5 Elemen Branding Podcast, Agar Lebih Dikenal Pendengar

4.5.21
ELEMEN BRANDING PODCAST

Beberapa peserta yang saya temui di podcasting workshop, awalnya semangat banget ketika bikin podcast pertamanya. Tapi itu nggak lama, kebanyakan bertahan di 3 sampai 5 episode saja. Setelah itu hiatus, entah sampai kapan.


Ketika saya tanya, "Apa alasannya?"


Kebanyakan yang menjawab, "Nggak ada yang dengerin nih, Mbak. Jadi nggak semangat aja."


Pertanyaan selanjutnya, "Kenapa kok nggak ada yang dengerin?"


Bikin konten akan selalu ada fase naik turunnya. Konten apapun deh. Mau konten foto di instagram, video di youtube, sampai bikin podcast. Nggak bisa yah... 1, 2, 3 episode langsung BOOM, apalagi kalau kita orang biasa- biasa aja. Alias nggak punya nama besar seperti public figure, atau ada kontroversi yang dibuat. Viral itu cuma untung- untungan, nggak ada rumus pastinya.


Maka, sebagai kreator konten dari rakyat jelata (seperti saya ini) mau-nggak-mau ya harus double effort dalam memperkenalkan podcast kita. Atau dalam dunia marketing disebut dengan branding.


Branding sendiri bisa diartikan sebagai aktivitas memperkenalkan merek, karakteristik, citra positif dari suatu produk atau konten.


Ibarat jual makanan, sebelum makanan ini ditawarkan ke konsumen kita perlu membuat produk kita terlihat meyakinkan. Mulai dari pemilih nama yang menarik, pengemasan yang rapi, sampai melengkapi kemasan dengan berbagai informasi penting seperti tanggal kadaluarsa, komposisi, varian rasa, kode PIRT, logo Halal dan BPOM, dll.


Begitu pula dengan podcast. Jika mau menarik perhatian audiens, maka beberapa karakteristik khusus dari podcast harus bisa nampak secara visual, sebelum pendengar meng-klik tombol play untuk mendengarkan konten audio kita.


Untuk melakukan branding podcast ada beberapa elemen yang harus kita perhatikan. Apa sajakah?


1. Nama

"Apalah arti sebuah nama", itu kata William Shakespeare. Tapi kalau bicara branding, nama atau merek itu adalah segalanya. Nama inilah yang akan ditanamkan dibenak konsumen dan harus mampu diasosiakan dengan "ciri tertentu". Kaya misalnya air mineral itu ya Aqua, motor ya Honda. Kekuatan mereknya mampu membuat konsumen mengingat mereknya dengan sangat kuat.


Memilih nama podcast, nggak bisa sembarangan atau asal comot. Kecuali kalau kita nggak pengen dikenal, dan bikin podcast alakadarnya. Ketika memilih nama untuk podcast, ada beberapa hal yang harus dilakukan :


a. Coba lakukan riset nama.

Jadi usahakan nama yang kita pilih belum dipakai orang lain. Kalaupun ada yang pakai, ya nggak banyak- banyak amat gitu. 


Coba cari kata tertentu di kolom search di Spotify untuk melihat berapa banyak yang menggunakan nama tersebut.

Misal nih, coba ketikan kata Cerita, Curhat, Cinta, Hati, Obrolan itu adalah beberapa kata yang jamak digunakan. Jika kamu menemui puluhan bahkan ratusan podcast dengan menggunakan kata tersebut, maka pemilihan kata itu sebaiknya dihindari.


So, lebih kreatif dalam memilih nama, biar nggak pasaran.


b. Kedua, supaya nama kita lebih mudah diingat orang, pilih nama yang merepresentasikan konten podcast secara keseluruhan. 

Contoh nama podcast saya #KalauCinta secara selintas kita udah ada gambaran bahwa podcast ini bakal ngomongin dunia percinta, kan? 


c. Boleh berfilosofi ketika memilih nama podcast. 

Tiap orang punya visinya masing-masing ya. Jadi nama itu preferensi pribadi. Ketika saya memilih nama The Late Brunch with Sara Neyrhiza, mungkin sejenak orang bakal berpikir bahwa ini adalah podcast kuliner.


But as podcaster, saya bisa kasih penjelasan bahwa "Late Brunch yang notabene jam 10.30-11.30 terjadinya, itu adalah waktu dimana otak lagi berpikir keras dan fokus dalam pekerjaan" Dan podcast saya yang bertema edukasi, bakal pas dikonsumsi di waktu Late Brunch ini daripada didengarkan sebelum tidur.


Balik lagi soal kreativitas ya. Jadi, jangan comot nama semaunya supaya merekmu juga ada maknanya.



2. Deskripsi Podcast

Deskripsi podcast ini akan membantu calon pendengar untuk memahami lebih jelas apa konten podcastmu yang sebenarnya. Sayang banget kalau space diskripsi ini cuma diisi dengan "Selamat mendengarkan" atau "Thanks udah dengerin"


Deskripsi ini ibarat sebuah welcome greeting yang menjelaskan secara singkat what, why dan how tentang podcastmu. Podcastmu tentang apa, mengapa podcastmu harus didengarkan dan detail how lainnya seperti profil podcaster atau contact person mana kala pendengar mau memberikan feedback.


Jangan sia- siakan kolom deskripsi. Bikin calon audiens penasaran atau tertarik untuk mengklik episode podcast lainnya.



3. Cover Art

Kalau jualan makanan, inilah kemasannya. Meski podcast adalah produk audio, tapi elemen visual nggak bisa dipisahkan.Ketika buka katalog podcast di Spotify, kamu bakal ketemu ratusan bahkan ribuan podcast. Elemen visual inilah yang bakal ditangkap mata pertama kali.


Cover Art juga harus dipikirkan dengan baik.

- Ada Ilustrasi menarik, yang merepresentasikan konten podcast

- Sematkan nama podcast

- Sematkan nama podcaster jika dibutuhkan


Cover Art sendiri biasanya dibedakan menjadi 2 : Cover Art Podcast dan Cover Art Episode.

Kalau kamu pengen rapi, memang sebaiknya cover art tiap episode itu berubah disesuaikan dengan episodenya. Jadi nggak monoton dan ngebosenin. Tapi kalau kamu males desain cover art baru, yaudah deh...sama aja dengan cover art podcast. Sesuai dengan effort masing- masing aja.



4. Judul Episode

Bikin judul itu ada seninya. Judul podcast beda dengan judul makalah yang harus jelas S-P-O-K-nya. Judul podcast lebih yang singkat, jelas, menarik tapi nggak click bait.


Susah, kan? Yaiya, emang butuh waktu dan sense khusus untuk membuat copy writing yang menarik. Tapi bisa dilatih kok.


Baca Juga : Menulis Untuk Telinga, Naskah Podcast



5. Deskripsi episode

Covert Art episode sebaiknya memang diganti menyesuaikan episodenya. Begitu pula dengan deskripsi episode, biar pendengar tahu episodemu bakal ngomongin apa. Nggak perlu panjang-panjang, satu dua kalimat cukup kok.



5 Elemen Branding ini bisa kita atur pada saat ingin mempublikasikan podcast kita. Kesannya remeh- temeh, tapi manfaatnya banyak. Termasuk memudahkan manakala ingin mempromosikan podcast di social media. Kalau kamu pakai aplikasi Spotify, kita bisa share episode podcast langsung ke Story Instagram. Nah, di sinilah nama podcast dan cover art menjadi elemen visual yang bikin follower penasaran dan pengen dengerin podcastmu.


Nah, buat kamu yang ingin mencoba mempromosikan podcast di social media, kamu bisa membuat audiogram.


Gimana acara membuat audiogram secara gratis? Silakan  klik tulisan di bawah ini.


Baca : Membuat Audiogram Untuk Promosi Podcast di Social Media




Post Comment
Post a Comment

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
(Untuk meninggalkan komentar, sebaiknya jangan memilih Anonymous agar tidak menjadi brokenlink dan saya hapus.
Tulis saja nama dan url Google/facebook biar lebih aman)

Auto Post Signature