Menemukan Signature Style Sesuai Kepribadian

Menemukan Signature Style Sesuai Kepribadian


Saya jadi paham kenapa Mark Zuckerberg dan Steve Job punya banyak baju polosan dengan model dan warna sejenis. Biar nggak ribet milih baju dan efisien waktu.

Karena bener sih, semakin banyak baju malah semakin bingung "Mau pake yang mana, ya?" Dan kalau liat diskonan, selalu punya alasan buat beli baru karena ngerasa nggak punya baju ini dan itu. Pikiran ini makin menjadi, kalau ada undangan menghadiri suatu event dengan ketentuan dresscode tertentu. Udah pasti gatel pengen beli baju baru..hahaha

Gaya hidup minimalis, konmari atau capsule wardrobe memang patut dicoba. Tapi berat guys, tekad harus bulat buat menyingkirkan isi lemari dalam jumlah yang drastis. Nah mungkin bisa dicoba dari mengubah mindset dulu aja kali ya..

Dengan mencari tahu apa signature atau personal style kita. Kalu udah ketemu, selain nggak boros waktu juga nggak boros duit. Karena ketika belanja baju, nggak gampang tergoda beli model ini itu yang pada akhirnya nggak kepake.

Menemukan signature style nggak cuma mencari model baju yang tepat. Tapi juga penerimaan terhadap tubuh yang kita miliki. Selain itu sesuaikan juga dengan kepribadian kita. Jangan karena ingin terlihat bagus, tapi di hati nggak nyaman.

Tertarik menemukan signature style-mu?

Coba temukan signature style-mu dengan mendengarkan The Late Brunch with Sara Neyrhiza episode ini.




Kalau sudah menemukan, gimana sih gaya yang kamu banget?

See you on the next blogpost.







Thank you, 


Cara Menentukan Harga Jasa Voice Over

JASA VOICE OVER TALENT INDONESIA


Voice over selalu dibutuhkan, apalagi di era digital seperti sekarang. Informasi nggak cuma lewat TV dan radio, social media juga dinilai efektif dan efisien secara biaya. Beruntunglah para voice over talent (VOT), kesempatan dapet duit jadi terbuka lebar. Iya kah?

Minggu, 19 April 2020 saya ngeIG LIVE bersama Budi Pasadena, seorang sound engineer audio post production. Untuk kerjaan saya sebagai VOT, secara teknis produksi selalu di backup oleh Mas Budi untuk hasil yang maksimal. Beliau tahu betul karakter suara saya dan memolesnya dengan lebih baik biar klien puas.

Salah satu obrolan kami berdua kemarin adalah tentang "menentukan harga jasa voice over talent". Kayaknya emang kegelisahan para pekerja industri jasa (dalam kasus yang saya alami yakni blogger, vo talent, MC, pembicara dan event organizer), suka pusing kalau ditanya "rate"nya berapa. Lha, gimana sih, masak nggak bisa ngukur besaran modal  + untung = harga jual ? Tapi, memang susah, ada rasa layak nggak layak di jual segini..takut kemahalan, takut kemurahan..begitulah..

Saya sudah pernah bahas di podcast The Late Brunch with Sara, gimana cara menentukan harga jual produk jasa. Klik play bottom di bawah untuk mendengarkan



Tapi kali ini saya mau fokus ngomongin harga jasa VOT. Voice over sendiri adalah suara manusia yang direkam untuk melengkapi sebuah gambar statis, gambar bergerak, maupun berdiri utuh sebagai produk audio. Iklan di TV dan radio, company profile adalah contoh sederhana produk audio dan audio visual yang membutuhkan jasa voice over talent. Termasuk juga vlog atau video di youtube pada umumnya.

Sebelum ngomongin harga, perlu di pahami dulu bahwa nggak ada istilah suara bagus = harga mahal.

Karena di dunia voice over, nggak ada istilah SUARA TERBAIK, yang ada adalah suara yang sesuai kebutuhan klien. Setiap suara itu unik dan punya pasar masing- masing. Kaya suara saya, kuat di karakter muda dan cheerfull. Coba disuruh jadi ibu- ibu bijaksana, sering gagalnya..

Jadi, sebelum niat menjual suara, pahami dulu karakter suara kita masing- masing.

Setelah itu, kalau memang ingin fokus sebagai VO talent, buat katalog suara sebagai media promosi. Klien nggak bakal tahu kalau kita jual skill voice over kalau nggak ada sample voicenya. Jadi rekam suara dengan baik. Nggak perlu beli alat rekaman dulu, coba aja pakai jasa studio rekaman. Biayanya murah kok sekitar Rp 100.000/ jam. Bisa buat ngerekam banyak naskah dengan variasi karakter yang beda- beda.

Baca Juga : Cara Menjadi Voice Over Talent


Kalau sudah mantab mau jualan suara, nah berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang saya lakukan ketika kasih HARGA ke klien.

JASA VOICE OVER TALENT INDONESIA


Intinya sih, nggak ada harga pedoman baku. Fleksibel sesuai VO talent itu sendiri. Kalau klien tanya harga, saya akan minta mereka kirim naskahnya dulu.

1. Cek karakteristik naskah

Setelah terima naskah dari klien, cek berapa  jumlah katanya, berapa durasi yang diinginkan klien, disitu kita punya gambaran seberapa cepat tempo membaca naskah tersebut. Kalau klien mau kasih gambar atau video yang akan kita isi suaranya, akan lebih baik.  Kalau menemukan banyak istilah asing, maka cek dulu bagaimana pengucapannya agar tidak keliru. Tanyakan juga ke klien karakter suara seperi apa yang diinginkan. 

Sehingga VO talent ketika bekerja akan tahu mau seperti apa mengintrepretasikan naskahnya.

Bisa dibilang ini adalah proses riset naskah. Sebelum naskah dibaca, seluruh data kebutuhan klien kita sudah paham.


2. Hitung semua modal yang dikeluarkan

Bukan cuma talent "bersuara" yg dibayar. Tapi pembiayaan jasa recording, editing,  hingga proses mengkonversi audio  sesuai platform yang diinginkan. Voice over ini akan diputar di media apa? Apakah sosmed, TV, layar lebar, radio, atau media suara lainnya. Semua kegiatan produksi di hitung biayanya.

Apalagi kalau VOT belum punya studio yang proper, pasti akan ada biaya tambahan sewa studio, dll

3. Perhatikan durasi kerja

Beberapa klien meminta waktu pengerjaan yang singkat. Semakin singkat tentu biayanya akan semakin mahal.

Lihat juga ketersediaan jadwal kita. Kalau memang tidak ada waktu, jangan memaksakan diri.  Karena kalau dipaksakan, justru proses produksi jadi nggak nyaman, dan bikin banyak kesalahan. Kalau entar banyak revisi kan rugi..

4. Identifikasi klien


Tentu rate klien perusahaan multinasional bakal beda dengan UKM/ UMKM. Selain lebih detail, perusahaan gede juga sering improvisasi di tengah project. 

5. Ada harga untuk partai besar


Udah kaya grosiran baju aja ya? hehe

Karena memang industri jasa itu fleksibel, maka kalau ketemu proyek yang buanyak dan berkesinambungan (long term project) harganya juga bakal beda daripada yang eceran.


6. Masukkah biaya revisi

Ada atau tidak revisi, masukkan pembiayaan untuk revisi. Beberapa klien ada yang semau gue. Suara udah direkam, eh naskah di revisi buanyak banget, terus harus rekam ulang. Secara kasar, harusnya klien bayar 2 kali karena kita rekam suara 2 kali. Tapi banyak yang nggak mau dengan model demikian.

Kalau saya sih ambil kebijakan gini, harga yang saya tawarkan itu sudah termasuk revisi 1 kali. Semua udah dihitung di depan. Baru kalau nanti ada revisi ke 2, ke 3 dan seterusnya, akan dikenakan biaya sesuai banyak tidaknya revisi yang dilakukan.


Itu tadi adalah beberapa pertimbangan dalam menentukan harga voice over. Nah, ada beberapa catatan tambahan yang saya lakukan

Baca Juga : Pertimbangan Klien Mengajak Kerja Sama Blogger


1. Ada minimal rate


Misal saya menentukan rate tiap 1 kata adalah 2000 rupiah. Lalu ada naskah 100 kata. Kalau hitungan lurus 100 kata x 2.000 = Rp 200.000

Tapi saya nggak akan terima dengan budget 200ribu, karena ada minimal rate untuk kerja sama dengan saya. Katakan 500 ribu.

Jadi walau jumlah kata cuma 100, klien tetap harus membayar 500ribu.

2. Minta down payment


Berdasarkan pengalaman ketemu klien yang nyebelin, menerima down payment sebelum mulai mengerjakan proyek itu penting. Minimal 50% DP di tangan baru kita mulai ngerekam suara. DP itu udah bisa mengcover biaya produksi kalau sewaktu- waktu klien berhentiin proyek dan ngilang entah kemana.

3. Beri watermark


Setelah suara kita rekam, jangan langsung dikirim ke klien. Beri watermark dulu. Setelah klien cek dan nggak ada revisi, minta klien untuk melunasi pembayaran. Setelah pembayaran selesai maka file "clean" siap dikirimkan.

4. Tidak menerima hutang


Artinya, kalau mau terima file voice over jadi, ya pembayaran harus lunas. Sesederhana itu.


Selama 13 tahun menjalani profesi voice over talent, memang nggak selalu manis dan sesuai SOP. Kadang ketemu klien yang sembarangan juga. Maka, apa yang saya sampaikan di atas adalah hasil dari proses kerja sama selama ini. Saya buat ketentuan tersebut akan semua senang, semua tenang dan pembayaran lancar..

Semoga membantu ya teman- teman..


See you on the next blogpost.







Thank you, 


Jalani Hidup Apa Adanya, Kunci Sukses Membangun Personal Brand


Bukankah hidup dengan kepalsuan itu menyedihkan?

Ada seorang kawan yang sedang merintis suatu usaha di bidang fashion. Untuk mendongkrak bisnis yang dilakukannya, ia ingin membangun personal brand sebagai seorang selebgram. Setiap hari ia sibuk melakukan pemotretan. Lalu mengunggah foto dirinya di instagram. Berbagai spot menarik di kota sudah dijelajahi. Berharap fotonya banyak yang menyukai. Pengennya sih tanpa syarat ketentuan orang- orang menekan tombol follow.

Dua bulan lamanya, jumlah follower di Instagramnya tidak banyak berubah. Sesekali ia tergoda untuk membeli follower palsu atau membeli bot like untuk menaikan jumlah like di tiap postingannya. Kawan saya ini mulai merasa lelah. Effort yang ia keluarkan tidak sebanding dengan impresi yang ia dapatkan. Hatinya mulai pesimis. Logikanya mengatakan bahwa menjadi selebgram tidak tepat buat dirinya.

Mungkin kawan saya ini tidak sendiri. Banyak orang diluar sana kepayahan membangun merek pribadi yang sesuai dengan dirinya. Tidak sedikit yang menilai bahwa personal brand bisa mudah dibangun hanya dengan membuat indah postingan di social media. Melakukan pencitraan. Jumlah follower puluhan ribu otomatis membuat suaranya berpengaruh terhadap keputusan orang lain. Nyatanya tidak sesederhana itu, kan?

Membangun personal brand dimulai dengan mengenal jati diri. Tidak bisa berkiblat pada identitas orang lain. Kita perlu mengenali siapa diri kita yang sebenarnya. Proses mengenal diri sendiri juga tidak mudah. Terkadang kita harus merasa sakit dan kecewa menemukan bahwa begitu banyak kelemahan yang kita miliki. Lalu, merasa tidak percaya diri dengan kelebihan yang terbatas.

Tapi ini harus dihadapi. Karena tidak ada kesempurnaan.

Proses menemukan jati diri inilah yang akan membuat kita sadar. "Oh, ternyata aku bisa ini ya? Aku harus perbaiki kekuranganku di sini. Aku harus optimalkan kekuatanku di bagian ini". Kita nggak bisa sibuk mengasihani diri sendiri, kalau ternyata banyak kekurangan yang kita miliki.

Kita harus fokus pada potensi kelebihan.

Kelebihan inilah yang harus di optimalkan. 

Menemukan Nilai Hidup

Public Speaking, passion hidup saya.

Dalam membangun personal brand ada empat hal dasar yang harus ditemukan. Pertama, adalah visi hidup. Setiap orang hidup pasti punya tujuan. Pengen jadi apa? Pengen kaya, jadi pengusaha sukses, jadi youtuber kreatif dengan 15 juta subscriber? Apapun. Tentukan tujuan hidup yang terukur. Berikan jangka waktu untuk setiap mimpi. Biar bisa di evaluasi, mana yang harus diganti mana yang harus diperjuangkan.

