Showing posts with label BOOK. Show all posts
Showing posts with label BOOK. Show all posts

Buku Public Speaking, Semua Bisa Bicara

3.9.20

 

BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA


Naik panggung, pertama kali di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Saya diminta untuk melakukan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) saat Ramadan di hadapan semua siswa kelas 1-6 dan para guru. Penampilan saat itu saya membawakan sebuah ceramah berjudul umur. Intinya, kalau orang mau bermanfaat, belajarlah dari pohon kelapa, yang umurnya panjang, semua bagian tubuhnya bermanfaat bagi manusia.


Mama yang membuatkan naskahnya. Saya berlatih beberapa hari sebelum tampil, dan akhirnya sukses keluar sebagai juara favorit. Ternyata di lombakan :)


Setelahnya, saya mewakili sekolah untuk lomba di jenjang yang lebih tinggi. Mulai saat itu, rasanya public speaking menjadi hal yang sering saya lakukan.


Semua belajar secara otodidak. Terbiasa tampil menari dan drum band sejak TK, mental saya sudah cukup terasah. Yang berbeda adalah bagaimana kemampuan dalam mengolah kata. Dan hobi membacalah yang memberi banyak asupan.


Ketika SMA mulai menjadi penyiar radio, public speaking berubah menjadi profesi. Saya mulai diminta menjadi MC di berbagai acara kantor. Dan keterusan hingga saat ini. Hanya sekarang saya lebih selektif dalam memilih acara. Karena ternyata saya lebih nyaman sebagai pengajar dan pembicara seminar atau workshop, berbagi wawasan dan berdiskusi dengan banyak orang.


Public speaking, bisa karena terbiasa.


Hal ini pula yang saya tekankan kepada para siswa di SPEAKING.id pelatihan public speaking yang saya inisiasi 2 tahun lalu. Mau les berapa kalipun akan sama saja, kalau nggak mau praktik. Ya, itu kuncinya latihan, latihan, latihan.


Tapi jelas, latihan memang tidak mudah. Mental block, salah satu kendala yang sering dihadapi. Takut berbuat salah, takut terlihat buruk, takut malu dan segala ketakutan lain yang meruntuhkan rasa percaya diri.


Permasalahan ini, berasal dari dalam diri. Artinya, motivasi diri yang kuatlah yang bisa meruntuhkannya. Mau bilang public speaking cuma ngomong doang, ya silakan. Tapi ternyata memang public speaking, gak bisa kalau cuma sekedar ngomong doang. Entar yang diomongin nggak ada isinya, nggak ada tujuannya, gak ada efeknya buat orang lainnya.


Saya pernah merasakan hal yang sama. Dan rasa khawatir, deg- degan ketika mau tampil itu nggak bisa dihilangkan. Yang bisa saya lakukan adalah dengan mengontrol hal tersebut. Kalau saya merasa sudah melakukan persiapan, sudah latihan, hati saya menjadi lebih kuat. Kalaupun nantinya grogi, pasti hanya 2-3 menit pertama. Selanjutnya bisa terasa lebih mudah.



SEMUA BISA BICARA


BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA

Dengan pengalaman tersebut, saya mencoba untuk merangkumnya dalam sebuah buku. Buku ini saya tulis selama 2 bulan, yang merangkum perjalanan public speaking sejak 22 tahun lalu.


Bukunya nggak terlalu tebal, ukurannya nggak besar. Jadi bisa enteng dimasukin di tas. ⁣Kalau tiba- tiba dapet tugas memberi sambutan, menjadi MC dadakan, atau melakukan presentasi di depan klien atau atasan, buku ini bisa langsung bisa dibaca sekilas dan sekaligus menjadi panduan agar berani dan #SemuaBisaBicara⁣⁣.


Beberapa pertanyaan tentang public speaking dari teman-teman, saya coba menjawabnya juga, seperti.

- Komunikasi efektif yang kaya gimana?⁣⁣

- Metode public speaking apa aja?⁣⁣

- Ngilangin grogi gimana?⁣⁣

- Ngilangin medok pake apa?⁣⁣

- Aroma tubuh itu pesan nonverbal juga ya?⁣⁣

- Suara bulat cara latihannya gimana?⁣⁣

- Bantuin bikin naskah pidato dong?⁣⁣

- Persiapan MC apa aja?⁣⁣

- Presentasi ada alurnya juga nggak?⁣⁣

- Moderator itu tugasnya ngapain?⁣⁣ dan masih banyak lainnya/

⁣⁣

Akhirnya, saya bisa mengatakan bahwa ada dua hal penting dalam public speaking : percaya diri dan latihan. Buku ini akan mendorongmu untuk mau berlatih dan berani tampil berbicara di depan umum. Jika kamu merasa grogi, deg- degan, malu, cemas, tenang itu bukanlah kegagalan, itu WAJAR! Teruslah berusaha. Yakinkan dirimu. Kamu Bisa Bicara!


Beli Buku #SEMUABISABICARA


See you on the next blogpost.








Thank you, 


Resep Bahagia Ala Perempuan Zaman Now

22.12.18

Delapan bulan. Dibilang sebentar kok lama, dibilang lama, eh bisa selesai juga. Selama itulah waktu yang dibutuhkan untuk menggarap buku antologi ini. Sesuai namanya, buku kroyokan ini melibatkan sembilan belas penulis.

Para perempuan yang berjumpa di group whatsapp ini memutuskan untuk menuliskan cerita mereka dalam buku yang pada akhirnya disampul merah jambu. Seolah menjadi simbol, bahwa isi di dalamnya memang betul mewakili makhluk dari planet Venus.

Para makhluk Mars boleh membacanya?

Tentu saja. Karena perempuan ingin dimengerti. Mungkin setelah menyimak dan menghayati buku ini, akan muncul amalan-amalan yang membuat perempuan sendu mendayu penuh haru. Lantas lebih mencintaimu, Hai para lelaki!

Tiga kategori di dalamnya mewakili peran perempuan hidup di dunia. Bisa dibilang fase, bisa juga dikatakan sebagai pilihan. Woman, Wife, Mom. Perempuan bisa berdiri sendiri sebagai seorang individu. Bisa juga memainkan peran sebagai seorang istri. Pun bisa berpredikat seorang ibu. Itulah pilihan jalan hidup, yang bisa dilakoni.


Ketika ditanya apa yang menjadi motiviasi dibalik buku ini, mereka kompak menjawab, bahwa berbagi bahagia lebih menyenangkan daripada berbagi kisah lara. Menjadi perempuan sudah cukup repot bin ribet. Biarlah buku yang "biasa saja" ini menjadi cara sederhana untuk berbagi bahagia.

Karena bahagia itu (JUGA) pilihan.

Sebelum perempuan berjuang membuat keluarganya bahagia, perempuan harus memahami terlebih dahulu bagaimana cara membuat dirinya bahagia dengan cara masing-masing. Bahagia tidak sekedar terucap lewat kata, namun hati yang akan selalu menjawabnya. Melalui syukur dan ikhlas.

Sembilan belas resep bahagia di buku ini berangkat dari hal sederhana. Kondisi terpisah jauh dari keluarga, hobi menulis blog, hobi berkebun atau sekedar menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Semua dekat dengan aktivitas kita sebagai perempuan, istri dan seorang ibu. (dikutip dari halaman Kata Pengantar)
Seremonial launching buku. Bertepatan dengan Hari Ibu, 22 Desember 2018 di Perpustakaan Ganesa.

Teruntuk delapan belas perempuan luar biasa lainnya, yang menyempatkan waktunya, juga yang telah memberi sumbangsih pikiran, dana, raga dan upaya. Terima kasih untuk kebersamaan yang terjalin karena lancarnya kuota internet yang kita punya. Group whatsapp yang terkadang ramai hanya untuk menuliskan baper-baper di dada. Juga pertemuan-pertemuan makan siang sembari memotong daging steak ukuran besar yang berakhir dengan foto-foto narsis khas anak abg macam kita.

Tunai sudah tugas kita untuk melahirkan buku ini dan memperkenalkan pada dunia. Biarlah drama yang kita lalui menjadi bagian dari cerita yang tersirat dan hanya kita bersembilan belas yang tahu endingnya. Setiap rasa yang mungkin tertahan bisa jadi ujian, sekaligus  menjadi pengingat. Bahwa kita pernah berkumpul dan bersua untuk melahirkan rasa bahagia.

Dan inilah Resep Bahagia ala Perempuan Zaman Now.

Karena perempuan harus bahagia, kan?



Mbak Rahayu Purwa dari SPEKHAM (Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasai Manusia) yang menjadi narasumber Talkshow 1000 Reasons to Be Happy melengkapi acara launching buku

Let's be friends!


Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you, 

Buku Writingthon Asian Games 2018. Terima Kasih Kemkominfo!

23.8.18
WRITINGTHON ASIAN GAMES

Jadi, beberapa waktu lalu saya mengikuti kompetisi menulis blog yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Bitread Publishing. Alhamdulillah, saya berhasil menjadi salah satu pemenangnya dan menjadi perwakilan dari provinsi Jawa Tengah.

Banyak privilege yang saya dapatkan setelah memenangkan Writingthon Asian Games 2018 ini. Selain berangkat ke Jakarta selama 5 hari, saya juga berkesempatan menonton langsung Opening Ceremony Asian Games 2018 dengan tempat duduk VIP.

Baca Juga : Tulisan Ini Membawa Saya Menjadi Duta Asian Games 2018


Writingthon Asian Games 2018 juga membawa saya menjadi salah satu Duta Asian Games. Bertemu dengan berbagai pemenang kompetisi lainnya dari seluruh Indonesia.

Writingthon Asian Games 2018
Gambar diambil dari Instagram Bitread

Salah satu hadiah terbaik yang saya terima adalah dibukukannya tulisan kami para blogger yang berhasil memenangkan Writingthon Asian Games 2018 ini. Keseluruhan ada 34 tulisan yang menceritakan tentang dukungan berbagai daerah di Indonesia terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018 ini.

Sayangnya, buku ini tidak diperjualbelikan karena milik Negara. Meski demikian, ini menjadi kenang-kenangan tersendiri bagi saya. Bahwa, saya pernah mendukung dan menjadi saksi ajang pertandingan terbesar di Asia, di mana Indonesia yang menjadi tuan rumahnya ini.

Baca Juga : Pengalaman Menjadi Duta Asian Games 2018


Writingthon Asian Games 2018

Semoga setelah lahirnya buku ini, saya semakin bersemangat untuk menulis blog dan bermanfaat bagi banyak orang.




Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,

Bukan Lara Dalam Kidung Penantian, Sebuah Antologi Puisi

6.7.18
Saat anak dan suami sudah terlelap, itulah saat yang tepat bagi saya berkontemplasi. Pertama diawali dengan bersyukur atas kesempatan hidup yang diberikan Tuhan, untuk dapat berkumpul bersama keluarga. Selanjutnya mengevaluasi segala pencapaian, juga menyusun kembali asa yang mungkin memudar.

Di waktu yang sama, saya juga sering menatap wajah kedua orang yang saya kasihi itu. Sembari membayangkan betapa sepinya jika mereka tidak ada. Betapa beruntungnya saya memiliki mereka.

Kidung yang tersurat ini adalah ungkapan dari rasa yang tersimpan rapi dalam kenangan. Semoga dia akan memahami, bahwa cinta kedua orang tuanya mungkin tidak terucap. Biar malaikat yang menjadi saksi, tiap doa yang terpanjat. Untukmu, Nak..



Bukan Lara

Oleh : Sara Neyrhiza

Malam menjadi kawan kala aku terjaga
Detak jantung jadi saksi kau ada
Saling menemani tetesan peluh air mata
Merasakan kita yang berbagi nyawa

Jangan bergeming, meski dunia terasa bising
Selama Dia mengizinkan daun terlepas dari ranting
Kau tak akan pernah asing
Dunia ini belum jadi puing-puing

Sudahkah kau rasakan?
Kau tak sekedar imbalan bagi raga yang dipersatukan
Cintaku semurni intan
Lenganku menopangmu dalam terik dan rintik hujan

Apakah sudah waktunya?
Sakitku menyambutmu Dinda
Terlalu lama sudah kumerindu
Sudah saatnya kau di dekapku

Solo, 24 April 2018



Kidung Penantian, sebuah antologi puisi yang merangkum 111 rasa dari para pujangganya.
Diterbitkan di tahun 2018 oleh Penerbit Mandala.

Baca Juga : Senja Terakhir, Ketika Perempuan Bicara Cinta


#7DaysWritingChallange
#RumlitIIPSoloRaya
#IbuProfesional

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,

Berbicara Cinta Melalui Senja Terakhir

25.2.18
Kumpulan cerpen berjudul Senja Terakhir ini akhirnya rilis juga. Saya bersama 21 penulis perempuan lainnya diminta untuk mengisahkan CINTA dengan cara kami masing-masing.

Ketika diminta menuliskan tentang CINTA, apa yang akan langsung terbersit dipikiran kita?
Apakah masa indah saat pacaran? Atau hari bahagia duduk di pelaminan dengan seseorang yang kita cintai? Atau amarah ketika rasa kasih dikhianati?

Setiap orang, khususnya wanita, memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan emosi bernama CINTA. Meski cinta begitu luas dan universal, cinta terhadap lawan jenis memberi gejolak dan lonjakan adrenalin yang tidak biasa. Bahkan "tai kucing rasa cokelat" atau "love is blind"

Meski cinta adalah anugerah yang KUASA, yang sulit untuk ditolak, cinta sering kali dihadapkan pada situasi yang tidak selalu menyenangkan. Maka disaat itulah cinta menuntut perjuangan. Akankah kuat bertahan, atau mundur menghindar.

Cinta juga tak berbatas ruang dan waktu. Memori lama terkadang mengikat jiwa untuk bertahan di rasa yang lama. Menyakitkan. Namun, perlu kekuatan besar untuk menemukan belahan jiwa yang baru. Orang mengatakan itu dengan moving on..

Siapa saja boleh mengatakan i love you, aku cinta kamu..

Entah Engkau yang masih belia, entah Dia yang menua.

Namun, cinta tidak pernah salah. Dia hanya menuntut orang untuk lebih bijaksana, dalam mencintai..
Terima kasih untuk penerbit Stilleto Book dan Diandra yang telah memfasilitasi lahirnya buku ini. Semoga buku ini dapat mewakili perasaan manusia khususnya perempuan, dalam menjalani hidup dengan CINTAnya.

Source : Stilleto Facebook Fanpage

Auto Post Signature