V10 PLUS Serum dan Peeling

27.11.17
Mereka yang mengenal saya pasti tahu bahwa saya rajin memakai skin care dan make up. 
Yup, bahkan saya mulai menggunakan keduanya sejak SMP. Awalnya, cuma ikut-ikutan mama yang rajin mengaplikasikan berbagai produk kecantikan. Hingga kebiasaan tersebut akhirnya terbawa hingga saat ini.
Beauty inside and the outside. 
Skin care penting sekali untuk merawat kulit dari dalam. Jika kulit tidak sehat, seberapa banyak make up kita pakai, tetap tidak mampu menyembunyikan kulit yang kusam dan tidak terawat. Atau justru membuat kondisi kulit lebih parah. 

Di sisi yang lain, meski kulit sudah sehat, makeup dasar tetap kita gunakan. Pensil alis dan lipstik misalnya. Jadi antara skin care dan make up tentu saling melengkapi.

Ngomong-ngomong soal skin care wajah, saya rutin menggunakan setiap hari. Seperti moisturizer, sunblock, toner / cleanser, facial scrub dan foam juga night cream. Meski begitu, saya tidak se junkies mereka perempuan korea yang bisa menggunakan lebih dari 13 lapis perawatan wajah, hanya untuk sekedar keluar rumah.

V10 PLUS SERUMS DAN PEELING | SARA NEYRHIZA

Sebenarnya, ada 2 jenis skin care yang saya tinggalkan sejak 2 tahun lalu yakni peeling dan serum. Alasannya, karena produk terakhir yang saya pakai justru membuat kulit saya menjadi "terasa" tipis dan mudah iritasi. Kulit jadi lebih reaktif bila terkena sinar matahari. Selain itu muncul kemerahan seperti ruam. Akhirnya saya menghentikan penggunaan "produk tersebut" dan belum mencari penggantinya.

Apa kegunaan peeling dan serum ?

Peeling adalah produk yang membantu menghilangkan sel-sel kulit mati pada wajah. Sahingga kulit menjadi lebih lembut setelahnya. Selanjutnya, bila sel-sel kulit mati itu hilang, serum yang diaplikasikan ke wajah akan lebih mudah terserap dengan baik.

Serum sendiri merupakan  produk skin care yang memiliki komposisi zat berkonsentrasi tinggi dan dapat meresap hingga ke dalam kulit. Umumnya serum mengatasi masalah keriput dan penuaan kulit.

Akhir-akhir ini, karena beberapa teman beauty blogger menggunakan produk serum dan peeling, saya jadi tertarik untuk kembali menggunakannya. Kurang lebih saya sudah menggunakan produk ini selama 17 hari (per 27 November 2017). Saya rasa, jangka waktu lebih dari 2 minggu ini cukup dapat menunjukkan dampak penggunaanya. Produk yang saya coba adalah V10 Plus Serum dan V10 Plus Water Base Peeling.

V10 Plus Water Base Peeling

V10 PLUS SERUMS DAN PEELING | SARA NEYRHIZA


Tekstur dan Formula

V10 Plus Water Base Peeling ini tidak terlalu pekat hampir seperti gel dengan warna bening. Ketika diaplikasikan ke wajah juga mudah diratakan dan cepat meresap. 

V10 Plus Water Base Peeling mengandung :

a. Ekstrak beras, yang menjadi sumber alami anti oksidan yaitu Tokoferol, Tocotrienols, Gamma Oryzanol, Phytosterol, Polifenol dan Squaene.
Fungsinya : Melawan radikal bebas 
                  : Membantu memperlambat efek penuaan

b. Ekstrak rumput laut, yang berfungsi memperlambat penuaan kulit serta mengembalikan kelembapan alami pada kulit.

V10 PLUS SERUMS DAN PEELING | SARA NEYRHIZA
Tekstur V10 Plus Water Base Peeling
Klaim Produk

1. Mengangkat sel kulit mati
2. Mencegak timbulnya jerawat
3. Membantu regenerasi kulit
4. Membuat make up lebih tahan lama dan alami
5. Meningkatkan daya serap kulit terhadap nutrisi perawatan kulit
6. Membantu menghilangkan komedo
7. Mencerahkan dan menghaluskan kulit
8. Mengurangi bekas jerawat
9. Menyeimbangkan sekresi minyak pada wajah
Performace

Oke, selama 17 hari ini saya tidak menggunakan produk setiap hari. HANYA 3 hari sekali, karena kulit saya yang cenderung sensitif dan menghindari iritasi. Pada dasarnya peeling memang bukan daily routine tetapi lebih ke weekly routine. Agar, kulit tidak menjadi "tipis" dan kehilangan kelembapannya.

Penggunaan V10 Plus Water Base Peeling sangat mudah. Setelah wajah saya bersih dan kering, saya oleskan V10 Plus Water Base Peeling, kemudian didiamkan selama 5 detik. Efek langsung pemakaian adalah  dingin di kulit. Gel peeling ini juga mudah diratakan ke seluruh wajah. 

Selanjutnya, pijat perlahan dengan gerakan memutar. Akan muncul serat-serat atau scrub halus berwarna coklat kehitaman yang merupakan sel-sel mati yang terangkat. Setelah dirasa pengangkatan sel-sel mati sudah menyeluruh, maka basuh dengan air bersih.

V10 PLUS SERUMS DAN PEELING | SARA NEYRHIZA
Sel-sel kulit mati yang terangkat
Efek instan yang saya rasakan adalah kulit menjadi halus dan kenyal  Mirip seperti menggunakan facial scrub pada umumnya hanya saja V10 Plus Water Base Peeling lebih terasa bersih dan segar. 

Selain itu, salah satu klaim yang saya rasaklan adalah, komedo di hidung lebih mudah dibersihkan. Jadi biasanya, saya suka membersihkan komedo dengan kapas atau dengan handuk basah. In my humble opinion, V10 Plus Water Base Peeling beneran membantu mengeluarkan komedo setelah penggunaanya.

