Mencari Arti dari Perjalanan Astra yang Penuh Inspirasi

18.12.17

Saya dan Selembar Cek Kosong

Waktu menunjukkan pukul 16.00. Acara gathering akan segera usai. Dengan sabar saya menunggu dibelakang samping FOH. Sudah kesekian kali saya mengingatkan klien saya yang tidak jauh dari tempat saya berada, bahwa dia seharusnya segera menyelesaikan pembayaran.

Ini adalah kali pertama saya menerima job sebagai event organizer di bawah payung usaha saya sendiri. Meski baru pertama, pekerjaan yang saya ambil cukup besar. Saya menyiapkan berbagai keperluan panggung dan multimedia sebuah gathering konsumen produk kesehatan yang melibatkan ratusan peserta.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika menjadi karyawan, saya telah mempelajari bagaimana proses kerja sama antara klien, event organizer dan vendor. Seharusnya, seluruh pembiayaan telah dilunasi H-1. Namun, saya melunak karena klien saya kali ini adalah orang yang saya kenal. Namun, ternyata semua tidak sesuai dengan kesepakatan.

Acarapun usai. Saya belum mendapatkan pembayaran yang seharusnya saya terima. Padahal, saya memiliki tanggung jawab untuk melunasi vendor lainnya.

"Ini mbak, saya bayar pakai cek." Begitu kata klien saya kemudian. Saya awalnya bingung, karena belum pernah mendapatkan mode transaksi seperti ini. Namun akhirnya saya pergi membawa selembar cek, yang saya tahu tidak mungkin saat itu saya cairkan karena sudah lewat jam operasional bank.

Saya mencoba melobi para vendor dengan berat hati. Untuk melakukan pelunasan keesokan harinya. Saat itu saya tidak memiliki uang tunai yang cukup. 

Keesoikan harinya saya mengantri di bank untuk mencairkan cek yang saya terima kemarin. Betapa kaget hati saya ketika petugas teller mengatakan bahwa cek tersebut tidak dapat dicairkan karena rekening tidak ada saldo alias kosong. Bagai disambar petir, saat itu juga saya begitu sedih tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Saya mencoba menghubungi klien. Katanya, rekeningnya akan diisi dan saya diminta menunggu.

Ditemani oleh pacar saya kala itu, saya menunggu di emperan bank. Menunggu hal yang tidak pasti. Tidak cukup satu atau dua jam saya menunggu. Hingga pukul setengah tiga sore dimana bank harus tutup, tidak juga saya mendapat kepastian terkait pencairan cek tersebut.
Kembali saya bingung. Kali ini dengan marah. Merasa dibohongi dan merasa bodoh.
Saya yang saat itu duduk di bangku semester 6 bangku kuliah mengambil risiko yang cukup besar ketika mengambil pekerjaan ini. Saya mengerjakan seorang diri tanpa rekan, juga tanpa ada modal di tangan.

Saya tidak memperkirakan hal seperti ini akan terjadi.

Yang lebih membuat saya sedih karena saya tidak dapat menepati janji untuk melakukan pelunasan ke vendor. Saya tidak ingin menjadi pembohong atau penipu.

Terbersit kembali pengalaman saat saya bekerja dulu. Saat menjadi freelance sering kali upah saya tidak di bayar oleh atasan atau dibayar dengan nominal yang "begitu mengenaskan". Dua tahun penuh dengan  pengalaman tidak menyenangkan saya alami, maka di tahun 2011 saya memutuskan untuk membuat event organizer sendiri. 

Saya mencoba menjalin relasi dengan berbagai vendor. Dan tidak butuh waktu lama, klien pertama saya datang.

Namun, klien pertama inilah yang menghancurkan hati saya. Dengan kondisi tanpa uang tunai, saya bertekad untuk melunasi para vendor. Saya memiliki harga diri yang cukup tinggi hingga tidak ingin berhutang pada orang tua, meski saat itu adalah solusi yang termudah. Maka akhirnya saya pergi ke pegadaian untuk menggadaikan perhiasan dan laptop yang saya punya. Berusaha untuk mendapatkan dana segar sesegera mungkin.

Akhirnya, uang tunaipun di tangan. Tidak menunggu waktu lama saya segera menutup pembayaran kepada vendor yang telah saya ajak kerja sama sebelumnya. Di hati saya hanya ada satu semangat, biarlah saya bangkrut asal saya tidak menjadi penipu yang melupakan hak orang lain.

Sedih dan kecewa masih saya rasakan beberapa hari, minggu bahkan bulan. Saya hubungi klien tersebut untuk mendapatkan kejelasan. Sayapun memberikan ancaman untuk membawa kasus ini ke ranah pidana. 

Hingga akhirnya, masalah ini menemukan titik akhirnya. Klien saya tidak berani menemui saya. Dia mengirim utusannya untuk memberikan dana tunai untuk melunasi seluruh kekurangan pembiayaan event yang telah lalu.
Saya lega. Perhiasan dan laptop saya dapat saya tebus kembali.
Menjadi wirausaha tidak pernah menjadi impian saya, meski saya juga lahir dari keluarga pedagang, Saya ingin bekerja kantoran dengan pakaian rapi. Menunggu gaji tetap setiap bulan dengan konsekuensi menjadi bawahan dan pesuruh orang. Namun, kecintaan saya dalam mengorganisasi suatu acara membawa saya dalam pekerjaan ini. Yang terus saya geluti hingga 5 tahun berjalan.

5 tahun membangun usaha ini, memang bukan perkara mudah. Beberapa kali saya harus menghadapi tantangan baik itu dari klien atau kejadian tidak terduga lainnya. Usaha ini masih kecil, saya hanya berani menghire karyawan freelance untuk meminimalisasi  biaya operasional. Menerima job skala kecil, dengan risiko minim asalkan cashflow dapat lancar.

Hingga suatu saat saya bertemu dengan seseorang teman. Saya mencurahkan hati padanya mengenai kondisi usaha saya. Apakah akan jalan ditempat atau harus melangkah maju menghadapi berbagai tantangan lainnya. 

Rekan saya mengatakan
"Bekerja jangan untuk cari untung sendiri. Bekerjalah untuk membangun orang lain juga. Sehingga  keringatmu lebih banyak manfaatnya. Untuk dunia akhirat"

Mendengar hal itu saya terdiam. Apakah selama ini saya seperti katak dalam tempurung? Memikirkan diri sendiri?

Mencari Inspirasi

Menemukan inspirasi memang tidak mudah. Pencarian saya dalam memaknai sebuah kerja keras berlabuh pada kisah kesuksesan Astra. Di bawah tangan William Soeryadjaya, putra dari pasanggan Tjia Tjoe Bie dan Tan Hei Lan pada 20 Desember tahun 1922, yang lahir dengan nama Kian Liong, PT Astra International Tbk, telah berubah dari perusahaan yang tadinya hanya berkaryawan 4 orang, kini menjadi lebih 214.835 karyawan. Pondasi yang ia telah bangun di sana, membawa Astra menjadi perusahaan terbesar di Indonesia.

