Mencari Modal Usaha Untuk Mahasiswa

14.5.19


Mau bisnis tapi nggak ada modal? Hal ini jadi kegelisahan banyak orang. Termasuk mahasiswa yang ingin berbisnis dan menjadi wirausaha di usia muda. Diantara mereka mungkin terpikir untuk menggadaikan barang-barang yang dimiliki, mencari partner bisnis, mengajukan proposal ke investor atau mengupayakan untuk mencari pinjaman online.

Saya jadi teringat dulu awal mula merintis bisnis. Saat itu saya duduk di semester lima bangku kuliah. Saya tertarik untuk memiliki usaha di bidang jasa event organizer ulang tahun dan acara keluarga seperti arisan, aqiqah dan khitan. Awal mula tertarik dengan jenis usaha ini, karena sebelumnya saya bekerja di event organizer milik orang lain. Menempati posisi sebagai project manager selama tiga tahun, saya memiliki cukup pengalaman dalam mengkonsep event, dealing dengan klien, mengatur budgeting, hingga mengatasi berbagai kendala dan risiko di lapangan. 

Selama bekerja, saya mengumpulkan relasi vendor yang bisa saya ajak kerja sama. Meski demikian ketika memutuskan untuk memiliki bisnis sendiri, saya memiliki kendala. Masalah yang saya hadapi sama dengan kebanyakan anak kuliahan yakni modal usaha yang terbatas. 

Untuk meminta bantuan dari orang tua, rasanya gengsi. Untuk meminjam modal usaha ke bank, saya tidak memiliki jaminan dan takut dengan bunga yang tinggi. Maka kemudian saya memutuskan untuk berusaha mandiri dan berjuang dengan segenap usaha yang saya miliki.

Itu mengapa, penting sebelum tergiur membuat bisnis yang besar, calon wirausaha harus dapat mengukur kemampuan dirinya. Termasuk kemampuan finansial dan permodalan. Kalau modal terbatas, ya pilih jenis bisnis yang minim modal dan risiko kecil. Ambil contoh dengan menjadi reseller pakaian. Dengan bermodalkan handphone dan foto, seseorang bisa memulai bisnisnya dengan memanfaatkan jejaring social media. Namun tentu saja, sesederhana apapun bentuk bisnisnya tetap membutuhkan modal di awal baik berupa cash ataupun membeli alat penunjang. 

Lantas, bagaimana caranya mendapatkan modal usaha untuk anak mahasiswa yang notabene minim pengalaman?

1. Bekerja


Jika ingin mandiri sedari awal, cobalah untuk bekerja entah part time atau full time. Dari gaji yang didapat, coba kumpulkan baik-baik dengan niat mengumpulkan modal usaha. Proses ini memang tidak instan, namun kita tidak tergantung pada orang lain.

Ambil contoh mahasiswa bekerja part time dengan penghasilan Rp 1.500.000,00 per bulan. Dari gaji ini, bisa di sisihkan sejumlah Rp 1.000.000,- per bulan. Dalam waktu setahun sudah ada dana Rp 12.000.000,- yang terkumpul.

2. Tabungan


Meski masih muda, penting untuk memiliki tabungan. Bisa dari uang pemberian orang tua yang kita sisihkan sedikit demi sedikit. Bisa juga hasil dari bekerja yang kita simpan. Hasil menabung selama beberapa waktu dapat kita gunakan sebagai modal usaha. 

Untuk memiliki tabungan yang cukup untuk modal usaha tentu saja ada proses yang tidak sebentar. Kunci agar bisa menabung dan memiliki modal usaha di kemudian hari adalah konsistensi dan disiplin. Konsisten menabung dan tidak mudah tergoda membelanjakan uang untuk keperluan yang tidak penting. 


3. Ikut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)


Karena konteksnya anak kuliahan, cobalah untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan yang diadakan oleh kampus tempat kita kuliah. Hal ini persis seperti yang saya lakukan dulu saat kuliah. 

Sudah menjadi program tahunan, dimana kampus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menuangkan ide bisnisnya dalam bentuk proposal. Jika proposalnya disetujui, mahasiswa akan memperoleh dana hibah yang dapat dimanfaatkan untuk merealisasikan ide bisnisnya tersebut.

Baca Juga : 7 Langkah Cerdas Atur Keuangan Bagi Freelancer


4. Mencari Partner Kerja Sama


Ketika mencari calon partner untuk kerja sama pastikan memiliki kesamaan visi dan misi. Kalau visi dan misi berbeda akan sulit rasanya menjalankan bisnis bersama-sama. Bukan tidak mungkin akan sering berselisih paham. Jika memiliki visi dan misi yang sama maka kita dan partner akan saling dukung dan  kompak dalam mengembangkan bisnis, sehingga usaha akan cepat maju.

