Bagaimana Merawat Toleransi di Indonesia

9.1.20
SARA NEYRHIZA PRAKTISI KOMUNIKASI

Sudah tolerankah kita?
Toleransi itu sejak dalam pikiran. Menghormati, menghargai dan sengaja tidak mengganggu orang lain/ kelompok yang memiliki pandangan dan pilihan yang berbeda. Bisa perbedaan agama, kepercayaan, budaya, adat istiadat, cara beribadah, politik, kondisi fisik bahkan dalam pilihan yang kelihatannya sepele, seperti pilihan club bola, idol grup Korea, atau kamu suka bubur diaduk saya suka bubur gak diaduk krupuk dimakan terakhir. 

Merawat toleransi dari mana?

Dari berpikir kritis, berpikiran terbuka dan sering berinteraksi dengan keberagaman itu sendiri.
Kalau boleh mengutip dari Sabang Merauke bahwa “toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.”

***

SABANG MERAUKE

Rabu, 8 Januari 2020, saya berkesempatan sebagai moderator "Keliling Indonesia, Merawat Toleransi" Antero- Science Discussion bersama Sabang Merauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali), Kok Bisa? Channel Edukasi Terbesar seAsia Tenggara, didukung oleh Uni Eropa dan United Nation Development Program (UNDP) Indonesia.
Pembicara yang dihadirkan adalah Reynold Hamdani, Managing Director Sabang Merauke, Barajiwa A. Sentausa, Editor Kita Bisa, dan Dewi Candraningrum, Pembinana Yayasan Kembang Gula.

See you on the next blogpost.






Thank you, 

Post Comment
Post a Comment

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
Please leave your comment below. Your comments will be moderated.
(INFO : Sebaiknya berkomentar dengan URL agar komentar tidak menjadi brokenlink dan terpaksa saya hapus)

Auto Post Signature