Selama ini kita hanya mengenal dan menikmati berbagai produk dan jasa Astra. Berbagai lini bisnis telah dimasuki seperti otomotif, financial service, energi pertambangan dan alat berat, agribisnis, infrastruktur dan logistik, informasi dan teknologi, serta  properti pada tahun 2016 lalu. Dua proyek pertama dalam lini bisnis properti tersebut adalah Menara Astra dan Apartemen Anandamaya Residences di area seluas 2,4 hektar yang berlokasi di Jakarta. 

Dengan bisnis yang beragam, Astra telah menyentuh berbagai aspek kehidupan bangsa melalui produk dan layanan yang dihasilkan. Dalam keseharian hidup, masyarakat Indonesia menggunakan sepeda motor dan mobil, jalan tol, printer, hingga layanan pembiayaan, perbankan dan asuransi milik Astra. Pelaku bisnis bermitra dengan Astra dan memanfaatkan berbagai kendaraan komersial, alat berat, layanan logistik, sistem teknologi informasi dan jasa pertambangan dari Astra. Berbagai produk yang dihasilkan, antara lain minyak kelapa sawit, batu bara dan kendaraan bermotor, terus diekspor sehingga Astra dapat berkontribusi dalam menyumbangkan devisa bagi negara.

Maka, bukan suatu hal yang mustahil, jika 6 dekade Astra mampu bertahan di Indonesia karena aset intangibel (aset tidak berwujud) seperti aspek human capital, public contribution, good governance, inovasi dan sistem manajemen yang prima. 

Perjuangan yang dilakukan tidak pernah mudah. Astra telah melewati berbagai situasi dan kondisi ekonomi serta sosial, juga mengalami beberapa perubahan kepemimpinan. Meski demikian, Astra memiliki nilai-nilai luhur dari Catur Dharma yang tidak pernah hilang dan selalu dipertahankan.

Berkontribusi untuk Pembangunan Bangsa Indonesia.
'Per aspera ad Astra' Sejahtera Bersama Bangsa
Jika sebelumnya ada teman yang mengingatkan saya untuk bekerja sekaligus bermanfaat bagi orang banyak, sayapun menemukan bahwa Astra memimiliki semangat dan cita-cita yang sama. Sejak berdiri lebih dari 57 tahun lalu, Astra senantiasa berupaya menjadi inspirasi pembangunan. Sehingga, kegiatan bisnis bukan hanya berarti pertumbuhan profit semata, tetapi juga tentang bagaimana berkontribusi untuk pembangunan Bangsa Indonesia.

Melalui strategi pertumbuhan jangka panjang Triple Roadmap Strategy, yaitu Portfolio Roadmap, People Roadmap dan Public Contribution Roadmap, Astra terus membangun tahapan-tahapan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan menuju Goal 2020 sebagai Pride of the Nation.

1. Portfolio Roadmap ✔️

Seiring dengan berkembangnya ekonomi Indonesia, Astra selalu berupaya untuk senantiasa memberikan yang terbaik di setiap bidang usaha. 

Saat ini Astra memiliki 208 perusahaan dan melayani lebih dari 10 juta konsumen atau pelanggan Grup Astra setiap tahunnya. Komitmen untuk terus menghasilkan produk berkualitas membuat Astra terus berkembang dengan memasuki Divisi Properti di tahun 2016, sehingga saat ini perusahaan memiliki 7 lini bisnis, yaitu Otomotif; Jasa Keuangan; Alat Berat dan Pertambangan; Agribisnis; Teknologi Informasi; Infrastruktur, Logistik dan Lainnya; dan Properti.

2. People Roadmap ✔️

Astra yang awalnya hanya memiliki empat karyawan telah berkembang menjadi perusahaan besar dengan 214.835 karyawan yang tersebar di 208 perusahaan di seluruh Indonesia. Menyadari pentingnya sumber daya manusia sebagai aset utama perusahaan, Astra secara konsisten mengembangkan karyawannya dengan menyediakan pelatihan komprehensif mulai dari level dasar sampai kepada level senior eksekutif. 

Pelatihan yang terangkum dalam Leadership Development Program (LDP) dikembangkan berdasarkan kebutuhan organisasi, nilai-nilai Catur Dharma, dan 8 Leadership Competence Astra (LCA) dan mencakup 6 tahapan, yakni 

1. Astra Attachment Program (AAP)
2. Astra Basic Management Program (ABMP)
3. Astra First Line Management Program (AFMP)
4. Astra Middle Management Program (AMMP)
5. Astra Senior-Manager Management Program (AsrMP) 
6. Astra General Management Program (AGMP).

Selain itu, Astra menyadari, pencapaian kinerja perusahaan yang baik tidak lepas dari inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sejak tahun 1982, Astra telah mengembangkan InnovAstra, sebagai budaya inovasi dan improvement oleh Insan Astra. Selama 35 tahun, total telah dihasilkan 7.390.385 proyek inovasi.

3. Public Contribution Roadmap ✔️

Kontribusi dan tanggung jawab sosial Astra kepada masyarakat, lingkungan dan karyawan guna menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis, sosial dan lingkungan telah dilakukan sejak perusahaan berdiri.  Pilar ini tidak hanya mewakili komitmen Astra untuk menjadi warga korporasi yang baik dengan melaksanakan pelestarian lingkungan dan kegiatan filantrofi sosial, namun melalui pilar ini lingkungan dan sosial lebih jauh diimplementasikan ke dalam arah strategi dan perencanaan bisnis di seluruh anak perusahaan Astra. 

Sumber : astra.co.id
Public Contribution dalam implementasinya memiliki 2 sisi, yakni Lingkungan dan Sosial Masyarakat. Dalam implementasinya keduanya dijabarkan menjadi kebijakan, target yang terukur, kriteria serta prosedur pelaksanaan yang dirangkum dalam Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC).

1. Astra Green Company 

Mewujudkan komitmen Astra dalam pengelolaan lingkungan, kesehatan dan keselamatan dan dicantumkan dalam Corporate Policy Communication Social Responsibility and Security (CSRS) serta berbagai turunan programnya yang mencakup efisiensi sumber daya alam, pengurangan limbah, emisi gas rumah kaca, dan penerapan zero workplace incident melalui program behavior based safety.

2. Astra Friendly Company 

Mencantumkan berbagai arahan strategi dan implementasi Astra dalam berinteraksi dengan para pemangku kepentingan, masyarakat sekitar operasional , pelaksanaan kegiatan CSR, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Melalui Astra Friendly Company, Astra bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan setiap komponen masyarakat sehinggaAstra dapat diterima baik dan menjadi bagian dari masyarakat.

Saat ini, kontribusi publik dilakukan secara berkesinambungan oleh 208 perusahaan Grup Astra serta melalui 9 yayasan Astra yang menerapkan inisiatif SATU Indonesia (Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia) sebagai langkah nyata Grup Astra beserta delapan yayasan untuk berperan aktif serta memberikan kontribusi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia.

1. Yayasan Toyota Astra 
Berdiri tahun 1974, bergerak di bidang pendidikan.

2. Yayasan Dharma Bhakti Astra 
Berdiri tahun 1980, bergerak di bidang pengembangan UMKM

3. Yayasan Astra Bina Ilmu 
Berdiri tahun 1995, berkembang menjadi Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama di bidang industri sepeda motor.

4. Yayasan Astra Honda Motor 
Berdiri tahun 1995, untuk mendukung masyarakat di bidang pendidikan dan Income Generating Activities (IGA).

5. Yayasan Amaliah Astra 
Berdiri tahun 2001, bergerak di bidang sosial keagamaan.

6. Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim 
Berdiri tahun 2009, bergerak di bidang pendidikan, khususnya di daerah prasejahtera.

7. Yayasan Karya Bakti United Tractors Berdiri tahun 2008, untuk mempersiapkan SDM khususnya di bidang alat berat.

8. Yayasan Astra Agro Lestari 
Berdiri tahun 2010, fokus pada kegiatan sosial di bidang pendidikan.

9. Yayasan Insan Mulia Pama 
Berdiri tahun 2014, bergerak di bidang sosial keagamaan.

Tanggung jawab sosial perusahaan Grup Astra di seluruh Indonesia dititikberatkan pada 4 pilar, yakni 

1. Astra Untuk Indonesia Sehat (Kesehatan)
2. Astra Untuk Indonesia Cerdas (Pendidikan),
3. Astra Untuk Indonesia Hijau (Lingkungan) 
4. Astra Untuk Indonesia Kreatif (UMKM). 

Berikut kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di seluruh Indonesia di bawah naungan keempat pilar tersebut:

Astra Untuk Indonesia Sehat

Di bawah pilar Kesehatan, CSR Astra difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Selama 60 tahun, Astra telah memberikan pengobatan gratis kepada 125.818 pasien, membina 1.577 posyandu dan menyumbangkan 216.263 kantong darah.

Inisiatif Astra bersama masyarakat untuk mewujudkan Kampung Berseri Astra (KBA) sebagai kampung dengan lingkungan yang bersih dan hijau serta masyarakat yang sehat, cerdas dan produktif juga mewakili implementasi dari 4 pilar CSR Astra. Saat ini, Astra memiliki 49 KBA yang tersebar di 17 provinsi di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2014 Astra mulai mengampanyekan Program GenerAKSI Sehat Indonesia sebagai bagian dari kontribusi sosial Astra di bidang kesehatan. Melalui kampanye yang memanfaatkan media sosial ini, Astra mendorong masyarakat Indonesia untuk berkomitmen hidup sehat sebagai generasi penerus bangsa. Sampai sekarang, GenerAKSI Sehat Indonesia telah berhasil menyumbangkan 15.654 kacamata bagi anak-anak Indonesia khususnya di wilayah 3T.

Astra Untuk Indonesia Cerdas

Pada pilar Pendidikan dengan program Astra Untuk Indonesia Cerdas fokus pada pembinaan sekolah dasar dan menengah guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Hingga kini, Astra telah memberikan 231.936 beasiswa serta membina 15.859 Sekolah Binaan Astra, 20 Rumah Pintar, 124 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 40.284 guru.

Program GenerAKSI Cerdas Indonesia dibentuk untuk mengajak masyarakat Indonesia berterima kasih kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah berjuang bagi pendidikan. Melalui program ini, sampai sekarang, Astra telah mendonasikan 12.000 sepatu dan 3.039 tas untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia di wilayah terpencil, terluar dan tertinggal (3T).

Program “Indonesia, Ayo Aman Berlalu Lintas” (IAABL) merupakan salah satu wujud komitmen Astra untuk terus mengajak masyarakat membudayakan keselamatan berkendara di jalan raya. Melalui program ini, Astra telah memberikan 23.730.800 paparan panduan keselamatan berlalu lintas.

Astra Untuk Indonesia Hijau

Pengelolaan area konservasi dan perlindungan keanekaragaman Hayati terpadu yang berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama Astra dalam menjalankan bisnis. Melalui pilar Lingkungan, sampai kini, Astra telah menanam 4.444.947 pohon, 1.103.493 pohon mangrove, membuka 27.439 hektar ruang terbuka hijau serta membangun 17 bank sampah.

Astra Untuk Indonesia Kreatif

Dukungan Astra terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah dilakukan sejak 37 tahun lalu melalui Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA). Hal ini merupakan bentuk komitmen Astra untuk menumbuhkan usaha produktif di masyarakat dengan mendorong penciptaan lapangan kerja dan kemandirian masyarakat.

Menitikberatkan pada pembinaan UMKM, penguatan kapasitas usaha dan pengembangan ekonomi kreatif untuk penyandang disabilitas, sampai sekarang, Astra Untuk Indonesia Kreatif telah membina 10.847 Kelompok UMKM, 97.641 masyarakat penerima program, membangun 16 Lembaga Pengembangan Bisnis, 10 Lembaga Keuangan Mikro dan 200 disabilitas.

Sebuah Refleksi
Unsuccesfull people make decisions based on their current situations. Succesfull people make decisions based on where they want to be.
Akhirnya saya belajar banyak dari Astra. Astra mampu menginspirasi untuk menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang berperan serta dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Seluruh aspek kegiatan bisnis Astra berupaya menerapkan perpaduan yang berimbang bukan hanya aspek komersial bisnis tetapi juga sumbangsih non-bisnis. Astra tidak hanya menjalankan bisnis semata, namun memiliki tujuan-tujuan mulia sebagai orientasi bisnisnya

Di sinilah saya memahami, bahwa dalam membangun usaha dan bisnis perlu adanya cita-cita yang besar. Bukan hanya untuk mensejahterakan diri sendiri, namun bagaimana membangun masyarakat dan bangsa menjadi lebih baik.

Mungkin sudah waktunya bagi saya, tidak sekedar mencari kesuksesan diri sendiri. Saya harus lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Berani untuk membantu lebih banyak orang, agar keberadaan saya di dunia ini memiliki manfaat dan lebih bernilai.

Try not to become a man of success. Rather become a man of value."- Albert Einstein


Referensi

Press Release Komitmen 60 Tahun Astra Berbagi Inspirasi Membangun Bangsa
swa.co.id/swa/trends/management/international-tbk. Diakses 13 Desember 2017 pukul 20.00 WIB
astra.co.id/CSR Diakses 13 Desember 2017 pukul 20.30 WIB

Anak Mulai Sekolah, Ibu Wajib Perhatikan 5 Hal Ini

15.12.17
Tiga bulan ini saya mulai disibukkan hal baru. Yakni, menyiapkan segala perlengkapan si kecil sebelum berangkat sekolah.


Ya, saya memutuskan memasukkan Lila, anak saya, ke PAUD ketika dia baru berumur 2 tahun 7 bulan. Dibandingkan dengan teman-temannya, usia dan tubuhnya memang yang paling kecil. Namun, untuk urusan semangat dan energi, saya melihat dia tidak kalah dengan teman-temannya. Buktinya, dia terus saja meminta sekolah meski itu hari sabtu dan minggu, juga ketika malam hari tiba. Dia ingin sekolah dan bertemu dengan teman-temannya.

Bukan karena alasan sibuk bekerja, saya memasukkan Lila ke PAUD. Perkembangan si kecil yang baik, seharusnya didukung dengan kemampuan bersosialisasi dengan teman-teman seumurannya. Di lingkungan rumah kami, memang tidak ada yang sebaya dengannya. Biasanya, dia lebih sering bergaul dengan nenek dan tantenya ketika saya titipkan di rumah omanya.

Awalnya, saya ingin memasukkan dia ke daycare dari pagi hingga sore. Namun, dengan berbagai alasan dan prinsip, termasuk support suami yang bersedia mengasuh Lila ketika saya sedang di kantor, maka PAUD adalah pilihan yang terbaik.

Lila bersekolah mulai pukul 08.00 hingga 12.30 di sekolah yang jaraknya hanya sekitar 700 meter dari rumah. Jika saya masuk kerja pagi, waktu pulang kerja selalu bersamaan dengan saat dia pulang sekolah. Jika saya masuk siang, disitulah dibutuhkan kerja sama papanya untuk merawat Lila hingga saya pulang.

Sejauh ini, semua berjalan dengan baik dan menyenangkan.

Meski bukan sekolah mahal, saya melihat guru-guru PAUDnya cukup baik dalam mengajar murid. Pergaulan dengan teman-teman juga terbilang wajar. Yang saya suka, pengajaran yang ada di rumah selaras dengan di sekolah. Disiplin membaca doa sebelum beraktivitas, misalnya. Hapalan doa makan, doa mau tidur dan doa sederhana lainnya ternyata juga diterapkan dengan baik di sekolah.

Memutuskan untuk menyekolahkan anak di usia belia bukannya tanpa konsekuensi. Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak ada berubah menjadi proritas. Meski demikian, ini adalah fase anak  belajar untuk lebih disiplin. Namun, ibu tetap dapat mencurahkan cintanya dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Berikut ini adalah 5 hal yang perlu ibu perhatikan, ketika anak mulai masuk sekolah.

☑️ 1.  Waktu tidur anak

Karena anak akan bangun pagi keesokan harinya, pastikan ia cukup tidur ketika malam hari. Jika si kecil kurang tidur, dia akan cenderung malas-malasan dan bete ketika beraktivitas pagi. Waktu tidur yang cukup juga membantu anak berkonsentrasi belajar.

Biasanya, saya sudah mengajak Lila tidur jam 20.00 meski terkadang akan molor sampai jam 21.00 karena kami berdua atau bertiga dengan papanya asyik bercerita atau bermain games di tempat tidur hingga si kecil terlelap. Pukul 5.30 atau 06.00 Lila sudah bangun dan siap untuk dimandikan atau sarapan.

☑️ 2. Sarapan

Sarapan menjadi sumber energi ketika anak belajar dan bermain di sekolah. Kebiasaan sarapan sangat baik diterapkan ketika anak masih kecil. Jumlahnyapun tidak perlu banyak, bahkan bisa digantikan dengan cemilan sehat.

Pic : pixbay
Meski nanti di sekolah ada snack, namun wajib buat saya menyuapi si kecil makan pagi. Berdasarkan pengamatan saya, Lila akan lebih terkontrol emosinya jika perutnya kenyang di pagi hari. Jika saya terlambat memasak, dia sudah berubah menjadi uring-uringan dan menangis sepanjang pagi.

Menu sarapan juga tidak macam-macam. Paling gampang, saya buatkan dia telor dadar dengan parutan keju. Ditambah segelas susu, jika memang dia mau. Atau saya bisa menyiapkan nasi dengan ayam goreng. Kalau mau lebih mudah lagi bisa satu lembar roti tawar dengan selai atau meses. Untuk perutnya yang mungil, porsi tersebut sudah cukup.

☑️ 3. Perlengkapan sekolah

Urusan menyiapkan perlengkapan sekolah masih menjadi kewajiban ibu. Si anak masih belum peduli terhadap tanggungjawab yang dimiliki.

Biasanya, perlengkapan ini ada 2, yang dipakai dan yang dibawa ke sekolah. Untuk perlengkapan yang dipakai, sudah ada seragam yang disesuaikan dengan hari sekolah. Juga sepasang sepatu yang akan dia pakai untuk beraktivitas.

Untuk di bawa ke sekolah, ada 1 buah tas yang berisi beberapa bawaan. Berikut ini adalah contoh perlengkapan yang di bawa Lila ke sekolah

Baju ganti ✅
Untuk cadangan jika Lila mengompol, bermain air, atau menumpahkan makanan.

Diaper ✅
Meski Lila sudah lepas diapers tapi saya masih membawakannya diaper untuk jaga-jaga jika dibutuhkan.

Sebotol air putih ✅
Lila adalah penggemar air putih. Jika lupa membawakan air putih, dia bisa ngomel-ngomel ketika pulang sekolah.

Sekotak snack ✅
Meski sudah ada snack, saya suka membawakan makanan tambahan. Siapa tahu snack di sekolah tidak sesuai dengan seleranya. Pilihan paling mudah adalah selembar roti tawar dengan topping meses, atau biskuit-biskuit kesukaannya. Tidak lupa sekotak susu coklat.

Perlengkapan yang dibawa memang banyak, terkadang masih di tambah beberapa mainan yang sengaja dimasukkan olehnya.

☑️ 4. Manajemen waktu antar jemput sekolah

Untuk waktu mengantar ke sekolah mungkin tidak terlalu repot karena dapat bersamaan dengan ayah atau bunda pergi bekerja. Namun, lain halnya ketika menjemput anak dari sekolah. Jangan ditunda-tunda ya, Mom. Kalau nggak ingin sikecil jadi sebal. Jika sudah saatnya pulang, segera jemput.

Manajemen waktu menjemput anak ini juga bukan perkara mudah. Termasuk bagi ibu rumah tangga. Kesibukkan mengurus rumah yang tak kunjung selesai, eh, tidak terasa waktu menjemput sekolah sudah tiba.

Menggunakan jasa antar jemput sekolah, saya rasa juga belum tepat untuk anak usia PAUD. Karena, usia mereka yang masih belia masih mudah untuk dimanfaatkan atau dibujuk rayu oleh orang baru yang tidak dikenal. Lebih baik urusan antar jemput tetap menjadi tanggung jawab orang tua.

☑️ 5. Merawat ketika anak jatuh sakit

Siap bersosialisasi artinya anak siap bertemu dengan berbagai tantangan. Kemungkinan untuk tertular penyakit salah satunya. Mungkin orang tua telah menjaga kebersihan anak kita dengan baik. Namun, tidak ada yang menjamin hal itu berlaku dengan anak lain. Sementara, kita tidak dapat terus mengawasi pergaulan mereka di sekolah, bagaimana cara mereka bermain, makanan yang dimakan di sekolah dan lain sebagainya.

Di tiga bulan awal si kecil sekolah ini, memang frekuensi Lila sakit sedikit meningkat. Misalnya demam, batuk atau pilek. Hal ini tidak terlalu mengagetkan saya, terutama ketika saya lihat teman sekolahnya menderita sakit yang sama.

Awalnya saya merasa cukup sedih. Karena ketika si kecil mulai demam dia menjadi rewel baik saat siang maupun malam lagi. Belum lagi, nafsu makannya yang berkurang secara tiba-tiba. Dan akhirnya, dia tidak sekolah dan harus seharian di rumah.

➡️ Mengatasi Demam pada Anak

Demam pasti sering terjadi pada anak. Demam adalah kondisi kenaikan suhu tubuh di atas 38 derajat, yang merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Sering kali sebelum anak terserang batuk atau pilek, dia akan mengalami demam.

Kondisi ini memang tidak menyenangkan. Umumnya anak akan berubah menjadi lebih rewel, lemas dan malas makan.

Anak yang demam menjadi susah tidur
Demam juga memiliki gejala lain yang menyertainya, seperti

Sakit kepala
Sakit tenggorokan
Keluar keringat dingin
Dehidrasi
Batuk-batuk
Sakit pada telinga
Merasa mudah lelah
Menggigil
Diare dan muntah-muntah

Meski umumnya demam tidak berbahaya, namun tetap saja saya merasa khawatir jika Lila demam.

Ketika masih awal menjadi ibu dan cukup paranoid dalam mengatasi anak yang sakit, jika demam menyerang, saya langsung panik dan membawanya ke dokter spesialis anak atau ke puskesmas.

Tapi kemudian dokternya mengatakan,
"Ibu, harus selalu sedia obat penurun panas di rumah. Sebagai langkah awal mengatasi demam pada anak. Jika selama 2 hari demam tidak turun, baru di bawa ke dokter"
Sejak saat itulah saya selalu bersiaga di rumah dengan menyediakan obat penurun panas yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Jika Lila tiba-tiba demam, saya memberinya Paracetamol sembari melakukan observasi terhadap kondisi tubuhnya.

➡️ Tempra Syrup Paracetamol

Paracetamol berfungsi membantu meredakan nyeri ringan sampai sedang dan demam untuk bayi di atas usia 1 bulan, anak-anak, dan orang dewasa. Paracetamol yang bersifat anti-piretik (menurunkan suhu) yang dikandungnya, berguna untuk gejala pilek, flu, dan batuk.


Sejak Lila berusia 1 tahun, saya memilih Tempra Syrup Paracetamol untuk membantu menurunkan panasnya. Hal ini karena Tempra Syrup Paracetamol

Aman di lambung ✔️

Tidak perlu dikocok, larut 100% ✔️

Dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis) ✔️

Harga terjangkau dan  mudah ditemukan di berbagai apotik ✔️

Paracetamol dengan varian rasa buah, mempermudah untuk diminumkan ke anak yang tidak menyukai ras pahit. ✔️

Tempra Syrup Paracetamol memiliki 3 varian yaitu, Tempra Drops untuk bayi, Tempra Syrup untuk balita dan Tempra Forte untuk anak. Karena Lila semakin besar dan mulai menyukai "rasa", akhirnya saya memilih Tempra Syrup Paracetamol yang memiliki rasa anggur. Selain anggur juga ada rasa jeruk.

Ketika Lila demam, saya meminumkan Tempra Syrup
Ketika mengkonsumsi Tempra Syrup Paracetamol, pastikan penggunaan dosis yang tepat.

Gunakan sesuai anjuran dokter, bila perlu satu dosis setiap 4 jam, namun tidak lebih dari 5 kali sehari.

Umur                                                    Dosis
Dibawah 2 tahun                 Sesuai petunjuk 
                                                 dokter/gunakan 
                                                 Tempra Drops
2 – 3 tahun                                          5 ml
4 – 5 tahun                                          7.5 ml
6 – 8 tahun                                        10 ml atau 
                                      gunakan Tempra Forte

Selain memberikan Tempra Syrup Paracetamol , biasanya saya melakukan beberapa hal ini untuk mempercepat proses penyembuhan buah hati.

1. Memakaikan baju berbahan tipis dan nyaman ✔️
2. Membuat kamar bersuhu sejuk ✔️
3. Mengompres dengan air hangat ✔️
4. Sering memberikan air minum ✔️
5. Menyuapi anak dengan sup ayam hangat ✔️
6. Sering memeluk anak dan menemaninya tidur ✔️

Ketika anak mulai aktif sekolah, ternyata sebagai ibu juga dituntut untuk lebih siaga dengan berbagai kondisi tubuh si kecil. Itu mengapa wajib bagi ibu, untuk selalu menyediakan Tempra Syrup Paracetamol di rumah. Sehingga ketika anak demam, dapat segera diobati. Jika si kecil kembali sehat, tentu dapat kembali belajar dan bermain di sekolah.

Itu tadi ke 5 hal yang wajib ibu perhatikan, ketika anak mulai sekolah. Mulai dari urusan perlengkapan, manajemen waktu hingga masalah kesehatan. Semoga buah hati dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal, dengan dukungan cinta dari orang tua.

Pastinya, melihat anak yang sehat dan aktif, membuat Ibu bahagia, kan?




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

Referensi :

medicinenet.com/aches_pain_fever/article.htm. Diakses 12 Desember 2017, pukul 17.30

Berrybenka Unboxing

11.12.17
Well, meski tahun 2017 sudah segera usai, tapi saya masih demen belanja online. Yah, memang godaan milenial ini susah untuk ditolak. Meski sudah dengan berbagai jampi-jampi. 

Berutungnya, saya punya voucher belanja Berrybenka yang belum terpakai. Berrybenka adalah salah satu e-commerce yang sering saya kunjungi. Tetapi, semenjak ada pop up storenya di Solo, saya memang lebih memilih datang langsung ke tokonya. Kepuasan untuk bisa mencoba dan memegang bahan pakaian secara langsung memang belum tergantikan.


Voucher sebesar 250.000 rupiah sudah saya pakai untuk membeli 2 buah celana dan 1 baju. Setelah proses transaksi terverifikasi, dan pesanan saya dipacking,  3 hari kemudian paket sudah saya terima.

Saya sumringah banget lihat packagingnya. Soalnya, ketika saya online shopping terakhir, saya dapat box berrybenka yang hitam polos. Untuk kali ini, pesanan saya di bungkus rapi dengan box warna merah jambu dengan cover box yang colorfull. Suka deh, sama boxnya !!! 

Sama seperti sebelumnya, box dari Berrybenka ini nggak saya buang. Apalagi bahannya tebal, lumayan banget untuk menyimpan printilan barang koleksi.


Karena saya belanja pakaian, masing-masing pakaian di dalam box masih terbungkus dengan plastik. Lalu di dalamnya juga ada formulir untuk pengembalian produk, jika memang barang yang diterima tidak sesuai.

Selengkapnya, lihat video unboxing di bawah ini.