Visi ini nggak bisa didiamkan, ia harus diraih. Dengan berbagai strategi misi yang perlu dilakukan. Kalau mau jadi selebgram, riset dulu selebgram yang udah ada. Apa yang bikin selebgram A, B, C, D menarik. Bukan hanya bermodal foto cantik, tapi bisa saja ada personality yang berbeda. Contohlah Diana Rikasari. Meski gayanya dinilai quirky, nyatanya itu jadi unique selling proposition yang bikin beda dari fashion blogger kebanyakan. Seberapa banyak sih orang yang pede pakai baju polkadot, celana gambar micky mouse, terus pakai sepatu boots pelangi? See, she is a very unique!

Selanjutnya, yang tidak kalau penting, adalah prinsip menjaga nilai. Ada hal baik buruk yang kita yakini. Kalau mau menjalankan bisnis, berarti kita tahu mana sih jalan halal untuk meraih keuntungan. Kalau kerja sebagai blogger, berarti punya prinsip mana brand yang bisa diajak kerja sama mana yang tidak. Kalau sudah ada kesepakatan, berarti kita harus tanggungjawab terhadap brief yang disepakati. Termasuk urusan setor kerjaan. Value yang membuat kita kuat, nggak gampang goyah kalau ada bujuk rayu dan tantangan.

Value ini yang membuat hidup kita tanpa kepura-puraan. Jalani hidup apa adanya sesuai dengan kemampuan kita. Nggak perlu harus berhutang, cuma biar bisa jalan- jalan mahal. Aktif membuat konten di sosmed setiap hari untuk menunjukkan minat kita, tanpa followers palsu yang harus dibeli.

Siapa diri kita yang menentukan apa tindakan kita. 

Misi, visi dan nilai, yang akan mendorong apa yang menjadi gairah hidup, Passion. Personal brand dibangun  dari passion yang kuat. Kita harus mencintai apa yang kita lakukan. Bukan sekedar jadi pekerjaan, tapi jadi kebutuhan dan kesenangan.

Seperti ketika saya membangun podcast. Sering saya mendengar orang mengatakan "Ngapain bikin podcast, emang ada yang dengerin? Orang lebih suka nonton video, jadi vloger aja daripada jadi podcaster" Bikin podcast itu hal yang saya sukai. Saya suka bicara, suka berbagi ilmu. Buat apa ikut- ikutan melakukan hal yang bukan diri kita. Nanti bakal capek sendiri. Nikmati saja melakukan hal yang kita suka, tanpa basa- basi, tanpa modus agar disukai orang lain.

Simple!

Jadi Diri Sendiri Nggak Cukup, Be Authentic!


Kita sering mendengar sebuah kutipan "Be Yourself" Jadilah dirimu sendiri. Saya rasa menjadi diri sendiri saja tidak cukup. Jadi diri sendiri membuat seolah tindakan yang akan mempengaruhi siapa diri kita. Tapi dengan menjadi otentik, siapa diri kita yang mempengaruhi apa yang akan kita lakukan.

Jangan biarkan sikap kita ditentukan oleh orang lain, situasi atau kondisi disekitar. Jangan sedih ketika  jumlah like di postingan instagram terlalu kecil. Jangan pesimis, ketika banyak kritikan buat karya kita. Tidak perlu capek- capek berusaha untuk membuat orang lain terkesan (impress). Tapi buatlah diri kita sendiri terkesan, karena kita sudah berusaha mengeluarkan the best version of ourselves.

Menyadari akan pentingnya menjadi otentik, saya mengapresiasi value yang disampaikan IM3Ooredoo, provider telekomunikasi yang sudah saya pakai sejak 13 tahun lalu. Bahwa  kita diingatkan untuk berani menjalani hidup apa adanya. Ketika kita jujur terhadap nilai yang kita yakini, ternyata kita bisa fokus berkarya, percaya diri menunjukkan kemampuan, tanpa tipu-tipu dan tanpa kepura-puraan.

Video YouTube IM3 Ooredoo di bawah ini juga berhasil bikin saya lebih semangat sebagai digital content creator. Memproduksi podcast dengan topik yang saya sukai, tanpa harus sibuk memikirkan persepsi orang lain. Suka dengan karya saya silakan, nggak juga nggak papa.


