi pelatihan atau seminar, saya selalu menikmati momen duduk manis berjam- jam di depan laptop. Terkadang menulis blog, kadang menonton film, kadang membaca e-book.


Sebagai introvert, yang ditakdirkan suka tampil :), ternyata saya menemukan beberapa hal dalam hidup  yang bikin saya tidak pernah merasa kesepian. Meskipun sejujurnya juga tidak memiliki banyak kawan dekat.


Buku The Book of Introvert yang ditulis Tony Ibrahim ini sedikit merangkum bagaimana kehidupan saya sehari- hari. 


Introvert mendapatkan energi dari dalam dirinya, cenderung menjauhi keramaian dan menikmati kesendirian. Meski sendiri, introvert tidak perlu merasa kesepian, seolah ditinggalkan oleh orang lain. Introvert bisa menemukan banyak hal yang membuatnya bahagia dan tetap jadi diri sendiri. 


Membaca

"Membaca adalah keajaiban komunikasi yang bermanfaat di tengah kesendirian"- Marcel Proust.


Temukan dunia yang menyenangkan dari buku yang kita baca. Pilih buku non fiksi untuk memperkaya wawasan dan buku fiksi untuk menumbuhkan empati dan keterampilan sosial.



Melakukan hobi

Introvert akan merasa nyaman ketika terlibat dalam aktivitas yang tenang seperti : berenang, menulis jurnal, mendengarkan musik, berkebun, dll. Jika introvert merasa nyaman, ia tidak akan merasa bosan, cemas atau memikirkan hal yang tidak perlu. Lakukan hal yang kamu sukai.



Lakukan percakapan bermakna

Orang yang terlibat dalam pembicaraan mendalam atau serius justru lebih bahagia. Sebaliknya orang-orang yang sering menghabiskan waktu untuk ngobrol masalah sepele atau basa- basi bisa bikin depresi.  (Sumber : Mehl, Matthias R. Eavesdropping on Happiness: Well-being is Related to Having Less Small Talk and More Substantive Conversations)


Introvert tidak perlu memaksakan untuk hadir di setiap acara kumpul- kumpul. Namun, jangan ragu menemukan suatu percakapan yang mendalam yang bisa menumbuhkan rasa keakraban dengan orang lain.



Sediakan waktu untuk mencintai

Selalu sediakan waktu untuk orang yang kita kenal dan kita cintai. Minimal dengan makan bersama, menanyakan kabar atau membantu pekerjaan rumah tangga. Orang terdekat inilah yang akan membantu kita pertama kali ketika introvert mengalami kesulitan.


"Tidak masalah menikmati kesendirian. Kesendirian penting. Dan bagi sebagian orang, itu adalah udara yang mereka hirup." - Susan Cain

Belajar Bicara dengan Mendengar, Membaca dan Menulis

6.6.22

 

“Ngomong itu nggak doang!” kalau kata Pandji Pragiwaksono, sosok yang mungkin lebih dikenal sebagai komika, tapi juga wara- wiri mengisi berbagai kelas public speaking.

Setelah lebih dari 15 tahun berkarir di bidang komunikasi, dan suka public speaking sejak kelas 3 SD, saya sadar betul bahwa buat bicara yang “bener” kita perlu menajamkan dan asah skill yang lain.

- Mendengar/ menyimak ✅
- Membaca ✅
- Menulis ✅


Kecerdasan berbahasa tidak hanya diukur dari cakapnya berbicara. Buktinya, berapa banyak orang kepleset bertutur, membuat konten tapi tak beretika, tampil di publik tapi tidak layak jadi panutan.

Ngomong, TAPI nggak mau MENDENGAR
: jadi egois, maunya selalu didengar, minim empati, berpikiran tertutup.

Ngomong, TAPI nggak mau MEMBACA
: tong kosong berbunyi nyaring. Yang diomongin nggak ada isinya, minim referensi.

 Ngomong, TAPI nggak mau MENULIS
: yang disampaikan berantakan, tidak terstruktur rapi dan efektif.


Maka, buat siapapun yang belajar untuk berbicara efektif (termasuk saya sendiri) jalan terbaik untuk memulai adalah dengan mendengarkan. Asah ketajaman telinga untuk peka terhadap lingkungan, buka mata untuk adaptif terhadap siapa yang kita hadapi. Perluas wawasan dengan rajin membaca, dan tuangkan pemikiran melalui tulisan untuk mengikatnya. Sehingga ketika pada akhirnya berkomunikasi secara lisan, apa yang kita sampaikan tidak sembarangan, pun tidak menyakitkan, apalagi merugikan.


Solo, 5 Juni 2022
 

See you on the next blogpost.







Thank you, 

The Kubler Ross Change Model Curve

24.4.22

The Kubler  Ross Change Model Curve


Depresi. Tahap terendah ketika ada perubahan dalam hidup kita. Perubahan ini nggak melulu sesuatu yang besar misalnya ganti kerjaan, atau hal menyakitkan seperti putus cinta.

Perubahan bisa dari keinginan kita mengubah kebiasaan. Misalnya dengan mengurangi screen time setiap hari. Di atas jam 19.00 udah nggak pegang hape lagi.

Pasti di minggu- minggu awal akan muncul perasaan gelisah, bingung mau melakukan apa, penasaran ada yang ngechat di WA atau nggak, gatel denger bunyi notifikasi dan parahnya justru jadi uring- uringan karena ada keinginan pegang hape yang tertahan.

Nggak nyaman banget.
Apakah berhasil melawati fase ini? Menjadi sosok yang lebih baik, atau lebih terpuruk lagi?
Lebih bijaksana menggunakan gadget, atau kembali ketagihan scroll sosmed berjam- jam?

Tahapan perubahan nggak selalu sesuai dengan kurva di atas ya. Kubler- Ross juga memberi catatan bahwa ada orang yang melewati (skip) beberapa tahapan. Ada yang mengalami dalam urutan tahapan yang berbeda. Sebagian akan mengalami kembali (berulang) satu tahapan yang sama. Bahkan ada orang yang mungkin akan terjebak pada satu tahapan yang sama dan nggak bisa move on.

Apapun perubahan yang terjadi dalam hidup kita, semoga semakin menguatkan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

 

Posted on instagram @neyrhiza : 23 April 2022



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Auto Post Signature