Tips Menjadi Narasumber Talkshow di Radio

9.1.20
SARA NEYRHIZA

Banyak orang mendapatkan kesempatan untuk diundang sebagai narasumber sebuah talkshow di radio. Talkshow radio sendiri merupakan program radio yang membahas suatu topik tertentu antar 2 orang (1 host dan 1 narasumber) atau lebih dengan durasi tertentu.

Talkshow radio  bisa jadi adalah program reguler  radio, namun bisa juga accidental program karena adanya kesepakatan antara radio dengan pihak tertentu untuk mengadakan suatu talkshow. Hal ini biasanya berkaitan dengan promosi event, atau produk suatu perusahan.

Persiapan Menjadi Narasumber Talkshow di Radio

Jika kamu mendapatkan undangan atau akan melakukan talkshow di radio, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Terlebih untuk kamu yang baru pertama kali melakukan aktivitas ini.

Sebelum Hari H


1. Persiapkan materi yang akan dibahas

Penting bagi narasumber untuk menguasai materi yang akan dibahas pada talkshow radio. Tidak ada salahnya untuk menyiapkan materi tertulis, yang nantinya dapat dibawa saat talkshow berlangsung. Jika dibutuhkan, narasumber dapat memberikan naskah materi dan beberapa highlight pertanyaan kepada pihak radio agar dapat dipelajari lebih dahulu oleh penyiar radio yang nantinya akan bertugas. Sehingga baik narasumber maupu host memiliki cukup pemahaman mengenai topik yang akan dibicarakan.


2. Pastikan detail hari, tanggal, jam serta durasi talkshow

Program di radio sudah diatur sedemikian rupa. Maka sebagai tamu narasumber harus tepat jadwal ketika hadir di studio. Termasuk durasi talkshow tersebut. Sehingga obrolan atau diskusi yang dilakukan bisa tepat dan tidak bertele-tele.

3. Gunakan pakaian yang sopan sesuai dengan identitas radio

Sebuah radio memiliki identitas dan karakteristik masing-masing. Maka penting bagi narasumber untuk memastikan pakaian yang dikenakan sesuai dengan identitas radio tersebut. Misalnya, ketika diundang disebuah radio dakwah, meskipun topik pembahasan bukan mengenai dakwah dan keislaman, namun penting untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan kesopanan.

4. Datang 15-30 lebih awal

Agar dapat mempersiapkan materi dan mental dengan baik, narsumber jangan sampai datang terlambat. Karena sebelum program talkshow radio di mulai, biasanya host akan mengobrol sebentar dengan narasumber hanya untuk sekedar berkenalan, memastikan topik dan materi bahasan dan juga mempersiapkan kelengkapan alat seperti headphone dan microphone serta posisi duduk yang nyaman.

Empat hal di atas, adalah yang sebaiknya dipersipakan sebelum hari dilaksanakan talkshow di radio. Di bawah ini adalah hal-hal lain yang perlu dipersiapakan atau ditanyakan terlebih dahulu kepada host/announcer atau program director sebelum talkshow berlangsung. 

Baja Juga : Penyiar Era Digital, Bisa Siaran Aja Nggak Cukup


Saat Hari H


1. Memastikan durasi acara

Selain memastikan durasi acara, perlu ditanyakan juga jumlah segmen dalam program talkshow yang akan dilaksanakan. Sehingga sebagai narasumber kita akan menyiapkan poin-poin mana saja yang akan disampaikan pada masing-masing segmen.


2. Nama penyiar dan call listener

Agar obrolan terlihat natural, maka kita perlu menanyakan nama penyiar dan panggilan pendengar radio (call listener). Panggilan pendengar ini beragam dan berbeda-beda di tiap radio, seperti misalnya jaka dara, dimas diajeng, sahabat kita, sobat muslim, kawula muda, dan lain sebagainya.

3. Meminta izin jika ingin mendokumetasikan talkshow

Jika ingin mengambil gambar atau video selama talkshow berlangsung, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu. Agar sebagai narasumber dapat berlaku sesuai peraturan yang ada.

4. Matikan atau senyapkan handphone selama talkshow berlangsung

Agar tidak menggangu jalannya talkshow, maka matikan atau mensilent nada dering pada handphone. Microphone di ruang siaran cukup peka dalam menangkap suara, termasuk bunyi notifikasi dari handphone kita.


5. Hanya minum saat break atau jeda iklan

Biasanya sebagai tamu akan disuguhkan minuman/ makanan. Agar tidak menggangu jalannya talkshow, lebih baik minum dan makan hanya pada saat break saja, bukan saat open mic. Pastikan juga tidak meninggalkan sampah di dalam studio siaran.

6. Hindari menyebutkan nama-nama brand lain

Terkadang dalam sebuah obrolan antara announcer dan narasumber karena saking asyiknya, kita keceplosan atau tidak sengaja menyebut nama brand. Hal ini sebaiknya dihindari, terutama bila merek tersebut bukanlah partner kerjasama atau sponsor dari produk atau event yang akan kita laksanakan. Hal ini mengingat radio adalah sebuah media massa, maka segala bentuk penyebutan merek merupakan bentuk iklan.


Demikian beberapa tips dan hal-hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan talkshow di radio. Karena radio bersifat auditif maka sebaiknya saat menjadi narasumber talkshow radio, kita berbicara dengan santai dan jangan terlalu cepat. Agar informasi yang narsumber sampaikan dapat diterima dengan jelas oleh pendengar.

Baca Juga : Menjadi Penyiar Radio yang Baik dan Handal


***
RADIO DAKWAH SYARIAH SOLO

Minggu, 5 Januari 2020 saya bersama Fajrina Addien melakukan talkshow di Radio Dakwah Syariah Solo. Dalam talkshow radio  berdurasi 90 menit ini, kami berdua mengangkat topik "Present Your Best Self" Menemukan Unique Value dari Dalam Diri. Di program yang sama, kami juga melakukan promosi untuk acara workshop yang akan kami lakukan pada 18 Januari 2020.



