10 Cara Mendapatkan Uang dari Podcast Anchor dan Spotify

16.10.20

 



"Mbak, bagaimana cara mendapatkan uang dari podcast di Spotify?" Ini adalah pertanyaan wajib setiap saya mengisi kulwap atau webinar tentang membuat podcast bagi pemula. Rasanya, keberadaan monetisasi youtube, menjadi motivasi banyak orang untuk mencari ceruk baru untuk mendapatkan cuan di platform lain, salah satunya ya podcast ini. Tapi, apakah podcast bisa dimonetisasi? Bagaimanakah cara monetisasi podcast Indonesia? Apakah sistem monetisasi podcast mudah dilakukan?


Apa itu Monetisasi?

Gampangnya sih, monetisasi itu mengomersialkan suatu situs/ platform atau konten yang kita miliki. Jadi, gimana caranya konten yang kita punya entah itu teks, gambar, audio atau video mampu menghasilkan uang untuk kita.


Monetisasi bisa didukung oleh platform itu sendiri, atau bisa juga dari pihak ketiga dalam bentuk ads  placement dan sponsorship. Pihak mana yang memberikan uang, tidaklah penting. Intinya, kita bisa mendapatkan penghasilan dari konten yang sudah kita buat.


Masalahnya, apakah podcast di Indonesia sudah siap untuk dimonetisasi? 

Perkembangan podcast memang lagi naik- naiknya di Indonesia. Bahkan Kementerian Kominfo melalui Siberkreasi, beberapa waktu lalu juga membuat kelas podcast yang berhasil melahirkan 1000 podcast baru dari kelas yang mereka lakukan selama enam minggu melalui youtube streaming. Jadi memang makin banyak podcaster yang lahir. Entah dari background broadcaster atau bukan.


Tingginya antusiasme terhadap podcast ini juga didukung dengan kehadiran podcast hosting yang mudah diakses. Meski ada beberapa podcast hosting di Indonesia, ternyata Anchor masih menjadi hosting rujukan buat yang pengen membuat podcast dengan mudah dan gratis. Apalagi dengan sistem distribusi multichannel, podcaster jadi nggak ribet upload materi sana- sini. Anchor yang sudah diakuisi Spotify, juga memungkinkan podcast kita nongol di Spotify secara otomatis.


Baca Juga : Membuat Podcast dengan Mudah dengan Anchor


Spotify sendiri masih menjadi platform number one yang digunakan untuk mendengar podcast di Indonesia. Melihat antusiasme pendengar yang tinggi inilah, Spotify secara eksklusif menggandeng beberapa podcast yang menduduki posisi teratas di top chart untuk menghasilkan eksklusif konten untuk mereka. Sebut saja seperti podcast Do You See What I See, Podkesmas, Suara Puan, Rintik Sedu, 30 Days of Lunch, dan beberapa podcast lain yang hampir tidak pernah tertendang dari 10 besar podcast dengan pendengar terbanyak.


Jika kita perhatikan, podcast yang berada di top chart ini hampir bisa dipastikan digawangi oleh para public figure, penyiar radio atau mereka yang punya basis follower besar di social media. Sebut saja Rintik Sedu, meski tidak ada background penyiaran, dan kualitas audio yang (saya rasa) jauh dari kata nyaman, tapi dengan aset 2 juta follower, rasanya menjadi mudah menggiring audiensnya ke podcast. Terbukti Rintik Sedu tidak pernah bergeser dari posisi 3 besar. Hal yang sama terjadi pada podcast Suara Puan. Dengan modal 349K follower instagram di akun @katapuan, ternyata mampu mengkonvergensi kontennya dalam bentuk audio podcast.


Lalu, bagaimana dengan kita yang mungkin orang biasa- biasa saja alias masih mencari remahan- remahan pendengan podcast untuk bisa mendapatkan penghasilan dari podcast? Apakah betul bahwa podcast ada duitnya?

Berikut ini adalah beberapa bentuk monetisasi podcast yang bisa dilakukan.


Cara Mendapatkan Uang dari Podcast


1. Monetisasi Podcast di Anchor 

Sebagai podcast hosting gratis, Anchor memungkinkan pengguna untuk melakukan monetisasi podcastnya. Kita cukup melakukan pengaturan pada halaman "money" maka selanjutnya, kita bisa memasang slot iklan pada episode podcast. Anchor yang akan menentukan iklan manakah yang tepat untuk podcast kita secara otomatis.


Cara mendapatkan uang dari podcast Anchor intinya gini : Setting - siapkan slot iklan- rekam iklan yang dibutuhkan (tergantung kebutuhan)- iklan terpasang otomatis


Jumlah uang yang kita dapatkan bisa terlihat seperti gambar di bawah ini.


MONETISASI PODCAST DI ANCHOR


Meski demikian, sebenarnya monetisasi Anchor baru bisa dilakukan di US. Tapi kita bisa menggunakan bantuan payoneer, untuk membuat rekening US. Dari payoneer inilah dana yang kita tarik (cash out) bisa ditransfer ke bank lokal Indonesia dengan potongan sekian persen.


2. Iklan


Jika sebelumnya monetisasi bisa dilakukan langsung dari platform Anchor, maka kini podcaster juga dapat bekerja sama dengan brand/ perusahaan untuk memasang iklan pada episode podcast.


Secara umum, kita mengenal ada 4 bentuk iklan dalam podcast, yaitu :

  • Adlib atau host- read ads : Iklan yang dibacakan/ disampaikan secara langsung oleh podcaster. Dibawakan dengan gaya santai dengan durasi maksimal 60 detik
  • Spot : Iklan yang telah direkam sebelumnya. Umumnya disisipkan antara 2 segmen podcast
  • Sponsor : Brand/ perusahaan yang mendanai suatu program. Kerja sama sponsor ini lebih eksklusif, sehingga memungkin pihak sponsor menentukan bentuk- bentuk iklan yang lebih detail dalam episode podcast. Seperti misalnya pencantuman logo brand pada cover art, penyebutan nama brand pada saat opening dan closing episode, juga menyisipkan beberapa spot pada podcast.
  • Business Exposed : Sebuah episode podcast yang mengulas suatu produk/ brand tertentu secara mendetail. Jika sponsor, penempatan iklan terletak pada bagian- bagian tertentu saja, tetapi pada business exposed, keseluruhan konten podcast tersebut berupa iklan. Bentuk business exposed ini bisa berupa talkshow, maupun review suatu produk yang dilakukan secara monolog.


3. Eksklusif Konten


Selintas eksklusif konten ini mirip dengan sponsor. Namun, jika kerja sama eksklusif konten ini disepakati, biasanya podcast tidak bisa didistribusikan sembarangan. Hanya khusus pada platform tertentu saja. 

Indonesia dengan konsumen podcast Spotify terbesar se- Asia Tenggara, ternyata menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Sehingga Spotifypun membuat eksklusif konten di platform mereka yang mengangkat budaya lokal. Yakni,  Kisah Horor The Sacred Riana yang bergenre horor fiksi, Dear Dearest yang bertema hubungan dan cinta, serta Pembunuh Berantai ( adaptasi dari podcast Serial Killers) dan Lenyap yang bertema true-crime dan mengangkat kisah kejahatan dan misteri.

4. Premium Podcast/ Berlangganan


Premium podcast biasanya menggunakan sistem berlangganan. Pendengar menerima konten khusus yang hanya tersedia untuk pelanggan yang membayar. Pendengar mungkin akan menerima episode khusus, atau akses ke grup, atau bisa berdiskusi secara intens dengan podcaster. Bisa dibilang model monetisasi ini akan menggunakan basis pendengar untuk terus loyal pada podcast tersebut.

Sejujurnya, saya belum menemukan podcast berlangganan di Indonesia (jika ada yang mau memberikan info silakan tulis di komentar ya). Tapi ada beberapa podcast luar negeri yang telah menggunakan sitem monetisasi berlangganan ini seperti Comedy Bang!Bang!, Now Playing dan The American System.

Ada beberapa keuntungan dengan membuat premium podcast ini :
  • Target market sudah jelas
  • Fokus pada proses produksi podcast yang memuaskan pendengar
  • Mendapatkan keuntungan yang lebih optimal
  • Menjadi portofolio terbaik untuk menjual konten ke brand/ perusahaan untuk kerja sama lainnya
Premium Podcast Comedy Bang! Bang!


5. Guest Spot


Jika di blog kita mengenal guest post/ guest posting, di podcast kita mengenalnya dengan guest spot, di mana tamu akan membayar untuk hadir dalam podcast kita. Tentu saja, untuk bisa menarik "orang penting, orang berduit atau siapapun" hadir sebagai tamu, kita harus memastikan bahwa podcast milik kita memiliki jangkauan pendengar yang luas.

Monetisasi ini akan menguntungkan dua belah pihak. Podcaster akan menerima sejumlah uang, dan tamu yang hadir juga akan mendapatkan eksposur yang luas. Terlebih jika ada misi politik, marketing, branding dan lain sebagainya.


6. Donasi dari Pendengar


Saat ini mulai tersedia platform untuk mengapresiasi kreator digital. Jika sebelumnya kita mengenal Patreon, kini juga hadir di Indonesia platform serupa bernama KaryaKarsa, salah satunya. KaryaKarsa ini membantu para pengembang konten kreatif untuk tetap berkarya dari apresiasi penggemar dalam bentuk tip atau berlangganan. Untuk menjaga interaksi, kreator juga bisa menawarkan konten eksklusif yang hanya bisa diakses melalui KaryaKarsa. Atau bisa juga menawarkan kegiatan lain seperti jumpa fans, diskusi dan talkshow, dan lain-lain. Wadah donasi lainnya selain KaryaKarsa, ada juga Saweria, Trakteer dan Gokreator.

Jika ingin membuka saluran donasi tanpa pihak ketiga, hal ini sebenarnya sah- sah saja dilakukan oleh podcaster. Siapa tahu, dengan adanya dukungan finansial dari basis fans, podcaster akan semakin produktif dalam berkarya.


7. Menjual Lisensi Podcast ke Radio 


Saat ini industri radio memang bisa dibilang sedang berjuang keras. Mengingat kebiasaan mendengar mulai banyak ditinggalkan. Dan bagi pendengar muda, mungkin bisa lebih sering mendengar podcast daripada radio.

Untuk mengurangi biaya operasional siaran yang melibatkan penyiar, bukan tidak mungkin bahwa radio membeli lisensi podcast untuk bisa memutarkan konten audio di radio. Terlebih karena radio dan podcast sama- sama auditif, maka dengan model format yang serupa, akan sangat mudah mengadaptasi podcast menjadi bentuk program siaran radio.


8. Menjual Merchandise


Lagi- lagi jika kita sudah memiliki banyak fans atau pendengar loyal, maka ini bisa menjadi aset yang berharga untuk menarik datangnya cuan. Beberapa podcaster mulai menjual merchandise podcast miliknya seperti kaos, tote bag bahkan buku.


9. Afiliasi Marketing

Affiliate marketing adalah  performance-based marketing, yakni pengiklan akan memberikan rewards, bayaran atau komisi, berdasarkan hasil kinerja yang disepakati. Misalnya, pengiklan akan membayar Rp 100.000,- tiap ada 10 orang yang menggunakan kode promo, atau sign up pengguna baru pada sebuah website tertentu.

Sistem afiliasi ini cukup mudah, meski belum cukup populer untuk di podcast (kalau di blog, atau instagram sudah banyak ya).

Bagaimana sistem afiliasi podcast ini?

  1. Pengiklan akan memberi  tautan afiliasi atau kode promo
  2. Podcaster harus menyebutkan/mengendorse produk atau layanan dalam sebuah episode podcast
  3. Podcaster membagikan tautan atau kode kepada pendengar
  4. Jika pendengar tertarik dan melakukan pembelian menggunakan tautan atau kode tersebut, podcaster akan mendapat komisi.

Menarik bukan? Sebaiknya, jika ada tawaran kerja sama dengan sistem afiliasi ini, pilih produk yang memang relevan dengan podcast kita. Sehingan audiens juga lebih percaya dengan "penawaran" yang kita sampaikan.

10. Membangun Branding Podcaster


Cara terakhir mendapatkan uang dari podcast ini bisa dibilang susah- susah gampang. Karena nilai jual bukan hanya pada podcast yang kita miliki, tapi juga the man behind the mic. Bisa saja jumlah pendengar podcastnya tidak bombastis, namun dengan skill yang dimiliki podcaster dalam berbicara, storytelling, mengajar, editing dan lain sebagainya, ternyata mampu menjadi figur yang dianggap mampu untuk bisa mengedukasi atau mem-persuasi orang lain.

Beberapa wujud nyata dari model monetisasi dengan strategi personal branding ini adalah diundang menjadi pembicara atau pelatih dalam workshop/pelatihan yang berkaitan dengan podcast. Di sini podcaster harus mampu menjabarkan teori dan praktik secara detail. Keilmuan, wawasan dan pengalaman yang dimiliki menjadi modal untuk bisa mengajar orang lain.



Itu tadi 10 ide cara mendapatkan uang dari podcast. Boleh saja jika ingin monetisasi podcast melalui Anchor, Spotify atau platform lainnya  Sejauh 2 tahun konsisten membuat podcast, saya memegang prinsip, nikmati prosesnya maka peluang lainnya menghampiri. Jadi rasanya, kalau baru bikin satu dua episode terus yang dipikir uangnya mulu, yah...bakal capek sendiri. Ya, nggak sih? 

Nah, monetisasi manakah yang sudah kamu lakukan? Cerita yuk di kolom komentar :)




Podcast = siniar dalam bahasa Indonesia
Podcaster = penyiar podcast

Referensi :
https://www.beritasatu.com/feri-awan-hidayat/hiburan/661741/spotify-luncurkan-empat-original-podcast-di-indonesia
https://dailysocial.id/post/platform-karyakarsa-dan-upaya-memberdayakan-pekerja-kreatif
https://castos.com/premium-podcast-subscriptions/
https://comedybangbang.fandom.com/wiki/Category:Special_Episodes
https://support.spotify.com/id/article/podcasts/
https://tirto.id/spotify-rilis-podcast-video-agar-pendengar-bisa-lihat-penyiar-fS1o
https://improvepodcast.com/podcast-affiliate-marketing/
https://www.podcastmotor.com/be-a-guest-to-promote/
Sumber gambar title image : https://techcrunch.com/


See you on the next blogpost.








Thank you, 

Tips Berkomunikasi Saat Menggunakan Masker

5.10.20

 

KOMUNIKASI MENGGUNAKAN MASKER

Selembar kain yang menutupi separuh wajah ini, berhasil mengubah kebiasaan kita. Termasuk cara kita dalam berkomunikasi. Jika selama ini dalam berkomunikasi lisan kita mengandalkan gerak bibir dan suara yang terdengar, maka dengan penggunaan masker, hal ini jadi terbatas. 


Padahal, ada beberapa pekerjaan yang menuntut terjadinya interaksi yang intens dengan pelanggan. Sebut saja, teller dan customer service bank, pramugari, pramuniaga dan siapapun mereka yang berada di garda depan dalam pelayanan pelanggan. Belum lagi beberapa meja kini juga dibatasi dengan sekat berupa kaca atau plastik untuk mengindari droplet saat pandemi ini. Tentu saja hal ini semakin memperbesar gangguan komunikasi.


Lantas, bagaimana cara berkomunikasi saat menggunakan masker? Meskipun harus melakukan social distancing, tapi apa ynag bisa kita lakukan agar yang kita ucapkan  dapat dipahami oleh lawan bicara?


Selengkapnya, bisa dilihat pada video di bawah ini.



See you on the next blogpost.








Thank you, 


Cerita Menjadi Digital Content Creator

25.9.20

PRAKTISI ILMU KOMUNIKASI

Internet adalah ladang mencari duit. Saya nggak pernah menyangka awalnya. Tapi inilah kenyataan (dan pilihan) yang saya ambil. Saya pikir, saya akan asyik kerja kantoran, mungkin jadi humas atau bekerja di industri penyiaran. 

Saya nggak belok dari passion, masih menemukan connecting the dot-nya. Cuma kaget saja, bahwa melalui internet saya menemukan banyak hal. Diawali dari ngeblog, akhirnya mencoba profesi baru yang biasa disebut dengan content creator.

Pekerjaan membuat konten nggak sekadar bergaya di depan kamera. No, saya bukan pembuat konten video. Saya membuat konten tulisan dan suara. Okey, memang sesekali bikin vlog, cuma...yah...belum suka. Orang bilang ini preferensi. Nggak suka, kalau disuruh di depan kamera ya ayuk aja. :)

Video ini adalah rekaman sebuah program siswa jurusan broadcast SMKN7 Surakarta. Nama acaranya Inspirasi Remaja. Lewat obbrolan dengan Mbak Anez selaku Master of Ceremony, saya bercerita mengenai profesi yang saya geluti. And why become a content creator is valuable.

Kamu bisa menontonnya pada video di bawah ini.



 

See you on the next blogpost.








Thank you, 

Bongkar Naskah Podcast Storytelling Buat Ikutan Lomba

17.9.20


NASKAH PODCAST STORYTELLING

Kalau biasanya bikin podcast monolog dan interview, kali ini mencoba podcast storytelling. Secara gaya, selintas memang seperti program feature radio. Sehingga memang kesan personal kurang diwakili oleh format ini.


Cuma, saya memang pengen melihat apakah format ini bisa diterima di telinga pendengar. Terlebih karena saya membuat podcast ini untuk mengikuti sebuah lomba yang diadakan oleh Kementerian Kominfo. Sekalian menguji, apakah mampu menarik perhatian dewan juri diantara ratusan peserta yang mengirimkan podcastnya.


Baca Juga : Ini Cara Membuat Naskah Podcast yang Rapi


Proses Produksi Podcast Storytelling


Proses produksi diawali dengan memikirkan konsep dan riset materi yang disesuaikan dengan topik utama lomba. Saya memasukkan beberapa elemen seperti puisi, vox pop dan lagu, untuk membuat kesan dramatisasi di podcast ini. Tidak ketinggalan, narasi yang menjadi elemen utama.


Setelah bikin konsep, saya coba turunkan ke dalam naskah berikut ini. Naskah saya gunakan untuk memandu dalam proses rekaman suara. Naskah juga dipakai untuk membuat musik.


PUISI : 

Darah dan semangatku bersatu dalam nadi

Tiap peluh, juangku tak runtuh

Mari teriakkan, MERDEKA!!