Dan bersyukur, kapanpun saja mau upload konten, baik itu podcast, blog, vlog ataupun postingan di social media saya nggak perlu mikirin someting like jenis kuota, waktu kuota, jumlah kuota, dll. Karena saya pakai  Freedom Internet dari IM3 Ooredoo yang simple dan bebas syarat ketentuan. 

Paket Freedom Internet dari IM3 Ooredoo bikin saya bebas internetan kapan dan dimana saja tanpa khawatir kuota nggak bisa dipake atau kepotong. Tanpa tedeng aling-aling, transparan saat saya aktifkan paketnya. Dan itu mempermudah urusan personal atau bisnis yang saya jalani.


Finally, buat siapapun kamu yang pengen membangun personal brand, untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan, atau untuk mendukung usaha yang kamu jalani, atau pengen berkarir sebagai artis, politisi dan sebagainya, sekarang saatnya kamu untuk menjadi otentik. Temukan visi dan misi hidupmu, percaya nilai yang kamu yakini, dan optimalkan passion yang kamu punya. Jalani hidup apa adanya, dan fokus dengan apa yang pengen kamu raih. Karena hidup itu simple!


See you on the next blogpost.







Thank you, 


Apa itu Work From Home? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


Lebih banyak untungnya apa ruginya sih Work From Home itu?

Sejak ada himbauan terkait physical distancing, untuk mengurangi penyebaran vidur COVID 19, istilah work from home (WFH) mulai sering didenger. Sebenarnya istilah ini sudah ada jauh- jauh hari. Cuma, mungkin kini makin sering kita menggunakannya.

Beberapa perusahaan memang mengizinkan karyawan untuk kerja dari rumah. Bekerja secara remote sering kali dianggap lebih efektif sekaligus mampu meningkatkan produktivitas pekerja. Di sisi lain, karyawan lebih leluasa dalam mengatur work life balancenya. Nggak melulu ngurusin kerja tapi juga keluarga.

Work from home, bukan hal baru buat saya. Beberapa pekerjaan saya sebagai voice over talent dan dubber nyatanya memang dilakukan di rumah. Yang bikin beda, WFH kali ini karena totally at home, nggak bisa keluar rumah. Jadi pressurenya jelas beda. Apalagi anak ikutan di rumah 24/7, jelas menantang untuk urusan manajemen waktu dan emosi.

Baca Juga : Sudahkah Menemukan Passionmu?


Ngomongin soal tantangan WFH, emang sih semua itu ada plus dan minusnya. So, di episode Podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza  kali ini, saya pengen ngomongin untung ruginya WFH sekaligus memberi tips bagaimana tetap produktif kala bekerja di rumah. Minimal sih, tetep rajin bangun pagi dan nggak rebahan sepanjang waktu.

Buat kamu yang menikmati WFH juga, yuk ceritain aktivitas kamu selama #dirumahaja

Kalau kamu mau dengerin The Late Brunch with Sara Neyrhiza episode "Untung Rugi Work From Home" silakan klik tombol play di bawah ini.




See you on the next blogpost.







Thank you, 



Perlindungan Kesehatan dari Penyakit Kritis : Kanker, Stroke dan Serangan Jantung

ASURANSI KESEHATAN PENYAKIT KRITIS

Bagai petir di siang bolong. Itulah yang saya rasakan 7 tahun lalu kala mendengar pertama kali diagnosis penyakit yang diderita abah saya. Selama ini kami sekeluarga hanya tahu kalau abah menderita asma, yang juga menurun kepada saya. Tubuhnya yang ringkih hanyalah salah satu hal yang kami sadari. Itu mengapa ketika abah mengeluh sakit perut, mual dan pusing beberapa tahun terakhir, kami tidak terlalu ambil pusing. Minum obat dan istirahat maka akan membaik.

Tidak bisa dipungkiri, abah memiliki gaya hidup kurang sehat. Setiap harinya beliau duduk berjam -jam menjaga toko di rumah. Kegemarannya makan mie instan hampir setiap hari dilakukan. Meski bukan perokok aktif, namun karena kami berjualan rokok maka tidak jarang abah menghirup asap rokok dari pembeli.  Terlebih kami tinggal di pinggir jalan besar yang tentu saja polusi kendaraan sulit dihindari.

