Duta CERITA Solo Program THE HABIBIE CENTER

8/3/17
We just need to look closely
We just need to shake hands
Me and you
Stepping in time to share stories
(Sara & Laras)

Why an experience of pregnancy and childbirth does is memorable to me so much? Because after more than 3 years, I still remember clearly how the fear, confusion and anger that I must pass. I know exactly how great my hope was, that God Shows His way through the hands of the earth. Until finally, I met someone, who showed me the way in my ignorance. Made me strong and accompanying me to fight.

The feeling is almost the same, I feel it now. I am so afraid to rate someone just from the status on facebook. I dozens of times have to think, before showing my thoughts, for fear of those who are not the same as me would come to hate me. I am afraid, if misunderstandings destroy the soul, the most comfortable living place that I live in. It breaks my happy heart.

But I know something is wrong.

But I choose silence. Observe. Without bothering. I'm not acting either. I choose to go on another road. Avoid collision.

A broadcast in the WhatsApp group, moves me to enroll in a -Duta Cerita-. I follow the process until I am elected. At that time, I did not expect much. I just want to get rid of the ignorance. Hoping to find an answer. 



I'm comfortable where I stand. However, the three days I passed invited me to walk closer. Hear stories. Seeing something hidden within each person. Seeing Indonesia and the World is more than just the breadth of the map. Until finally feel comfortable to hold hands. 

Although I do not know how to enjoy coffee, because every coffee I brew always filled with creamer and sugar. But through Mr. Abdul Rehman Malik, I came to know that this cup of coffee is as beautiful as chatting with friends and loved ones.
Hey, you know. Mr. Abdul Rehman Malik like Santa Claus :). Like a candle, warm, you will be comfortable to be nearby. He's like being able to pull you off your comfortable blanket. However, it does not scare you. He shows reality.
As well as being close to Mr. Stephen Shashoua, Mbak Rahimah Abdulrahim, Mbak Wulan, Mas Rudi, Mas Aan, Mbak Tasya, Mbak Vira and Mbak Rahma. They are great people. Near them, there is a positive energy, which also pinch you to stay awake with the world.


Duta Cerita Solo

Meet many new siblings. We are from various religions, beliefs and backgrounds. But we can exchange ideas. It's like I wish to study with them longer.

Now, I just have to give myself a chance to learn to know more closely. The world is narrow, but deep. So many secrets to be dived. To get answers.

Will We?

CERITA - A program carried out by The Habibie Center, “Community Empowerment for Raising Inclusivity and Trust through Technology Application” aims to bring together young people who are active in Indonesia, who come from diverse religious and cultural backgrounds, to facilitate dialogue and share stories about their interfaith and intercultural experiences, which will be digitally loaded through mobile applications. Through the learning process and understanding of life lessons from each other, it is hoped that we can strengthen Bhinneka Tunggal Ika and able to create more positive content. It aims to counter false information as well as messages that can trigger social tension and violence over religious and cultural differences. Supported by the Google Foundation Tides Foundation, CERITA is held in five cities on the island of Java: Jakarta, Bandung, Malang, Yogyakarta and Solo. For Solo City, it is held on July 28-30 2017 in Omah Sinten.

*****

Mengapa pengalaman mengandung dan melahirkan menjadi kenangan yang begitu berbekas bagi saya? Karena setelah lebih dari 3 tahun, saya masih ingat jelas bagaimana rasa takut, bingung dan marah yang harus saya lalui. Saya tahu betul bagaimana besarnya harapan, agar Tuhan menunjukkan jalan-Nya melalui tangan-tangan-Nya di bumi. Hingga akhirnya saya bertemu dengan seseorang, yang menunjukkan jalan dalam ketidaktahuan yang saya hadapi. Membuat kuat dan menemani berjuang.

Perasaan yang hampir sama, saya rasakan sekarang. Saya begitu takut untuk memberikan penilaian pada seseorang hanya dari postingan status di facebooknya. Saya puluhan kali harus berpikir, sebelum menunjukkan pemikiran saya, karena takut mereka yang tidak sepemikiran membenci saya. Saya takut, jika paham-paham yang salah merusak jiwa, tempat hidup ternyaman yang saya tinggali. Merusak hati bahagia yang saya miliki.

Tapi saya tahu ada yang salah.

Tapi saya memilih diam. Mengamati. Tanpa mengusik. Saya tidak juga bertindak. Saya memilih memutar melewati jalan lain. Menghindari agar tidak bertabrakan. 

Sebuah broadcast di grup WhatApp, menggerakkan saya untuk mendaftarkan diri menjadi -Duta Cerita-. Saya ikuti prosesnya hingga kemudian saya terpilih. Saat itu, saya tidak berharap banyak. Saya hanya ingin menghilangkan ketidak tahuan. Berharap bertemu jawaban.


Saya nyaman di tempat saya berdiri. Namun, tiga hari yang saya lewati mengajak saya untuk berjalan mendekat. Mendengar pelbagai cerita. Melihat sesuatu yang tersembunyi dalam diri masing-masing orang. Melihat Indonesia dan dunia lebih dari sekedar luasnya peta. Hingga akhirnya merasa nyaman untuk bergandengan tangan. 

Meski saya belum tahu bagaimana cara menikmati kopi, karena setiap kopi yng saya seduh selalu saya penuhi dengan creamer dan gula. Tetapi melalui Abdul Rehman Malik, saya menjadi tahu, bahwa secangkir kopi ini seindah bercengkrama dengan teman dan orang tercinta. 

Hey, tahukah kamu! Abdul Rehman Malik seperti Santa Claus :). Seperti lilin, hangat, kamu akan nyaman berada di dekatnya. Dia seperti mampu menarikmu dari selimutmu yang nyaman. Namun, tidak membuatmu takut. Dia menunjukkan kenyataan.


Seperti juga saat dekat dengan Stephen Shashoua, Mbak Rahimah Abdulrahim, Mbak Wulan, Mas Rudi, Mas Aan, Mbak Tasya, Mbak Vira dan Mbak Rahma. Mereka orang-orang yang hebat. Di dekat mereka ada energi positif, yang sekaligus mencubitmu agar tetap terjaga dengan dunia.

Bertemu dengan banyak saudara baru. Kami dari beragam agama, kepercayaan dan latar belakang. Tapi kami dapat saling bertukar pikiran. Rasanya ingin berlama-lama belajar bersama mereka..

Sekarang, saya hanya harus memberi kesempatan pada diri sendiri untuk belajar mengenal lebih dekat. Dunia memang sempit, namun dalam. Begitu banyak rahasia  yang harus diselami. Untuk mendapatkan jawaban.

Akan kah kita?

CERITA - Program yang dilaksanakan oleh The Habibie Center.
“Community Empowerment for Raising Inclusivity and Trust through Technology Application” bertujuan untuk megumpulkan anak muda yang aktif di Indonesia, yang berasal dari beragam latar belakang agama dan budaya, untuk memfasilitasi dialog dan berbagi cerita tentang pengalaman antariman dan antarbudaya mereka, yang akan dimuat secara digital melalui aplikasi ponsel. Melalui proses pembelajaran dan pemahaman pelajaran hidup satu sama lain, diharapkan kita dapat memperkuat Bhinneka Tunggal Ika dan dapat menciptakan konten yang lebih positif. Hal ini bertujuan untuk melawan informasi palsu serta pesan-pesan yang dapat memicu ketegangan sosial dan kekerasan atas perbedaan agama dan budaya. Didukung oleh Google Foundation Tides Foundation, CERITA dilaksanakan di lima kota di pulau Jawa: Jakarta, Bandung, Malang, Solo dan Yogyakarta. Untuk Kota Solo dilaksanakan 28-30 Juli 2017 di Omah Sinten.


6 comments on "Duta CERITA Solo Program THE HABIBIE CENTER"
  1. Seru banget ya Mbak Sara! Kemarin sebenarnya pengen ikut daftar tapi waktunya ga pas.huks
    Bercerita, mendongeng seperti jadi healing untuk diri sendiri ya! And i do love it too. Smg ada acara kayak gini lagi. Pengen ikuuuut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru mbak..ketemu teman2 baru dan orang2 yang keren...
      Semoga ada lagi yak

      Delete
  2. Ahaayy asyiknya. Jd pengen ikutan.

    ReplyDelete
  3. jadi inget dulu waktu kecil sering di dongengin kancil nyolong timun..eh pas di dongenin ibu dikamar sama adek kampung kita banjir...langsung gak jadi tidur...#JamanDiKendal Pantura

    ReplyDelete
  4. My spouse and I stumbled over here by a different web page
    and thought I might as well check things out. I like
    what I see so now i'm following you. Look forward to looking at your web page again.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan komentar.
Komentar Anda termoderasi.
Salam

Auto Post Signature