PROLOG :

Perjuangan tak lagi dengan teriakan lantang

Semangat adalah apa yang nampak dalam karya

Karena dengan mandiri, kita memberi bukti

Tak gentar dengan tantangan


The Late Brunch Podcast bersama saya Sara Neyrhiza dalam episode Bisa Merdeka, Bisa Berkarya


VOX POP 1 [ transkrip] :

Saya membatasi interaksi di studio milik saya selama pandemi ini. Ikut himbauan pemerintah saja, agar lebih mawas diri dan menjaga kesehatan.

Tapi bersyukur, ternyata banyak peluang bisnis yang masih terbuka. Asal mau berinovasi, kita bisa mandiri.


NARASI :

Pandemi, sebuah fase pembelajaran yang berharga. Akhirnya kita menyadari kan, bahwa tantangan, bisa datang kapan saja. Masa ini  belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi berhasil menguji, seberapa kuat kita bertahan dan bekerja keras.


Sebagian orang, terpaksa di rumahkan. Tapi sebagian yang lain, mulai merintis berjualan kecil-kecilan.

Sebagian orang, berjuang memberi pengobatan. Dan sebagian yang lain patuh di rumah, menerapkan protokol kesehatan.

Sebagian orang mulai kembali bekerja demi kebutuhan mereka sehari- hari. Sebagian yang lain mencoba berinovasi, mencari celah peluang, bekerja dari rumah demi anak dan istri.


Kita memang sudah merdeka, tapi bukan berarti kan terus duduk santai berleha-leha??

Merdeka adalah tentang kesadaran, untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri, tidak lupa saling menguatkan sesama, bekerja sama.


VOX POP 2  [ transkrip]:

Ora isoh dodolan mbak ning kantin mbak, sekolahe utup, wedi, kena virus.

Tapi Alhamdhlillah, saiki isoh dodolan online. Yen jarena wong jowo, nrima ing pandhum. Sapa sabar rejekine jembar.


NARASI :

Selamat datang new normal. Bukan suatu hal yang luar biasa, tetapi membiasakan hal baru agar lebih terbiasa. Terbiasa menerapkan protokol kesehatan, dalam kehidupn sehari-hari.

Baik di kantor, di rumah, di jalan, di pasar, dan dikeramaian. 

Lantas, apa yang bisa kita lakukan saat ini?


1. Jaga selalu kesehatan

Kita nggak bakal bisa ngapa- ngapain deh kalau sakit. Jika selama ini masih abai dengan kesehatan, maka harus setting ulang prioritas hidup. Kurangi tuh begadang, asupan junk food, rokok dan semua makanan minuman yang nggak berfaedah. Lebih baik rajin masak di rumah, menambah asupan buah dan sayur juga berolahraga.

2. Coba pikirkan alternatif penghasilan

Jika selama ini hanya fokus pada satu pekerjaan, masa pandemi juga memaksa kita untuk memikirkan alternatif sumber penghasilan. Jika penghasilan utama terganggu, maka penghasilan dari pekerjaan yang lain dapat menutupi kebutuhan. Pada akhirnya tidak ada pekerjaan yang 100% mapan. Kita harus mandiri, bergerak dan kreatif menjemput berbagai peluang yang ada.

kaya sekarang, training center yg saya miliki, harus saya tutup sementara. Saya gak mau ambil risiko terjadi penularan virus, saat kegiatan brlajar mrngajar berlangsung.

Tapi ternyata, pelatihan tetap bisa silakukan. Semua kelas berubah menjadi online.

Ternyata bisa juga? Tinggal mau kreatif atau nggak.

3. Bijak dalam mengatur keuangan

Coba deh Lihat kembali bagaimana kita mengatur keuangan.

Coba catat semua uang masuk dan keluar

Bedakan kebutuhan dengan keinginan

Kelola hutang dengan bijaksana. 

Menyiapkan dana darurat sekitar 3- 6 kali gaji bulanan

Serta belajar untuk memprioritaskan tabungan, investasi dan asuransi


Oiya, saya sih yakin kamu menjaga kesehatan fisik dengan baik. Tapi  menjaga kesehatan mental juga gak boleh ketinggalan. Siapa sih yang nggak stres menghadapi Covid-19 ini? Ngerasa kan kalau tubuh dan pikiran menjadi lebih lelah dibanding biasanya. Ruang gerak terbatas, jug minim sosialisasi tatap muka.


Maka, penting juga untuk menjaga diri kita tetap waras. Coba deh memulai kembali hobi. Ada yang masak, urban farming, menggambar, karaokean, nonton drama Korea, apapun yang bikin hati bahagia.


5. Dan gak lupa, yuk berkolaborasi untuk kebaikan

Nggak bertatap muka, bukan berarti nggak bisa kerja sama. Dengan teknologi, kita tetap bisa berkomunikasi, berkolaborasi, bahwa menciptakan hal- hal baik bersama.

Ingat, rasa lelah akan terasa lebih ringat kala kita saling menguatkan.


Mari kita berdoa dan berusaha untuk bisa selalu kreatif dalam berkarya. Mari kita dukung pemerintah dan tenaga kesehatan untuk bisa mengatasi virus yang masih meraja lela.

Mari saling bekerja sama dan percaya bahwa kita bisa melalui ini semua.

Saya Sara Neyrhiza, 75 tahun Indonesia Merdeka. Indonesiamu Indonesiaku,  Indonesia Maju


EPILOG :

Sudah Siap! Kepalkan Tanganmu! Kuatkan Semangatmu!

Suara anak kecil nyanyi :


17 Agustus tahun 45...


Kita tetap setia, tetap setia 

Mempertahankan indonesia

Kita tetap setia, tetap setia

Membela negara kita


***


Setelah proses merekam narasi monolog, saya lanjutkan dengan merekam lagu. Sengaja memilih lagu Hari Merdeka karya Husein Mutahar agar sesuai dengan tema lomba podcast ini yakni Cerita Kemerdekaan. Saya menyanyikan sendiri lagu Hari Merdeka, dengan mengubah suara menjadi karakter anak- anak, untuk memberikan variasi konten agar tidak didominasi suara orang dewasa.


Proses perekaman suara selesai, maka dilakukan proses editing. Elemen musik tentu tidak boleh ketinggalan. Saya minta suami saya Budi Pasadena membuat musik. So, semua musik di episode ini original. Prosesnya cukup lama untuk editing dan musik ini, hampir 3 jam.


LIHAT PROSES PEMBUATAN MUSIK



Setelah file audio siap, maka teknis selanjutnya adalah yang berkaitan dengan publikasi podcast sesuai dengan ketentuan lomba. Seperti membuat artwork, mengupload, membuat caption dan membuat audiogram sebagai materi teaser di instagram.


Sejujurnya proses produksi terbilang cukup ribet. Tapi ini cukup menantang, bisa menyusun berbagai elemen suara untuk menjadi kesatuan cerita berdurasi 10 menit ini dengan detail. 


Keseluruhan tahapan produksi yang saya lakukan, adalah sebagai berikut :

1. Bikin konsep & riset materi

2. Nulis naskah

3. Rekaman puisi

4. Rekaman narasi

5. Rekaman lagu

6. Rekaman voxpop

7. Produksi musik

8. Editing Audio

9. Desain artwork

10. Bikin audiogram

11. Nulis caption

12. Upload seluruh materi di Anchor dan IG TV


Dan beruntung, podcast ini terpilih menjadi salah satu pemenang dalam kompetisi podcast yang diadakan Kominfo tersebut.


Silakan klik video di bawah ini untuk mendengarkan podcast secara keseluruhan.



Bisa Merdeka, Bisa Berkarya

LOMBA PODCAST KOMINFO



Lihat behind the scene produksi podcast ini



See you on the next blogpost.








Thank you, 

 

Latihan Public Speaking dengan Podcast

7.9.20
LATIHAN PUBLIC SPEAKING DENGAN MEMBUAT PODCAST

Public speaking itu bakat? Ya, ada yang berbakat, ada yang tidak. 
Public speaking itu susah? Ya, bagi sebagian orang.
Public speaking bisa dilatih? Ya, sangat bisa.

Setiap orang memang punya tantangan masing- masing ketika melakukan public speaking. Kalau saya rangkum ada 3 hal yang sering menjadi kesulitan utama, yaitu :

1. Memahami audiens

Bagaimana kita berinteraksi dengan audiens yang satu dengan yang lain dengan perbedaan demografi, geografi, psikologi dan perilakunya. Tidak ada formula pasti bagaimana harus berbicara di depan laki- laki, di depan anak SD, atau di depan pejabat, atau di depan petani.

Kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan audieiens akan terasah, seiring bertambahnya jam terbang.

2. Penguasaan materi

Mungkin kita sudah mempersiapkan jauh- jauh hari materi yang akan kita sampaikan ke audiens. Tapi pada saat tampil, ternyata seluruh hapalan hilang, otak jadi blank, bingung mau ngomong apa, dan akhirnya terbata- bata ketika berbicara.

Belum lagi kalau rasa grogi tidak kunjung menghilang. Sesi pembukaan sudah terlewati. tekanan semakin intens saat sesi tanya jawab. Kita tidak mampu memberikan jawab memuaskan, dan audiens merasa kita tidak kredibel di topik tersebut.

3. Gaya berbicara

Itu mengapa public speking tidak sekadar ngomong doang, tapi juga "seni". Berbicara bukan hanya menyampaikan materi, namun juga didukung penguasaan komunikasi non verbal yang mumpuni. Bagaimana melakukan variasi intonasi, tempo, jeda yang didukung dengan ekspresi wajah, gestur sehingga tidak monoton dan membosankan.

Melihat 3 tantangan ini, hanya ada 2 rumus yang bisa kita pegang untuk bisa menghadapinya. Yang pertama PERCAYA DIRI dan yang kedua LATIHAN.


Okey, percaya diri itu masalah mindset. Motivasi terbesar harus lahir dari diri sendiri. Jadi temukan alasan terbesar kenapa harus pe-de. Misal, karena kita tahu communication skill itu salah satu kunci keberhasilan dalam karir, makanya harus di asah sedini mungkin. Harus mau mencoba, meski awalnya malu dan nggak bisa.

Kedua, ngomongin latihan. Kalau belum pede ngomong di depan orang banyak, kita bisa latihan ngomong di rumah. Kalau ngomong di depan cermin udah terlalu mainstream, kenapa nggak coba bikin podcast a.k.a. siniar.

Apalagi sekarang podcast lagi ngehits di Indonesia, paling nggak sekalian belajar ngomong sekalin bikin konten.


Latihan Public Speaking Dengan Podcast

MEMBUAT PODCAST DENGAN MUDAH DAN GRATIS


Apa yang menarik dari podcast ini? Kamu bisa berlatih untuk menghadapi 3 tantangan public speaking di atas.

1. Tentukan audiensmu

Kalau bingung memahami audiens, coba deh pilih audiens yang tepat untuk podcastmu. Katakan untuk perempuan usia 15- 25. Dengan fokus pada audiens tersebut, kamu bisa membayangkan ketika berbicara di podcast, kamu lagi berbicara sama mereka. Bayangin aja kamu lagi ngobrol secara personal dengan mereka. Bangun suasana yang santai dan dekat, yang bikin kamu leluasa dalam berbicara tanpa takut terlihat salah.

2. Mempersiapkan materi

Biar ngomongnya nggak belepotan, kamu bisa siapin dulu sebuah naskah/ teks. Awalnya mungkin kamu harus baca teks tersebut. Tapi semakin terlatih, kamu akan belajar improvisasi. Kamu jadi bisa berpikir cepat, memilih diksi yang tepat, dan adaptif terhadap situasi nggak terduga.
Podcast di sini membantu banget dalam menyusun pesan secara terstuktur. Jadi dengan bantuan naskah, kamu bisa ngomong rapi, nggak belepotan dan pesan yang disampaikan juga jelas.

3. Storytelling

Kalau mau bikin podcast, tentu harus merekam suara. Nah, ketika suara sudah kamu rekam, coba deh dengarkan baik- baik. Apakah gaya ngomongnya asyik? Atau membosankan? Kamu bisa evaluasi, seandainya dengerin caramu ngomong, orang lain bakal betah atau nggak?
Di sini perlu kelapangan hati mengakui kalau memang masih banyak kekurangan sana sini. Nggak papa, kan kita belajar dan beproses. Tapi semakin sering mencoba, makin tahu apa yang harus dibenahi.
Kamu bisa juga dengerin podcast lain untuk mempelajari cara bertutur mereka. Kalau makin luwes, gara berbicaramu bisa diadaptasi & dimodifikasi ketika kamu melakukan public speaking.


Apakah kelihatan keren ngomong di podcast bakal sama kerennya saat public speaking? Belum tentu, karena saat public speaking kita berhadapan langsung sama orang. Feedbacknya juga langsung.
Tapi minimal, dengan terbiasa berbicara di podcast, kita udah latihan melakukan persiapan, latihan mainin theater of mind dan latihan improvisasi. Practise makes perfect, guys!


Kalau kamu pengen membuat podcast kamu bisa baca artikel di bawah ini.

Baca Juga : Membuat Podcast dengan Mudah dan Gratis


Baca Juga : Contoh Naskah Podcast


Baca Juga : Tanya Jawab Seputar Podcast


See you on the next blogpost.








Thank you, 


Buku Public Speaking, Semua Bisa Bicara

3.9.20

 

BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA


Naik panggung, pertama kali di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Saya diminta untuk melakukan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) saat Ramadan di hadapan semua siswa kelas 1-6 dan para guru. Penampilan saat itu saya membawakan sebuah ceramah berjudul umur. Intinya, kalau orang mau bermanfaat, belajarlah dari pohon kelapa, yang umurnya panjang, semua bagian tubuhnya bermanfaat bagi manusia.


Mama yang membuatkan naskahnya. Saya berlatih beberapa hari sebelum tampil, dan akhirnya sukses keluar sebagai juara favorit. Ternyata di lombakan :)


Setelahnya, saya mewakili sekolah untuk lomba di jenjang yang lebih tinggi. Mulai saat itu, rasanya public speaking menjadi hal yang sering saya lakukan.


Semua belajar secara otodidak. Terbiasa tampil menari dan drum band sejak TK, mental saya sudah cukup terasah. Yang berbeda adalah bagaimana kemampuan dalam mengolah kata. Dan hobi membacalah yang memberi banyak asupan.


Ketika SMA mulai menjadi penyiar radio, public speaking berubah menjadi profesi. Saya mulai diminta menjadi MC di berbagai acara kantor. Dan keterusan hingga saat ini. Hanya sekarang saya lebih selektif dalam memilih acara. Karena ternyata saya lebih nyaman sebagai pengajar dan pembicara seminar atau workshop, berbagi wawasan dan berdiskusi dengan banyak orang.


Public speaking, bisa karena terbiasa.


Hal ini pula yang saya tekankan kepada para siswa di SPEAKING.id pelatihan public speaking yang saya inisiasi 2 tahun lalu. Mau les berapa kalipun akan sama saja, kalau nggak mau praktik. Ya, itu kuncinya latihan, latihan, latihan.


Tapi jelas, latihan memang tidak mudah. Mental block, salah satu kendala yang sering dihadapi. Takut berbuat salah, takut terlihat buruk, takut malu dan segala ketakutan lain yang meruntuhkan rasa percaya diri.


Permasalahan ini, berasal dari dalam diri. Artinya, motivasi diri yang kuatlah yang bisa meruntuhkannya. Mau bilang public speaking cuma ngomong doang, ya silakan. Tapi ternyata memang public speaking, gak bisa kalau cuma sekedar ngomong doang. Entar yang diomongin nggak ada isinya, nggak ada tujuannya, gak ada efeknya buat orang lainnya.


Saya pernah merasakan hal yang sama. Dan rasa khawatir, deg- degan ketika mau tampil itu nggak bisa dihilangkan. Yang bisa saya lakukan adalah dengan mengontrol hal tersebut. Kalau saya merasa sudah melakukan persiapan, sudah latihan, hati saya menjadi lebih kuat. Kalaupun nantinya grogi, pasti hanya 2-3 menit pertama. Selanjutnya bisa terasa lebih mudah.



SEMUA BISA BICARA


BUKU PUBLIC SPEAKING SEMUA BISA BICARA SARA NEYRHIZA

Dengan pengalaman tersebut, saya mencoba untuk merangkumnya dalam sebuah buku. Buku ini saya tulis selama 2 bulan, yang merangkum perjalanan public speaking sejak 22 tahun lalu.


Bukunya nggak terlalu tebal, ukurannya nggak besar. Jadi bisa enteng dimasukin di tas. ⁣Kalau tiba- tiba dapet tugas memberi sambutan, menjadi MC dadakan, atau melakukan presentasi di depan klien atau atasan, buku ini bisa langsung bisa dibaca sekilas dan sekaligus menjadi panduan agar berani dan #SemuaBisaBicara⁣⁣.


Beberapa pertanyaan tentang public speaking dari teman-teman, saya coba menjawabnya juga, seperti.

- Komunikasi efektif yang kaya gimana?⁣⁣

- Metode public speaking apa aja?⁣⁣

- Ngilangin grogi gimana?⁣⁣

- Ngilangin medok pake apa?⁣⁣

- Aroma tubuh itu pesan nonverbal juga ya?⁣⁣

- Suara bulat cara latihannya gimana?⁣⁣

- Bantuin bikin naskah pidato dong?⁣⁣

- Persiapan MC apa aja?⁣⁣

- Presentasi ada alurnya juga nggak?⁣⁣

- Moderator itu tugasnya ngapain?⁣⁣ dan masih banyak lainnya/

⁣⁣

Akhirnya, saya bisa mengatakan bahwa ada dua hal penting dalam public speaking : percaya diri dan latihan. Buku ini akan mendorongmu untuk mau berlatih dan berani tampil berbicara di depan umum. Jika kamu merasa grogi, deg- degan, malu, cemas, tenang itu bukanlah kegagalan, itu WAJAR! Teruslah berusaha. Yakinkan dirimu. Kamu Bisa Bicara!


Beli Buku #SEMUABISABICARA


See you on the next blogpost.








Thank you, 


Kenapa Bisnismu Perlu Membuat Podcast?

17.8.20

MEMBUAT PODCAST UNTUK PERUSAHAAN


Podcast bukan hanya untuk para individu. Tapi juga buat kamu yang punya bisnis atau perusahaan. Jika selama ini kita fokus pada aktivitas promosi untuk meningkatkan laba, mungkin kini kamu bisa menggunakan beberapa strategi pemasaran digital yang dapat membantu membuka peluang bisnis lainnya. Di antara berbagai strategi pemasaran digital, strategi pemasaran konten adalah salah satu yang paling efektif dalam membangun brand awerness.


Podcast bisa menjadi saluran alternatif bagi perusahaan mengkomunikasikan brandnya ke audiens. Syukur- syukur bisa menjaga keloyalan pelanggan atau menjaring konsumen baru. 


So, kenapa business owner atau perusahaan sebaiknya memiliki podcast?


1. Mudah dan murah

Podcast sangat mudah dibuat, bahkan dengan alat yang sederhana seperti smartphone. Berbeda dengan video, yang membutuhkan lebih banyak alat dan  detail produksi yang relatif lebih lama. 

Saat ini juga banyak podcast hosting yang menyediakan fasilitas gratis. Sehingga podcaster dapat membuat podcast dengan biaya hemat.


Lihat video di bawah ini untuk membuat podcast gratis di Anchor



2. Menarik perhatian audiens baru

Bukan hanya untuk menjaga loyalitas pelanggan, namun juga menyasar pasar baru di luar target market yang ada. Terlebih jika podcast mengusung tema yang menarik dan relate dengan banyak orang.


3. Menguatkan brand

Podcast dapat digunakan sebagai saluran untuk menguatkan pesan dan identitas merek. Dengan menghasilkan konten yang relevan dengan brand, maka kita dapat menampilkan otoritas dan kredibilitas pada industri yang kita jalani.


4. Variasi konten marketing

Jika selama ini konten promosi selalu mengandalkan teks, gambar dan video, maka podcast membawa alternatif baru dalam pembuatan konten marketing. Konten yang kita hasilkan akan semakin lebih beragam. Dalam proses produksi juga tidak perlu selalu menghasilkan konten baru. Karena kita bisa melakukan daur ulang dari konten yang ada sebelumnya (repurposed content).


Baca Dulu : Kenali Berbagai Jenis Format Podcast


5. Brand visibility

Semakin banyak platform yang menampilkan brand kita, maka akan semakin besar kemungkinan kita akan bertemu audiens baru. Podcast hosting seperti Anchor, bahkan memberikan kemudahan dalam distribusi podcast. Di mana dalam satu kali submit, maka podcast terdistribusi di berbagai platform sekaligus seperti Spotify, Google Podcast, Apple Podcast dan masih banyak lainnya.


6. Membantu kinerja Public Relation

Podcast juga dapat menjadi saluran bagi perusahaan untuk berkomunikasi dengan internal maupun ekternal relation mereka. Termasuk ketika ada agenda, atau program tertentu, perusahaan dapat membuat konten audio yang bisa mudah diakses oleh banyak orang dengan menggunakan smartphone.


7. Membangun koneksi lintas industri

Dalam sebuah episode podcast kita dapat menghadirkan pembicara tamu untuk  berbagi pemikiran dan pengalaman mereka dengan audiens kita.. Mengundang pembicara tamu di podcast adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan opini dan wawasan yang berbeda kepada audiens tentang topik tertentu.

 

Konten podcast yang disusun dengan baik akan membantu dalam menyebarkan ide kita dengan cara baru yang disukai orang. Jika kamu ingin mempertahankan perhatian audiens untuk jangka waktu yang lebih lama, nggak ada salahnya kok kamu memasukkan podcast dalam bagian strategi pemasaran digital bisnis/ perusahaanmu.


***

Beberapa waktu lalu saya menjadi pembicara dalam webinar dengan tema "Membuat Podcast Untuk Pemula" yang diadakan oleh PT. Telkom Akses. Untuk melihat materi yang saya sampaikan, dapat mengakses video di bawah ini.



See you on the next blogpost.








Thank you, 


Memilih Format Podcast yang Disukai Pendengar

3.8.20
MEMBUAT FORMAT PODCAST

Membuat podcast itu memang mudah, apalagi sekarang banyak platform membuat podcast yang gratis. Kamu juga bisa kok membuat podcast dari handphone, tanpa harus repot membeli perangkat rekaman podcast yang mahal. Produksi podcast juga bisa dilakukan di rumah, dan relatif cepat prosesnya. Sehingga kamu, kamu, kamu bisa menjadi podcaster, tanpa memiliki background di dunia broadcasting.

Kalau kamu pengen membuat podcast yang terstruktur rapi, ada baiknya tentukan dulu format apa yang tepat untuk podcastmu.

Format podcast adalah bentuk dari sebuah episode podcast.

Nah, sebelum menentukan format podcast yang tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni :
  • 1. Tujuan membuat podcast ✔️
  • 2. Perlengkapan podcast yang dimiliki ✔️
  • 3. Kemampuan dalam menulis naskah podcast ✔️
  • 4. Aset sumber daya manusia dan relasi ✔️
  • 5. Manajemen produksi ✔️

Dengan menentukan format podcast, nantinya proses produksi akan lebih mudah, dan kita bisa memikirkan beragam strategi untuk menarik banyak pendengar. Karena pada intinya, untuk dapat menarik audiens, kita butuh yang namanya konsistensi. Termasuk dalam hal format ini.

Coba bayangakan jika di minggu pertama, podcast dibawakan dengan format komedi monolog, lalu di minggu kedua berubah menjadi interview narasumber dengan tema parenting, di minggu ketiga berubah menjadi drama horor? Hal bisa bikin pendengar bingung. Ini maunya si podcaster apa sih? Ini podcastnya bahas apa sih sebenernya? 

Ya, sebenernya sih nggak papa kalau pengennya nge-podcast suka- suka semaunya. Tapi kalau pengen serius, sekaligus membangun personal brand-mu, ya mau- nggak- mau semua harus direncanakan dengan rapi. Mulai yuk perhatikan format podcast ini.

Berikut ini adalah beberapa format podcast yang bisa kamu pilih.

Kamu bisa melihat video di bawah ini, atau lanjutkan membaca tulisan.




1. Solo atau Monolog

Format ini umumnya cuma menghadirkan 1 orang sebagai host. Host/ podcaster di sini akan membahas topik yang dikuasi secara monolog. Nah, format ini memberi kebebasan buat podcaster untuk mengeksplorasi setiap episodenya sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Plus
  • Podcaster bebas membicarakan topik yang diinginkan
  • Materi yang dibicarakan akan dapat diulas secara mendetail
  • Cocok untuk kamu yang membuat podcast dengan tujuan edukasi atau menginspirasi
  • Adanya kedekatan personal dengan audiens
Minus
  • Berbicara dalam durasi lama membuat podcaster lelah dan bosan tanpa lawan bicara
  • Jika tidak mampu memainkan intonasi dalam bertutur, podcast terasa membosankan
  • Harus memiliki theater of mind (imajinasi) yang baik, sehingga apa yang disampaikan tidak terkesan kaku
  • Membutuhkan bantuan naskah, untuk meminimalisasi kesalahan berbicara, atau terlalu banyak filler words

Contoh Podcast Solo




Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah manuskrip, naskah kerangka episode, naskah bullet point

2. Interview/ wawancara

Podcast ini berbentuk wawancara tanya jawab antara 2 orang atau lebih yang membahas topik tertentu. Host akan memberikan pertanyaan, dan kemudian akan ada narasumber/ tamu yang dihadirkan untuk menjawab dan menjelaskan suatu informasi.

Plus
  • Topik dan narasumber yang menarik dapat menarik banyak pendengar
  • Interview yang dibawakan dengan baik akan membuat suasana mengalir dan tidak membosankan
Minus
  • Perlu persiapan yang lebih matang sebelum melakukan wawancara, seperti : menentukan topik, mencari narasumber yang relevan, membuat jadwal wawancara, menyiapkan pertanyaan, dll
  • Membutuhkan perlengkapan yang lebih banyak. Jika wawancara dilakukan secara tatap muka minimal membutuhkan 2 buah microphone, headphone dan mixer untuk input audio yang baik.
  • Jika interview dilakukan lewat telepon maupun video conference, maka membutuhkan koneksi jaringan komunikasi yang stabil. Dan setelahnya juga membutuhkan proses mixing agar output audio minim noise dan balance
Contoh Podcast Interview



Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point


3. Conversational/ Percakapan

Podcast ini umumnya berbentuk obrolan antara 2 orang atau lebih yang membahas suatu topik tertentu. Semua orang yang terlibat akan bertugas sebagai host atau co host, sehingga tidak ada yang dominan atau menguasai pembicaraan.

Format conversational ini juga bisa berbentuk diskusi. Diskusi di sini artinya, percakapan yang dilakukan akan membahas suatu topik/ permasalahan kemudian mencari jawaban atau kesimpulan bersama- sama.

Plus 
  • Pembawaan podcaster yang seru, lucu dan menghibur akan membuat pendengar betah mendengarkan
  • Adanya variasi opini akan membuat konten podcast lebih seru
Minus 
  • Membutuhkan perlengkapan podcast yang lebih banyak
  • Setiap orang harus mampu meredam ego agar pembicaraan berjalan dengan baik dan tidak terlihat ada yang mendominasi
  • Beberapa podcast terdengar begitu berisik (suara orang bersahutan, atau tertawa terbahak- bahak) yang membuat tidak nyaman didengarkan terutama saat bekerja
Contoh Podcast Conversational



Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point

4. Storytelling

Adalah podcast yang menceritakan suatu kisah.

Storytelling sendiri dibagi menjadi 2 yaitu

a. Non fictional Storytelling (cerita non fiksi)

Cerita berdasarkan pengamatan terhadap realita. Fakta- fakta bisa dialami sendiri, atau berdasarkan pengalaman orang lain.

Contoh : Podcast horor, podcast kriminal, podcast cerita cinta, biografi




b. Fictional Storytelling ( cerita fiksi atau bisa disebut juga theater)

Ide ceritanya berasal dari khayalan atau imajinasi. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa kiasan atau konotatif.

Contoh : Podcast dongeng, puisi




Plus 
  • Banyak topik seru yang bisa diangkat dan membuat pendengar ketagihan
  • Menghadirkan podcaster yang memiliki keterampilan storytelling dan voice acting yang baik
  • Penambahan sound effect, backsound dan elemen audio lainnya, akan membangkitkan imajinasi pendengar
Minus
  • Membutuhkan proses riset yang mendalam
  • Membutuhkan proses penulisan naskah yang detail
  • Proses produksi tidak bisa sederhana, karena membutuhkan elemen audio pendukung untuk menghasilkan kualitas audio yang mempuni untuk menguatkan cerita
  • Durasi yang lama akan membuat pendengar bosan dan beralih ke channel lain

Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah manuskrip


5. Hybrid

Format podcast yang menggabungkan beberapa format sekaligus. Misalnya ketika di segmen awal berbentuk monolog, tapi di segmen kedua menghadirkan narasumber untuk diwawancarai.

Plus 
  • Episode podcast menjadi bervariasi
  • Tidak terdengar membosankan, karena pendengar tidak bisa menebak apa/ siapa yang akan dihadirkan
Minus
  • Membutuhkan riset materi yang baik. Terlebih jika menghadirkan narasumber untuk sesi interview
  • Proses produksi lebih lama dan membutuhkan tambahan alat
Contoh Podcast Hybrid



Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point


6. Repurposed Content (content recycling)

Podcast yang menggunakan konten yang telah dibuat sebelumnya. Misalnya, jika sebelumnya konten berbentuk vlog atau video podcast, maka kemudian data di convert diambil audionya saja untuk dijadikan podcast.

Plus
  • Efisiensi waktu, karena relatif lebih mudah dilakukan ketimbang membuat konten baru terus-menerus.
  • Mendapatkan lagi atau menjaga hasil reach dan engagement positif dari konten sebelumnya, karena disajikan ulang di platform yang berbeda
  • Menarik minat atau perhatian dari segmen audiens berbeda atau baru, sehingga memperluas jangkauan konten.
Minus 
  • Jika sebelumnya konten berbentuk video, maka dalam proses produksi video membutuhkan perlengkapan yang lebih banyak dan proses produksi lebih lama
  • Lebih sering digunakan untuk format interview dan conversational
Contoh Repurposed Content


Jenis naskah podcast yang tepat : Naskah kerangka episode, naskah bullet point


Itu tadi enam format podcast yang bisa kamu pilih. Kalau kamu ingin mengajak pendengar untuk belajar sesuatu, mungkin podcast solo bertema edukasi bisa menjadi pilihan. Tapi kalau kamu ingin menghibur pendengar, kamu bisa memilih podcast conversational.

Kalau kamu sudah bikin podcast, format apa yang kamu pilih?

Share di kolom komentar yuk...

Trus, kalau pengen promosi podcast, kamu bisa lho membuat audiogram untuk promosi di instagram


See you on the next blogpost.








Thank you, 



Auto Post Signature