Riska dan Si Gembul

7/14/17
Di tahun 2017 ini, saya terlibat dalam sebuah film animasi. Meski bukan yang pertama, tapi ini adalah kesempatan pertama serial tersebut dapat tayang di televisi Nasional. Serial animasi ini berjudul Riska dan si Gembul, yang saat ini tayang setiap Senin- Jumat pukul 16.00 WIB.


Sinopsis Riska dan si Gembul

Riska dan si Gembul menampilkan kisah petualangan dan persahabatan antara Riska dan Gembul. Riska ditampilkan sebagai sosok gadis kecil yang ceria dan penuh semangat. Kehidupannya sebagai anak yatim tidak membuatnya rendah diri dan malu. Bahkan Riska tidak segan untuk membantu ibunya dengan berjualan kue di sekolah


Lain halnya dengan Riska, Gembul adalah boneka kelinci ajaib berwarna biru. Apa yang membuat ajaib? Si Gembul ini bisa berbicara layaknya manusia. Karakternya yang cerdik dan kreatif, selalu berusaha  membantu dan menemani Riska ketika Riska mengalami kesulitan.

Setiap episodenya, Riska dan si Gembul selalu terjadi konflik-konflik seru khas dunia anak. Penonton diajak berimajinasi sekaligus menemukan solusi-solusi kreatif terhadap permasalahan yang terjadi. Misalnya, ketika ada seekor kecoa masuk ke kamar Riska, Riska dan Gembul berusaha mencari cara mengusir kecoa itu. Mulai dari semprotan hama hingga jebakan keju. Yang menarik, ketika mengusir kecoa, mereka bergaya layaknya akan berperang.

Lihat Beberapa Episode Riska dan si Gembul


JEBAKAN KECOA


KAKEK KAKU ATAU LUCU


BANTUAN YANG BAHAYA

Menjadi Dubber Riska

Semenjak 2007 saya sering mengisi voice over untuk berbagai media audio visual. Lebih dari 100 jenis spot, iklan, company profile serta tutorial sudah saya perankan. Berperan melalui suara adalah salah satu ketrampilan yang harus dimiliki ketika menjadi dubber. Sama seperti seni peran lainnya, dilakukan proses casting di awal keterlibatan saya sebagai dubber ini.
Dubbing adalah mengganti audio atau suara dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, kerap kali dikenal dengan sebutan sulih suara. (Abbas, 2008)
Saya melalui tahap casting di Budi Pasadena Studio untuk mencoba memerankan karakter Riska. Casting ini diikuti lebih dari 40 orang. Sampel suara yang telah direkam, kemudian dikirim ke pihak production house Mikairu Enterprise. Pihak produser memberikan arahan untuk menambah penekanan-penekan pada vokal saya agar terdengar riang khas suara anak perempuan.

Selebihnya proses casting dubber ini, akan saya jelaskan lebih lanjut pada artikel tersendiri. Khususnya bagi mereka yang ingin mendalami lebih jauh profesi dubber character. Setelah dirasa cocok, akhirnya saya terpilih untuk memerankan tokoh utama di serial ini. 




A post shared by Official MNCTV (@officialmnctv) on

Theme Song Riska dan si Gembul

Selain menjadi dubber Riska, saya juga berkesempatan untuk menyanyikan theme song Riska dan si Gembul.

Ini dia liriknya

Mentari pagi hangat dan cerah
Mari bermain riang gembira
Bersama Riska dan si boneka biru
Bernama Gembul yang pintar dan lucu

Kembangkan senyum dan yakinkan hati
Anugerah Tuhan datang sebentar lagi

Siapkan dirimu
Belajar banyak ilmu
Tak lupa doa restu
Dari ayah ibu

Kita kan selalu jadi juara
Hadapi dunia luar biasa



Proses menyanyikan theme song ini tidak mudah. Ada beberapa versi demo theme song yang dibuat. Mulai dari perbedaan genre musik, tempo serta tentu nada dasar. Saya melakukan enam kali recording session. Mulai dari versi pendek, hingga full version.


