5 Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan

 

Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan


Dua tahun terakhir, saya mulai menyukai aktivitas lari. Tidak perlu waktu lama untuk menyegarkan tubuh di pagi hari, cukup lari 30-45 menit. Karena sudah jadi hobi, untuk lari pagi saya tidak sembarangan dalam memilih sepatu. Ada banyak jenis sepatu yang dijual di pasaran, beberapa di antaranya seperti sepatu lari, sepatu jalan, sepatu sepatu boots, sepatu sneakers dan lain sebagainya. Selain sebagai alas kaki, fungsi sepatu telah melebar menjadi berbagai fungsi, seperti mempercantik penampilan hingga untuk keperluan olahraga.

 

Salah satu masalah terbesar dalam memilih sepatu adalah dengan menganggap bahwa semua jenis sepatu memiliki fungsi yang sama. Padahal satu jenis sepatu memiliki fungsi yang berbeda dengan lainnya.

 

Beberapa sepatu yang sering dianggap sama adalah sepatu lari dan sepatu jalan. Kedua jenis sepatu ini seringkali disalahgunakan oleh banyak orang, sebagai contoh sepatu lari untuk jalan-jalan dan sepatu jalan untuk keperluan olahraga.

 

Supaya tidak salah memilih, tulisan ini akan membahas 5 perbedaan antara sepatu lari dengan sepatu jalan. Yuk, simak ulasan berikut ini.



1. Bantalan Sepatu

Perbedaan pertama antara sepatu lari dan sepatu jalan adalah dengan melihat bantalan sepatu atau cushioning yang ada di dalamnya. Sepatu lari biasanya memiliki bantalan yang cukup banyak seperti di tumit dan di kaki depan, ini bertujuan agar mengurangi resiko benturan di persendian ketika sedang berlari.

 

Hal ini berbeda dengan sepatu jalan. Jenis sepatu ini pada umumnya tidak memiliki bantalan yang banyak seperti sepatu lari. Sepatu jalan memiliki bantalan tumit yang sedikit, sehingga kamu dapat berjalan dengan cepat.


2. Ketinggian Tumit (heel)

Heel sepatu lari ternyata berbeda dengan sepatu jalan. Sepatu lari pada umumnya memiliki tumit yang tinggi melebihi ujung kaki. Hal ini bertujuan supaya saat berlari tidak mengalami pronasi secara berlebihan.

 

Di samping itu, tumit atau heel tinggi pada sepatu lari juga bertujuan untuk mendukung tubrukan saat kaki menyentuh tanah sehingga lebih stabil. Adapun sepatu jalan biasanya memiliki tumit atau heel yang rendah. Sepatu ini tidak memerlukan tumit yang tinggi karena tidak ditujukan untuk berlari supaya lebih stabil.


3. Fleksibilitas

Sepatu lari dan sepatu jalan pada umumnya harus memiliki fleksibilitas yang baik. Namun, perbedaan fleksibilitas kedua jenis sepatu ini terlihat bahwa sepatu lari cenderung fleksibel atau lentur di bagian tengah dan kadang ditambahkan di bagian depan. Hal ini bertujuan supaya dapat mengayunkan bola kaki saat berlari dengan mudah.

 

Sayangnya, sepatu lari memiliki bagian yang tidak fleksibel dan tidak bisa untuk digunakan sebagai sepatu jalan. Hal ini disebabkan karena sepatu ini sudah didesain khusus agar membuat kaki stabil saat berlari, khususnya untuk membuat kaki tidak banyak berputar saat melangkah.

 

Adapun sepatu jalan pada umumnya hanya memiliki fleksibilitas di depan kaki. Ini dikarenakan sepatu jalan hanya membutuhkan bagian jari-jari kaki supaya dapat berjalan dengan baik.


4. Ketersediaan Flared Heel

Ketersediaan flared heel atau “tumit yang melebar” adalah satu perbedaan antara sepatu lari dengan sepatu jalan selanjutnya.

 

Sepatu lari akan selalu memiliki heel flare yang dapat digunakan sebagai penstabil ekstra untuk bagian kaki tengah dan depan saat pelari menginjak tanah. Adapun sepatu jalan biasanya tidak memiliki flared heel karena dianggap tidak diperlukan.


5. Berat Sepatu

Hal terakhir yang membedakan sepatu lari dan sepatu biasa adalah beratnya. Sepatu lari biasanya didesain khusus supaya dapat berlari dengan lebih mudah. Tak heran bila sepatu lari lebih ringan dibandingkan dengan sepatu jalan.

 

Pada umumnya sepatu jalan memang lebih berat daripada sepatu lari. Namun, hal ini akan berbeda bila ada sepatu jalan yang memiliki bantalan dan bobot ringan, sehingga menghasilkan sebuah sepatu jalan yang tetap nyaman saat digunakan. 



Catatan

Setelah mengetahui berbagai perbedaan antara sepatu lari dengan sepatu jalan, salah satu hal yang harus diketahui adalah dengan mengetahui tips dalam membeli sepatu.

 

Untuk mendapatkan rekomendasi sepatu lari atau sepatu jalan, hal yang harus dilakukan adalah dengan cara memilih sepatu sesuai dengan kebutuhan dan beli sepatu di siang hari karena ukuran kaki pada waktu siang biasanya menjadi lebih besar.

 

Di samping itu, ketahui ukuran sepatu yang sesuai dengan kakimu, dan tak kalah penting adalah dengan mencoba sepatu tersebut apakah nyaman atau tidak ketika berjalan dengan sepatu tersebut atau tidak.

 

Itulah kelima perbedaan antara sepatu lari dengan sepatu jalan, jangan lupa untuk mengetahui perbedaan kedua jenis sepatu tersebut agar kamu bisa memakainya sesuai kebutuhan.



See you on the next blogpost.








Thank you, 


Post Comment
Post a Comment

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature