Bagaimana wujud manusia di masa depan?

20.8.17
Perjalanan saya kali ini, membawa ingatan lama kala mempelajari ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar. Kala itu, salah satu teori pertama terciptanya makhluk hidup yang saya kenal adalah Teori Seleksi Alam yang mendasari teori evolusi Charles Darwin.


Charles Darwin, yang dikenal dengan Bapak Evolusi, dalam bukunya yang berjudul "On the Origin of Species, 1959, menjelaskan suatu konsep dimana spesies yang mampu dan berhasil beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya, dialah yang akan bertahan hidup. Jika tidak mampu, maka ia akan punah.


Sebuah penjelasan mengenai Teori Seleksi Alam ini kembali saya lihat di Ruang Pamer 2, Museum Manusia Purba Sangiran yang terletak di Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Letaknya kurang lebih 22km dari Kota Solo.


Bukan suatu kebetulan mengapa Museum Sangiran terletak dilokasi ini.  Tahun 1934 menjadi awal mula ditemukan sejumlah alat serpih oleh G.H.R (Gustav Heinrich Ralph) von Koenigswald. Penemuan tersebut , menarik perhatian para peneliti hingga kemudian ditemukan fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus. Penelitian dan penggalianpun terus berlanjut.

Ada Apa di Museum Sangiran?

Ketika sampai di lokasi museum, kita akan melihat area yang cukup asri ditanami berbagai pohon. Mengikuti alur jalan pengunjung yang berbentuk lorong, pengunjung akan diarahkan untuk menikmati 3 Ruang Pamer yang dimiliki museum. Ketiga ruang pamer menjadi kesatuan cerita. Pengunjung akan menikmati hamparan informasi mengenai asal mula terciptanya bumi, terbentuknya berbagai benua di dunia, terciptanya makhluk hidup, dan eksplorasi proses evolusi manusia. Tentu saja sejarah manusia purba menjadi saya tarik tersendiri.

Pengunjung yang penasaran untuk menyentuh salah satu bukti sejarah kehidupan mahkluk hidup di masa lampau, dapat menyentuh sebuah fosil gajah purba lengkap dengan gadingnya yang seolah membatu.


Seperti membuka buku sejarah, namun lebih atraktif karena sarat dengan informasi audio visual, manusia digambarkan dengan detail. Bukan hanya kisahnya dalam bentuk tulisan, namun juga disajikan dalam bentuk diorama. Bahkan, kita dapat melihat sesosok manusia purba yang berbentuk tulang belulang utuh yang terbaring dalam sebuah peti.


Refleksi Akan Masa Depan

Dipenghujung ruang pamer, ada sebuah informasi mengenai predikasi manusia di masa depan. Kita dapat melihat saat ini bahwa manusia telah dimanjakan dengan berbagai kemudahan teknologi. Semua aktivitas dapat dilakukan di depan layar komputer berjaringan internet. Bukan hanya bercakap-cakap dengan orang lain, tetapi berbelanja, bahkan mencari jodoh.

Keterbatasan gerak manusia, memungkinkan terjadinya perubahan pada bentuk tubuh atau morfologi dan fisiologi manusia. Dipredikasi, jika manusia terus menerus menggunakan gaya hidup seperti saat ini, bukan hal yang mustahil jika sosok manusia akan berubah menjadi bertubuh pendek, dengan kepala yang membesar serta mata yang melotot. Siapa tahu??



Karena belajar dari sejarah, kita mengetahui bahwa nenek moyang kita bukanlah sosok yang pemalas yang hanya berdiam diri. Namun, mereka adalah petualang yang berani membongkar rahasia-rahasia kehidupan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Buktinya, salah satu lagu kanak-kanak yang kita kenal berlirik " Nenek moyangku seorang pelaut. Gemar mengarung luas samudra. Menerjang ombak tiada takut. Menempuh badai sudah biasa"

Nenek moyang kita adalah figur pemberani dan tangguh. Bertahan menghadapi keterbatasan, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi alam saat itu. Disitulah saya kembali mengingat Teori Charles Darwin, bahwa yang tidak mampu bertahan akan musnah. Akankah kita?



Museum Manusia Purba Sangiran
Kalijambe, Sragen, Krikilan, Kalijambe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57275
 (0271) 6811463

6 comments on "Bagaimana wujud manusia di masa depan?"
  1. Museumnya masih terawat. pingin juga traveling ke pulau jawa. makasih infonya mbak. Lengkap ulasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Museumnya bagus mas. Malah renovasi lagi..mainlah ke jawa

      Delete
  2. Aku ini salah satu orang yang mager hehehe pendek bulat :(
    museum ini bagus ya. rata2 museum lain itu suka memajang "don't touch" kalau di sini boleh kita menyentuh ya. :D

    ReplyDelete
  3. Aku sekali kesana ngajak Amay, waktu itu Aga masih bayi. Suka sih sama tempatnya. Teduh dan sejuk. Dulu baru renovasi kayaknya. Keren, museumnya semakin berbenah. Ada rencana kesana lagi dalam waktu dekat ini. :)

    ReplyDelete
  4. Sangiran! Masih ingat dulu waktu kesana masi jaman sd, dan kaget sekaligus bingung, masa iya orang orang sekarang itu bentuknya kya gitu dan mungkin ga ya, manjsia berevolusi lagi. Manusia bisa bertahan atau tidak juga tergantung pola pikir dan pola hidupnya kan, semoga aja semakin ke depan manusia juga semakin maju.

    ReplyDelete
  5. Rizki Prima RamadhaniOctober 22, 2017 at 9:37 PM

    useum sejarah manusia merupakan tempat menarik untuk dikunjungi keluarga karena selain sebagai pembelajaran peradaban manusia juga sebagai tontonan yang menghibur, jadi untuk kita sebagai masyarakat umum ini merupakan tempat yang menarik dan ramah keluarga. :D

    ReplyDelete

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
Please leave your comment below. Your comments will be moderated.
(INFO : Sebaiknya berkomentar dengan URL agar komentar tidak menjadi brokenlink dan terpaksa saya hapus)

Auto Post Signature