Bongkar Naskah Podcast Storytelling Buat Ikutan Lomba

17.9.20


NASKAH PODCAST STORYTELLING

Kalau biasanya bikin podcast monolog dan interview, kali ini mencoba podcast storytelling. Secara gaya, selintas memang seperti program feature radio. Sehingga memang kesan personal kurang diwakili oleh format ini.


Cuma, saya memang pengen melihat apakah format ini bisa diterima di telinga pendengar. Terlebih karena saya membuat podcast ini untuk mengikuti sebuah lomba yang diadakan oleh Kementerian Kominfo. Sekalian menguji, apakah mampu menarik perhatian dewan juri diantara ratusan peserta yang mengirimkan podcastnya.


Baca Juga : Ini Cara Membuat Naskah Podcast yang Rapi


Proses Produksi Podcast Storytelling


Proses produksi diawali dengan memikirkan konsep dan riset materi yang disesuaikan dengan topik utama lomba. Saya memasukkan beberapa elemen seperti puisi, vox pop dan lagu, untuk membuat kesan dramatisasi di podcast ini. Tidak ketinggalan, narasi yang menjadi elemen utama.


Setelah bikin konsep, saya coba turunkan ke dalam naskah berikut ini. Naskah saya gunakan untuk memandu dalam proses rekaman suara. Naskah juga dipakai untuk membuat musik.


PUISI : 

Darah dan semangatku bersatu dalam nadi

Tiap peluh, juangku tak runtuh

Mari teriakkan, MERDEKA!!


PROLOG :

Perjuangan tak lagi dengan teriakan lantang

Semangat adalah apa yang nampak dalam karya

Karena dengan mandiri, kita memberi bukti

Tak gentar dengan tantangan


The Late Brunch Podcast bersama saya Sara Neyrhiza dalam episode Bisa Merdeka, Bisa Berkarya


VOX POP 1 [ transkrip] :

Saya membatasi interaksi di studio milik saya selama pandemi ini. Ikut himbauan pemerintah saja, agar lebih mawas diri dan menjaga kesehatan.

Tapi bersyukur, ternyata banyak peluang bisnis yang masih terbuka. Asal mau berinovasi, kita bisa mandiri.


NARASI :

Pandemi, sebuah fase pembelajaran yang berharga. Akhirnya kita menyadari kan, bahwa tantangan, bisa datang kapan saja. Masa ini  belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi berhasil menguji, seberapa kuat kita bertahan dan bekerja keras.


Sebagian orang, terpaksa di rumahkan. Tapi sebagian yang lain, mulai merintis berjualan kecil-kecilan.

Sebagian orang, berjuang memberi pengobatan. Dan sebagian yang lain patuh di rumah, menerapkan protokol kesehatan.

Sebagian orang mulai kembali bekerja demi kebutuhan mereka sehari- hari. Sebagian yang lain mencoba berinovasi, mencari celah peluang, bekerja dari rumah demi anak dan istri.


Kita memang sudah merdeka, tapi bukan berarti kan terus duduk santai berleha-leha??

Merdeka adalah tentang kesadaran, untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri, tidak lupa saling menguatkan sesama, bekerja sama.


VOX POP 2  [ transkrip]:

Ora isoh dodolan mbak ning kantin mbak, sekolahe utup, wedi, kena virus.

Tapi Alhamdhlillah, saiki isoh dodolan online. Yen jarena wong jowo, nrima ing pandhum. Sapa sabar rejekine jembar.


NARASI :

Selamat datang new normal. Bukan suatu hal yang luar biasa, tetapi membiasakan hal baru agar lebih terbiasa. Terbiasa menerapkan protokol kesehatan, dalam kehidupn sehari-hari.

Baik di kantor, di rumah, di jalan, di pasar, dan dikeramaian. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan saat ini?


1. Jaga selalu kesehatan

Kita nggak bakal bisa ngapa- ngapain deh kalau sakit. Jika selama ini masih abai dengan kesehatan, maka harus setting ulang prioritas hidup. Kurangi tuh begadang, asupan junk food, rokok dan semua makanan minuman yang nggak berfaedah. Lebih baik rajin masak di rumah, menambah asupan buah dan sayur juga berolahraga.

2. Coba pikirkan alternatif penghasilan

Jika selama ini hanya fokus pada satu pekerjaan, masa pandemi juga memaksa kita untuk memikirkan alternatif sumber penghasilan. Jika penghasilan utama terganggu, maka penghasilan dari pekerjaan yang lain dapat menutupi kebutuhan. Pada akhirnya tidak ada pekerjaan yang 100% mapan. Kita harus mandiri, bergerak dan kreatif menjemput berbagai peluang yang ada.

kaya sekarang, training center yg saya miliki, harus saya tutup sementara. Saya gak mau ambil risiko terjadi penularan virus, saat kegiatan brlajar mrngajar berlangsung.

Tapi ternyata, pelatihan tetap bisa silakukan. Semua kelas berubah menjadi online.

Ternyata bisa juga? Tinggal mau kreatif atau nggak.

3. Bijak dalam mengatur keuangan

Coba deh Lihat kembali bagaimana kita mengatur keuangan.

Coba catat semua uang masuk dan keluar

Bedakan kebutuhan dengan keinginan

Kelola hutang dengan bijaksana. 

Menyiapkan dana darurat sekitar 3- 6 kali gaji bulanan

Serta belajar untuk memprioritaskan tabungan, investasi dan asuransi


Oiya, saya sih yakin kamu menjaga kesehatan fisik dengan baik. Tapi  menjaga kesehatan mental juga gak boleh ketinggalan. Siapa sih yang nggak stres menghadapi Covid-19 ini? Ngerasa kan kalau tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah dibanding biasanya. Ruang gerak terbatas, jug minim sosialisasi tatap muka.


Maka, penting juga untuk menjaga diri kita tetap waras. Coba deh memulai kembali hobi. Ada yang masak, urban farming, menggambar, karaokean, nonton drama Korea, apapun yang bikin hati bahagia.


5. Dan gak lupa, yuk berkolaborasi untuk kebaikan

Nggak bertatap muka, bukan berarti nggak bisa kerja sama. Dengan teknologi, kita tetap bisa berkomunikasi, berkolaborasi, bahwa menciptakan hal- hal baik bersama.

Ingat, rasa lelah akan terasa lebih ringat kala kita saling menguatkan.


Mari kita berdoa dan berusaha untuk bisa selalu kreatif dalam berkarya. Mari kita dukung pemerintah dan tenaga kesehatan untuk bisa mengatasi virus yang masih meraja lela.

Mari saling bekerja sama dan percaya bahwa kita bisa melalui ini semua.

Saya Sara Neyrhiza, 75 tahun Indonesia Merdeka. Indonesiamu Indonesiaku,  Indonesia Maju


EPILOG :

Sudah Siap! Kepalkan Tanganmu! Kuatkan Semangatmu!

Suara anak kecil nyanyi :


17 Agustus tahun 45...


Kita tetap setia, tetap setia 

Mempertahankan indonesia

Kita tetap setia, tetap setia

Membela negara kita


***


Setelah proses merekam narasi monolog, saya lanjutkan dengan merekam lagu. Sengaja memilih lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar agar sesuai dengan tema lomba podcast ini yakni Cerita Kemerdekaan. Saya menyanyikan sendiri lagu Hari Merdeka, dengan mengubah suara menjadi karakter anak- anak, untuk memberikan variasi konten agar tidak didominasi suara orang dewasa.


Proses perekaman suara selesai, maka dilakukan proses editing. Elemen musik tentu tidak boleh ketinggalan. Saya minta suami saya Budi Pasadena membuat musik. So, semua musik di episode ini original. Prosesnya cukup lama untuk editing dan musik ini, hampir 3 jam.


LIHAT PROSES PEMBUATAN MUSIK



Setelah file audio siap, maka teknis selanjutnya adalah yang berkaitan dengan publikasi podcast sesuai dengan ketentuan lomba. Seperti membuat artwork, mengupload, membuat caption dan membuat audiogram sebagai materi teaser di instagram.


Sejujurnya proses produksi terbilang cukup ribet. Tapi ini cukup menantang, bisa menyusun berbagai elemen suara untuk menjadi kesatuan cerita berdurasi 10 menit ini dengan detail. 


Keseluruhan tahapan produksi yang saya lakukan, adalah sebagai berikut :

1. Bikin konsep & riset materi

2. Nulis naskah

3. Rekaman puisi

4. Rekaman narasi

5. Rekaman lagu

6. Rekaman voxpop

7. Produksi musik

8. Editing Audio

9. Desain artwork

10. Bikin audiogram

11. Nulis caption

12. Upload seluruh materi di Anchor dan IG TV


Dan beruntung, podcast ini terpilih menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi podcast yang diadakan Kominfo tersebut.


Silakan klik video di bawah ini untuk mendengarkan podcast secara keseluruhan.



Bisa Merdeka, Bisa Berkarya

LOMBA PODCAST KOMINFO



Lihat behind the scene produksi podcast ini



See you on the next blogpost.








Thank you, 

 

Post Comment
Post a Comment

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature