Membuat Naskah Podcast, Biar Nggak Ngelantur Sana Sini

14.2.20
MEMBUAT NASKAH PODCAST

Mendengarkan podcast, kembali mengingatkan saya dengan masa asyiknya mendengarkan radio. Sebagai kawan ketika asyik bekerja di kantor, atau pengantar pergi tidur di malam hari. Mungkin hal ini karena karakteristik podcast yang auditif, terasa begitu dekat, personal, sekaligus bisa menjadi background.

Alih-alih menyamakan podcast dengan siaran radio, podcast malah cenderung lebih mirip dengan vlog di youtube. Sifatnya yang on-demand, memberikan pendengar kontrol yang besar terhadap tayangan. Kita dapat mendengarkan  podcast yang kita inginkan kapan saja dan di mana saja. Siaran suara pada podcast memiliki  tingkat fleksibelitasnya yang lebih tinggi daripada radio konvensional.

Podcast di Indonesia terus mengalami peningkatan. Jika melihat kolom podcast di Spotify, banyak hadir channel- channel baru yang menduduki posisi teratas. Begitu pula dengan para public figure yang selama ini menjadi content creator video, mulai melakukan konvergensi media melalui kanal podcast.

Pendengar podcast juga makin beragam. Riset yang dialakukan DailySocial yang bekerja sama dengan JakPat Mobile Survey Platform dengan  menyurvei  2023 pengguna smartphone di tahun 2018, menunjukkan bahwa generasi berusia 20- 25 tahun adalah yang terbanyak mendengar podcast dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Membuat Naskah Podcast Bagi Pemula


Sama ketika vlog hadir di tengah masyarakat, podcast juga berhasil mencuri perhatian. Meski ternyata, tidak semua orang merasa lihai merekam suaranya sendiri. Bagi mereka yang bekerja di radio, entah sebagai penyiar, reporter atau voice over talent, merekam suara mungkin bukan hal yang sulit.

Namun, bagi mereka baru memulainya, mungkin akan terasa kaku dan bingung dengan apa yang ingin disampaikan. Itu mengapa, kita perlu membuat naskah podcast sebagai panduan dalam berbicara.

Tujuan Membuat Naskah Podcast

Sama halnya dengan naskah siaran radio, naskah podcast dibuat dengan beberapa tujuan, seperti :

1. Untuk memandu podcaster terkait hal-hal yang diucapkan, sehingga tidak ada yang terlewat
2. Untuk keamanan, bisa mengurangi stres yang mungkin muncul saat podcaster harus mengingat beragam materi yang ingin disampaikan
3. Menulis naskah membantu dalam mengeksplorasi sebuah materi secara lebih mendalam, sehingga podcast menjadi lebih menarik.
4.  Menghindari kesalahan menyangkut akurasi informasi
5. Penataan alur pikiran secara logis (naskah akan menuntun alur dalam bertutur)
6. Pemahaman dan intrepertasi terhadap isi naskah akan lebih mempertajam gaya bertutur podcaster., sehingga ia dapat membawakan dengan tone dan intonasi yang tidak monoton.
7.  Dokumentasi materi dari tiap episode- episode podcast yang ditayangkan

Bagi podcaster pemula, penting menetukan topik dari podcast yang akan dibuat. Podcast dengan topik yang tersegmentasi, akan membuat pendengar lebih mudah mengenali podcast yang kita miliki. Sebagai creator kita juga akan lebih fokus dalam mengembangkan berbagai topik bahasan dalam tiap- tiap episodenya.

Setelah memilih niche topik dari podcast yang kita buat, maka langkah selanjutnya adalah membuat naskah podcast.


Baca Juga : Membuat Podcast Mudah dan Gratis


Jenis Naskah Podcast


1. Naskah kata- demi- kata

Bagi yang belum terbiasa merekam suaranya, ada baiknya menulis naskah podcast  kata-demi-kata. Naskah ditulis kata demi kata secara terstuktur, lengkap, dan kemudian kita baca keseluruhan. Teknik ini disebut dengan manuskrip.

Membaca naskah dengan metode manuskrip akan memastikan bahwa kamu menyampaikan semua yang kamu inginkan. Sehingga tidak ada yang ketinggalan, dengan akurasi data atau fakta yang tepat.

Metode manukrip juga membantu bagi yang sedikit kurang percaya diri dalam berbicara dan lebih suka pendekatan terstruktur/ metodis dalam rekaman.