Selama saya menggunakan V10 Plus Water Base Peeling, tidak muncul tanda-tanda iritasi di wajah. Saya suka produk ini. Repurchase? YES. Khususnya untuk kemasan ekonimis dalam bentuk sachet seperti yang saya gunakan.

Well, setelah menggunakan peeling tidak lengkap rasanya jika tidak memberikan suplemen kulit. V10 Plus Serums. Yang membuat saya antusias mencoba produk ini karena saya sedang BENAR-BENAR mencari produk serum. Hasil browsing sana-sini dan kemudian mendapat kesempatan mencoba produk baru itu rasanya seneng banget.

Serum biasa digunakan setelah wajah dibersihkan. Bisa setelah menggunakan toner, facial foam atau setelah peeling. Dan sebelum menggunakan moisturizer atau day cream.

V10 Plus Serums Anti-Aging Series

V10 PLUS SERUMS DAN PEELING | SARA NEYRHIZA

Tekstur 

Dari teksturnya dia lebih berair (tidak berbentuk gel) seperti peeling, dan berwarna putih bening. Ringan dan mudah sekali diaplikasikan di wajah dan leher. 

Tekstur serums yang cair
Klaim Produk

V10 Plus Serums diklaim tanpa paraben pada komposisinya. Tanpa pewarna buatan, tanpa minyak mineral, dan tanpa pewangi buatan. Produk ini juga water based dan diuji oleh dokter kulit.

Ada beberapa 5 series untuk mengatasi 11 permasalahan kulit.

1. Acne Treatment Series
2. Anti-Aging Series
3. Sensitive Series
4. Hydrating Series
5. Whitening Series

V10 PLUS SERUMS DAN PEELING | SARA NEYRHIZA
Beragam varian V10 Plus Serums yang mengatasi berbagai permasalahan kulit  
Saya mencoba 3 serum dari Anti-Aging Series yaitu

1. Biocell Serum, untuk perbaikan DNA, perbaikan sel kulit, anti keriput, dan pencegahan produksi melanin.
2. Collagen Serum, untuk keriput dan elastisitas
3. Hyaluronic Acid, untuk melembabkan lapisan kulit dalam

Performance

Jadi, saya menggunakan V10 Plus Serums setiap hari. Pagi, sebelum menggunkan day cream. Dan malam hari sebelum tidur (saya menghentikan penggunakan night cream ketika memakai serum ini untuk melihat hasilnya).

Setelah wajah dibersihkan dan kering, saya oleskan V10 Plus Serums pada wajah dan leher. V10 Plus Serums ringan dan mudah sekali meresap, sekitar 45 detik, hingga wajah saya siap diolekan day cream.

Produk ini dibuat di Jepang dan memenangkan berbagai penghargaan baik di Asia maupun Eropa sebagai Produk Perawatan Kecantikan Terbaik. Setelah 14 hari pemakaian, saya merasa kulit saya lebih halus. Untuk hasil mencerahkan sepertinya memang belum terlalu terlihat.  Hasilnya memang belum signifikan, namun saya akan terus menggunakannya. 

Namun, sejauh ini V10 Plus Serums tidak menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit. Penggunaan dengan peeling secara bersamaan memberikan efek wajah menjadi segar dan kenyal.

Bagi saya yang memang sedang mencari produk serum, V10 Plus Serums tidak mengecewakan mulai dari formulanya yang ringan dan tidak oily di wajah juga terlihat hasilnya yang mencerahkan.

Setelah menggunakan V10 Plus Water Base Peeling dan V10 Plus Serums saya berharap wajah dapat terawat dengan baik.  Sehingga regenerasi kulit dapat optimal. Karena diumur saya yang sudah 27 tahun ini, tentu saya mulai khawatir dengan masalah penuaan dan keriput.

Jadi, buat kamu yang saat ini ingin melakukan perawatan kulit wajah, sekaligus mencegah penuaan kulit, kamu bisa mencoba V10 Plus Water Base Peeling dan V10 Plus Serums.

Info selengkapnya

www.v10plus.co.id
www.facebook.com/v10plusina
twitter: @v10plusina
instagram : @v10plus_indonesia

3 Prediksi Tren Influencer Marketing di Tahun 2018

19.11.17
Bisa dikatakan saya terlambat. Dalam hal?

Memonetize blog.

Meski demikian, saya menjadi salah satu orang yang menikmati tahun 2017 sebagai tahunnya para influencer. 

pic : b3net.com
Seperti yang kita pahami, bahwa saat ini masyarakat menjadi skeptis bahkan tidak percaya dengan iklan. People no longer trust ads, they do trust people. Itulah yang terjadi. Maka kemudian "figure" yang dianggap berpengaruh dan dipercaya banyak orang, yang kemudian disebut sebagai influencer, dipilih untuk membantu dalam aktivitas marketing perusahaan khususnya promosi. Mereka adalah public figure, expert, blogger, vlogger, social media activist, dan lain sebagainya.

Umumnya, para influencer ini memanfaatkan seluruh social media yang mereka miliki. Konten yang mereka hasilkan dapat berupa teks, gambar atau video. 

Influencer marketing ini memanfaatkan electronic word of mouth dari sumber/ komunikator yang realiable.

Dan ternyata influencer marketing ini BERHASIL. Baik itu untuk tujuan awarness, act maupun brand loyalty

Lalu, apakah influencer marketing masih berjaya di tahun 2018? 3 Hal berikut ini adalah prediksi dari para marketer.

1. Micro-influencer akan LEBIH dipertimbangkan.


Jika selama ini brands lebih percaya pada public figure dengan follower jutaan, mungkin tren ini akan mengalami pergeseran. Hal ini karena, target market (konsumen) merasa apa yang disampaikan oleh para influencer sama dengan iklan yang "tidak jujur". Mereka akan dengan mudah beralih menawarkan satu merek ke merek yang lain, tidak berbeda dengan iklan di televisi.

Cara yang digunakan juga terlalu mainstream. Berfoto dengan produk, menggunakan caption hard selling yang tidak kreatif.

Lagi-lagi hal ini membuat calon konsumen tidak percaya.

