Dolpin Dolanan Pintar, Mainan Edukasi Seksualitas Untuk Anak

12.10.19


Waktu saya kecil dulu rasanya malu kalau berdiskusi dengan orang tua perihal tubuh. Apalagi ketika masa pubertas, menceritakan perubahan besar di badan tidak bisa leluasa. Rasanya orang tua juga kurang terbuka dan cenderung mengalihkan topik jika diajak berdiskusi. Tabu, kalau orang tua bilang.

Akhirnya sebagai remaja yang penuh rasa ingin tahu, saya biasanya ngobrol dengan teman sebaya untuk bertukar cerita. Atau curi-curi informasi dari majalah anak muda. Topik seksualitas salah satu yang menarik untuk digali. Meski begitu, tidak banyak media yang membahasnya dengan mendetail. 

Era internet mempermudah mendapatkan informasi yang diinginkan. Itu mengapa, sebagai ibu milenial saya menghadapi tantangan besar. Saya memiliki kekhawatiran tersendiri, jika anak justru belajar mengenal dirinya bukan dari orang tuanya. Informasi yang didapat tidak selalu benar, sementara kemampuan pemahaman anak masih terbatas.

Pendidikan Seksualitas Untuk Anak


Pendidikan seksualitas sering kali dipahami sebagai informasi aktivitas seksual persenggamaan. Maka tidak jarang, orang tua risih mengedukasi mengenai hal ini. Elly Risman, Psi, psikolog dan ahli parenting dari Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH) menjelaskan bahwa pendidikan seksualitas merupakan pendidikan yang mencakup tentang bagaimana seorang anak diajarkan cara berpikir, cara bersikap, merasakan kasih sayang orangtua, merespon kasih sayang, mengekspresikan diri, yang akan membentuk harga dirinya kelak.

Mengapa penting mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak?


Ternyata anak zaman sekarang tumbuh lebih cepat dari generasi orangtuanya. 

Berdasarkan data YKBH menunjukkan  bahwa 48% anak laki-laki usia 10-11 ternyata telah mengalami mimpi basah. Dan 52% anak perempuan usia 9 tahun telah mengalami menstruasi. Mengapa hal ini terjadi?  Makanan bergizi baik yang dikonsumsi anak, serta rangsangan kasih sayang keluarga yang cukup ternyata menjadi salah satu penyebab hormon testosteron pada anak meningkat lebih cepat.

Anak yang baligh lebih cepat ini, ternyata tidak diimbangi dengan pertumbuhan sel-sel otak anak yang belum bersambungan dengan sempurna sehingga mereka tidak mengerti tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuhnya.

Maka di sinilah peran dari pendidikan seksualitas itu. Yakni membekali anak mengenai informasi yang benar terkait tubuh mereka, sehingga anak lebih siap dengan perubahan tubuhnya serta berbagai konsekuensi tanggungjawab dan sosial yang menyertainya.

Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Pendidikan Seksulitas?


Kapan sebaiknya mulai memberikan pendidikan seksulitas untuk anak ? Jawabannya adalah sedini mungkin. Kita bisa mulai memberikan edukasi saat anak berusia 3-4 tahun. Anak usia balita mulai memperhatikan tubuhnya, serta melakukan perbandingan antara perempuan dan laki-laki. Mengapa perempuan memakai anting dan berambut panjang? Mengapa laki-laki memiliki penis? Dan berbagai pertanyaan penuh rasa ingin tahu lainnya.

Munculnya pertanyaan-pertanyaan semacam ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memberikan dasar pemahaman mengenai seksualitas. Berikan informasi secara bertahap sesuai dengan usia anak. Bisa dimulai dengan memberi tahu bagian tubuh anak dengan nama yang benar. Laki-laki memiliki penis, perempuan memiliki vagina. Bagian tubuh seperti dada, pantat dan alat kelamin adalah bagian tubuh privasi sehingga tidak boleh ditunjukkan dan disentuh orang lain.
Lalu apa fungsi masing-masing bagian tubuh. Bagaimana cara membersihkan organ intim, dan lain sebagainya.

Semakin anak bertambah usia, tentu edukasi seksualitas akan lebih luas. Anak usia sekolah dasar mulai diajari bagaimana masing-masing peran dalam keluarga. Lalu mengenalkan tentang menstruasi dan mimpi basah sebagai pertanda perubahan hormon pada tubuh seseorang. 

Orang tua dituntut aktif dalam mendampingi anak menuju usia pra remaja-hingga remaja. Seperti yang kita tahu, bahwa usia remaja sangat rentan karena perubahan hormon dan rasa ingin tahu yang besar. Anak yang tidak cukup edukasi, akan mencari informasi dari media yang salah dan akan berbahaya jika justru mengenal terpapar pornografi karena ketidak tahuannya.


Memberikan Pendidikan Seksualitas Melalui Dolpin - Dolanan Pintar


Saat ini saya memiliki perhatian cukup besar dalam memberikan pendidikan seksualitas untuk Lila yang berusia 4,5 tahun. Alhamdulillah saya menemukan Dolpin (Dolanan Pintar) yakni sebuah mainan bertema kesehatan tubuh, kesehatan reproduksi serta hubungan berbasis keluarga untuk anak usia 5-9 tahun di Indonesia. Dolpin lahir sebagai bentuk kepedulian Tulodo Indonesia terhadap banyaknya kasus kekerasan seksualitas terhadap anak, yang sebenarnya dapat dicegah salah satunya dengan memberi edukasi mengenai seksualitas sejak dini.

Dalam satu box Dolpin - Dolanan Pintar terdapat 3 buah buku cerita bergambar, 2 lembar kertas diorama, dan set karakter Dolpin yang terdiri dari : karakter Dolpin, 6 buah kancing, 6 lem serba guna, 6 stik ice cream, 6 stiker bulat dan 6 plastisin.



Memiliki Dolpin, betul-betul memberikan saya inspirasi dan memacu kreativitas saya dalam memberikan pendidikan seksualitas. 
Jadi mainan ini baiknya tidak serta merta diberikan ke anak begitu saja. Tetapi orang tua mendampingi anak ketika bermain sembari bercerita dalam upaya memberikan edukasi ke anak.

Di dalam kotak Dolpin terdapat buku cerita bergambar terdiri dari tiga judul yang berbeda : ini tubuhku, lindungi tubuhmu dan saat aku di tempat umum.
Ini Tubuhku memberikan edukasi mengenai bagian-bagian tubuh dan bagaimana melindungi bagian tubuh yang vital. Lindungi Tubuhmu, mengedukasi bagaimana anak melindungi tubuhnya yang pribadi dari orang lain. Sehingga anak dapat lebih waspada jika ada orang lain akan bertindak kurang ajar pada anak (seperti memegang tubuh anak sembarangan). Saat Aku di Tempat Umum, memberikan wawasan bagaimana anak sebaiknya bersikap di tempat umum termasuk dengan orang yang tidak dikenal.

Dengan adanya buku cerita bergambar, saya menjadi mudah untuk bercerita. Buku ini menjadi panduan untuk saya mengenai hal-hal apa saja yang harus saya sampaikan ke anak. Anak saya Lila juga terlihat senang karena seolah "didongengi" oleh ibunya. Materi tidak berat dan dilengkapi dengan gambar ilustrasi.



Karakter manusia (karakter Dolpin) yang disusun sendiri ini menjadi proyek kolaborasi saya bersama Lila. Sembari menyusun bagian-bagian tubuhnya dengan lem dan stik ice cream, saya juga menunjukkan bagian-bagian tubuh dan apa saja fungsinya ke anak.



Dolpin- Dolanan Pintar ini bisa dibilang menyajikan permainan yang cukup lengkap dan menyenangkan. Orang tua dituntut kreatif memanfaatkan mainan serta komunikatif dalam bercerita dengan anak.

Mainan ini bukan hanya menjadi media edukasi, tetapi Dolpin juga membantu mempererat bonding saya sebagai ibu dengan anak melalui aktivitas bercerita. Anak menjadi lebih terbuka dan bisa diajak berdiskusi.

Harapan saja, semakin banyak orang tua yang memiliki Dolpin -Dolanan Pintar. Agar aktivitas edukasi seksualitas kepada anak menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Informasi mengenai Dolpin, dapat dilihat di : Intagram : www.instagram.com/dolpinid


See you on the next blogpost.






Thank you, 

23 comments on "Dolpin Dolanan Pintar, Mainan Edukasi Seksualitas Untuk Anak"
  1. Lucu ya namanya. Semoga harapannya terkabul dan membawa kebaikan bagi keluarga Indonesia

    ReplyDelete
  2. Waah 52% anak perempuan mens di usia 9 th? Duuh anakku hampir mencapai usia itu. Dolpin ini menarik ya kitabjadi ngga bingung kasih sex education ke anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti sudah bersiap-siap ya mbak untuk memberi edukasi yang tepat

      Delete
  3. Iyaya dulu tuh aku jg malah malu klo nanya ke ortu. Tertutup. Tapi kan informasi nggak sederas skrg ya mba. Takutnya malah nyari tau sndiri dan salah. Penting edukasi macem gini sambil dongeng, anak2 drmh pasti suka deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, dulu masih yang sembunyi2 gitu cari tahu di warnet mbak

      Delete
  4. Waah terobosan baru nih ada yang punya ide captain dolpin. Jadi bisa menerangkan perbedaan laki laki Dan perempuan dengan mainan ini ya mbak. Sambil dolanan sambil belajar secara tidak langsung

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya biasanya anak lebih paham kalau ada mainan sebagai mediasinya..jadi meluruskan imajinasi mereka yang belum konkret

      Delete
  5. wahh aku jadi kepo nih sama dolpin...meluncur dulu ah ke IG nya...Kayaknya menarik dan penting nih buat edukasi anak2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mangga mapir mbak dan cari tahu dolpin ini lebih lengkap

      Delete
  6. Pendidikan sex ke anak ini memang PR banget dan nggak gampang banget. Sama anak-anakku di rumah aku ya masih belajar dan masIh takut-takut salah. Kalau ke Najwa (8 tahun) aku sudah jelaskan nama alat kelamin, bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali ibu dan dirinya sendiri, menstruasi dan siapa yang boleh membantu, atau siapa yang bisa dimintai bantuan.

    Itu pun ngos-ngoan banget milih kata-katanya. Dan selama ini nggak punya alat peraga jadi kayak cuma ngawang. Untung ya, sekarang ada alat penunjang seperti Dolanan Pintar ini. JAdi anak ada gambaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, pakai dolpin ini membuat aku terbantu. tapi tetep ya, ibunya juga ahrus belajar. jadi ketika bercerita juga gak muter2 jelasinnya

      Delete
  7. Aku tertarik nih sama mainan edukasinya. Kadang2 suka bingung loh kalau anak nanya hal yang menyangkut tentang seksualitas, cara jawabnya gimana, kata2 yang sesuai untuk usianya seperti apa. Kalau lewat mainan edukasi gini kan enak ya

    ReplyDelete
  8. Bener bngt jangan tabu istilahnya ya klo edukasi sex pd anak srjak dini hrs diajarksn begitupun akuh teh anakku dua2nya mondok udah dibekali alhamdulillah

    ReplyDelete
  9. Mainannya pas ini waktunya buat anakku. Secara aku masih dikit ngajarin ttg tubuh ke anak. Bisa jadi media menarik ini ya mak biar anak paham. Meluncurrrr

    ReplyDelete
  10. Mungkin dulu aku termasuk anak yang minim banget edukasi tentang bagian tubuh (khususnya area sensitif) oleh orangtuaku

    Makan dari itu aku tidak mau hal itu terjadi sama anakku, karena perkembangan pergaulan yang makin wow, jadi sebisa mungkin anak diedukasi sedari dini.. Btw aku langsung meluncur ke IG nya mbak

    ReplyDelete
  11. wah kayanya anak anak aku juga butuh mainan edukasi dari dolpin ini deh. bagus banget ya untuk main sambil belajar. mangajarkan tentang pendidikan seksualitas emang ngga mudah ya mak.. huhu. makasi sharingnya yaaaa

    ReplyDelete
  12. makasih infonya, mba...langsung meluncur ke IG nya.
    anakku udah hampir 8 tahun nih, baru aku kasi tahu sekilas-sekilas aja..

    ReplyDelete
  13. Ortuku juga termasuk yang kurang terbuka urusan seks edukasi. Makanya aku jadi cari tau sendiri semuanya mba. Waktu menstruasi pertama kali pas kelas 6 SD aja aku bingung sampai minder ketemu orang-orang, padahal kan itu wajar.

    Bagus nih dolpin dolanan pintarnya, jadi bisa mengajari anak tanpa canggung soal seksualitas ya. Peer buatku juga nih buat ajarin anakku kelak.

    ReplyDelete
  14. Masya Allah makasi sharinya, pas banget lagi nyari buku tentang seksualitas atau melindungi diri bagi anak ini. Bukan bermaksud ga mau disentuh anaknya cuma sebagai antisipasi kan zaman sekarang itu berbahaya... aku perlajari dulu lagi si dolpin ini bagus sih, gampang ngaharinnya dan anak paham

    ReplyDelete
  15. Wah nambah lagi deh media edukasi sambil bermain yang bisa kuberikan ke anak
    Kebetulan juga lagi ambil cuti dari sekolah karena adeknya lahir, pasti dolpin bisa membuatnya jauh dari rasa bosan

    ReplyDelete
  16. wah bagsu banget mainan ini, edukatif sekali

    ReplyDelete
  17. Waahh....9 tahun udah pada mens, ya. lebih cepat dan memang harus diimbangi dengan pemberian edukasi seksualitas sedini mungkinn. Btw, menarik banget nih Dolpinnyaaa. Pingin belii jadinya. :D

    ReplyDelete

You made it all the way here! Thanks for reading. :)
Please leave your comment below. Your comments will be moderated.
(INFO : Sebaiknya berkomentar dengan URL agar komentar tidak menjadi brokenlink dan terpaksa saya hapus)

Auto Post Signature