Kelemahan metode manuskrip ini, podcaster yang terlalu terpaku pada naskah  akan  sering membuat intonasi suara monoton dan kaku. Hal ini akan membuat pendengar cepat bosan.

Tipsnya, cobalah beri tanda baca pada naskah / (garis miring satu) untuk koma, // (garis miring dua) untuk titik. Dengan bantuan tanda baca ini, podcaster sekaligus berlatih memberi nada pada setiap kata yang diucapkan, juga penekanan pada akhir kalimat sehingga tidak bertutur secara monoton.

Podcast saya yang berjudul #KalauCinta juga menggunakan teknik manuskrip ketika membawakannya. Formatnya non fictional storytelling, membantu saya untuk menyampikan isi cerita lebih mengalir secara rapi mulai dari setup ( introduction) - confrontation -resolution


MEMBUAT NASKAH PODCAST
Sumber : philipp.truebiger.com
Metode penulisan naskah podcast #KalauCinta ini saya adaptasi dari teknik penulisan naskah radio. Selengkapnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.

Podcast
#Kalau Cinta
Episode
7
Title
Bertepuk Sebelah Tangan
Date
8 Juli 2019
Music
Free Music Youtube Library
Jingle Closing Original #KalauCinta

Opening
Hai/ Apa kabar//
Sara Sara Neyrhiza/ di Kalau Cinta//
Seperti biasa/ kisah cintamu/ Sara hadirkan di sini//
Intro
Seperti biasa aku mengantarkan Nina pulang ke rumah// Meski aku masih harus kuliah jam ketiga/ rasanya tidak tega kalau Nina harus pulang naik bus sendiri//
Sudah lebih dari lima tahun/ mengantar dan menjemput Nina sekolah menjadi kebiasaan dan rutinanitasku setiap hari// Setelah kami lulus dari SMA/ ternyata kami masih berada di kampus yang sama// Maka aku lanjutkan saja rutinitas bertemu dengannya kala pagi dan siang/ bahkan sore atau malam hari//
Confrontation
Disela aku masih sibuk mencari pekerjaan/ aku masih sering mengantar jemput Nina bekerja// Meski tidak sesering dulu/ aku bahagia bisa bertemu dengannya sesekali// Melihat wajahnya yang ayu/ selalu membuatku tenang sebagai laki-laki/ Hnaya Nina perempuan yang dekat denganku//

Hingga suatu hari aku/ dia menyerahkan selembar undangan pernikahan// Terlihat jelas nama Nina dan Bobby pada halaman cover undangan// Tercetak tangan pernikahan mereka tepat dua minggu lagi dari sekarang//

"Surpise" /katanya bersemnagt sambil memamerkan senyum lebarnya// Kamu kenal Boby kan? teman SMA kita dari kelas IPA2?" //Kamu orang pertama yang menerima undanganku ini/ Ikhsan//
Resolution
Dengan tangan bergetar aku terima undangan itu// Secara tiba-tiba hatiku terasa perih// Kepalaku terasa panas// Keringat dingin membasahi keningku// Disitulah aku sadar, bahwa aku mulai hancur perlahan///
Closing
Terima kasih untuk Iksan yang sudah mengirimkan kisahmu di Kalau Cinta// Buat kamu yang ingin mengirimkan naskahmu juga/ kirimkan melalui email di kalaucintapodcast@gmail.com// Sampai bertemu di KalauCinta selanjutnya//




2. Naskah Kerangka Episode 


Jika sudah mulai terbiasa berbicara dan merekam suara untuk podcast, kita bisa memilih jenis naskah podcast kerangka episode. Caranya dengan menulis rencana dan garis besar dari episode podcast. Kita masukkan poin demi poin apa yang ingin kita sampaikan, beserta semua informasi yang kita butuhkan.

Bukan kata per kata, tapi cukup poin-poin garis besarnya saja pada tiap struktur podcast.

Metode ini akan membantu podcaster agar dapat berbicara dengan rapi dan terstuktur, tetapi masih memiliki fleksibilitas dan melakukan improvisasi ketika berbicara.

Podcast saya The Late Brunch with Sara dengan format monolog menggunakan jenis naskah podcast kerangka episode.

