Meriahnya BINetifest 2019 di Museum Bank Indonesia

11.3.19
BINETIFEST 2019 BANK INDONESIA


Sejak mendapatkan pengumuman 50 besar dan 5 besar terbaik dalam kompetisi blog Bank Indonesia, saya mulai mengatur jadwal keberangkatan sekaligus segala persiapan. Maklum saja, untuk pergi keluar kota urusan anak dan suami harus sudah terjamin selama saya tinggal. Juga, jadwal mengajar yang harus saya tata ulang. Untungnya, saya hanya empat hari di Jakarta.

Penerbangan yang dipilihkan panitia landing di Bandara Halim Perdana Kusuma. Untuk menuju ke hotel, saya yang kala itu berangkat dengan tiga rekan lainnya memilih GoCar yang hanya bertarif Rp 60.000,- untuk sampai ke Hotel Grand Mercure tempat kami menginap. Jarak Bandara Halim ke Hotel Grand Mercure hanya sekitar 16 km.

Menginap di Grand Mercure Harmoni Jakarta


Kami rombongan pertama yang sampai ke hotel. Setelah melakukan check in, akhirnya saya bisa membaringkan diri di kamar 706. Rekan sekamar saya Mbak Yunita yang berdomisili di Tangerang belum tiba. Maka saya manfaatkan untuk eksplor dan mengambil beberapa foto tiap sudut kamar.

Ukuran kamar kami tidak terlalu luas dengan twin bed di dalamnya. Namun, kamar mandinya terasa lapang. Kamar mandi dan kamar tidur di batasi oleh kaca besar tembus pandang. Untung saja tirai bisa menutup dengan sempurna, sehingga saat mandi tidak perlu sungkan dengan teman sekamar. 

HOTEL GRAND MERCURE JAKARTA


Saya baru menyadari bahwa Grand Mercure ini salah satu hotel strategis di Jakarta. Ada sebuah jembatan penyebarangan di depan Grand Mercure yang mempermudah kita menuju Gajah Mada Plaza tepat di depan hotel. Meski Gajah Mada Plaza ini terlihat sudah cukup tua, ternyata tenant di dalamnya sangat lengkap. Untuk harga juga tidak berbeda jauh dengan di Solo, tempat saya tinggal. Sehingga saya bisa leluasa memilih beberapa baju dan kosmetik yang dijual di sana. Masih ramah di kantong.

Meski banyak restauran yang familiar seperti D'Cost, KFC dan Solaria, siang hari pertama di Jakarta saya manfaatkan untuk menikmati Mie Aceh di kedai dekat hotel. Hanya berjalan kaki sekitar 300 meter dari hotel, saya dan Mbak Widya rekan blogger dari Solo, bisa menikmati sepiring Mie Aceh dengan porsi besar. Harga Mie Aceh ini juga terjangkau hanya Rp 18.000,- dan sudah dilengkapi dengan krupuk. Saya cukup heran, ternyata masih ada makanan murah di Jakarta. Bahkan harga teh tawar cuma 3000 rupiah. 

MIE ACEH YANG ENAK


Siang itu sungguh memuaskan untuk perut saya.

Ketika malam hari, sepanjang jalan di depan Hotel Grand Mercure juga dipenuhi pedagang. Mulai dari nasi goreng, gorengan, cilok, cakwe, kacang dan banyak lainnya. Jelas ini alternatif menyenangkan jika ingin mencari makanan tak jauh dari hotel dengan harga murah.

Menginap di Grand Mercure Harmoni juga menyediakan beberapa fasilitas gratis seperti kolam renang, sauna dan fitness center. Pagi di hari kedua di Jakarta, saya manfaatkan untuk berenang. Kolam renang di Hotel Grand Mercure tidak cukup luas dengan kedalaman hanya 120cm dan 30cm. Saat berenang sendirian, tidak ada tamu hotel yang menyempatkan diri berenang di pagi hari saat itu.

