Showing posts with label FEATURED. Show all posts
Showing posts with label FEATURED. Show all posts

Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

10.4.22

 

Tipe Kepribadian Memengaruhi Gaya Komunikasi

Ketika ngobrol, kok nggak nyambung? 


Bisa jadi bukan materinya yang nggak sesuai, tapi kepribadian dua orang yang berkomunikasi yang kurang cocok. Setiap orang memang memiliki ciri kepribadian yang berbeda. Hal ini sudah jauh dipelajari bahkan sejak 430 SM oleh Hippocrates. Hippocrates adalah seorang ahli pengobatan Yunani yang dipandang sebagai Bapak Kedokteran, di mana ia mengembangkan teori Humorism atau Humourism untuk menjelaskan bagaimana tubuh manusia bekerja. Hippocrates mengenalkan 4 tipe kepribadian pada manusia yang masih menjadi rujukan untuk ilmu psikologi hingga saat ini.  Kita mengenalnya dengan koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis.


Berdasarkan keempat kepribadian tersebut, Erwin Parengkuan, seorang praktisi komunikasi yang juga saya anggap sebagai salah seorang "guru public speaking" mencoba untuk menyederhanakan konsep koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis menjadi si kuat, si gesit, si rinci dan si damai. Hal ini juga dibahas secara mendalam di buku beliau yang baru saja rilis berjudul Understand-inc People 2.0 : Cara Menjadi Ambivert dengan Menavigasi 4 Tipe Kepribadian.


Meski saya belum membaca buku tersebut, beberapa waktu lalu saya beruntung mengikuti sesi webinar bersama Erwin Parengkuan yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur. Dalam durasi 60 menit, Mas Erwin memberikan gambaran secara umum bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki "gaya" komunikasi yang berbeda.


Memahami gaya komunikasi dari orang yang kita hadapi kana memudahkan proses komunikasi. Sehingga komunikator bisa menjadi asertif, percaya diri namun memiliki empati, tidak egois. Pada akhirnya komunikasi dapat berlangsung secara efektif, apa yang disampaikan dapat dipahami.


Kepribadian dan gaya komunikasi?


Yuk, membedah lebih jauh bagaimana masing- masing tipe kepribadian memiliki gaya uniknya tersendiri dalam berkomunikasi.


1. Koleris ( si Kuat)

Terlahir sebagai seorang pemimpin yang semakin berenergi ketika bertemu dengan banyak orang. bergerak dengan kemampuan logika, sehingga cenderung abai dengan perasaan orang lain. Ketika berkomunikasi, ia tidak suka berbasa basi, langsung pada pokok pembahasan. Singkat dan spesifik. Koleris suka mendominasi situasi, tidak ragu untuk tampil menonjol. Meski demikian, ia kesulitan menerima masukan dari orang lain. 


2. Sanguinis (si Gesit)

Sanguinis adalah orang yang bersahabat yang menyukai suasana yang nyaman. Dikenal memiliki kepribadian yang periang juga ramah, termasuk dengan orang baru.

Ketika berbicara dengan orang lain, sanguinis cenderung ceplas- ceplos dan kurang terstruktur. Maka penting untuk berhati- hati ketika berbicara dihadapan banyak orang. Jika tidak menyiapkan materi dengan baik, ia akan dianggap tong kosong berbunyi nyaring.


3. Melankolis (si Rinci)

Sosok melankolis adalah penyuka kesendirian. Cenderung sensitif karena mengandalkan feeling daripada thinking. Karena tidak suka berbuat salah dan menyakiti orang lain, ia cenderung berhati- hati sebelum bertindak (bahkan cenderung takut), karena semua hal harus dianalisis terlebih dahulu. Ketika menjelaskan sesuatu ia berbicara secara terperinci dan terstruktur karena sifatnya yang perfeksionis.


4. Plegmatis (si Damai)

Jangan menganggap plegmatis adalah sosok anti sosial yang menjauh dari kerumunan. Justru ia adalah pribadi yang mudah bergaul yang tidak menyukai terlibat konflik. Ia adalah penyuka ketenangan, suasana damai, dan tidak suka menonjolkan diri. Sangat menyenangkan memiliki sahabat seorang plegmatis karena ia sosok pendengar yang baik. Jangan memintanya tampil di depan, karena itu bukanlah hal yang disukainya. Plegmatis lebih memilih diperintah daripada harus tampil di depan dan memerintah orang lain.


Dengan mempelajari keempat tipe kepribadian ini, kita akan belajar menjadi seorang komunikator yang bijaksana. Tidak mudah memberikan penghakiman terhadap orang lain, namun berusaha adaptif dengan siapa saja yang ditemui.


Referensi : Materi  yang disampaikan Erwin Parengkuan dalam webinar Personality Development melalui Komunikasi yang diadakan Komunitas Indonesian Social Blogpreneur, Kamis, 7 April 2022.


See you on the next blogpost.







Thank you, 

Read Aloud, Metode Menyenangkan untuk Melatih Anak Gemar Membaca Buku

14.5.21
ZAHRA NOOR ERIZA
Gambar diambil dari akun instagram @gmb_indonesia

Beberapa waktu lalu saya diundang menjadi narasumber sebuah online talkshow bertajuk GMB - Talk yang diinisiasi oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia dalam rangka memperingati Hari Buku Anak Sedunia. Acara ini mengangkat tema "Read Aloud :  Metode Menyenangkan untuk Melatih Anak Gemar Membaca Buku" Secara pribadi saya senang sekali bisa hadir di acara ini, terlebih saya bisa mengenalkan aktivitas Reading Aloud yang sudah saya geluti sejak memiliki anak.  


Untuk merangkum sesi gelar wicara yang dipandu Ririn Setyowati, Content Manager GMB-Indonesia dan berlangsung selama 90 menit, saya mencoba menulis transkripnya di bawah ini dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun oleh tim GMB.



Selama masa pandemi ini, kita sering sekali menjumpai ajakan untuk para orang tua melakukan Read Aloud. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud Read Aloud ini?

Read Aloud atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan membacakan nyaring, adaah aktivitas membaca buku dengan cara disuarakan. Jadi bukan dibaca di dalam hati. 


Apa perbedaan metode Read Aloud dengan metode mengajar membaca untuk anak lainnya?

Read Aloud melibatkan 3 elemen dalam aktivitasnya yakni pembaca buku, yang dibacakan buku dan buku itu sendiri. Kegiatan ini berfokus pada tujuan agar anak mencintai buku, jadi tidak secara langsung bertujuan mengajari anak baca tulis. Namun harapannya, dengan mengenal berbagai huruf dan kata yang tercetak pada buku, akan menstimulasi secara tidak langsung kemampuan literasi bahasa pada anak.


Kenapa metode Read Aloud bisa menjadi semacam tren saat pandemi, ya? Apakah metode

Read Aloud ini memang baru ada saat pandemi berlangsung?

Saya rasa kegiatan membaca nyaring sudah sering dilakukan oleh para guru di sekolah dan juga orang tua di rumah. Namun, memang saat pandemi ini distribusi informasi dan ajakan mengenai manfaat read aloud ini cukup masif. Mulai dari banyaknya online training bagi para praktisi read aloud, webinar literasi, sampai juga keterlibatan para penerbit yang memberikan akses bukunya untuk dibacakan nyaring dan mengizinkan untuk upload konten di media sosial. Para orang tuapun juga bisa mendokumentasikan kegiatan read aloudnya di media sosial tanpa takut melanggar hak cipta (karena izin dari penerbit tadi). Sehingga semakin banyak orang tua lain yang juga tetarik melakukan hal yang sama. Terutama saat pandemi dimana intensitas kebersamaan anak dan orang tua cenderung meningkat.


Siapa saja yang bisa melakukan Read Aloud? Apakah hanya Ibu yang disarankan menerapkan metode ini?

Siapa saja yang mampu membaca buku dapat  melakukan aktivitas read aloud ini. Di lingkungan keluarga mulai dari orang tua, kakek nenek, kakak, bahkan ARTpun bisa melakukannya.


Kenapa memilih menerapkan metode Read Aloud? Apa yang membuat mbak Sara mempraktekkan metode ini?

Pertama, karena saya suka membaca buku sejak kecil. Sehingga, saya tahu betul bahwa membaca memberi banyak manfaat bagi saya baik saat sekolah maupun ketika berkarir. Kedua, read aloud menjadi momen untuk menjaga bonding dengan anak. Ketika seharian sibuk bekerja, saya bisa tatap menjalin kualitas komunikasi dengan berdiskusi pada anak melalui read aloud sebelum tidur. Ketiga, tugas saya sebagai Bunda Baca membuat saya ingin menularkan semangat membaca buku ini kepada banyak orang. 


Maka, saya sering mendokumentasikan kegiatan read aloud ini melalui video yang saya unggah di instagram dan youtube. Harapannya, bisa mendorong para orang tua untuk melakukan hal yang sama dengan putra- putrinya di rumah.


Dari pengalaman pribadi mempraktikan Read Aloud bersama Lila - putri mbak Sara, sebenarnya apa saja pengalaman berkesan yang tercipta ketika mbak Sara dengan Lila sedang membaca bersama?

Saya bisa mengamati kemampuan anak secara langsung. Bagaimana dia menyimak bacaan, bagaimana ia berimajinasi, juga saat kami mendiskusikan sesuatu. Pada akhirnya, read aloud ini bukan hanya aktivitas satu arah dari Ibu ke anak, tetapi anak juga bisa bertanya dan beropini. Saya juga jadi paham apa cerita yang ia suka. Sehingga bisa mencarikan buku- buku yang membuat Lila antusias.


Apakah Lila pernah menolak ajakan untuk membaca buku bersama? Bagaimana cara mbak Sara menanggapinya?

Lila akan menolak membaca buku yang dia tidak suka. Jadi jika 2 lembar awal buku tidak menarik buatnya, dia akan minta ganti. Bagi saya hal ini tidak masalah, karena sama seperti orang dewasa, anak- anak berhak memilih apa yang ia suka.


Biasanya buku-buku anak apa saja yang mbak Sara bacakan?

Buku- buku untuk read aloud memang punya karakteristik khusus. Seperti : buku dengan ilustrasi, cerita yang tegas dan teks yang sederhana atau sesuaikan dengan kemampuan membaca anak. Selain itu  juga memilih buku dengan tema kesukaan anak. Kalau anak saya suka cerita binatang dan fantasi.


Bagaimana cara pemilihan buku-buku untuk dibaca bersama? Apakah ada momen berdiskusi dengan anak untuk memilih buku?

Karena saya sudah paham selera anak, maka ketika membeli buku saya akan tawarkan ke anak dia suka atau tidak. Jika menggunakan aplikasi buku digital seperti Let's Read, saya akan memberi kesempatan anak memilih sendiri cerita yang menarik buatnya untuk dibacakan.


Apa perubahan atau mungkin manfaat yang Mbak Sara amati dari Lila ketika menerapkanmetode Read Aloud?

Banyak manfaat yang saya rasakan, mulai dari kontrol penggunakan gadget yang baik. Jadi anak punya alternatif kegiatan selain bermain smartphone di rumah. Anak juga mampu membaca tanpa harus mengajarkan membaca dengan ekstra keras. Dan pastinya, anak jadi cakap berkomunikasi. Dia tidak malu bertanya maupun berargumentasi.


Apa saja tips yang perlu diketahui untuk memilih buku untuk dibacakan saat melakukan kegiatan Read Aloud?

Ada beberapa tips ketika saya memilih buku :

1. Pilih buku sesuai dengan kemampuan membaca anak.

2. Pilih buku dengan ukuran yang cukup besar agar teks terlihat jelas

3. Buku dengan ilustrasi gambar akan lebih baik karena mampu menstimulasi imajinasi anak

4. Pilih buku dengan cerita yang menarik dan engaging, sehingga akan terbuka ruang- ruang diskusi dengan anak


Apa saja tips yang perlu diketahui sebelum mengajak anak melakukan Read Aloud?

Pertama, adalah memilih buku yang tepat, karena buku akan menjadi alat utama dalam aktivitas read aloud. Berbeda dengan storytelling, yang bisa menggunakan alat bantu apapun.

Kedua, baca buku terlebih dahulu sebelum melakukan read aloud sehingga pembaca buku akan paham jalan ceritanya.

Ketiga, posisikan anak dalam keadaan yang nyaman. Orang tua harus jeli melihat kondisi anak. Jangan sampai dia dalam suasana hati yang buruk, mengantuk atau sedang lapar saat dibacakan buku.

Keempat, tunjuk dengan jari ketika membaca teks pada buku. Jangan melakukan improvisasi di luar cerita buku. Jika menemukan kosa kata baru, berikan penjelasan apa arti kosa kata tersebut.

Kelima, ajak anak berdiskusi. Atau jawab pertanyaan anak, kapan saja anak membutuhkan jawaban. Jangan terobsesi menyelesaikan buku, karena interaksi dengan anak inilah yang jauh lebih penting.


Selain menjadi Ibu, Mbak Sara juga merupakan perempuan yang berkarir. Mungkin kondisi seperti itu juga terjadi pada banyak orang tua. Apa saja tips manajemen waktu yang mungkin dapat diterapkan bagi para orang tua dengan kondisi seperti itu?

Melakukan read aloud itu tidak butuh waktu lama. Paling cuma 6- 10 menit. Luangkan waktu sebentar saja dan cobalah rutin melakukannya setiap hari. Saya rasa dengan durasi yang tidak lama ini sebenarnya tidak merepotkan, kembali ke orang tua apakah mau atau tidak.


Untuk mengikuti sesi talkshow selengkapnya, silakan menonton kanal YouTube Gerakan Menulis Buku Indonesia di bawah ini.



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Persiapan Interview Narasumber Podcast (Juga Radio, IG Live dan Vlog)

9.2.21

 

Wawancara narasumber podcast

Saya masih bertahan dengan podcast monolog. Meski harus mengakui, kalau format podcast ini bukan kesayangan pendengar. Butuh perjuangan atau persona yang kuat biar audiens bertahan mendengarkan sampai menit terakhir. Apalagi kalau topiknya berat, penyiarnya ngomongnya monoton, dan durasi kelamaan, ya bikin pendengar cepet bosen.


Beda dengan podcast interview. Dengan menghadirkan narasumber untuk di wawancarai, format podcast ini memberi suasana yang lebih cair, meskipun masih kalah dengan podcast berformat conversational yang lebih "meriah". Cuma, kalau narasumberya gokil nan asyik, topiknya relatable dengan banyak orang, endengar juga bisa betah berlama - lama.


Kebanyakan podcast video mengusung podcast interview. Saya salah satu penikmat podcast End Game milik Gita Wirjawan, yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan era Pak SBY di 2014. Yang bikin suka dari End Game ini, karena pembawaan si Pak Gita yang kasual dan nggak meledak- ledak. Topiknya berisi, bintang tamu terkurasi  dan dibawakan dengan bilingual tapi nggak too much. Penontonnya jadi lebih pinter.


Membawakan podcast wawancara memang nggak bisa sembarangan ya. Karena goalnya adalah menambah insight baru buat pendengar. Jangan sampe ketika kelar dengerin, pendengar ngerasa nggak dapet apa- apa. 


Secara garis besar, entah itu interview di radio, podcast, vlog, Instagram Live, maupun event offline sama aja kok. Keberhasilan sebuah interview, didukung oleh 4 faktor :

- Orang yang mewawancarai

- Topik yang menarik

- Narasumber yang selain asyik juga relevan dengan topik

- Kualitas audio yang nyaman didengarkan (+ visual kalau vlog)


Buat kamu yang ingin membuat podcast interview, pasti akan mengusahakan hadirnya narasumber sebagai guest star. Biar proses produksi berjalan lancar, berikut 5 persiapan untuk mewawancarai narasumber.



1. Cari narasumber yang relevan

The right man in the right place, biar apa yang diomongin ada isinya, cari narsumber yang memang menguasai topik atau materi yang ingin kamu angkat. Narasumber yang nggak kredibel juga bikin podcastmu jadi nggak berbobot. Jangan sampe deh kejadian kaya vlog Anji yang sempet blunder beberapa waktu lalu. Ngebahas Covid-19 yang diundang tukang jamu yang pake "embel- embel" profesor- padahal cuma panggilan tongkrongan dan bukan gelar akademis.


Jangan males buat riset. Cari latar belakang pendidikan, pekerjaan atau karyanya. Sekarang kan ada sosmed tuh, kita bisa eksplorasi dari akun facebook, instagram, blog atau linked.in milik sang narasumber untuk tahu track recordnya.



2. Buat jadwal dan teknis

Setelah ketemu narasumber yang sesuai, coba hubungi dan ajukan jadwal untuk produksi. Podcast interview nggak harus ketemu tatap muka kok sebenernya. Kita bisa pakai video conference kalau memang butuh visual. Kalau cuma butuh suara alias podcast audio, saya biasanya pake zoom (diambil audionya doang), pake recorder di hape atau menelpon narsumber secara langsung.


Intinya, nggak semua orang ngerti teknis produksi ya. Jadi perlu dijelasin semua di awal. Apa aja yang dijelasin?


- Kapan acaranya (live atau rekaman)

- Teknis produksi seperti apa

- Apa format acaranya

- Siapa pendengarnya

- Durasi berapa lama

- Promosi apa yang akan dilakukan


Plus, omongin juga soal bayaran. Apakah ada ganti uang lelah dan transport, atau gratisan atau barter. Jelasin semua di awal, biar semua nyaman.


Baca Juga : Ini Perlengkapan Podcast yang Saya Pakai


3. Buatlah kerangka pertanyaan untuk mendukung alur wawancara.


Sebelum produksi, saya biasanya kirim dulu daftar pertanyaan yang nantinya akan saya gunakan untuk wawancara narasumber. Meskipun pada praktiknya, bisa aja banyak pertanyaan improvisasi. Tapi paling nggak narasumber bisa mempelajari pertanyaan tersebut, dan nggak gelagapan ketika ditanya.


Tipsnya :

  • Hindari pertanyaan basic seperti "sedang sibuk apa, kerja dimana, dll" (riset dulu euy...ini pertanyaan membosankan dan bikin keliatan nggak tahu apa- apa soal tamu kita)
  • Hindari yes no question
  • Fokus pada pertanyaan "How" dan "Why"
  • Jangan tanyakan topik sensitif yang berhubungan sama keluarga, pernikahan, agama, politik atau bisnis tanpa permisi dulu


4. Briefing narasumber


Ketika semua sudah disepakati dan tibalah waktu produksi, jangan buru- buru buat merekam suara dan gambar. Briefing sekali lagi terkait teknis produksi yang akan dilakukan. 

  • Siapakan tempat yang nyaman dan air minum jika rekaman dilakukan dengan tatap muka. 
  • Pastikan koneksi stabil jika rekaman dilakukan dengan video conference atau telpon.


Baca Juga : Format Podcast Disukai Pendengar


5. Rekaman dengan serius


Artinya, kesiapan bukan hanya dari sisi host dan guest, tapi juga seluruh perlengkapan yang digunakan.


Cek kembali apakah semua sudah oke. Jangan sampai lupa kerekam, atau file kehapus.
Buat interview yang dilakukan via telpon, lebih baik kamu mengandalkan microphone dari handphone daripada pake earphone atau headset. Karena hasil output audio dari mic smartphone terbukti lebih minim noise.


Lima langkah persiapan sebelum wawancara narsumber podcast ini semoga bisa membantu kamu ya.


Oiya, biasanya, saya pakai 2 cara untuk interview narasumber.

1. Melalui telpon. 
Saat sudah tersambung, saya mengaktifkan fitur recorder di hape. Proses wawancara langsung terekam otomatis. 

Ini adalah hasilnya :

 


2. Saya akan kirim pertanyaan lewat whatsapp, dan meminta narsumber untuk merekam suaranya sendiri dengan fitur recorder di hape. Kemudian mengirim ulang kepada saya untuk proses editing dan mixing.

Ini adalah  hasilnya :




See you on the next blogpost.








Thank you, 

Buku Public Speaking, Semua Bisa Bicara

3.9.20

 

BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA


Naik panggung, pertama kali di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Saya diminta untuk melakukan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) saat Ramadan di hadapan semua siswa kelas 1-6 dan para guru. Penampilan saat itu saya membawakan sebuah ceramah berjudul umur. Intinya, kalau orang mau bermanfaat, belajarlah dari pohon kelapa, yang umurnya panjang, semua bagian tubuhnya bermanfaat bagi manusia.


Mama yang membuatkan naskahnya. Saya berlatih beberapa hari sebelum tampil, dan akhirnya sukses keluar sebagai juara favorit. Ternyata di lombakan :)


Setelahnya, saya mewakili sekolah untuk lomba di jenjang yang lebih tinggi. Mulai saat itu, rasanya public speaking menjadi hal yang sering saya lakukan.


Semua belajar secara otodidak. Terbiasa tampil menari dan drum band sejak TK, mental saya sudah cukup terasah. Yang berbeda adalah bagaimana kemampuan dalam mengolah kata. Dan hobi membacalah yang memberi banyak asupan.


Ketika SMA mulai menjadi penyiar radio, public speaking berubah menjadi profesi. Saya mulai diminta menjadi MC di berbagai acara kantor. Dan keterusan hingga saat ini. Hanya sekarang saya lebih selektif dalam memilih acara. Karena ternyata saya lebih nyaman sebagai pengajar dan pembicara seminar atau workshop, berbagi wawasan dan berdiskusi dengan banyak orang.


Public speaking, bisa karena terbiasa.


Hal ini pula yang saya tekankan kepada para siswa di SPEAKING.id pelatihan public speaking yang saya inisiasi 2 tahun lalu. Mau les berapa kalipun akan sama saja, kalau nggak mau praktik. Ya, itu kuncinya latihan, latihan, latihan.


Tapi jelas, latihan memang tidak mudah. Mental block, salah satu kendala yang sering dihadapi. Takut berbuat salah, takut terlihat buruk, takut malu dan segala ketakutan lain yang meruntuhkan rasa percaya diri.


Permasalahan ini, berasal dari dalam diri. Artinya, motivasi diri yang kuatlah yang bisa meruntuhkannya. Mau bilang public speaking cuma ngomong doang, ya silakan. Tapi ternyata memang public speaking, gak bisa kalau cuma sekedar ngomong doang. Entar yang diomongin nggak ada isinya, nggak ada tujuannya, gak ada efeknya buat orang lainnya.


Saya pernah merasakan hal yang sama. Dan rasa khawatir, deg- degan ketika mau tampil itu nggak bisa dihilangkan. Yang bisa saya lakukan adalah dengan mengontrol hal tersebut. Kalau saya merasa sudah melakukan persiapan, sudah latihan, hati saya menjadi lebih kuat. Kalaupun nantinya grogi, pasti hanya 2-3 menit pertama. Selanjutnya bisa terasa lebih mudah.



SEMUA BISA BICARA


BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA

Dengan pengalaman tersebut, saya mencoba untuk merangkumnya dalam sebuah buku. Buku ini saya tulis selama 2 bulan, yang merangkum perjalanan public speaking sejak 22 tahun lalu.


Bukunya nggak terlalu tebal, ukurannya nggak besar. Jadi bisa enteng dimasukin di tas. ⁣Kalau tiba- tiba dapet tugas memberi sambutan, menjadi MC dadakan, atau melakukan presentasi di depan klien atau atasan, buku ini bisa langsung bisa dibaca sekilas dan sekaligus menjadi panduan agar berani dan #SemuaBisaBicara⁣⁣.


Beberapa pertanyaan tentang public speaking dari teman-teman, saya coba menjawabnya juga, seperti.

- Komunikasi efektif yang kaya gimana?⁣⁣

- Metode public speaking apa aja?⁣⁣

- Ngilangin grogi gimana?⁣⁣

- Ngilangin medok pake apa?⁣⁣

- Aroma tubuh itu pesan nonverbal juga ya?⁣⁣

- Suara bulat cara latihannya gimana?⁣⁣

- Bantuin bikin naskah pidato dong?⁣⁣

- Persiapan MC apa aja?⁣⁣

- Presentasi ada alurnya juga nggak?⁣⁣

- Moderator itu tugasnya ngapain?⁣⁣ dan masih banyak lainnya/

⁣⁣

Akhirnya, saya bisa mengatakan bahwa ada dua hal penting dalam public speaking : percaya diri dan latihan. Buku ini akan mendorongmu untuk mau berlatih dan berani tampil berbicara di depan umum. Jika kamu merasa grogi, deg- degan, malu, cemas, tenang itu bukanlah kegagalan, itu WAJAR! Teruslah berusaha. Yakinkan dirimu. Kamu Bisa Bicara!


Beli Buku #SEMUABISABICARA


See you on the next blogpost.








Thank you, 


10 Tips Menjadi Pembicara Online Profesional

29.7.20
TIPS MENJADI PEMBICARA ONLINE


Sejak virtual meeting dan virtual learning merebak karena pembatasan aktivitas akibat pandemi, sekarang muncul banyak pembicara online. Pembicara yang biasanya tampil di seminar dan workshop, kini harus berdiam di rumah dan memakai teknologi video conference untuk membagikan ilmu mereka. Pembicara online di sini nggak melulu para pakar, praktisi ataupun motivator ya. Tetapi termasuk juga para guru, dosen, juga para profesional. Intinya sih yang selama ini melakukan public speaking face to face di hadapan audiens, berubah menjadi pembicara online melalui video conference.

Nah, kali ini saya ingin memberi beberapa tips menjadi pembicara online yang profesional. Profesional di sini bukan cuma, kaya secara wawasan dan pengetahuan, tetapi juga kesiapan dalam sarana dan prasarana.

Pembicara online khususnya yang menggunakan video conference platform : Zoom, Google Meet, Cisco Webex, Teams, Skype, Youtube Streaming, dll. Dan bukan kuliah WhatsApp atau Live di Instagram

Tips Menjadi Pembicara Online

Untuk menjadi pembicara online yang baik ada beberapa hal yang perlu dilakukan baik pada saat persiapan maupun pada saat tampil.

1. Menyiapkan sistem virtual yang baik

  • Lebih direkomendasikan menggunakan desktop atau laptop, daripada hadphone. Karena interface (tampilan visual untuk pengguna) yang lebih nyaman.
  • Pastikan laptop baterai full atau nyolok dengan stop kontak.
  • Isi pulsa paket data/ wifi yang mencukupi
  • Gunakan headset. Jangan mengandalkan microphone dari laptop. Selain suara nggak jelas, pembicara jadi kesannya lebih "ngoyo" kaya teriak- teriak ketika berbicara.

2. Siapkan backup system 

  • Kalau saya sedia laptop/ handphone cadangan, dengan provider komunikasi yang berbeda. Saya pernah tuh mengalami, sinyal provider tiba-tiba menghilang. Dari 4 G+ langsung berubah jadi H dan otomatis video saya berhenti.
  • Lalu kemudian buat akun yang berbeda, dan masuk ke meeting room yang aktif, akun kedua ini jadi asisten kita
  •  Ketika akun utama bermasalah, langsung pindah ke perangkat kedua tanpa butuh waktu lama.

3. Pahami cara kerja platform

Nggak lucu jadinya kalau tampil, tapi masih bingung cara pakai platformnya. Ngemute microphone nggak tahu, cara share presentasi bingung.

Pelajari :
  • Limitasi durasi
  • Limitasi peserta
  • Fungsi tiap fitur ( video, audio, share screen, chat, dan fitur interaksi lainnya)

4. Pilih lokasi yang nyaman di rumah

  • Tentukan posisi nyaman, dengan background yang tidak terlalu ramai. Bisa membuat virtual background dengan warna yang kontras dengan pakaian yang digunakan.
  • Hindari area terlalu berisik atau dekat perangkat elektronik
  • Kalau nggak punya ruang khusus, komunikasikan dengan orang rumah agar nggak brisik
  • Sebaiknya tidak memilih tempat dekat kamar mandi keluarga :)

5. Siapkan materi 

 Jika butuh slide presentasi, buat slide yang sederhana dan nyaman dibaca audiens

  •  Tulis poin- poin yg punya power saja
  •  Sedehanakan teks dan tabel dengan gambar, diagram atau grafik
  •  Pilih font yang mudah dibaca, size minimal 30
  •  Warna teks dan background kontras

6. Uji Coba/ Gladi resik

  • Agar yakin sistem berjalan baik, lakukan uji coba maksimal H-1. Mulai dari perangkat, koneksi, sampai tampilan slide presentasi
  • Lakukan uji coba 15 menit sebelum acara bersama panitia.

7. Visual yang fresh 

  • Gunakan pakaian rapi profesional layaknya bertatap muka offline.
  • Bagi perempuan usahakan pakai makeup biar seger. Tips tambahan, agar wajah gak pucet pilih warna lipstik ngejreng daripada yg nude atau pastel

8. Kontrol pesan verbal dan non verbal

Kalau bertatap muka langsung dengan audiens, mungkin kita bisa bergerak bebas mengeksplorasi ruangan di mana kita tampil. 

Tapi karena kita dibatasi oleh frame layar dan lancar tidaknya koneksi, maka pembicara online harus menyesuaikan diri.

Beberapa hal ini bisa diperhatikan pembicara online saat tampil :
  • Tubuh tegak, siap, santai, tapi tidak terlihat menyepelekan seperti menopang dagu
  • Jaga ekspresi wajah. Ramah dan antusias
  • Tatapan mata pada kamera, bukan ke wajah peserta
  • Hindari terlalu banyak gerak dan gestur
  • Bicara jelas, perlahan, tempo sedang
  •  Posisikan kaki dengan nyaman (bebas, karena nggak kelihatan di layar)

9. Pahami fenomena zoom fatigue

Baca Dulu : Apa Itu Zoom Fatigue


  • Minta rundown beberapa hari sebelum acara. Pelajari berapa lama durasi acara, durasi presentasi dan durasi tanya jawab.
  • Ambil istirahat  1- 2 menit setiap 45 menit saat tampil untuk menghindari zoom fatigue. Matikan layar, minum, rileksasikan tubuh, ke kamar mandi jika dibutuhkan

10. Siapkan minum

Siapkan segelas air putih di samping laptop atau komputer, sehingga ketika dibutuhkan tidak perlu jalan jauh ke dapur. Jika dibutuhkan boleh juga menyiapkan permen.

  • Bicara panjang lebar itu bikin tenggorokan kering
  • Minum juga untuk mengembalikan fokus
  • Minum hanya ketika break,  video dimatikan atau out of frame
  • Jika tidak memungkinkan, ketika akan minum permisi dahulu kepada peserta

Special notes
  • Jangan lupa Berdoa
  • Semoga diberi kemudahan
  • Jika sudah melakukan persiapan, tetap ada kendala, berarti semua atas izinNya
  • Semoga partisipan yang hadir bisa paham apa yg disampaikan pembicara, peserta antusias, panitia puas.

Itu tadi beberapa persiapan dan tips menjadi pembicara online. Semoga bisa membantu ya...
Jika ada yang ingin ditambahkan, bisa dituliskan di kolom komentar..

Baca Juga : Persiapan Virtual Teacher

See you on the next blogpost.








Thank you, 

Persiapan Menjadi Virtual Teacher

29.6.20


Virtual Education - Online-based education : A form of education which is outside the classroom or partially outside the classroom that is based on taking advantage of the telematic potential of the Internet to carry out formal or other types of education, by means of learning activities supported by virtual learning environments

Himbauan  bekerja, belajar dan beribadah di rumah akibat Covid-19, akhirnya menjadi kepastian bahwa pembelajaran tatap muka ditiadakan demi kebaikan bersama. Tentu saja, para pengajar dibuat pusing tujuh keliling. Menggunakan sistem kebut semalam, para pengajar baik itu guru maupun dosen, belajar berbagai platform pembelajaran daring.

Beberapa metode belajar online mulai diuji coba. Mulai dari membuat konten dan di upload di youtube, diskusi via WhatsApp, mengisi presensi via Google Form, sampai melakukan pembelajaran interaktif via Zoom/ Google Meet yang berhasil menyedot banyak kuota.

Bayangkan, ini tidak terjadi di satu mata pelajaran/ mata kuliah saja. Tapi semua. Para orang tua di rumah langsung berubah jadi guru, harus melek digital, sampai sedia budget khusus untuk beli pulsa khusus buat sekolah online.

Juni 2020, pemerintah mulai mengenalkan konsep New Normal. Pekerja mulai masuk kantor, meski protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Namun, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan kampus belum bisa dilaksanakan, meski lokasi sekolah berada di zona hijau. Skenario ini (mungkin saja) sampai akhir tahun 2020.

Baca Juga : Apa itu New Normal


Mau tidak mau, suka dan tidak suka, pembelajaran berbasis online harus berlanjut. Entah bagaimana ribetnya proses penerimaan siswa baru yang terjadi di sekolah, tapi para pengajar jelas harus menyingsingkan lengan lebih tinggi untuk bekerja keras.

Virtual Teacher for Virtual Learning


Virtual education memaksa hadirnya virtual teacher agar siap membuat virtual classroom untuk melaksanakan virtual learning. Sebuah konsep baru yang sudah diterapkan beberapa bulan terakhir.

Apakah virtual teacher sudah siap? Harus siap.

Perilaku baru dalam melakukan pembelajaran online harus segera dipahami oleh pengajar dan sekolah/ kampus. Ketika pengajar sebagai komunikator utama serta sekolah sebagai pihak yang menyiapkan infrastruktur sudah siap, maka proses virtual learning ini dapat diterapkan dengan baik. Adaptasi harus dilakukan untuk bisa menghasilkan pembelajaran yang efektif.

Lantas, apa yang perlu dilakukan guru dan sekolah dalam menyiapkan Virtual Learning yang efektif

1. Penggunaan Online Learning Platform


Dalam proses komunikasi, media menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan komunikasi. Sebelum melakukan pembelajaran online, maka guru sebaiknya memilih media apa yang akan digunakan. Katakan guru memilih menggunakan Zoom, maka baik guru maupun siswa harus paham betul bagaimana mengoperasikannya. 

Seperti misalnya :

Bagaimana membuat akun di Zoom?
Bagaimana bergabung dengan meeting room?
Bagaimana mengaktifkan dan menonaktifkan microphone dan video di Zoom?
Bagimana menyajikan slide presentasi?
Bagaimana menggunakan fitur chat?

Ketika pengajar dan siswa sudah paham dalam penggunaan media, maka gangguan dalam komunikasi akan dapat diatasi atau diminimalisasi.

Begitu pula jika guru memilih menggunakan media sosial berbagi video seperti Youtube untuk mengunggah kontennya. Maka, guru sebaiknya menyediakan channel khusus dan mengkategorisasikan materinya  dalam bentuk playlist.

Ada pula sebuah platform jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi materi, tugas dan melakukan diskusi secara rapi dan terorganisasi seperti Google Classroom dan Schoology.  

Jika pada akhirnya hanya menggunakan aplikasi WhatsApp/ Line untuk berbagi materi dan diskusi, itu juga tidak masalah. Asalkan sistem belajar diatur dengan rapi. Seperti kapan jadwal belajar, kapan mengumpulkan tugas serta aturan mengobrol di grup di luar jam- jam belajar agar suasana tetap kondusif.

2. Perilaku Pengajar dan Siswa di Virtual Classroom


Beberapa guru mungkin akan memilih untuk melakukan pembelajaran online interaktif (real time) dengan platform penyedia video conference seperti Zoom, Webex dan Google Meet.

Platform ini tentu saja memiliki banyak keterbatasan. Maka baik guru dan siswa juga patut memahami bagaimana behaviour/ perilaku pengajar dan siswanya di platform tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses belajar menggunakan video conference ini :

1. Pastikan untuk mengisi kuota internet sebelum melakukan kegiatan belajar.

2. Memahami bahwa pengguna tidak dapat 100% bisa mengandalkan kemampuan sinyal provider komunikasi. Maka gangguan komunikasi seperti sinyal terputus, delay, akan wajar terjadi dalam proses pembelajaran.

3. Menyiapkan backup system. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa alat komunikasi (laptop dan handphone) juga jaringan komunikasi menjadi faktor terpenting dalam proses pembelajaran online. Maka, tidak ada salahnya baik pengajar maupun siswa menyiapkan back system, jika sewaktu- waktu alat/ koneksi utama yang digunakan dalam proses belajar mengalami gangguan.

Pengajar jyga dapat mengunggah materinya di penyimpanan online seperti Google Drive, DrpBox, dll yang bisa diakses sewaktu- waktu.

4. Kemampuan konsentrasi seseorang dalam menyimak materi audio visual sangat terbatas. 

Rata- rata seseorang dapat fokus berkonsentrasi pada sebuah konten audio visual maupun penjelasan naratif audio visual yang disampaikan seorang guru terbatas pada durasi 10- 15 menit.

5. Adanya "zoom fatigue" yang harus diantisipasi.

Istilah slang ini mengacu pada kondisi kelelahan yang dialami seseorang ketika terlalu lama melakukan video conference. 

Baik pengajar maupun sisiwa dapat mengambil waktu jeda beberapa menit, ketika sudah dilanda kelelahan ketika lama menatap layar laptop/ handphone milik mereka.

Selengkapnya : Apa itu Zoom Fatigue dan Cara Mengatasinya


3. Pembuatan Konten yang Menarik dan Interaktif


PR selanjutnya bagi para pengajar adalah bagaimana membuat konten yang efektif untuk media belajar siswanya. Saat ini sudah banyak aplikasi pendukung yang bisa digunakan untuk membuat video audio visual dengan mudah. Tidak melulu harus menampilkan wajah pengajar, tapi kita bisa  cukup menyediakan slide power point, dan tinggal mengisi suaranya (voice over). 

Beberapa handphone sudah disematkan fitur bawaan seperti screenrecorder. Kalaupun tidak ada, kita bisa mengunduhnya dengan gratis di Playstore, atau menggunakan software seperti OBS (Open Broadcaster Software) atau Camtasia jika ingin membuat video bermodalnya slide presentasi di laptop/ PC.

Jika kemudian pengajar memilih menggunakan model pembelajaran interaktif dengan video conference, maka perlu dibuat sebuah rundown dalam setiap sesi belajar. Kapan harus memaparkan materi, kapan melakukan diskusi, kapan kuis, dan kapan harus jeda istirahat. Semua ini dilakukan agar proses belajar online lebih dinamis.

Akhirnya, saya bisa mengatakan bahwa menjadi pengajar virtual tidak mudah. Namun, inilah masa depan. Tidak ada yang menjamin bahwa model ini tidak diadaptasi secara keberlanjutan. Mengingat baik guru maupun murid juga merasakan efisiensi dan fleksibilitas dalam aktivitas belajar.

Selanjutnya adalah bagaimana kemudian mengevaluasi apakah model belajar ini terbukti efektif mengubah kemampuan kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa belajar.


***
Rabu, 24 Juni 2020 saya menjadi pembicara dalam sebuah webinar berjudul "Public Speaking for Teacher" yang diadakan oleh SMP Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat Surakarta. Saya mengapresiasi semangat para guru dan SMP Muhammadiyah Program Khusus dalam mempersiapkan pembelajaran daring yang efektif bagi siswa- siswi mereka. Karena pada akhirnya, mereka yang memiliki semangat belajar, dan adaptif terhadap perubahan, merekalah yang akan menang menghadapi tantangan. Sukses selalu!




See you on the next blogpost.








Thank you, 


Cara Berkarir Menjadi Voice Over Talent

19.5.20
CARA MENJADI VOICE OVER TALENT


Produk audio maupun audio visual, ya paling gampang seperti iklan radio, iklan TV dan company profile pasti butuh voice over talent untuk mengisi voice over. Voice over adalah rekaman suara manusia yang digunakan untuk melengkapi sebuah gambar, video atau beridiri sendiri sebagai produk audio. Pekerjaan menjadi voice over talent terbilang lumayan buat para freelancer yang nggak perlu ngantor. Asal punya kemampuan berbicara berdinamika dan terlatih, setiap orang bisa berkarir menjadi voice over talent.

Baca Juga : Menentukan Harga Voice Over


Voice over Indonesia cukup banyak. Meski demikian peluang pekerjaan voice over masih terbuka lebar. Perusahaan maupun agensi juga sering mengadakan audisi voice over baik melalui komunitas maupun lewat platform freelancer seperti freelancer.co.id, projects.co.id dan lain- lain.

Jika tertarik masuk ke industri voice over, kamu memang harus mempelajari berbagai teknik voice over terlebih dahulu. Pertama bisa latihan suara diafragma agar suara lebih bulat dan powerful. Selanjutnya mulai mengeksplorasi kemampuan vokal dan keterampilanmembaca naskah, sehingga mampu menghasilkan suara dengan intonasi, tone dan karakter yang beragam.

Proses belajar menjadi voice over talent yang baik memang tidak sebentar. Maka perlu berlatih terus menerus, dengan mencontoh voice over talent yang sudah ada, merekam suara sendiri, hingga bergabung di komunitas voice over talent untuk bertemu pelaku voice over lainnya dan belajar bersama.

Selanjutnya, jika kamu sudah mantab ingin menjadi voice over talent, maka kamu bisa mengikuti 4 langkah dalam video di bawah ini untuk berkarir sebagai voice over talent. Selamat mencoba ya.



See you on the next blogpost.







Thank you, 



Persiapan Pembicara Seminar dan Workshop

16.3.20
TRAINER PUBLIC SPEAKING DI SOLO JOGJA SEMARANG




Sebuah acara sering kali menghadirkan pembicara sebagai narasumber. Narasumber yang dipilih umumnya memiliki pengalaman, keahlian atau profesi tertentu yang dianggap mampu memberi wawasan, ilmu dan pengetahuan kepada audiens yang hadir. 

Ketika seseorang dihubungi oleh panitia acara dan diminta sebagai pembicara, pastikan ia melakukan berbagai persiapan dengan baik. Orang bijak mengatakan "Barang siapa yang tidak melakukan persiapan, berarti ia sedang mempersiapkan kegagalan". Tentu kita tidak ingin gagal bukan?

Persiapan apa saja yang harus dilakukan para pembicara seminar dan workshop agar tampil prima di depan audiens? 

1. Tanyakan detail 5W + 1H


Ini bukan sekedar prinsip dasar ilmu jurnalistik. Namun bisa diterapkan dalam mendeskripsikan suatu hal secara detail. Tanyakan kepada panitia beberapa hal berikut ini :

Apa acara dan temanya?
Kapan hari, tanggal dan waktu pelaksanaan?
Di mana tempat dilaksanakan acara?
Siapa saja yang akan hadir sebagai audiens?
Bagaimana format pelaksanaan acara? Apakah pembicara melakukan presentasi atau live talkshow? Jika presentasi berapa lama durasinya?


2. Tidak perlu sungkan menanyakan fee


Tidak masalah jika seseorang tidak meminta bayaran atas kehadirannya dalam suatu acara. Namun, jika kita ingin dihargai atas waktu, tenaga, pemikiran, biaya transportasi, penampilan fisik yang kita persiapkan untuk menjadi pembicara suatu acara, maka tanyakan berapa nominal fee yang akan kita terima. Tidak perlu malu!

Ada baiknya masalah fee ini clear di depan. Saya pribadi memiliki kebijakan beragam dalam menentukan fee pembicara seminar dan workshop. Ada beberapa pertimbangan seperti siapa penyelenggaranya, bagaimana konsep acara, berapa banyak audiens yang hadir, apakah audiens yang hadir memebayar tiket atau gratis, berapa jauh lokasi acara dan tempat tinggal saya, dan apa saja detail materi yang saya persiapkan.

Semakin kompleks kebutuhan, saya akan mengajukan budget fee yang lebih tinggi. Ingat, komunikasikan hal ini dengan panitia jauh hari sebelum acara. Panitiapun juga akan mengukur, apakah budget pembicara sesuai dengan anggaran yang mereka siapkan.

3. Meminta TOR (Term of Reference)


Sebelum mulai menyiapkan materi, mintalah pada panitia TOR (Term of Referense) yakni referensi topik yang dibahas oleh pembicara. TOR ini mencakup rincian materi yang diinginkan panitia untuk dibahas pada acara tersebut.

Minta TOR ini jauh- jauh hari, agar mempersiapkan materi seminar dan workshop dapat dilakukan dengan baik dan terstruktur.

4. Slide presentasi


Slide presentasi ini dibutuhkan ketika pembicara diminta untuk memresentasikan materi di depan audiens. Tanyakan pada panitia berapa lama durasi yang disediakan untuk membawakan materi tersebut.

Salah satu aturan presentasi dikenalkan oleh Guy Kawasaki melalui rules 10/20/30. Tips membuat presentasi efektif sudah pernah saya tuliskan sebelumnya dan dapat dipraktikkan bagi pembicara yang ingin menyajikan presentasi yang tidak bertele-tele.

Jika acara berformat talkshow, saya juga biasanya menyiapkan slide power point sederhana. Siapa tahu dibutuhkan, slide presentasi ini bisa ditampilkan.

Setelah slide presentasi kita buat, jangan lupa untuk menduplikasinya ke flash disk atau cloud computing ( drop box, google drive, dsb) untuk segala kemungkinan buruk yang terjadi (file terhapus tanpa sengaja)

Jika menjadi pembicara suatu workshop yang memerlukan demonstrasi, siapkan alat dengan baik. Dan jika membutuhkan asisten peraga, maka hubungi dan lakukan briefing dengan asisten jauh sebelum hari H.

5. Persiapkan wardrobe sesuai acara


Saya selalu menayakan pada panitia apakah ada dresscode khusus yang ditentukan. Misalnya dari segi warna yang menjada identitas acara. Contoh brand SGM, dresscode warna merah, Shopee warna oranye, Pocari Sweat warna biru, dll. Pembicara adalah kesatuan penting dalam acara, maka memilih pakaian dan riasan yang tepat akan membuat pembicara nampak memahami betul acara dan siapa yang mengundangnya. 

Blazer dan skinny pants sering menjadi andalan saya. Selain nampak kasual profesional, juga nyaman digunakan.

Baca Juga : Pentingnya Visual Public Speaker

6. Ajukan MOU ( Memorandum of Understnding)


Kerja sama diikat oleh sebuah kepercayaan. Kepercayaan dapat dibangun melalui naskah tertulis yang disebut MOU. Gunanya, agar penitia dan pengisi acara (pembicara) sama - sama memahami hak dan kewajibannya.

Sebagai pembicara biasanya saya mengajukan beberapa daftar, seperti teknis pembayaran ( berapa jumlah down payment, kapan pelunasan fee, dll). Ada kalanya saya juga mengajukan riders seperti antar jemput dan penyediaan mic wireless dan pointer. Tentu saja, setiap pembicara memiliki kebijakan masing- masing. Dan sebelum MOU ditanda tangani, antara pembicara dan panitia bisa melakukan negosiasi agar semua senang semua tenang.

Berdasarkan pengalaman sebagai public speaker, detail MOU akan lebih kompleks jika event dilaksanakan di luar kota (domisili), bahkan lintas negara yang membutuhkan akomodasi dan transportasi yang beragam.

7. Sediakan CV


Curriculum Vitae (CV) adalah dokumen yang berisikan informasi pengalaman pendidikan, pekerjaan dan kualifikasi seseorang. Buatlah sebuah CV dalam bentuk PDF. Perbarui CV ini secara berkala khususnya jika ada perubahan terhadap profesi yang dijalani. Tidak perlu panjang- panjang dalam menyertakan informasi di CV. Cukup 1 lembar halaman yang mampu mendeskripsikan pengalaman profesional kita secara jelas.

CV ini nantinya digunakan oleh panitia/ moderator ketika sesi perkenalan sebelum pembicara memberikan materi.

Halaman about me di blog ini, sering kali saya gunakan sebagai pengganti CV


8. Mintalah rundown pada panitia


Rundown atau susunan acara, biasanya sering berubah hingga mendekati acara. Minta fix rundown dari panitia, agar pembicara memiliki gambaran kapan sesinya dimulai dan berakhir. Pembicara juga dapat memperhitungkan kapan ia harus tiba di lokasi acara agar tepat waktu.


Itulah beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dikomunikasikan dengan panitia sebelum tampil sebagai pembicara seminar atau workshop. Pembicara yang baik bukan hanya fokus pada materi yang disajikan, namun juga visual, manajemen waktu dan pemahaman terhadap tujuan suatu acara diadakan. Maka, tidak perlu ragu untuk berdiskusi dengan panitia terkait apa saja yang dibutuhkan oleh pembicara demi suksesnya acara.


Artikel ini juga bisa dinikmati melalui podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza. Klik di sini untuk mendengarkan.

persiapan menjadi pembicara seminar



See you on the next blogpost.







Thank you, 


Baca Juga : Tips Persiapan Talkshow di Radio



Membuat Naskah Podcast, Biar Nggak Ngelantur Sana Sini

14.2.20
MEMBUAT NASKAH PODCAST

Mendengarkan podcast, kembali mengingatkan saya dengan masa asyiknya mendengarkan radio. Sebagai kawan ketika asyik bekerja di kantor, atau pengantar pergi tidur di malam hari. Mungkin hal ini karena karakteristik podcast yang auditif, terasa begitu dekat, personal, sekaligus bisa menjadi background.

Alih-alih menyamakan podcast dengan siaran radio, podcast malah cenderung lebih mirip dengan vlog di youtube. Sifatnya yang on-demand, memberikan pendengar kontrol yang besar terhadap tayangan. Kita dapat mendengarkan  podcast yang kita inginkan kapan saja dan di mana saja. Siaran suara pada podcast memiliki  tingkat fleksibelitasnya yang lebih tinggi daripada radio konvensional.

Podcast di Indonesia terus mengalami peningkatan. Jika melihat kolom podcast di Spotify, banyak hadir channel- channel baru yang menduduki posisi teratas. Begitu pula dengan para public figure yang selama ini menjadi content creator video, mulai melakukan konvergensi media melalui kanal podcast.

Pendengar podcast juga makin beragam. Riset yang dialakukan DailySocial yang bekerja sama dengan JakPat Mobile Survey Platform dengan  menyurvei  2023 pengguna smartphone di tahun 2018, menunjukkan bahwa generasi berusia 20- 25 tahun adalah yang terbanyak mendengar podcast dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Membuat Naskah Podcast Bagi Pemula


Sama ketika vlog hadir di tengah masyarakat, podcast juga berhasil mencuri perhatian. Meski ternyata, tidak semua orang merasa lihai merekam suaranya sendiri. Bagi mereka yang bekerja di radio, entah sebagai penyiar, reporter atau voice over talent, merekam suara mungkin bukan hal yang sulit.

Namun, bagi mereka baru memulainya, mungkin akan terasa kaku dan bingung dengan apa yang ingin disampaikan. Itu mengapa, kita perlu membuat naskah podcast sebagai panduan dalam berbicara.

Baca Juga : Membuat Podcast Mudah dan Gratis


Tujuan Membuat Naskah Podcast

Sama halnya dengan naskah siaran radio, naskah podcast dibuat dengan beberapa tujuan, seperti :

1. Untuk memandu podcaster terkait hal-hal yang diucapkan, sehingga tidak ada yang terlewat
2. Untuk keamanan, bisa mengurangi stres yang mungkin muncul saat podcaster harus mengingat beragam materi yang ingin disampaikan
3. Menulis naskah membantu dalam mengeksplorasi sebuah materi secara lebih mendalam, sehingga podcast menjadi lebih menarik.
4.  Menghindari kesalahan menyangkut akurasi informasi
5. Penataan alur pikiran secara logis (naskah akan menuntun alur dalam bertutur)
6. Pemahaman dan intrepertasi terhadap isi naskah akan lebih mempertajam gaya bertutur podcaster., sehingga ia dapat membawakan dengan tone dan intonasi yang tidak monoton.
7.  Dokumentasi materi dari tiap episode- episode podcast yang ditayangkan

Bagi podcaster pemula, penting menetukan topik dari podcast yang akan dibuat. Podcast dengan topik yang tersegmentasi, akan membuat pendengar lebih mudah mengenali podcast yang kita miliki. Sebagai creator kita juga akan lebih fokus dalam mengembangkan berbagai topik bahasan dalam tiap- tiap episodenya.

Setelah memilih niche topik dari podcast yang kita buat, maka langkah selanjutnya adalah membuat naskah podcast.


NOTE : Sebelum membuat naskah podcast, ada baiknya kamu mengenal berbagai FORMAT PODCAST terlebih dahulu.

Baca Juga : Memilih Format Podcast yang Tepat


Jenis Naskah Podcast


1. Naskah kata- demi- kata

Bagi yang belum terbiasa merekam suaranya, ada baiknya menulis naskah podcast  kata-demi-kata. Naskah ditulis kata demi kata secara terstuktur, lengkap, dan kemudian kita baca keseluruhan. Teknik ini disebut dengan manuskrip.

Membaca naskah dengan metode manuskrip akan memastikan bahwa kamu menyampaikan semua yang kamu inginkan. Sehingga tidak ada yang ketinggalan, dengan akurasi data atau fakta yang tepat.

Metode manukrip juga membantu bagi yang sedikit kurang percaya diri dalam berbicara dan lebih suka pendekatan terstruktur/ metodis dalam rekaman.

Kelemahan metode manuskrip ini, podcaster yang terlalu terpaku pada naskah  akan  sering membuat intonasi suara monoton dan kaku. Hal ini akan membuat pendengar cepat bosan.

Tipsnya, cobalah beri tanda baca pada naskah / (garis miring satu) untuk koma, // (garis miring dua) untuk titik. Dengan bantuan tanda baca ini, podcaster sekaligus berlatih memberi nada pada setiap kata yang diucapkan, juga penekanan pada akhir kalimat sehingga tidak bertutur secara monoton.

Contoh naskah podcast kata per kata yang saya gunakan di podcast The late Brunch with Sara Neyrhiza yang memiliki format podcast monolog.

CONTOH NASKAH PODCAST


Podcast saya yang berjudul #KalauCinta juga menggunakan teknik manuskrip ketika membawakannya. Formatnya non fictional storytelling, membantu saya untuk menyampikan isi cerita lebih mengalir secara rapi mulai dari setup ( introduction) - confrontation -resolution


MEMBUAT NASKAH PODCAST
Sumber : philipp.truebiger.com

Metode penulisan naskah podcast #KalauCinta  ini saya adaptasi dari teknik penulisan naskah radio. Selengkapnya bisa dilihat di tabel di bawah ini.

Podcast
#Kalau Cinta
Episode
7
Title
Bertepuk Sebelah Tangan
Date
8 Juli 2019
Music
Free Music Youtube Library
Jingle Closing Original #KalauCinta

Opening
Hai/ Apa kabar//
Sara Sara Neyrhiza/ di Kalau Cinta//
Seperti biasa/ kisah cintamu/ Sara hadirkan di sini//
Intro
Seperti biasa aku mengantarkan Nina pulang ke rumah// Meski aku masih harus kuliah jam ketiga/ rasanya tidak tega kalau Nina harus pulang naik bus sendiri//
Sudah lebih dari lima tahun/ mengantar dan menjemput Nina sekolah menjadi kebiasaan dan rutinanitasku setiap hari// Setelah kami lulus dari SMA/ ternyata kami masih berada di kampus yang sama// Maka aku lanjutkan saja rutinitas bertemu dengannya kala pagi dan siang/ bahkan sore atau malam hari//
Confrontation
Disela aku masih sibuk mencari pekerjaan/ aku masih sering mengantar jemput Nina bekerja// Meski tidak sesering dulu/ aku bahagia bisa bertemu dengannya sesekali// Melihat wajahnya yang ayu/ selalu membuatku tenang sebagai laki-laki/ Hnaya Nina perempuan yang dekat denganku//

Hingga suatu hari aku/ dia menyerahkan selembar undangan pernikahan// Terlihat jelas nama Nina dan Bobby pada halaman cover undangan// Tercetak tangan pernikahan mereka tepat dua minggu lagi dari sekarang//

"Surpise" /katanya bersemnagt sambil memamerkan senyum lebarnya// Kamu kenal Boby kan? teman SMA kita dari kelas IPA2?" //Kamu orang pertama yang menerima undanganku ini/ Ikhsan//
Resolution
Dengan tangan bergetar aku terima undangan itu// Secara tiba-tiba hatiku terasa perih// Kepalaku terasa panas// Keringat dingin membasahi keningku// Disitulah aku sadar, bahwa aku mulai hancur perlahan///
Closing
Terima kasih untuk Iksan yang sudah mengirimkan kisahmu di Kalau Cinta// Buat kamu yang ingin mengirimkan naskahmu juga/ kirimkan melalui email di kalaucintapodcast@gmail.com// Sampai bertemu di KalauCinta selanjutnya//




Baca Juga : Latihan Teknik Suara Diafragma Biar Suara Bulat


Baca Juga : Buku Semua Bisa Bicara


2. Naskah Kerangka Episode/ Episode Frameworks


Jika sudah mulai terbiasa berbicara dan merekam suara untuk podcast, kita bisa memilih jenis naskah podcast kerangka episode. Caranya dengan menulis rencana dan garis besar dari episode podcast. Kita masukkan poin demi poin apa yang ingin kita sampaikan, beserta semua informasi yang kita butuhkan.

Bukan kata per kata, tapi cukup poin-poin garis besarnya saja pada tiap struktur podcast.

Metode ini akan membantu podcaster agar dapat berbicara dengan rapi dan terstuktur, tetapi masih memiliki fleksibilitas dan melakukan improvisasi ketika berbicara.

Podcast saya The Late Brunch with Sara dengan format podcast interview menggunakan jenis naskah podcast kerangka episode.

Podcast

The Late Brunch with Sara Neyrhiza

Episode

3

Title

Mengatur Keuangan secara bijak

Date

1 Januari 2020

Music

Free Music Youtube Library

Bumper Original Podcast

Duration

45 minutes



Rundown

Duration

Content

Bumper

10 seconds

Music Bumper

Opening

3 minutes

Episode Intoduction

Guest Star Profile

Ila Abdulrahman – Financial Planner

 

Interview Part 1

10 minutes

-          Mengapa mengatur keuangan itu penting?

-          Apakah mengatur keuangan hanya untuk yang punya penghasilan?

-          Bagaimana cara mengatur keuangan bagi pemula?

Smash music

5 seconds

Smash Music Type 3

Interview Part 2

10 minutes

-          Bagaimana mengatur keuangan bagi freelancer?

-          Haruskan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis?

-          Kapan saat yang tepat untuk investasi

Q & A

10 minutes

3 Pertanyaan dari Instagram

-          Bagaimana mengatur keuangan bagi mahasiswa?

-          Keuangan yang sehat itu seperti apa?

-          Investasi saham apa risikonya?

Conclusion

5 minutes

 

Closing

5 minutes

Thanks to Guest Star

Call to action

Bumper

10 seconds

Music Bumper




Di bawah ini contoh lain outline dari naskah GothamCast

Template naskah dari solo show podcast GothamCast.


3. Bullet Points 


Podcaster yang sudah nyaman berbicara, dan mampu berimprovisasi dengan baik dapat memilih metode bullet point. Tulis saja, judul episode pada bagian header dan selanjutnya tuliskan poin- poin yang ingin disampaikan.

Metode ini membuat cara berbicara podcaster lebih santai dan mengalir. Meski demikian jika tidak fokus, podcaster sering kali justru berbicara semakin melebar diluar topik yang dibicarakan.

Kemampuan improvisasi yang terbatas juga akan memungkinkan podcaster untuk sering mengucapkan filler words seperti "ehm..mmm..uhhh.." yang jika sering diucapkan akan mengganggu kenyamanan pendengar.

Bullet point berikut ini saya gunakan untuk panduan rekaman podcast The Late Brunch with Sara Neyrhiza

Podcast
The Late Brunch
Episode
5
Title
Membangun Personal Branding
Date
8 September 2019
Music
Cue The Late Brunch
1.        Apa aitu Personal Branding
2.        Tujuan Personal Branding
3.        Cara Membangun Personal Branding
-          Kenali Diri (SWOT)
-          Publikasikan Portofolio
-          Bergabung Komunitas
-          Aktivasi sosmed

Pilih Naskah Podcast yang Sesuai Denganmu


Metode apa pun yang kamu pilih tidak masalah. Awalnya mungkin dimulai dengan menulis naskah podcast lengkap, membacanya kata demi kata dalam rekaman. Kemudian, setelah sering berlatih dan merasa semakin percaya diri, akan beralih ke metode naskah yang lebih fleksibel.

Di artikel selanjutnya, saya akan membahas bagaimana membuat naskah podcast solo, naskah podcast interview dan naskah podcast co-host show. Artikel tentang podcast lainnya bisa dilihat pada label PODCAST di blog ini.

DOWNLOAD MATERI MEMBUAT NASKAH PODCAST 

Baca Juga : Contoh Naskah Storytelling

Baca Juga : Cara Mendapatkan Uang dari Podcast



See you on the next blogpost.







Thank you, 

Auto Post Signature