Buatlah kesepakatan kerja sama mulai dari jumlah modal di awal, kepemilikan hingga pengelolaan bisnis. Memiliki partner kerja sama memungkinkan pembagian tanggungjawab dan risiko, maka rasa saling percaya harus ditimbulkan sedari awal. Rasa percaya ini sangat penting dalam menjalankan bisnis. Jangan sampai hubungan kerja sama  diselimuti kecurigaan yang akan menganggu bisnis ke depan.

5. Mencari Pinjaman Modal


Alternatif ini bisa dipilih jika calon wirausahawan sudah paham akan berbagai risiko bisnis nantinya. Setiap modal yang dipinjam, wajib dikembalikan sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian yang dibuat di awal. Jika ingin kredit lunak, kita bisa meminjam ke orang terdekat seperti orang tua atau saudara. 

Pemerintah juga menyediakan koperasi dan Kredit Usaha Rakyat ( KUR) untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin meminjam  dana. Tentu saja ada proses dan persyaratan yang harus dipenuhi dengan lengkap. Jika menginginkan dana cepat, bisa juga meminjam dana untuk modal usaha melalui perusahaan pinjaman online yang sudah terjamin legalitasnya oleh pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga ada jaminan keamanan terhadap tiap transaksi yang dilakukan.


Itu tadi beberapa alternatif yang dapat dipilih mahasiswa yang ingin mendapatkan modal untuk berbisnis. Lakukan dulu berbagai riset agar keputusan untuk berbisnis didasari berbagai pertimbangan yang matang. Sehingga ketika memutuskan untuk melibatkan pihak ketiga sebagai penyedia permodalan, kita sudah paham dengan tanggungjawab dan risikonya. Jika ingin mencari referensi mengenai pinjaman keuangan sesuai kebutuhan dapat mengakses informasi di website ini https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online





See you on the next blogpost.





Thank you, 

11 comments on "Mencari Modal Usaha Untuk Mahasiswa"
  1. Bikin usaha keren sih. Apalagi mau lebaran gini. Bisa joinan sama tmn unt bikin kue kering dsbnya. Ya ga mba.

    ReplyDelete
  2. Pinjol atau pinjaman online, kini primadona ya, mba
    Selain karena persyaratan yang mudah, pinjaman juga bisa relatif cepat cairnya ketimbang di bank.

    Tapi sebelum eksekusi pinjol sebaiknya kudu mempelajari kiat-kiat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Misalnya seperti meminjam dari aplikasi pinjol resmi yang sudah terdaftar di OJK, berbunga rendah, mencatat tanggal jatuh tempo dan lain-lain, silahkan browsing ya ^^

    ReplyDelete
  3. mencari partner boleh juga tuh. mungkin ada yang uang sakunya banyak, yekan

    ReplyDelete
  4. aku tambahin lagi ya tips nya berdasarkan pengalaman hehe, bisa juga dengan jual aset atau uangnya dipakai buat investasi dulu nanti laba diputarkan jadi modal usaha

    ReplyDelete
  5. Tipsnya bermanfaat banget nih mbak.
    Selagi masih muda, memang harus mulai merintis bisnis ya, biar suksesnya pun lebih cepat diraih.

    ReplyDelete
  6. aku sering banget jatuh bangun bikin usaha waktu masih kuliah dan jadi bekal banget nih sekarang kak.

    ReplyDelete
  7. iya cari modal emang susah mba makanya ada baiknya menabung tapi kalau mau cepat sih yah pinjem ke Bank cuman itu kendalanya harus ada jaminan yah :) keren mba berkecimpung di dunia EO aku mupeng hahaha

    ReplyDelete
  8. era digital sekarang itu, semua hal jadi semakin mudah, termasuk mahasiswa yang pingin cari modal usaha

    ReplyDelete
  9. Wah cocok nih buat tmn2 mahasiswa biar makin nambah pengalaman wirausaha..jd ilmu dapet, duit juga dapet

    ReplyDelete
  10. Keren banget ya kayak gini mahasiswa bisa belajar usaha

    ReplyDelete
  11. Usaha dan modal yang jadi kendalanya ini memang rintangan pertama yang harus dilewati yaa..
    Ibarat mau nyebrang sungai, kita harus punya alatnya dulu.
    Semoga apapun cara yang diambil, itu tidak membahayakan diri sendiri.

    ReplyDelete

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
Please leave your comment below. Your comments will be moderated.
(INFO : Sebaiknya berkomentar dengan URL agar komentar tidak menjadi brokenlink dan terpaksa saya hapus)

Auto Post Signature