GRANS MERCURE HARMONI

Buat saya olahraga itu penting. Karena tidak bisa lari pagi, berenang membuat tubuh saya tetap fit. Saya berusaha bangun pagi meski tidak ada rutinitas ibu rumah tangga.

Seusai berenang dan membilas diri, saatnya saya menikmati sarapan. Menu sarapan di Hotel Grand Mercure Harmoni ini sangat beragam, mulai dari masakan Jawa, Jepang, Western hingga Chinese. Untuk rasa ada beberapa yang enak, ada yang biasa saja. Tapi saya jamin kita akan puas memilih makanan di sini. Tidak mengecewakan.

REVIEW GRAND MERCURE JAKARTA

Hari kedua, Jumat 1 Maret 2019 kami para finalis memiliki jadwal acara full hingga malam hari. Seusai solat Jumat, kami berangkat ke Museum Bank Indonesia

SARA NEYRHIZA BLOGGER PEREMPUAN
Bersama Mbak Widya rekan blogger dari Solo dan Mbak Yunita blogger dari Tangerang

Menjelajahi Museum Bank Indonesia

MUSEUM BANK INDONESIA

Museum Bank Indonesia terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Bangunan Museum Bank Indonesia dulunya adalah bangunan milik Hindia Belanda dengan nama Netherlands Indies Gulden atau De Javasche Bank. Sejak awal didirikan, bangunan sudah beralih fungsi beberapa kali, mulai dari gereja, rumah sakit hingga menjadi sebuah bank.

MUSEUM BANK INDONESIA

Karena nilai histori yang tinggi, Bangunan Museum Bank Indonesia telah ditetap sebagai bangunan cagar budaya. Bangunan yang terletak di kawasan wisata Kota Tua ini, kemudian diubah kembali menjadi museum. Tujuannya,  agar menjadi sarana untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk memberikan pemahaman tentang latar belakang serta dampak dari kebijakan-kebijakan BI yang diambil dari waktu ke waktu.

Keberadaan Museum Bank Indonesia ini juga diharapkan mampu mendorong perkembangan sektor pariwisata bersama museum-museum lain yang saat ini sudah ada di sekitarnya, seperti Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Keramik, dan Museum Bahari.

MUSEUM BANK INDONESIA
Seragam Penjajah Belanda

Tiket masuk Museum Bank Indonesia hanya Rp 5.000,-. Para pengunjung bisa menyaksikan berbagai koleksi mata uang numismatik dari era abad keempat belas dan benda-benda bersejarah dari era kerajaan-kerajaan. Informasi yang disajikan bukan hanya berupa tulisan, tetapi juga produk audio visual yang interaktif. Sehingga tidak membosankan bagi pengunjung.

Seusai berkeliling di enam ruangan di Museum Bank Indonesia, kami duduk rapi mengikuti talkshow bersama Ayudia Bing Slamet dan Dito Percussion. Sembari menikmati kopi creamer dan sus buah, kami menyimak cerita bisnis dari mereka berdua yang saat ini menggeluti bisnis kopi. 

BINETIFEST 2019 BANK INDONESIA


Karena waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, saya mulai bersiap untuk sholat dan mengikuti rangkaian selanjutnya.

Pemenang Blog Competition BINetifest 2019

PEMENANG BINETIFEST 2019 BANK INDONESIA
Seluruh pemenang BINetifest bersama Dewan Juri

BINetifest adalah kompetisi yang melibatnya banyak content creator muda di Indonesia. Bukan hanya lomba blog, tetapi juga lomba vlog, animasi dan short movie. Untuk lomba blog sendiri ada dua tema yang dapat dipilih yaitu. Perlindungan Konsumen dan Ekonomi Digital.

Ketika November 2018 mengikuti kompetisi ini saya memilih tema Perlindungan Konsumen. Kebetulan tema ini sesuai dengan penelitian tesis yang saya lakukan di tahun 2017 sehingga saya memiliki cukup data yang relevan.

Dalam tulisan, saya juga mengulas salah satu program Bank Indonesia yaitu GNNT atau Gerakan Nasional Non Tunai. Dimana BI mendukung terbentuknya cashless society yaitu cara pandang yang baru di dalam masyarakat dalam memandang hakikat uang, terkait dalam penggunaanya dalam bertransaksi. Dalam hal ini uang dianggap sebagai sebuah tools, dan bukan entitas fisik semata. Itu mengapa kini hadir model-model pembayaran elektronik yang tidak membutuhkan bentuk uang secara fisik atau nyata.

Aktivitas transaksi elektronik menjadi hal yang lumrah di era ekonomi digital saat ini. Sehingga butuh kesadaran dalam menjaga keamanan bertransaksi. Seperti menghindari pemindahtanganan kartu transaksi, menjaga keamananan kode akses, hingga bijaksana dalam menyimpan uang elektronik.

Untuk membaca tulisan saya selengkapnya, silakan klik link di bawah ini.

Baca Juga : Cara Aman Transaksi Non Tunai


Awarding BINetifest dimulai sekitar pukul 20.30 WIB dipandu oleh MC kenamaan Indonesia VJ Daniel. Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ditutup dengan meriah oleh penampilan RAN yang menyanyikan beberap single hist mereka seperti pandangan pertama, selamat pagi dan sepeda.

BINETIFEST 2019 BANK INDONESIA

Senang rasanya bisa bergabung bersama pemenang lainnya di BINetifest 2019. Untuk kategori blog, ada Alit Susanto www.shitlicious.com sebagai juri. Dan untuk kategori vlog, animasi dan short movie, ada Agung Hapsah sebagai juri. 

Finally, saya menjadi pemenang pertama kompetisi blog BINetifest 2019. Semoga menambah semangat ngeblog di www.neyrhiza.com ini.

PEMENANG BINETIFEST 2019 BANK INDONESIA

SARA NEYRHIZA BLOGGER SOLO

Baca Juga : Pengalaman Menjadi Duta Asian Games 2018

#SobatRupiah Obrolan Inspiratif Generasi Kreatif


Hari ketiga di rangkaian acara BINetifest ini, ada beberapa pembicara yang dihadirkan  dalam talkshow inspiratif bertajuk #SobatRupiah Ngobrol Inspirasi.  Mereka adalah perwakilan dari Polri, Kemkominfo, Bank Indonesia, Kompasiana, juga ada Mas Wahyu Aditya dari Hello Motion.

BINETIFEST 2019 BANK INDONESIA

Tema yang diangkat mulai dari Hoax dan Cyber Crime, Ekonomi Digial, dan Workshop Creative Content. Acara cukup menarik. Para peserta bisa terlibat aktif dalam berbagai sesi tanya jawab.

***

Hari keempat, sudah waktunya saya kembali ke Solo. Pukul 11.00 WIB saya meninggalkan hotel menuju bandara Halim Perdana Kusuma. 


Itu tadi rangkaian acara Bank Indonesia Netizen Festival 2019 (BINetifest). Salah satu hal menyenangkan yakni kesempatan bertemu banyak kalangan muda kreatif di Indonesia. Pertemuan memang terasa singkat, hanya empat hari. Namun, semoga kesempatan mengikuti BINetifest ini membuat para content creator semakin produktif dalam menghasilkan karya.

Sampai berjumpa di BINetifest selanjutnya.


Let's be friends!


Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you, 

23 comments on "Meriahnya BINetifest 2019 di Museum Bank Indonesia"
  1. Congratulations! So proud and happy dengan pencapaian kamu. Pasti kamu bahagia banget ya. Btw, ngiler sama foto makanan mie yang terpampang jelas.

    ReplyDelete
  2. Sara keren banget! Selamat yaaa atas prestasinya, menginspirasi banget buat para blogger <3

    ReplyDelete
  3. Wow kak keren! Congrats yah semoga semakin semangat ngeblognya dan main-main lagi ke Jakarta :D

    ReplyDelete
  4. Melihat foto pemenang di IG mu ku bangga loh mba. Sukses terus ya Mba...

    ReplyDelete
  5. Selamat ya kak, btw aku kepengen mie acehnya jadinya, senang ya nginep di mercure :)

    ReplyDelete
  6. Selamat ya Sar, keren ih pencapaiannya. Kapan kapan lamaan dong di Jakarta hehe

    ReplyDelete
  7. Selamat.. ya... manteppp bener. . Semoga terus menginspirasi lewat blog..

    ReplyDelete
  8. Masya Allah, selamat ya Mbak Sara. Keren banget. Ternyata thesisnya terkait ekonomi digital ya makanya nyambung dengan lomba ini. Baarakallahu fiik, Mbak.

    ReplyDelete
  9. Selamat ya,, kak,, Bangga deh bisa jd YG terbaik dari ratusan orang terus berkarya beri manfaat lewat tulisanđź’•

    ReplyDelete
  10. Mbaaaaa... AKu BANGGAAAA padamuuu!
    Aselik, aku happy banget pas tahu dirimu yg jadi JUARA pertama.
    Ini kan temen satu grup aku di BPlus :D :D :D
    SUPER DUPER PROUD, Barokallah yaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  11. Selamat Mbak Sara, ikut seneng deh, terus berkarya ya mbak Sara, kami mendukungmu :*

    ReplyDelete
  12. Keren banget bisa ikit berpartisipasi di di event sekece ini.. semoga suatu saat aku juga bisa kaya mbak Sara deh. Aamiin

    ReplyDelete
  13. Jadi ikutan terasa kemeriahan acaranya kak.. seneng banget ya bisa jadi bagian dari acara besar ini dan semoga tahun depan lebih banyak lagi yang ikutan hehe.. and congratulations untuk prestasi yang membanggakan, kak sarah layak banget dapetin itu.. semangat!

    ReplyDelete
  14. Itu mie Acehnya lumayan murah ya 18 ribuan dah dapat segitu porsinya. Hotelnya nyaman sekali kyknya mbak, meski kamarnya gak terlalu gede tapi terlihat nyaman.
    Kece banget juara, semoga makin menambah semangat ngeblog dan berkarya ya mbak :D

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah...turut bahagia mba mendengarnya. Bisa unggul diantara puluhan finalis lain yang tak kalah hebat. Selamat ya...
    Menyenangkan sekali bacanya selama masa kebersamaan dgn finalis lainnya

    ReplyDelete
  16. Acaranya memang seru bgt ya mba Sara. Dapat banyak ilmu dan teman baru, semoga tahun depan beruntung dapat kesempatan yg sama lagi. Oya selamat ya mba uda jadi pemenang, keren bgt. Sayang nih ga sempat foto bareng hiks

    ReplyDelete
  17. Keren mba Sara. Juara 1 pula. Ambil hadiah sekaligus jalan-jalan ke Jakarta ya

    ReplyDelete
  18. Acaranya seru banget ya Jadi pengen juga ikutan acara ini, semoga acaranya juga digelar di Palembang

    ReplyDelete
  19. Congratulation mba. Keep up the good work. Konsep acaranya kerennn yaaa. Btw aku gagal fokus sama baju penjajah Belanda hihihihi. Even udah lama tapi masih kelihatan oke.

    ReplyDelete
  20. selamat ya mbak...aku kepengen juga atuh jadi pemenang, ikut lomba aja ga gimana mau menang ya mbak heheheheee

    ReplyDelete
  21. Barakallahu fiik, atas keberhasilannya meraih juara pertama kompetisi blog BINetifest 2019.
    Semoga semakin banyak kesuksesan yang kembali diraih di tahun 2019 ini.

    Selamaatt, kaka~

    ReplyDelete
  22. Kereeen. Selamat mbak dah jadi juara.

    ReplyDelete
  23. Keren, Mbak. Selamat atas pencapaiannya ya... Hadiahnya wow banget... Semoga jadi inspirasi utk terus berkarya via blog ya

    ReplyDelete

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
Please leave your comment below. Your comments will be moderated.
(INFO : Sebaiknya berkomentar dengan URL agar komentar tidak menjadi brokenlink dan terpaksa saya hapus)

Auto Post Signature