Showing posts with label THE HIGHLIGHTS. Show all posts
Showing posts with label THE HIGHLIGHTS. Show all posts

Perhatikan Hal Ini! Ketika Blogger Menghadiri Undangan

11.10.17
Sebelum aktif menjadi blogger, saya pernah bekerja sebagai reporter radio. Tugas blogger dan reporter hampir memiliki kesamaan. Ketika menjadi reporter, saya melakukan peliputan berita (news gathering) kemudian melakukan penulisan berita (news writing) dan dilanjutkan dengan melaporkan kepada pendengar baik live on air maupun tapping (rekaman)

Begitu pula ketika menjadi blogger. Perbedaannya terletak pada media yang digunakan untuk menyampaikan pesan/ informasi yakni blog milik pribadi.


Ketika menjadi blogger, sering kali kita mendapatkan undangan baik dari personal maupun instansi. Biasanya, kita diminta hadir pada acara launching product, press conference, workshop, event musik dan lain sebagainya.

Membawa predikat blogger tentu tidak boleh sembarangan. Meskipun belum ada kode etik atau dewan khusus yang mengaturnya, namun secara normatif blogger juga dibatasi oleh norma-norma dan etika. Hal ini perlu diperhatikan, karena blogger pun juga merupakan profesi profesional.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan blogger ketika akan datang ke suatu acara atau memenuhi undangan

📖 1.[ Sebelum Berangkat ]

a. Memastikan Acara, Waktu, Tanggal dan Tempat Pelaksanaan.

Invitation kadang dikirimkan dalam bentuk fisik , email, telpon, atau pesan teks. Penting bagi blogger untuk mengecek 5 W +1 H sebelum datang ke acara.

Acara Apa
Siapa yang mengundang
Kapan acaranya
Di mana acaranya
Mengapa diundang (tugas liputan saja, atau harus live tweet/story, dsb)
Bagaimana rules acara (dresscode yang digunakan, boleh ajak anak atau tidak, dsb)

b. Persiapkan Kartu Nama

Terkadang blogger yang hadir akan dimintai kartu nama, untuk sekedar syarat administrasi atau bisa juga digunakan untuk doorprize.

Bagi saya kartu nama harus selalu tersedia di dompet. Sering kali di suatu event kita bertemu dengan orang/rekan baru. Bertukar kartu nama memberikan kesempatan untuk memperluas networking.
📖 2. [ Saat Menghadiri acara]

a. Mengisi daftar hadir (jika ada)

b. Duduk menunggu atau mencari tuan rumah

Tidak bisa dipungkiri seringkali acara terlambat di mulai. Kita dapat menemui tuan rumah yang mengundang untuk menunjukkan bahwa kita hadir di acara tersebut. Sambil menunggu kita juga dapat menyapa blogger lain dan berkenalan atau sekedar bertukar kabar dengan blogger yang kita kenal.

c. Ikuti jalannya acara dengan baik. 

Jika diperlukan kita dapat meminta sesi wawancara khusus untuk melengkapi data atau informasi yang kita butuhkan.

d. Meminta Press Release

Press realease adalah ulasan informasi, berita, atau data yang umumnya dalam bentuk tertulis yang dikeluarkan oleh perusahaan (atau Public Relation) yang bertujuan memberikan informasi mengenai event, keadaan atau hal penting lainnya.

*Press Release kadang diberikan saat mengisi daftar hadir

f. Dokumentasikan acara. 

Baik dalam bentuk foto maupun video yang berguna bagi kelengkapan konten di blog.

Aktivitas Blogger Solo Mendokumentasikan Menu Sebuah Restaurant
g. Menikmati hidangan yang disajikan

Tidak perlu jaim atau malu. Jika memang ada sajian yang disiapkan untuk tamu, ambil saja secukupnya.

f. Berpamitan sebelum pulang.

Ada kalanya kita tidak dapat mengikuti acara hingga selesai. Sehingga kita perlu pamit undur diri pada pemilik acara, sembari mengucapkan maaf dan terima kasih.
  
📖 3. [Setelah Menghadiri Acara ]

a. Backup data

Data tertulis, foto dan video yang kita dapatkan segera di backup di tempat yang aman. Agar mudah  ditemukan ketika akan digunakan.

b. Segera tunaikan tugas

Jika kita terikat akan kontrak atau kewajiban tertentu setelah peliputan, segera kerjakan tugas tersebut. Perhatikan deadline yang diberikan. Jika waktu kita memiliki cukup banyak, tulisan yang dihasilkan akan lebih berkualitas.

Hal-hal di atas terlihat sepele atau mudah dilakukan. Namun, sering kali karena kita terlalu excited diundang atau karena bertemu banyak blogger yang sudah dikenal, kita menjadi asyik sendiri tanpa memperhatikan esensi dari acara tersebut. 

Seperti pernyataan sebelumnya, agar kita dinilai profesional kitapun harus bertindak profesional.

Memilih PAUD yang Tepat Bagi Anak

3.10.17
Di usia si kecil menginjak 2 tahun 7 bulan, akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan dia ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini ) atau Kelompok Bermain. Sebelumnya, saya telah lebih dahulu melakukan berbagai riset terkait tingkat kognitif, afektif dan psikomotorik si kecil. Apakah sudah layak dan selaras dengan rekomendasi pemerintah terkait PAUD. Anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No 20/2003 ayat 1 adalah anak usia 0-6 tahun.


Di Indonesia, PAUD dijabarkan sebagai pendidikan awal untuk mengembangkan moral dan agama, motorik halus, dan kasar, kecerdasan, sosio emosional dan komunikasi, sesuai dengan tahapan perkembangan anak ( Permendiknas No 58 Tahun 2009).

Berdasarkan hasil evaluasi dan di dukung berbagai pertimbangan saya dan suami sebagai orang tua, akhirnya kami mantab memasukkan si kecil ke sekolah.

Namun, tentu saja ketika memilih PAUD yang "dirasa" tepat, memang tidak mudah. Ada berbagai aspek yang kami pikirkan.

Enam hal yang diperhatikan dalam memilih PAUD

1. Lokasi Dekat Rumah


Hal ini menjadi pertimbangan, agar lebih efektif dan efisien dalam mengantar dan menjemput anak ke dan dari sekolah. Faktor emosional lainnya, saya merasa lokasi sekolah yang dekat dengan rumah akan membuat hati saya sebagai ibunya menjadi lebih tenang. Paling tidak jika terjadi "sesuatu" saya atau ayahnya dapat segera menuju lokasi.


2. Lingkungan  Sekolah


Kondisi sekolah menjadi pertimbangan yang besar. Hal ini terkait 
a. Lingkungan dalam sekolah (ruang kelas, fasilitas, permainan yang disediakan, keamanan sekolah)
b. Lingkungan di luar sekolah (akses dengan jalan raya, aktivitas tetangga sekitar sekolah)


3. Kurikulum Pengajaran


Saya memahami bahwa si kecil tidak perlu menjadi mahir berhitung, apalagi membaca di PAUD.

Namun, salah satu catatan penting sebagai orang tua, saya ingin agar si kecil mendapatkan bimbingan terkait agama dan moral. Minimal sekolah mengajari mereka bermacam-macam doa harian, sembahyang, mengenal alquR'an dan lain-lain. Sehingga apa yang diajarkan di rumah dapat selaras dengan di sekolah.

4. Pengajar


Terkait pengajar ada beberapa hal yang saya perhatikan :

a. Pengajar adalah lulusan / sarjana pendidikan PAUD. Atau minimal dipimpin oleh sarjana PAUD, agar pelaksanaan belajar dan mengajar memang sesuai dengan standar pendidikan.

Pict : theodysseyonline.com

b. Seluruh pengajar adalah WANITA. Ini adalah pertimbangan subyektif saya, karena melihat berbagai pemberitaan di media, saya cenderung percaya dengan pengajar wanita dibanding laki-laki untuk mengajar anak saya di PAUD.

c. Rasio jumlah pengajar dan murid. Jangan sampai 1 guru mengajar 20 anak. Hal ini akan mengurangi efektivitas mengajar dan pengawasan terhadap anak. Terlebih usia anak balita masih membutuhkan pengawasan ketat.

5. Fasilitas Pendukung


PAUD tempat anak saya bersekolah saat ini menyediakan snack dan makan siang. Selain itu, karena keterbatasan waktu yang saya miliki, si kecil dapat di sekolah hingga pukul 12.30. Sekolah sekaligus melayani jasa daycare.


6. Biaya yang terjangkau


Dengan berbagai tuntutan di atas, apakah kita akan mendapatkan PAUD dengan biaya murah?
Ya, saya harus pandai-pandai memilih PAUD berkualitas dengan SPP terjangkau.

Pict :peoplegist.com

Saya melakukan survey hingga ke 5 sekolah. Beberapa sekolah membebankan uang gedung yang tidak sedikit bahkan hingga 10 juta rupiah. Nominal sekian tentu tidak murah. Saya harus jeli dalam menghitung efektivitas anggaran. Bahasa mudahnya, "apakah biaya semahal itu sebanding dengan pengajaran yang akan anak saya terima?"

Akhirnya setelah menghitung baik-baik, saya menemukan PAUD dengan biaya masuk hanya 1 juta rupiah (termasuk buku, seragam, dan biaya fasilitas) dan SPP perbulan Rp 220.000,-(sudah termasuk biaya makan)

Memilih PAUD memang tidak mudah, apalagi ini adalah kali pertama saya mempercayakan tanggungjawab anak kepada orang lain di luar keluarga. Saya melakukan trial error selama satu pekan. 

Setelah satu pekan masa penjajakan, saya melihat si kecil merasa nyaman di sekolah. Dia selalu bersemangat ke sekolah setiap hari senin hingga jumat pukul 08.00 hingga 12.30. Meski demikian saya selalu memantau aktivitasnya di sekolah, baik melalui gurunya atau berkomunikais langsung dengan anak. Semoga sekolah PAUD ini tepat bagi anak saya.

LIBERICA - High-end Boutique Coffee Shops

13.4.17
“ a Morning without coffee is like sleep”
"Coffee has given me unrealistic expectations of productivity" 
Menyeduh kopi adalah kebutuhan, begitu kata banyak orang. Meski saya tidak termasuk di dalamnya, namun melihat 78% orang Serbia mengatakan mereka tidak bisa memulai hari tanpa kopi di pagi hari, kopi menjadi semacam ritual tidak ubahnya dengan sembahyang.

Liberica Solo

Kopi bukan lagi hanya seduhan cangkir rumahan, atau gelas putih bening di warung kopi sembari menikmati singkong rebus dan rokok kretek. Mereka yang berdasi, para pekerja, bos-bos yang melakukan rapat mengubah ritual kafein menjadi penggambaran akan kondisi keuangan pribadi dan bagaimana sesorang menggunakan uang (Cooper, 2014). Coffee is a lifestyle

Coffee is one of the most widely consumed beverages in the world today (ecf-coffee.org). Tidak mengherankan mengapa kemudian muncul extraordinary coffee shop, yang menjual “bukan hanya sekedar kopi”

Pertumbuhan bisnis yang pesat beberapa tahun terakhir di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia, Liberica akhirnya tiba di Kota Solo, di dua lokasi sekaligus di Alila Hotel dan The Park Mall.
Liberation, Rebelious and Freedom, Liberica memberika persepsi sebuah kebebasan dalam secangkir kopi. Penarik penat dan kegelisahan terlebih jika menikmati kopi bersama kawan di akhir rutinitas harian.


Liberica pun mengingatkan saya, pada Kopi Liberika yang dihasilkan oleh tanaman Cofea Liberica. Liberika diambil dari nama tempat ditemukannya jenis kopi ini yakni di daerah Liberia. Tahun 1878 Belanda membawa kopi liberika ke Indonesia untuk menggantikan tanaman kopi arabika yang rusak terserang penyakit karat daun atau Hemelia vastatrixi (HV). 

Kopi Liberika terbukti lebih tangguh. Hal inilah menjadi salah satu core value dari Liberica, bahwa mereka didukung oleh individual yang kuat dan solid yang siap memberikan great service dengan atmosfir interior tempat yang menyenangkan, dan tentu saja coffee beans berkualitas. Liberica layak disebut high-end boutique coffee shop.


Liberica Solo

What’s new?

Well, saya bersama Komunitas Blogger Solo yang diundang siang itu di Liberica Alila Hotel, menyempatkan untuk ngobrol dengan Mas Rama Fauzi, Marketing Communication dari Liberica. Tepat seperti yang saya duga, bahwa kebanyakan dari konsumen Liberica datang just enjoying a coffee & snack. Padahal Liberica punya paket lengkap untuk memuaskan pelanggannya yakni environment, coffee choice,branded dan juga good foods.

Liberica Solo


Maka kemudian Liberica memperkenalkan menu baru mereka. Dengan misi, Appetizer, Main Course dan Dessert pilihan mereka, layak dinikmati pelengkap nikmatnya kopi.

Sebagai orang Solo asli, menu masakan Liberica, pas di lidah saya. Asin ya asin, manis ya manis. Tidak mengambang. Beberapa diantaranya adalah kesukaan saya, dimana sekali merasakan, buktinya rasanya masih saya ingat hingga sekarang.

Appetizer di dominasi dengan olahan ayam, Crispy Chicken Wings dan Japanese Chrispy Kara-Age. Kedua menu ini terasa gurih dan renyah. Bisa dinikmati dengan saos atau mayonase. 

Menu di Leberica

Liberica Solo
Crispy Chicken Wings - Warnanya yang memang coklat kehitaman adalah warna asli dari Dip the Crispy Chicken Wings dalam saus khas Liberica
Liberica Solo
Japanese Chrispy Kara-Age - Keunikan rasa Jepang diperoleh dari saus dip Wasabi Mayonnaise


Siapa yang mau menolak lezatnya ikan laut ber-Omega 3 tinggi. Pan- Fried Salmon, ikan salmon goreng yang disajikan dengan Garlic Butter, Potato Wedges, House Salad dan Chiness Dressing

Liberica Solo
Pan Fried Salmon
Nasi Campur. salah satu masakan di Indonesia, yang sebagian orang menyebutnya dengan Nasi Rames, tentunya nasi dihidangkan dengan banyak variasi lauk seperti telur balado, rica-rica, oreg tempe, ayam suir bumbu kari, daging sapi suwir bumbu semur, serta tak lupa krupuk bawang.

Liberica Solo
Nasi Campur - Cita rasa Indonesia tidak pernah salah

Check beberepa Main Course menggugah selera lainnya..

Liberica Solo
General Tso's Chicken - Salah satu masakan cina terpopiler di Amerika. Saos General Tso, membuat olahan ayam ini kaya akan rasama manis, asin dan gurih

Liberica Solo
Thailand Chicken Skewer- Disajikan dengan Pilaf Rice, nasi goreng dengan paprika dan bawang bombay
 Teknik masak Sous Vide digunakan untuk memasak daging ayam. Dimana daging ayam dimasukkan dalam kantung vakum, yang direbus selama beberapa jam hingga daging menjadi matang dan lembut, dan jadilah Chicken Crispy Rosemary.

Tempat makan di Solo
Chicken Crispy Rosemary- yang dimasak dengan teknik Sous-Vide. Disajikan dengan Rosemary dan Coleslaw

Tempat makan di Solo
Chili Salt & Pepper Fish - Olahan ikan dory ini betul-betul gurih dan wangi aroma sereh. Super yummy

Setelah menikmati sajian Main Course, saya mencoba pencuci mulut khas Liberica. 
"On a restaurant menu plated desserts are listed last, of course, because they come after all the other courses. But, in dining rooms throughout the world, desserts are not considered less important because of it. Everyone has a different outlook on what desserts should consist of and many restaurants forget the main purpose of offering them on their menu." (bakersjournal.com)
Tapi buat saya dessert, bisa dinikmati kapan saja, di awal, di tengah, di akhir. Dessert seperti tombol pause, dimana lidah bisa mencoba merakan variasi rasa yang lain.

Salah satu menu dessert yang saya rekomendasikan dari Liberica adalah Red Velvet. This iconic cake is a masterpiece of flavors, textures, and frosting.

Tempat makan di Solo
Red Velvet


 Sulit untuk tidak mengatakan bahwa i had a wonderful afternoon. Tempat yang cozy, tuan rumah yang ramah, staf yang hangat , sajian yang lezat serta teman-teman yang menyenangkan. Saya mendapatkannya di Liberica.
"Stop by to relax at a quiet table or to hang out with friends over a delightfully robust freshly brewed coffee" (Liberica)
Komunitas Blogger Solo

Liberica

Alila Hotel
Jalan Slamet Riyadi No 562
+62 271 7461547

 The Park Mall
 Ground Floor, Jl. Ir. Soekarno, Solo Baru

+62 271 7891276

Reference :
Cooper, Lindsay.,et al .(2014) . Consumer Behavior of Coffee Drinker


Tempat makan yang bagus di Solo.

Tempat makan berkelas di solo. Menu di Liberica Solo. Harga menu di Liberica Solo. 
Tempat makan mewah di Solo

Auto Post Signature