4 Langkah Berlatih Public Speaking yang Baik. Gampang, kok!

8.12.17
Ketrampilan public speaking, harus dimiliki semua orang. Yakin? Paling tidak, buat kita yang bersosialisasi dengan banyak orang. 

Sering kali situasi mengharuskan kita untuk berbicara di umum. Lalu apa jadinya, kalau saat itu tiba, kita justru gorgi, gugup, tidak bisa berkata-kata dan jutru keluar keringat dingin? Malu banget kan..


Public speaking adalah salah satu ketrampilan berkomunikasi didepan orang banyak /publik /umum. Biasanya public speaking memiliki tujuan seperti menyampaikan informasi, menjelaskan, membujuk, memandu suatu acara dan lain sebagainya. Contoh public spekaing juga beragam seperti pidato, ceramah, presentasi, orasi, MC bahkan mengajar di kelas.

Bagi mahasiswa, salah satu soft skill ini berguna bukan hanya ketika dibangku kuliah saat presentasi tugas saja. Mahasiswa yang memiliki ketrampilan public speaking yang baik menjadi lebih percaya diri untuk menyampaikan ide dan gagasannya kepada orang lain saat di dunia kerja nantinya.

Karena public speaking merupakan bentuk komunikasi, tentunya komunikasi yang efektif menjadi tujuan dari aktivitas ini. Komunikasi efektif terjadi, apabila pesan yang disampaikan seseorang (komunikator) dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan/ audience (komunikan)

Ketrampilan Public Speaking yang baik? Caranya?

Tidak ada hasil yang mengingkari usaha. Artinya, perlu adanya beberapa tahapan yang dipersiapan sebelum berbicara di depan orang banyak. Umumnya, ada 4 tahap yang biasa disebut 4P, yakni :

1. Plan ✔️

Pada tahap pertama ini, kita harus mencari tahu konteks atau situasi yang akan kita hadapi nantinya.

Apa tujuan public speaking?
Di mana tempatnya?
Siapa audience?
Kapan dilaksanakan?

Ketika kita memahami tujuan public speaking, hal ini akan membantu dalam menyiapkan materi dan cara menyampaikan materi tersebut. Misalnya, cara menyampaikan pesan orang yang  berceramah tentu akan berbeda dengan orang yang akan menawarkan suatu produk.

Kita juga harus memahami siapa audiencenya, apakah lebih muda, lebih tua atau sebaya. Jika kita memahami siapa penerima pesan, kita akan dapat memilih pesan yang lebih efektif. Contohnya, ketika audience anak-anak SD, suatu informasi akan lebih efektif dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan dengan pembawaaan yang ceria dan tidak terlalu formal agar mereka tidak lekas bosan.

2. Preparation ✔️

Tahap kedua ini, saatnya mempersiapkn materi. Jika akan melakukan presentasi berarti kita harus membuat slide presentasi yang baik. Jika kita akan ceramah, berarti pelu mempersiapkan naskahnya. Dan jika akan menjadi MC (master or ceremony) suatu acara, penting kita mempersiapakan susunan acaranya dan riset hal-hal terkait. 

Jika materi-materi tersebut lebih untuk kebutuhan komunikasi verbal (dalam bentuk tulisan dan kata-kata), maka seorang public speaker juga memerlukan persipaan komunikasi non verbal. (Tulisan mengenai komunikasi non verbal akan saya tulis kemudian).

Komunikasi nonverbal adalah jenis komunikasi isyarat atau pesan tersirat, seperti facial display  (kontak mata, senyum) lalu ada juga gesture, posture, dan lain sebagainya.

Ternyata, pakaian juga menjadi salah satu komunikasi nonverbal. Persiapkan juga dress code/ pakaian yang akan digunakan. Pakaian haruslah sesuai dengan konteks/ tema acara. Jangan sampai malah saltum dan justru menurunkan tingkat percaya diri.

3. Practice ✔️
Practice makes perfect.
Jangan pernah bosan untuk latihan. Saya yang banci tampil semenjak SD, mulai melatih public speaking dengan cara berbicara di depan cermin. Disitulah saya dapat melihat refleksi diri ketika berbicara. Selanjutnya, saya biasanya meminta mama saya sebagai audience, yang kemudian akan memberikan masukan dan kritik terhadap penampilan saya.

Sekarangpun ketika saya akan menjadi MC atau akan mengajar mahasiswa, saya masih suka melatih diri di depan cermin. Selain mengoreksi penampilan, hal ini membantu saya menguatkan pemahaman terhadap materi.

4. Performance ✔️

Setelah perencanaan, persiapan dan pelatihan kita lakukan dengan baik, saatnya kita tampil di depan umum. Agar hati tenang sebelum tampil, sebaiknya kita tidak datang terlambat. Supaya, jika ada hal-hal yang terlewatkan kita dapat memenuhinya sebelum kita tampil. Maksimal 30 menit sebelum acara berlangsung kita sudah berada di lokasi. Dan jangan lupa berdoa :)

PENYIAR RADIO DI SOLO

Public speaking memang sering kali menjadi momok bagi banyak orang. Itu mengapa, ketika saya diminta mas Fatkhul, Program Director Radio Rapma FM untuk menyampaikan materi public speaking, saya merasa senang karena dapat berbagi pengalaman. Kebetulan Radio Rapma FM memiliki segmen baru bertajuk #DosenMenyapa yang masuk di program Sunset Station. Segmen ini memang bertujuan menjadikan radio sebagai media pembelajaran untuk mahasiswa selain di ruang kelas. Bagi dosen sendiri, program ini juga menjadi sarana untuk lebih dekat dengan mahasiswa. Sehingga, hal-hal yang menjadi kesulitan mahasiswa dapat ditampung dan dicarikan solusinya.

PUBLIC SPEAKING TRAINER DI SOLO
sumber www.instagram.com/rapmafm

Di kesempatan tersebut saya mendapat berbagai pertanyaan mahasiswa. Umumnya bagaimana mengatasi grogi dan meningkatkan rasa percaya diri tampil di muka umum. Mengatasinya, tidak lain adalah dengan persiapan yang baik seperti di sebutkan di atas dan jangan ragu untuk meningkatkan jam terbang. Jangan mau selalu menjadi follower, namun beranilah menunjukkan kemampuan diri di depan banyak orang. 
Public Speaking is a Skill. Developed through experience and training

5 Lip Cream Warna Pink dengan Harga Di Bawah 90.000 Rupiah

3.12.17
Akhir-akhir ini saya bosan sekali menggunakan lip cream atau lipstik warna natural, nude atau peach. Saya memerlukan warna yang lebih cerah untuk berbagai situasi. Baik ketika saya mengajar atau ketika saya dolan dan jalan-jalan.


Akhirnya saya membeli beberapa lip cream sekaligus. Kali ini warna yang saya pilih adalah warna PINK. Mulai dari yang natural sampai yang lumayan ngejreng. Karena memang budget sedang terbatas, saya memilih produk lokal dengan harga murah meriah di bawah 90.000 rupiah.

Produk yang saya pilih adalah Purbasari, Wardah, Pixy, LT Pro dan La Tulipe. Ternyata, masing-masing produk memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Ada yang pigmented tapi bikin bibir kering,. Ada yang gampang ngeblendnya, tapi kok nggak transferproof. 

Tapi yang pasti PINK jadi moodbooster buat saya. Nggak terlalu menor, tapi fleksibel untuk berbagai setting situasi. 


Nah, kalau kamu penasaran dengan review lip cream lainnya, kamu bisa baca tulisan saya di Hipwee (link di bawah ini)



Tulisan tersebut diikutsertakan dalam kompetisi menulis HIPWEE





Ini 7 Alasan Wajib Datangi Verve Bistro and Coffee Bar, Jika ke Semarang!

29.11.17
Jadi, meski Semarang adalah ibu kota provinsi di mana saya tinggal, nyatanya saya belum pernah pergi ke sana. Beneran? IYA!

Makanya. ketika ada pekerjaan yang mengharuskan saya ke Semarng, saya tidak terlalu pikir panjang. Lawang Sewu menjadi destinasi yang membuat saya penasaran sejak lama. Mungkin sedikit terpengaruh dengan kisah horor dibaliknya. Tapi ternyata, eksotisme bangunanya betul-betul menyenangkan untuk diabadikan dalam lukisan cahaya.

Jika kamu berkunjung ke Semarang dan berhasil menikmati Lawang Sewu, maka sebaiknya kamu menyempurnakan agenda jalan-jalan itu dengan menyusuri berbagai destinasi di sekitarnya.
Karena sekitar 200m dari Lawang Sewu, kamu akan menemukan 1 tempat makan yang bener-bener cozy , dan layak banget buat kamu datangi. Paling tidak, di Solo, kota tempat saya berasal, belum ada yang serupa. Namanya Verve Bistro and Coffee Bar.


Ya, karena saya sudah berhasil menikmati siang hingga malam di Verve Bistro and Coffee Bar, jadi saya punya alasan untuk kembali ke tempat ini lagi suatu saat saya ke Semarang. 

Dan, ini adalah 7 alasan mengapa saya merekomendasikan restaurant ini untuk kamu datangi.

1. Lokasi super strategis ✔️

Verve Bistro and Coffee Bar dapat diakses dengan berbagai mode transportasi. Jadi waktu saya sudah sampai di Stasiun Poncol Semarang, saya langsung naik ojek online sampai ke Lawang Sewu. Kemudian saya tinggal jalan kaki ke Verve Bistro and Coffee Bar karena lokasinya sangat dekat.

Dan, yang mesti kamu tahu bahwa Verve Bistro and Coffe Bar ini satu lokasi dengan DP Mall dan terletak di lobby floor Room Inc Hotel Semarang.


Jadi gini deh, misal kamu menginap di Room Inc Hotel, kamu dapat dengan mudah jalan ke Lawang Sewu. Kalau mau ke Mall kamu tinggal turun lantai, dan jika pengen makan enak langsung aja ke Verve Bistro and Coffee Bar memesan secangkir kopi dan sepiring pastry. Semua bisa kamu lakukan hanya dengan berjalan kaki.

Poin selanjutnya, saya akan memberikan alasannya terkait dengan tempat dan fitur kenyamanan yang ada di Verve Bistro and Coffe Bar.

2. Tempat makan dengan beragam Mood ✔️

Di Verve Bistro and Coffee Bar kamu bisa memiliki tempat makan berdasarkan mood kamu saat itu. Misalnya, kamu lagi datang berdua sama pacar, kamu bisa milih tempat yang memang untuk 2 orang. Tempatnya lebih eksklusif dan terpisah dengan meja lainnya.  Tapi kalau kamu dateng bareng banyak teman atau bersama keluarga, tinggal pilih meja dengan ukuran besar dan banyak kursi.

Pilihan meja dan tempat duduk yang nyaman

Ada juga meja khusus yang bisa kamu pesan untuk acara private seperti birthday party dengan konsep table setting.
Jadi intinya, pengalaman bersantap seperti apa yang kamu inginkan, entah itu private, seru, rame bareng teman-teman, Verve Bistro and Coffee Bar menyediakan pilihan nuansa, meja dan tempat duduk sesuai yang kamu inginkan.
3. Smoking area yang terpisah ✔️

Ini penting banget buat saya. Karena buat saya pribadi, kalau lagi asyik makan dan ada bau asap rokok, nafsu makan saya bisa hilang digantikan dengan pusing dan mual. Belum lagi jika saya bawa anak, pasti saya akan jauh lebih peduli untuk menghindarkan buah hati dari asap rorkok.

So, jika kamu ingin bebas asap rokok, maka pilihlah area dalam restauran. Tapi kalau kamu butuh tempat merokok, kamu bisa pilih area outdoor alfresco.

Outdoor area 

Area out door Verve Bistro and Coffee Bar terdiri dari 2 bagian, di sebelah timur dan barat. Untuk area luar ini, memang di desain lebih santai dan fleksibel dibandingkan area dalam. Di area out door barat terdapat mini stage untuk perfomance musik. Sedangkan di area timur, kamu akan mendapat suguhan view hamparan Kota Semarang beserta Lawang Sewu tentunya.

4. Live Music, DJ dan Mini Concert. Bisa! ✔️

Mini stage

Restaurant ini memiliki kapasitas hingga 300 orang. Selain itu juga didukung sound system berdaya 6600 watt. Jadi penampilan Live Music, DJ dan Mini Concert pasti bisa dilakukan di tempat ini.

Tempat yang asyik, fitur yang lengkap, dan di handle oleh manajemen yang kreatif itulah Verve Bistro and Coffee Bar. Salah satu buktinya adalah acara Grand Opening yang diadakan tanggal 25 November 2017 kemarin. Grand Openingnya sendiri dikonsep dengan baik. 


Acara pertama bertajuk Fashion and Tea. Di mulai dari pukul 15.00, para tamu undangan menyaksikan fashion show dari tiga brand fashion kebanggaan kota Semarang yakni, Muhammad Bayu Indonesia dengan koleksi ready-to-wear batik untuk kaum lelaki masa kini yang terinspirasi dari Fuji Jepang. 

Meilleur Ami untuk koleksi hijabers ready-to-wear  dengan dominasi warna-warna pastel yang telah menjadi ciri khas designnya. Ada juga brand Powder dengan tagline : Life in Resort yang menghadirkan koleksi design simple but chic cocok dikenakan untuk ativitas sehari-hari atau saat berlibur.

Salah satu model membawakan busana Meilleur Ami
Setelah hiburan akustik oleh Onionkustik, malam harinya Kunto Aji datang memberikan penampilan terbaiknya. Jebolan Indonesian Idol inipun sukses membuat Verve Bistro and Coffee Bar menjadi lebih meriah. What a Great Saturday Night!


Kunto Aji membuat malam minggu menjadi seru!
5. Good Food ✔️

Seperti taglinenya Good Mood Good Food, jadi kamu bisa berekspektasi tinggi kalau Verve Bistro and Coffee Bar punya banyak pilihan menu. Mulai dari Indonesian, Western hingga Japanese Food.
Harganya juga affordable mulai dari 15.000 hingga 50.000 rupiah.


But, kalo kamu penasaran dengan sajian unggulannya, silakan coba Rib Eye Santori, steak dengan daging impor pilihan dengan tingkat kematang sesuai selera. Harganya cuma 125.000 rupiah.

6. Instagramable, But.. ✔️

Berapa belas kali saya lihat, pengunjung yang datang ke Verve Bistro and Coffee Bar tergoda untuk memainkan kamera handphonenya. Mencoba berbagai sudut yang memang eye catching dipadukan dengan gaya selfie atau groufie khas millenial.


But, out door area better lah untuk mengambil gambar. Karena didukung pencahayaan alami yang cukup. Sedangkan untuk area indoor, memang di desain dengan pencahayaan yang temaram. Kesannya memang lebih hangat, elegan dan eksotis.


7. Playing Room ✔️

Sambil menunggu menu dihadirkan, kamu bisa mencoba bermain bilyard dan dart. Sesi ini bakal lebih mengasikkan kalau kamu lakukan bersama teman-teman. Pastinya..


Wow, 7 alasan yang saya berikan di atas membuat kamu penasaran untuk datang ke Verve Bistro and Coffee Bar, kan?

Tenang aja, meski kamu ke sini sindirian dan hanya berteman laptop mengerjakan tugas kantor, kamu nggak bakal mati gaya. Karena selain fasilitas wifi juga tersedia, Verve Bistro and Coffee Bar buka mulai pukul 06.00 hingga 00.00. Jadi makin betah!

Verve Bistro & Coffee Bar
Rooms Inc Hotel 
Jl. Pemuda no. 150, Sekayu 
Semarang Tengah - Kota Semarang 
Jawa Tengah 50132 


5 Sepatu Wajib Wanita Aktif Zaman Now!

28.11.17


Sama seperti wanita pada umumnya, saya suka berbelanja pakaian, kosmetik, tas dan sepatu. Tiap item tersebut, saya sediakan lemari khusus untuk menyimpannya. Selain agar rapi, barang yang disimpan juga menjadi lebih awet.

Beberapa waktu lalu saya mengobrol dengan empat teman wanita yang juga hobi berbelanja sepatu. Jika dari bahannya, kami berlima sepakat bahwa sepatu kulit adalah yang paling tahan lama.

Perbandingan faux leather shoes dengan leather shoes.
Pict: cosmopolitan.com
Selain itu, sepatu kulit asli juga "terlihat lebih mahal" dari pada sepatu dari bahan kulit sintetis (faux leather).

Bukankah sapatu kulit memang mahal harganya?

Buat saya, beli sepatu kulit itu seperti investasi. Harga yang dibayar, sebanding dengan kualitas yang dimiliki. Sepatu berbahan kulit juga lebih kuat terhadap cuaca, meski kepanasan atau terkena air hujan. Beda dengan kulit sintetis. Beberapa diantaranya, mudah mengelupas bahkan ketika disimpan dan tidak dipakai.

Lain bahan, lain pula jenis sepatunya. Dari berbagai jenis sepatu yang kami miliki, ada lima jenis sepatu yang wajib kami punya. Jika sudah rusak atau tidak enak dipakai, kami akan buru-buru membeli yang baru. "Bisa berabe nih, kalau pas butuh, nggak ada sepatu yang cocok", ujar salah seorang teman.

Nah, ini dia 5 jenis sepatu yang menunjang aktivitas dan penampilan, baik untuk acara formal maupun informal.


Pump Heels

Pict : pinterest.com

Ini adalah salah satu sepatu hak tinggi yang memiliki model menutup seluruh kaki kecuali pada permukaan kaki. Umumnya memiliki tinggi lebih dari 5 cm.

Sepatu ini bisa digunakan di dua situasi sekaligus. Ketika ingin datang ke acara formal di kantor atau bisa juga dipakai saat kondangan. Bentuk Pump Heels yang elegan didukung dengan hak yang dimiliki, membuat kaki terlihat lebih jenjang.

Loafer
Pict : pinterest.com

Jenis sepatu unisex ini berasal dari Skandinavia. Sepatu ini sangat nyaman untuk digunakan berjalan dan beraktivitas seharian. Ada yang flat ada juga yang memiliki platform 1 hingga 5 cm.

Bentuknya yang casual tetap menunjukkan kesan profesional. Maka tidak salah, jika loafer juga nyaman dipakai bekerja di kantor.

Mary Jane Flat

Sepatu flat adalah sepatu nasional perempuan. Siapa sih yang nggak punya?
mary jane
Pict : 1stdibscom


Namun, supaya semakin terlihat manis di kaki, jenis sepatu Mary Jane bisa diandalnya. Mary Jane umumnya dikenal dengan sepatu dengan tambahan strap pada permukaan kaki. Strap ini sekaligus membuat sepatu jadi nggak boring. Dan beruntungnya, Mary Jane flat dapat dipakai ke pesta atau saat bertemu dengan klien sekalipun.

Sepatu ini pastinya aman untuk ibu hamil dan ibu yang menggendong bayi.

4. Training atau Running Shoes

Training shoes umumnya dipakai untuk latihan di gym. Dan running shoes untuk berlari. Meski ada sedikit perbedaan pada solnya, namun keduanya jelas didesain agar nyaman saat beraktivitas tinggi.

Pict : heavy.com

Beberapa kantor bahkan mewajibkan karyawannya untuk menggunakan sepatu ini. Tujuannya agar karyawan memiliki fleksibilitas tinggi sekaligus tetap bergaya casual.

Well, wanita aktif juga musti punya sepatu ini. Bukan cuma untuk berolah raga. Sepatu ini bisa dipakai ke mall atau ketika travelling juga lho.

Ankle Boots

Kamu suka bergaya bohemian? Wajib, punya ankle boots. Biasanya saya memilih ankle boots dengan heels 5 cm. Kamu bisa juga memilih ankle boots dengan platform heels yang lebar, sehingga tidak menyulitkan untuk berjalan.
ankle boots
Pict : timberland.com

Meski sedikit terlihat
boyish, ankle boots ini jauh lebih bergaya daripada wedges. Memadu padankannya juga mudah baik dengan short, jeans atau skirt.

Buat kamu wanita yang aktif dan memiliki mobilitas tinggi, 5 sepatu di atas wajib kamu punya. Sepatu bukan cuma sekedar alas kaki, tetapi juga menunjang produktivitas saat bekerja, sekaligus bergaya.

Jangan kaget, kalau kamu punya banyak koleksi sepatu. Apalagi buat wanita. “Event yang ini, pakai sepatu ini, event yang itu pakai sepatu lain lagi”. Ya, kan?

Makanya, musti cermat dalam memilih bahan dan jenis sepatu yang akan kamu beli. Supaya lebih awet! Dan pandai-pandai cari diskon juga. :)

Nah, kalau kamu, sepatu apa sih yang wajib dipunya?

Auto Post Signature