The Late Brunch with Sara
Episode 19
Mitos Public Speaking
13 April 2020

RUNDOWN
INFO
DURATION
Opening
Jingle Opening Program
5’
Introduction

Perkenalan host, program dan topik
120’
Segue
Smash Music
2’
Main Point 1
Mitos public speaking
-          Bakat atau Latihan
-          Rasa takut = kegagalan
-          Latihan lama
600’
Sponsor
Spot
30’
Segue
Smash Music
2’
Main Point 2
Q & A dari Instagram
120’
Closing remaks
Thanks
Call to action www.thelatebrunchshow.com
30’
Closing
Jingle Closing Program
5’



Di bawah ini contoh lain outline dari naskah GothamCast

Template naskah dari solo show podcast GothamCast.


3. Bullet Points 


Podcaster yang sudah nyaman berbicara, dan mampu berimprovisasi dengan baik dapat memilih metode bullet point. Tulis saja, judul episode pada bagian header dan selanjutnya tuliskan poin- poin yang ingin disampaikan.

Metode ini membuat cara berbicara podcaster lebih santai dan mengalir. Meski demikian jika tidak fokus, podcaster sering kali justru berbicara semakin melebar diluar topik yang dibicarakan.

Kemampuan improvisasi yang terbatas juga akan memungkinkan podcaster untuk sering mengucapkan filler words seperti "ehm..mmm..uhhh.." yang jika sering diucapkan akan mengganggu kenyamanan pendengar.

Bullet point berikut ini saya gunakan untuk panduan rekaman podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza

Podcast
The Late Brunch
Episode
5
Title
Membangun Personal Branding
Date
8 September 2019
Music
Cue The Late Brunch
1.        Apa aitu Personal Branding
2.        Tujuan Personal Branding
3.        Cara Membangun Personal Branding
-          Kenali Diri (SWOT)
-          Publikasikan Portofolio
-          Bergabung Komunitas
-          Aktivasi sosmed



Baca Juga : Membuat Podcast dari Hape

Baca Juga : Teknik Penulisan Naskah Podcast

Pilih Naskah Podcast yang Sesuai Denganmu


Metode apa pun yang kamu pilih tidak masalah. Awalnya mungkin dimulai dengan menulis naskah podcast lengkap, membacanya kata demi kata dalam rekaman. Kemudian, setelah sering berlatih dan merasa semakin percaya diri, akan beralih ke metode naskah yang lebih fleksibel.

Di artikel selanjutnya, saya akan membahas bagaimana membuat naskah podcast solo, naskah podcast interview dan naskah podcast co-host show. Artikel tentang podcast lainnya bisa dilihat pada label PODCAST di blog ini.

DOWNLOAD MATERI MEMBUAT NASKAH PODCAST 

See you on the next blogpost.







Thank you, 

9 comments on "Membuat Naskah Podcast, Biar Nggak Ngelantur Sana Sini"
  1. Waaa lengkap sekali mba panduannya. Makin rame ya podcast sekarang. Jadi pengen coba bikin, tapi saya ga suka denger rekaman suara saya sendiri, wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dicoba aja mbak, nanti akan ketemu asiknya. Minimal menyalurkan 20000 kata per hari kita sebagai perempuan

      Delete
  2. Sebenernya aku tertarik banget sama Podcast ini, sering baca juga artikel-artikel Podcast punya Mbak Sara. Tapi jSua aja aku masih mengumpulkan kepercayaan diri. Suaraku tuh bindeng gitu lho Mbak, sengau banget. Trus, masih belum menemukan tema yang menurutku pas buat aku. Kira-kira ada masukan gak Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk tema pilih yang dikuasai mbak, dan kalau bisa segmented. Berbeda dengan blog, podcast ini penting banget niche dan figure dibalik podcast tersebut. beda dengan blog, yang bisa saja orang nyasar nemu blog kita, tapi kalau podcast, orang betul2 butuh niat untuk mendengarkan . Terkait suara, bagus dan tidak itu relatif mbak. Yang penting jelas dalam menyampaikan.

      Delete
  3. Saya mw dimentori online dong mba sarah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering ada kelasnya juga..info kelas biasanya di instagram @neyrhiza

      Delete
  4. ditunggu mbak sara bagaimana membuat naskah podcast solo, naskah podcast interview dan naskah podcast co-host show....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik, ditunggu ya postingannya..akan publish minggu depan

      Delete
  5. Searching nyari ilmu seputar podcast eh ketemu disini auto pembaca setia nih hehe. Thanks bgt kak.. Sering sering ya kak biar gk gabut selama pandemi ini haha

    ReplyDelete

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature