2 Detik Mengubah Hidup - Sebuah Refleksi

4/4/12
Hari ini saya mendapat kuliah umum dari Bapak Mulyanto Utomo, sosok lelaki yang masih tegap di atas kursi roda yang menemaninya selama empat tahun tepat di hari ini 4 April 2012. Pengalamannya di dunia jurnalistik, memberikan banyak pencerahan di mata kuliah jurnalistik yang saya ikuti. Beliau sekarang masih aktif bekerja sebagai Redaktur Senior Harian Umum Solopos.

Selama ini saya mengikuti sepak terjang Pak Mul dari pembicaraan banyak orang, dan terakhir saya cukup sering mengikuti beliau di facebook. Hingga akhirnya saya tau jika Pak Mul menulis sebuah buku yang berjudul "2 Detik Mengubah Hidup". Beruntung sekali, tadi sore pukul 15.00 saya bisa mengikuti dialog dan diskusi motivasi 2 Detik Mengubah Hidup dan bertemu kembali Pak Mulyanto di toko buku Toga Mas

"2 Detik Mengubah Hidup", ini adalah buku sekilas seperti autobiografi, namun hanya sepenggal kisah hidup Pak Mul yang diceritakan di sini. Kisah bagaimana Pak Mul dapat bertahan dan terus bersemangat di atas kondisi fisiknya yang tidak lagi sempurna. Ya, beliau harus menjadi paraplegia inferi. Ia menderita kelumpuhan.Sebuah mobil Kijang Innova yang membawa revolusi kehidupan Pak Mul saat itu.

Apakah kisahnya sesederhana itu? Tidak! 12 bab di buku,dimana Ferrasta "Pepeng" Subardi (Pepeng yang saat ini masih aktiv di atas kasur rodanya) memberikan pengantarnya  ini, justru membuat saya gelisah. Seperti ada yang meletup-letup di hati, timbul rasa takut dan sebagainya. Terlebih jika ada kutipan terjemahan ayat-ayat Alqur'an yang menguatkan, bahwa apa yang dialami Pak Mul saat ini adalah bagian dari rencana-skenario-Nya,dapat dipastikan saya menangis.


Terkadang bila saya mengalami hal kurang menyenangkan, entah sakit saya kambuh atau saya mendapat sesuatu yang tidak saya harapkan, saya sering banyak berkeluh kesah, menyalahkan diri sendiri bahkan menyalahkan Allah. Saya sangat terharu sekaligus dibuat terhenyak , bagaimana Pak Mul menafsirkan bahwa apa yang sedang beliau alami adalah bagian dari cobaan, ujian dan mungkin "sedikit" hukuman atau bila Pak Mul mengistilahkannya "dislentik" Gusti Allah.

 "Saya kutip dari Surat Al Baqarah ayat 286 : Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya....."
       Begitulah. sepanjang kita tetap beriman, berputus asa bukanlah jalan yang tepat. Saya rasa menjalani hidup, betapapun berat adalah jalan yang terbaik karena Tuhanlah yang MahaTahu.
( 2 Detik Mengubah Hidup hal : 133)





2 comments on "2 Detik Mengubah Hidup - Sebuah Refleksi"

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature