Tips Membaca CV Pembicara Saat Jadi Moderator

17.4.22

 

MEMBACAKAN CV PEMBICARA MENJADI MODERATOR


"Acara selanjutnya pemberian materi yang disampaikan pembicara. Berikut saya bacakan CV pembicara hari ini.” Kalimat pengantar ini sangat sering terdengar dari seorang moderator.


Mengenalkan pembicara adalah salah satu tugas yang diemban MC atau moderator baik pada acara seminar, talkshow, diskusi, dan lain sebagainya. Tujuan pengenalan ini agar hadirin merasa lebih familiar dengan pembicara, sekaligus merasa yakin dengan kompetensi, kapabilitas, atau kapasitasnya. Mengenalkan pembicara juga perlu dilakukan dengan menarik dan meyakinkan, bukan sekadar membaca daftar riwayat hidup yang terasa bertele- tela dan membosankan.


Untuk dapat mengenalkan pembicara dengan baik, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan :


1. Pelajari Terlebih Dahulu

Ambil waktu untuk membaca CV yang sudah disiapkan oleh panitia. Pelajari dan buat catatan terutama cara membaca ejaan nama dan gelar pembicara juga istilah asing yang sulit diucapkan (biasanya berkaitan dengan perusahaan tempat bekerja, penelitian yang dilakukan, juga penghargaan yang didapat).


Ingin terlihat mengenal pembicara dengan baik? Coba cari hal- hal menarik yang tidak ditemukan di Google. Caranya? Kita bisa cari riset melalui postingan media sosial pembicara tersebut. Biasanya akan ada cerita atau aktivitas keseharian yang sedikit orang mengetahui.


2. Pilih yang Relevan

Jangan sampaikan semua informasi  pendidikan, pekerjaan dan juga prestasi/ penghargaan yang tertulis pada CV jika jumlahnya terlalu banyak. Apalagi sampai menyebutkan satu-per-satu jenjang pendidikan sejak taman kanak- kanak. Ampun deh, pasti membosankan sekali. 

Cukup pilih 2-3 dari masing- masing kategori informasi yang relevan dengan topik atau materi agar tidak bertele- tele.


  • Pendidikan : Fokus pada pendidikan tingginya saja, S1, S2, S3.
  • Pekerjaan : Pilih pekerjaan yang relevan dengan topik atau hanya pada pekerjaan yang saat ini dilakukan.
  • Penghargaan : Pilih 2-3 penghargaan terbaru, terutama yang masih nyambung dengan topik materi yang disampaikan pembicara tersebut.
  • Penelitian : Pilih 2-3 penelitian terbaru, atau penelitian dengan apresiasi tertinggi.
  • Buku : Pilih buku yang relevan dengan topik. Jika ada, pada buku solo dan bukan antologi.

3. Ngobrol dengan Pembicara

Cari kesempatan untuk ngobrol sejenak dengan pembicara sebelum acara di mulai. Tanyakan "bagaimana ia ingin diperkenalkan" kepada audiens. Jika kita ragu dengan penyebutan nama dan gelar beliau, jangan malu untuk mengkonfirmasi.


4. Gunakan bahasa tutur

Meskipun moderator membaca CV, tapi jangan terlihat "seperti membaca" yang terkesan kaku. Gunakan bahasa tutur yang persuasif sehingga membuat pembicara menjadi sosok menarik yang layak didengarkan oleh audiens.


5. Keep it short and simple

Dari daftar riwayat hidup atau CV yang panjang lebar, buatlah sebuah rangkuman yang bisa moderator baca hanya dalam 1- 2 menit saja.


Contoh mengenalkan narasumber dalam seminar :

Siapa bilang menjadi seorang ibu tidak bisa menjalankan bisnis dari rumah. Hal ini dibuktikan langsung oleh pembicara kita hari ini, Ibu Riani Subrato, S.E, pemilik Butik Pramudia yang menjual beragam produk batik tulis berkualitas yang berhasil diekspor hingga ke mancanegara.

Perempuan lulusan jurusan ekonomi Universitas Indonesia ini juga mendapatkan penghargaan sebagai Wirausahawan Perempuan Berbakat Indonesia di tahun 2022. Dengan segala kesibukan yang ada, Ibu Riani Subrato juga menulis buku berjudul Warisan Leluhur yang mendokumentasikan berbagai pola batik tradisional dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak sabar untuk belajar seni berwirausaha dari beliau? Kita hadirkan Ibu Riana Subrato, S.E.


Post Comment
Post a Comment

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature