Pelatihan Radio Komunitas - Radio Radik

10.2.17
Radio Radik adalah radio komunitas di lingkungan Fakultas Komunikasi dan Infomatika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pengelolaan radio ini sendiri di bawah program studi Ilmu Komunikasi. 

Apakah fungsi radio komunitas? Yakni sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan dan mengembangkan ketrampilan berbicara sera melatih berorganisasi melalui media penyiaran.

Pengarahan dari Kepala Lab. di awal pelatihan


Dikarenakan regenerasi mahasiswa yang tidak cukup baik dalam manajemen Radio Radik ini, maka pihak prodi melakukan pembekuan terhadap aktivitasnya hampir kurang lebih dua tahun. Kemudian, karena dirasa sudah saatnya aktif kembali dengan rekrutmen mahasiswa yang baru, maka kemudian prodi melakukan perombakan dan pelatihan untuk membangun radio ini kembali.

Sesi pelatihan teknik operating dan siaran

Sesi pelatihan produksi

Untuk melaksanakan pelatihan secara intensif, saya diminta untuk menjadi fasilitator selama kurang lebih sepuluh hari sejak 31 Januari 2017.

Berikut ini adalah materi dan praktikum pelatihan radio komunitas Radik 

HARI - 1
FGD
Manajemen Organisasi
-Format Radio
-Visi Misi
-Segmentasi Radio
-Struktur Organisasi
-Sumber Daya
-Pemrogaman Acara
HARI -2

-Pembuatan laporan tertulis terkait manajemen organisasi
-Pembuatan materi social media
-Penyusunan konsep marketing communication
HARI- 3
PRAKTIKUM
Manajemen Produksi
-Bedah Program Acara
-Teknik Penulisan Naskah

HARI- 4
PRAKTIKUM
Manajemen Produksi
-Teknik Produksi dan Perekaman
-Teknik Siaran Rekaman
HARI-5
PRAKTIKUM
-Manajemen music bank
-Pembuatan materi audio : id’s, jingle, bumper, dll

HARI - 6
PRAKTIKUM
Manajemen Siaran
-Teknik Operating
-Teknik Siaran

HARI -7
PRAKTIKUM
Produksi program siaran music dan iklan
HARI- 8
PRAKTIKUM
Produksi program siaran kata : berita, talkshow, feature
HARI- 9
FGD
Evaluasi produksi program
HARI-10
Uji coba siaran

Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan beberapa manfaat yang positif antara lain :

1. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tiap anggota atau pengurus Radio Radik, baik dalam hal public speaking, penulisan naskah, teknik operating dan siaran serta pengelolaan manajemen radio.

2. Radio Radik dapat dikenal bukan hanya di lingkungan fakultas dan universitas, namun juga dapat menjadi media partner bagi terselenggaranya event-event di Kota Solo

3. Kemampuan tiap personil Radio Radik dapat diakui dan menjadi modal untuk meneruskan jenjang karir, khususnya di dunia penyiaran radio komersial.

Mengelola radio komunitas, memang tidak mudah. Diperlukan kerja keras dan kerja sama seluruh pengurus dan anggotanya. Semoga apa yang diharapkan melalui pelatihan radio komunitas ini, bisa terwujud dengan baik.
Bersama Azis, GM Radio Radik


Research Methods for Postgraduate Students

Mencari ide penelitian yang original sekaligus menarik tentu tidak mudah. Sampai saat ini, saya masih harus membutuhkan waktu yang lama dan membaca tumpukan artikel untuk benar-benar menemukan topik yang pas. Belum lagi, ketika dihadapkan dengan metode penelitian apa yang sesuai.

Menjawab berbagai pertanyaan seputar penelitian baik kuantitatif, maupun kualitatif, saya berkesempatan hadir di General Lecture bersama Dr. Renatas Kizys dari University of Portsmouth.UK


#ArisanIlmu Komunitas Emak2 Blogger - Build Your Personal Branding

6.2.17
Sudah lama saya mengenal komunitas blogger perempuan, yang dikenal dengan nama Komunitas Emak-Emak Blogger (KEB). Namun, baru kali ini saya mengetahui bahwa di Solopun juga ada komunitas tersebut.

Tanpa sengaja, saya melihat salah satu postingan di instagram, yang menyebutkan bahwa KEB akan mengadakan acara bertajuk #ArisanIlmu yang menghadirkan Mira Sahid selaku Founder KEB bertempat di Tsabita Bakery. Maka kemudian saya beranikan untuk mendaftar di acara tersebut dengan menghubungi Mak Ety Abdoel.

Gambar diambil dari IG Mak Ety @etyabdoel


#ArisanIlmu kali ini membahas tema Build Your Personal Branding. Bahasa lebih mudahnya, adalah  bagaimana kita memasarkan kemampuan, ketrampilan dan kelebihan yang kita miliki.
Dalam Teori Johari Windows kita mengenal empat area dalam diri kita. Open, Blind, Hidden dan Unknown. Konsep ini membantu memahami konsep diri kita secara individu dan juga bagaimana memahami orang lain.

Di era digital saat ini, salah satu strategi personal branding adalah dengan memanfaatkan social media. Melalui social media kita dapat menujukkan siapa diri kita. Hanya saja sebagai catatan, kita tetap harus menjadi diri sendiri bukan Fake.



Selama kurang lebih 2 jam, Mira Sahid berinteraksi dengan anggota KEB Solo. Dikesempatan ini pula saya berkenalan dengan para anggota. Anggota yang memang didominasi emak-emak ini tentu saja memiliki ketertarikan yang sama dalam menulis blog. Itu mengapa saya merasa langsung klik dengan mereka. Dan selanjutnya saya mengajukan diri untuk bergabung dengan komunitas ini.

CIVA 2 - Communication UMSVisual Art

20.12.16
Pertengahan minggu menyempatkan nonton short movie karya mahasiswa. Ada 25 film ditampilkan selama 2 hari. Setelah pemutaran selesai, kemudian dilakukan awarding untuk beberapa film terbaik.


nonton film sambil gendong/... :D



Mustika Ratu Goes To Kampus

1.12.16
Siapa sih..yang nggak suka dengan produk perawatan wajah... :)
Maka sayapun bela-belain untuk dateng ke acara ini.


Selain penasaran dengan produk terbaru Mustika Ratu, acara yang lumayan asyik ini menghadirkan Alvin Adam yang berbagi ilmu Personal Branding.
Selain menghadirkan Putri Indonesia, berbagai games seru, tak ketinggalan Merah Berserita turut menhibur peserta yang hadir.





Peringatan Hari AIDS Sedunia - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS

Semester ini saya mengampu mata kuliah Manajemen Event. Salah satu tugas praktik yang harus mahasiswa lakukan tentunya adalah mengadakan event. Berikut adalah salah satu event dari kelas A Manajemen Event.




Liputan Joglo Semar edisi 15 Desember 2016. Lihat berita selengkapnya di bawah in




Dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS dalam mata kuliah Management Event kelas A mengadakan penggalangan dana. Nantinya dana yang terkumpul akan diberikan kepada Yayasan Lentera.
Di mana banyak anak-anak yang mengidap HIV/AIDS. Selain penggalangan dana, juga dilakukan sosialisasi terkait HIV/AIDS. Tujuannya agar ada pemahaman yang lebih kepada masyarakat perihal penyakit mematikan tersebut. Pasalnya, selama ini banyak masyarakat yang ketakutan ketika di sekitarnya terdapat Orang Dengan HIV/AIDS (Odha). Mereka takut akan tertular virus tersebut jika dekat-dekat.Ketua Panitia kegiatan, Dewi (20) menuturkan, tujuan dari kegiatan tersebut yakni agar masyarakat bisa mengantisipasi dan menjaga diri. “Kalau yang sudah terinfeksi, jangan berkecil hati dan tetap semangat, kalian masih punya kami yang sehat tetapi peduli dengan kalian,” terangnya.Dewi mengkritisi sikap kebanyakan orang yang justru mengucilkan para Odha. Menurutnya, seharusnya sikap tersebut dihindari. Karena Odha tidak seharusnya dijauhi. “Yang dijauhi itu penyakitnya bukan orangnya,” katanya.Sementara itu, Zahra Noor Eriza, selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Event, memaparkan, selain kegiatan sosial bahwasanya kampanye ini merupakan salah satu tugas dari manajemen Event. Manajemen event sendiri merupakan bagian dari mata kuliah untuk mendukung profesi Public Relation.Tujuan utama dari pengadaan acara ini supaya mahasiswa mempunyai bekal manajemen event. Dimulai dari proses perencanaan, proses pengorganisasian kemudian dari kepanitiaan, kontroling sampai evaluasi. “Jadi setelah mendapat teori-teori dalam mata perkuliahan acara ini merupakan praktik untuk membuat event yang sebenarnya,” terang Zahra.Dalam manajemen event ini mahasiswa harus mengetahui tata urutan dan struktur yang rapi dari visi, tujuan dan target segmentasi. Acara ini diadakan untuk memperingati bahwa 1 Desember merupakan Hari HIV/AIDS. Event ini agar mahasiswa supaya peduli dan tahu tentang penyakit berbahaya ini. Ada beberapa alasan dipilihnya 1 Desember sebagai tema event. Pertama untuk mengetahui bahwasanya tanggal 1 Desember merupakan Hari AIDS sedunia. Kedua diadakan kampanye ini untuk menarik empati terhadap pengidap HIV/AIDS.Ketiga panitia mengajak orang umum untuk saling berbagi dan peduli. “Adanya kampanye memberikan pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS dan penggalangan dana juga sebagai wadah untuk saling berbagi pada orang yang membutuhkan,” ucapnya.
Selain penggalangan dana pada kesempatan tersebut juga diadakan aksi donor darah. Dalam aksi ini berhasil dikumpulkan sebanyak 54 kantong darah. Donor darah ini turut menggandeng PMI Kota Surakarta

dYOUTHIZEN SOLO- as a call to action

26.11.16
Salah satu event yang saya hadiri di Bulan November ini. 


Event detik.com yang banyak juga dihadiri oleh anak muda (memang sesuai targetnya :) ), intinya mengajak anak muda di Kota Solo untuk action khususnya menanggapi berbagai masalah sosial. As a call to action di sini, bisa dilakukan sesuai dengan pasion masing-masing..

Hal yang paling menarik di acara ini adalah mini workshop dari Eka Gustiwana, speech composer di Indonesia yang pasti sudah tidak asing dengan videonya yang wara wiri di youtube. Sesi singkatnya menunjukkan eksplorasi ide unik yang dia miliki..


sesi Ahmad Zaki - CEO Bukalapak


General Lecture with PRO Syariah Hotel Solo

15.11.16
Mengampu mata kuliah Pengantar Public Relation, saya mencoba menghadirkan rekan saya Paramita Sari Indah Widarini, Public Relation Officer ,Syariah Hotel Solo, pada sesi Kuliah Umum mahasiswa ilmu komunikasi UMS.

Mahasiswa yang sebelumnya telah mendapatkan teori mengenai PR, saatnya kemudian untuk menambah pengetahuan dari dunia praktisi.


Mengangkat tema Media dan Cyber Relations untuk Meningkatkan Citra Perusahaan ini, memberikan gambaran bahwa profesi PRO dituntut memiliki skill komunikasi yang tinggi. Berhubungan dengan media berazaskan simbiosis mutualisme, mengelola sosial media dengan bijak, serta menggali kreativitas dalam mengadakan event, tentunya bukan hal yang mudah. Maka seorang PRO tidaklah boleh bosan untuk selalu belajar dan adaptif dengan berbagai situasi kerja.




Digital Marketing Strategy : Consumer Behavior in The Digital Era

24.9.16
Di semester perkuliahan ini, saya dan kawan-kawan Magister Manajemen berkesempatan untuk mengadakan Seminar Nasional dengan mengangkat tema "Digital Marketing Strategy : Consumer Behavior in The Digital Era" pada tanggal 24 September 2016 di aula MM  Universitas Sebelas Maret,



Ada dua orang pembicara yang kami hadirkan, yang pertama adalah Nukman Luthfie yang dikenal sebagai praktisi marketing. Nukman yang pernah bekerja di detik.com ini, kini menjadi CEO Jualio.com. Pembicara kedua adalah Dwisuko Adinogroho, yang secara khusus saya rekomendasikan karena beliau adalah CEO Gotosovie Indonesia, salah satu brand tas asal Yogyakarta favorite saya sejak 2010. 



Untuk saya pribadi, yang didapuk menjadi sie acara, saya merasa sangat beruntung untuk menggali banyak pengetahuan dari kedua pembicara. Terlebih lagi, bertemu langsung dengan mas Dwisuko dan sang istri Ewindha Sari serta putra mereka,Karena selama ini, saya sudah merasa begitu dekat dengan produk yang mereka ciptakan.

Budi Pasadena as Moderator, me, Ewindha Sari, Dwisuko


[AWARD] GIVEAWAY! Thankyou Gotosovie!

15.8.16

Auto Post Signature