Jujur proses menyanyikan theme song ini, jauh lebih susah daripada proses dubbing itu sendiri. Apalagi saya yang terbiasa membaca teks dalam konteks narasi, diharuskan melagukan teks berisi lirik yang sudah ditentukan oleh produser. Teknis pemenggalan kata, emosi dalam lagu selalu dibatasi nada melodinya. Jika telalu ekspresif, saya bisa keluar dari jangkauan nada yang ditentukan, alias fals. 
Apabila dubbing, per satu episode membutuhkan waktu 3-4 jam mulai dari proses reading, pendalaman karakter hingga sesi perekaman voice dan gesture serta revisi. Proses rekaman theme song ini, membutuhkan waktu hampir 7 hari dengan aransemen musik yang sudah siap. (Sara Neyrhiza)




Referensi
Abbas, Muh. Abduh. (2008). Dubbing Bahasa Sroboyoan Dalam Film Suroboyoan Di Jtv Terhadap Minat Menonton Masyarakat Surabaya
10 comments on "Riska dan Si Gembul"
  1. Wow Mbaaa, you're so cool! Pekerjaan jadi dubber itu menurutku sungguh imajinatif. Semoga serialnya banyak ditonton & menginspirasi ya

    ReplyDelete
  2. Akkkkkk, keren bgd sih mbkkk, selamat yak,
    Kudu nonton mah ini, Riska dan Si Gembul, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak.. ajak nonton keluarga ya :D

      Delete
  3. saya ga setuju sama film ini kalau di tonton anak2, karna di film lebih banyak konten negatif, jadi kayak sinetron bukan film yg cocok untuk anak2, trlalu banyak konflik riska & tmen2nya apalagi masalah tmen2nya suka ngebully riska di skolah, ga pantes di tonton anak2, knp ga buat film yg bisa mendidik dan ngasih contoh baik untuk anak2?? kayak upin ipin ttg persahabatan wlopun beda ras dan ga yg beda2in temen yg miskin ga ditemenin
    gak bagus ini film

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih ya sudah menonton Riska dan Si Gembul :).

      Serial animasi ini mencoba merefleksikan kehidupan sosial anak-anak yang sebenarnya.
      Ada beberapa episode yang menunjukkan kompetisi sesama teman sekolah. Hal tersebut terjadi kan disekolah?

      Di sinilah, ditampilkan sosok Riska yang selalu bersemangat dan berprestasi. Kompetisi tidak menjadi halangan untuk Riska. Dan bukan menjadi korban layaknya sinetron yang, manangis2 karena disiksa.

      Coba lihat juga banyak episode lainnya. Misalnya, ketika Riska menyelamatkan burung. Disitu ada pelajaran cinta kasih dengan sesama makhluk Tuhan. Ada juga pelajaran nilai kejujuran, saat Riska menemukan dompet yang terjatuh dan mengembalikan ke pemiliknya.

      Itulah yang harus anak-anak pahami. Bahwa ada kondisi yang tidak selalu ideal dalam kehidupannya.

      Yuk, tonton episode menarik lainnya ya.. :)

      Delete
  4. Gak Nyangka Dosen saya menjdi dubber Riska. I'm so proud of you Mrs Zahra.
    Really it's so cool. Bener gak nyangka. Wow.

    ReplyDelete
  5. Goodluck Bu Sara. Semoga bisa dubbing film animation lainnya. Dan tentunnya film animation yang berpendidikan untuk anak Indonesia.

    ReplyDelete
  6. Ga nyangka ternyata kartun yang ditonton adek saya Bu Zahra yang jadi dubber nya.Semoga kapan-kapan bisa sharing pengalaman-pengalaman nya dan juga share tips-tips nya ke mahasiswa ya bu. Sukses terus Bu Zahra

    ReplyDelete
  7. nggak gampang juga jadi dubber, mungkin next artikel bisa memberikan tips tips untuk dubber dan untuk kartun indonesia kedepannya bisa menampilkan hal hal yang mendidik dan menarik minat untuk anak anak indonesia supaya tidak nonton sinetron .

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature