Belajar Teknik Presentasi dari Seo Dal Mi di Drama Korea Start Up

 


Penampilan Seo Dal Mi dengan kaos merah bertuliskan CEO di atas panggung Sand Box, berhasil membuat penonton deg-degan. Hal ini sama dirasakan oleh rekan se-timnya dari Sam San Tech yang ragu akan kemampuan Dal Mi karena ia "hanya" lulusan SMA. Audiens juga dibuat penasaran, mampukan Dal Mi berbicara efektif dan memukau juri pada sesi presentasi tersebut.


Episode 5 drama korea Start Up yang dibintangi oleh Suzy, Nam Joo Hyuk, Kim Seon Ho, and Kang Han Na  membuat kita belajar banyak hal. Bukan hanya tentang semangat meraih cita- cita, problem solving, collaboration, bisnis, tetapi juga keterampilan berbicara di depan umum.


Diceritakan, Seo Dal Mi (Suzy), Nam Do San (Nam JooHyuk) dan dua orang rekannya Lee Chul San Kim Yong San mendaftarkan diri ke sebuah ajang Hackathon atau inkubasi perusahaan bernama ‘Sand Box’. Sand Box ini ibarat Silicon Valley-nya Korea. Setelah sepakat menjadi sebuah tim, mereka ditantang untuk membuat sebuah program berbasis Artificial Intelligence selama 3 hari. Dalam mencapai tujuan tersebut, perlu adanya suatu model yang dibentuk menggunakan Machine Learning. 


Seo Dal Mi dan tim memutuskan untuk membuat pemodelan untuk mendeteksi tulisan palsu dan asli dengan menggunakan data tulisan tangan dari bank Jeonghan. Setelah 3 hari berlalu, CEO kemudian diminta untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan juri, yang pada akhirnya memilih 5 perusahaan rintisan untuk masuk ke dalam Sand Box.


Dari sesi presentasi Seo Dal Mi di momen tersebut, ada banyak hal yang bisa kita pelajari kaitannya dengan teknik presentasi. Apa sajakah itu?


1. Persiapan adalah Koentji

Tidak melakukan persiapan, berarti sedang mempersiapkan kegagalan. Begitu pula dengan Seo Dal Mi yang membuat naskah sebelum ia tampil, serta mempelajari materinya dengan baik. Persiapan ini tentu saja disempurnakan dengan campur tangan Han Ji Pyeong yang mengoreksi naskah miliknya.



2. Self- control yang baik


Grogi sebelum public speaking adalah hal yang wajar. Terlebih jika kita berada di atas panggung dengan banyak penonton dan tekanan karena dinilai oleh juri.


Begitu pula yang terjadi pada Dal Mi. Berdiam sejenak di atas panggung sebelum berbicara bukan hal yang haram. Justru ini baik dilakukan sebagai bentuk pengendalian diri. Daripada bicara belibet dan ragu-ragu, kita bisa diam sejenak, mengamati audiens yang hadir sembari mengumpulkan keyakinan untuk tampil lebih percaya diri.


Self-control yang baik juga dilakukan Seo Dal Mi dengan menjaga ekspresi wajah yang bersemangat dan suara yang lantang serta meyakinkan.


Baca Juga : Rumus Bicara Efektif


3. Melakukan interaksi dengan audiens

Tidak seperti kebanyakan presenter yang terburu- buru masuk ke isi, Seo Dal Mi menggunakan pertanyaan sebagai bridging untuk berinteraksi dengan audiens.

Sebelum mulai aku ingin bertanya. Apa kembar identik memiliki jenis tulisan yang sama persis?


Memberi pertanyaan ini menjadi bagian yang menarik dari sesi presentasinya, karena audiens diajak terlibat. Komunikasi yang terjalin menjadi  dua arah.



4. WOW Moment bikin menarik

WOW Moment adalah suatu hal yang mampu mencuri perhatian. Bentuknya bisa berupa cerita menyentuh, fakta atau data penting, video yang memukau, interaksi yang menyenangkan, suara yang dinamis, dan lain- lain.


Membuka presentasinya Seo Dal Mi menyajikan sebuah data yang menarik, sehingga audienspun terus menyimak pemaparannya lebih jauh.

Hasil eksperimen dari peneliti di Amerika mengatakan, bahwa kembar identik sekalipun memiliki jenis tulisan yang berbeda. Dengan ini tulisan tangan bisa disebut juga dengan sidik jari dari otak yang memiliki keunikan masing- masing.



5. Hand Movement untuk memperkuat makna



Hand movement adalah salah satu pesan non verbal yang bisa digunakan untuk memperkuat makna verbal. Sembari menjelaskan, Seo Dal Mi sering menggerakkan tangan (gestur) mengikuti kata- kata yang ia sampaikan, juga menunjuk ke slide presentasi untuk menekankan poin- poin tertentu.



6. Menguasai panggung

Meski presentasi yang dilakukan berada dalam konteks formal, namun seorang presenter tidak harus menunjukkan postur yang kaku dengan berdiri tegak dan diam sepanjang acara. 

Dal Mi terlihat luwes dan menguasai panggung karena tidak segan untuk berjalan ketika menjelaskan materi. Hal ini juga terlihat tidak monoton bagi audiens, karena pandangan mata penonton diajak bergerak seiring dengan posisi tubuh Dal Mi berada.



7. Slide Presentasi Dinamis



Sering melihat slide presentasi penuh teks? Ups! Pasti sangat membosankan. 


Hal ini tidak terjadi dengan slide presentasi Seo Dal Mi yang didesain oleh Jeong Sa Ha yang menjadi desainer di tim Sam San Tech. Slide presentasi miliknya hanya fokus pada poin- poin penting, menyederhanakan teks ke dalam gambar serta didukung transisi slide yang dinamis.


Dengan slide presentasi yang powerful, presenter juga lebih bebas berimprovisasi. Lagi- lagi presentasinya nggak kaku, nggak kaya dosen ngajar di kelas, kan? hehehe



8. Impactful Closing



Presentasi nggak perlu bertele- tele. Seo Dal Mi juga hanya diberi waktu 3 menit untuk presentasi. Dengan waktu yang singkat, ia mampu melakukan presentasi dengan pembukaan yang kuat, isi yang jelas, serta punch line yang meninggalkan kesan.


Punch line di sini adalah bagian akhir presentasi yang bertujuan membangkitkan keinginan audiens untuk melakukan sesuatu. Maka kalimat penutup harus kuat dan mampu menyampaikan emosi.

Aku merasa sangat senang karena bisa bersama Sam San Tech memulai perjalanan ini. Aku harap Sand Box bisa menjadi awal dari perjalanan ini 


Terlepas dari proses shooting dan editing, namun penampilan Seo Dal Mi bisa dibilang mengesankan dalam sesi presentasi ini. Perpaduan dari teknik dan tools yang sempurna.

TAPI...


Meski demikian, ada sedikit catatan berkaitan dengan pakaian yang ia kenakan. Alangkah baiknya, Seo Dal Mi tidak menggunakan luaran berupa jaket tersebut. Pakaian menjadi salah satu eleman visual yang mampu menarik perhatian dan kepercayaan audiens di momen awal public speaking. 

Jaket terlihat sederhana dan kurang profesional. Maka, untuk pakaian, apresiasi saya berikan pada penampilan Won In Jae, yang lebih memilih menggunakan blazer bernuansa formal, simple dan terlihat profesional. 

Tenang.

Style Seo Dal Mi sudah sempurna saat presentasi di episode ke 11 :)


Baca Juga : Persiapan Public Speaking


*Semua gambar di tulisan ini diambil dari screenshot youtube TVN.

See you on the next blogpost.








Thank you, 


2 comments on "Belajar Teknik Presentasi dari Seo Dal Mi di Drama Korea Start Up"
  1. Utk bicara di depan umum, akupun hrs banyaaaak belajar . Selama ini pengalaman ngomong di depan umum, hanya ketika branch meeting bulanan dengan staff kantor cabang. Mungkin Krn udh rutin, dan udah tau mereka, jd ga terlalu kaku lagi. Tp awal2 akupun sempet ngerasain grogi parah mba.

    Cm dipikir2, para staff ini lebih ga paham dengan isi presentasi. Di sini, aku LBH diunggulkan Krn paham dan ngerti isi materinya. Jd ga seharusnya aku yg gugup. Dan pelan2 akhirnya bisa lancar . Tapi ya itu, kalo utk bicara di depan audiens yg LBH luas, aku blm prnh. Tantangannya pasti beda :).

    Ga sabar pgn nonton drakor start up ini. Aku nunggu tamat soalnya, baru mau nonton biar bisa marathon :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik banget ya mbak kalau punya media untuk bisa mengasah keterampilan public speaking. Mungkin dari lingkup yang kecil, jika terus berlatih akan makin maksimal performanya.

      Akhirnya, selesai juga nonton Startup, lumayan lah ya membangkitkan semangat muda lagi..hihiihi

      Delete

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature