Showing posts with label RADIO ENTHUSIAST. Show all posts
Showing posts with label RADIO ENTHUSIAST. Show all posts

Semua Bisa Bicara, Belajar Komunikasi di Radio

5.7.23

PENYIAR ARDIO SOLO JAWA TENGAH INDONESIA ZAHRA NOOR ERIZA SARA NEYRHIZA



Sejak Maret 2023 saya kembali ke kabin siaran radio. Rasanya menyenangkan bisa cuap- cuap menyapa pendengar. Meski bisa juga menyapa follower melalui instagram atau youtube live, tapi siaran radio punya "rasa yang berbeda". 


Dunia radio sudah saya kenal sejak tahun 2007, di bangku kelas 2 SMA. Tahun 2018, saya pun pernah mendapat penghargaan sebagai penyiar radio wanita terbaik Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah. Itu kenapa sepertinya hidup saya memang tidak bisa dipisahkan dengan radio.


Kini saya kembali ke Radio PTPN, saya pernah bekerja di sini dari 2010-2014. Kembalinya saya siaran memang sekaligus membawa misi untuk memberikan edukasi seputar dunia komunikasi dan public speaking. Itu mengapa saya memilih #SEMUABISABICARA menjadi nama program siaran. #SEMUABISABICARA Belajar Komunikasi di Radio hadir seminggu sekali, setiap hari Minggu pukul 12.00 WIB.

Yang menarik dari program ini adalah selain saya produseri dan saya bawakan, sambil siaran saya juga live di instagram. Menjawab beragam pertanyaan dari follower di instagram agar saya juga bisa berinteraksi secara langsung. Pada kesempatan tertentu, saya juga mengundang bintang tamu untuk bicara hal- hal yang berkaitan dengan komunikasi dan literasi. 



Mereka yang pernah saya undang untuk hadir di studio seperti Fajrina Addien, untuk membicarakan mengenai Make Up untuk Interview Kerja, Komunitas Read Aloud Solo Raya, Erie Setiawan ketua tim penulis Ensiklopedia Musik Keroncong. Dan saya jadwalkan mengundang Fanny Chotimah seorang produser film untuk ngobrol seputar Film Payung Dara di tanggal 9 Juli 2023.


Bagi saya siaran radio adalah sebuah hobi, momen untuk bersenang- senang. Semoga dalam kesenangan ini, saya bisa bertemu dan belajar dengan banyak orang, juga memberi manfaat khususnya pengetahuan dalam bidang komunikasi.



Menulis Untuk Telinga

26.3.21
MENULIS NASKAH PODCAST


Radio dan podcast adalah media auditif, kita hanya bisa menikmati dengan cara mendengarkan konten suara yang dihasilkan. Itu mengapa menulis naskah untuk radio dan podcast berbeda dengan menulis biasa atau menulis untuk media cetak.  

Menulis untuk radio bukanlah menulis hanya untuk dibaca, melainkan menulis untuk kemudian dibacakan kepada pendengar. Maka, saat kita menulis dapat membayangkan bahwa tulisan akan didengarkan, bukan cuma dibaca. 

Baca Juga : Jenis Naskah Podcast


Menulis naskah radio dan podcast, perlu memainkan theater of mind. Bayangkan ada seseorang dihadapan kita, dan mengobrol bersama. Jadi sering kali ketika menulis, saya suka komat- kamit sendiri, dan berbicara seolah- olah sedang siaran.

Untuk bisa menulis untuk telinga, ada beberapa tips yang saya sering terapkan.


1. Write The Way You Talk

Artinya, tulislah naskah seperti apa yang akan kita sampaikan secara lisan. Maka, gunakan bahasa tutur (spoken language) atau bahasa sehari- hari seperti halnya sedang mengobrol dengan orang lain.

2. Keep It Simple and Short

Dalam menulis naskah gunakan kata- kata yang sederhana, tidak berbelit- belit dan mudah dipahami. Sederhanakan kalimat dan hindari menggunakan kalimat langsung.

Contoh kalimat langsung :
"Aku akan membuat album baru setelah pandemi Covid 19 berakhir", kata Raisa

 

Contoh kalimat tidak langsung
Raisa bilang kalau dia akan membuat album baru setelah pandemi Covid 19 berakhir.

3. Easy Listening Formula

Informasi yang disampaikan penyiar atau podcaster sebaiknya harus dapat dipahami hanya dalam sekali dengar. Sifat radio dan podcast yang bisa menjadi background, memungkinkan pendengar untuk multitasking. Dengerin podcast, sambil masak, nggak masalah!

Karena pendengar nggak 100% fokus, maka tulis naskah yang singkat, padat dan jelas.


4. Hindari Pembukaan yang Panjang Lebar

Langsung saja menulis menuju pokok bahasan. Pembukaan yang panjang lebar bikin pendengar bosan di awal, sementara isi konten belum didengarkan sepenuhnya. Terlalu banyak informasi membuat pendengar bingung, kesulitan menghubungkan satu informasi dengan yang lain.


5. Gunakan tanda baca agar tidak monoton

Untuk memudahkan ketika naskah dibaca oleh penyiar, maka gunakan bantuan tanda baca ketika membuat naskah  seperti  garis miring satu (/) untuk koma, garis miring dua (//) untuk titik, dan garis miring tiga (///) untuk akhir naskah, agar ketika membaca naskah kita bisa sekaligus latihan aksentuasi atau penekanan pada kata/ kalimat. Sehingga kalimat- kalimat yang disampaikan tidak terkesan monoton dan memberikan variasi intonasi.




Dengarkan versi podcast dari artikel ini :

 





See you on the next blogpost.







Thank you, 

Tips Menjadi Narasumber Talkshow di Radio

9.1.20
SARA NEYRHIZA

Banyak orang mendapatkan kesempatan untuk diundang sebagai narasumber sebuah talkshow di radio. Talkshow radio sendiri merupakan program radio yang membahas suatu topik tertentu antar 2 orang (1 host dan 1 narasumber) atau lebih dengan durasi tertentu.

Talkshow radio  bisa jadi adalah program reguler  radio, namun bisa juga accidental program karena adanya kesepakatan antara radio dengan pihak tertentu untuk mengadakan suatu talkshow. Hal ini biasanya berkaitan dengan promosi event, atau produk suatu perusahan.

Persiapan Menjadi Narasumber Talkshow di Radio

Jika kamu mendapatkan undangan atau akan melakukan talkshow di radio, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Terlebih untuk kamu yang baru pertama kali melakukan aktivitas ini.

Sebelum Hari H


1. Persiapkan materi yang akan dibahas

Penting bagi narasumber untuk menguasai materi yang akan dibahas pada talkshow radio. Tidak ada salahnya untuk menyiapkan materi tertulis, yang nantinya dapat dibawa saat talkshow berlangsung. Jika dibutuhkan, narasumber dapat memberikan naskah materi dan beberapa highlight pertanyaan kepada pihak radio agar dapat dipelajari lebih dahulu oleh penyiar radio yang nantinya akan bertugas. Sehingga baik narasumber maupu host memiliki cukup pemahaman mengenai topik yang akan dibicarakan.


2. Pastikan detail hari, tanggal, jam serta durasi talkshow

Program di radio sudah diatur sedemikian rupa. Maka sebagai tamu narasumber harus tepat jadwal ketika hadir di studio. Termasuk durasi talkshow tersebut. Sehingga obrolan atau diskusi yang dilakukan bisa tepat dan tidak bertele-tele.

3. Gunakan pakaian yang sopan sesuai dengan identitas radio

Sebuah radio memiliki identitas dan karakteristik masing-masing. Maka penting bagi narasumber untuk memastikan pakaian yang dikenakan sesuai dengan identitas radio tersebut. Misalnya, ketika diundang disebuah radio dakwah, meskipun topik pembahasan bukan mengenai dakwah dan keislaman, namun penting untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan kesopanan.

4. Datang 15-30 lebih awal

Agar dapat mempersiapkan materi dan mental dengan baik, narsumber jangan sampai datang terlambat. Karena sebelum program talkshow radio di mulai, biasanya host akan mengobrol sebentar dengan narasumber hanya untuk sekedar berkenalan, memastikan topik dan materi bahasan dan juga mempersiapkan kelengkapan alat seperti headphone dan microphone serta posisi duduk yang nyaman.

Empat hal di atas, adalah yang sebaiknya dipersipakan sebelum hari dilaksanakan talkshow di radio. Di bawah ini adalah hal-hal lain yang perlu dipersiapakan atau ditanyakan terlebih dahulu kepada host/announcer atau program director sebelum talkshow berlangsung. 

Baja Juga : Penyiar Era Digital, Bisa Siaran Aja Nggak Cukup


Saat Hari H


1. Memastikan durasi acara

Selain memastikan durasi acara, perlu ditanyakan juga jumlah segmen dalam program talkshow yang akan dilaksanakan. Sehingga sebagai narasumber kita akan menyiapkan poin-poin mana saja yang akan disampaikan pada masing-masing segmen.


2. Nama penyiar dan call listener

Agar obrolan terlihat natural, maka kita perlu menanyakan nama penyiar dan panggilan pendengar radio (call listener). Panggilan pendengar ini beragam dan berbeda-beda di tiap radio, seperti misalnya jaka dara, dimas diajeng, sahabat kita, sobat muslim, kawula muda, dan lain sebagainya.

3. Meminta izin jika ingin mendokumetasikan talkshow

Jika ingin mengambil gambar atau video selama talkshow berlangsung, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu. Agar sebagai narasumber dapat berlaku sesuai peraturan yang ada.

4. Matikan atau senyapkan handphone selama talkshow berlangsung

Agar tidak menggangu jalannya talkshow, maka matikan atau mensilent nada dering pada handphone. Microphone di ruang siaran cukup peka dalam menangkap suara, termasuk bunyi notifikasi dari handphone kita.


5. Hanya minum saat break atau jeda iklan

Biasanya sebagai tamu akan disuguhkan minuman/ makanan. Agar tidak menggangu jalannya talkshow, lebih baik minum dan makan hanya pada saat break saja, bukan saat open mic. Pastikan juga tidak meninggalkan sampah di dalam studio siaran.

6. Hindari menyebutkan nama-nama brand lain

Terkadang dalam sebuah obrolan antara announcer dan narasumber karena saking asyiknya, kita keceplosan atau tidak sengaja menyebut nama brand. Hal ini sebaiknya dihindari, terutama bila merek tersebut bukanlah partner kerjasama atau sponsor dari produk atau event yang akan kita laksanakan. Hal ini mengingat radio adalah sebuah media massa, maka segala bentuk penyebutan merek merupakan bentuk iklan.


Demikian beberapa tips dan hal-hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan talkshow di radio. Karena radio bersifat auditif maka sebaiknya saat menjadi narasumber talkshow radio, kita berbicara dengan santai dan jangan terlalu cepat. Agar informasi yang narsumber sampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pendengar.

Baca Juga : Menjadi Penyiar Radio yang Baik dan Handal


***
RADIO DAKWAH SYARIAH SOLO

Minggu, 5 Januari 2020 saya bersama Fajrina Addien melakukan talkshow di Radio Dakwah Syariah Solo. Dalam talkshow radio  berdurasi 90 menit ini, kami berdua mengangkat topik "Present Your Best Self" Menemukan Unique Value dari Dalam Diri. Di program yang sama, kami juga melakukan promosi untuk acara workshop yang akan kami lakukan pada 18 Januari 2020.



See you on the next blogpost.






Thank you, 


Sebagai Praktisi Ilmu Komunikasi, 2020 Stay Focus and Complete the Journey

28.12.19

PRAKTISI ILMU KOMUNIKASI

Senin, 23 Desember 2019 saya diundang sebagai narasumber dalam talkshow peringatan Hari Ibu yang diadakan oleh TA Radio, sebuah radio swasta di Solo. Ketika ditanya oleh Mas febri, penyiar program talkshow tersebut, tentang bagaimana mengatur berbagai kesibukan, saya selalu kekeuh bahwa keluarga adalah yang nomer 1. (Jika Tuhan adalah yang nomer 0)

SARA NEYRHIZA
Menjadi narasumber bersama Renata Owner Pukis Badran dan Deasy Koordinator Komunitas Ibu profesional Solo Raya

Saya menyadari bahwa rezeki yang saya terima, kemudahan saat ini yang diberikan, semua adalah bagian sumbangsih keluarga saya. Terlebih dari suami, yang tidak pernah lelah mendukung dan mengingatkan saya.

Maka, hal ini yang akan saya pegang sampai kapanpun. Bahwa, keluarga saya adalah prioritas teratas. Jika di tahun 2019 saya masih banyak melakukan khilaf, saya tidak akan berhenti berusaha memperbaiki diri.

Apa artinya di luar baik, jika di dalamnya hancur berantakan. Izinkan saya mengutip sata quote dari Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Institut Ibu Profesional "Bersungguh-sungguhlah ke dalam, Maka Engkau akan keluar dengan Kesungguhan itu"

Klik di sini untuk mendengarkan live talkshow ini.



INFLUENCER SEMARANG


See you on the next blogpost.






Thank you, 

Asyiknya Mendengarkan Program Feature Radio

16.6.19
NASKAH FEATURE RADIO

Program feature radio menjadi salah satu program kesukaan saya. Sudah lama saya ingin memproduksi program feature. Sayangnya, beberapa radio tempat saya bekerja tidak mengusung format tersebut. Sehingga tidak ada kesempatan untuk melakukan investigasi atau sekedar riset di lapangan menggali dan menyajikan isu-isu yang sedang bergulir di masyarakat.

Meski demikian, saya masih bisa mencicipi program feature dari beberapa radio yang memang berformat berita. 

Feature radio adalah suatu program yang disajikan dalam bentuk audio yang mengangkat satu tema atau pokok bahasan yang diungkap dalam berbagai sudut pandang, dianalisi dan disoroti secara kritis.

Apa yang menarik dari feature radio?


Tentu saja dari kemasannya. Dalam program feature, satu pokok bahasan biasanya disajikan dengan merangkai beberapa format program sekaligus. Misalnya, wawancara, musik, voxpop, nyanyian, puisi, atau beberapa format pendukung lainnya. Beberapa format yang dipadukan tersebut harus mengusung satu pokok bahasan yang sama tetapi dari sudut pandang dan tinjauan yang berbeda.

Feature radio tidak melulu bahasan yang berat. Boleh kok, jika kita mengangkat hal-hal lucu atau unik disekitar. Tim produksi juga dapat menggunakan musik latar (backsound) dan sound effect yang beragam. Guna menghasilkan suatu produk audio yang segar dan menyenangkan untuk didengarkan.

Bagaimana cara membuat feature radio yang baik?


Sebagaimana program faktual lainnya seperti dokumenter, berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyajikan suatu fenomena yang dibutuhkan pendengar.

1. Lakukan riset


Riset ini diperlukan untuk menggali berbagai fakta yang terjadi. Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan terjun ke lapangan langsung untuk menggali informasi dari berbagai sumber. Proses penggalian informasi dapat dilakukan dengan wawancara ataupun dengan observasi. Riset data sekunder juga dapat dilakukan dengan mempelajari data yang terdokumentasi seperti media cetak, buku, jurnal dan lain sebagainya.


2. Dokumentasikan hasil riset


Pada proses riset, jangan lupa untuk mendokumentasikan proses riset tersebut baik dalam bentuk tulisan, foto maupun rekaman wawancara. Hal ini akan membantu dalam proses pembuatan naskah. Khususnya untuk rekaman wawancara narasumber, nantinya dapat dimasukkan sebagai voxpop (vox populi) pada feature.

3. Buat naskah


Feature radio adalah program tapping. Itu mengapa naskah sangat membantu dalam proses perekaman program feature, sekaligus proses editing yang dilakukan oleh editor. 

Naskah juga berfungsi sebagai panduan agar feature tersusun dengan rapi. Sekaligus menjaga kelengkapan konten dan durasi feature itu sendiri agar tidak terlalu panjang dan bertele-tele.

Baca Juga : Penyiar Era Digital, Bisa Siaran Aja Nggak Cukup


4. Rekam narasi


Sebuah program feature biasanya menghadirkan seorang narator yang berfungsi sebagai pembawa program atau host. Host inilah yang menjadi penghubung antar satu format dengan format lain.


4. Kemas dengan menarik


Setelah semua data terkumpul dan perekaman narasi dilakukan, maka selanjutnya adalah tugas editor dalam mengemas program. Masukkan berbagai musik pendukung, agar memperkuat suasana dan  pesan auditif kepada pendengar.


Itu tadi beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membuat program feature radio. Jika ingin mendengarkan program feature radio yang berkulitas, silakan mendengarkan beberapa episode menarik dari Radio Jurnal Perempuan berikut ini.

See you on the next blogpost.





Thank you, 

Penyiar Radio Era Digital, Bisa Siaran Saja Nggak Cukup

5.11.18
ZAHRA NOOR ERIZA

Kalau cuma muterin lagu, spotify juga bisa.

Sekarang radio punya saingan yang maha berat. Bukan lagi televisi yang mulai juga ditinggalkan. Tetapi internet dengan variasi konten yang luar biasa banyak. Kita dimanjakan dengan konten audio visual yang membuat ketagihan. Tidak lagi supplay by demand, tanpa diminta pun mereka memberi kita cuma-cuma. Asal modal kuota.

Lalu bagaimana nasibnya media auditif seperti radio?

Ketakutan akan ditinggalkan penikmatnya, jelas menghantui para pelaku industri radio. Bayang-bayang berbagai media cetak yang tutup usia sepeti Bola, Gogirl dan Hai bagai mimpi buruk.

Melihat data Nielsen tahun 2016, jumlah pendengar radio di Indonesia ada 20 juta orang. Kebanyakan dari mereka mendengarkan radio saat dimobil. Ketika di rumah, kita lebih asyik bersama handphone dan disibukkan dengan aktivitas chatting atau youtube-an. Bentuk pesawat radio  juga makin jarang dimiliki.

Lantas, masihkah radio dicintai?

#RadioGueMati


Tahun lalu tepatnya tanggal 11 Desember 2017, beberapa stasiun radio di Jakarta sengaja mematikan siaran mereka selama 15 menit, mulai pukul 07.45-08.00 WIB secara serempak. Dalam kondisi dead air tersebut, ternyata para netizen twitter riuh karena kaget dan penasaran mengapa radio mereka mati mendadak. Ada rasa sepi yang menghinggapi, lantaran perjalanan mereka tak lagi ditemani alunan musik dari radio.


Jika memang radio masih dicintai, apa kemudian masih banyak anak muda yang ingin jadi penyiar radio?


Buat saya pribadi, radio adalah jiwa. Ingin rasanya saya kembali bersua di udara dengan pendengar. Tiga bulan sudah saya memutuskan untuk resign dari radio terakhir tempat saya bersiaran. Dan sekarang  terasa rindu untuk kembali ke kabin siar.

Menjadi penyiar radio masa kini, bisa siaran saja tidak cukup. Jika dulu mengoperasikan komputer, mixer dan berbicara dalam satu waktu dianggap kemampuan yang mumpuni seorang penyiar, sekarang tidak lagi.

Penyiar bukan hanya sekedar pemutar musik, mereka harus bisa lebih dari itu. Penyiar harus kreatif dalam produksi konten diluar program acara. Tentunya harus didukung tim produksi radio juga. Maka jika perusahaan radio, masih sibuk membangun "radio"nya saja, tanpa bersinergi dengan media lainnya, ya..siap-siap saja untuk menua ditelan zaman.

Belum lagi nih, radio sekarang memang hobi banget muter lagu doang. Radio A muter lagu si Penyanyi ini, radio B, C, D eh, muter lagu penyanyi ini lagi- penyayi ini lagi. Terus kapan penyiar ngomongnya? Padahal nih, penyiar itu bagian dari karakteristik radio. Brandingnya radio itu juga dari penyiarnya. Kalau penyiarnya jarang ngomong, ya..gimana pendengar bisa kenal dia.

Baca Juga : #SKYTALK Program Konvergensi Media

Konvergensi Media Sebuah Keharusan


Ketika saya berada di Radio Gesma FM, saya memproduseri dan membawakan sebuah program konvergensi media. Ketika menyusun program ini, saya memahami betul bahwa media radio sudah tidak bisa berdiri sendiri. Konten di radio sudah sangat terbatas. Maka, seperti televisi yang menggandeng internet, begitulah seharusnya yang radio lakukan.

Belajar dari Program Inspirasi Pagi, selain disiarkan secara live, program tersebut dapat dinikmati melalui youtube, soundcloud dan di blog milik saya ini. Tujuannya apa? Bagi mereka yang tidak bisa mendengarkan siaran langsungnya di radio, pendengar tetap bisa mengakses media lainya. Kontennya satu, tetapi dimodifikasi dalam berbagai media dan cara.

Ribet? Tentu saja iya, bagi sang pembuat konten.

Namun konvergensi media ini menembus batas-batas geografis, sehingga audience menjadi lebih luas dan dapat diakses di mana saja. Tidak terbatas jangkauan frekuensi radio.

Baca Juga : Program Konvergensi Media. Radio Talkshow Terbaik


Penyiar Era Digital


19 Oktober 2018 saya berkesempatan untuk menjadi pembicara di Seminar " Creativity Without Limit in Broadcast" yang diadakan Rapma FM Universitas Muhammadiyah Suraarta. Peserta yang hadir cukup banyak, sekitar 300 orang. 

Ketika saya gulirkan kepada mereka apakah ingin mejadi penyiar radio? Ternyata masih banyak peminatnya diantara mereka.

Saya mengatakan pada peserta yang hadir, bahwa untuk menjawab tantangan era digital pandai berbicara saja tidak cukup bagi penyiar radio. Namun, butuh integritas yang tinggi terhadap profesi. Integritas di sini mulai dari disiplin waktu, ketrampilan siaran, kepahaman terhadap program dan kode etik, serta kemauan untuk belajar dan meningkatkan kreativitas.


Jika saya boleh merangkum, beberapa hal berikut ini yang seharusnya dimiliki oleh penyiar radio di era digital

1. Kemauan untuk belajar


Sudah pasti penyiar radio yang baik harus memiliki wawasan yang luas. Wawasan ini bukan hanya mengikuti tren dan isu terbaru, tetapi juga wawasan dalam hal teknis pemrograman acara.

Mudahnya begini, penyiar itu adalah orang yang membawakan acara di radio. Jika penyiar nggak paham program dan kode etiknya, dia ibarat sopir mobil tapi buta.

Misalnya nih, jangan sampai iklan rokok diputar jam 10 pagi. Nah, ketahuan kan kalau si penyiar tidak paham Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS)

Hal-hal seperti ini  yang seharusnya penyiar juga pelajari. Bukan hanya hafalin penyanyi dan judul lagu saja. Penyiar radio tidak boleh lupa, bahwa radio memiliki empat  fungsi, yakni memberikan

1. Informasi
2. Edukasi
3. Persuasi
4. Hiburan

Penyiar radio sebagai garda depan industri radio harus mampu menjalankan keempat fungsi radio tersebut dalam siaran yang dilakukan.

2. Menjadi Public Relations yang Baik


Dalam struktur manajemen radio, penyiar memang berada di bottom line management. Namun, dari fungsional penyiarlah yang menjadi ujung tombak. Mengapa? Karena penyiar yang berinteraksi secara langsung dengan audience.

Penyiar harus membangun kedekatan dengan pendengar. Bukan hanya saat bersiaran, namun juga saat pendengar main ke radio atau saat berinteraksi di dunia maya. Apa artinya seorang penyiar jika tanpa pendengar. Itu mengapa penyiar harus juga mampu memposisikan dirinya sebagai public relation yang baik. Membangun relasi bukan hanya dengan tim radio, tetapi dengan audience juga.

3. Membangun Personal Branding

SARA NEYRHIZA BLOGGER KOTA SOLO

Ini jusa salah satu tips penyiar radio pemula. Jadikan diri berbeda dengan penyiar lainnya agar lebih mudah dikenali. Bangun personal branding di udara. Misalnya dengan membangun ciri unik ketika bersiaran. Bisa dengan nama on air, dengan jargon khusus, atau style siaran yang kreatif dan beda.

Selanjutnya, bangun juga branding di social media. Hari gini siapa sih yang nggak mainan sosmed? Nah, agar citra positif penyiar semakin dikenal, tunjukkan juga dirimu di dunia maya. Buka kesempatan untuk bertemu orang atau klien baru diluar ranah siaran. Siapa tahu lompatan karir akan kamu dapatkan.

Baca Juga : Penyiar Radio yang Baik ala GM Solo Radio

4. Kembangkan Diri di Luar Profesi Penyiar


Sayang rasanya kalau penyiar cuma bisa siaran doang. Padahal banyak bidang (di industr radio) yang bisa dicoba. Dalam divisi penyiaran sendiri ada produser, script writer, music director yang bisa dipelajari.

Atau ingin mengembangkan ketrampilan bersuara dengan menjadi dubber dan voice over talent. Di luar itu bisa juga menjadi MC dan event organizer.

Banyak sekali pekerjaan lain yang bisa dicoba. Side job ini bukan hanya meningkatkan kemapuan diri, tetapi juga menambah pundi-pundi uang.

Jadi please, penyiar jangan siaran saja. Sayang banget jika keilmuan lainnya tidak terjamah. Pastikan untuk memikirkan karir ke depan yang jauh lebih tinggi. 



Tulisan ini adalah rangkuman apa yang saya sampaikan di acara Seminar "Creativity Without Limit in Broadcast". Semoga dapat memberikan wawasan untuk berkembangnya skill kepenyiaran di era digital saat ini.

BLOGGER KOTA SOLO SARA NEYRHIZA

ZAHRA NOOR ERIZA

Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,




Instagram Story Untuk Riset Pasar. Pemilik Usaha Wajib Tahu!

31.7.18

Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia (UMKM) mencapai 56,5 juta. Data Kementerian Koperasi  tahun 2016 menyebutkan, hanya 9% dari UMKM tersebut yang memanfaatkan e-commerce dengan serius.

Selama ini, para pemilik usaha hanya menganggap kemajuan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu promosi saja. Sehingga bukan hal yang aneh, jika akun media sosial para pemilik UMKM hanya menjadi estalase produk yang mereka jual, tanpa adanya strategi promosi yang baik.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk ngobrol bersama Mbak Bella Zadithya salah seorang digital marketing enthusiast, di Program Inspirasi Pagi, Gesma FM Radio. Beliau sering mengisi beberapa workshop digital marketing yang salah satunya berfokus pada pemanfaatan social media sebagai marketing tools.

Mbak Bella menjelaskan bahwa social media seperti instagram bisa digunakan dalam aktivitas marketing mulai dari tahap riset pasar.

Manfaatkan Instagram Story Untuk Riset Pasar


Instagram story menjadi salah satu fitur instagram yang terus melakukan pengembangan. Fitur terbarunya berupa question dan polling menjadi fitur yang menarik untuk dapat menangkap selera pasar.

Bagi para pemilik usaha, bisa menggunakan fitur ini untuk mencoba mencari tahu tren di masyarakat.

Caranya cukup mudah, hanya dengan mengajukan pertanyaaan melalui instagram story dan biarkan para follower memberikan respon mereka.

Instagram Story Untuk Riset Pasar.

Hal ini sederhana kan dan minim biaya tentu saja. Namun, para pelaku usaha dapat melihat bagaimana pasar mereka menjawab pertanyaan berdasarkan preferensi yang berbeda pada masing-masing orang.

Selanjutnya, sebagai pemilik usaha dapat mencoba menganalisis, apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Sehingga ketika menghasilkan produk nantinya, produk tersebut dapat memenuhi selera dan kebutuhan pasar.

Jika langkah ini di rasa masih cukup sulit untuk diikuiti para pengguna media sosial yang masih awam, para pemilik UMKM bisa melakukan pengamatan melalui fitur explore di instagram. Fitur ini juga memungkinkan kita melihat apa yang menjadi tren di masyarakat. Misalnya fenomena donat indomie atau ice kepal milo beberapa waktu lalu. 

Instagram Story Untuk Riset Pasar.


Selain kebutuhan akan riset pasar, instagram juga dapat memberikan gambaran akan aktivitas kompetitor. Amati akun kompetitor untuk menyusun strategi promosi yang menarik.

Baca Juga : Lihat Kepribadian Melalui Postingan Instagram

Promosi Efektif dengan Social Media


Bermain social media memang menyenangkan. Namun, untuk pemilik usaha yang ingin menjalankan social medianya secara efektif sebagai media promosi perlu lebih kritis dalam memilih social media yang digunakan.

Jangan karena sekarang sedang hits menggunakan instagram, lantas ikut-ikutan menggunakan padahal produk yang dijual tidak sesuai. Contoh, jika Anda adalah pemilik usaha pupuk untuk tanaman, pilihan menggunakan blog atau website di rasa lebih tepat dari pada menggunakan media social instagram atau twitter untuk promosi.

Maka selanjutnya, Mbak Bella memberikan beberapa tips dalam melakukan promosi efektif melalui social media, yakni :

1. Kenali terlebih dahulu siapa target market dari produk
2. Pilih social media yang sesuai dengan target market tersebut
3. Optimalkan konten di social media mulai dari gambar dan tulisan
4. Berikan informasi yang jelas terkait usaha dan produk yang dijual
5. Lakukan secara konsisten setiap hari 

Kesadaran akan penggunaan media digital untuk mengembangkan usaha sebaiknya segera dilakukan para pemilik usaha. Tentu saja, agar bisnis yang mereka jalani dapat meraih pasar yang lebih luas. Hasilnya, pendapatan akan lebih meningkat.

Baca Juga : Promosi Produk Fashion di Instagram


Media digital dengan memanfaatkan internet memang dirasa lebih mudah dan murah. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana media digital tersebut dapt digunakan secara efektif sesuai dengan goals yang diinginkan.

sara neyrhiza


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,

Menghargai Perbedaan, Merawat Keberagaman

9.7.18


Keberagaman adalah keniscayaan. Keberagaman adalah takdir Tuhan.

Jadi, barang siapa yang menentang keberagaman, artinya mereka menentang apa yang digariskan Tuhan. Jika  Tuhan ingin manusia memiliki bentuk serupa dari suku dan ras yang sama, tentu Tuhan pasti mampu mewujudkannya. Tetapi ternyata tidak kan?

Kita sudah memahami tentunya, bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Agar kita semua dapat saling mengenal, saling belajar dan saling tolong - menolong.

Namun, yang terjadi? Justru perbedaan menjadi jurang perpecahan. Dengan mudahnya manusia terprovokasi untuk membenci manusia yang lain karena perbedaan yang dimiliki. Merasa eksklusif dengan identitas diri sendiri dan memandang rendah keberadaan orang lain.

Era keterbukaan informasi seperti saat ini ternyata menjadi pisau bermata dua. Informasi tidak benar juga mudah ditemukan dan tersebar. Mereka yang tidak mau melakukan "cek dan ricek" akan mudah terhasut berbagai informasi dengan agenda setting dan framing tertentu. Berbagai kepentingan menunggangi pikiran-pikiran yang miskin ilmu dan dangkal iman. Yang terjadi kemudian, mudah ditebak. Saling beradu, berdebat, memaksakan keyakinanya kepada orang lain dan rela untuk bermusuhan.

Semoga bukan ini yang kita inginkan.

KEBERAGAMAN INDONESIA
Gambar ; yogyakartanews.com

Sudah saatnya, kita sadar diri
Merubah mindset, bahwa dunia ini tempat berbagi
Untuk apa saling tuding kanan kiri
Injak-injak harga diri saudara sendiri
Hanya untuk terlihat tinggi
Namun, dibelakang mendapat caci maki.

Sudah saatnya berubah
Jangan mudah jadi tong sampah
Hobi mengumbar sumpah serapah
Untuk apa berperilaku bedebah
Jika nanti, juga kembali menjadi tanah.

Kita semua bersaudara
Bergandeng tangan membangun Bangsa
Menjadi kuat dan saling berpegang tangan
Tolong menolong dalam kebaikan


-----

#SKYTALK Sebuah catatan dari obrolan di udara dalam Segmen Inspirasi Pagi. Terima kasih sudah hadir berbagi kisah, Mbah Winda Dyah dan Mbak Annisa Safitri dari Duta Cerita Solo.



SARA NEYRHIZA


Baca Episode #SKYTALK lainnya

Dari Blog, Dapet Duit

Sudahkah Menemukan Passion?

Tantangan Homeschooling Masa Kini


Let's be friends!

Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.

Thank you,

Memilih Homeschooling Untuk Anak. Apa Saja Tantangannya?

25.6.18

Tahun ajaran baru sudah tiba. Apakah Anda sedang bingung memilih sekolah untuk anak? Mungkin terbersit juga untuk tidak menyekolahkan anak di sekolah formal. Dan mulai tertarik dengan homeschooling. Tetapi, sudah yakin untuk memilih homeschooling untuk anak?

Pertanyaan ini muncul juga dibenak saya. Ketika banyak berita kriminalitas yang terjadi di sekolah, saya merasa paranoid. Saya khawatir, apakah anak saya akan terjaga keselamatannya dengan baik di sekolahnya. Sehingga kemudian saya mulai mencari tahu sistem belajar alternatif yang berbasis keluarga.

Secara pribadi, saya tidak yakin mampu membimbing dan memberikan pengajaran untuk anak secara disiplin dan terstruktur di rumah. Itu mengapa, saya memang harus cari tahu lebih banyak, seperti apa homeschooling itu sebenarnya?

#SKYTALK kali ini, akan memperdengarkan obrolan saya bersama Mbak Nina Suzanto, seorang praktisi Homeschooling. Beliau menerapkan metode pendidikan homeschooling untuk kedua anaknya sekaligus.

Tentu perlu komitmen yang kuat bagi orang tua yang ingin memilih homeschooling untuk anaknya. Bukan hanya teknis belajar, namun juga kesanggupan orang tua untuk terus menjadi pembelajar.

Semoga apapun pilihan orang tua, baik menyekolahkan anaknya di sekolah formal atau homeschooling, tetap dapat membersamai anak dalam berproses dan bertumbuh.

Terima kasih sudah menyimak topik minggu ini. Sampai bertemu kembali di #SKYTALK selanjutnya.

HOMESCHOOLING DI SOLO
Nina Suzanto, Praktisi Homeschooling

HOMESCHOOLING DI SOLO

Gampang Banget! 5 Tips Ini Membuatmu Tampil Cantik dan Sehat Saat Berpuasa. Sudah Coba?

28.5.18


Nggak bisa dipungkiri, jika Bulan Ramadan mengubah beberapa kebiasaan dalam pola makan. Seperti saya misalnya, yang masih merasa sulit untuk mencukupi kebutuhan asupan air putih selama berpuasa. Salah satu dampak yang terlihat adalah kulit terasa kering, terutama pada bibir. Terkadang sampai terasa perih karena lapisan bibir mengelupas.

Jelas hal ini membuat tidak nyaman.

Beribadah puasa, harusnya tidak mengurangi concern kita terhadap kesehatan (juga) kecantikan. Kita tetap bisa tampil cantik dan sehat karena aktivitas sehari-hari yang berkurang. Termasuk ketika bekerja dan bertemu banyak orang.

Ngobrolin soal cantik dan sehat, saya sengaja banget nih mengundang Mbak Fajrina Addien seorang beauty blogger dan koordinator Rumah Belajar Beutyfying di Komunitas Ibu Profesional Solo Raya di program talkshow yang saya ampu, Gesma Kirana di Radio Gesma FM Kartasura. Selama satu jam, kami membahas beberapa tips dan trik untuk tetap tampil cantik sekaligus sehat selama menjalani ibadah puasa.

Seperti apa tipsnya, yuk baca penjelasannya di bawah ini!


Tips Cantik dan Sehat Selama Berpuasa


1. Jalankan ibadah dengan ikhlas


Poin pertama ini langsung mengena banget buat saya. Mbak Addien menjelaskan, jika cantik itu sinergi antara inner beauty dan outer beauty.

Seseorang yang menjalankan ibadah dengan baik, akan memancarkan aura cantik dari dalam. Bagaimana basuhan air wudhu yang mengusap wajah kita, seolah merefleksikan pembersihan terhadap jiwa yang kemudian membantu memancarkan aura positif dari diri kita.

Well, cantik bukan sekedar enak untuk dilihat namun juga dirasakan. Jadi, penting juga kamu percaya diri "bahwa kamu cantik". Hal ini akan mempengaruhi bagaimana kamu bersikap dan berperilaku untuk terlihat cantik meskipun tanpa polesan make up.


2. Jaga asupan makanan dan minuman



Ini juga tips umum yang selalu hadir ketika ditanya bagaimana agar terlihat cantik dan sehat. Tidak diragukan lagi sayuran dan buah-buahan memiliki kandungan yang diperlukan untuk tubuh termasuk vitamin-vitamin di dalamnya yang membantu menjaga kesehatan.

Selain itu, asupan air putih juga tidak boleh terlewatkan, minimal 8 gelas sehari. Kapan mengkonsumsi air putih yang tepat saat bulan puasa?

Gunakan prinsip 2- 4 - 2 yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat makan malam (makan besar, bisa dilakukan setelah terawih dan sebelum tidur) dan 2 gelas saat sahur.


3. Lindungi kulit saat beraktivitas


Terutama jika beraktivitas di luar ruangan, penggunaan sunblock itu wajib dilakukan. Gunakan sunblock dengan SPF yang cukup. Mbak Addien merekomendasikan untuk memilih sunblock tidak lebih dari SFP 30 untuk melindungi kulit dari sinar matahari jahat, namun tetap ramah dengan kulit.

Baca Juga : Sunscreen Ini Terbaik yang Pernah Saya Coba. Ringan dan Nggak Lengket!

Oiya, kita juga bisa menggunakan facemist lho untuk membuat wajah lebih segar, jika dirasa wajah terasa kering, panas atau beriminyak. Facemist ini juga berguna untuk mengembalikan kelembapan kulit wajah.

4. Atasi bibir kering dengan lip butter


Berbeda dengan lip balm, lip butter memiliki kandungan minyak yang lebih banyak. Seperti saya yang mengalami bibir kering, lip butter ini dapat membantu untuk mengatasinya.


5. Gunakan pakaian yang nyaman


Tips ini berguna banget ketika kamu harus bekerja di luar rumah dan berkeringat karena panas. Jangan gunakan pakaian dan jilbab yang terlalu tebal. Tujuannya, agar keringat dapat terserap dengan baik dan tidak meninggalkan bau tak sedap pada badan. Jadi pastikan menggunakan pakaian dengan bahan menyerap keringat seperti katun.



Yup, tips di atas sederhana dan gampang dilakukan kan? 

Benar sih, untuk tampil sehat dan cantik selama berpuasa itu nggak susah kok, asal kita konsisten dalam melakukannya.

Kalau kamu, apa sih yang dilakukan untuk tetap tampil cantik dan sehat selama berpuasa? Share di kolom komentar yuk..



Catatan Siaran Sara Neyrhiza di segmen Inspirasi Pagi, Program Gesma Kirana bersama Fajrina Addien

Kamis, 24 Mei 2018

Pukul 09.00- 10.00 WIB

Penyiar Radio Terbaik KPID Jateng 2018

12.5.18

Memberanikan diri menjadi penyiar radio saya lakukan 11 tahun yang lalu, saat masih duduk di bangku SMA kelas 2. Saat itu, saya sudah menyadari bahwa radio akan menjadi hal yang saya cintai.

Sejak SMP saya memiliki hobi mendengarkan radio. Terkadang saya sampai begadang hanya untuk mendengarkan suara penyiar radio favorit saya. Saya juga sering menghampiri untuk "temu darat" penyiar radio kesukaan saya kala itu.

Bercita-cita Menjadi Penyiar Radio


Maka kemudian, ketika Radio Kita FM Solo membuka lowongan penyiar, saya memberanikan diri untuk melamar. 

Jalan karir saya dimulai. Di Radio Kita FM saya bekerja selama 3 tahun. Saya berusaha mengelola waktu antara sekolah dan bekerja dengan baik. Pagi sekolah, malam siaran.

Namun ternyata, jalan hidup berubah. Perusahaan tidak sanggup bertahan dan mengalami kebangkrutan. Sayapun berpindah ke Radio PTPN Solo. Hampir 5 tahun saya bekerja di sana. Menghabiskan masa kuliah dengan aktivitas on air dan off air. Saya mulai merasakan asyiknya mencari uang dengan keringat sendiri.

Namun, di luar itu semua, dunia radio memang betul-betul saya cintai. Saya menemukan berbagai kesempatan, pertemanan dan juga pengalaman yang lebih berhaga dari gaji yang saya terima.

Tahun 2018 saya bergabung dengan Radio Gesma FM Kartasura. Di radio ini, saya mengajukan sebuah program acara untuk saya produseri dan saya bawakan. Program ini bernama Inspirasi Pagi.

Baca Juga : Inspirasi Pagi, Talkshow Radio Terbaik KPID Jateng Award 2018


Memiliki program sendiri jelas menjadi cita-cita saya sejak lama. Maka, ketika program saya berhasil menjadi Program Talkshow Terbaik KPID Jateng Award 2018 saya merasa bahagia. Terlebih bersaing dengan banyak radio di Jawa Tengah yang juga memiliki program-program terbaik mereka.

Penganugerahan ini dilakukan pada Rabu, 9 Mei 2018 di Crown Plaza Hotel Semarang dalam acara bertajuk Anugerah Penyiaran KPID Jateng 2018 " Abhipraya Pararta - Siarkan Kebenaran Tebarkan Harapan"


Anugerah Penyiaran KPID Jateng 2018 kemudian juga menobatkan saya sebagai Penyiar Radio Wanita Terbaik  2018. Sekali lagi saya bersyukur atas apresiasi yang diberikan kepada saya.

Saya mencintai radio. 

Saya akan terus berharap radio akan selalu memberikan manfaat bagi pendengarnya.  Meski harus berjuang keras melawan era internet dan social media


Ini Cara Saya Mencari Informasi Dunia Perempuan Untuk Materi Siaran!

11.5.18
Sampai saat ini saya masih menjalani profesi penyiar radio. Profesi ini sangat menyenangkan. Selain dapat menyalurkan passion berbicara, menjadi penyiar radio juga membuka banyak kesempatan bertemu banyak orang baru. Namun tentu saja, setiap pekerjaan memiliki tantangannya sendiri. Seperti menjadi penyiar radio ini. Salah satu tantangannya adalah ketika mencari inspirasi untuk materi siaran.

PORTAL INFORMASI PEREMPUAN

Seorang penyiar terkadang harus sekaligus merangkap sebagai produser. Di sinilah seorang penyiar memiliki tugas  menghasilkan ide-ide segar untuk membuat sebuah program acara radio menjadi menarik.

Kebetulan, program yang saat ini saya produseri dan saya bawakan adalah program untuk target market perempuan. Program ini berdurasi 120 menit dengan 2 segmen acara yang berbeda. Segmen pertama, saya mengangkat topik dunia fashion. Sedangkan segmen kedua berbentuk talkshow yang menghadirkan komunitas atau para praktisi profesional.

Baca Juga : Program Insiprasi Pagi Menjadi Talkshow Terbaik KPID Jateng Award 2018


Sebelum program acara ini dijalankan, seminggu sebelumnya saya harus mempersiapkan berbagai materi siaran. Nah, di saat seperti inilah saya membutuhkan inspirasi untuk menentukan tema yang tepat serta materi-materi pendukung lainnya.

Mencari Inspirasi Untuk Materi Siaran Radio


Pertanyaan ini juga sering ditanyakan oleh teman-teman saya. Bagaimana caranya saya mendapatkan ide untuk materi atau bahan siaran.

1. Obrolan dengan Teman


Sering kali sesi mengobrol atau diskusi dengan teman membawa angin segar yang melahirkan ide-ide baru. Saya jadi memahami apa hal-hal atau isu yang menarik perhatian orang lain. Bertukar pikiran juga membuka wawasan saya. Sesuatu yang tidak menarik bagi saya, ternyata menarik dibenak orang lain. Berdiskusi membuat saya lebih peka akan kebutuhan dan keinginan orang lain.

2. Stalking di Social Media


Bukan hal yang baru bahwa social media mempermudah dalam meriset hal-hal yang menjadi tren. Baik itu tren harian maupun tren mingguan. Melalui social media seperti twitter atau instagram saya juga belajar berita-berita apa saja yang dianggap penting oleh orang lain.


3. Berselancar di Portal Online


Terima kasih kepada internet yang membuat proses mencari informasi lebih mudah. Karena saya membawakan program siaran dengan target pendengar perempuan, maka sayapun mencari informasi-informasi yang relevan di portal online khusus perempuan.

Salah satu portal online yang menyediakan banyak informasi dunia perempuan adalah Glitzmedia.co  

PORTAL INFORMASI PEREMPUAN

Konten di Glitzmedia.co ini memang dekat dengan dunia perempuan seperti style, beauty, wellness, entertainment, relationship dan lain-lain. Berita yang disajikan juga up todate sehingga para perempuan yang membacanya akan bisa mengikuti isu-isu terkini.  Selain itu Glitzmedia.co juga dekat dengan gaya hidup perempuan Indonesia. Sehingga Glitzmedia.co bisa dikatakan sebagai portal perempuan Indonesa yang berwawasan maju dan kekinian.

Nah, itu tadi cara saya mencari inspirasi dan informasi untuk materi siaran radio. Intinya,, seorang penyiar itu harus memiliki wawasan yang terbuka dan mengikuti pekembangan informasi. Sehingga, apa yang disampaikan ke pendengar tidak menjadi berita basi.

Auto Post Signature