Inilah peluang bagi micro influencer yang mungkin jumlah follower di social media tidak terlalu banyak, antara 10.000-100.000 namun memiliki pengikut yang loyal.

Apa yang disampaikan micro-influencer ini dianggap lebih jujur dan mewakili perspektif pribadi.

2. Brands akan memilih influencer yang expert di bidangnya


Jika di tahun 2017, brands akan memilih mereka yang memiliki follower tinggi dan aktif diberbagai social media, di tahun 2018 brands akan lebih jeli dalam menyeleksi influencer yang bekerja sama dengan mereka.
2017 menjadi tahunnya mereka yang pandai bergaya, atau yang hobi memamerkan kemesraan dengan kekasihnya. Mereka mendapatkan porsi yang besar dalam aktivitas promosi hanya karena jumlah pengikut mereka yang ratusan ribu.

Tahun 2018 nanti, brands akan lebih selektif. Memastikan apakah influencer tersebut memiliki kapasitas, keahlian, pengalaman yang mewakili produknya.

"Siapa yang sedang berbicara"
"Apa yang mereka bicarakan"

Brands akan mencari, influencer manakah yang selaras dengan brand image produk.

Bagi para blogger, blog yang mereka miliki, tulisan yang mereka hasilkan, keteraturan feed atau timeline di social media menjadi gambaran siapa dirinya.

Pict : bluleadz.com

Baca Juga : Sudah Sukses Online, Kok Buka Gerai Offline Juga?



3. Konten Video (juga) Penting


Di tahun 2017 90% konten yang di share di social media berupa video. Bagi brands yang belum menggunakan video sebagai bagian dari aktivitas sosmed mereka, itu artinya mereka harus segera memulai.

Para influencerpun dituntut untuk membuat video dengan high quality tetapi juga memiliki engagement yang tinggi. Itu mengapa perlu adanya startegi dalam memproduksi konten video. Video creators have to become more skilled at creating truly valuable content. Tantangan terbesarnya adalah, bagaimana video mampu menarik perhatian audience pada 3 detik pertama. Audience dapat bertahan, hingga seluruh pesan tersampaikan.

Tahun 2017 segera usai. Sudah waktunya kita mengevaluasi perjalanan 11 bulan di tahun ini, sembari menyiapkan strategi di tahun depan.

Personal branding masih menjadi catatan utama. Selain itu, meningkatkan skill penulisan dan kreativitas dalam membangun konten lainnya juga harus semakin ditingkatkan.
Jika kita ingin dianggap menjadi influencer  yang sebenarnya, bukankah sebelum mempengaruhi orang lain kita perlu memperbaiki diri terlebih dahulu?

Saya pribadi masih belajar dari beragam referensi bagaimana mengolah konten dengan baik dan menerapkannya dalam aktivitas social media. Dan ternyata tidak mudah!! Belum lagi dipusingkan dengan berbagai hal teknis seperti SEO, DA, PA dan segala macam ukuran statistik lainnya.

Saya jadi penasaran, apa yang teman-teman blogger lakukan untuk meningkatkan performa blognya dan social media di tahun depan? Mungkin kita bisa saling cerita di kolom komentar.


Referensi
https://www.inc.com/nina-ojeda/how-this-startup-is-redefining-influencer-marketing.html [diakses 19 November 2017]
https://www.smartinsights.com/social-media-marketing/social-media-marketing-trends-2018/amp/ [diakses 19 November 2017]
https://www.forbes.com/sites/ajagrawal/2016/12/27/why-influencer-marketing-will-explode-in-2017/amp/ [diakses 19 November 2017]

Apa Untungnya Membangun Personal Branding?

14.11.17
Saya cukup beruntung belajar di dua jurusan kuliah yang berbeda. Komunikasi dan manajemen. Keduanya saling berkaitan, khususnya pada konsentrasi pemasaran atau marketing.

Ketika belajar pemasaran itulah, saya mengenal dan mempelajari mengenai brand. Sebagai marketer, kami wajib memahami aktivitas marketing dari hulu ke hilir. Bukan sekedar paham mengenai aktivitas promosi, namun semua di mulai dari kegiatan riset.

Jika sebelumnya saya belajar meriset suatu produk yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen, akhirnya saya belajar pula bagaimana meriset diri sendiri dan menemukan value sehingga kita dapat bermanfaat bagi orang lain.


Mungkin banyak yang belum menyadari bahwa diri kita adalah aset. Dengan ilmu, pengetahuan dan keahlian yang kita miliki, kita dapat "menjual" diri kita untuk mendapatkan hasil material maupun non material.

Maka kemudian saya mengenal apa itu " Personal Branding "
 “Your brand is what people say about you when you’re not in the room.”Jeff Bezos (founder of Amazon) 
Kita ingin dikenal sebagai apa sih?

Dulu saat era social media belum segencar sekarang, membangun personal branding itu sangat susah. Kita harus benar-benar skillfull agar orang lain tahu kemampuan yang kita miliki.

Sedikit pengalaman yang pernah saya lakukan, yakni saat saya menjadi penyiar radio dan bertekad membangun personal branding sosok penyiar yang smart, berwawasan luas tapi agak jaim. Jadi, saya berusaha berlangganan banyak majalah untuk mengetahui perkembangan tren lebih awal. Tidak lupa membaca beragam portal berita setiap hari. Ketika membawakan program acarapun, saya ingin menampilkan figure yang cool dengan attitude yang elegance. Anti tertawa cekakan nggak jelas atau menghadirkan logat medok yang ndeso. Memperhatikan pilihan diksi yang tepat, agar apa yang saya sampaikam rapi dan teratur.

Ketika saya konsisten melakukan hal tersebut, saya akan memiliki diferensiasi dengan penyiar lain.  Itu adalah selling point yang saya miliki, sehingga mudah dikenali.

Repot? IYA! Dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Beda dengan zaman now. Saat ini, dari bio di instagram saja, kita dapat "membaca" orang lain. Apa profesinya, apa kesukaannya dan apa aktivitasnya. Dari isi blog seseorang, kita dapat mengetahui pemikiran, kreativitas dan kemampuannya dalam meriset sesuatu untuk menghasilkan tulisan. Artinya, social media membuat kita mudah dikenali. Seluruh aktivitas profesional maupun pribadi juga terdokumentasi dengan baik.

Meski demikian personal branding itu tidak seperti simsalabim yang kemudian tiba-tiba ada. Butuh konsistensi dalam membangun branding. Tentunya harus didukung skill dan passion yang kita miliki.

Sebagai seorang muslimah yang selalu dinamis, sudah saatnya kita memanfaatkan perkembangan teknologi khususnya social media untuk membangun personal branding sesuai dengan tujuan yang kita inginkan.

Jika kita tidak memiliki merek pribadi yang kuat dan terlihat, berarti kita berada pada posisi yang kurang menguntungkan di hampir semua aspek kehidupan profesional, bisnis dan pribadi. Personal branding telah menjadi persyaratan bagi siapapun yang ingin mengembangkan bisnis mereka, mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mendapat perhatian dari pers, membawa karir yang lebih tinggi atau bertemu dengan teman baru yang berkualitas tinggi. 

“Why do I actually need a personal brand at all?”

1.Kesempatan akan datang

Jika personal brand kita kuat dan menarik, maka klien, perusahaan, pelanggan akan mudah menemukan kita. Keunggulan yang kita miliki akan terlihat. 

2. Kekuatan online networking

Personal branding yang menarik, akan menarik orang lain pula untuk mendekati dan ingin terhubung dengan kita. Sebagai contoh, ketika kita menemukan biodata sesama blogger di social media, kita cenderung untuk memfollownya. Terlebih jika apa yang di post juga menarik.

3.In-person networking power

Pict : fivebrand.com
Ketika diri kita memiliki brand, kita akan lebih mudah memperkenalkan diri dengan orang lain. Misalnya, ketika kita datang meliput suatu acara, kita biasanya berkenalan dengan orang baru di sana. Kita dapat memperkenalkan siapa diri kita dengan jelas " Halo saya Ratna, saya foodblogger" tentu lebih terlihat profesional dari pada "Halo saya Ratna, saya suka makan sambil foto-foto" 

Jadi, sudah saatnya kita menjadikan diri kita lebih spesifik. Ingin dikenal sebagai apa. Lalu perkenalkan diri kita pada orang lain.
4. Get Hired

Menurut penelitian SHRM, 84% perusahaan menggunakan social media untuk menghire karyawan. Atau paling tidak mereka menggunakan social media untuk menentukan apakah orang tersebut layak atau tidak. Perusahaan mencoba menemukan "siapa dirimu" apakah "dirimu sesuai dengan budaya perusahaan" berdasarkan aktivitas social media yang kita lakukan.
84 percent of hiring managers use social media to hire . 96 percent use Linkedin, and 53 percent use Twitter. Many companies post jobs on Twitter before anywhere else. But the most revealing statistic is that 66 percent of hiring managers use Facebook to hire. 
5. Percaya Diri

Ketika membangun personal branding, kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya. Maka, setelah menemukan potensi dan passion yang kita miliki, kita akan berusaha menampilkan citra yang positif dan lebih percaya diri.

Nah, selanjutnya setelah kita menemukan merek kita sendiri, saatnya menyinergikan dengan blog yang kita miliki, jika kamu adalah blogger. Blog menjadi alat, untuk memperkuat brand. Itu mengapa apa yang kita tulis, sebaiknya adalah hal-hal yang betul kita kuasai atau minimal kita sukai. Sehingga blog akan membantu dalam membangun reputasi dan juga kredibilitas baik dalam kehidupan personal maupun profesional.


*Tulisan ini disertakan dalam post tematik Blogger Muslimah Indonesia Bulan November

Mendorong UMKM Melek Digital

13.11.17
Sejak 2011 saya membangun usaha di bidang jasa event organizer. Sejak saat itu pula, saya mulai mengenal bagaimana memanfaatkan teknologi informasi internet. Saya menyadari, internet membantu dalam mempromosikan usaha yang saya miliki. Hasilnya, hampir 90% klien yang datang mengetahui informasi usaha saya juga dari internet.

Awal membangun usaha ini, saya bermodalkan 0 rupiah. Saya hanya perlu memasang promosi berupa tulisan baik itu di blog, social media dan beberapa forum online. Hasilnya, sampai tahun ke 6 bisnis ini masih bertahan. Selebihnya, word of mouth communication yang bekerja.


Bisnis event organizer saya merupakan salah satu bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM adalah usaha dengan kekayaan bersih maksimal Rp 10 miliar di luar tanah dan bangunan atau memiliki omzet maksimal Rp 50 miliar per tahun (UU No 20 tahun 2008 tentang UMKM). Dan ternyata, 99 % usaha di Indonesia adalah UMKM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. 

Salah satu pekerjaan rumah terbesar pemerintah adalah mengupayakan agar UMKM lebih mengenal teknologi digital. Bank Dunia menyebutkan, keterlibatan UMKM dalam menggunakan teknologi digital menjadi pendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi nasional. 

Meski demikian, hal ini menjadi ironis ketika Kementerian Koperasi memiliki data di tahun 2016, yang menyebutkan bahwa 37 % UMKM di Indonesia tidak mempunyai akses internet, 36 % mempunyai akses internet namun tidak digunakan untuk berjualan, dan `18 % menggunakan smartphone hanya untuk berjejaring sosial. Sisanya, yakni 9% merekalah yang memanfaatkan e-commerce dengan serius.


UMKM di Indonesia sendiri memiliki banyak persoalan yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas. Ada beberapa permasalahan yang dipaparkan oleh narasumber Seminar Ekonomi Digital" Mendorong Ekonomi Lokal Melek Digital" yang saya ikuti  di Gedung Heritage Bank Indonesia, beberapa waktu lalu. Salah satunya, sekitar 40 juta UMKM, yang hampir semuanya tergolong usaha mikro, tidak pernah mendapatkan dukungan permodalan dari bank. 