See you on the next blogpost.






Thank you, 


Emotional Wellbeing and Mental Health di The Late Brunch with Sara Neyrhiza

1.1.20


MENAJAGA KESEHATAN MENTAL


Hay,

Ini postingan pertama di tahun 2020. Alhamdulillah, masih dapat kesempatan untuk bisa menulis dan menuangkan isi pikiran dalam rumah dunia maya ini. Semoga kamu yang sedang membaca tulisan ini dalam kondisi sehat lahir batin.

Ngomongin soal kesehatan, memang setahun terakhir saya fokus dengan masalah kesehatan fisik. Mulai rajin lari, dan mengurangi asupan gula. Tetapi, rasanya saya tidak memberikan perhatian khusus dengan kesehatan mental.

2019 boleh dibilang tahun yang sibuk. Saya mencoba melakukan banyak hal dan bertemu banyak orang baru. Ketika kemudian mengambil tanggungjawab lebih, ada saat di mana saya betul-betul merasa kelelahan. Secara emosi, saya menjadi mudah tersinggung. Merasa banyak hal yang bekerja tidak sesuai kemauan saya. Jika hal ini berlarut, saya mulai merasa tidur tidak nyenyak dan pada akhirnya badan saya jatuh sakit. 

Dulu, saat saya muda, rasanya saya bisa melakukan banyak hal dengan optimal. Tapi yang saya sadari sekarang, dengan bertambahnya usia saya harus semakin bijaksana dalam mengatur prioritas. Kapan harus bekerja, kapan ngurusin keluarga dan kapan bersenang-senang dengan diri sendiri.

Apa yang saya alami, ternyata tidak saya rasakan sendiri. Para perempuan, yang sudah berkeluarga pada khsuusnya, sering mengalami kelelahan dalam melakukan berbagai rutinitas pekerjaan. Rasanya selalu saja ada hal yang harus dikerjakan dan mengganggu pikiran.

Jika perasaan lelah ini didiamkan saja, bukan tidak mungkin berubah menjadi bom waktu yang siap meledak. Jika demikian, siapa yang jadi korban? Tentu saja diri sendiri dan keluarga.

Maka, di awal tahun 2020 ini saya ingin mengajak siapapun perempuan dengan segala kesibukan dan rutinitas hariannya, sempatkan sejenak untuk mengafirmasi diri sendiri. Lihat diri sendiri apa yang kita inginkan, syukuri apa yang kita miliki, lalu kemudian bersemangat meraih apa yang di cita-citakan.

Ketika beberapa waktu lalu mendengar public figure Korea yang melakukan bunuh diri, saya mencoba mencari tahu apa yang ada di dalam pikiran mereka. Betapa kelelahan dan perasaan sendiri dapat begitu menyiksa. Yang kemudian melahirkan perasaan tidak dibutuhkan atau mungkin tidak berguna.


Menjaga Kesehatan Mental


Membuka 2020 ini mari bersama-sama lebih optimis menatap hari depan. Jika memang kita merasa sedang tidak baik-baik saja, cobalah untuk menemukan seseorang yang dapat kita ajak bicara. Temukan sesorang yang menjadi tempat untuk berbagai cerita, termasuk soal kesedihan yang kita rasakan.

Mencoba memahami apa itu kesehatan mental, saya meminta rekan saya Claudia Rosari Dewi, S. Psi, seorang Mental Health and Mindfulness Enthusiast dan Founder of "Beyond Yourself" - 
A Psychological Movement, untuk memaparkan lebih jauh bagaimana menjaga kesehatan mental dan mendeteksi gangguan mental yang terjadi pada seseorang. 

Obrolan bersama  Claudia Rosari Dewi, S. Psi saya tuangkan dalam podcast The Late Brunch with Sara Episode 10 yang dapat kamu dengarkan DI SPOTIFY




Pada akhirnya saya belajar bahwa kita harus selalu peduli pada hidup yang kita miliki. Tuhan melalui tubuh kita baik fisik maupun mental, akan mencoba memberikan peringatan jika ada yang tidak berjalan dengan baik. Bisa dilihat dari kualitas tidur, kontrol terhadap emosi, maupun tanda-tanda fisik seperti cepat lelah, pusing, meriang dan lain sebagainya.



Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk take care of ourselve secara mental.

1. Bicara dengan diri sendiri 

Tidak ada salahnya kita mencoba merefleksikan diri, mengakui apa yang kita pikirkan dan rasakan. Kadang kita terlalu gengsi bahkan kepada diri sendiri. Untuk apa? Bukankah yang paling mengenal kita ya cuma kita sendiri. Maka cobalah untuk berdiam barang sejenak. Kamu pengen apa sih? Kamu kenapa sedih? Kamu kenapa marah?

2.Selau aktif beraktivitas

Jangan biarkan diri kita tidak melakukan apapun dalam waktu yang cukup lama. Saya merasakan betul saat beberapa hari awal setelah melahirkan, saya merasa begitu useless karena tidak bekerja, dan sibuk dengan urusan menyusui, mengganti popok dan lainnya. Hingga lambat laun saya sadar, bahwa otak dan fisik saya harus bergerak, berpikir dan menghasilakn sesuatu.

Mulailah dengan melakukan hobimu atau mungkin berjalan bahkan hanya keluar ke mall, buat dirimu berkeringat.

3. Makan sehat

Rasanya jika kita mengenyangkan perut dengan berbagai junkfood, tubuh seolah memberi sinyal bahwa kita memasukkan sampah. Tubuh terasa berat, dan mungkin juga kita jadi mengantuk berlebihan. Mengapa tidak mencoba memulai hidup lebih sehat. Makan secukupnya, penuhi konsumsi sayur buah dan asupan air.

4. Keep in touch

Tidak ada yang lebih mnyedihkan daripada kesendirian. Maka, mari coba menjaga mental kita tetap sehat dengan terus berinteraksi dengan orang lain. Mencoba bergabung dengan komunitas, mengontak teman lama, atau jangan melewatkan obrolan kala makan siang dengan rekan kerja. Bertukar cerita menjadi asupan bagi jiwa.

5. Terima diri kita apa adanya

Salah satu yang membuat lelah berlebih adalah rasa ingin memeiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Menerima kelemahan bukanlah perkara mudah. Namun, hal ini yang akan membuat hidup kita lebih sederhana dan jujur. Pada akhirnya, potensi yang kita miliki akan lebih terlihat. Jika kita mengakui siapa diri kita yang sebenanrya.

6. Take a break

Jika dunia sudah terlalu melelahkan, cobalah untuk menarik diri sejenak. Istirahat. Ambil jatah liburan ke tempat yang kamu inginkan. Beli barang yang kamu impikan. Atau sekedar rebahan di kamar tanpa memikirkan tanggugnjawab pekerjan. See? Jujur saja hal ini sulit dilakukan oleh para ibu. Kami bekerja 24 jam setiap hari.

Maka, komunikasikan dengan suami atau keluarga, bahwa sometimes you need your time for youself a.k.a me time.

7. Minta pertolongan

So, jangan ragu untuk meminta pertolongan, Jika kamu sedang kelelahan, kamu sedang sedih berlarut-larut. Kamu butuh teman. Mintalah pertolongan. Karena kita hanya orang biasa. If things are getting too much for you and you feel you can’t cope, ask for help. Your family or friends may be able to offer practical help or a listening ear.

Selamat menjaga mental kita. Percayalah kita tidak sendirian dan semua akan baik-baik saja.

Talking about your feelings can help you stay in good mental health and deal with times when you feel troubled.

Mendengarkan episode The Late Brunch lainnya, di bawah ini

MEMBANGUN PERSONAL BRANDING

Bagaimana Cara Membangun Personal Branding? Dengarkan di sini

MENGATASI BULLYING PADA ANAK

See you on the next blogpost.






Thank you, 

Sebagai Praktisi Ilmu Komunikasi, 2020 Stay Focus and Complete the Journey

28.12.19

PRAKTISI ILMU KOMUNIKASI

Senin, 23 Desember 2019 saya diundang sebagai narasumber dalam talkshow peringatan Hari Ibu yang diadakan oleh TA Radio, sebuah radio swasta di Solo. Ketika ditanya oleh Mas febri, penyiar program talkshow tersebut, tentang bagaimana mengatur berbagai kesibukan, saya selalu kekeuh bahwa keluarga adalah yang nomer 1. (Jika Tuhan adalah yang nomer 0)

SARA NEYRHIZA
Menjadi narasumber bersama Renata Owner Pukis Badran dan Deasy Koordinator Komunitas Ibu profesional Solo Raya

Saya menyadari bahwa rezeki yang saya terima, kemudahan saat ini yang diberikan, semua adalah bagian sumbangsih keluarga saya. Terlebih dari suami, yang tidak pernah lelah mendukung dan mengingatkan saya.

Maka, hal ini yang akan saya pegang sampai kapanpun. Bahwa, keluarga saya adalah prioritas teratas. Jika di tahun 2019 saya masih banyak melakukan khilaf, saya tidak akan berhenti berusaha memperbaiki diri.

Apa artinya di luar baik, jika di dalamnya hancur berantakan. Izinkan saya mengutip sata quote dari Ibu Septi Peni Wulandani, Founder Institut Ibu Profesional "Bersungguh-sungguhlah ke dalam, Maka Engkau akan keluar dengan Kesungguhan itu"

Klik di sini untuk mendengarkan live talkshow ini.



INFLUENCER SEMARANG


See you on the next blogpost.






Thank you, 

Happy Soya Oil, Bikin Nggak Takut Makan Gorengan Saat Diet

19.12.19


Setahun terakhir, saya memang fokus menjaga kesehatan tubuh. Salah satu resolusinya adalah mencapai berat badan yang ideal sama ketika masih single dulu. Selama 12 bulan lebih, saya rajin bangun lebih pagi untuk lari keliling komplek. Tidak jauh rute yang saya tempuh, hanya sekitar 1,5 - 2 km setiap harinya.

Selain rajin berolah raga, saya mulai diet mengatur pola makan. Meski banyak referensi mengenai diet seperti diet keto, DEBM, mayo, OCD, food combining, dan lainnya, tetapi saya memilih diet khusus yang nyaman dan tetap bisa makan enak.

Tidak seperti kebanyakan orang yang anti makan ini dan itu, diet ala saya tetap bisa makan tiga kali sehari. Saya bisa makan gorengan, makan nasi, makan daging, namun mengurangi jumlah asupan karbohidrat dan gula. Cara ini saya rasa membuat diet saya lebih nyaman. Meski proses penurunan badan terbilang tidak instan, tapi akhirnya saya berhasil menurunkan berat badan dari 54 menjadi 45 kg dalam waktu satu tahun.


#JanganBerhentiMakanEnak


Sering kali saya melihat teman perempuan saya yang begitu stres menjalani program dietnya. Mulai dari rutin setiap hari ngegym, menghindari makan nasi, gula dan cemilan, bahkan sampai takut setengah mati makan tempe goreng. "Takut minyaknya bikin gendut", katanya.

Karena setiap hari memaksa tubuh terforsir untuk olahraga, dan merasa tertekan karena nggak bisa makan apa yang dia suka, akibatnya justru menjalani diet dengan tidak bahagia. Stres, merasa kelelahan, jenuh, dan akhirnya menyerah sebelum mencapai goal yang diinginkan.

Pada dasarnya, diet nggak semenyiksa itu. Kita hanya perlu mengatur pola makan dengan baik. Makan tetap bisa tiga kali, tapi jumlah kalorinya dibatasi. Kita tetap bisa makan enak lho. Jangan karena diet, terus semua makanan menjadi tawar. Jangan berhenti makan enak, asalkan kita tahu cara memasaknya dengan benar.

Gorengan adalah salah satu kesukaan saya. Selama saya diet, tetep bisa makan gorengan, kok. Hanya saja untuk menggorengnya saya pilih-pilih dalam menggunakan minyak goreng. Saya lebih memilih minyak kedelai dari pada minyak sawit dan minyak kelapa. Soalnya, minyak kedelai itu memiliki kandungan lemak tidak jenuh yang paling tinggi diantara minyak lainnya. Minyak tidak jenuh itu baik untuk tubuh manusia.

Eat Healthy, Eat Happy

Itu kenapa ketika fokus menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan saya tetap bahagia dan tidak stres. Salah satunya karen tetap bisa makan makanan yang saya suka. Untuk menghasilkan makanan yang enak dan sehat, setiap hari saya memakai Happy Soya Oil yang terbuat dari kedalai murni, untuk menggoreng dan menumis masakan. Berdasarkan penelitian yang berjudul Soybean Oil: Production Process, Benefits and Uses in Pharmaceutical Dosage Form dari University of Ege, Departement Teknologi Farmasi Turki menyebutkan bahwa minyak kedelai ternyata memiliki kandungan tinggi Omega3, Omega-6 dan Vitamin E. Asam lemak omega-3 dalam minyak kedelai mampu membantu melindungi selaput sel mata. Asam lemak ini juga berperan dalam menetralisir radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko degenerasi makula. Sedangkan kandungan vitamin E dapat membantu melembabkan, mempertahankan kolagen, serta menyamarkan kerutan dan garis halus pada wajah yang menandakan penuaan dini.





Spaghetti Udang Keju Sambal Matah



Kali ini saya ingin berbagi resep memasak Spaghetti Udang Keju Sambal Matah yang saya masak menggunakan Happy Soya Oil. Menu ini ada kandungan karbohidrat, protein dan lemaknya. Biasanya untuk menambah serat dan vitamin, saya lengkapI dengan segelas jus jeruk atau jus nanas.

Bahan

Spaghetti
1/2 bungkus Spaghetti
1/2 sendok teh garam
5-6 sendok makan Happy Soya Oil
1 siung bawang putih, cincang

Sambal Matah
3-4 siung bawang merah
4 buah cabe rawit
1 batang serai
3 lembar daun jeruk

Udang Keju
200 gram udang, cincang kasar
70 gram keju parut
1 sendok makan maizena
garam secukupnya
gula secukupnya
2 lembar daun bawang
1 telor
tepung terigu
tepung roti

Cara Memasak


Spaghetti
1. Didihkan air dan tambahkan sedikit Happy Soya Oil agar spaghetti tidak menempel
2. Masukkan dan rebus spaghetti hingga empuk
3. Panaskan Happy Soya Oil di atas wajan
4. Tumis bawang putih
5. Tambahkan spaghetti yang sudah di rebus
6. Tambahkan sedikit garam
7. Aduk dan sajikan di atas piring

Sambal Matah
1. Panaskan terlebih dahulu Happy Soya Oil
2. Tumis semua bahan sampai harum, lalu beri sedikit garam dan gula



Udang Keju
1. Campurkan udang dengan keju parut, maizena dan sedikit garam
2. Tambahkan sedikit terigu lalu bentuk pipih seperti nugget
3. Celupkan pada telur dan tepung roti
4. Goreng dengan Happy Soya Oil, dan tiriskan

Sajikan udang keju di atas spaghetty dan topping sambal matah di atasnya.




Bagaimana mudah bukan membuat Spaghetti Udang Keju Sambal Matah? 

Pastinya menu ini mengenyangkan untuk makan siang. Karena meskipun diolah dengan digoreng, tapi saya memilih menggunakan Happy Soya Oil sebagai minyak untuk menggorengnya. Pokoknya meskipun kita sedang diet dan belajar untuk selalu menjaga kesehatan kita #JanganBerhentiMakanEnak Yang terpenting adalah, perhatikan jumlah kalori yang masuk ke tubuh, rajin berolahraga dan #HappyHealthy dengan tidak lupa makan buah serta sayur.



See you on the next blogpost.






Thank you, 

Pelatihan Public Speaking di Solo bersama Sara Neyrhiza

16.12.19
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI SEMARANG


Kali ini saya menjadi trainer dalam Intimate Public Speaking and Personal Branding Workshop yang diadakan oleh Total Upgrade Consultant. Acara berdurasi 7 jam ini diadakan di Solo Technopark pada Sabtu, 7 Desember 2019.

Mengapa intimate? Karena workshop ini memang diikuti peserta dengan jumlah terbatas agar peserta bisa fokus dalam belajar sekaligus mempraktikkan ilmu yang diberikan.
Materi yang saya sampaikan cukup lengkap. Mulai dari memhamai apa itu komunikasi, memahami unsur-unsur komunikasi, melatih suara diafragma, teknik dasar MC, hingga praktik menjadi MC formal yang diikuti semua peserta. Dua jam terakhir, para peserta juga belajar bagaimana mengoptimalkan personal branding melalui digital platform yang mereka miliki.

Semoga dengan mengikuti wokrshop public speaking dan personal branding ini, peserta yang hadir dapat lebih percaya diri dalam berkomunikasi baik secara langsung, maupun mengkomunikasikan skillnya melalui strategi personal branding.

PRAKTISI KOMUNIKASI INDONESIA



See you on the next blogpost.






Thank you, 


Pembayaran Digital dengan QR Indonesia Standard, Cara Milenial Dukung Inklusi Keuangan

9.12.19

Mana yang lebih kamu khawatirkan, ketinggalan dompet atau ketinggalan smartphone? 

Pertanyaan ini saya tanyakan ke lima orang kawan beberapa waktu lalu dalam sebuah obrolan di warung kopi modern. Kelimanya sontak sepakat menjawab bahwa jangan sampai smartphone ketinggalan di rumah. 

"Bisa berabe", katanya. 

Sayapun menginyakan. Rasanya jika tidak ada smartphone di "genggaman" seolah ada rasa ketakutan "fear of missing out", ketinggalan interaksi penting yang kaitannya dengan jejaring dan pekerjaan. Di sisi lain smartphone menjadi alat yang multitasking. Tidak hanya menghubungkan komunikasi antar personal, akses informasi di dunia maya, namun kini telah bertansformasi sebagai penghubung mitra transportasi (layanan ojek online), mempermudah deliverorder makanan dan barang, pemesanan layanan jasa seperti pijat, make up, bengkel dan lain sebagainya, transaksi perbankan juga  menjadi alat transaksi pembayaran.

Saya adalah bagian dari generasi Y atau yang biasa disebut sebagai generasi milenial yang terlahir antara tahun 1983an hingga 1998. Digital native itulah salah satu predikat yang disematkan kepada milenial seperti kami. Dunia digital menjadi keseharian. Menggunakan teknologi seperti internet, komputer dan perangkat mobile dalam memperoleh informasi dan pengetahuan, serta adaptif dalam berbagai kemajuan teknologi menjadi salah satu ciri para digital native.

AIDA to AISAS

Sumber gambar : slideplayer.com
Meski menjadi bagian dari generasi milenial, saya cukup beruntung dapat merasakan fase transformasi teknologi dari analog ke digital. Saat sekolah dasar dulu, saya masih suka asyik berteleponan dengan telepon rumah sehingga hapal betul puluhan nomor telepon kawan. Saya juga merasakan bahwa iklan di televisi yang begitu menggoda sanggup membuat saya langsung menuju ke warung kelontong terdekat untuk membeli produk yang diiklankan. Saya juga mengalami takutnya ketinggalan dompet, dan berdampak susahnya membeli makanan di kantin sekolah atau supermarket.

Era digital telah mengubah perilaku saya sebagai konsumen. Pada teori pengambilan keputusan konsumen, kita mengenal AIDA (Awareness, Interest, Desire and Action) yakni saat saya melihat sebuah produk diiklankan dan kemudian saya tertarik dan merasa membutuhkn produk tersebut, saya akan langsung melakukan aksi dengan membeli produk tersebut di toko. 

Namun, internet dan social media telah mengubah perilaku AIDA ini menjadi AISAS (Awareness, Interest, Search, Action, Share). Yakni, ketika saya melihat iklan suatu produk, kemudian saya tertarik dengan produk tersebut, maka yang saya lakukan kemudian adalah mencari informasi produk di internet. Di internet inilah terjadi interaksi electronic word of mouth di mana kita menemukan informasi produk baik dari produsen maupun dari rekomendasi konsumen yang telah menggunakan produk sebelumnya. Baru setelah saya yakin dengan keunggulan dan terdorong kebutuhan akan pembelian produk itu, maka saya melakukan aksi pembelian. Ternyata proses tidak berhenti di sini. Ada dorongan untuk berbagi pengalaman menggunakan produk melalui internet. Bisa dengan hanya menulis status di facebook, hingga membuat review audio visual di blog dan youtube.

Search dan share menjadi suatu konsep tahapan yang muncul akibat mudahnya mecari informasi dan berbagi lewat sosial media. Itu mengapa AISAS menjadi teori perilaku konsumen era modern.

Cashless to Cardless


Perubahan perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian tentu saja diiringi dengan perubahan dalam mengeksekusi minat beli. Saya bukan hanya tidak mau ribet urusan beli barang, namun, juga pada kemudahan proses pembayaran. Pada penelitian yang saya lakukan pada tahun 2017 berjudul Peran Mediasi Citra Merek dan Persepsi Risiko pada Hubungan antara Electronic  Word  of  Mouth  (E-WOM)  dan  Minat  Beli, para milenial sadar betul akan berbagai risiko bertransaksi digital. Meski demikian kami memiliki ekspektasi yang tinggi akan layanan teknologi pembayaran yang aman dan nyaman.

Belajar dari sejarah, manusia pada zaman dahulu menggunakan sistem barter dalam transaksi finansial. Kemudian sistem barter berubah dan digantikan oleh uang logam dan kertas. Namun, dengan teknologi yang semakin maju, sekarang pengunaan uang logam dan kertas pun mulai tergantikan dengan sistem cashless.

Cashless merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan transaksi finansial yang tidak lagi menggunakan uang tunai (baik berupa logam maupun kertas). Hal ini seiring dengan program pemerintah melalui Bank Indonesia yang telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada tahun 2014. GNNT ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga secara bertahap terbentuklah suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya. 

Maka terbentuklah cashless society yang merupakan cara pandang baru di dalam masyarakat dalam memandang hakikat uang, terkait  penggunaanya dalam bertransaksi. Di mana uang dianggap sebagai sebuah alat, dan bukan entitas fisik semata. Kehadiran uang eletronik juga mendorong aktivitas pembayaran elektronik yang tidak lagi membutuhkan bentuk uang secara fisik atau nyata.

Jumlah pengguna internet sebesar 54,7 persen dari total populasi penduduk Indonesia, menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) dalam survei "Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017", telah mendorong banyak perusahaan financial technology untuk membuat layanan keuangan digital  untuk transaksi pembayaran. Implikasinya kehadiran berbagai aplikasi pembayaran digital secara perlahan juga mengurangi penggunaan kartu seperti kartu debit dan kartu kredit atau cardless. Sebagai pengguna, cardless juga dinilai meminimalisasi potensi kehilangan uang maupun kartu fisik.

Fintech pembayaran seperti GOPAY, OVO, Dana, Doku, Midtrans, juga LinkAja yang merupakan perusahaan patungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  hadir dengan memberikan layanan dompet digital atau digital wallet. Dompet digital ini memungkinkan penggunanya untuk menyimpan uang di aplikasi, kemudian memanfaatkannya untuk transaksi pembayaran di merchant offline maupun online secara real time. Mobilitas digital payment pun lebih cepat untuk bertransaksi, karena dipermudah oleh teknologi yang multichannel antar pengguna maupun merchant.

Salah satu pengalaman bertransaksi yang cukup sering saya lakukan adalah pembayaran di merchant restauran. Menariknya, merchant memberikan cashback yang terbilang lumayan mulai dari 10-50% untuk sekali transaksi. Pada counter kasir restauran sudah dilengkapai dengan informasi QR code payment. Saya tinggal melakukan pemindaian barcode dengan menggunakan aplikasi digital payment. Kemudian saya masukkan nominal pembayaran, dan autorisasi dengan personal password. Tidak membutuhkan waktu lama, maka proses pembayaran selesai.

Perusahaan Jepang Denso-Wave di tahun 1994 membuat QR Code atau kode QR yakni  sebuah kode matriks (kode dua dimensi) . The “QR” -Quick Response,  memuat berbagai informasi di dalamnya seperti teks, nomor telepon, dan alamat URL, yang biasanya diletakkan pada produk untuk menunjukkan informasi tambahan dari produk tersebut. Kode QR telah menjadi salah satu pilihan untuk sistem pembayaran agar transaksi dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan tentunya cashless.

Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia


Jika kita perhatikan pembayaran menggunakan QR code payment saat ini punya mesin dan sistem yang berbeda. Selain itu pembayaran dengan QR code rasanya hanya bisa dilakukan di mall-mall atau restauran besar saja. Hampir tidak pernah saya menemukan pembayaran digital dilakukan di pasar dan masih terbatas di toko atau kedai UMKM/UKM.

Penggunaan QR code pada transaksi pembayaran (dokumentasi pribadi)


Maka sebagai langkah awal transformasi digital di sistem pembayaran Indonesia, Bank Indonesia meluncurkan QR Code Indonesia Standard (QRIS) pada bulan Mei 2019. Kehadiran QRIS memungkinkan pembayaran melalui QR akan terinterkoneksi berbagai instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara serta terinteropabilitas dengan menggunakan satu standar QR Code. 

QRIS akan mampu mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, membantu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital serta memajukan UMKM, yang nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Metode QR code payment sendiri terdiri dari 2 display kode QR di merchant yang kemudian dapat di-scan menggunakan ponsel konsumen. Pertama, statis atau Merchant Presented Mode (MPM). QR code jenis ini ditampilkan melalui stiker atau hasil cetak lain yang dapat digunakan pada tiap transaksi pembayaran. QR Code belum mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar, sehingga pengguna perlu memasukkan jumlah nominal pada aplikasinya. Penjual atau merchant harus memastikan terlebih dahulu apakah sudah mendapatkan notifikasi status transaksi, bila sudah artinya transaksi sudah berhasil. 

Yang kedua, dinamis atau Costumer Presented Mode (CPM). QR Code ditampilkan melalui struk yang dicetak mesin EDC atau ditampilkan pada monitor. QR Code yang berbeda dicetak untuk setiap transaksi pembayaran dan telah mengandung nominal pembayaran yang harus dibayar konsumen.

QRIS ini disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co.1. Pada tahap pengenalan QRIS akan difokuskan pada QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM). Mulai 1 Januari 2020 QRIS akan berlaku efektif secara nasional. Saat ini Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi penggunaan QRIS salah satunya melalui event #feskabi2019 yang diadakan di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada Oktober 2019.

QR Code Indonesia Standard hadir dengan mengusung semangat UNGGUL yang mengandung makna UNiversal, GampanG, Untung, dan Langsung. 

✔️ Universal yakni QRIS dapat berlaku secara nasional dan internasional. Dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan elektronik sehari-hari. 

✔️ Unggul  yakni  pengguna QRIS tidak akan mengalami kesulitan dalam menggunakannya karena QRIS dapat langsung ditaping pada ponsel masing-masing.

✔️ Untung yakni QRIS pun memberi keuntungan kepada setiap penggunanya, baik masyarakat kecil, pengusaha maupun perbankan dan fintech

✔️Langsung (real time) yakni transaksi seketika bisa kita lakukan, tidak hanya transaksi jual beli tapi juga transaksi pembayarannya.

Transaksi menjadi lebih mudah, bukan? Nah, pemberlakuan QRIS bagi Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) juga untuk mengatasi munculnya monopoli bisnis. Bila sudah terstandarisasi nantinya sistem pembayaran ini dapat diawasi satu pintu oleh regulator dengan lebih baik.  



Milenial Mendukung Inklusi Keuangan


Inklusi keuangan adalah keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan produk dan jasa keuangan formal seperti sarana menyimpan uang yang aman, transfer, menabung maupun pinjaman dan asuransi. Di Indonesia, masyarakat yang memiliki keleluasaan akses  dengan jasa keuangan terhitung hanya sebesar 36 persen saja. ( Global Findex, 2014)

Itu mengapa para milenial yang merupakan digital native diharapkan secara aktif mendukung inklusi keuangan. Dengan keberadaan QR Code Indonesia Standard (QRIS) maka akan semakin mempermudah para milenial dalam melakukan transaksi menggunakan uang eletronik. Kabar baiknya akan ada empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina  bekerja sama untuk meningkatkan sistem pembayaran. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan di setiap negara. 

Oiya, jangan lupa! Sebagai pengguna QR code payment kita tetap harus berhati-hati akan pemalsuan kode QR oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai akun pengguna QR code disabotaseyang berujung dengan cyber crime (mengungkap identitas pengguna atau mengganti QR Code berisi virus atau malware).

Maka, setiap stakeholder pada ekosistem pembayaran digital perlu membangun keamanan guna menghindari ancaman kejahatan. Bagi perbankan diharapkan meningkatkan teknologi aplikasi, server, dan sumber daya manusianya.

Berdasarkan informasi yang ditampilkan dalam website resmi OJK, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat kita lakukan dalam bertransaksi aman dan nyaman menggunakan QR code

1. Menggunakan pemindai QR code yang memiliki fitur pengamanan. Pengguna aplikasi juga dimungkinkan untuk melihat seluruh URL sebelum membuka situs web terkait dan melakukan analisis apakah alamat yang dituju cukup aman atau berpotensi membahayakan.

2. Tidak sembarangan melakukan pemindaian pada QR code yang tidak dikenal.

3. Periksa QR code secara fisik, untuk memastikan keaslian QR code. Perhatikan apakah fisik QR code tidak ditutupi dengan QR code lain dalam bentuk stiker atau lainnya. Untuk memastikan, tidak ada salahnya pengguna menanyakan pada merchant apakah QR code tersebut benar.


Yuk, para milenial sukseskan transformasi digital sistem pembayaran di Indonesia. Kita #gairahkanekonomi dengan #pakaiQRstandar dan menjadi bagian dari cashless society. Bertransaksi menjadi lebih aman, nyaman dan efisien serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.









Referensi

Amaly, L., & Hudrasyah, H. 2012. Measuring effectiveness of marketing communication using AISAS ARCAS model. Journal of Business and Management, 1(5), 352-364.
Barry, T. E., & Howard, D. J. 1990. A review and critique of the hierarchy of effects in advertising. International Journal of Advertising, 9(2), 121-135.
Noor Eriza, Zahra. 2017. Peran Mediasi Citra Merek dan Persepsi Risiko pada Hubungan antara Electronic  Word  of  Mouth  (E-WOM)  dan  Minat  Beli  (Studi  pada  Konsumen  Kosmetik  E- Commerce di Solo Raya). Jurnal Komuniti Vol 9 No 1

Situs daring

https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/Bank-Indonesia-Terbitkan-Ketentuan-Pelaksanaan-QRIS.aspx (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://www.itproportal.com/features/digital-payments-in-2018-how-millennials-are-driving-next-gen-commerce/ (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10522 (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190308142700-83-375574/waspada-bahaya-mengintai-di-era-cashless-society (diakses pada 25 Oktober 2019)
https://kumparan.com/venture/perlahan-tapi-pasti-indonesia-kejarmimpi-menuju-era-cashless-society-1551095668506546886 (diakses pada 26 Oktober 2019)
https://keuangan.kontan.co.id/news/bi-luncurkan-qr-indonesia-standar-sebagai-transformasi-digital-sistem-pembayaran (diakses pada 26 Oktober 2019)
https://www.bi.go.id/id/perbankan/keuanganinklusif/program/Contents/default.aspx (diakses pada 26 Oktober 2019)
https://money.kompas.com/read/2019/08/17/113149726/bi-luncurkan-qr-code-berstandar-indonesia (diakses pada 26 Oktober 2019)




See you on the next blogpost.






Thank you, 




Why do I actually need a personal brand at all?

5.12.19


CARA MEMBANGUN PERSONAL BRANDING


Kenapa sih harus membangun personal branding?

Baca Dulu : Personal Branding Bukan Narsis dan Pamer


Kalau sudah mampir ke tulisan di atas, kamu bisa mendengarkan episode terbaru 
The Late Brunch with Sara di Spotify. 
Episode ini membahas apa saja manfaat membangun personal branding dan bagaimana cara memulainya.







“Your brand is what people say about you when you’re not in the room.”
Jeff Bezos (founder of Amazon) 

Membayar Pajak dengan Mudah dan Nyaman di KPP Pratama Surakarta

2.12.19
KPP PRATAMA SURAKARTA

Jika ditanya "apa yang kamu berikan untuk negara?" Maka, saya akan menjawab "Pajak. Pajak adalah kontribusi saya bagi negara".

Mungkin banyak diantara kita yang masih mengeluh untuk membayar pajak. Pajak memang selalu hadir disetiap aktivitas kehidupan. Mulai dari PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ketika membeli makanan atau barang, NPWP (pajak penghasilan), pajak kendaraan, juga pajak hadiah jika saya memenangkan lomba blog. Maka, dana untuk membayar pajak perlu dialokasikan khusus setiap tahunnya. 

Yang jadi pertanyaan kemudian, "Mengapa kita harus bayar pajak?" Sri Mulayani, Menteri Keuangan Indonesia menggunakan perumpamaan pajak seperti tulang punggung di tubuh manusia. Tulang punggung pada dasarnya memiliki peran penting untuk menopang tubuh agar semua organ dan bagian lainnya dapat berfungsi dengan baik. Beliau juga mengatakan jika Republik ini ingin bergerak, berdiri tegak, dihormati rakyatnya dan disegani, maka harus ditopang dengan tulang punggung yang kuat. Kalau rapuh, entah osteoporosis, salah bentuk, maka badan ikut kena dampaknya.

Apakah Semua Orang Wajib Bayar Pajak?


Jika dilihat dari istilahnya, pajak adalah kontribusi wajib orang pribadi dan badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dan digunakan untuk keperluan negara bagi  kemakmuran rakyat. Dari pengertian ini, kita dapat mengetahui bahwa wajib pajak adalah orang pribadi maupun badan (sekumpulan orang) baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

Menurut Eko Budi Setyono, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta, dalam acara Ngobrol Santai Pelayanan dan Manfaat Pajak bersama Kawan Dunia Maya (Kaniya) Blogger Kota Solo pada Jumat, 29 November 2019,   bahwa setiap orang wajib melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) Pajak. Namun, belum tentu membayar pajak, karena nantinya akan ada perhitungan-perhitungan tertentu yang akan memutuskan orang tersebut harus membayar pajak atau tidak.

Apakah semua warga negara Indonesia sudah taat pajak?

Dari acara Ngobrol Santai yang saya ikuti kemarin, saya mendapatkan insight mengenai berapa banyak warga Indonesia yang patuh bayar pajak. Dari 257 juta rakyat Indonesia ternyata hanya 30,08 juta wajib pajak yang terdaftar, 12,7 juta wajib pajak yang melaporkan SPT, dan hanya 1,55 juta wajib pajak yang membayar pajak.

Melihat persentase ini, tentu kita menyadari bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar pajak masih rendah. Padahal, 82,5 % dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) berasal dari pajak. Pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dialokasikan untuk banyak sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, agama, kesehatan, hingga perlindungan sosial. 

Membayar Pajak Secara Online Lebih Cepat dan Mudah

Untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pajak, maka Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Pusat maupun wilayah secara aktif mengadakan berbagai forum untuk berdiskusi dengan masyarakat. Salah satunya sosialisasi mengenai pelayanan pembayaran pajak yang lebih mudah.  Jika dulu kita harus datang ke kantor dan membuat berbagai dokumen yang rumit, sekarang ini kita dapat membayar pajak secara online.

Melalui Aplikasi E-Billing Online Pajak kita dapat lebih mudah  melakukan pembayaran berbagai KAP (Kode Akun Pajak) , KJS (Kode Jenis Setoran) dan NPWP sekaligus, dengan instan, akurat, dan tanpa perlu antre di bank atau KPP lagi.

Pembuatan E-billing dan Kode E-Billing


Berikut ini adalah langkah-langkah membuat E-billing dan Kode E-Billing

I. Membuat Kode Billing atau Id Billing

Untuk pembuatan kode billing ada 7 petunjuk yang bisa dilakukan untuk dapat membuat kode billing atau id billing, yaitu:

1. Melalui aplikasi online pajak yang merupakan satu-satunya application services provider (asp) yang disahkan direktorat jendral pajak untuk membuat id billing berdasarkan surat keputusan pemerintah.

2. Melalui teller bank tertentu yang telah disetujui, yaitu: bank BNI, Mandiri, BCA, dan Citibank. Kita juga bisa melakukannya lewat Kantor Pos.

3. Melalui SSE2 di situs pajak.go.id atau Direktorat Jendral Pajak online.

4. Melalui SMS id billing bagi pelanggan Telkomsel yaitu dengan menekan *141*500#.

5. Melalui layanan billing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP).

6. Melalui layanan di nomor 1500200. Ini berlaku untuk wajib pajak pribadi, dan

7. Melalui layanan Internet Banking.


Membayar Pajak Secara Online


Setelah membuat kode billing, selanjutnya kamu bisa melakukan bayar pajak online e-billing melalui beberapa tempat ini, yaitu:

1. Melalui OnlinePajak yang berlaku untuk nasabah CIMB Niaga dan BNI.

2. Melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

3. Melalui teller bank yang bekerja sama.

4.  Melalui Kantor Pos.

5. Melalui Internet Banking.

6. Melalui agen Branchless Banking.

7. Melalui Mobile Banking. (Hanya berlaku untuk nasabah Bank Pembangunan Daerah Bali).

8. Melalui mesin mini ATM yang berada di seluruh KPP atau KP2KP.


Membayar Pajak Nyaman di KPP Pratama Surakarta

KPP PRATAMA SURAKARTA

Meski membayar pajak dapat dilakukan secara online, namun bagi masyarakat yang masih ragu atau merasakan kesulitan membayar secara online, dapat menuju ke KPP di sekitaran tempat tinggal. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama menjadi salah satu KPP yang mampu memberikan fasilitas kenyamanan dan kemudahan yang unggul bagi masyarakat saat membayar pajak.

KPP PRATAMA SURAKARTA


KPP Pratama Surakarta terbukti berhasil diganjar berbagai penghargaan atas service excellent yang mereka berikan. Salah satunya dengan mengusung kawasan Responsif Gender yakni dengan mewujudkan kondisi kebijakan/ program/ kegiatan pembangunan yang dilakukan dengan memperhatikan berbagai pertimbangan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan. Tidak hanya untuk laki-laki dan perempuan, namun juga dalam perbedaan usia, sosial ekonomi dan suku bangsa.

Pelaksanaa Responsif Gender ini dapat dilihat dari beberapa fasilitas yang disediakan KPP Pratama Surakarta, antara lain :

1. Ruang prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu dengan anak dan disabilitas

KPP PRATAMA SURAKARTA


2. Kamar mandi khusus disabilitas

KPP PRATAMA SURAKARTA


3. Jalur khusus untuk ibu hamil pada anak tangga. Dengan menempatkan stiker sebagai petunjuk bagi lajur khusus ibu hamil



4. Ruang laktasi yang sangat nyaman

KPP PRATAMA SURAKARTA


5.Ruang day care bagi karyawan yang ingin menitipkan anaknya selama mereka bekerja

KPP PRATAMA SURAKARTA


6. Ruang olahraga dan rekreasi

KPP PRATAMA SURAKARTA


7. Ruang poliklinik

8. Ruang transit, bagi karyawan yang mengalami masalah kesehatan dan tidak mampu untuk bekerja di lantai 2

9. Baby Playroom untuk area bermain anak

KPP PRATAMA SURAKARTA



Beberapa fasilitas lain yang tidak kalah baik yakni adanya Galeri UMKM sebagai area untuk mempromosikan produk UMKM. Juga ada area galeri investasi, kantin, masjid, mini ATM, juga perpustakaan dengan koleksi buku yang beragam.

KPP PRATAMA SURAKARTA


Dengan keberadaan berbagai fasilitas unggul ini, harapannya masyarakat khususnya di Surakarta akan semakin nyaman dan tidak segan untuk membayar pajak di KPP Pratama. 

Maka, jika masih banyak masyarakat yang ragu untuk membayar pajak, kini sudah saatnya kita menyadari bahwa pajak adalah komitmen kita sebagai warga negara untuk berkontribusi pada negara. Karena, seluruh iuran pajak yang kita berikan nantinya akan kembali kepada pada kita melalui fasilitas yang kita nikmati setiap hari. 

Pajak Kita Untuk Kita. Bayar Pajaknya, Awasi Penggunaannya.

SARA NEYRHIZA






Referensi Daring

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/11/230842726/sri-mulyani-orang-bertanya-kenapa-saya-harus-bayar-pajak.
https://www.pajak.go.id/id/istilah-umum-perpajakan



See you on the next blogpost.






Thank you, 





Auto Post Signature