Abah Menderita Kanker


Maka, ketika mendengar kabar bahwa abah menderita kanker pankreas kami sekeluarga merasa kaget sekaligus tersadar. Kami berusaha flashback akan kehidupan yang telah lalu.  Keluarga saya termasuk jarang sakit. Baru saat itulah pertama kalinya ada keluarga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Saya sebagai anak tertua dan masih berkuliah tidak banyak membantu kala itu. Namun yang pasti kami sekeluarga berusaha berbagai cara agar abah dapat sembuh. Termasuk dengan memilih jalan operasi.

Proses keluar ruang pemeriksaan dokter telah dilakukan. Operasi menjadi pilihan terakhir. Dengan keterbatasan biaya yang kami miliki, opsi ini menjadi harapan terbaik.

Setelah operasi dilakukan dan abah menjalani rawat jalan selama dua minggu lamanya keadaan membaik. Namun tiba-tiba beberapa bagian tubuhnya membengkak. Mata, kuku dan kulitnya menguning. Hingga suatu saat beliau tidak sadarkan diri.

Sebuah ambulan kami panggil dan membawa abah ke ruang ICU rumah sakit. Dari keterangan dokter, kanker pankreas sudah pada stadium akhir. Kanker sudah menyebar dan sudah sulit disembuhkan. Bahkan saya masih ingat bahwa kemungkinan abah sembuh hanya 10%.

Tentu saja saya sedih. Saya juga bingung, tidak dapat berbuat banyak hal termasuk membantu kondisi keuangan. Seluruh tabungan mama  terpakai untuk pembiayaan abah yang jumlahnya hingga puluhan juta. Terlebih dengan kemungkinan sembuh yang sangat kecil.

Senjata yang kami punya tinggal satu, menyerahkan pada Kuasa Tuhan memohon pertolongan dan kesembuhan. Sembari terus berusaha merawat abah dan mencari solusi pembiayaan yang terus bertambah.

Namun, takdir berkata lain. Tepat di tanggal 23 Desember 2012 abah harus pergi selama-lamanya. Jika saya hitung, hanya perlu 2 bulan keadaan keluarga berjungkir balik. Awalnya semua terlihat sehat dan baik- baik saja hingga kemudian kami harus kehilangan kepala keluarga sekaligus kehabisan uang.


Penyakit Kanker Apakah Menurun?


Sebagai anak yang memiliki ayah mengidap kanker tentu menjadi kekhawatiran bahwa penyakit ini dapat diturunkan. Beberapa studi menjelaskan bahwa kanker yang terjadi pada suatu keluarga dapat disebabkan oleh adanya kondisi gen abnormal yang diturunkan dari generasi ke generasi. Namun faktanya, hanya 5-10% dari total kasus kanker disebabkan oleh gen abnormal yang sudah bermutasi dan diturunkan dalam suatu pola keturunan kanker. Sisanya peluang mengalami kanker masih dipengaruhi oleh faktor risiko kanker yang dialami oleh seseorang. Salah satunya adalah gaya hidup.

Meski begitu, menjaga kesehatan menjadi PR saya. Penyakit kritis seperti jantung, stroke dan kanker tentu menjadi momok bagi siapa saja. Biaya pengobatan sangat mahal dan membutuhkan waktu lama. Kalau hal itu sampai terjadi, tentu akan butuh banyak pengorbanan. #amitamit.

Belajar dari pengalaman di masa lalu, saya mulai menyadari bahwa bersiap itu tidak pernah rugi. Itu mengapa saya mulai mencari tahu mengenai manfaat asuransi kesehatan. 

Saya akhirnya menemukan asuransi kesehatan yang memberi perlindungan atas penyakit kritis utama yang paling banyak dialami penduduk Indonesia seperti stroke, serangan jantung, dan kanker. Inilah Flexi CI Protection (Flexi Critical Illness).

Apa Keunggulan Flexi Critical Illness ?


Asuransi kesehatan memang banyak jenisnya. Tapi asuransi yang saya butuhkan adalah asuransi penyakit kritis. Ini adalah safety net atau langkah awal antisipasi jika sampai divonis mengidap penyakit CI (critical illness). Orang tidak ada yang tahu Takdir Tuhan, abah saya menderita kanker, jadi kemungkinan penyakit itu menurun pada saya tentu ada, meski kemungkinannya kecil tapi penting untuk waspada,

Nah, Flexi Critical Illness dapat dirancang sesuai kebutuhan saya dan dapat saya atur sendiri. Asuransi ini memberi perlindungan atas 3+1 penyakit kritis yaitu stroke, jantung, kanker tahap lanjut dan kanker tahap awal dengan nilai perlindungan hingga 2 miliar tanpa cek medis.

ASURANSI KESEHATAN PENYAKIT KRITIS


Membeli Premi Flexi Critical Illness Secara Online


Membeli premi asuransi Flexi Critical Illness sangatlah mudah. Bahkan kita bisa melakukannya secara online dan cepat. Saya hanya membutuhkan waktu 15 menit mulai dari proses input data, hingga proses pembayaran.

Premi yang saya bayarkan juga sangat terjangkau. Hanya Rp 73.500/tahun dengan nilai perlindungan hingga Rp 50.000.000,-.

Berikut ini adalah proses pembelian premi yang saya lakukan melalui http://ilovelife.co.id/

ASURANSI KESEHATAN PENYAKIT KRITIS

ASURANSI KESEHATAN PENYAKIT KRITIS



Mengenal Asuransi Flexi Life


Selain mengenal asuransi kesehatan Flexi Critical Illness, saya mencoba mencari tahu produk asuransi jiwa dari Astra Life, yakni Flexi Life.

Flexi Life adalah asuransi jiwa murni dimana uang pertanggungan dan preminya bisa ditentukan oleh nasabahnya sendiri. Ini dia asuransi jiwa fleksibel, yang sesuai kebutuhan saya.

Flexi Life memiliki banyak kelebihan dibandingkan prosuk asuransi jiwa sejenis. Antara lain :

1. Satu polis seumur hidup ✔️

2. Kita hanya cukup bayar sesuai risiko saat ini atau usia saat mendaftar. ✔️
Contohnya, saya yang berusia 29 tahun tentu memiliki risiko yang lebih kecil dibanding dengan ibu saya yang berusia 57 tahun. Sehingga premi bisa dibayar lebih murah dan disesuaikan dengan risiko hidup setiap tahunnya. Polis bisa otomatis diperpanjang hingga usia 85 tahun.

3. Kita dapat mengubah premi secara online sesuai kebutuhan dan kemampuan. ✔️
Misalnya nih bulan ini bayar Rp 1.000.000/bulan namun karena bulan depan harus bayar sekolah anak jadi bisa menurunkan premi jadi Rp 500.000,-

4.  Pembayaran premi dapat dilakukan secara per-bulanan, atau per-tahun. ✔️

5. Perlindungan hingga 5M tanpa cek medis. ✔️

6. Tanpa biaya komisi. ✔️

7. Pembelian dapat dilakukan secara online di website https://ilovelife.co.id/ ✔️

8. Jangka waktu produk (durasi masa berlaku) adalah 1 tahun ✔️


Pada intinya mendaftarkan diri sebagai nasabah pemegang polis asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa adalah upaya kita untuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan di masa depan. Sekaligus meminimalkan kerugian dari kejadian tak terduga yang mungkin terjadi seperti biaya kecelakaan, dan biaya pengobatan penyakit kritis di rumah sakit.

Dengan memilih Flexi Critical Illness dan Flexi Life kita akan merasa lebih tenang, karena berbagai kelebihan yang ditawarkan termasuk dalam hal fleksibilitas dalam menentukan premi sesuai kebutuhan dan kemampuan. Karena kita tidak pernah tahu, semakin bertambahnya usia kebutuhan hidup kita juga bertambah. Premi yang fleksibel membuat kita tidak merasa terbebani.

Saya berdoa semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Jika kamu ingin mengendalikan risiko masa depan dengan memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa melalui Flexi Critical Illness dan Flexi Life kamu dapat mendaftarkan diri dan melakukan pembelian premi secara online, dan masukkan referral code BLOGSARA94

Semoga informasi ini bermanfaat buatmu ya...


Referensi

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/sebesar-apa-pengaruh-faktor-keturunan-kanker/


See you on the next blogpost.







Thank you, 










Auto Post Signature