Seminar Ekonomi Digital dengan Pembicara Rizki Siwu, VP Business Merchant Doku, Corporate Secretary BRI dan Junanto Herdiawan, Kepala Financial Technology Office BI. Dipandu oleh Ariyo Ardi
Mereka yang tidak mendapat modal seperti petani, nelayan, tukang ojek, buruh, penjual warteg dan semacamnya, berusaha dengan memutar uang sendiri, uang pinjaman dari tetangga dan saudara, atau meminjam dari tengkulak dengan bunga mencekik leher. Mereka tidak memiliki dana untuk mengembangkan usaha dan bekerja untuk bertahan hidup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Stagnan.

Permasalahan mendasar ini yang membuat UMKM menjadi ragu untuk mencoba berbagai inovasi. Sehingga, UMKM tertinggal dalam menguasai teknologi, manajemen, informasi dan pasar. Hal inilah, yang menggerakkan pemerintah untuk memberikan berbagai dukungan kepada UMKM, baik berupa pelatihan hingga ke pengembangan kemitraan.

Tentu ini menjadi tantangan yang besar. Perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan mengadopsi konsep Pentahelix Academician–Business–Community– Government-Media (ABCGM). Di konsep ini Akademisi berperan sebagai konseptor seperti melakukan standarisasi model  bisnis, sertifikasi, dan lainnya. Business player sebagai enabler dengan menghadirkan infrastruktur ICT, Media menjalankan peran sebagai expander, komunitas untuk akselerator, dan pemerintah sebagai regulator. Jika hal ini berjalan dengan baik, maka cita-cita menjadikan 6 juta UMKM melek digital di tahun 2020 menjadi bukan angan-angan.

Bersama Junanto Herdiawan, Kepala Financial technology Office Bank Indonesia

Tulisan yang Disukai Pembaca Millenial

12.11.17
Pasti kita merasa senang , jika tulisan kita bermanfaat bagi orang lain. Betul?

Tulisan merupakan komunikasi verbal, yakni proses penyampaian suatu pesan atau informasi kepada orang lain dengan menggunakan kata-kata. Agar suatu komunikasi menjadi efektif, perlu adanya kesamaan referensi dan pengalaman antara penulis dan pembacanya.


Generasi Millenial adalah pengguna terbesar internet. Generasi ini mengacu pada Generasi Y yakni yang lahir antara tahun 1980 hingga tahun 2000. Pew Research Center dalam riset berjudul Millennials: Confident. Connected. Open to Change menyebutkan Generasi Milenial adalah generasi yang open minded, terhubung dengan orang lain dan berekspresi melalui teknologi dan social media. 

Jika para content writer atau blogger ingin menarik perhatian para pembacanya yang merupakan Generasi Millenial, KONTEN adalah yang utama perlu diperhatikan. Berikut ini adalah jenis konten yang disukai para pembaca Millenial, seperti yang dijelaskan oleh Silvi Ayudia Noorty,  Editor Hipwee, pembicara dalam acara Arisan Ilmu, Kumpulan Emak-emak Blogger Solo Raya  5 November 2017 .

Arisan Ilmu KEB Solo Raya. Pict : @dunialingga
📌 1. Tulisan yang Ringan

Pembaca Millenial menyukai tulisan yang tidak membuat berpikir terlalu berat. Pesan tulisan langsung dapat diterima tanpa memerlukan analisis mendalam. Meski demikian, pembaca juga menyukai tulisan yang inovatif dan kreatif. Salah satunya dengan penggunaan gambar atau grafis,  yang semakin menguatkan/ memperjelas pesan tulisan.

Pembaca Millenial juga berharap bahwa tulisan yang mereka baca mampu membantu memecahkan permasalahan yang mereka hadapi, tetapi...

📌 2. Tulisan Tidak Menggurui

Penulis tidak menempatkan dirinya menjadi orang yang "sok tahu", sehingga pembaca seolah menjadi "pesakitan yang selalu salah". Pembaca menginginkan sebuah tulisan yang menjadi "teman" mereka. Membantu menemukan jawaban atau kegelisahan yang dihadapi pembaca. Solutif.

Tulisan boleh persuasif, namun sampaikan dengan cara yang menyenangkan.

"Kamu yang jerawatan, pakai produk ini dong! " 

Menjadi pernyataan yang arogan jika dibandingkan dengan 

" Saya rasa, produk ini dapat membantu mengatasi masalah jerawat yang kamu miliki."


📌 3. Emosional dan Familiar

Jika ada kesamaan pengalaman, pembaca akan lebih mudah tertarik. Tulisan-tulisan yang emosional dan dekat dengan pembaca akan mudah diterima oleh pembaca, karena mereka seperti memiliki "rasa" yang sama dengan apa yang dituliskan.

Terlebih lagi, jika penulis menyematkan judul yang "Clik-able" untuk menarik perhatian pembaca, seperti artikel ini.

Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/jodoh-memang-di-tangan-tuhan-tapi-bukankah-menjemputnya-pun-perlu-kamu-lakukan/?ref=terkait_single
Dari judul artikel di atas, pembaca yang memiliki permasalahan dalam pencarian jodoh merasa "terpanggil" untuk membaca cerita/ tulisan yang senasib dengannya.  Mereka para pembaca berharap mendapat dukungan atau jawaban atas rasa yang mereka miliki saat itu.

Di sinilah, tulisan bukan hanya bentuk ekspresi penulis, kan? Di lain pihak, penulis juga harus memperhatikan keinginan dari pembaca yang ingin menemukan tulisan yang ringan menyenangkan namun juga solutif terhadap permasalahan mereka.

Jadi bagaimana, sudah siap untuk ngedraft tulisan hari ini?

Afternoon Tea Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo, Nikmati Berdua dengan Orang Tersayang

4.11.17
Siapa yang dapat menyangkal bahwa senin sampai jumat adalah hari yang menyibukkan. Setiap hari harus melakoni pelbagai peran dengan banyak tanggungjawab. Itu mengapa, ketika sabtu dan minggu tiba, ingin rasanya bersantai sejenak.

Salah satu hal terbaik yang bisa saya usahakan untuk memanjakan diri adalah  mengobrol bersama orang yang kita sayangi, sembari menyeduh teh dan menikmati kudapan manis. Membicarakan soal cita-cita, mengenang kenangan indah yang telah terlewati atau sekedar pembicaraan santai terkait isu terkini.

Ada saatnya juga, saya memilih bersua dengan kawan di akhir pekan. Tertawa bersama, bergoship dan saling bertukar kabar. Suasana semakin hangat dengan secangkir kopi dan menyantap sepotong cake. Dan semuanya akan sempurna saat afternoon.


Barelo Restaurant, tempat dimana saya berada sore itu. Restaurant yang terletak di Lantai 5 Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo ini, memiliki kesan elagance dan mewah dikelilingi dinding kaca yang modern. Spot kesukaan saya tentu saja area outdoor beratapkan langit. Sambil duduk, pandangan saya akan melintasi riuh ramainya Jalan Slamet Riyadi Kota Solo dari ketinggian. 

Saya sedang menikmati Afternoon Tea
Tea (n) a hug in a cup
Afternoon Tea salah satu tradisi yang diperkenalkan di Inggris mulai tahun 1840an yang menjadi jeda antara makan siang dan makan malam. Disaat perut sudah lapar, namun makan malam masih cukup lama, Afternoon Tea biasa dilakukan di pukul 4 sore hingga 7 malam. Makanan yang disajikan seperti sandwich, scone, sweet pastries dan juga cakes.

Awalnya, tradisi ini adalah tradisi kalangan wanita Inggris kelas atas, yang kemudian mulai era Queen Victoria, Afternoon Tea menjadi sebuah acara formal yang dihadiri hingga ratusan orang atau dikenal dengan sebutan Tea Receptions.

Di Inggris saat ini, Afternoon Tea menjadi perayaan  special event seperti ulang tahun, pre wedding atau baby shower party bersama teman-teman.

Afternoon Tea Package dihadirkan pula oleh Swiss Belinn Hotel. Menyajikan pelbagai cake dan pastries seperti bruschetta, bitterballen, brownies, bananacake, donat kentang, spring roll, avocado mousse, dan samosa.
Dengan Rp 70.000/nett, menu ini dapat dinikmati untuk 2 orang, dilengkapi dengan seduhan tea or coffee.

Pilihan kudapan yang disajikan dalam paket Afternoon Tea
Baca Juga : Nasi Campur Ini Enak dan Bikin Kenyang. Wajib Coba!



Coba Juga Pancake & Waffle

Dari Inggris, kita ke Belanda di awal abad ke 17 yang menjadi tempat awal mula pancake dan waffle yang dulu disebut dengan pannekoeken dan stroopwafels. Di zaman Kolonial, pancake biasa disiram dengan labu dan rempah-rempah.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat pancake dan waffle adalah tepung, ragi, gula, garam susu, buttermilk, telur, melted butter dan minyak.

Pancake dan waffle di Barelo Restaurant juga layak dicoba. Ada beberapa topping yang bisa dipilih seperti almond, choco chips, ice cream dan bananas foster. Harganya ? cukup Rp 35.000,-/nett

WAFFLE  topping CARAMEL and CHEESE

PANCAKE topping BANANAS FOSTER

Well, Afternoon Tea ini bisa dibilang Perfect. Rasanya enak semua dan pas dilidah. Wafflenya adalah favorite saya. Rasanya renyah di bagian luar, tapi lembut dan manis di dalam. 

Tidak sabar ingin mencoba?  Menu ini ada di akhir pekan Sabtu dan Minggu pukul 14.00 hingga 18.00.

Afternoon Tea
IDR 70.000/nett untuk 2 orang

Barelo Restoran Hotel Swiss Belinn Saripetojo

Jalan Slamet Riyadi Nomer 437, Surakarta, Jawa Tengah 57147
(Satu kawasan dengan Robinson)



Nasi Campur ala Swiss Belinn Hotel Solo, Seporsi Bikin Kenyang Banget!

Di mana kamu biasanya makan Nasi Campur? Kondangan a.k.a Jagongan! 
Mungkin, saya termasuk orang yang jaran "njajan" Nasi Campur di Solo. Karena di Solo memang tidak semua warung atau resto punya menu ini. Beda dengan soto, yang hampir di tiap ruas jalan besar atau bahkan jalan kampung ada saja penjualnya.


Nasi Campur, Semua Lauk Dicampur

Ya! Nasi Campur memang makanan khas Indonesia. Nasi putih yang dihidangkan dengan berbagai lauk pauk ini pasti menggoda. Yang  asyik dari menu ini adalah, porsi nasinya lebih sedikit dari lauknya. Dan sebagai orang yang makan, kita gak perlu repot-repot ambil lauknya satu per satu, karena semua lauk sudah tersaji dalam 1 piring.


Jika selama ini beranggapan Nasi Campur adalah makanan warteg, wah, bagaimana kalau mencoba  Nasi Campur ala Hotel. Dijamin masalah variasi lauk, cita rasa,  penyajian, dan kebersihannya bikin makan Nasi Campur lebih nikmat.

Saya sudah mencicipi Nasi Campur di Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo. Secara khusus, saya dan rekan diundang oleh manajemen Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo melalui mbak Emma Warnida selaku Public Relations. Dan sekaligus diajak berkenalan dengan jajaran manajemen hotel mulai dari General Manager hingga staff sales.

Nasi Campur ala Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo.

Dalam Paket seharga Rp 55.000++  saya menikmati sepiring Nasi Campur + free Ice Tea.

Nasi Campur ini betul-betul membawa cita rasa Tradisional Indonesia. Dari platingnya saja, nasi dan lauk pauk dihidangkan di atas piring tembikar dengan alas daun pisang. Nasi putih dibentuk kerucut dengan hiasan daun pisang dengan bentuk kerucut pula.

Dalam satu porsi Nasi Campur, ada banyak lauk Nusantara yang menggugah selera makan saya.
Apa saja ?



Urap kuning khas Banyuwangi ✔️
Telur dadar rawis ✔️
Perkedel yang diadopsi dari sesajian hidangan khas Mangkunegaran ✔️
Telur balado ✔️
Pepes ikan dori ✔️
Ayam goreng Kalasan ✔️
Sate lilit ayam dengan serai ✔️
Rendang sapi cita rasa Sumatera ✔️

Ada 2 jenis sambal yang dihidangkan, yakni 
Sambal matah khas Bali ✔️
Sambal terasi✔️
Bagaimana lengkap banget kan?

Jujur saja, porsinya bener bikin saya kenyang. Jadi, dengan lauk sebanyak itu, berasa makan besar, semua tersaji dalam 1 piring.

In My Humble Opinion as Wong Solo Asli, saya ingin ada  1 lauk yang rasanya manis.  Karena, dominan rasa lauk yang disajikan lebih banyak gurihnya. Dan sepertinya dengan tambahan krupuk udang, bakal lebih sempurna.


But, dari seluruh lauk di Nasi Campur  Swiss Belinn Saripetojo Hotel Solo ini, saya paling suka urap dan pepes ikan dorinya. Ini pertama kalinya saya menyantap pepes ikan dori. Dan rasanya, enak!

Jadi untuk menyantap Nasi Campur, bisa langsung ke Barelo Restaurant yang ada di Lantai 5 Swiss Belinn Hotel, mulai pukul 10.00 hingga 15.00. 

Nasi Campur + free Ice Tea
IDR 55.000,-++

Barelo Restoran Swiss Belinn Saripetojo Hotel  Solo
Jalan Slamet Riyadi Nomer 437, Surakarta, Jawa Tengah 57147
(Satu kawasan dengan Robinson)


Duta Cerita Solo, Workshop Storytelling dan Transformasi Konflik

CERITA (Community Empowerment in Raising Inclusivity and Trust through Technology ) yang digagas oleh Habibie Center, adalah sebuah workshop yang menyinergikan kemampuan storytelling dan transformasi konflik untuk membangun inklusivitas. Inklusivitas adalah sudut pandang positif terhadap berbagai keberagaman dan perbedaan. Belajar menggunakan sudut pandang orang lain dalam melihat dan menganalisis permasalahan.



Workshop ini mengajak para anak muda dari berbagai latar belakang untuk saling berdiskusi dan bercerita mengenai kerukunan dan keberagaman yang mereka miliki

Saya sebagai Duta Cerita Solo dibantu Mas Andy Hermawan, Duta Cerita Jogja berkesempatan untuk bertemu beberapa kawan baru. Selama 8 jam, kami berdua berbagi bagaimana berlatih menjadi storyteller yang baik.


Mengapa Storytelling?

Storytelling pada dasarnya adalah sebuah bentuk penyampaian pesan. Pesan dalam konteks ini adalah suatu cerita, kisah mengenai suatu hal yang menarik. Seorang storyteller tidak hanya dituntut memiliki kemampuan public speaking yang baik. Namun, juga kreatif dalam membangun cerita, sehingga makna, pesan atau amanah dari cerita yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

Bersama Mas Andy memberi materi teknik bercerita yang baik
Saat ini, kami menyadari atau mungkin kita, bahwa kemajuan teknologi membawa sebuah dampak yang tidak selalu positif. Akses informasi yang begitu mudah melalui internet, ternyata tidak selalu menyediakan informasi yang benar. Hasilnya, berbagai berita bohong dapat tersebar dengan luas.

Parahnya, informasi hoax ternyata mampu memecah belah persatuan. Keenganan orang untuk menyaring dan mencari kebenaran atau dalam istilah agama islam juga disebut "tabayyun", menyebabkan orang mudah dihasut bahkan adu domba.
When people are overloaded with new information, they tend to rely on less-than-ideal coping mechanisms to distinguish good from bad, and end up privileging popularity over quality, the study suggests. It’s this lethal combination of data saturation and short, stretched attention spans that can enable fake news to spread so effectively. (Qiu, Xiaoyan.,et al. 2017. Limited Individual Attention and Online Virality of Low Quality Information. Nature Human Behavior Journal)
Dengan workshop CERITA ini, kami berusaha mengajak sebanyak mungkin anak muda atau mereka yang peduli untuk menyadari bahwa perbedaan yang ada di Indonesia saat ini, baik itu agama, budaya, ras, suku, golongan bahkan bentuk fisik adalah sebuah keniscayaan yang memang sudah digariskan yang Di Atas. Oleh karena itu, dengan menyadari keberagaman Indonesia kita tidak akan lupa untuk saling bertoleransi, hidup rukun agar tercipta kehidupan berbangsa yang aman, selaras dan sejahtera.
Unity in Diversity
Mendengar Cerita 

Di luar kewajiban sebagai trainer, workshop ini justru memberikan feed back bagi diri saya sendiri. Saya belajar untuk mendengarkan. Mendengarkan cerita dengan berbagai latar belakang. Ada yang sedih, ada yang lucu, namun semua menginspirasi. 

Para peserta saling berdiskusi dengan berbagai topik menarik
Dari cerita kawan-kawan,saya memahami bahwa setiap orang memiliki konfliknya masing-masing. Namun, untuk dapat melangkah maju selain berpegang teguh pada prinsip masing-masing, kita harus terus menjaga harmoni dengan lingkungan kita berada baik alam, makhluk hidup lainnya maupun sesama manusia.


Ramen Pizza dari The Sunan Hotel Solo, Satu Gigit Nagih Lagi

3.11.17
Saat ini semakin banyak masyarakat yang penasaran dengan fusion food. Mereka yang khususnya anak muda, sering kali ingin tahu bagaimana cita rasa hidangan hasil perpaduan tradisi masakan antar negara itu.


Ceruk inilah yang kemudian dilirik juga oleh The Sunan Hotel Solo, dengan berinovasi menggabungkan masakan khas Jepang dan Italia.


Apakah kamu penggemar Ramen? Mie kuah ini ternyata berasal dari Cina. Meski demikian, Ramen lebih terkenal di Jepang. Bahkan di Jepang terdapat Museum Ramen Shin-Yokohama.

Ketika musim hujan tiba, saya sering menjatuhkan pilihan untuk menyantap Ramen. Menikmati gurihnya kaldu, berpadu dengan mie dan aneka topping di atasnya. Lezat!

Sama seperti Ramen, Italia juga punya makanan khas yakni Pizza. Jika menelisik sejarah, Pizza ini katanya berasal dari Mesir dan Yunani. Namun, bentuk roti bundar pipih dengan aneka topping ini memang menjadi populer di Italia.

The Sunan Hotel mencoba untuk memadukan Ramen dan Pizza sehingga terwujudlah Ramen Pizza.


Executive Sous Chef The Sunan Hotel Solo, Boedi Prasetyo mengkreasikan mie Ramen dengan menjadikannya sebagai "roti" untuk Pizza. Jadi, rotinya ya mie itu tadi. Selanjutnya tinggal di tambahkan beberapa topping pizza seperti beef, chicken, sosis, mushroom, dan mozarella.

Ada banyak varian yang bisa dicoba, seperti meat lover, seafood, cheese melt, vegetable, fresh fruit pizza dan pizza rendang.

Jika kamu ingin mencobanya, seporsi Ramen Pizza berukuran diameter 20 cm ini bisa dipotong menjadi 6 slice. Harganya cukup terjangkau Rp 50.000,- dan bisa langsung dinikmati di Nerendra Restaurant pukul 13.00 - 21.00 WIB

Well, Ramen Pizza ini rasanya enak. Gak seberat Pizza roti, yang mana biasanya 2 slice aja sudah bikin kenyang. Saus, topping, mozarella menyatu sempurna. Jadi setiap gigitan manis, gurih, segarnya tomat dan paprika semua terasa.

Meat Ramen Pizza

Vegetable Ramen Pizza

Varian khusus vegetarian.
Fruity Ramen Pizza
Menu dessert yang memadukan Ramen dan segarnya buah-buahan

Narendra Restaurant
The Sunan Hotel Solo
Jl. Ahmad Yani No. 40, Solo, Kerten, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57143


Beauty Haul Purbasari [Part 2], Yakin Nggak Pengen Coba Facial Scrubnya?

1.11.17
Jika ditanya produk make up apa yang paling sering saya pakai di tahun ini, jawabnnya tentu adalah Purbasari. Bagaimana tidak, beberapa kali saya beruntung untuk mencoba berbagai produknya secara cuma-cuma. Dan beberapa diantaranya kesukaan saya.


Setelah beberapa waktu lalu memenangkan Purbasari Photo Challlenge ini, akhirnya sampai juga sepaket makeup Purbasari di tangan saya. Dan, well, saatnya untuk mereview dan menunjukkan mana saja yang menjadi kesukaan saya.


1. Lulur Wajah Facial Scrub

Di buka dengan salah satu produk yang saya suka. Banget! Pertama lihat sih, gak terlalu menggoda. Tapi setelah pake saya malah jadi suka. Kemasan standart tube seperti facial foam kebanyakan, dengan dominasi warna biru dan putih.

Lulur wajah ini memadukan ekstak ketimun dan beras. Butiran scrubnya lembut. Dan punya efek menyegarkan setelah pemakaian. Facial scrub ini juga membantu memutihkan wajah munurut informasi di belakang kemasan.

Sebenarnya facial scrub ini untuk normal skin sih. Cuma sejauh ini, di wajah saya yang kulitnya cenderung berminyak, oke-oke saja.


2. Handbody Lotion Olive Oil

Teksturnya cepat meresap dikulit jadi nggak bikin lengket. Handbody ini diperkaya dengan olive oil, vitamin E dan tabir surya untuk melindungi dari paparan sinar matahari. Untuk wanginya yang mungkin saya agak kurang suka. Saya sering menemukan wangi sejenis "hampir mirip" seperti wangi handbody yang berharga 3000an yang dipakai embak-embak. :)

3. Two Way Cake

Varian yang saya dapatkan adalah nomor 03 Light Beige. By the way, saya adalah pengguna two way cake garis keras. Kalo nggak pake two way cake berasa bukan bedak.

Jadi ketika pertama kali coba two way cake Purbasari, entah kenapa langsung suka. Kebetulan tone warnanya sesuai dengan warna kulit saya. Coveragenya juga bagus. Jadi kalau lagi malas, biasanya setelah pakai pelembab langsung deh ditumpuk sama bedak ini. Udah nampol dan oil controlnya juga bagus.


4. Liptick Color Matte No 95

Nambah lagi satu koleksi Liptick Matte Purbasari yang saya miliki. Untuk No 95 ini warnanya pink. Mungkin buat kamu yang lebih suka warna nude, warna ini lumayan ngejreng di bibir. But, No 95 ini memang memberi  efek instan wajah jadi kelihatan lebih segar lho..

5. Eyebrow dan Eyeliner Pencil

Keduanya berwarna hitam. Untuk pensil alisnya, saya merasa agak keras pensilnya. Tapi, dia punya warna lumayan pigmented, jadi nggak perlu ulas beberapa kali untuk bikin alis tebal.

Kalau eyelinernya, pensilnya lumayan lembut. Sering saya pakai ketika di rumah untuk membingkai kelopak mata supaya lebih lebar. Kalau di luar rumah, saya lebih suka eyeliner cair yang lebih waterproof.

6. Kanna

Saya baru beberapa kali memakai Kanna, jadi efek memutihkannya belum kelihatan. Nah buat kamu yang belum tahu Kanna itu apa, Kanna adalah krim yang membantu mengatasi bagian kulit tubuh yang kering dan kasar seperti siku dan lutut serta telapak kaki yang pecah-pecah. Kanna mengandung protein gandum alami, yang membantu melembabkan kulit.

Mama saya sih suka banget pakai Kanna, terutama ketika telapak kakinya pecah-pecah di saat cuaca panas dan musim kemarau.

Total saya mendaptkan 7 produk Purbasari dan sudah mencoba semuanya. Yang paling saya suka? Lulur Wajah Facial Scrub dan Two Way Cake-nya !!

Saya rasa Purbasari memang salah satu produk lokal yang bagus dan harganya terjangkau. Jadi tertarik buat nyoba nggak??

Auto Post Signature