6 Langkah Mengenal Diri Sendiri dengan Lebih Baik



Apakah kita sudah cukup mengenal siapa diri kita sebenarnya? Faktanya, bahkan sampai seseorang dewasa, berkeluarga dan punya anak, masih banyak orang yang belum tahu betul siapa dirinya. Apa yang ia bisa, apa yang dia mau, apa yang bisa dia lakukan untuk membantu orang lain, apa cita- cita hidupnya, semua terasa begitu abstrak, tidak beraturan. Dan ketika sudah buntu akan muncul pertanyaan "Kok aku gini- gini aja ya, kenapa aku kalah dari dia ya, kenapa dia bisa sukses dan aku cuma seperti ini?"


Ada sebuah kutipan dari filsuf Yunani, Aristoteles. “Knowing yourself is the beginning of all wisdom.”. Jika ingin maju dan berkembang, semua harus dimulai dari mengenali diri sendiri. When you know who you are, you know what you need to do.


Pertanyaan selanjutnya, kenapa kita perlu mengenali diri sendiri?


Pertama, untuk kebahagiaan. 

Kita akan lebih bahagia jika dapat mengekspresikan diri kita sendiri.  Tidak perlu berpura-pura  agar diterima orang lain dan lingkungan sekitar.


Kedua, kita akan lebih mampu mengendalikan diri. 

Mengenali diri sendiri tidak melulu berkaitan dengan kelebihan, tapi juga kekurangan. Kita jadi tahu batas, apa yang membuat kita marah, tersinggung, patah semangat, lelah, tidak percaya diri, dll.


Ketika mengetahui kekurangan diri, kita bisa fokus memperbaikinya, bukan mengasihani atau menangisi.


Ketiga, mengenal diri sendiri membuat kita fokus. 

Nggak mudah goyah hanya karena melihat rumput tetangga lebih hijau. Okeylah ada teman kita yang bisa kuliah S3 di luar negeri, tapi kalau kita meyakini bahwa peran kita ada di sini bersama keluarga atau merawat orang tua, yaudah biarkan... orang lain menempuh jalannya, begitu pula dengan diri kita.


Keempat, lebih berempati kepada orang lain, baik pemikiran atau pilihan hidupnya. 

Karena pada akhirnya kita sadar, bahwa setiap orang itu unik, dan punya pilihan hidupnya sendiri.


Kelima, buat kamu yang tertarik membangun personal brand, mengenali diri sendiri juga membantu mengoptimalkan yang kita punya. Nggak mudah ikut-ikutan apa yang jadi tren, nggak buang- buang waktu untuk sesuatu hal yang kita nggak suka, dan bisa fokus ke kelebihan kita


Selasnjutnya, untuk bisa mengenali diri sendiri, kita butuh 1 hal. Be quiet, berdiam diri, luangkan waktu sejenak untuk melihat ke dalam. You cannot and will not be able to know yourself until you take the time to be still. Be quiet and discover your true self.


Yuk, teman- teman.. Ambil sebuah cermin, selembar kertas dan sebuah alat tulis. Identifikasilah 6 hal ini dalam dirimu. Apa sajakah itu?


1. Value atau nilai

Menurut Dr Rohmat Mulyana dalam buku "Mengartikulasikan Pendidikan Nilai", nilai adalah bagian keyakinan serta kepercayaan dalam diri seseorang yang menjadi dasar untuk melakukan sutau tindakan, baik kepada diri sendiri ataupun orang lain.

Contoh nilai adalah kejujuran. Jika seseorang memegang nilai kejujuran sebagai keyakinan dalam dirinya, maka dimanapun ia berada akan memegang nilai tersebut. Baik ketika ada orang lain, maupun sedang sendirian.


2. Interest atau minat.

Minat bisa hadir karena bakat bawaan sejak lahir, atau bisa juga karena keadaan, pertemanan dan lingkungan pekerjaan. Minat juga bisa berbentuk hobi yang kita geluti dalam waktu yang lama. Minat yang diasah terus menerus akan menghasilkan keterampilan yang mumpuni dan bisa menjadi jalan karir bagi seseorang.


3. Temprament, watak atau karakter 

Merupakan preferensi bawaan seseorang. Contohnya jika kamu seorang introvert maka kamu menemukan energi dari dalam dirinya sendiri. Berbeda dengan mereka yang ekstrovert yang energi dalam dirinya terstimulus dari lingkungan luar.


4. Biorhythms

Yakni proses biologis dan psikologis yang menjadi sebuah pola dan dapat diprediski setiap hari. Misalnya seperti kapan waktu tidur, waktu makan, dan waktu bekerja. Ternyata setiap orang beda- beda lho. Seperti saya misalnya, termasuk morning person yang suka bekerja di pagi hari dan tidak suka begadang. Sekalinya begadang, tubuh saya jadi lemas seharian danjadi malas- malasan.


5. Goals and mission

Kita harus menemukan apa sih sebenarnya tujuan hidup kita, satu tahun ke dapan, lima tahun, sepuluh tahun bahkan dua puluh tahun yang akan datang. Kita ingin jadi seperti apa, sekeren apa? Kalau sudah tahu apa tujuan hidup kita, langkah selanjutnya adalah menemukan bagaimana cara meraihnya. Jangan memimpikan sesuatu yang kita bahkan tidak tahu bagaimana cara meraihnya. Mimpi boleh setinggi langit, tapi juga harus spesifik, terukur, dapat tercapai dan relevan.


6. Strength

Terakhir dalam proses mengenal dan menemukan diri sendiri kita harus tahu apa potensi kekuatan yang kita miliki. Dunia ini ekuilibrium, jika kita merasa punya kekurangan, kita juga pasti punya kelebihan. Kekuatan ini bukan hanya talenta dan keterampilan tapi juga karakter seperti suka belajar, loyal, menghagai orang lain dan lain sebagainya.


Mengetahui kekuatan diri sendiri adalah pondasi rasa percaya diri. Jadi, jika kamu sering merasa tidak percaya diri, mungkin saja kamu beluem mengenal dirimu dengan baik.


Setiap orang punya ketakutan dan kelemahan, tapi dengan mengenal diri sendiri, kita jadi menyadari kekuatan yang kita miliki untuk melawan ketakutan tersebut. Now go take action and find your true self, starting today.


See you on the next blogpost.







Thank you, 

2 comments on "6 Langkah Mengenal Diri Sendiri dengan Lebih Baik"

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature